cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling
ISSN : 26150344     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal ini bertujuan untuk mempublikasikan karya-karya mahasiswa jurusan bimbingan dan konseling terutama hasil dari penelitian yang mereka lakukan. Jurnal berfokus pada semua aspek psikologis yang mempengaruhi pelajar dan semua teknik bantuan psikologis yang dapat diberikan untuk menolong mereka mencapai kesuksesan dalam belajar.
Arjuna Subject : -
Articles 206 Documents
KORELASI ANTARA INTENSITAS MENONTON TELEVISI BERUNSUR KEKERASAN DENGAN HASRAT AGRESI PADA SISWA KELAS VI SD KOTA BANDA ACEH Ditriya Aderisa Putri
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 4, No 4 (2019): Desember 2019
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anak-anak merupakan salah satu konsumen media televisi yang populasinya besar sekali. Pada umumnya anak-anak menyenangi tayangan yang menampilkan aksi heroik yang banyak mengandung unsur-unsur kekerasan. Hal ini seringkali memicu hasrat agresi pada anak-anak. Sampel penelitian berjumlah 148 siswa yang mewakili tiga SDN yang ada di Banda Aceh, yaitu SDN 24, SDN 15 dan SDN 69. Pengumpulan data menggunakan dua jenis skala, yaitu skala intensitas menonton televisi berunsur kekerasan dan skala hasrat agresi. Hasil analisis data menunjukkan intensitas menonton televisi berunsur kekerasan berada pada kategori sangat rendah, yang mengindikasi bahwa siswa tidak menghabiskan waktu untuk menonton televisi berunsur kekerasan dan beranggapan bahwa pendidikan merupakan hal yang penting. Hasrat agresi juga berada pada kategori sangat rendah yang berarti siswa hampir tidak memiliki hasrat agresi dan tidak akan melakukan perilaku agresi jika tanpa alasan yang jelas. Hasil analisis yang diperoleh koefisien korelasi sebesar R=0,375 dengan thitung 4,891 ttabel 1,960, artinya terdapat hubungan positif dan signifikan antara intensitas menonton televisi berunsur kekerasan dengan hasrat agresi pada siswa.
Kesulitan Yang Dihadapi Guru BK yang Berlatar Pendidikan NonBK dalam Menangani Masalah Siswa Sapriandi Sapriandi; Amsal Amri; Said Nurdin
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 3, No 2 (2018): Juni 2018
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Kata kunci : Kesulitan Guru BK yang BerlatarPendidikan Non BK DalamMenanganiMasalahSiswa Penelitian ini berjudul “Kesulitan yang dihadapi guru BK yang berlatarpendidikan non BK dalammenanganimasalahsiswa”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kesulitanapasaja yang dihadapi guru BK yang berlatarbelakangpendidikan non BK dalammenanganimasalahsiswa. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Subyek dalam penelitian ini 7 orang guru BK yang bertugas di sekolah SMA Negeri yang memiliki latar belakang pendidikan non BK. Pengumpulan data dengan menggunakan instrumen wawancara observasi dan dokumentasi. Berdasarkn hasil temuan di lapangan peneliti melihat kompetesi guru  non Bimbingan Konseling baik secara pedagogik, profesional, sosial dan keperibadian, dimana kemampuan pemahaman terhadap peserta didik, perancangan dan pelaksanaan pelayanan, serta evaluasi hasil pelaksanaan layanan masih kurang. Ditambah dengan kurangnya tenaga kerja guru Bimbingan Konseling pada SMA Negeri dalam wilayah Kota Banda Aceh, serta kurangnya perhatian dan dukungan dari kepala sekolah, staf pengajaran, wali kelas, guru pembimbing dan orang tua siswa, hal inilah yang menjadi penyebab kesulitan bagi guru non Bimbingan Konseling dalam menangani masalah siswa.
