cover
Contact Name
Indrya Mulyaningsih
Contact Email
indrya@syekhnurjati.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
indrya@syekhnurjati.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Indonesian Language Education and Literature
ISSN : -     EISSN : 25022261     DOI : -
Indonesian Language Education and Literature is a journal of research publication. The scopes of this research are Indonesian language and literature teaching, either as the first, second, or foreign language. The research can be conducted in elementary schools, junior high schools, senior high schools, and / or university. The journal is regularly published on July and December in collaboration with the cooperation Asosiasi Dosen Bahasa dan Sastra Indonesia (ADOBSI) or The Association of Indonesian Language and Literature Lecturers and Ikatan Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (IKAPROBSI) or The association of Indonesian Language and Literature Study Program.
Arjuna Subject : -
Articles 16 Documents
Search results for , issue "Vol 10, No 1 (2024)" : 16 Documents clear
Pembelajaran Bahasa Indonesia Berdiferensiasi pada Kurikulum Merdeka di Sekolah Menengah Kejuruan Zulaeha, Ida; Setiani, Hasnah; Suratno, Suratno
Indonesian Language Education and Literature Vol 10, No 1 (2024)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v10i1.18215

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kualitas produk pembelajaran Bahasa Indonesia berdiferensiasi pada Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Penelitian ini menggunakan pendekatan evaluatif dengan metode kuantitatif deskriptif dan kualitatif. Subjek penelitian ini yaitu peserta didik kelas X Desain Komunikasi Visual 1 di SMK Negeri 11 Semarang, kelas X Boga 2 di SMK Negeri 6 Semarang, dan kelas X Akuntansi 3 di SMK Negeri 9 Semarang. Pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman dan teknik penskoran ratting scale. Hasil penelitian ini adalah produk pembelajaran Bahasa Indonesia berdiferensiasi telah dilaksanakan untuk semua kondisi ideal dengan perolehan skor rata-rata 67%. Produk pembelajaran Bahasa Indonesia memenuhi indikator ketercapaian (1) kompetensi pengetahuan, (2) kompetensi keterampilan, (3) hasil Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5), dan (4) kompetensi yang dibutuhkan menghadapi era digital.Differentiated Indonesian Language Learning In the Independent Curriculum in Vocational High SchoolsThis study aims to evaluate the quality of differentiated Indonesian language learning products in Vocational High Schools (SMK). This study uses an evaluative approach with descriptive quantitative and qualitative methods. The subjects of this study were students of class X Visual Communication Design 1 at SMK Negeri 11 Semarang, class X Culinary 2 at SMK Negeri 6 Semarang, and class X Accounting 3 at SMK Negeri 9 Semarang. Data collection through observation, interviews, and documentation. Data analysis techniques used the Miles and Huberman interactive model and the rating scale scoring technique. The results of this study are that differentiated Indonesian language learning products have been implemented for all ideal conditions with an average score of 67%. Indonesian language learning products meet the achievement indicators (1) knowledge competencies, (2) skills competencies, (3) results of the Pancasila Student Profile Strengthening Project (P5), and (4) competencies needed to face the digital era.
Ritual Fek Nono Hau Ana dalam Sistem Pertanian Masyarakat Miomaffo Timur: Kajian Wacana Kritis Teun van Dijk Nalenan, Joni Soleman; Seran, Yanuarius
Indonesian Language Education and Literature Vol 10, No 1 (2024)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v10i1.18463

