cover
Contact Name
Sri Handayani Nofiyanti
Contact Email
handayaninofiyanti@unud.ac.id
Phone
+6281339409979
Journal Mail Official
jurnalbetatep@unud.ac.id
Editorial Address
Jl. Raya Kampus Unud No.2013, Jimbaran, Kec. Kuta Sel., Kabupaten Badung, Bali 80361
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian)
Published by Universitas Udayana
ISSN : -     EISSN : 25023012     DOI : https://doi.org/10.24843/JBETA.2025.v13.i02
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) memuat hasil penelitian di bidang teknik biosistem (biosystem engineering). Cakupan dari jurnal ini merentang dari aplikasi ilmu keteknikan untuk pertanian. Diantara bidang ilmu tersebut, yang menjadi fokus adalah Bidang Manajemen Keteknikan Pertanian, Teknologi Pascapanen khususnya produk Hortikultura, Rekayasa dan Ergonomika, Konservasi Sumber Daya Alam, serta khusus tentang aplikasi Instrumentasi dan Sistem kontrol dalam bidang pertanian.
Arjuna Subject : -
Articles 740 Documents
Evaluasi Kinerja Supplier dalam Rantai Pasok Makanan di PT Aerofood ACS Unit Denpasar dengan Metode AHP (Anallytical Hierarchy Process): Supplier Performance Evaluation in The Food Supply Chain at PT Aerofood ACS Denpasar Unit using The Analytical Hierarchy Process (AHP) Dendi Ambarita; I Gusti Ngurah Apriadi Aviantara; I Made Supartha Utama
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 13 No 2 (2025): September
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/j.beta.2025.v13.i02.p20

Abstract

Penilaian kinerja pemasok merupakan bagian krusial dalam menjaga kelancaran rantai pasok khususnya di industri katering penerbangan. Studi ini dilakukan di PT Aerofood ACS Unit Denpasar dengan memanfaatkan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) untuk mengevaluasi enam pemasok utama berdasarkan enam kriteria penilaian, yakni: kualitas, harga, ketepatan, fleksibilitas, konsistensi, dan hubungan komunikasi. Dari hasil perhitungan bobot rata-rata oleh tiga responden, kriteria hubungan komunikasi memperoleh bobot tertinggi sebesar 1,340, diikuti konsistensi (1,040) dan kualitas (0,938), yang menandakan bahwa interaksi yang baik dan kesinambungan layanan sangat berpengaruh terhadap performa supplier. Berdasarkan hasil akhir perhitungan AHP, PT ABX menempati peringkat tertinggi sebagai pemasok paling unggul. Hasil ini menekankan bahwa hubungan kerja yang efektif antara perusahaan dan pemasok merupakan faktor penting dalam memastikan keberlanjutan dan kualitas pasokan.
Pengaruh Variasi Ketebalan Kemasan Plastik Polypropylene terhadap Kualitas Selada Romaine (Lactuca sativa var. Longifolia) Selama Proses Penyimpanan Suhu Rendah Sultan Volda Martua Haloho; Ida Bagus Putu Gunadnya; I Wayan Tika; I Gusti Ngurah Apriadi Aviantara
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 14 No 1 (2026): Inpress
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/jbeta.2026.v14.i01.p14

