cover
Contact Name
Auliya Ridwan
Contact Email
aridwan@uinsby.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jpai@uinsby.ac.id
Editorial Address
Program Studi S1 Pendidikan Agama Islam UIN Sunan Ampel Surabaya Jl. A. Yani 117 Surabaya Jatim 60237
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Agama Islam (Journal of Islamic Education Studies)
ISSN : -     EISSN : 25274511     DOI : https://doi.org/10.15642/jpai.xxxx.xx.x.xx-xx
Jurnal Pendidikan Agama Islam (Journal of Islamic Education Studies) (print-ISSN: 2089-1946 & Electronic-ISSN: 2527-4511) is a peer-reviewed journal published by Islamic Education Teacher Training Program of UIN Sunan Ampel Surabaya. The journal issues academic manuscripts on Islamic Education Teaching and Islamic Education Studies in either Indonesian or international contexts with multidisciplinary perspective: particularly within scholarly tradition of classical Islam, Educational Studies, and other social sciences. The manuscripts are published in Bahasa Indonesia, English, and Arabic with abstract in both Bahasa Indonesia and in English. This is an open-access journal so that all parties are allowed to read, to download, to copy, to distribute, to print, or to link some or all parts of articles without any charge and without prior permission from either authors or journal editorial team. All articles in this journal have Document Object Identifier (DOI) number.
Articles 144 Documents
PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN FIKIH KELAS X MADRASAH ALIYAH DALAM MODEL DICK & CAREY M Natsir
Jurnal Pendidikan Agama Islam (Journal of Islamic Education Studies) Vol. 5 No. 1 (2017)
Publisher : UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1310.745 KB) | DOI: 10.15642/jpai.2017.5.1.44-67

Abstract

Bahasa Indonesia:Keterbatasan perangkat dan kemampuan mengajar guru akan berdampak pada kualitas keluaran kompetensi siswa. Mata pelajaran Fikih di kelas X Madrasah Aliyah memiliki karakteristik yang lebih kompleks daripada mata pelajaran yang sama di jenjang sebelumnya. Fikih di Madrasah Aliyah mulai mengenalkan konsep-konsep yang lebih rumit dalam lingkup hubungan antar manusia, seperti perekonomian dalam Islam atau pelepasan dan perubahan kepemilikan harta. Hal ini menuntut penulis untuk melakukan pengembangan pembelajaran yang lebih efektif dan efisien dengan menggunakan model Dick and Carey. Model ini memiliki karakteristik sistematis yang melibatkan pengembangan, implementasi, evaluasi, dan pemeliharaan hasil pembelajaran. Hasil pengembangan bahan ajar, buku panduan guru, buku panduan siswa, dan desain media pembelajaran memperoleh hasil evaluasi yang yang sangat baik. English:Limitation of teaching aids availability and teacher competence will impact the quality of students’ competence. The Fiqh lesson in the first grade of Islamic High School has a more complex dimension compared to that of in previous grades. The Fiqh in the high school level covered a more complex concept regarding the relationship between individuals in society, e.g. Islamic economy or the release and the change in property ownership. This motivate the author to develop the lesson more efficiently and effectively ny using Dick and Carey Model. This model is characterized by systematic steps in the lesson involving the development, implementation, evaluation, and preservation of learning outputs. The result of the development shows good grade in terms of learning materials, teacher’s book, student’s book, and learning aids.
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MEMBENDUNG PENGARUH AJARAN ALUK TODOLO DI TANA TORAJA SULAWESI SELATAN Bulu' Bulu'
Jurnal Pendidikan Agama Islam (Journal of Islamic Education Studies) Vol. 4 No. 2 (2016)
Publisher : UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1215.549 KB) | DOI: 10.15642/jpai.2016.4.2.179-205

