cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Pendidikan Kewarganegaraan
ISSN : 23032979.     EISSN : 25408712.     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 327 Documents
THE ROLE Of COMPASSION AS A SHARED VALUE OF GRASSROOTS COMMUNITIES IN A CIRCULAR ECONOMY Muhammad Elmy; Novita Alfinuri; Heru Puji Winarso; Zainul Akhyar
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol 12, No 01 (2022): Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan
Publisher : Prodi PPKn ULM dan AP3KnI Kal-Sel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/kewarganegaraan.v12i01.14029

Abstract

Dalam konteks masyarakat pedesaan, sudah sejak lama dibicarakan bagaimana cara mencapai pola pikir enterpreneurial, yaitu mampu menopang diri sendiri sambil memberikan pelayanan kepada orang lain. Moral dan identitas etis dari komunitas tingkat akar rumput ini sebagai jantung dari warga negara yang mempengaruhi kehidupan mereka khususnya tentang nilai-nilai bersama di antara anggota masyarakat yaitu welas asih. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana peran welas asih sebagai nilai bersama dari masyarakat tingkat akar rumput dalam ekonomi sirkular. Metode penelitian ini mengugunakan studi empiris. Hasil dari penelitian ini menunjukkan welas asih adalah fokus utama pada pembangunan ekonomi yang berkelanjutan dan sirkular.Welas Asih, Nilai Bersama, Masyarakat Akar Rumput, Ekonomi Sirkular
Pergeseran Adat Perkawinan Pada Kalangan Bangsawan (Studi Kasus Di Desa Ganti Kecamatan Praya Lombok Tengah ) Baiq Khairun Nisa; Muhammad Zubair; Baqdawansyah Al Qadri
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol 12, No 2 (2022): Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan
Publisher : Prodi PPKn ULM dan AP3KnI Kal-Sel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/kewarganegaraan.v12i2.14951

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Adat perkawinan pada kalangan bangsawan  di Desa Ganti pada tahun 1970-2000 dan adat perkawinan pada kalangan bangsawan di Desa Ganti pada tahun 2000-sekarang dan juga untuk mengetahui pergeseran adat perkawinan pada kalangan bangsawan di Desa Ganti. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan metode diskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah masyarakat bangsawan yang ada di Desa Ganti. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa adat perkawinan pada kalangan bangsawan di Desa Ganti pada tahun 1970-2000 yaitu midang, memaling, mesejati, nyelabar, bait wali, ngawinan, sorong serah aji krame, nyongkolan dan bales ones nae. Perbedaan adat Perkawinan pada kalangan bangsawan di Desa Ganti pada tahun 2000-sekarang yaitu melamar atau memaling, besejati, nyelabar, bait wali, ngawinan, sorong serah untuk masyarakat yang menikah dengan sesama bangsawan, nyongkolan dan bales ones nae sedangkan Pada zaman dulu proses pernikahannya dilakukan dengan proses adat yang lebih kental. Proses pernikahan yang dilakukan seperti ini berbeda dengan proses pernikahan pada zaman dahulu ketika tidak menikah dengan sesama bangsawan  langsung diberi saksi dan menerima resiko seperti tidak dianggap didalam keluarga sedangkan pernikahan pada zaman sekarang proses penikahan dilakukan secara biasa-biasa saja. Pergeseran adat perkawinan pada kalangan bangsawan disebabkan karena banyaknya tokoh adat yang sudah meninggal, masyarakat Desa Ganti yang tidak  melestarikan adat, dan karena adanya pengaruh kemajuan zaman, ilmu pengetahuan dan teknologi. 
Meningkatkan Rasa Cinta Tanah Air terhadap Indonesia Melalui Pemahaman Identitas Nasional Bangsa dan Penanaman Sikap Nasionalisme Pada Siswa SMP Negeri 39 Medan Jesika Ritonga; Alya Fadhillah; Deviona Pelawi; Erinna Naibaho; Meilafayza Nasha; Sansugiri Ginting; Sri Yunita
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol 12, No 2 (2022): Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan
Publisher : Prodi PPKn ULM dan AP3KnI Kal-Sel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/kewarganegaraan.v12i2.14881