Abstract

Selada Romaine (Lactuca sativa var. longifolia) merupakan sayuran yang rentan mengalami kerusakan pasca panen sehingga memerlukan penanganan yang tepat untuk mempertahankan kualitasnya. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pengaruh variasi ketebalan plastik Polypropylene (PP) terhadap kualitas selada romaine selama penyimpanan suhu rendah dan menentukan ketebalan plastik PP terbaik sebagai bahan pengemas. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 5 perlakuan yaitu P0 (kontrol tanpa kemasan), P1 (plastik PP 0,02 mm), P2 (plastik PP 0,03 mm), P3 (plastik PP 0,04 mm), dan P4 (plastik PP 0,05 mm). Parameter yang diamati meliputi susut bobot, perubahan warna, tekstur, dan uji organoleptik (tingkat kesegaran). Data hasil penelitian akan dianalisis dengan melakukan uji sidik ragam atau uji anova. Apabila hasil uji sidik ragam atau hasil uji anova menyatakan perlakuan berpengaruh nyata terhadap selada romaine selama masa penyimpanan, maka analisis data akan dilanjutkan pada tahap uji lanjut yaitu dengan melakukan uji Beda Nyata Terkecil (BNT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengemasan menggunakan plastik PP berpengaruh nyata dalam mengurangi susut bobot pada hari ke-6 dan ke-9, dengan kontrol mengalami susut bobot tertinggi (26,07%). Perlakuan P4 menunjukkan stabilitas warna terbaik dan konsistensi tingkat kesegaran tertinggi (3,64) dibandingkan kontrol (1,44). Pada parameter tekstur, perlakuan S1 dan S4 memberikan stabilitas terbaik dalam mempertahankan tekstur selada romaine. Dapat disimpulkan bahwa penggunaan plastik PP memberian pengaruh positif dalam mempertahankan kualitas selada romaine selama penyimpanan dan plastik dengan ketebalan maksimal (0,05 mm) merupakan pilihan terbaik untuk mempertahankan kualitas selada romaine selama penyimpanan 12 hari pada suhu rendah.
Perubahan Sebaran Sifat Fisik Tanah Akibat Pengaplikasian Jerami Padi (Oryza Sativa. L) Terfermentasi Kadek Andre Jaya Kusuma; I Made Anom Sutrisna Wijaya; Ida Ayu Gede Bintang Madrini
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 14 No 1 (2026): Inpress
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/jbeta.2026.v14.i01.p09

Abstract

Pertanian padi adalah salah satu sektor yang sangat penting bagi ketahanan pangan sebuah negara, pemanfaatan bahan organik seperti jerami padi (Oryza sativa L.) yang telah melalui proses fermentasi menjadi strategi penting dalam perbaikan kualitas tanah khususnya pada sifat fisik tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan perubahan sifat fisik tanah dan perubahan sebaran sifat fisik tanah akibat pengaplikasian jerami padi (Oryza Sativa. L) terfermentasi. Parameter yang diamati meliputi berat volume (BV), berat jenis (BJ), porositas dan permeabilitas (K), serta menyajikan peta distribusi spasial sifat fisik dan perubahannya. Metode penelitian menggunakan enam kombinasi perlakuan pada jerami padi yang diaplikasikan pada lahan, yaitu kombinasi dosis inokulan Trichoderma yaitu 1 kali dan 2 kali dosis standar dengan kode (D). Dan lama fermentasi (m) 1, 2, dan 3 minggu. Masing-masing diulang tiga kali. Analisis dilakukan dengan pendekatan deskriptif dan spasial menggunakan interpolasi IDW/Kringking. Hasil penelitian memperoleh nilai sebaran dan nilai perubahan sebaran yang tertinggi/terlihat disetiap perlakuan yaitu pada analisis BV kode 2M1D sebesar 0,002 g/cm3, dengan nilai awal dari 1,15 menjadi 1,11 g/cm3. kemudian analisis BJ kode 3M1D sebesar 0,03 g/cm3, dengan nilai awal dari 2,54 menjadi 2,57 g/cm3. Pada analisis Porositas kode 2M2D turun sebesar 0,49 %, dengan nilai awal dari 44,78 menjadi 44,29 %, sedangkan pada analisis K menunjukan kode 3M2D sebesar yaitu 0,02 cm/jam, dengan nilai awal dari 2,9 menjadi 2,7 cm/jam. Dapat disimpulkan bahwa aplikasi jerami terfermentasi dapat merubah nilai dan sebaran sifat fisik tanah pada lahan pertanian.
Kinerja Kotak Berpendingin Thermoelektrik TEC1-12710 dengan Beban Pendinginan Buah Jeruk Siam Citrus nobilis Mikhail Akmal Mumtaz; Ida Bagus Putu Gunadnya; I Gusti Ketut Arya Arthawan; Ida Ayu Rina Pratiwi Pudja
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 14 No 1 (2026): Inpress
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/jbeta.2026.v14.i01.p20

