cover
Contact Name
Chairil Faif Pasani
Contact Email
chfaifp@ulm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
edu.mat@ulm.ac.id
Editorial Address
Ruang Prodi Pendidikan Matematika Gedung FKIP ULM Banjarmasin Jalan Brigjen H. Hasan Basri, Kayu Tangi, Banjarmasin, Kalimantan Selatan
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika
ISSN : 23382759     EISSN : 25979051     DOI : http://dx.doi.org/10.20527
Core Subject : Education,
EDU-MAT adalah jurnal yang didirikan pada tahun 2013 di Program Studi Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lambung Mangkurat. EDU-MAT merupakan kumpulan artikel hasil penelitian maupun kajian dosen, peneliti, guru, maupun mahasiswa di bidang pendidikan matematika yang belum pernah dimuat/diterbitkan di media lain. EDU-MAT diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lambung Mangkurat yang terbit 2 kali dalam setahun, yaitu pada bulan April dan Oktober
Arjuna Subject : -
Articles 391 Documents
PENGEMBANGAN MODUL AJAR BERDIFERENSIASI KONTEKS LAHAN BASAH UNTUK MATEMATIKA SMP/MTS KELAS VII Sari, Asdini; Karim, Karim; Khair, Muhammad Sa’duddien; Mahrida, Mahrida; Farapikatan, Diva
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 12, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v12i1.18698

Abstract

Penerapan kurikulum merdeka pada semua tingkat pendidikan menjadi salah satu tantangan baru bagi guru karena kurangnya ketersediaan bahan ajar yang sesuai kebutuhan peserta didik. Salah satu solusi untuk mengatasi hal ini adalah melalui pendekatan pembelajaran yang berbeda-beda untuk setiap siswa dan mengintegrasikan konteks lingkungan sekitar siswa ke dalam proses pembelajaran.  Maka dari itu, diperlukan modul ajar yang dapat mengakomodasi kebutuhan individu siswa dengan memanfaatkan kearifan lokal sebagai konteks pembelajaran. Penelitian ini memiliki tujuan menghasilkan modul ajar berdiferensiasi konteks lahan basah untuk matematika SMP/MTs kelas VII. Metode penelitian yang digunakan adalah pengembangan yaitu Research and Development (R&D) dengan model pengem­bangan 4D. Ada 4 tahapan dari model 4D ini, yaitu: (1) tahap pendefinisian (define), (2) tahap perancangan (design), (3) tahap pengembangan (develop), dan (4) tahap penyebaran (disseminate). Namun, penelitian ini hanya sampai pada tahap pengembangan (develop). Subjek uji coba penelitian adalah 32 peserta didik kelas VII-E SMP Negeri 15 Banjarmasin. Teknik pengumpulan data menggunakan instrumen validasi, angket respon guru dan peserta didik, serta tes evaluasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul ajar yang dikembangkan memenui kriteria valid, praktis dan efektif. Kata kunci: Modul Ajar, Pembelajaran Berdiferensiasi, Konteks Lahan Basah Abstract:  The implementation of the independent curriculum at all levels of education is one of the new challenges for teachers due to the lack of availability of teaching materials that suitable for students. One solution to overcome this is through different learning approaches for each student and integrating the context of the students' surrounding environment into the learning process. Therefore, a teaching module is needed that can accommodate the individual needs of students by utilizing local wisdom as a learning context. This research aims to produce teaching modules with differentiated wetland context for seventh grade of junior high school mathematics. The research method used is development, namely Research and Development (R&D) with the 4D development model. There are 4 stages of this 4D model, namely: (1) define stage, (2) design stage, (3) develop stage, and (4) disseminate stage. However, this research only reached the develop stage. The research trial subjects were 32 students of seventh grade of SMPN 15 Banjarmasin. Data collection techniques used validation instruments, teacher and learner response questionnaires, and evaluation tests. The research results show that the teaching module meets the criteria of valid, practical, and effective. Keywords: Teaching Module, Differentiate Learning, Wetlands Context
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBENTUK APLIKASI PADA MATERI PROGRAM LINEAR MENGGUNAKAN CANVA DAN WEB ANDROMO Umardiyah, Fitri; Febriana, Zayyana Fajar; Khotimah, Khusnul; Nasrulloh, M. Farid
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 11, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v11i2.17318