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan struktur makro dan superstruktur dalam wacana ritual Fek Nono Hau Ana berdasarkan pendekatan analisis wacana kritis Teun Van Dijk. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Temuan menunjukkan bahwa wacana ritual Fek Nono Hau Ana dilakukan beberapa lokasi, yakni tola, pintu pertama Oename, pintu kedua Oename, puncak Oename, dan mesbah utama, tetapi masih merupakan satu-kesatuan yang tidak terpisahkan. Tema global wacana ritual Fek Nono Hau Ana adalah religiusitas yang merupakan suatu proses pencarian jalan kebenaran atau petunjuk oleh masyarakat Tun Tun kepada leluhur untuk membuka lahan baru dalam bercocok tanam. Secara skematik, wacana ritual Fek Nono Hau Ana terdiri dari pendahuluan, isi, dan penutup. Bagian pendahuluan merupakan sapaan kepada leluhur, bagian isi merupakan permohonan izin kepada leluhur, dan bagian penutup merupakan harapan dari masyarakat kepada leluhur keempat suku besar, Maun Ufa, Bana Mnasi, dan sang pemberi berkat untuk memberikan petunjuk perizinan membuka lahan. Penelitian ini berimplikasi langsung pada masyarakat Timur secara khusus, yakni sebagai suatu bentuk pendokumentasian dalam rangka pengantisipasian kepunahan ritual Fek Nono Hau Ana.Fek Nono Hau Ana Ritual in the Agricultural System of the East Miomaffo Community: Teun Van Dijk's Critical Discourse StudyThis study uses Teun Van Dijk's critical discourse analysis approach to describe the macrostructure and superstructure in the Fek Nono Hau Ana ritual discourse discourse. This study uses a qualitative descriptive method. The findings show that the Fek Nono Hau Ana ritual discourse is carried out in several locations, namely tola, the first door of Oename, the second door of Oename, the peak of Oename, and the main altar, but it is still an inseparable whole. The global theme of the Fek Nono Hau Ana ritual discourse is religiosity, a process of searching for the path of truth or guidance by the Tun Tun community to their ancestors to open new land for farming. Schematically, the Fek Nono Hau Ana ritual discourse consists of an introduction, content, and closing. The introduction is a greeting to the ancestors, the content is a request for permission to the ancestors, and the closing is the community's hope for the ancestors of the four major tribes, Maun Ufa, Bana Mnasi, and the giver of blessings to provide guidance for permission to open land. This research has direct implications for Eastern society, namely as a form of documentation to anticipate the extinction of the Fek Nono Hau Ana ritual.
Cegah Awal Penyebaran Hoaks di Media Sosial: Menggagas Pengembangan Instrumen Pengenalan Hoaks Krisanjaya, Krisanjaya; Widia, Ida
Indonesian Language Education and Literature Vol 10, No 1 (2024)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v10i1.15503

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk 1) menentukan dimensi, elemen, atau aspek yang dapat digunakan dalam pencegahan awal penyebaran berita bohong dan 2) memanfaatkan instrumen cegah awal penyebaran hoaks (ICAPH) seperti dimaksud dalam Undang-Undang RI Nomor 11 Tahun 2008. Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan (R&D) Borg dan Gall. Hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk mencegah secara dini penyebaran berita bohong di media sosial dapat digunakan 14 butir pernyataan (dimensi emosi, konten, literasi informasi, kategori informasi, opini, dan sumber) ke dalam instrumen yang disingkat ICAPH. Hasil pengembangan instrumen menunjukkan bahwa ICAPH dapat digunakan untuk mencegah secara dini penyebaran berita bohong atau hoaks. Prevent The Initial Spread of Hoaxes on Social Media: Initiated an Instrument DevelopmentThis article elaborates on the importance of developing instruments to prevent the initial spread of fake news or hoaxes. This research specifically aims to: 1) determine the dimensions, elements or aspects that can be used in early prevention of the spread of fake news and 2) utilize the Instrument for Early preventing the spread of hoaxes (ICAPH) in the provisions of the articles of Republic of Indonesia Law Number 11 of 2008. Research using research and development (R&D) Bord and Gall methods. The research results show that to prevent the early spread of fake news on social media, 14 statement items (emotional dimensions, content, information literacy, information categories, opinions and sources) can be used in an instrument abbreviated as ICAPH. The results of instrument development show that ICAPH can be used to prevent the early spread of fake news or hoaxes.
Media Pembelajaran Bahasa Indonesia Bagi Penutur Asing untuk Tenaga Kerja Asing Setyoningrum, Vita Diah; Tobing, Roswita Lumban
Indonesian Language Education and Literature Vol 10, No 1 (2024)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v10i1.15674

