cover
Contact Name
Sri Handayani Nofiyanti
Contact Email
handayaninofiyanti@unud.ac.id
Phone
+6281339409979
Journal Mail Official
jurnalbetatep@unud.ac.id
Editorial Address
Jl. Raya Kampus Unud No.2013, Jimbaran, Kec. Kuta Sel., Kabupaten Badung, Bali 80361
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian)
Published by Universitas Udayana
ISSN : -     EISSN : 25023012     DOI : https://doi.org/10.24843/JBETA.2025.v13.i02
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) memuat hasil penelitian di bidang teknik biosistem (biosystem engineering). Cakupan dari jurnal ini merentang dari aplikasi ilmu keteknikan untuk pertanian. Diantara bidang ilmu tersebut, yang menjadi fokus adalah Bidang Manajemen Keteknikan Pertanian, Teknologi Pascapanen khususnya produk Hortikultura, Rekayasa dan Ergonomika, Konservasi Sumber Daya Alam, serta khusus tentang aplikasi Instrumentasi dan Sistem kontrol dalam bidang pertanian.
Arjuna Subject : -
Articles 740 Documents
Optimalisasi Sistem Persediaan Bahan Baku Makanan Menggunakan Metode EOQ (Economic Order Quantity) I Kadek Darmawan Darmawan; I Gusti Ngurah Apriadi Aviantara; Ida Ayu Rina Pratiwi Pudja
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 13 No 2 (2025): September
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JBETA.2025.v13.i02.p17

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan sistem persediaan bahan baku makanan di restoran La Montagne Coffee pada Mahagiri Panoramic Resort and Restaurant menggunakan metode Economic Order Quantity (EOQ). Permasalahan utama dalam pengelolaan persediaan adalah ketidaksesuaian antara jumlah pembelian dan pemakaian bahan baku yang mengakibatkan pemborosan biaya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan deskriptif kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Narasumber dari penelitian ini meliputi manager restoran, akuntasi (keuangan) dan kichen (dapur). Data yang dikumpulkan meliputi jumlah pemakaian bahan baku, biaya pemesanan, biaya penyimpanan, serta frekuensi pemesanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode EOQ menghasilkan jumlah pemesanan optimal yang lebih rendah dibandingkan metode perusahaan, yaitu 224 kg untuk selada, 356 kg untuk wortel, dan 1.682 ekor untuk daging ayam, dengan frekuensi pemesanan yang lebih efisien. Total biaya persediaan yang dikeluarkan dengan metode EOQ juga lebih rendah, menghasilkan penghematan sebesar Rp 2.590.215 untuk selada, Rp 3.306.232 untuk wortel, dan Rp 9.388.579 untuk daging ayam. Sehingga metode EOQ efektif dalam menekan biaya total persediaan dan meningkatkan efisiensi pengadaan bahan baku di restoran. This study aims to transform the raw material inventory system at La Montagne Coffee, located within the Mahagiri Panoramic Resort and Restaurant, by implementing the Economic Order Quantity (EOQ) method. One of the critical challenges in inventory management is the gap between purchased quantities and actual raw material usage, which leads to substantial cost inefficiencies. Using a quantitative descriptive approach, this research utilizes effective data collection techniques, including insightful interviews, comprehensive observations, and meticulous documentation. Key insights are gathered from discussions with the restaurant manager, finance staff, and kitchen team, ensuring a thorough understanding of operational dynamics. The collected data reveals important factors such as raw material usage, ordering costs, storage expenses, and ordering frequency. The findings are noteworthy, demonstrating that the EOQ method yields a significantly lower optimal order quantity compared to the restaurant's current practices: 224 kg for lettuce, 356 kg for carrots, and 1,682 pieces for chicken, along with a more efficient ordering frequency. Additionally, the total inventory costs associated with the EOQ method are lower, resulting in savings of Rp 2,590,215 for lettuce, Rp 3,306,232 for carrots, and Rp 9,388,579 for chicken. So the EOQ method is effectively reduces total inventory costs and enhances the efficiency of raw material procurement in restaurants.
Pengaruh Hot Water Treatment Terhadap Kualitas Fisik Buncis (Phaseolus vulgaris L.) Selama Penyimpanan Suhu Dingin: Effect of Hot Water Treatment on the Physical Quality of Green beans (Phaseolus vulgaris L.) During Cold Storage. I Made Andika Yasa Pramana; Gede Arda; Sumiyati Sumiyati; Sri Handayani Nofiyanti
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 13 No 2 (2025): September
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JBETA.2025.v13.i02.p08