Abstract

Diterima: 20-09-2022 Disetujui: 20-10-2022 Kata kunci: siswa identitas nasional cinta tanah air nasionalisme Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, sudah tentu suatu negara memiliki keunikan tersendiri yang membedakan bangsa tersebut dengan bangsa lainnya, yang disebut dengan identitas nasional. Identitas nasional merupakan jati diri dari suatu bangsa/negara. Penelitian ini dilakukan pada siswa kelas VII SMPN 39 Medan Tujuan Penelitian ini adalah (1)untuk mengukur pengetahun siswa kelas VIII SMPN 39 Medan tentang identitas nasional, (2) mengetahui faktor apa yang melatarbelakangi ketidaktahuan siswa terhadap identitas nasional bangsa Indonesia, (3)mengetahui dampak yang ditimbulkan terhadap kurangnya pemahaman siswa terhadap identitas nasional bangsa Indonesia, (4)untuk mengetahui keterkaitan antara pemahaman siswa terhadap identitas nasional, (5)mengetahui bentuk-bentuk pelaksanaan penanaman rasa nasionalisme Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif. Teknik pengumpulan data adalah secara angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman siswa kelas VII SMPN 39 Medan mengenai identitas nasional masih cukup rendah. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, baik faktor internal maupun eksternal. Pemahaman mengenai identitas nasional yang rendah akan berdampak pada rasa nasionalisme yang rendah pula. Oleh karena itu melalui penelitian ini diharapkan pihak sekolah membantu mengembangkan pengetahuan siswa mengenai identitas nasional dengan berbagai kegiatan, salah satunya yaitu upacara bendera setiap hari senin
Literasi Baca Peserta Didik di SMA Negeri 1 Karang Intan Kabupaten Banjar Mahmuddin Mahmuddin; Rabiatul Adawiah
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol 12, No 2 (2022): Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan
Publisher : Prodi PPKn ULM dan AP3KnI Kal-Sel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/kewarganegaraan.v12i2.14952

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui minat baca siswa dan upaya sekolah untuk meningkatkan minat baca di SMA Negeri 1 Karang Intan Kabupaten Banjar Kalimantan Selatan. Pendekatan penelitian adalah kualitatif dengan metode deskriptif. Sumber data adalah guru, pengelola perpustakaan dan siswa. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara dan angket. Data hasil penelitian dianaisis dengan teknik analisis model interaktif (interactive model of analysis) dari Miles dan Huberman. Pada model analaisis interaktif ini peneliti bergerak pada tiga komponen, yaitu reduksi data (data reduction), penyajian data (data display) dan penarikan kesimpulan (verification). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa minat baca siswa di SMA Negeri 1 Karang Intan masih sangat kurang. Dari hasil angket yang dibagikan, minat baca siswa diketahui 26% dengan kriteria sangat rendah, 58% dengan kriteria rendah, 14% dengan kriteria tinggi dan hanya 2% yang berkriteria sangat tinggi. Upaya yang dilakukan oleh pihak sekolah untuk meningkatkan minat baca siswa adalah melaksanakan program “Jum’at Literasi” yang dilaksanakan setiap bulan. Namun ke depannya pengelola perpustakaan akan   mendigitalisasikan buku-buku yang ada diperpustakaan menjadi e-book. Dengan demikian siswa lebih mudah mengakses di gawai masing-masing
DEGRADASI NORMA HUKUM DALAM KEBIJAKAN PENGUPAHAN TERHADAP PEKERJA/BURUH DI INDONESIA Zainul Akhyar; Suroto Suroto; Muhammad Elmy
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol 11, No 2 (2021): Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan
Publisher : Prodi PPKn ULM dan AP3KnI Kal-Sel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/kewarganegaraan.v11i2.14259

Abstract

Degradasi norma hukum dalam kebijakan pengupahan bagi pekerja/buruh di Indonesia bermula dari penerjemahan UUD 1945 Pasal 33 ayat (3) tentanbg upah dengan hidup layak secara kemanusiaan, yang diturunkan ke dalam UU Ketenagakerjaan No 13 Tahun 2003. Dalam undang-undang tersebut upah layak diterjemahkan sebagai upah minimum, dan upah minimum dimaknai “diarahkan” untuk mencapai hidup layak, bukan berdasar hidup layak. Kebijakan pengupahan di Indonesia memperlihatkan adanya degradasi norma dalam perundangundangan tentang sistem pengupahan pekerja/buruh. Norma dalam konstitusi (UUD 1945) diturunkan ke dalam peraturan yang lebih rendah derajatnya menunjukkan tidak konsisten. Terjadinya keadaan yang tidak konsisten tersebut sebagai akibat politik hukum kebijakan pengupahan yang belum benbarbenar berpihak pada kelompok pekerja/buruh dan cenderung berpihak pada pengusaha, akibatnbya aspek rasa keadilan pekerja belum terwujud dengan baik sebagaimna amanat konstitusi.
CIVIC CULTURE DALAM TRADISI BARODAK (Studi di Kelurahan Kuang Kecamatan Taliwang Kabupaten Sumbawa Barat) Ardiansyah Ardiansyah; Dahlan Dahlan; Basariah Basariah; Muhammad Zubair
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol 12, No 2 (2022): Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan
Publisher : Prodi PPKn ULM dan AP3KnI Kal-Sel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/kewarganegaraan.v12i2.14882