Abstract

Bahasa Indonesia:Pendidikan Agama Islam sangat berperan dalam mengantisipasi ajaran Aluk Todolo karena agama merupakan salah satu faktor pengendalian tingkah laku masyarakat. Bentuk ajaran Aluk Todolo yang masih melekat pada masyarakat Tana Toraja Sulawesi Selatan merupakan tantangan berat yang dihadapi masyarakat muslim sebagai minoritas karena ajaran tersebut telah lama ada secara turun temurun. Ajaran Aluk Todolo yang masih dipelihara oleh masyarakat termasuk oleh mereka yang beragama Islam sendiri adalah rambu solo, rambutuka, pamalian, me’nene’, ma’pakan dedeata, ma’bating dan paramisi. Beberapa faktor penghambat dalam mengatasi Aluk Todolo tersebut adalah pemahaman agama, struktur sosial masyarakat, emosi keagamaan, dan faktor kultural. Adapaun solusi dalam mengatasi pengaruh ajaran Aluk Todolo di Tana Toraja Sulawesi Selatan adalah dengan menjalankan nilai-nilai Agama Islam yang terbukti sudah menjadi alat pemersatu bangsa, bersilaturrahim dengan banyak kalangan yang dengan faham agama kuat, banyak membaca berbagai referensi dari buku-buku Agama Islam,  selalu ingin memperbaiki  diri,  menetapkan tujuan hidup, sebagai generasi penerus bangsa dituntut untuk mampu menciptakan suasana yang nyaman, aman dan kondusif di tengah  perbedaan yang muncul dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.English:Islamic education as a school subject has a very significant role in anticipating Aluk Todolo teachings since the religion is a factor of controlling people’s behavior. The Todolo teachings attached in the Tana Toraja South Sulawesi community is a hard challenge for the Muslim as the minority as the teaching has been rooted over generations. Several Todolo teachings which are still practiced the Muslim are rambu solo, rambutuka, pamalian, me’nene’, ma’pakan dedeata, ma’bating and paramisi. The challenge for anticipating the Todolo teachings are the understanding towards religion, social structure of the community, and the culture. The solution to anticipate the Todolo teaching in Tana Toraja are conducting Islamic teachings as a way of uniting people, visiting nad communicating with religious people, reading Islamic references, developing self quality, making life purposes, and creating safe and conducive environment in the middle of national diversity.
Penanaman Religiusitas Keislaman Berorientasi pada Pendidikan Multikultural di Sekolah A. Suradi
Jurnal Pendidikan Agama Islam (Journal of Islamic Education Studies) Vol. 6 No. 1 (2018)
Publisher : UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (977.269 KB) | DOI: 10.15642/jpai.2018.6.1.25-43

Abstract

This article describes how multicultural education responds to demographic changes and religious culture in school environment, and even society as a whole. Thus, it aims to foster attitudes and values which are essential to social life and peace buiding among religious followers. This article is a library research using qualitative descriptive approach. There are two approaches to propose in creating Islamic education with multiculturalism foundation, conceptually and methodologically. The conceptually means to enrich selves with multiculturalism issues from various resources. Next, the methodologically means to promote educating fugure (such as teachers) to act practically in spreading multiculturalism. Therefore, the values of Islamic education with multicultural foundation would significantly support the creation of religious understanding among students through both curriculum contents and learning process.
Pendidikan Spiritual Berbasis Tarekat bagi Pecandu Narkoba (Studi Kasus di Pondok Pesantren As-Stressiyah Darul Ubudiyah Sejati Sejomulyo Juwana Pati) Fathur Rohman
Jurnal Pendidikan Agama Islam (Journal of Islamic Education Studies) Vol. 5 No. 2 (2017)
Publisher : UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (988.655 KB) | DOI: 10.15642/jpai.2017.5.2.161-180