Abstract

ABSTRAK Buncis (Phaseolus vulgaris L.) merupakan salah satu jenis tanaman polong-polongan yang cenderung cepat mengalami kerusakan selama masa penyimpanan, baik pada suhu ruang maupun suhu rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh hot water treatment (HWT) terhadap kualitas fisik buncis (Phaseolus vulgaris L.) selama penyimpanan dingin pada suhu 5°C. Perlakuan HWT dilakukan dengan teknik hot water dipping (HWD), menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan dua faktor perlakuan. Faktor pertama yaitu suhu perendaman dan faktor kedua yaitu waktu perendaman. Faktor pertama terdiri dari suhu 40°C, 50°C, dan 60°C. Faktor kedua terdiri dari waktu 1, 3, dan 5 menit, serta satu kontrol tanpa perlakuan. Parameter yang diamati meliputi susut bobot, kadar air, tekstur, perubahan warna (CIE a*), dan intensitas kerusakan dengan lama penyimpanan 23 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kenaikan suhu air cenderung mempercepat kerusakan buncis selama penyimpanan. Namun kombinasi dengan waktu perendaman menunjukkan bahwa suhu 40°C selama 3 menit memberikan hasil terbaik dalam mempertahankan mutu buncis, dengan susut bobot mencapai 5,6%, tekstur dan warna yang relatif stabil, serta intensitas kerusakan terendah (16%). Sebaliknya, perlakuan suhu tinggi (60°C) mempercepat kerusakan fisik dan degradasi mutu. Dengan demikian, HWT pada suhu 40°C selama 3 menit dapat direkomendasikan sebagai penanganan pascapanen yang efektif untuk menjaga kualitas buncis selama penyimpanan dingin.   ABSTRACT Green beans (Phaseolus vulgaris L.) are a type of legume that tends to deteriorate quickly during storage, both at room temperature and low temperatures. This study aims to determine the effect of hot water treatment (HWT) on the physical quality of green beans (Phaseolus vulgaris L.) during cold storage at 5°C. The HWT treatment was carried out using the hot water dipping (HWD) technique, using a Factorial Completely Randomized Design with two treatment factors. The first factor is the immersion temperature and the second factor is the immersion time. The first factor consists of temperatures of 40°C, 50°C, and 60°C. The second factor consists of times of 1, 3, and 5 minutes, as well as one control without treatment. The parameters observed included weight loss, water content, texture, color change (CIE a*), and damage intensity, all of which were measured over a 23-day storage period. The results showed that increasing water temperature tends to accelerate the deterioration of green beans during storage. However, the combination of soaking time showed that a temperature of 40°C for 3 minutes provided the best results in maintaining the quality of green beans, with a weight loss of 5.6%, relatively stable texture and color, and the lowest damage intensity (16%). Conversely, high temperature treatment (60°C) accelerated physical damage and quality degradation. Thus, HWT at 40°C for 3 minutes can be recommended as an effective post-harvest treatment to maintain the quality of green beans during cold storage.
Analisis Metode Pengomposan di TPS 3R Desa Ayunan, Bali Ida Bagus Made Baskara Andika
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 14 No 1 (2026): Inpress
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/jbeta.2026.v14.i01.p04

