cover
Contact Name
Chairil Faif Pasani
Contact Email
chfaifp@ulm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
edu.mat@ulm.ac.id
Editorial Address
Ruang Prodi Pendidikan Matematika Gedung FKIP ULM Banjarmasin Jalan Brigjen H. Hasan Basri, Kayu Tangi, Banjarmasin, Kalimantan Selatan
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika
ISSN : 23382759     EISSN : 25979051     DOI : http://dx.doi.org/10.20527
Core Subject : Education,
EDU-MAT adalah jurnal yang didirikan pada tahun 2013 di Program Studi Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lambung Mangkurat. EDU-MAT merupakan kumpulan artikel hasil penelitian maupun kajian dosen, peneliti, guru, maupun mahasiswa di bidang pendidikan matematika yang belum pernah dimuat/diterbitkan di media lain. EDU-MAT diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lambung Mangkurat yang terbit 2 kali dalam setahun, yaitu pada bulan April dan Oktober
Arjuna Subject : -
Articles 391 Documents
ANALISIS KEMAMPUAN LITERASI MATEMATIS SISWA SMP Arif Safrulloh; Dwi Desmayanasari
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 11, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v11i1.14940

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan literasi matematis peserta didik dalam menyelesaikan soal berorentasi PISA berdasarkan komponen konten, konteks, dan proses. Penelitian dilaksanakan di salah satu SMP di Bandar Lampung. Sampel pada penelitian ini diambil berdasarkan observasi awal peneliti dengan menggunakan instrumen tes, sehingga subjek dalam penelitian ini adalah sebanyak 8 orang untuk masing-masing soal, sehingga terdapat 32 peserta didik. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan pendekatan kualitatif. Metode penelitian menggunakan penelitian deskriptif. Teknik pengambilan data dalam penelitian ini menggunakan instrumen tes literasi matematis berorientasi PISA berdasarkan komponen konten, konteks, dan proses. Data yang dianalisis dengan mengamati tahapan bagaimana peserta didik dalam memecahkan masalah yang diberikan berdasarkan tahapan pada indikator penyelesaian masalah PISA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kemampuan literasi matematis peserta didik telah menguasai level literasi matematis PISA hingga level 3. Sedangkan dari 32 peserta didik hanya 3 peserta didik yang tidak menguasai literasi matematis PISA level 1.Kata kunci: literasi matematis, prestasi siswa, PISA, siswa SMP Abstract: This study aims to describe the mathematical literacy abilities students in solving PISA-oriented questions based on content, context, and process components. The research was conducted at a junior high school in Bandar Lampung. The sample in this study was taken based on the researcher's initial observations using test instruments, so that the subjects in this study were as many as 8 people for each question, so there were 32 students. In this study the researchers used a qualitative approach. The research method uses descriptive research. The data collection technique in this study used the PISA-oriented mathematical literacy test instrument based on the components of content, context, and process. The data were analyzed by observing the stages of how students solve the problems given based on the stages of the PISA problem solving indicator. The results showed that the average mathematical literacy ability of the students had mastered the PISA mathematical literacy level up to level 3. Meanwhile, out of 32 students, only 3 students did not master PISA mathematical literacy level 1. Keywords: mathematical literacy, student achievement, PISA, junior high school students
SELF-REFLECTION GURU PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA Iin Ariyanti; Rahmatya Nurmeidina
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 11, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v11i1.15868