Abstract

Program linear merupakan salah satu materi matematika yang membutuhkan analisis dan prosedur pengerjaan yang memakan waktu. Pemanfaatan teknologi sangat diperlukan untuk menciptakan pembelajaran yang efektif, khususnya dalam menyelesaikan masalah program linear. Oleh karena itu, perlu media pembelajaran yang dapat membantu mengatasi permasalahan dalam pengerjaan soal program linier. Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan media pembelajaran matematika dalam bentuk aplikasi ponsel menggunakan canva dan web andromo untuk materi program linear. Tujuan dari penelitian pengembangan ini  Hasilnya berupa aplikasi yang mudah dioperasikan dan tidak menghabiskan penyimpanan. Penelitian ini dilakukan di MA Balongrejo Sumobito Jombang kelas XI IPA. Model penelitian yang digunakan adalah RnD (Research and Development) dengan model pengembangan ADDIE. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) hasil uji kevalidan validator ahli media sebesar 87,7% termasuk kategori valid dan hasil validator ahli materi sebesar 80% dan 72% termasuk kategori valid. (2) hasil uji kepraktisan analisis angket respon siswa diperoleh rata-rata persentase sebesar 80,63% termasuk kategori sangat praktis. (3) hasil uji keefektivan analisis hasil nilai tes belajar siswa dengan metode pre-experiment jenis one-shot case study diperoleh persentase ketuntasan sebesar 100% diartikan bahwa media pembelajaran efektif. Oleh sebab itu media pembelajaran berbentuk aplikasi menggunakan canva dan web andromo yang dikembangkan valid, praktis dan efektif untuk digunakan oleh siswa. Kata kunci: media pembelajaran, aplikasi, program linear, canva, andromo Abstract: Linear programs are mathematical materials that require time-consuming analysis of working procedures. The use of technology is needed to create effective learning, especially in solving linear program problems. Therefore, learning media is needed that can help overcome problems in working on linear program questions. The purpose of this research is to develop mathematics learning media in the form of a mobile application using Canva and the Andromo web for linear programming material. The result is an application that is easy to operate and doesn't consume storage. The research was conducted at MA Balongrejo Sumobito Jombang class XI IPA. The research used is RnD (Research and Development) with the ADDIE model. Based on the results of the study (1) validity test media expert validator 87.7% including valid and material expert validator results 80% and 72% including valid. (2) practicality test of student response questionnaire analysis obtained an average percentage of 80.63% including very practical. (3) the effectiveness test analyzed the results of student learning test scores with the pre-experiment type one-shot case study method obtained a percentage of 100% completeness, which means that the learning media is effective. Therefore, the learning media in the form of applications using Canva and Andromo developed are valid, practical, and effective for students to use.  Keywords: learning media, applications, linear programs, canva, andromo
ANALISIS KESALAHAN SISWA PADA MATERI LUAS PERMUKAAN DAN VOLUME KERUCUT BERDASARKAN OBJEK MATEMATIKA Mayangsari, Aprilia Dwi; Sa'dijah, Cholis; Chandra, Tjang Daniel
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 11, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v11i2.16117