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan media pembelajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) untuk tenaga kerja asing di Realia Language and Culture Center Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dalam penelitian ini berupa catatan lapangan yang dikumpulkan lewat observasi langsung, wawancara semi terstruktur, dan analisis dokumen. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis data deskriptif model analisis interaktif Miles dan Huberman yang meliputi tahap pengumpulan data, reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pembelajaran dilakukan secara daring dengan sistem one-on-one teaching. Media pembelajaran yang digunakan, meliputi Zoom, Google Docs, YouTube, WhatsApp, foto, artikel, rekaman audio, audio, Microsoft PowerPoint, dan infografis. Hambatan yang dihadapi berupa pemelajar merasa bosan, gangguan jaringan internet, dan kesulitan dalam menangkap maksud dari kosakata baru.Indonesian Language Learning Media for Foreign Speakers for Foreign WorkersThis study aims to describe BIPA learning media for foreign workers at the Realia Language and Culture Center in Yogyakarta. This study uses a case study approach. Data collection in this study is in the form of field notes collected through direct observation, semi-structured interviews, and document analysis. The data analysis technique used is the descriptive data analysis technique of the Miles and Huberman interactive analysis model which includes the stages of data collection, reduction, presentation, and conclusion. The study results indicate that the implementation of learning is carried out online with a one-on-one teaching system. The learning media used include Zoom, Google Docs, YouTube, WhatsApp, photos, articles, audio recordings, audio, Microsoft PowerPoint, and infographics. The obstacles faced are that learners feel bored, internet network disruptions, and difficulty in understanding the meaning of new vocabulary. 
Ketauhidan dalam Gurindam Dua Belas Karya Raja Ali Haji: Kajian Hermeneutika Paul Ricoeur Wulandari, Yosi; Saputra, Virma Tama
Indonesian Language Education and Literature Vol 10, No 1 (2024)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v10i1.18366

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan ketauhidan dalam Gurindam Dua Belas karya Raja Ali Haji. Teori yang digunakan dalam riset ini adalah hermeneutika Paul Ricouer. Subjek penelitian ini adalah 12 pasal pada Gurindam Dua Belas karya Raja Ali Haji. Objek riset ini adalah ketauhidan dalam Gurindam Dua Belas karya Raja Ali Haji. Metode pengumpulan data menggunakan metode baca, simak, dan catat. Instrumen penelitian yang dipakai dalam penelitian ini adalah human instrumen. Keabsahan data menggunakan teknik triangulasi sumber. Data penelitian dikumpulkan dan dianalisis dengan tahap hermeneutika Paul Ricoure, yaitu objektif, reflektif, dan filosofis. Hasil penelitian ini menemukan ketauhidan Islam dalam gurindam Dua Belas karya Raja Ali Haji pada keseluruhan bait. Ketauhidan dalam Gurindam Dua Belas karya raja Ali Haji ini memuat konsep agama, pengenalan Allah, pemahaman akan diri dan akhirat, serta tata cara ibadah seperti salat, puasa, zakat, dan haji.Monotheism in Gurindam Dua Belas by Raja Ali Haji: Paul Ricoeur's Hermeneutic StudiesThe purpose of this study is to describe monotheism in Gurindam Dua Belas by King Ali Haji. The theory used in this research is Paul Ricouer's hermeneutics. The subject of this research is 12 articles of Gurindam Dua Belas by Raja Ali Haji. The object of this research is monotheism in Gurindam Dua Belas by Raja Ali Haji. The data collection method uses the reading, listening, and recording methods. The research instrument used in this study is a human instrument. The validity of the data uses the triangulation technique of data sources. The research data was collected and analyzed using Paul Ricoure's hermeneutic stages: objective, reflective, and philosophical. The results of this study found the monotheism of Islam in the Gurindam Dua Belas by Raja Ali Haji in the entire temple. Monotheism in Gurindam Dua Belas by King Ali Haji contains the concept of religion, the knowledge of Allah, the understanding of oneself and the hereafter, as well as the procedures of worship such as prayer, fasting, zakat, and hajj. 
Pengembangan Sistem Informasi Bahasa Indonesia untuk Semua (SIBIUS) Berdasarkan Kebutuhan Seleksi Nasional Berbasis Tes Salamah, Salamah; Nazilah, Halimah Milladunka; Abadi, Machrus; Setiawati, Eti
Indonesian Language Education and Literature Vol 10, No 1 (2024)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v10i1.15551