Abstract

Timbulan sampah di Provinsi Bali mencapai 1.046.616,04 ton/tahun. Pengelolaan sampah belum dilakukan secara optimal, sehingga sebesar 69% dari total sampah berakhir di TPA tanpa dikelola terlebih dahulu. Sektor pertanian juga turut menjadi penyumbang timbulan sampah, alliran limbah sektor pertanian yang tidak terkelola dengan baik berdampak pada penurunan kesuburan tanah. Sumber utama dari permasalahan ini adalah metode pengelolaan sampah yang dilakukan masih bersifat tradisional yaitu dengan metode end of pipe. Pengomposan memiliki potensi yang tinggi untuk diterapkan di Indonesia, mengingat komposisi sampah di Indonesia sebagaian besar merupakan bahan organik. Desa Ayunan merupakan salah satu Desa di Kabupaten Badung Bali yang telah memiliki Tempat Pengelolaan Sampah Berbasis 3R, namun terkendala terkait penentuan metode pengomposan sampah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis komposisi sampah organik Desa Ayunan dan menentukan metode yang tepat di TPS 3R Desa Ayunan. Metode yang digunakan untuk menentukan metode pengomposan dengan teknik skoring, faktor yang dipertimbangkan adalah komposisi bahan, kebutuhan lahan, lama proses pengomposan, dan pengoperasian. Metode pengomposan yang dianalisis yaitu open windrow, caspary, open bin, dan takakura susun. Komposisi sampah organik di Desa Ayunan yaitu sampah Organik Basah sebesar 0.00096 m3/orang/hari atau 2.516 m3/hari atau 24% dan sampah Organik Kering sebesar 0.00304 m3/orang/hari atau 7.967 m3/hari atau 76%. Metode pengomposan terbaik yaitu Open Windrow, karena komposisi bahan sampah organik telah sesuai, kebutuhan Lahan <50 m2, lama proses pengomposan selama 6 minggu, dan pengoperasian mudah dan dibutuhkan sedikit tenaga kerja.
Pengaruh Konsentrasi NaHCO3 dan Suhu Perendaman Terhadap Sifat Rehidrasi Kacang Gude Kering (Cajanus cajan (L.) Millsp.): The Effect of NaHCO3 Concentration and Soaking Temperature on the Rehydration Properties of Dried Pigeon Peas (Cajanus cajan (L.) Millsp.) Yunita Kusumaning Ratri; Gede Arda; I Made Anom Sutrisna Wijaya; Sri Handayani Nofiyanti
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 13 No 2 (2025): September
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/j.beta.2025.v13.i02.p09