Abstract

Kesulitan yang terjadi pada siswa saat belajar matematika, dapat dideteksi apabila ditemukan kesalahan siswa saat mengerjakan masalah matematika. Kesalahan ini perlu diatasi agar tidak berdampak buruk bagi siswa. Penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui jenis kesalahan siswa dalam menyelesaikan masalah matematika pada materi luas permukaan dan volume kerucut dilihat dari kesalahan fakta, konsep, prinsip dan operasi. Metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif digunakan dalam penelitian ini. Teknik Miles dan Huberman digunakan dalam penelitian ini, yang dimulai dari reduksi data, penyajian data, dan konklusi. Observasi, tes masalah matematika dan wawancara digunakan sebagai pengumpulan data. Hasil dari studi ini ditemukan kesalahan fakta sebanyak 69 dari 118 kesalahan, kesalahan konsep sebanyak 12 dari 118 kesalahan, kesalahan prinsip sebanyak 13 dari 118 kesalahan dan kesalahan operasi sebanyak 24 dari 118 kesalahan. Hasil dari studi ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam meminimalisir kesalahan dan dapat memperbaiki kualitas pembelajaran matematika. Kata kunci: Kesalahan, Luas Permukaan dan Volume Kerucut, Objek Matematika. Abstract: Difficulties that occur to students when learning mathematics can be detected if various student errors are found when working on mathematical problems. This error needs to be addressed so as not to have a negative impact on students. This research was conducted to find out the types of student errors in solving mathematical problems on the material surface area and volume of a cone seen from errors in facts, concepts, principles and operations. A qualitative method with a descriptive approach is used in this study. Miles and Huberman's technique was used in this study, which started with data reduction, data presentation, and conclusions. Observations, math problem tests and interviews were used as data collection. The results of this study found 69 out of 118 fact errors, 12 out of 118 conceptual errors, 13 out of 118 principle errors and 24 out of 118 operation errors. The results of this study are expected to be a reference in minimizing errors and can improve the quality of learning mathematics.. Keywords: The Error, Surface Area and Volume of a Cone, Mathematical Objects.
EFEKTIVITAS CHATGPT UNTUK MENDORONG BERPIKIR KRITIS MAHASISWA DALAM MENYELESAIKAN MASALAH ALJABAR Rizaldi, Muhammad; Sasalia, Putri; Pancarita, Pancarita
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 12, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v12i1.18668

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas ChatGPT sebagai alat bantu mahasiswa untuk berpikir kritis dan mendeskripsikan berpikir kritis mahasiswa dalam menyelesaikan masalah aljabar dengan bantuan ChatGPT. Penelitian ini merupakan penelitian mix method dengan explanatory sequential design yaitu data dianalis analisis secara kuantitatif terlebih dahulu dan dilanjutkan dengan secara kualitatif deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan rata-rata nilai berpikir kritis kelas ChatGPT (56,67) lebih besar daripada kelas kontrol (41,33). Hasil analisis uji-t menunjukkan bahwa t-hitung (2,58) > t-tabel (2,03) dan nilai p-value 0,007 yang mana lebih kecil dari 0,05. Sehingga dapat disimpulkan bahwa hipotesis awal (H0)ditolak yang artinya ChatGPT efektif untuk mendorong mahasiswa kemampuan berpikir kritis. Lebih lanjut mahasiswa yang berpikir kritisnya tergolong tinggi akan mempertanyakan kredibelitas informasi dari ChatGPT maupun masalah, membuat kesimpulan yang tepat dari informasi yang diperoleh, dan menyelesaikan masalah dengan strategi yang tepat. Sedangkan mahasiswa yang berpikir kritisnya tergolong rendah menerima informasi dari ChatGPT maupun masalah tanpa mempertanyakan kredibilitasnya, dan hanya menyalin apa yang dikerjakan oleh ChatGPT tanpa memperhatikan kebenarannya.Kata kunci: Berpikir kritis, ChatGPT, Masalah aljabar, Mahasiswa Abstract: This research aims to determine the effectiveness of ChatGPT as a tool for assisting per-service teachers in critical thinking and describe the critical thinking of students in solving algebra problems with the help of ChatGPT. This study uses a mixed-methods approach with an explanatory sequential design, where quantitative analysis is conducted first, followed by qualitative descriptive analysis. The results of this research show that the average critical thinking score for the ChatGPT class (56.67) is higher than the control class (41.33). The t-test analysis indicates that the t-value (2.58) > t-table (2.03) with a p-value of 0.007, which is smaller than 0.05. Therefore, it can be concluded that the null hypothesis (H0) is rejected, meaning that ChatGPT is effective in enhancing pre-service teachers’ critical thinking abilities. Furthermore, pre-service teachers with high levels of critical thinking tend to evaluate the credibility of information from both ChatGPT and problems, make the correct conclusions from acquired information, and solve problems using appropriate strategies. On the other hand, pre-service teachers with low levels of critical thinking tend to accept information from ChatGPT and problems without questioning their credibility, merely copying what is generated by ChatGPT without paying attention to its accuracy. Keywords: Critical thinking, ChatGPT, Algebraic problems, Pre-service teachers
ANALISIS SELF-REGULATED LEARNING MAHASISWA PENDIDIKAN MATEMATIKA BERDASARKAN TINGKAT AKADEMIK Khusna, Hikmatul; Marlena, Leni; Nugraheni, Esti Ambar; Muntazhimah, Muntazhimah
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 12, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v12i1.17028