Abstract

Pada umumnya guru memang melakukan refleksi diri namun hanya secara sebatas pemikiran tetapi tidak meluangkan waktu secara khusus atau panduan khusus bagaimana melakukan self-reflection terhadap pembelajaran yang dilakukan. Tujuan penelitian ini adalah memaparkan deskripsi guru dalam melaksanakan self-reflection dalam pembelajaran matematika. Penelitian ini termasuk dalam penelitian kualitatif dengan jenis studi kasus. Self-reflection dalam pembelajaran matematika dilakukan melalui jurnal mengajar, rekaman video, serta angket. Pelaksanaan pembelajaran dilaksanakan selama 5 kali pertemuan. Teknik pengumpulan data berupa teknik triangulasi berupa observasi, wawancara, dan dokumen. Data-data yang telah dikumpulkan dianalisis mengggunakan teknik analisis model Miles dan Huberman yang terdiri dari data reduction, data display, dan conclusion drawing/ verification. Hasil refleksi terhadap pembelajaran matematika yang telah guru lakukan berupa hal positif dan negatif yang diidentifikasi oleh guru dari segi jurnal mengajar, rekaman video, dan angket serta solusi permasalahan oleh guru untuk pembelajaran berikutnya.  Kesimpulan yang diperoleh yaitu self-reflection yang telah dilakukan guru memberikan guru cerminan dalam hal manajemen kelas, kelebihan dan kekurangan pelaksanaan pembelajaran, pola berpikir siswa, miskonsepsi siswa hingga mengarah kepada metode pembelajaran diskusi kelompok serta solusi tindak lanjut dari kekurangan pembelajaran sebelumnya. Kata kunci: self-reflection, pembelajaran matematika, refleksi pengajaran Abstract: In general, teacher did self-reflection but only in terms of thinking but did not take time specifically or special guideline how to do self-reflection in learning. The purpose of this study is to describe the teacher's description in doing implementation of self-reflection on mathematics learning. The method of this research is  case study which is included in qualitative research. Self-reflection learning is done through teaching journals, video recordings, and questionnaires. The process of teacher in doing self-reflection in this research was done during 5 meetings. Techniques in collecting data using triangulation techniques which is observation, interviews, and documents. The data collected was analyzed using the Miles and Huberman model analysis techniques consisting of data reduction, data display, and conclusion drawing / verification. The results of reflection on the mathematics learning that the teacher has done are positive and negative things identified by the teacher in terms of teaching journals, video recordings, and questionnaires as well as problem solutions by the teacher for subsequent learning. The conclusion that can be drawn from this research is that teacher' self-reflection gave the teacher in terms of classroom management, the advantages and disadvantages of implementing learning, student thinking patterns, student misconceptions which are leading to group discussion learning methods and follow-up solutions to the shortcomings of previous learning. Keywords: self-Reflection, mathematics learning, reflection in teaching
PENGEMBANGAN MODUL AJAR BERBASIS CPS TERINTEGRASI TPACK UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR TINGKAT TINGGI SISWA Edy Waluyo
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 11, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v11i1.15528

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan modul ajar matematika berbasis CPS terintegrasi TPACK untuk meningkatkan keterampilan berpikr tingkat tinggi siswa pada materi integral. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian pengembangan model Borg & Gall meliputi analisis kebutuhan, desain produk, pengembangan produk, implementasi dan evaluasi produk. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XII A dan XI D SMAN 2 selong yang berjumlah 70 siswa.  Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data meliputi pedoman validasi dan kepraktisan produk, serta tes tentang keterampilan berpikir tingkat tinggi. Analisis data digunakan dalam penelitian ini dengan menggunakan analisis deskriptif untuk data kevalidan dan kepraktisan serta uji t untuk data keefektifan produk. Berdasarkan analisis data yang dilakukan, modul ajar yang dikembangkan termasuk kategori valid menurut ahli materi dan ahli bahasa. Begitu juga, modul ajar yang dikembangkan tergolong praktis berdasarkan respon siswa setelah menggunakan modul ajar selama pembelajaran.  Modul ajar juga efektif dalam meningkatkan keterampilan berpikit tingkat tinggi yang ditunjukkan oleh t hitung = 23, 71 > t tabel =1,66. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pengembangan modul ajar matematika berbasis creative problem solving dapat meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa SMA. Kata kunci: CPS, TPACK, Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi Abstract: This study aims to develop an integrated CPS-based mathematics teaching module TPACK to improve students' high-level skills on integral materials. The research method used is Borg & Gall model development research including needs analysis, product design, product development, product implementation and evaluation. The subjects of this study were students of class XII A and XI D SMAN 2 selong totaling 70 students.  Instruments used to collect data include product validation guidelines, product practicality guidelines, and tests on higher order thinking skills. Data analysis used in this research was descriptive analysis for validity and practicality data and t test for product effectiveness data. Based on the data analysis carried out, the teaching modules developed are included in the valid category according to material experts and linguists. Likewise, the teaching modules developed are relatively practical based on student responses after using the teaching modules during learning.  The teaching module is also effective in improving the high-level picit skills indicated by t count = 23.71 > t table =1.66. The conclusion of this study is that the development of mathematics teaching modules based on creative problem solving can improve the higher-order thinking skills of high school students. Keywords: CPS, TPACK, Higher order thinking skills
KEMAMPUAN PENALARAN MATEMATIS SISWA BERDASARKAN SELF CONFIDENCE DAN ETNIK DALAM MENYELESAIKAN SOAL PROGRAM LINEAR Rosmaiyadi Rosmaiyadi; Citra Utami; Nuraz’mi Widi Latifah
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 11, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v11i1.14772