Abstract

Abstrak Kacang gude kering (Cajanus cajan (L.) Millsp) memiliki tekstur yang keras dan kemampuan rehidrasi yang rendah, sehingga memerlukan proses perendaman/ rehidrasi agar kacang gude dapat diolah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa dan memberikan hasil terbaik dari penggunaan larutan NaHCO3 dan suhu perendaman terhadap sifat rehidrasi kacang gude kering. Penelitian ini dilakukan dengan proses perendaman pada kacang gude kering utuh yang memiliki ukuran 5 mm, rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK), dengan dua faktor yakni konsentrasi larutan NaHCO3 0%, 0,5%, dan 1% dan suhu perendaman 25°C, 35°C, dan 45°C. Parameter yang diamati pada penelitian ini adalah laju rehidrasi, volume, tekstur, kadar air basis kering, dan persentase penyerapan air. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh signifikan dari penggunaan larutan NaHCO3 dan suhu perendaman, dengan kombinasi larutan NaHCO3 1% dan suhu perendaman 45°C sebagai interaksi faktor terbaik dan menghasilkan laju rehidrasi tertinggi sebesar 77,20% bk/jam, dengan peningkatan volume sebesar 102,98%, penurunan tekstur dengan nilai akhir sebesar 26,65 N, kadar air sebesar 182,8% bk, dan penyerapan air sebesar 90,56% dari berat awalnya.   Abstract Dried pigeon pea (Cajanus cajan (L.) Millsp) has a hard texture and low rehydration ability, so it requires a soaking/rehydration process so that the pigeon pea can be processed. This study aims to analyze and provide the best results from the use of NaHCO3 solution and soaking temperature on the rehydration properties of dried pigeon pea. This study was conducted by soaking whole dried pigeon pea with a size of 5 mm, the experimental design used was a Randomized Block Design (RBD), with two factors namely the concentration of NaHCO3 solution 0%, 0.5%, and 1% and soaking temperature 25°C, 35°C, and 45°C. The parameters observed in this study were the rehydration rate, volume increase, texture, dry basis water content, and percentage of water absorption.  The results of the study showed a significant influence of the use of NaHCO3 solution and soaking temperature, with a combination of 1% NaHCO3 solution and a soaking temperature of 45°C as the best factor interaction and resulting in the highest rehydration rate of 77.20% bk/hour, with an increase in volume of 102.98%, a decrease in texture with a final value of 26.65 N, water content of 182.8% bk, and water absorption of 90.56% of its initial weight.  
Pengaruh Jenis Plasticizer Dan Konsentrasi Selulosa Terhadap Karakteristik Bioplastik Pati Singkong–Karagenan I Putu Wiradarma Putra; Ni Luh Yulianti; Ida Bagus Putu Gunadnya; Hertiyana Nur Annisa
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 14 No 1 (2026): Inpress
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/jbeta.2026.v14.i01.p10

Abstract

Penggunaan kemasan plastik konvensional yang terus-menerus menimbulkan masalah lingkungan karena sulit terurai secara alami. Bioplastik merupakan salah satu alternatif yang berbasis bahan alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui serta menentukan perlakuan terbaik pengaruh jenis plasticizer (minyak jarak dan asam stearat) serta konsentrasi selulosa 0,5%, 1%, dan 1,5% (w/v) terhadap karakteristik bioplastik pati singkong–karagenan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dua faktor. Faktor pertama adalah jenis plasticizer (P) yang terdiri atas dua jenis, yaitu minyak jarak (P1) dan asam stearat (P2). Faktor kedua adalah konsentrasi selulosa (F) yang terdiri atas tiga taraf, yaitu 0,5%, 1%, dan 1,5% (w/v). Data hasil penelitian dianalisis menggunakan metode Analysis of Variance (ANOVA). Apabila hasil analisis menunjukkan pengaruh yang signifikan (P < 0,05), maka dilanjutkan dengan uji lanjutan menggunakan Duncan’s Multiple Range Test (DMRT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis plasticizer dan konsentrasi selulosa berpengaruh nyata terhadap nilai kuat tarik, perpanjangan saat putus, elastisitas, ketahanan air, dan ketebalan namun tidak berpengaruh nyata terhadap nilai WVTR. Kombinasi minyak jarak dengan selulosa 0,5% (w/v) (P1F1) menghasilkan nilai kuat tarik tertinggi (15,1 MPa) dan elastisitas (412,1 MPa), sedangkan asam stearat dengan selulosa 0,5% (w/v) (P2F1) memberikan perpanjangan saat putus tertinggi (12,4%) dan WVTR terendah (2,13 g/m²/hari). Kesimpulannya, perlakuan jenis plasticizer minyak jarak dengan konsentrasi selulosa 0,5% (w/v) adalah kombinasi terbaik untuk bioplastik ramah lingkungan dengan sifat mekanik terbaik dalam penelitian ini.
Analisis Pola dan Keseragaman Pembasahan Media Tanam Bertekstur Liat dan Pasir Malang pada Sistem Irigasi Tetes Yohannes Radisman Parulian Aruan; I Putu Gede Budisanjaya; Ida Ayu Gede Bintang Madrini; Ni Nyoman Sulastri
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 14 No 1 (2026): Inpress
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/jbeta.2026.v14.i01.p18