Abstract

Pembelajaran yang dilakukan di perguruan tinggi menuntut mahasiswa memiliki kemampuan mengatur serta mengendalikan proses belajar secara mandiri. Telah banyak studi terkait self-regulated learning mendapatkan perhatian yang signifikan karena potensinya dalam mempengaruhi prestasi akademik mahasiswa, namun belum banyak penelitian yang memfokuskan self-regulated learning pada tingkat akademik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan self-regulated learning mahasiswa pendidikan matematika Universitas Muhammadiyah Prof DR HAMKA berdasarkan tingkat akademik. Sampel penelitian terdiri dari 71 mahasiswa yang terdiri dari berbagai tingkatan akademik. Self-regulated learning diukur menggunakan kuesioner dengan indikator personal function, behaviour function, dan environment function. Temuan penelitian yang didapat yaitu tidak terdapat perbedaan self-regulated learning mahasiswa pendidikan matematika berdasarkan tingkatan akademik. Berdasarkan hasil temuan ini menunjukan bahwa tingkat akademik tidak memberikan pengaruh terhadap self-regulated learning pada mahasiswa pendidikan matematika. Kata kunci: Self-regulated learning, Tingkat Akademik, Mahasiswa Pendidikan matematika Abstract: Learning conducted in higher education requires students to have the ability to organize and control the learning process independently. The concept that refers to a person's ability to organize, supervise, and control learning strategies for effective learning is called self-regulated learning. Many studies related to self-regulated learning have received significant attention because of its potential to affect student academic achievement, but not many studies have focused on self-regulated learning at the academic level. This study aims to determine the differences in self-regulated learning of mathematics education students at Prof DR HAMKA Muhammadiyah University based on academic level. The research sample consisted of 71 students from various academic levels. Self-regulated learning was measured using a questionnaire with indicators of personal function, behavior function, and environment function. The research findings obtained are that there are no differences in self-regulated learning of mathematics education students based on academic level.  Based on these findings, it shows that academic level does not influence self-regulated learning in mathematics education students. Keywords: Self-regulated learning, Academic Level, Mathematics Education Students
KONSTRUKSI PENGETAHUAN PROGRAM LINEAR MAHASISWA PENDIDIKAN MATEMATIKA MELALUI PETA KONSEP Khair, Muhammad Sa'duddien; Budiono, Eddy
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 11, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v11i2.16964