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan penalaran mate­matis siswa ditinjau dari self confidence dan etnik dalam menyelesaikan soal program linear. Jenis penelitian ini adalah deskripsi kualitatif. Subjek penelitian ini siswa kelas XI di SMA Singkawang etnik Tionghoa, Melayu, dan Madura. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa tes kemampuan penalaran matematis dan angket self confidence serta wawancara. Berdasarkan hasil penelitian dan acuan pada peneliti terdahulu bahwa, 1) siswa dengan self confidence tinggi dapat membuat mani­pulasi matematika, memeriksa kesahihan argumen, dan menarik kesimpulan sebagian besar dapat mencapai indikator kemampuan penalaran matematis tersebut. Siswa dengan self confidence sedang, hanya sebagian siswa, dapat menyele­saikannya secara tepat dan lengkap. Siswa dengan self confidence rendah, beberapa siswa, dapat mencapai indikator kemampuan penalaran matematis. 2) Sebagian siswa yang beretnik Tionghoa dapat melakukan manipulasi matematika dan memeriksa kesahihan. Sebagian siswa etnik Melayu dapat melakukan manipulasi matematika. Sebagian siswa etnik Madura dapat melakukan manipulasi matematika dan memeriksa kesahihan argumen. Kata kunci: Penalaran Matematis, Self confidence, Etnik Abstract: The study's goal is to describe students' mathematical reasoning abilities in solving linear program problems based on self-confidence and ethnicity. This type of research is qualitative. Students of Class XI in Singkawang high school are ethnic Tionghoa, Malay, and Madura. The instruments used in this study are mathematical reasoning and self-confidence tests and interviews. Based on the results of research and references from previous researchers, it appears that, 1) students with high self-confidence who can make mathematical manipulations, check the validity of arguments, and draw conclusions can mostly reach such indicators of mathematical reasoning ability. Students with moderate self-confidence are only partially able to complete it accurately and completely. Students with low self-confidence, which is a some students, can achieve indicators of mathematical reasoning ability. 2) Chinese ethnic students can partially perform mathematical manipulation and check authenticity. Some ethnic Malay students can do mathematical manipulation. Some Madurese ethnic students can manipulate mathematics, and check the validity of arguments  Keywords: Mathematical Reasoning, Self Confidence, Ethnic
PENGEMBANGAN E-MODUL MATERI LUAS PERMUKAAN PRISMA MENGGUNAKAN KONTEKS MASJID LAWANG KIDUL Dinda Dwi Thahara; Sujinal Arifin; Arvin Efriani
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 11, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v11i1.15486

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan e-modul pada materi luas permukaan limas menggunakan konteks masjid lawang kidul yang valid, praktis dan memiliki efek pontensial terhadap kemampuan pemecahan masalah peserta didik kelas VIII di SMP Negeri 50 Palembang. Metode penelitian yang digunakan Research and Development (R&D) berdasarkan model pengembangan (ADDIE) Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation. Teknik pengum­pulan data yang digunakan yakni angket, tes, dan wawancara. Penelitian ini meng­hasilkan (1) E-modul yang valid dengan persentase rata-rata sebesar 0,78 kategori “sedang”, (2) E-modul praktis dengan persentase rata-rata 81,89% kategori “sangat praktis”, dan (3) E-modul yang mempunyai efek potensial dengan persentase rata-rata sebesar 80,81% kategori sangat tinggi. Kata kunci: E-modul, Konteks Masjid Lawang Kidul, Luas Permukaan Limas. Abstract: This study aims to produce an e-module on the surface area of pyramids using the context of the Lawang Kidul mosque which is valid, practical and has a potential effect on the problem solving abilities of eight grades of students at SMP Negeri 50 Palembang. The research method used is Research and Development (R&D) based on the Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation (ADDIE) development model. Data collection techniques used were questionnaires, tests, and interviews. This research resulted in (1) valid E-modules with an average percentage of 0.78 in the "moderate" category, (2) practical E-modules with an average percentage of 81.89% in the "very practical" category, and (3 ) E-modules that have potential effects with an average percentage of 80.81% are very high categories. Keywords: E-module, The context of the Lawang Kidul Mosque, Surface Area of Pyramid.
IDENTIFIKASI KESULITAN MAHASISWA DALAM LITERASI MATEMATIKA KONTEN RUANG DAN BENTUK Kamaliyah Kamaliyah; Taufiq Hidayanto; Dewi Nisrina Nadia
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 11, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v11i1.11943