Abstract

Bahasa Indonesia:Tulisan ini bermaksud untuk memberikan gambaran tentang pelaksanaan pendidikan spiritual berbasis tarekat bagi pecandu narkoba di Pondok Pesantren As-Stressiyah Darul Ubudiyah Sejati Sejomulyo Juwana Pati. Rumusan masalah dalam tulisan ini difokuskan pada dua masalah, yaitu bagaimana pelaksanaan pendidikan spiritual berbasis tarekat bagi pecandu narkoba di Pondok As-Setressiyah Darul Ubudiyah Sejati dan apa faktor pendukung dan penghambat pelaksanaan pendidikan spiritual berbasis tarekat bagi pecandu narkoba di Pondok As-Setressiyah Darul Ubudiyah Sejati. Tulisan ini merupakan hasil penelitian kualitatif dengan menggunakan metode studi kasus. Pengumpulan data menggunakan teknik partisipant observation, wawancara, dan dokumentasi. Sampel sumber data ditentukan secara purposive dan menggunakan teknik snowball. Adapun teknik analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Analisis dimulai semenjak di lapangan dan dilakukan secara interaktif dan terus menerus hingga tuntas. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa beberapa  amalan tarekat ternyata relevan untuk diterapkan dalam pelaksanaan pendidikan spiritual bagi pecandu narkoba. Amalan-amalan tarekat tersebut antara lain: Taubat, Mana>qiban, Doa, Dhikir, Tas}awwur al-Shaikh, dan Riya>d}ah. English:This paper intends to provide an overview of the implementation of tarekat-based spiritual education for drug addicts at Pesantren As-Stressiyah Darul Ubudiyah Sejati Sejomulyo Juwana Pati. The formulation of the problem focuses on two issues, how the implementation of tarekat-based spiritual education for drug addicts in Pondok As-Setressiyah Darul Ubudiyah Sejati and what are the supporting factors and inhibiting the implementation of tarekat-based spiritual education for drug addicts in Pondok As-Setressiyah Darul Ubudiyah Sejati. This paper is a result of a qualitative research using case study method. In collecting the data, this research used participatory techniques, interviews, and documentation. The sample data source was determined purposively and used the snowball technique. The analysis technique used is descriptive qualitative analysis with phenomenology approach. The analysis begins in the field and is done interactively and continuously until being completed. The result of this research shows that some tarekat practices are relevant to be applied in the implementation of spiritual education for drug addicts. The orders of the tarekat are: Taubat, Mana>qiban, Prayer, Dhikir, Tas}awwur al-Shaykh, and Riya>d}ah.
MENAKAR EFEKTIFITAS PROGRAM AFLATOUN DALAM PENDIDIKAN KARAKTER Mufiqur Rahman
Jurnal Pendidikan Agama Islam (Journal of Islamic Education Studies) Vol. 3 No. 2 (2015)
Publisher : UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1101.524 KB) | DOI: 10.15642/jpai.2015.3.2.418-449

Abstract

Bahasa Indonesia:Program Aflatoun adalah program pendidikan sosial dan finansial untuk anak. Lembaga ini berfokus pada pembelajaran tentang tanggung jawab sosial dan pendidikan finansial yang diselenggarakan dalam lingkup pendidikan formal dan non-formal.  Tujuan utama pembelajarannya adalah membangun hak dan tanggung jawab yang memungkinkan individu untuk mengembangkan komunitas mereka dengan  teliti. Program ini menginspirasi anak memberdayakan diri  secara sosial dan finansial untuk menjadi agen perubahan dalam kehidupan mereka sendiri dan dunia yang lebih adil. Dengan demikian, Aflatoun berusaha mewujudkan anak  untuk menjadi inspirasi bagi lingkungannya. Aflatoun merupakan sebuah organisasi non-pemerintah lintas negara yang memberikan perhatian besar kepada pendidikan anak melalui organisasi-organisasi non-profit di dunia. Di Indonesia, program ini dilaksanakan oleh Lekdis Nusantara yang aktif menyelenggarakan sosialisasi dan pelatihan/workshop aflatoun di berbagai daerah. Penelitian ini akan melihat manfaat dan tawaran apa saja yang diberikan untuk menumbuh kembangkan pendidikan ke arah yang lebih baik. Sehingga, program ini dapat diterima sebagai salah satu alternatif dalam memberikan solusi berbagai isu pendidikan yang kian kompleks. English:Aflatoun is a social and financial education program for children. The program focuses on social responsibility and financial education which is organized in both formal and non-formal education. The main purpose of learning is to establish rights and responsibilities to enable individuals in developing their communities. This program inspires children to socially and financially develop themselves in order to be agents of change in their own lives and better world. In other words, Aflatoun promotes children as the inspiration for their environment. Aflatoun is a transnational non-governmental organization which pays a great attention to children education via non-profit organization in the world. In Indonesia, the program is implemented by Lekdis Nusantara and actively organizes socialization, training, and workshops in various under represented areas. This study examines benefits and opportunities given to cultivate education to a better direction. Thus, this program can be accepted as an alternative way in providing solutions for increasingly complex issues in education.
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN PENANGGULANGAN KENAKALAN SISWA (Studi Kasus MTs Hasanah Surabaya) Muchammad Ainul Yaqin
Jurnal Pendidikan Agama Islam (Journal of Islamic Education Studies) Vol. 4 No. 2 (2016)
Publisher : UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1071.125 KB) | DOI: 10.15642/jpai.2016.4.2.293-314