Abstract

Mahasiswa Pendidikan matematika sebagai calon pengajar dituntut untuk menguasai pengetahuan materi pembelajaran matematika yang mereka dapat pada proses perkuliahan. Penguasaan materi yang baik dapat memudahkan mahasiswa menyusun bahan ajar berdasarkan pengetahuan yang dimilikinya. Sayangnya, dilihat dari hasil ujian mahasiswa, beberapa mahasiswa dinilai tidak mampu menguasai materi, dimana salah satunya adalah program linear. Kondisi ini memunculkan pertanyaan mengenai hambatan apa yang dialami mahasiswa, sehingga untuk menelusurinya, peneliti menilai perlu melihat bagaimana mahasiswa mengkonstruksi pengetahuan pada materi tersebut. Salah satu bentuk konstruksi pengetahuan adalah melalui peta konsep. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana konstruksi pengetahuan materi program linear mahasiswa pendidikan matematika melalui peta konsep. Penelitian deskriptif kualitatif ini dianalisis dengan model Miles dan Hubberman. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa program studi matematika. Berdasarkan hasil tugas yang diberikan kepada seluruh mahasiswa, didapat 4 pola peta konsep yang menunjukkan konstruksi pengetahuan mahasiswa. Masing-masing pola peta konsep diambil 1 mahasiswa sebagai sampel. Berdasarkan keempat pola peta konsep didapat bahwa tidak ada subjek yang mampu memenuhi indikator (1) proposisi, (2) hierarki dan (3) kaitan silang dengan baik namun mahasiswa B mampu memenuhi indikator (4) contoh.   Kata kunci: Konstruksi Pengetahuan, Peta Konsep, Program Linear Abstract: Mathematics education students as prospective teachers are required to master the knowledge of mathematics learning material that they obtain in the lecture process. Good mastery of the material can make it easier for students to prepare teaching materials based on the knowledge they have. Unfortunately, judging from the results of student exams, several students were deemed unable to master the material, one of which was linear programming. This condition raises questions about what obstacles students experience, so to explore this, researchers consider it necessary to look at how students construct knowledge on the material. One form of knowledge construction is through mind maps. Therefore, this research aims to find out how mathematics education students' knowledge of linear program material is constructed through mind maps. This qualitative descriptive research was analyzed using the Miles and Hubberman model. The subjects of this research were students of the mathematics study program. Based on the results of the assignments given to all students, 4 concept map patterns were obtained that show students' knowledge construction. One student was taken as a sample for each concept map pattern. Based on the four concept map patterns, it was found that no subject was able to fulfill the (1) proposition, (2) hierarchy and (3) cross-link indicators well, but student B was able to fulfill the (4) example indicators. Keywords: Knowledge Construction, Mind Map, Linear Programming
PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) BERBASIS CERITA BERGAMBAR DENGAN PENDEKATAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) PADA MATERI SPLDV UNTUK SISWA KELAS VIII SMP Nurhalizah, Siti; Agustiani, Riza; Ramury, Feli
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 11, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v11i2.15267