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengembangkan media pembelajaran digital berdasarkan Seleksi Nasional Berbasis Teks. Melalui jenis penelitian pengembangan model 4D (penetapan, perancangan, pengembangan, diseminasi), dikembangkan Situs Informasi Bahasa Indonesia untuk Semua (SIBIUS) dalam bentuk website yang mengintegrasikan beberapa platform interaktif lain. Pada tahap perancangan, dibahas pengumpulan materi, rancangan alur website, dan platform yang diintegrasikan. Pada tahapan pengembangan, dibahas penyajian dan substansi SIBIUS yang terdiri dari halaman beranda, materi, latihan soal, forum, kontak, grup, dan berbagi berkas. Materi yang diangkat adalah kaidah kebahasaan (sintaksis-semantik) dan literasi yang disajikan dalam bentuk visual (Canva), audio (VoiceThread), serta isyarat (HandTalk). Adapun latihan soal disajikan dalam platform interaktif seperti Oodlu, WordWall, Wizer.me, dan dibahas secara audio-visual. Ragam kebahasaan SIBIUS adalah formal-interaktif. Media pembelajaran divalidasi oleh ahli media pembelajaran dan bahasa. Hasil diseminasi mendapat respons dan komentar yang positif sehingga membuktikan kelayakan SIBIUS untuk diimplementasikan. Development of the Indonesian Language Information System for All (SIBIUS) Based on the Needs of Test-Based National SelectionThis study aims to develop digital learning media based on the National Text-Based Selection. Through the type of 4D model development research (determination, design, development, dissemination), the Indonesian Language Information Site for All (SIBIUS) was developed as a website that integrates several other interactive platforms. At the design stage, the materials collection, the website flow design, and the integrated platforms were discussed. At the development stage, the presentation and substance of SIBIUS were discussed, consisting of the home page, materials, practice questions, forums, contacts, groups, and file sharing. The materials raised are language rules (syntax-semantics) and literacy presented in visual (Canva), audio (VoiceThread), and gesture (HandTalk) forms. The practice questions are presented in interactive platforms such as Oodlu, WordWall, Wizer.me, and discussed audio-visually. The language variety of SIBIUS is formal-interactive. The learning media was validated by experts in learning media and language. The results of the dissemination received positive responses and comments, thus proving the feasibility of SIBIUS for implementation.
Campur Kode Pemelajar Bahasa Indonesia di Universitas Thammasat Thailand Mardikantoro, Hari Bakti; Pristiwati, Rahayu; Istanti, Wati; Supriyadi, Hamam
Indonesian Language Education and Literature Vol 10, No 1 (2024)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v10i1.16998

Abstract

Penelitian ini bertujuan menentukan wujud campur kode serta faktor yang mempengaruhi wujud campur kode pada peristiwa tutur pemelajar bahasa Indonesia bagi penutur asing di Universitas Thammasat Thailand. Untuk mengkaji masalah dalam penelitian ini digunakan pendekatan kualitatif dengan teori sosiolinguistik. Data dijaring dengan menggunakan metode simak dan metode cakap. Adapun peristiwa tutur yang diteliti adalah peristiwa tutur para pemelajar bahasa Indonesia di Universitas Thammasat Thailand. Untuk menganalisis data digunakan metode padan subjenis referensial. Selain itu, analisis data juga menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian adalah ada campur kode pada tuturan mahasiswa Universitas Thammasat yang sedang belajar bahasa Indonesia melalui Program BIPA. Jenis campur kode tersebut adalah campur kode ekstern karena campur kode terjadi antara bahasa Indonesia dan bahasa asing (bahasa Thai). Adapun faktor yang memengaruhi terjadinya campur kode adalah penutur dan topik pembicaraan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai bahan ajar mata kuliah BIPA dan sosiolinguistik.Code Mixing in Indonesian Language Learners' Speech Events for Foreign Speakers at Thammasat University, ThailandThis research aims to determine the form of code mixing and the factors that influence the form of code-mixing in the speech events of Indonesian language learners for foreign speakers at Thammasat University, Thailand.  A qualitative approach was used to examine the problem in this research, using sociolinguistic theory. Data was collected using the listening method and the skill method. The speech events studied were those of Indonesian language students at Thammasat University, Thailand. The referential subtype matching method was used to analyze the data. Apart from that, data analysis also uses the Miles and Huberman model. The results of the research show that there is code-mixing in the speech of Thammasat University students who are studying Indonesian through the BIPA Program. This type of code-mixing is external code mixing because code mixing occurs between Indonesian and a foreign language (Thai). The factors that influence the occurrence of code-mixing are the speaker and the topic of conversation. It is hoped that the results of this research can be used as teaching material for BIPA and Sociolinguistics.
Penggunaan Bahasa Indonesia di Ruang Publik Wilayah Indramayu: Kajian Lanskap Linguistik Alfien, Moh. Fajrul; Rakhmawati, Ani
Indonesian Language Education and Literature Vol 10, No 1 (2024)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v10i1.17999