Abstract

Kotak pendingin thermoelektrik merupakan salah satu alternatif sistem pendinginan ramah lingkungan yang mampu menggantikan sistem pendinginan konvensional berbasis kompresi uap. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengukur kinerja kotak berpendingin thermoelektrik tipe TEC1-12710 dengan mengalirkan air mengunakan sistem waterblock untuk mendinginkan sisi panas nya, dalam menurunkan suhu buah jeruk siam (Citrus nobilis) sebagai beban pendinginan. Penelitian dilaksanakan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial dengan dua faktor, yaitu variasi beban pendinginan (1 kg, 2 kg, dan 3 kg) dan lama penyimpanan (20, 40, dan 60 menit), yang masing-masing perlakuan diulang tiga kali. Parameter yang diamati meliputi suhu buah jeruk, suhu lingkungan, suhu udara dalam kotak pendingin, tegangan, arus DC, daya DC, dan nilai Coefficient of performance (COP). Dari hasil pengujian diperoleh perlakuan tidak berpengaruh nyata (p > 0,05) terhadap kinerja sistem pendingin. Nilai Coefficient of performance tertinggi dari perlakuan beban pendinginan berturut-turut 0,66; 0,62; dan 1,17 untuk beban pendinginan 1, 2, dan 3 kg. Sementara perlakuan berpengaruh nyata (p < 0,05) terhadap suhu pusat buah jeruk siam, suhu buah paling rendah yang dihasilkan kotak pendingin berturut-turut yaitu 24,6oC; 25,7 oC; dan 26,33 oC untuk beban pendinginan 1, 2, dan 3 kg. Uji BNT menunjukkan suhu buah terendah yang berbeda nyata (p < 0,05) dengan perlakuan lainnya diperoleh dari perlakuan beban pendinginan 1 kg dengan lama penyimpanan 1 jam dengan nilai 24,6oC.
Analisis Perbandingan dan Kinerja Sensor DHT22 dan DHT11 Berdasarkan Studi Literatur Prisma untuk Pengembangan IoT di Pertanian Lahan Rawa: The Comparative Analysis of DHT22 and DHT11 Sensor Performance Based On Prisma Literature Study for IoT Development in Swampland Agriculture Puspitahati Puspitahati; Anggriyani Anggriyani; Haisen Hower
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 13 No 2 (2025): September
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JBETA.2025.v13.i02.p16

Abstract

Penerapan Internet of Things (IoT) dalam sistem pertanian presisi menuntut penggunaan sensor yang akurat dan efisien untuk memantau parameter lingkungan seperti suhu dan kelembaban, terutama pada wilayah beriklim rawa yang dinamis dan memiliki fluktuasi tinggi pada permukaan air. Lahan rawa lebak menjadi lokasi strategis bagi pengembangan pertanian berkelanjutan karena perannya dalam mendukung ketahanan pangan nasional, meskipun produktivitasnya masih rendah akibat keterbatasan teknologi pemantauan lingkungan. Kondisi rawa lebak yang ditandai oleh perubahan muka air yang cepat, kelembaban tinggi, dan iklim mikro yang tidak stabil menuntut penggunaan sensor dengan akurasi serta bisa memiliki keandalan tinggi. Penelitian ini bertujuan membandingkan kinerja dua sensor suhu dan kelembaban, yakni DHT22 dan DHT11, pada sistem pemantauan berbasis Arduino Uno R3 untuk mendukung pengelolaan pertanian rawa. Metode penelitian menggunakan pendekatan Systematic Literature Review (SLR) dengan panduan PRISMA. Dari 150 artikel yang dihimpun, sebanyak 47 publikasi memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis lebih lanjut. Hasil menunjukkan bahwa sensor DHT22 memiliki akurasi lebih tinggi (±0,5°C; ±2% RH), rentang pengukuran lebih luas, serta performa yang lebih stabil pada kelembaban tinggi dibandingkan DHT11 (±2°C; ±5% RH). Walaupun DHT11 lebih ekonomis dan cepat merespons, keterbatasannya menjadikannya kurang ideal untuk kondisi rawa lebak yang ekstrem. Arduino Uno R3 dinilai sebagai platform yang efisien untuk integrasi sistem pemantauan berbasis IoT secara real-time. Hasil penelitian ini memberikan rekomendasi teknis dalam pengembangan sistem pemantauan presisi di lahan rawa lebak guna meningkatkan produktivitas dan adaptasi terhadap perubahan iklim.
Studi Kinerja Sistem Keamanan Pangan Produk Selada Keriting (Lactuca sativa L.) dalam Proses Kreasi Nilai di Hotel Bintang Lima di Bali (Studi Kasus di Salah Satu Supplier Hotel Bintang Lima) Muhammad Ryzad Akbar; I Made Supartha Utama; Yohanes Setiyo
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 14 No 1 (2026): Inpress
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/jbeta.2026.v14.i01.p16