Abstract

Hasil PISA menunjukkan rendahnya kemampuan siswa Indonesia yang berusia 15 tahun, khususnya literasi matematika. Beberapa studi PISA konten ruang dan bentuk menyebutkan bahwa mayoritas siswa kesulitan dalam penyelesaian soal yang diberikan. Selain itu, sebagian besar literasi matematika mahasiswa dalam kategori rendah dan mereka kesulitan dalam menyelesaikan masalah konteks lingkungan lahan basah. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kesulitan mahasiswa calon guru dalam literasi matematika konten ruang dan bentuk menggunakan masalah konteks lingkungan lahan basah. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif, sedangkan metode yang digunakan adalah metode deskriptif. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Lambung Mangkurat sejumlah 41 orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes. Data dianalisis dengan tahapan reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesulitan mahasiswa dalam literasi matematika konten ruang bentuk adalah (1) membuat representasi geometri yang tepat dari informasi yang diberikan, (2) memodelkan permasalahan secara matematis dari informasi implisit, (3) ketidaktelitian dalam memproses jawaban, (4) menginterpretasikan jawaban yang realistik. Kata kunci: Kesulitan, Literasi Matematika, Ruang dan Bentuk Abstract: The performance of 15-year-old Indonesian students in PISA is still low, especially in mathematical literacy. Several PISA studies on space and shape content stated that most students had difficulty in solving the questions given. In addition, the majority of student teacher candidates' mathematical literacy is in the low category and they have difficulty in solving problems in the context of the wetland environment. This study aims to identify the difficulties of student teacher candidates in mathematical literacy of space and shape content using problems in the context of the wetland environment. This research is a qualitative research, while the method used is descriptive method. The subjects of this study were 41 students of the Mathematics Education Study Program, Universitas Lambung Mangkurat. The data collection technique used in this study is a test. The data were analyzed with the stages of data reduction, data presentation, and data verification. The results showed that students' difficulties in mathematical literacy in the content of shape and space were (1) making a precise geometric representation of the information provided, (2) modeling problems mathematically from implicit information, (3) inaccuracy in processing answers, (4) interpreting answers realistically.Keywords: difficulties, mathematical literacy, space and shape
ANALISIS KESALAHAN MAHASISWA DALAM MENYELESAIKAN MASALAH SEGIEMPAT PADA MATA KULIAH GEOMETRI Amalia, Rizki
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 11, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v11i2.16113