Abstract

Irigasi tetes adalah salah satu metode irigasi modern yang dirancang untuk meningkatkan efisiensi penggunaan air dengan cara mengalirkan air secara perlahan dan konsisten langsung ke area perakaran tanaman. Kinerja sistem ini sangat ditentukan oleh pola pembasahan media tanam, yang dipengaruhi oleh sifat fisik tanah serta jumlah dan penyebaran air yang diaplikasikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola dan keseragaman pembasahan pada dua jenis media tanam, yaitu tanah liat dan pasir malang. Metode pembasahan yang digunakan adalah pembasahan dengan system irigasi tetes dengan 4 lateral dan 5 emiter. Air dialirkan selama 3 menit pada media tanam yang dikemas dalam plastik transparan, dan pola pembasahan dianalisis berdasarkan luas penampang dan kedalaman basah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola pembasahan pada media tanah liat cenderung melebar secara horizontal dengan bentuk mendekati lingkaran. Pada media pasir malang, pola pembasahan dominan ke arah vertikal, membentuk pola seperti segitiga ke bawah akibat infiltrasi cepat. Keseragaman pembasahan (Coefficient of uniformity/CU) juga menunjukkan perbedaan. Nilai CU pada media tanah liat sebesar sekitar 78% (kategori cukup baik), sedangkan nilai CU pada media pasir malang sebesar sekitar 80% (kategori baik).
Kajian Keterlibatan Family Restaurant Dalam Pengelolaan Sisa Hasil Produksi/Limbah Restaurant Ni Kadek Sita Natasha Dewi; Ida Ayu Gede Bintang Madrini; Yohanes Setiyo
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 14 No 2 (2026): INPRESS
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dinamika timbulan sampah, komposisi jenis sampah, keterlibatan restoran, serta konsistensi praktik pengelolaan limbah di Kota Denpasar berdasarkan konsep 3R (Reduce, Reuse, Recycle). Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif, dengan pengumpulan data melalui kuesioner berbasis skala Likert dan Guttman yang disebarkan kepada sejumlah restoran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar restoran menghasilkan sampah setiap hari dengan dominasi sampah organik. Pemilahan sampah telah dilakukan secara terbatas, namun masih belum menyeluruh dan berstandar. Praktik pengelolaan seperti penggunaan ulang bahan kemasan, penyediaan pelatihan kepada karyawan, dan kerja sama dengan bank sampah juga belum sepenuhnya merata. Berdasarkan analisis mean score dan distribusi frekuensi, diketahui bahwa keterlibatan dalam kegiatan 3R berada pada kategori cukup baik, meskipun terdapat aspek-aspek yang memerlukan peningkatan. Sementara itu, hasil analisis skala Guttman menunjukkan indeks reproducibility sebesar 0.767 dan scalability sebesar 0.812, menandakan bahwa konsistensi jawaban responden cukup tinggi dan skala yang digunakan memiliki daya diskriminasi yang kuat. Temuan ini memberikan gambaran bahwa meskipun sebagian restoran telah menunjukkan inisiatif dalam pengelolaan sampah, implementasi prinsip 3R belum sepenuhnya optimal dan masih membutuhkan dukungan kelembagaan serta penguatan pada level operasional.
Tingkat Penerimaan Tempat Sampah Berdinding Transparan dalam Meningkatkan Pemilahan Sampah di Fasilitas Umum di Kota Denpasar Ni Wayan Putri Wijayaningsih; Ida Ayu Gede Bintang Madrini; I Putu Surya Wirawan
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 14 No 2 (2026): INPRESS
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan timbunan sampah dan pemilahan sampah seharusnya didukung dengan sarana dan prasarana yang mendukung penyelesaiannya. Salah satu inovasi yang dikembangkan berupa tempat sampah terintegrasi dengan empat kopartmen dan berdinding transparan. Hal ini untuk mempermudah mengidentifikasi jenis sampah dan mendorong keterlibatan masyarakat dalam memilah sampah. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur tingkat penerimaan tempat sampah berdinding transparan dalam meningkatkan pemilahan sampah di fasilitas umum seperti di pasar, kampus dan perkantoran di Kota Denpasar. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif melalui observasi dan wawancara terhadap 197 responden yang tersebar di tiga lokasi fasilitas umum di Kota Denpasar. Data penelitian disajikan dalam bentuk statistik deskriptif. Hasil menunjukkan bahwa 85% responden telah memilah sampah sesuai jenisnya, dan 66% mampu melakukan identifikasi serta pembuangan sampah dengan cepat. Tingkat penerimaan masyarakat terhadap desain sampah tempat transparan ini (97,4±8,8), dengan tingkat penerimaan sebesar 92,4%. Nilai ini menunjukkan tingkat penerimaan terhadap tempat sampah transparan sangat tinggi dengan variasi yang relatif rendah di antara responden. Tingkat penerimaan ini menunjukkan bahwa desain tempat sampah transparan sangat informatif dan fungsional serta memiliki dampak yang mendorong perubahan perilaku masyarakat menuju pengelolaan sampah yang lebih efektif dan berkelanjutan. Permasalahan timbulan dan pemilahan sampah perlu didukung oleh sarana dan prasarana yang mendukung penyelesaiannya. Salah satu inovasi yang dikembangkan adalah tempat sampah terpadu dengan empat kompartemen dan dinding transparan. Hal ini untuk memudahkan identifikasi jenis sampah dan mendorong keterlibatan masyarakat dalam pemilahan sampah. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur tingkat penerimaan tempat sampah berdinding transparan dalam meningkatkan pemilahan sampah di fasilitas umum seperti pasar, kampus, dan perkantoran di Kota Denpasar. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif melalui observasi dan wawancara terhadap 197 responden yang tersebar di tiga lokasi fasilitas umum di Kota Denpasar. Data penelitian disajikan dalam bentuk statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 85% responden telah memilah sampah sesuai jenisnya, dan 66% mampu mengidentifikasi dan membuang sampah dengan cepat. Tingkat penerimaan masyarakat terhadap desain tempat sampah transparan sebesar (97,4±8,8), dengan tingkat penerimaan sebesar 92,4%. Nilai ini menunjukkan tingkat penerimaan terhadap tempat sampah transparan sangat tinggi dengan variasi antar responden yang relatif rendah. Tingkat penerimaan ini menunjukkan bahwa desain tempat sampah transparan sangat informatif dan fungsional serta berdampak mendorong perubahan perilaku masyarakat menuju pengelolaan sampah yang lebih efektif dan berkelanjutan.
Timbulan dan Pemilahan Sampah pada Sekolah Dasar di Kecamatan Denpasar Barat Yolanda Adella Putri Aulani; Ida Ayu Gede Bintang Madrini; Gede Arda
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 14 No 2 (2026): INPRESS
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kurangnya pemahaman siswa dalam pemilahan sampah menjadi penyebab sampah belum diolah dengan tepat dan membebani sampah yang masuk ke TPA. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berat dan volume timbulan sampah, komposisi sampah serta mengetahui tingkat pemilahan sampah di lingkungan sekolah dasar di kota Denpasar Barat. Penelitian ini dilakukan di 55 sekolah dasar di Denpasar Barat. Penelitian ini menggunakan 2 jenis data yaitu  data primer dan data sekunder. Data primer meliputi data berat sampah dan volume sampah. Data sekunder dengan studi literatur dan melakukan wawancara dengan pihak sekolah mengenai berapa jumlah warga dari masing-masing sekolah, dan sistem pengelolaan sampah. Dari hasil perhitungan, berat timbulan sampah yaitu 542,48 kg/hari dan volume 11,71 m3/hari. Komposisi sampah yaitu sampah daun 35%, sampah plastik 25%, sampah kertas 18%, sampah botol plastik 12%, sampah kaleng 9%, dan residu sebanyak 1%. Sejumlah 8 sekolah yang belum menerapkan penanganan sampah dan sisanya sudah melakukan penanganan sampah dengan bekerjasama dengan bank sampah Skor tingkat pemilahan sampah terendah yaitu 0 diperoleh oleh 8 sekolah, sedangkan skor tertinggi yaitu 100 diperoleh 3 sekolah. Skor yang paling sering muncul adalah 81, sebanyak 15 sekolah. Dari hasil penelitian,  sebanyak 57% masuk kategori sangat baik, 27% baik, dan 8% untuk kategori buruk dan sedang. Sekolah dengan kategori sangat baik dan baik tersebut terdapat program-program seperti bank sampah yang mempengaruhi tingkat pemilahan sampah.  Hal ini menunjukkan tingkat pemilahan sampah pada Sekolah Dasar di Denpasar Barat sudah tergolong baik. Abstract The lack of students’ understanding of waste segregation causes waste to be improperly processed and increases the burden on waste entering the landfill. This study aims to determine the weight and volume of waste generation, waste composition, and the level of waste segregation in primary schools in West Denpasar City. The study was conducted in 55 primary schools in West Denpasar. Two types of data were used: primary data and secondary data. Primary data included waste weight and waste volume, while secondary data were obtained through literature studies and interviews with school representatives regarding the number of school members and waste management systems. The results showed that the total waste generation was 542.48 kg/day with a volume of 11.71 m³/day. The waste composition consisted of leaf waste (35%), plastic waste (25%), paper waste (18%), plastic bottles (12%), cans (9%), and residue (1%). A total of eight schools had not implemented waste management, while the rest had managed waste in collaboration with waste banks. The lowest waste segregation score, 0, was obtained by eight schools, while the highest score, 100, was achieved by three schools. The most frequent score was 81, recorded by 15 schools. The study found that 57% of schools were categorized as very good, 27% as good, and 8% as poor or fair. Schools in the very good and good categories implemented programs such as waste banks, which influenced the level of waste segregation. This indicates that waste segregation in primary schools in West Denpasar is generally considered good.
Rancang Bangun Pintu Intake Irigasi Berbasis Mikrokontroler dan IoT (Internet of Things) Pada Kondisi Pengolahan Tanah di Subak Oktoberlin Sahat Marulitua Silalahi; I Putu Gede Budisanjaya; I Wayan Tika
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 14 No 1 (2026): Inpress
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/jbeta.2026.v14.i01.p19