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan bahan ajar berupa Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) berbasis cerita bergambar dengan pendekatan Problem Based Learning (PBL) pada materi SPLDV untuk siswa kelas VIII SMP yang valid dan praktis. Penelitian ini termasuk jenis penelitian Research and Development (R&D) dengan menggunakan prosedur penelitian menggunakan model pengembangan ADDIE yang meliputi lima tahapan (Analysis, Design, Development, Implementation and Evaluation). Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan angket. Uji validitas dilakukan oleh 2 validator yaitu validator ahli bahan ajar dan validator materi pembelajaran menggunakan lembar angket validitas untuk mengetahui tingkat kevalidan LKPD yang dikembangkan. Subjek penelitiannya yaitu peserta didik kelas VIII SMP Negeri 2 Merapi Barat. Ujicoba dalam penelitian ini sebanyak 3 kelas, yaitu ujicoba kelompok kecil 3 orang peserta didik pada kelas VIII.5, ujicoba kelompok kecil 6 orang peserta didik pada kelas VIII.4, dan ujicoba kelompok besar sebanyak 28 orang peserta didik pada kelas VIII.2 dengan menggunakan lembar angket praktikalitas untuk mengetahui tingkat kepraktisan LKPD yang dikembangkan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa LKPD yang valid dilihat berdasarkan penilaian lembar angket validasi dari validator bahan ajar dan validator materi pembelajaran. Sementara, LKPD yang praktis dilihat berdasarkan penilaian terhadap angket respon peserta didik. Kata kunci: Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD), Cerita Bergambar, Problem Based Learning (PBL), SPLDV.  Abstract: This study aims to produce teaching materials in the form of student worksheets based on picture stories with a Problem Based Learning (PBL) approach on SPLDV material for class VIII students of junior high schools that are valid and practical. This research is a type of Research and Development (R&D) research using research procedures using the ADDIE development model which includes five stages (Analysis, Design, Development, Implementation and Evaluation). Data collection techniques in this study used a questionnaire. The validity test was carried out by 2 validators, namely the teaching material expert validator and the learning material validator using a validity questionnaire sheet to determine the validity level of the developed student worksheets. The research subjects were students of class VIII SMP Negeri 2 West Merapi. The trials in this study consisted of 3 classes, namely small group trials of 3 students in class VIII.5, small group trials of 6 students in class VIII.4, and large group trials of 28 students in class VIII.2 with using a practicality questionnaire sheet to determine the level of practicality of the developed student worksheets. The results of this study indicate that a valid student worksheets is seen based on the assessment of the validation questionnaire sheet from the teaching material validator and learning material validator. Temporary, a practical student worksheets is seen based on an assessment of the student's response questionnaire.Keywords: Student Worksheets, Picture Stories, Problem Based Learning (PBL), SPLDV.
DESAIN MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF BERBASIS VISUAL NOVEL UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PENALARAN MATEMATIS SISWA MATERI PELUANG Muhammad, Billy Surya; Winarni, Sri; Pasaribu, Feri Tiona
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 12, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v12i1.17300

Abstract

Perkembangan teknologi saat ini telah memberikan pengaruh yang besar terhadap dunia pendidikan, khususnya pada proses pembelajaran. Dengan menggunakan teknologi tersebut, pengajar dapat lebih mudah membuat media pembelajaran yang dapat membantu meningkatkan kemampuan matematis siswa, khususnya kemampuan penalaran matematis yang sulit dikembangkan dengan menggunakan metode konvensional. Maka dari itu akan didesain sebuah media pembelajaran bersifat interaktif yang dapat melatih kemampuan penalaran matematis siswa saat belajar. Untuk menarik minat dan memotivasi siswa untuk belajar, media akan dikembangkan dengan basis visual novel. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menghasilkan media pembelajaran berbasis visual novel untuk meningkatkan kemampuan penalaran matematis pada materi peluang. Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan dengan menggunakan model ADDIE yang meliputi Analisis masalah, dan pelajar, identifikasi calon pengguna, sumber daya, dan sistem penyampaian potensial, Desain flowchart, storyboard, dan prototype, Validasi ahli materi, desain, dan praktisi, uji coba dan revisi produk, Implementasi, serta Evaluasi. Hasil penelitian menunjukkan kualitas kepraktisan media dari ahli validasi yang valid, kepraktisan oleh ahli praktisi sebesar 93,33%, kepraktisan siswa 92,14%, keefektifan media pembelajaran dari hasil respon siswa mencapai 90%, serta media masuk dalam kriteria cukup efektif dalam peningkatan kemampuan penalaran matematis, sehingga media pembelajaran yang dihasilkan masuk dalam kategori sangat baik dan layak digunakan.  Kata kunci: Interaktif, Visual Novel, Penalaran, Peluang. Abstract: The current advancement in technology has had a significant impact on education, particularly in the learning process. With the use of technology, educators can more easily create learning media that can help improve students' mathematical abilities, especially mathematical reasoning skills that are difficult to develop using conventional methods. Therefore, an interactive learning media will be designed to train students' mathematical reasoning skills during learning. To attract interest and motivate students to learn, the media will be developed based on visual novels. This research aims to describe and produce visual novel-based learning media to enhance mathematical reasoning abilities in probability topics. This research is a research and development using the ADDIE model, which includes problem and learner analysis, identification of potential users, resources, and potential delivery systems, Flowchart, storyboard, and prototype design, Validation by content experts, design experts, and practitioners, testing and product revision, Implementation, and Evaluation. The research results show the practicality of the media as validated by experts, with a practicality score of 93.33% by practitioner experts, 92.14% by students, and an effectiveness score of 90% based on student responses. The learning media is considered moderately effective in improving mathematical reasoning abilities, thus falling into the category of very good and suitable for use. Keywords: Interactive, Visual Novel, Reasoning, Probability.
PENINGKATAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN REPRESENTASI VISUAL THINKING MATEMATIS SISWA DENGAN PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN KOLAWOLE’S PROBLEM SOLVING Anggraini, Hilwati Tias
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 11, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v11i2.17394