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kesalahan-kesalahan yang dilakukan mahasiswa program studi pendidikan matematika dalam menyelesaikan permasalahan tentang segiempat pada mata kuliah geometri. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Subjek penelitian sebanyak 40 mahasiswa yang mengikuti perkuliahanpada mata kuliah geometri. Instrumen penelitian yang digunakan adalah tes berbentuk soal uraian. Hasil analisis terhadap jawaban mahasiswa diperoleh bahwa terdapat 57,5% Mahasiswa yang melakukan kesalahan dalam menyelesaikan soal. Jenis-jenis kesalahan yang dilakukan mahasiswa kesalahan konsep (39,1%) dan kesalahan prosedural (60,1%). Kesalahan konsep yang dilakukan mahasiswa merupakan kesalahan konseptual yaitu kesalahan dalam menggunakan postulat yang digunakan. Kesalahan prosedural yang terjadi yaitu mahasiswa masih belum menguasai konsep seperti definisi, teorema maupun postulat.  Kesalahan ini membuat mahasiswa tidak mampu melanjutkan langkah-langkah penyelesaian masalah dengan benar. Kata kunci: Analisis Kesalahan, Segiempat, Geometri, Abstract: This study aims to identify errors made by students of mathematics education study program in solving problems about quadrilateral in geometry course. The research method used is descriptive qualitative method. The research subjects were 40 students who attended lectures in geometry courses. The research instrument used is a test in the form of description questions. The results of the analysis of student answers obtained that there are 57.5% of students who make mistakes in solving the problem. The types of errors made by students are conceptual errors (39.1%) and procedural errors (60.1%). Conceptual errors made by students are conceptual errors, namely errors in using the postulates used. Procedural errors that occur are students still not mastering concepts such as definitions, theorems and postulates.  This error makes students unable to continue the problem solving steps correctly. Keywords: Error Analysis, Quadrilaterals, Geometry
META ANALISIS: EFEKTIVITAS MODEL PROBLEM BASED LEARNING DITINJAU DARI KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA SMP Syajidah, Hanna; Zulkarnain, Iskandar; Noorbaiti, Rahmita
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 12, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v12i1.18789

Abstract

Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengevaluasi dampak yang signifikan dari penerapan model PBL terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa, khususnya siswa yang ada di jenjang SMP. Metode yang dipakai ialah systematic review dengan teknik meta analisis. Artikel didapat melalui penelusuran menggunakan Google Scholar dengan rentang tahun antara 2019 dan 2023. Didapat sebanyak 16 artikel yang memenuhi syarat untuk dianalisis. Software Comprehensive Meta-Analysis (CMA) V3.0. dipakai sebagai alat bantu dalam melakukan analisis penelitian ini. Ukuran efek dihitung menggunakan persamaan Hedges dan ditentukan berdasarkan pada model estimasi efek-acak. Temuan dari penelitian ini memberikan gambaran bahwa ukuran efek secara keseluruhan dari penerapan model PBL terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa SMP ialah sebesar 1,260, menempatkannya dalam kategori efek besar. Analisis variasi dalam studi dilakukan dengan mempertimbangkan dua variabel moderator, yaitu tingkatan kelas dan materi yang diajarkan. Temuan dari analisis ini menegaskan bahwa penerapan model pembelajaran PBL memiliki dampak signifikan terhadap kemampuan siswa SMP dalam memecahkan masalah matematika. Berdasarkan tingkatan kelas model pembelajaran PBL paling efektif diterapkan di kelas IX dan berdasarkan materi yang diajarkan model pembelajaran PBL paling efektif diterapkan pada materi Teorema Pythagoras. Kata kunci: Meta-analisis, Problem Based Learning, Effect Size, kemampuan pemecahan masalah matematis Abstract: This research aims to analyze the significant impact of the problem-based learning (PBL) model on the mathematical problem-solving abilities of junior high school students. The method used is a systematic review with meta-analysis techniques. Articles were obtained through searches using Google Scholar with a range of years between 2019 and 2023, resulting in 16 scientific articles that met the eligibility criteria for analysis. The tool used to analyze this research is the Comprehensive Meta-Analysis (CMA) V3.0 software, and the effect size index from the Hedges-g equation obtained is determined based on the estimation of the random-effects model. The research findings revealed an overall effect size of 1.260 for the implementation of the PBL learning model on the mathematical problem-solving abilities of junior high school students, indicating a large effect category. Analysis of the study's variation levels was conducted by considering two moderator variables in terms of class levels and the taught material. The analysis findings indicate that the implementation of the PBL learning model has a significant impact on the mathematical problem-solving abilities of junior high school students. Based on class levels, the PBL learning model is most effective when applied in Grade IX, and based on the taught material, the PBL learning model is most effective when applied to the material of the Pythagorean Theorem. Keywords: Meta-analysis, Problem-Based Learning, Effect Size, Mathematical Problem Solving Abilities.
ANALISIS KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS PESERTA DIDIK DALAM MENYELESAIKAN MASALAH BARISAN DAN DERET BERDASARKAN ASPEK INFERENCE Kautsar, Farah Aprila; Ansori, Hidayah; Suryaningsih, Yuni
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 12, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v12i1.17230