Analisis Penyesuaian Sosial Siswa Pindahan di Sekolah Menengah Atas Se-Kota Banda Aceh Rika Rahayu; Dahliana Abd; Martunis yahya
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 4, No 2 (2019): Juni 2019
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Setiap manusia memerlukan penyesuaian di lingkungan sosial, begitupun siswa pindahan yang dihadapkan dengan lingkungan sosial yang baru di sekolah. Penyesuaian sosial merupakan suatu usaha individu dalam menyesuaikan diri dan tingkah lakunya sesuai dengan tuntutan/ norma-norma yang berlaku dalam masyarakat, termasuk dalam lingkungan akademik di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyesuaian sosial siswa pindahan di sekolah baru. Jenis penelitian ini adalah jenis penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif. Subyek penelitian berjumlah 9 (sembilan) siswa pindahan sebagai subjek utama yang telah menempuh pendidikan sekurang-kurangnya satu semester di Sekolah Menengah Atas Negeri Kota Banda Aceh, selain itu sebagai subjek pendukung adalah guru bimbingan konseling dan wali kelas. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 9 orang responden siswa pindahan, 5 orang responden dapat menyesuaikan diri dengan baik di lingkungan sosial sekolah ditandai dengan prestasi yang meningkat dan 4 orang responden lainnya menyesuaikan diri dengan tidak baik seperti merokok, membolos, bermain game online dan berperilaku agresi. Hasil penelitian ini juga menunjukkan hampir semua siswa pindahan di SMAN se-Kota Banda Aceh melakukan penyesuaian diri dengan cara autoplastis yaitu menyesuaikan diri dengan keadaan lingkungan sekolah baru atau sekolah yang mereka pindahi. Ditemukan juga ada beberapa orang responden mampu menyesuaikan diri secara aloplastis artinya merubah keadaan lingkungan sesuai dengan keadaan dirinya. Dalam penelitian ini ditemukan beberapa faktor yang mempengaruhi penyesuaian sosial siswa pindahan seperti status keluarga bercerai, jarak antara rumah dan sekolah yang jauh serta adanya kelompok-kelompok sosial yang negatif. Dari hasil penelitian disarankan kepada guru BK untuk dapat memberikan program-program layanan bimbingan dan konseling sesuai dengan permasalahan siswa yang didapat dari hasil asesmen yang dilakukan.
DUKUNGAN ORANG TUA TERHADAP PEMBINAAN REMAJA DI LAPAS (suatu penelitian di LPKA kelas II Banda Aceh) eliza Mayasari; Syaiful Bahri; Said Nurdin
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 4, No 3 (2019): September 2019
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembinaan remaja di Lapas merupakan serangkaian proses pembinaan pada remaja yang berkonflik hukum untuk memperbaiki pribadi menjadi lebih baik dari sebelumnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana dukungan orang tua terhadap remaja yang sedang menjalani proses pembinaan di Lapas. Jenis penelitian yanag digunakan yaitu metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian ini adalah 5 orang remaja andikpas (anak didik Lapas)  di LPKA kelas II Banda Aceh dan 3 orang tua andikpas yang tingaal di Banda Aceh/ Aceh Besar. Sedangkan objek penelitian ini adalah dukungan orang tua terhadap pembinaan remaja di Lapas. Pengumpulan data di lakukan melalui wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara keseluruhan orang tua memberikan dukungan terhadap pembinaan remaja selama di Lapas. Dukungan orang tua diberikan dalam bentuk Emotional Support, Esteem Support, Instrumental Support, Informational Support, Dan Network Support. Dukungan tersebut diwujudkan dengan penerimaan anak yang telah berkasus hukum dan berstatus narapidana, tetap peduli dan perhatian dengan anak selama pembinaan di Lapas, menelepon dan mengunjungi anak untuk mengetahui kondisi anak, memotivasi dan menguatkan agar semangat selama menjalani pembinaan, menasehati dan menegur anak jika berbuat salah, memenuhi kebutuhan-kebutuhan anak yang menunjang selama pembinaan, menumbuhkan rasa kebersamaan dengan berkunjung bersama keluarga di moment-moment tertentu. Dengan adanya dukungan orang tua terhadap remaja di Lapas akan memberikan semangat dalam menjalani pembinaan dan termotivasi berubah lebih baik sehingga dapat diterima di masyarakat di kemudian hari.