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan tradisi barodak dan civic culture dalam tradisi barodak di Kelurahan Kuang Kecamatan Taliwang Kabupaten Sumbawa Barat. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan jenis penelitian etnografi yaitu menjelaskan terkait budaya, serta ikut serta mengamati dan berperan serta sebagai bagian dari penelitian yang dilakukan dilapangan. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan pelaksanaan tradisi barodak dilakukan melalui tahap, sejarah munculnya tradisi barodak, proses persiapan, pelaksanaan, makna dan peran masyarakat. Civic culture dalam tradisi barodak terdapat saling menghormati, saling membantu, terlibat aktif, hubungan masyarakat dan tolong-menolong. Penelitian ini pada masyarakat dapat dijadikan sebagai dokumen tertulis dalam menjaga dan melestarikan tradisi barodak.
Implementasi Model Group Investigation Melalui Pemanfaatan Audio Visual Dalam Meningkatkan Kecakapan Kewarganegaraan Siswa Kelas VIII Smp Negeri 6 Torgamba Panggih Nur Adi; Hasymi Syahputra; Puji Rahayu
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol 12, No 2 (2022): Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan
Publisher : Prodi PPKn ULM dan AP3KnI Kal-Sel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/kewarganegaraan.v12i2.14953

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengaruh model Group Investigation melalui pemanfaatan audio visual terhadap peningkatan kecakapan kewarganegaraan siswa kelas VIII SMP Negeri 6 Torgamba. Jenis penelitian ini adalah Kuantitatif menggunakan teknik eksperimental. Hasil penelitian  menunjukkan 2 Implikasi, yaitu: (1) bahwa penggunaan model Group investigation melalui pemanfaatan Audio Visual berpengaruh terhadap peningkatan kecakapan kewarganegaraan siswa kelas VIII SMP Negeri 6 Torgamba dengan hasil perhitungan thitung= 2,898>ttabel 5%= 2,028. Sebagaimana yang telah ditetapkan bahwa ditemukan thitung > ttabel 5%, maka analisis hasil hipotesis Ho ditolak pada taraf signifikan 5% yang berarti Ha yang diajukan terbukti benar. (2) Penggunaan model model Group investigation melalui pemanfaatan Audio Visual  terhadap peningkatan kecakapan kewarganegaraan dikelas VIII SMP Negeri 6 Torgamba memperoleh hasil perhitungan thitung= 8,204>ttabel 5%= 2,030. Sebagaimana yang telah ditetapkan bahwa ditemukan thitung > ttabel 5%, maka analisis hasil hipotesis Ho ditolak pada taraf signifikan 5% yang berarti Ha yang diajukan terbukti benar.
Perlindungan Hukum Kesejahteraan Pekerja di Indonesia Zainul Akhyar; Muhammad Elmy
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol 11, No 01 (2021): Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan
Publisher : Prodi PPKn ULM dan AP3KnI Kal-Sel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/kewarganegaraan.v11i01.14260

Abstract

Perlindungan hukum terhadap kesejahteraan bagi pekerja/buruh di Indonesia merupakan amanat dari konstitusi yang harus dijalankan oleh pemerintah.  Prinsip perlindungan yang smestinya diperhatikan adalah mencakup jaminan terhadap pekerjaan, jaminan pendapatan dan jaminan sosial.  Perlindunganyang dilakukan oleh pemerintah terwujud melalui ditetapkannya sdejumlah peraturan perundang-undangan yang harus diperhatikan dan dipedomani serta dilaksanakan secara konsisten oleh para pengusaha pmberi kerja.  Selanjutnya yanbg mnjadi dasar tindakan pemerintah memberikan perlindungan terhadap kesejahteraan terhadap pekerja karena posisi para pekerja dalam hubungan kerja sebagai sub ordinat kedudukannya sebagai pihak yang lemah dalam hubungan kerja sehingga negara wajib memberikan jaminan perlindungan secara hukum.  Hukum harus berpihak pada masyarakat yang lemah agar keadilan bisa diwujudkan, dan instrument yang digunakan adalah hukum yang ditetapkan oleh pemerintah.
Penguatan Nilai Dan Moral Pancasila Melalui Kegiatan Organisasi Pusat Informasi Dan Konseling Remaja(Pik-R) (Studi Kasusu Di Yayasan Pondok Pesantren Darul Anshor Pegading Lombok Tengah) Ratna Ratna Kumala; Edy Herianto; Ahmad Fauzan; Mohammad Mustari
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol 12, No 2 (2022): Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan
Publisher : Prodi PPKn ULM dan AP3KnI Kal-Sel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/kewarganegaraan.v12i2.14949