Abstract

Kemampuan berpikir kritis merupakan salah satu kemampuan yang membantu seseorang untuk menentukan suatu kesimpulan. Salah satu aspek dari berpikir kritis adalah aspek inference dengan indikator mempertanyakan fakta, membuat alternatif, dan menarik kesimpulan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan berpikir kritis peserta didik dalam menyelesaikan masalah barisan dan deret berdasarkan aspek inference. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan metode kualitatif. Subjek penelitian terdiri dari dua peserta didik yang dipilih dengan menggunakan teknik purposive. Instrumen penelitian terdiri dari dua soal tes tertulis dan pedoman wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peserta didik dengan kemampuan matematika tinggi memenuhi ketiga indikator pada dua soal yang diberikan. Peserta didik dengan kemampuan matematika rendah memenuhi indikator mempertanyakan fakta pada dua soal yang diberikan; dan memenuhi indikator membuat alternatif dan indikator menarik kesimpulan hanya pada satu dari dua soal yang diberikan. Kata kunci: berpikir kritis, barisan dan deret, aspek inference Abstract: Critical thinking is one of the skills that helps someone come to a conclusion. One aspect of critical thinking is inference, with indicators of querying evidence, conjecturing alternatives, and drawing conclusions. This study aims to describe students’ critical thinking skills in solving sequence and series problems based on inference. This study used a descriptive-qualitative approach and involved two students as subjects selected using purposive techniques. The instruments were two written test problems and interview guidelines. The results found that students with high mathematical abilities fulfilled indicator abilities fulfilled the indicators of querying evidence, conjecturing alternatives, and drawing conclusions for the two problems that were given. Students with low mathematical abilities fulfilled the indicators of querying evidence for two problems that were given; meanwhile for conjecturing alternatives and concluding, one problem were not fulfilled. Keywords: critical thinking, series and sequences, inference aspect
IMPLEMENTASI RME BERBASIS ETNOMATEMATIKA MELALUI ACARA GREBEG APEM UNTUK PEMAHAMAN KONSEP PERKALIAN Wijayanti, Rosa; Rahmawati, Ika
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 11, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v11i2.16430

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah dengan pendekatan RME  berbasis Etnomatematika melalui acara Grebeg Apem dapat membantu peserta didik kelas 2 Sekolah Dasar Negeri Lidah Wetan 4 dalam memahami konsep matematika yang berhubungan dengan kehidupan sehari hari pada  materi perkalian menggunakan masalah realistik yang terkait dengan budaya atau tradisi lokal sebagai awal pembelajaran. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan oleh peneliti adalah dokumentasi, observasi dan Lembar Kerja Peserta Didik. Hasil yang didapatkan yaitu dengan pendekatan RME  berbasis Etnomatematika melalui acara Grebeg Apem  dapat membuat peserta didik bisa memahami konsep perkalian. Hal tersebut terbukti ketika peserta didik sudah mampu menjawab pertanyaan mengenai letak perkalian  selain itu peserta didik juga sudah mampu menyelesaikan  permasalahan yang berhubungan dengan perkalian yang ada di kehidupan sehari hari  dan menjawab dengan benar melalui pengerjaan Lembar Kerja Peserta Didik serta dapat membuat peserta didik antusias dalam mengikuti pembelajaran matematika.Kata kunci: pembelajaran matematika, etnomatematika, grebeg apem, RME. Abstract:  This study aims to determine whether the RME approach based on Ethnomathematics through the Grebeg Apem event can help grade 2 students of Lidah Wetan 4 State Elementary School in understanding mathematical concepts related to daily life on multiplication material using realistic problems related to local culture or tradition as the beginning of learning. This type of research is descriptive qualitative. Data collection techniques used by researchers are documentation, observation and Student Worksheets. The results obtained are that the RME approach based on Ethnomathematics through the Grebeg Apem event can make students understand the concept of multiplication. It is proven when students have been able to answer questions about the location of multiplication besides that students have also been able to solve problems related to multiplication in everyday life and answer correctly through working on the Student Worksheet and can make students enthusiastic in participating in math learning. Keywords: math learning, ethnomathematics, grebeg apem, RME.