PERSEPSI SISWA TERHADAP PELAKSANAAN KODE ETIK GURU DI BANDA ACEH Murni Amalia Chairunisya; Dahliana Abd; Nurbaity Bustamam
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 4, No 1 (2019): Maret 2019
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Chairunisya, Murni Amalia. 2019. Persepsi Siswa Terhadap Pelaksanaan Kode Etik Guru di SMAN Banda Aceh. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Syiah Kuala. Pembimbing:(1)   Dra. Dahliana Abd, M.Pd, Kons., (2) Nurbaity, S.Pd., M. Ed.Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap bagaimana persepsi siswa terhadap pelaksanaan kode etik guru di SMAN Banda Aceh. Jenis dan pendekatan penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Sampel penelitian berjumlah 334 siswa yang mewakili 16 SMAN yang ada di Banda Aceh. Pengambilan sampel dilakukan berdasarkan teknik simple random sampling. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan angket. Berdasarkan hasil analisis data, temuan penelitian ini dapat dikemukakan sebagai berikut: (1) Hasil analisis data pada variabel penelitian menunjukkan bahwa persepsi siswa terhadap pelaksanaan kode etik guru di SMAN Banda Aceh dominan menyatakan kebanyakan guru melaksanakan kode etik. (2) Pada enam indikator yaitu caring (kepedulian), helping (membantu), protecting (perlindungan), justice (adil), benefience (berorientasi pada kepentingan anak), dan non malefence (tidak menyalahgunakan wewenang) menunjukkan bahwa siswa dominan menyatakan kebanyakan guru melaksanakan kode etik. (3) Pada masing-masing item pernyataan menunjukkan bahwa masih terdapat peserta didik yang memiliki persepsi negatif terhadap upaya guru terhadap pelaksanaan kode etik guru baik dari segi aspek caring (kepedulian), helping (membantu), protecting (perlindungan), justice (adil), benefience (berorientasi pada kepentingan anak), dan non malefence (tidak menyalahgunakan wewenang). Terbukti dari 50 item pernyataan tidak terdapat satu item pun yang lolos dari persepsi negatif siswa, sedangkan 50 item lainnya masih menunjukkan adanya persepsi negatif siswa dengan berbagai frekuensi dan persentase yang berbeda-beda. Diantaranya terdapat 22 item dengan persentase 9% dan 28 item lainnya dengan persentase ≤ 25%.Kata kunci: Persepsi siswa, kode etik guru
PELAKSANAAN PENGAARAN REMEDIAL OLEH GURU BIDANG STUDI PADA SMA NEGERI KOTA BANDA ACEH Putri Balqis; Dahliana Abd.; M. Husen
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 4, No 2 (2019): Juni 2019
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Remedial teaching is an activity carried out to improve learning activities that are less than optimal. Effective remedial teaching will help overcome student learning difficulties. The purpose of this study was to find out how the implementation of remedial teaching carried out by school subject teachers in overcoming student learning difficulties. The research method used is descriptive qualitative approach. The object of this study is the Implementation of Remedial Teaching by Teachers in the Field of Study at Banda Aceh City State High Schools, namely at SMA Negeri 03, SMA Negeri 07 and SMA Negeri 13. The subjects of this study were subject matter teachers, BK teachers, homeroom teachers and vice-principals in the curriculum section. . Data collection uses interview and documentation techniques. Data processing and analysis techniques are carried out by means of quantitative descriptive analysis. The results of the study show that: (1) the step in implementing the diagnosis of learning difficulties by the field of study teacher has not only used the case identification step, determined alternative choices of action, carried out remedial and evaluation activities. There is no step in looking for the causative factors and BK services provided. The teacher claims that he does not have the correct guidelines for the diagnosis of learning difficulties. (2) Remedial teaching steps taken by teachers in the field of study have not been able to help students in dealing with learning difficulties, can only change student grades, but cannot find the cause of student learning difficulties. (3) The cooperation carried out in the implementation of remedial teaching has not been well established, the teacher of the field of study only works alone, but if the students' problems are psychological, then the BK teacher will overcome them.Keywords: Implementation of Remedial Teaching, Subject Teacher.Abstrak: Pengajaran remedial merupakan suatu kegiatan yang dilaksanakan untuk memperbaiki kegiatan pembelajaran yang kurang optimal. Pengajaran remedial yang efektif akan membantu mengatasi kesulitan belajar siswa. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan pengajaran remedial yang dilaksanakan oleh guru bidang studi disekolah dalam mengatasi kesulitan belajar siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Objek penelitian ini adalah Pelaksanaan Pengajaran Remedial Oleh Guru Bidang Studi Pada SMA Negeri Kota Banda Aceh yaitu pada SMA Negeri 03, SMA Negeri 07 dan SMA Negeri 13. Subjek penelitian ini adalah guru bidang studi, guru BK, wali kelas dan wakil kepala sekolah bagian kurikulum. Pengumpulan data menggunakan teknik wawancara dan dokumentasi. Teknik pengolahan dan analisis data dilakukan dengan cara analisis deskriptif kalitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) langkah pelaksanaan diagnosis kesulitan belajar yang dilakukan oleh guru bidang studi belum hanya menggunakan langkah identifikasi kasus, menentukan alternatif pilihan tindakan, melaksanakan kegiatan remedial dan evaluasi. Tidak ada langkah mencari faktor penyebab dan layanan BK yang diberikan.  Guru mengaku tidak memiliki pedoman prosedur diagnosis kesulitan belajar yang benar. (2) Langkah pengajaran remedial yang ditempuh oleh guru bidang studi belum dapat membantu siswa dalam menghadapi kesulitan belajar, hanya dapat mengubah nilai siswa, namun tidak dapat menemukan penyebab kesulitan belajar siswa. (3) Kerja sama yang dilakukan dalam pelaksanaan pengajaran remedial belum terjalin dengan baik, guru bidang studi hanya bekerja sendiri namun jika permasalahan siswa berkaitan dengan psikologis barulah guru BK yang mengatasinya. Kata Kunci: Pelaksanaan Pengajaran Remedial, Guru Bidang Studi.
KEMATANGAN KARIR SISWA SMA NEGERI 1 BANDAR DUA PIDIE JAYA Cut Laila Wahyuni; Said Nurdin; Nurbaity Bustamam
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 3, No 4 (2018): Desember 2018
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Kematangan karir dalam prosesnya merupakan aspek dari totalitas perkembangan yang berdasarkan pada belajar tentang persiapan untuk masuk ke lembaga pendidikan yang diinginkan dan kemajuan dalam dunia pekerjaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kematangan karir siswa SMA Negeri 1 Bandar Dua Pidie Jaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI SMA Negeri 1 Bandar Dua Pidie Jaya yang berjumlah 148 siswa. Adapun yang menjadi sampel dalam penelitian ini yaitu sebanyak 108 siswa. Pengumpulan data pada penelitian kuantitatif menggunakan metode angket. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa gambaran kematangan karir siswa berada pada kategori sedang. Artinya, siswa dinyatakan relatif baik dan positif dalam memutuskan yang terbaik untuk kelangsungan karir atau pendidikannya di masa akan datang. Aspek menentukan tujuan tentang keberhasilan masa depan karir melalui pengumpulan informasi termasuk pada tingkat sedang. Dengan demikian siswa memiliki kemampuan yang baik dalam hal mengumpulkan informasi untuk keberhasilan karirnya di masa mendatang. Aspek menghubungkan pemilihan jurusan dengan tujuan-tujuan karir berada pada kategori sedang. Artinya siswa mempunyai kemampuan yang baik dalam menentukan keputusan memilih jurusan yang dipandang sesuai dengan tujuan karirnya ke depan. Aspek mengidentifikasi persyaratan-persyaratan pendidikan yang spesifik berada pada tingkat yang sedang. Dengan demikian, siswa mampu dengan baik mengetahui dan menyiapkan hal-hal yang dibutuhkan untuk kelangsungan masa depan karirnya. Aspek mengklarifikasikan nilai-nilai tentang diri dalam menghubungkan dengan karir atau waktu luang termasuk kategori sedang. Artinya, siswa memiliki kemampuan yang baik untuk memahami dan menjelaskan tentang prinsip dirinya yang berhubungan dengan karir serta pemanfaatan waktu luang untuk hal positif yang terkait dengan masa depan karirnya. Kata Kunci: Kematangan Karir, Siswa