Abstract

Pertumbuhan industri perhotelan mewah di Bali telah meningkatkan permintaan akan produk hortikultura segar dengan standar keamanan pangan tinggi, termasuk selada keriting yang dikonsumsi mentah. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja sistem keamanan pangan yang diterapkan oleh intermediary X sebagai intermediary dalam rantai pasok hortikultura dan menganalisis persepsi nilai dari hotel-hotel bintang lima terhadap produk yang dipasok. Pendekatan penelitian menggunakan metode studi kasus evaluatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara mendalam, audit dokumen, dan analisis mikrobiologis menggunakan parameter Escherichia coli. Hasil penelitian menunjukkan bahwa intermediary X telah memenuhi sejumlah aspek mutu intrinsik dan layanan hotel, restoran, dan catering (HORECA) yang dibutuhkan hotel, sistem keamanan pangan yang diterapkan masih bersifat parsial dan belum terdokumentasi secara lengkap sesuai standar ISO 22000. Ditemukan pula adanya kesenjangan dalam aspek traceability, evaluasi pemasok, dan dokumentasi kebijakan keamanan pangan. Tingkat kontaminasi E. coli ditemukan pada titik T0 (7,4 & 16 MPN/gr), T1 (7,4 & <3 MPN/gr), dan T2 selama distribusi menunjukkan pentingnya peningkatan sistem sanitasi dan pengendalian pascapanen. Studi ini menekankan perlunya penguatan sistem keamanan pangan berbasis risiko untuk menjembatani kebutuhan pasar premium dan kondisi produksi lokal.
Perubahan Sebaran Spatio Temporal Kadar N, P, K, EC, dan pH Akibat Perlakuan Aplikasi Jerami Terfermentasi Selama Pertumbuhan Padi (Oryza Sativa. L) Mohammad Zidane Nazali; I Made Anom Sutrisna Wijaya; Ni Nyoman Sulastri
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 14 No 1 (2026): Inpress
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/jbeta.2026.v14.i01.p05