Abstract

Bahasa Indonesia:Dalam tulisan ini penulis meneliti tentang jenis kenakalan siswa, faktor-faktor yang mempengaruhinya dan bagaimana usaha sekolah dalam menanggulanginya melalui internalisasi Pendidikan Agama Islam. Dari data yang diperoleh, penulis memberikan kesimpulan bahwasannya keadaan nyata kenakalan siswa MTs Hasanah masih tergolong biasa dan tidak berbahaya seperti membolos, terlambat datang ke sekolah, tidak mengerjakan PR, membuat gaduh dan sebagainya. Faktor-faktor yang mempengaruhi kenakalan siswa sering kali disebabkan karena kurangnya perhatian orang tua (broken home), pengaruh teman sepermainan dan dari diri mereka sendiri karena malas dan takut dengan guru. Sebagai upaya usaha pihak sekolah dalam menanggulangi kenakalan siswa dengan tiga cara yaitu secara preventif, represif dan kuratif. Preventif yang dianggap cukup berhasil adalah mengadakan pendekatan dengan orang tua atau wali siswa. Sedangkan cara represif yang cukup berhasil adalah dengan pemberian hukuman yang mendidik. Cara kuratif yang dianggap cukup berhasil adalah tradisi silaturrahim ke rumah siswa dengan diiringi kegiatan kegamaan dan penanaman nilai-nilai keteladanan. English:This paper deals with juvenile delinquency in many types, the antecedent factors, and how the school deals with the problem through Islamic Education as a school subject. The findings show that the delinquency level in the madrasah is still in the common level, and not dangerous, such as skipping classes, coming late to school, skipping homeworks, convulsing behaviors, etch. Several factors causing the behaviors are deserving parents’ attention (due to broken home), influence of peer friends, laziness, and being uncomfortable with teacher presence. The school deals with the problems mainly in three ways: preventive, repressive, and curative. The prevention is considered more fruitful due to the school approaches to the parents or those responsible to the students at home. Educative punishment is considered successful enough. Last, the curative also takes effect enough through the silaturrahim tradition along with religious activities and inserting values through personal modelling.
Urgensi Keterlibatan Wali Asuh dalam Dinamika Pendidikan di Pesantren Alfi Najmatil Ilmy; Abd Hamid Wahid; Chusnul Muali
Jurnal Pendidikan Agama Islam (Journal of Islamic Education Studies) Vol. 6 No. 1 (2018)
Publisher : UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1188.61 KB) | DOI: 10.15642/jpai.2018.6.1.44-66