Abstract

Penelitian ini merupakan kuasi eksperimen dengan desain penelitian nonequivalent control group. Kelompok eksperimen diberi perlakuan berupa pembelajaran metode pembelajaran Kolawole’s Problem Solving (KPS), sedangkan kelompok kontrol dengan pembelajaran konvensional. Penelitian ini memiliki tujuan untuk menelaah perbedaan peningkatan kemampuan berpikir kritis matematis siswa dan kemampuan representasi visual thinking matematis siswa yang mendapat pembelajaran dengan penerapan metode pembelajaran Kolawole’s problem solving dan pembelajaran konvensional serta ditinjau dari kategori Kemampuan Awal Matematis (KAM) siswa. Selain itu penelitian ini juga bertujuan untuk menelaah interaksi antara pembelajaran (KPS dan konvensional) dan KAM terhadap peningkatan kemampuan berpikir kritis matematis siswa dan kemampuan representasi visual thinking matematis siswa. Penelitian ini melibatkan siswa kelas X SMA di Jakarta. Analisis data dalam pengujian hipotesis digunakan uji Mann-Whitney U dan uji Kruskal Wallis. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Peningkatan kemampuan berpikir kritis matematis siswa dengan pembelajaran KPS lebih baik daripada siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional; (2) Peningkatan kemampuan representasi visual thinking matematis siswa dengan pembelajaran KPS lebih baik daripada siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional; (3) Peningkatan kemampuan berpikir kritis matematis siswa kelas yang diajarkan pembelajaran KPS secara signifikan lebih baik daripada siswa yang diajarkan pembelajaran konvensional berdasarkan kategori KAM rendah sedangkan secara signifikan tidak lebih baik berdasarkan kategori KAM tinggi dan sedang; (4) Peningkatan kemampuan representasi visual thinking matematis siswa kelas yang diajarkan pembelajaran KPS secara signifikan lebih baik daripada siswa yang diajarkan pembelajaran konvensional berdasarkan kategori KAM sedang sedangkan secara signifikan tidak lebih baik berdasarkan kategori KAM tinggi dan rendah; (5) Terdapat pengaruh interaksi metode pembelajaran dan KAM terhadap peningkatan kemampuan berpikir kritis matematis siswa. (6) Tidak terdapat pengaruh interaksi metode pembelajaran dan KAM terhadap peningkatan kemampuan representasi visual thinking matematis siswa.    Kata kunci: Kolawole’s,  kritis, representasi visual thinking.   Abstract: This research is a quasi-experimental design with nonequivalent control group. The experimental group was treated in the implementation Kolawole’s Problem Solving learning method, whereas the control group was treated with conventional learning. This study aims to examine differences in the increase in students' mathematical critical thinking skills and visual thinking mathematical representation abilities of students who receive learning by applying the Kolawole's problem solving learning method and conventional learning and in terms of the students' Initial Mathematical Ability (KAM) category. In addition, this study also aims to examine the interaction between learning (KPS and conventional) and KAM towards improving students' mathematical critical thinking skills and students' mathematical visual thinking representation abilities. This study employed ten graders in one of Senior High Schools in Jakarta. To analyze data, this study used Mann Whitney U test and Kruskal Wallis test. The result revealed that: (1) Students’ improvement of critical thinking ability with KPS teaching method are better than those with conventional teaching method. (2) Students’ improvement of visual thinking of representation ability with KPS teaching method are better than those with conventional teaching method. (3) Students’ improvement of critical thinking ability with KPS teaching method are significantly better than those with conventional teaching method based on low KAM categories but are not significantly better than in conventional learning based on high and medium KAM categories. (4) Students’ improvement of visual thinking of representation ability with KPS teaching method are significantly better than those with conventional teaching method based on medium KAM categories but are not significantly better than those with conventional teaching method based on high and low KAM categories. (5) There is any significant interaction effect students’ teaching method and KAM categories toward the improvement of students’ mathematical critical thinking ability (6) There is no significant interaction effect students’ teaching method and KAM categories toward the improvement of students’ mathematical visual thinking of representation ability.Keywords: Kolawole’s, critical, visual thinking of representation ability.
ANALISIS BERPIKIR KRITIS SISWA BERKATEGORI TINGGI MENGGUNAKAN WATSON-GLASER CRITICAL THINKING APPRAISAL DITINJAU DARI JENIS KELAMIN Gunawan, Putri Andini; Ansori, Hidayah; Budiarti, Indah
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 11, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v11i2.16133