Efektifitas Layanan Bimbingan Klasikal Terhadap Persepsi Remaja Mengenai Pergaulan Bebas (Penelitian pada Siswa SMAN 2 Lhokseumawe) Shafira Munawarah; Said Nurdin; Nurbaity Bustamam
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 4, No 3 (2019): September 2019
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pergaulan bebas adalah pergaulan yang tidak berlandaskan pada aturan dan norma yang berlaku. Maraknya terjadi pergaulan bebas ditakutkan akan berdampak buruk pada perkembangan diri remaja dan lingkungan sekitarnya. Oleh karena itu diperlukan suatu layanan bimbingan dan konseling yaitu layanan bimbingan klasikal. Maka penelitian ini bertujuan untuk mengubah persepsi remaja mengenai pergaulan bebas melalui layanan bimbingan klasikal. Layanan bimbingan klasikal adalah suatu layanan bimbingan berupa informasi yang diberikan secara tatap muka langsung dengan siswa di dalam kelas, yang mana dengan layanan bimbingan klasikal ini diharapkan mampu merubah persepsi remaja mengenai pergaulan bebas. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kuantitatif pre-eksperimental design dengan bentuk one group pre-test and post-test design. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 30 orang siswa. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan skala persepsi yang telah diuji dengan perolehan nilai reliabilitas yang tinggi yaitu sebesar 0,806. Teknik pengumpulan data menggunakan skala persepsi remaja, yaitu skala Likert. Hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata pre-test 45,8 lebih tinggi daripada post-test (36,7) mengalami penurunan skor sebanyak 9,1. Hasil uji T diperoleh nilai thitung ttabel yaitu 15.642.05. Nilai signifikansi untuk uji beda pada sampel yang berpasangan (uji T) adalah 0.00. Nilai signifikansi uji beda menunjukkan probabilitas dibawah 0,05 yang artinya hipotesis alternatif (Ha) diterima dan hipotesis nihil (Ho) ditolak. Dengan demikian layanan bimbingan klasikal efektif dilakukan dalam merubah persepsi remaja mengenai pergaulan bebas di SMAN 2 Lhokseumawe.
Pelaksanaan layanan konseling di P2TP2A terhadap anak korban kekerasan dalam rumah tangga Ulayya Wasilah Munasti; Nurhasanah Nurhasanah; Nurbaity Bustamam
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 4, No 4 (2019): Desember 2019
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK  Ulayya Wasilah Munasti. 2019. Pelaksanaan Layanan Konseling di P2TP2A (Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak) Terhadap Anak Korban Kekerasan Dalam Rumah Tangga. Skripsi, Program Studi Bimbingan dan Konseling, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Syiah Kuala.Pembimbing:(1)   Dra. Nurhasanah, M.Pd (2) Nurbaity, S.Pd., M.Ed. Kata kunci: Layanan konseling, anak korban kekerasan dalam rumah tangga. Kasus kekerasan dalam rumah tangga terhadap anak sering terjadi di Kota Banda Aceh. Kekerasan dalam rumah tangga terhadap anak merupakan tindakan yang dilakukan baik suami, istri maupun keluarga lainnya yang berakibat timbulnya penderitaan secara fisik, seksual maupun psikologis bagi anak. Salah satu cara mengatasi permasalahan tersebut dengan melakukan layanan konseling. Layanan konseling merupakan upaya membantu konseli memecahkan suatu permasalahan dan membantu untuk berani mengambil keputusan yang baik bagi dirinya. Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui pelaksanaan layanan konseling yang diberikan kepada anak korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), 2) mengetahui hambatan apa saja yang dialami pada saat diberikan layanan konseling kepada anak korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif serta menggunakan teknik wawancara. Subjek penelitian ini adalah konselor di P2TP2A. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, 1) layanan konseling yang dipakai menggunakan pendekatan secara individu, keluarga, islami, advokasi dan rehabilitasi, namun pelaksanaannya kurang terstruktur. 2) hambatan yang dialami yaitu tidak terbangunnya komitmen orang tua untuk mendukung anak sepenuhnya dalam layanan konseling, termasuk kerjasama dalam memantau pelaksanaan tugas-tugas yang diberikan sebagai PR oleh konselor dalam layanan konseling maupun kerjasama untuk menjalankan keputusan tindakan.