Abstract

Guardianship in pesantren functions to solve the decrease of effectiveness of santri’s activities along with the increase of new santri in number within modern and semi-modern pesantren. The core values of guardianship here is an innovation in pesantren to increase impact of activities and to make ease individual monitoring towards santri’s psychological and life aspects. This research implements case study approach to Pesantren Nurul Jadid located in Probolinggo Regency. Results show several strategies in the guardianship implementation in order to substitute parental roles. First, guardians act as listeners to santri in order to collect their life-aspect information. Second, guardians are individually different from those acting as pesantren daily committee member in order to provide more private approach to santri rather than a collective one. Third, guardians act as motivators, counselors, and parents for santri during their study in pesantren.
Ideologi Damai Kaum Pesantren: Studi atas Narasi Kurikulum Pesantren Salaf Iksan Kamil Sahri
Jurnal Pendidikan Agama Islam (Journal of Islamic Education Studies) Vol. 6 No. 1 (2018)
Publisher : UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1031.981 KB) | DOI: 10.15642/jpai.2018.6.1.85-105

Abstract

The world is currently suffering from the heat of terrorism with several religious background. Within Muslim communities, worries come up since particular terrorism actions lean upon Islam as the main source of inspiration. Academics question into this phenomenon, wheter Islam has a peaceful genetics. To answer this question remark, this research has been performed focusing on Islamic traditional education in Indonesia (salaf pesantren). The researcher focused on how the Islamic curriculum was created and applied in two Islamic institutions in East Java, Indonesia: i.e Pesantren Langitan and Pesantren Kedinding Lor to understand further the main ideology on these institutions. This research argues that peaceful ideology in salaf pesantren was created and applied on six religious subjects. Thye formulation appears from the intersectionality of Islamic jurisprudence (fiqh) and Islamic mysticism (tasawuf and tarekat).
Tantangan dan Peluang Pengembangan Keterampilan Bahasa Arab Komunikatif di Pesantren Modern Gontor Putri 4 Sulawesi Tenggara Imelda Wahyuni
Jurnal Pendidikan Agama Islam (Journal of Islamic Education Studies) Vol. 6 No. 1 (2018)
Publisher : UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (976.851 KB) | DOI: 10.15642/jpai.2018.6.1.67-84

Abstract

What specializes pesantren as an Islamic educational institution is the existence of Arabic language training. In this discourse, pesantren institutional strategy goes important in sustaining santri’s language learning achievement. This paper examines communicative language learning model at Pondok Pesantren Modern Darussalam Gontor Putri 4 of Sulawesi Tenggara. Qualitative-descriptive data were collected through interview and observation. This article explores how pesantren deals with challenge and opportunity to communicative language learning in order to develop santri’s Arabic language ability. Findings show positive language learning achievement because of the availability of educators which are recruited by central management. Various challenges in the learning are managed by developing santri’s commitment to prioritize communicative language efforts. In conclusion, leader’s policy support in elaborating structural and functional of language learning becomes fundamental domain in formulating education program mechanism in pesantren.
Pendidikan Moral melalui Pembelajaran Kitab Alfiyah ibn Malik di Pondok Pesantren Langitan Tuban Abdul Muhid; Asnawi Asnawi; Rangga Sa’adillah S. A. P.
Jurnal Pendidikan Agama Islam (Journal of Islamic Education Studies) Vol. 6 No. 1 (2018)
Publisher : UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1484.59 KB) | DOI: 10.15642/jpai.2018.6.1.106-126

Abstract

Kitab Alfiyah of Muhammad bin Abdillah bin Malik al-Andalusi or known as Ibnu Malik is famous for resource of Arabic grammar. It is uncommon to find discourse of the kitab apart from the Arabic grammar. It is the fact that moral values are the other side of its contents, implicitly live in the stanzas. Philosophical worldview makes possible to uncover the moral values, then to interpret it, and to internalize it throung learning activities. This article describes the moral contents, internalization methods, and reflection of the internalization towards santri in Pondok Pesantren Langitan Tuban. With naturalistic paradigm, data were collected through interview, observation, and documentation. Findings shows that moral internalization in the kitab Alfiyah Ibn Malik learning activities was going through modelling, rewards, punishment, building habits, and indoctrination. In addition, author finds 31 moral values within stanzas in the kitab and 12 reflective behaviors by santri.

Page 9 of 15 | Total Record : 144