Abstract

Padi (Oryza sativa L.) merupakan salah satu tanaman pangan utama di dunia, khususnya di Asia. Menurut data Organisasi Pangan dan Pertanian PBB, lebih dari 3 miliar orang mengandalkan padi sebagai sumber utama karbohidrat. Tingkat kesuburan tanah sawah penting untuk diketahui guna mencegah kekurangan nutrisi ketersediaan unsur hara seperti Nitrogen (N), Fosfor (P), dan Kalium (K), serta parameter penting lainnya seperti Electrical Conductivity (EC) dan derajat keasaman (pH). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan sebaran spatio-temporal kadar N P K EC pH Akibat Pengaplikasian Jerami Padi (Oryza Sativa. L) Terfermentasi. Penelitian ini dilakukan di lahan percobaan Fakultas Teknologi Pertanian, Desa Jegu, Penebel, Tabanan. Metode penelitian menggunakan enam kombinasi perlakuan, yaitu kombinasi lama fermentasi (1, 2, dan 3 Minggu) dan dosis Trichoderma (1 dan 2 Dosis standar), masing-masing diulang tiga kali. Penelitian ini menggunakan analisis spasial dan temporal. Data hasil pengukuran menggunakan soil sensor akan dianalisis menggunakan Microsoft Excel dan QGIS dengan metode interpolasi Kriging. Hasil penelitian menunjukkan, perlakuan 1 Dosis 3 Minggu fermentasi (1D3M) menunjukkan hasil yang lebih baik dalam menjaga beberapa parameter kesuburan tanah. Kadar (N) menunjukkan peningkatan total sebesar 8 mg/kg. Kadar (P), peningkatan total sebesar 37 mg/kg. Kadar (K), peningkatan total sebesar 32 mg/kg, dan Kadar (EC) peningkatan total sebesar 74 µS/cm. Sementara itu, parameter pH pada semua perlakuan, termasuk kontrol, berhasil dipertahankan dalam kisaran ideal untuk pertumbuhan tanaman padi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penggunaan jerami padi terfermentasi dengan inokulan Trichoderma. mengalami perubahan peningkatan kadar N P K EC pH selama masa tanam berlangsung selama dua periode.
Pengaruh Ketebalan Plastik Polietilen Densitas Rendah Sebagai Bahan Kemasan Terhadap Mutu Selada Merah Selama Penyimpanan Suhu Rendah I Putu Adi Dharmadiaksa Putra; Ida Bagus Putu Gunadnya; I Gusti Ketut Arya Artawan; Mentari Kinasih
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 14 No 1 (2026): Inpress
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/jbeta.2026.v14.i01.p15

Abstract

Selada merah merupakan sayuran daun yang kaya serat dan nutrisi, namun sangat mudah rusak selama penyimpanan. Maka dari itu diperlukan metode penangan pascapanen yang efektif untuk mempertahankan mutu selama penyimpanan sayur selada merah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh ketebalan plastik LDPE terhadap mutu selada merah selama penyimpanan suhu rendah serta mengetahui pada ketebalan berapakah plastik LDPE dapat mempertahankan mutu selada merah. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan lima perlakuan ketebalan plastik LDPE: tanpa kemasan (kontrol), 0,2 mm, 0,3 mm, 0,4 mm, dan 0,5 mm. Parameter yang diamati meliputi susut bobot, tekstur, warna (ΔE dan chroma), serta uji organoleptik kesegaran. Hasil penelitian menunjukkan penegmasan dengan ketebalan plastik berpengaruh nyata (p < 0,05)  bahwa perlakuan S3 (0,4 mm) dan S4 (0,5 mm) paling efektif dalam menekan susut bobot, masing-masing mencapai hanya 4,79% dan 3,04% pada hari ke-12, jauh lebih rendah dibanding kontrol yang mencapai 55,22%. Nilai tekstur tertinggi pada hari ke-6 tercatat pada S3 sebesar 140,94 N, sedangkan nilai organoleptik kesegaran terbaik juga diperoleh pada S3 (4,31). Meskipun perbedaan yang signifikan secara statistik tidak muncul pada seluruh parameter, terdapat indikasi bahwa peningkatan ketebalan plastik LDPE berperan dalam memperlambat penurunan kualitas fisik dan sensori. Berdasarkan hasil tersebut penggunaan plastik LDPE dengan ketebalan 0,4–0,5 mm sangat berpengaruh terhadap mutu sayur selada merah serta dapat menjadi strategi pengemasan yang optimal untuk memperpanjang umur simpan dan menjaga mutu selada merah selama penyimpanan suhu rendah hingga 12 hari.
Dampak Lama Proses Aerasi Terhadap Pembuatan Bio-urine Rambu Aniny Arista Imelda Eky Rambu Andiny; Yohanes Setiyo; Gede Arda
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 14 No 1 (2026): Inpress
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JBETA.2026.v14.i01.p11