Partisipasi siswa dalam pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling di sekolah Munirayati Munirayati; Dahliana Abd; Martunis Martunis
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 4, No 2 (2019): Juni 2019
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Abstract: This research is entitled "Participation of Students in the Implementation of Guidance and Counseling Services in Schools". This study aims to describe the participation of students in participating in counseling and guidance services in schools, what factors cause students to participate less in following guidance and counseling services, and what efforts are made by teachers guidance and counseling in fostering student participation in following services guidance and counseling. This research uses descriptive method mixed method. The population is all students of class XI in State High School 2 and State High School 13 Banda Aceh. Sampling using total sampling technique, namely students of class XI in Banda Aceh Senior High School 2, amounting to 14 people and Banda Aceh High School 13, totaling 14 people. Research subjects were 5 (five) students from each school and 2 BK teachers. Questionnaire techniques and interviews. Based on the results of the study it is known that the participation of students in participating in counseling and guidance services in schools is mostly active. There are a small number of students who do not participate in the guidance and counseling services, this is because students do not fully know about BK in school. The efforts of BK teachers in fostering student participation are providing information to students through madding schools, generating positive enthusiasm or being able to build effective communication with students and conducting more intensive socialization to students about the roles and functions in schools.Keywords : Participation, Guidance and Counseling ServicesAbstrak: Penelitian ini berjudul “Partisipasi Siswa dalam Pelaksanaan Layanan Bimbingan dan Konseling di Sekolah”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran partisipasi siswa dalam mengikuti kegiatan layanan bimbingan dan konseling di sekolah, faktor apa saja yang menyebabkan siswa kurang berpartisipasi dalam mengikuti layanan bimbingan dan konseling, dan usaha apa saja yang dilakukan guru bimbingan dan konseling dalam menumbuhkan partisipasi siswa untuk mengikuti layanan bimbingan dan konseling. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif mix method. Populasi seluruh siswa kelas XI di SMA Negeri 2 dan SMA Negeri 13 Banda Aceh. Pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling, yaitu siswa kelas XI di SMA Negeri 2 Banda Aceh yang berjumlah 14 orang dan SMA Negeri 13 Banda Aceh yang berjumlah 14 orang. Subjek penelitian 5 (lima) orang siswa dari masing-masing sekolah dan 2 orang guru BK. Teknik angket dan wawancara. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa partisipasi siswa dalam mengikuti kegiatan layanan bimbingan dan konseling di sekolah sebagian besar adalah aktif. Ada sebagian kecil siswa kurang berpartisipasinya dalam mengikuti layanan bimbingan dan konseling, hal ini dikarenakan siswa tidak sepenuhnya tahu tentang BK di sekolah. Usaha yang dilakukan guru BK dalam menumbuhkan partisipasi siswa yaitu memberikan informasi kepada siswa melalui madding sekolah, membangkitkan semangat positif atau dapat membangun komunikasi yang efektif dengan siswa serta melakukan sosialisasi secara lebih intensif kepada siswa tentang peran dan fungsi di sekolah.Kata kunci: Partisipasi, Layanan Bimbingan dan Konseling