Abstract

Kemampuan berpikir kritis matematis merupakan kemampuan yang mengarahkan seseorang untuk mengambil keputusan terhadap kesimpulan yang tepat. Jenis kelamin merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi tingkat kemampuan seseorang. Pengukuran tingkat kemampuan berpikir kritis matematis dapat dilakukan menggunakan instrumen tes Watson-Glaser Critical Thinking Appraisal (WGCTA). Materi yang digunakan dalam mengukur kemampuan ini adalah persamaan dan fungsi kuadrat. Tujuan penelitian adalah mendeskripsikan kemampuan berpikir kritis matematis siswa kelas IX berkategori tinggi menggunakan Watson-Glaser Critical Thinking Appraisal (WGCTA) ditinjau dari jenis kelamin. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif dan jenis deskriptif. Subjek penelitian ini terdiri dari siswa laki-laki dan siswa perempuan yang memenuhi kategori tinggi pada nilai akademik matematika. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang dilakukan adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan: (1) kemampuan berpikir kritis matematis siswa laki-laki berkategori tinggi mencapai kategori TBK 0 atau tidak kritis, (2) kemampuan berpikir kritis matematis siswa perempuan berkategori tinggi mencapai kategori TBK 1 atau kurang kritis, dan (3) kemampuan berpikir kritis matematis siswa laki-laki berkategori tinggi sedikit lebih rendah dibandingkan dengan siswa perempuan berkategori tinggi. Kata kunci: Berpikir kritis, persamaan dan fungsi kuadrat, WGCTA, jenis kelamin Abstract: Mathematical critical thinking skills is skills that directs someone make decisions to the right conclusions. Gender is one of the factors that can distinguish someone's level skills. Measuring the level of mathematical critical thinking skills can be done by using the Watson-Glaser Critical Thinking Appraisal (WGCTA) test instrument. One of the lessons that can be used to measure these skills is quadratic equations and functions. The purpose of this research is to describe the mathematical critical thinking skills of IX-grade students by using Watson-Glaser Critical Thinking Appraisal (WGCTA) in terms of gender. This research used a qualitative approach with the descriptive type of research. The subjects of this research consisted of male and female students who met the high category in mathematics academic scores. The data collecting techniques used were tests, interviews, and documentation. The data analysis techniques carried out were data reduction, data presentation, and conclusion. The results of the research show that: (1) the critical thinking skills of male students reach TBK category of 0 or not critical, (2) the critical thinking skills of female students reach TBK category 1 or less critical, and (3) the critical thinking skills of male students are slightly lower than female students. Keywords: Critical thinking, quadratic equations and functions, WGCTA, gender