Abstract

Pemakaian bahasa pada papan nama toko merupakan salah satu bentuk penggunaan bahasa di ruang publik. Fenomena tersebut secara implisit merepresentasikan vitalitas suatu bahasa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui vitalitas bahasa Jawa dialek Indramayu di ruang publik Indramayu. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Papan nama toko dalam penelitian ini dikumpulkan dengan teknik dokumentasi melalui aplikasi Google Maps. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa ditemukan dua bentuk pemakaian bahasa di ruang publik Indramayu, yakni monolingual dan bilingual. Bahasa Indonesia dan bahasa Inggris merupakan bahasa yang paling sering ditampilkan di ruang publik. Di sisi lain, bahasa Jawa dialek Indramayu yang menjadi mayoritas bahasa ibu masyarakat lokal tidak mendapatkan porsi yang baik di ruang publik. Dengan demikian, melemahnya vitalitas bahasa Jawa dialek Indramayu di ruang publik menjadi salah satu indikasi kepunahan bahasa daerah.The Use of Indonesian in Public Spaces in Indramayu Region: A Linguistic Landscape StudyThe use of language on shop signs is one form of language used in public spaces. This phenomenon implicitly represents the vitality of a language. This study aims to determine the vitality of the Indramayu dialect of Javanese in the Indramayu public space. This study uses a qualitative method. Shop signs in this study were collected using documentation techniques through the Google Maps application. The study results show that two forms of language use were found in the Indramayu public space: monolingual and bilingual. Indonesian and English are the languages most often displayed in public spaces. On the other hand, the Indramayu dialect of Javanese, which is the majority of the local community's mother tongue, does not get a good portion in public spaces. Thus, the weakening vitality of the Indramayu dialect of Javanese in public spaces is one indication of the extinction of regional languages.
Metafora Pertanian pada Masyarakat Pandhalungan Yolanda, Yoga; Wuryaningrum, Rusdhianti; Widjajanti, Anita
Indonesian Language Education and Literature Vol 10, No 1 (2024)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v10i1.15474