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penguatan nilai dan moral pancasila melalui kegiatan organisasi pusat informasi dan konseling remaja (PIK-R) Di Yayasan Pondok Pesantren Darul Anshor Pegading Lombok Tengah serta faktor penghambat penguatan nilai dan moral pancasila melalui kegiatan organisasi PIK-R di Yayasan Pondok Pesantren Darul Anshor Pegading Lombok Tengah. Metode penelitian ini menggunakan Pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan konsep Miles dan Huberman, yaitu reduksi, display, kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan organisasi pusat informasi dan konseling remaja di ponpes darul anshor merupakan sebuah wadah penguatan nilai dan moral pancasila bagi santri-santriwati, dimana melalui program kerja seperti kegiatan pagi petang seperti mengaji Qur’an, kitab-kitab dan shalat berjamaah bersama dapat meningkatkan nilai religius, penyuluhan, bimbingan konseling dapat meningkatkan nilai kestia kawanan, kegiatan publick speaking, pembinaan skill dapat memperkuat rasa tanggug jawab dan disiplin, dan kegiatan membantu masyarakat ketika mendapatkan kesusahan memperkuat nilai dan moral peduli sosial, dan masih banyak lagi kegiatan PIk-R yang dapat memperkuat nilai dan moral Pancasila. Kegiatan-kegiatan ini merupakan sebuah strategi yang dilakukan oleh PIK-R untuk memperkuat nilai dan moral Pancasila kepada santri-santriwati. Adapun faktor penghambat penguatan nilai dan moral Pancasila ini berasal dari luar dan dalam pesantren serta sarana dan prasarana. Yang menjadi penghambat dari luar adalah masyarakat, keluarga santri-santriwati. Faktor penghambat dari dalam adalah guru dan santri-santriwati itu sendiri, sedangkan dari sarana dan prasarana yaitu biaya dan kurangnya fasilitas ruang PIK-R.
JUKUNG SEWANGI: REPRESENTASI IDENTITAS LOKAL PERAHU TRADISONAL DARI KALIMANTAN SELATAN Arif Rahman Hakim; Dimas Asto Aji An'Amta; Muhammad Huda Inayaturrahmanc; Muhammad William Syabani; Siti Nabila
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol 12, No 2 (2022): Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan
Publisher : Prodi PPKn ULM dan AP3KnI Kal-Sel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/kewarganegaraan.v12i2.14879

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk menjelaskan kekhasan dari Jukung Sewangi, salah perahu tradisonal yang berasal dari Kalimantan Selatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif diskriptif. Lokasi penelitian bertempat di Desa Pulau Sewangi dengan durasi penelitian selama bulan April-September tahun 2022. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekhasan Jukung Sewangi lahir dari kearifan masyarakat terhadap sumbardaya dan budaya setempat. Kekhasan Jukung Sewangi tersebut bisa dikenali melalui penggunaan bahan pembuatan jukung yang terbuat dari kayu-kayu yang memiliki kualitas di bawah kayu Ulin; pembuatan yang lebih fokus pada proses marubing dan manambit; dan hasil akhir yang mengutamakan bentuk jukung yang menarik secara tampilan. Pada kesimpulannya, kekhasan Jukung Sewangi ini merupakan bagian dari identitas lokal yang bernilai dalam memahami kebudayan jukung tradisonal dari Kalimantan Selatan.

Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 15, No 2 (2025): JURNAL PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Vol 14, No 2 (2024): JURNAL PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Vol 14, No 1 (2024): Pendidikan Kewarganegaraan Vol 13, No 2 (2023): JURNAL PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Vol 13, No 1 (2023): Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol 12, No 01 (2022): Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol 12, No 2 (2022): Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol 11, No 01 (2021): Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol 11, No 2 (2021): Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol 10, No 2 (2020): Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol 10, No 1 (2020): PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Vol 9, No 2 (2019): Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol 9, No 1 (2019): PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Vol 8, No 2 (2018): PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Vol 8, No 1 (2018): Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol 7, No 2 (2017): Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol 7, No 2 (2017): Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol 7, No 1 (2017): Pendidikan Kewarganegaraan Vol 7, No 1 (2017): Pendidikan Kewarganegaraan Vol 6, No 11 (2016): Pendidikan Kewarganegaraan Vol 6, No 11 (2016): Pendidikan Kewarganegaraan Vol 6, No 2 (2016): Pendidikan Kewarganegaraan Vol 6, No 2 (2016): Pendidikan Kewarganegaraan Vol 5, No 10 (2015): Pendidikan Kewarganegaraan Vol 5, No 10 (2015): Pendidikan Kewarganegaraan Vol 5, No 9 (2015): Pendidikan Kewarganegaraan Vol 5, No 9 (2015): Pendidikan Kewarganegaraan Vol 4, No 8 (2014): Pendidikan Kewarganegaraan Vol 4, No 8 (2014): Pendidikan Kewarganegaraan Vol 4, No 7 (2014): Pendidikan Kewarganegaraan Vol 4, No 7 (2014): Pendidikan Kewarganegaraan More Issue