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama proses aerasi terhadap produksi biourin dari urin sapi. Selama penelitian dilakukan pengamatan terhadap empat parameter yaitu TDS (Total Dissolved Solids), EC (Electrical Conductivity), Ph (Derajat Keasaman), dan Temperatur. Temperatur fermentasi urin pada perlakuan A (pengadukan 0 menit), B (pengadukan 30 menit), C (pengadukan 60 menit), D (pengadukan 90 menit), dan E (pengadukan 120 menit). Titik puncak temperatur fermentasi dan gradien perubahan temperatur. Temperatur mengalami peningkatan pada perlakuan pengadukan nol menit, 30 menit, 60 menit, 90 menit, dan 120 menit berturut-turut yaitu: 0 – 9,56 hari, 0 – 9,02 hari, 0 – 7,31 hari, 0 – 6,0 hari, dan 0 – 7,65. Sedangkan temperatur mengalami penurunan mulai hari ke 9,56; 9,02; 7.31; 6.0 dan 7.65. Penurunan pH yang diamati selama fermentasi disebabkan oleh penguraian bahan organik oleh mikroorganisme menjadi senyawa yang lebih sederhana. Ini termasuk asam organik, selama dekomposisi molase dan pematangan POC. Akibatnya, pelepasan kation berkurang dan produksi asam meningkat, yang mengakibatkan penurunan pH. Laju peningkatan TDS dalam urin sapi fermentasi dengan perlakuan (P1, P2, P3, P4, dan P5) Pada semua perlakuan, hubungan antara waktu fermentasi dan nilai TDS bersifat linear, dengan nilai TDS meningkat seiring bertambahnya waktu fermentasi. Hasil ANOVA menunjukkan perbedaan nilai EC yang signifikan antar perlakuan (P1, P2, P3, P4, dan P5) selama fermentasi dan di akhir proses. Hasil uji Duncan menunjukkan bahwa pengadukan selama 120 menit merupakan perlakuan terbaik untuk nilai EC. Perubahan nilai EC bio-urin berkaitan dengan proses fermentasi, perubahan pH, dan nilai TDS.
Efisiensi Penggunaan Air Irigasi Pada Tingkat Subak, Tempekan, dan Petakan Teresia Dimu; I Wayan Tika; I Made Supartha Utama; Sumiyati Sumiyati; Ni Nyoman Sulastri
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 14 No 1 (2026): Inpress
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/jbeta.2026.v14.i01.p17

Abstract

Distribusi air pada tingkat subak, tempekan dan petakan yang tidak  merata dan tidak sesuai sehingga menyebabkan tidak efisiennya penggunaan air. Tujuan penelitian dilakukan untuk mengetahui efisiensi penggunaan air irigasi pada tingkat subak, tempekan dan petakan sawah. Lokasi penelitian berada di Subak Suala, Subak Sigaran, dan Subak Jegu, yang termasuk dalam wilayah Daerah Aliran Sungai (DAS) Tukad Yeh Ho, Kabupaten Tabanan, Provinsi Bali. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode analisis kuantitatif dengan mengumpulkan data primer dan data sekunder. Data primer meliputi hasil ketersediaan air irigasi melalui pengukuran debit air di subak, tempekan dan sawah irigasi. Data sekunder diperoleh dari Nasa Power, BMKG Meteorologi I Gusti Ngurah Rai, dan Pekaseh. Hasil penelitian menunjukkan efisiensi penggunaan air irigasi memiliki standar 65% ke atas di Subak Suala, Sigaran, dan Jegu tergolong agak kurang pada semua tingkatan. Pada tingkat subak, Subak Suala mencapai 36,37%, Sigaran 33,41%, dan Jegu 47,67%. Di tingkat tempekan, Subak Suala mencatat Tempekan 1 26,99% dan Tempekan 2 26,07%, Subak Sigaran Tempekan 1 20,13% dan Tempekan 2 17,24%, serta Subak Jegu Tempekan 1 18,73% dan Tempekan 2 17,29%. Pada tingkat petakan, Subak Suala menunjukkan Petakan 1 11,93%, Petakan 2 16,92%, Petakan 3 12,59%; Subak Sigaran Petakan 1 17,74%, Petakan 2 11,86%, Petakan 3 6,09%; dan Subak Jegu Petakan 1 15,22%, Petakan 2 16,20%, Petakan 3 19,43%.