Abstract

Penelitian ini bertujuan menelusuri ragam metafora yang memanfaatkan leksem-leksem dalam domain pertanian oleh masyarakat Pandhalungan. Perspektif penelitian ini adalah semantik kognitif sehingga dalam proses analisis data digunakan mekanisme kognitif, yaitu citra-skema dan metafora konseptual. Data yang digunakan adalah leksem-leksem dalam domain pertanian, dapat berupa tanaman, ritual, peralatan, organisasi, pengolahan lahan, dan pengolahan hasil. Data tersebut berupa bahasa yang hidup di masyarakat Pandhalungan (Jawa, Madura, atau bahasa Indonesia). Data diperoleh melalui simak bebas libat cakap, dokumentasi, wawancara, serta kuesioner. Untuk mendukung keabsahan data digunakan pengecekan data pada buku daftar istilah atau kamus pertanian serta melalui validasi ahli. Analisis data dilakukan dengan model interaktif Miles & Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedekatan antara masyarakat Pandhalungan dengan pertanian serta akulturasi budaya yang terjadi di Pandhalungan memengaruhi cara berbahasa mereka. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya leksem domain pertanian yang digunakan sebagai metafora. Metafora tersebut dapat diklasifikasikan dalam metafora struktural, ontologis, dan orientasional. Fungsi digunakannya leksem pertanian sebagai metafora oleh masyarakat Pandhalungan adalah untuk memperjelas maksud pembicaraan, mengonkretkan entitas abstrak, serta membuat tuturan lebih eufemistis. Penelitian ini memberikan bukti bahwa masyarakat Pandhalungan percaya diri dan bangga terhadap identitasnya.Agricultural Metaphors in the Pandhalungan CommunityThis study explores the various metaphors that utilize lexemes in the agricultural domain by the Pandhalungan community. The research perspective is cognitive semantics, so the data analysis process employs cognitive mechanisms, namely image schema and conceptual metaphor. The data used consists of lexemes in the agricultural domain, which can include plants, rituals, tools, organizations, land cultivation, and processing of agricultural products. The data consists of Javanese, Madurese, or Indonesian languages. The data is obtained through free conversations, documentation, interviews, and questionnaires. To support data validity, data checks are conducted using agricultural glossaries or dictionaries, as well as expert validation. Data analysis is carried out using the interactive model by Miles & Huberman. The research findings suggest that the close relationship between the Pandhalungan community and agriculture, as well as the cultural acculturation that occurs in Pandhalungan, influence their way of speaking. This is evidenced by the significant use of agricultural domain lexemes as metaphors. These metaphors can be classified into structural, ontological, and orientational metaphors. The function of using agricultural lexemes as metaphors by the Pandhalungan community is to clarify the intended meaning of the discourse, concretize abstract entities, and make the utterance more euphemistic. This research provides evidence that the Pandhalungan community is confident and proud of its identity.
Kecerdasan Interpersonal Siswa Melalui Kearifan Lokal pada Program GLS, P5, dan Sabtu Budaya di Lombok Musaddat, Syaiful; Jafar, Syamsinas; Nazir, Yuniar Nur; Arsanty, Ratna Yulida
Indonesian Language Education and Literature Vol 10, No 1 (2024)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v10i1.18391

Abstract

Kajian ini bertujuan untuk menganalisis profil kecerdasan interpersonal siswa sebagai dampak dari pelaksanaan program Gerakan Literasi Sekolah (GLS), Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5), dan Sabtu Budaya. Kajian pada tulisan ini melibatkan sejumlah tokoh adat Sasak, 224 siswa, dan 20 guru dari 10 Sekolah Dasar di Pulau Lombok, NTB, Indonesia. Data dianalisis dengan teknik deskriptif kualitatif dan disajikan secara naratif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) siswa dari sekolah dengan kategori baik, memiliki kecerdasan interpersonal yang jauh lebih tinggi daripada siswa pada sekolah-sekolah berkategori cukup baik, dan (2) kearifan lokal Sasak sangat potensial untuk dikembangkan sebagai bahan, media, atau strategi pengembangan karakter sosial, khususnya kecerdasan interpersonal siswa. Kearifan lokal yang dimaksud, seperti: ngayo ‘saling mengunjungi’ dan saling perasaq ‘saling berbagi’. Sekolah yang berkategori baik, telah melaksanakan GLS dan Sabtu Budaya dengan memanfaatkan berbagai kearifan lokal Sasak.Students' Interpersonal Intelligence Through Local Wisdom In the GLS, P5, and Saturday Cultural Programs in LombokThis study aims to analyze the profile of students' interpersonal intelligence as an impact of implementing the School Literacy Movement (GLS) program, the Pancasila Student Profile Strengthening Project (P5), and Saturday Culture. The study in this paper involved several Sasak traditional figures, 224 students, and 20 teachers from 10 Elementary Schools in Lombok Island, NTB, Indonesia. The data were analyzed using qualitative descriptive techniques and presented in an explanatory narrative. The results of the study indicate that: (1) students from schools with a good category have much higher interpersonal intelligence than students from schools with a fairly good category, and (2) Sasak local wisdom has great potential to be developed as material, media, or strategies for developing social character, especially students' interpersonal intelligence. The local wisdom in question, such as ngayo 'visiting each other' and saling perasaq 'sharing each other'. Schools categorized as good have implemented GLS and Cultural Saturdays by utilizing various local Sasak wisdom.

Page 1 of 2 | Total Record : 16