Abstract

Irigasi merupakan salah satu faktor penting dalam mendukung keberhasilan pertanian,yang termasuk pada sistem tradisional Subak di Bali. Namun, pengelolaan air pada Subak masih didominasi metode manual yang kurang efisien dan berpotensi menyebabkan ketidakseimbangan distribusi air. Penelitian ini bertujuan merancang bangun pintu intake irigasi berbasis mikrokontroler ESP32 dan Internet of Things (IoT) guna meningkatkan efisiensi pengelolaan air, khususnya pada tahap pengolahan tanah. Sistem dirancang menggunakan sensor ultrasonik HC-SR04 untuk memantau ketinggian air, motor stepper NEMA 17 sebagai aktuator, serta aplikasi Blynk sebagai antarmuka kontrol manual maupun otomatis. Hasil pengujian menunjukkan sensor mampu membaca ketinggian air dengan rata-rata akurasi 98,77% dan tingkat kesalahan 1,23%. Pintu irigasi dapat beroperasi secara otomatis sesuai ketinggian air maupun manual melalui aplikasi Blynk tanpa keterlambatan signifikan. Penerapan sistem ini diharapkan dapat mengurangi beban kerja petani ,meningkatkan presisi distribusi air, serta menunjukkan potensi integrasi teknologi IoT dalam mendukung sistem irigasi tradisional menuju konsep pertanian cerdas (smart farming) yang berkelanjutan.