cover
Contact Name
Ni Luh Gde Sumardani
Contact Email
-
Phone
+6281338996609
Journal Mail Official
fapetmip@gmail.com
Editorial Address
Gd. Agrokompleks Lt.1 Fakultas Peternakan Universitas Udayana. Jl. PB. Sudirman Denpasar, Bali
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Majalah Ilmiah Peternakan
Published by Universitas Udayana
ISSN : 08538999     EISSN : 26568373     DOI : https://doi.org/10.24843/MIP
Majalah Ilmiah Peternakan (MIP) diterbitkan oleh Fakultas Peternakan Universitas Udayana. MIP terbit secara berkala, tiga kali dalam setahun, pada bulan Februari, Juni dan Oktober. MIP merangkum berbagai manuskrip di bidang peternakan seperti nutrisi, produksi, reproduksi, pasca panen (pengolahan dan tekhnologi) serta sosial ekonomi bidang peternakan. Manuskrip terbuka untuk para dosen dan peneliti yang berkaitan dengan bidang peternakan, serta terbuka untuk mahasiswa S1, S2, dan S3, dengan mengikuti kaidah yang telah ditetapkan oleh MIP.
Articles 374 Documents
ANALISIS PENDAPATAN USAHA PENGGEMUKAN BABI BALI YANG MENGGUNAKAN PAKAN KOMERSIAL (STUDI KASUS DI DESA GEROKGAK-BULELENG) I W., Sukanata; Putri, B. R. T.; ., Suciani; Suranjaya, I G.
Majalah Ilmiah Peternakan Vol 20 No 2 (2017): Vol 20, No 2 (2017)
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (295.17 KB) | DOI: 10.24843/MIP.2017.v20.i02.p04

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di Desa Gerokgak, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng dari bulan Agustushingga Oktober 2016. Tujuannya adalah untuk menganalisis seberapa besar pendapatan yang diperoleh peternakdari usaha penggemukan babi bali yang menggunakan pakan komersial. Sebanyak 60 ekor anak babi bali denganrata-rata umur 2 bulan digemukkan selama 1 bulan dengan menggunakan pakan komersial yang terdiri atas pollardan pakan pabrikan CP 551 dengan perbandingan 2:1. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rata-rata jumlahpakan yang dikonsumsi adalah 0,66 kg/ekor/hari. Usaha penggemukan babi bali dengan skala ini membutuhkanbiaya investasi pembangunan kandang dan peralatan sekitar 12 juta rupiah. Sedangkan biaya tetap dan biaya varibelyang diperlukan dalam satu periode produksi sebesar Rp. 33.866.667,-. Usaha ini mampu memberikan pendapatankepada peternak sebesar Rp. 5.133.333 (65.556/ekor) dengan R/C 1,15. Usaha ini mencapai titik impas (break evenpoint) pada jumlah pemeliharaan sebanyak 7 ekor, atau ketika harga babi Rp. 564.444/ekor. Kata kunci: babi bali, penggemukan, analisis pendapatan
DISKRIPSI DAN ANALISIS FAKTOR-FAKTOR PRODUKSI YANG MEMPENGARUHI PENDAPATAN PETERNAK PADA USAHA PENGGEMUKAN SAPI BALI BERSKALA KECIL SURANJAYA, I GEDE
Majalah Ilmiah Peternakan Vol 14, No 1 (2011)
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (284.339 KB)

Abstract

Penelitian yang bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis faktor-faktor produksi yang berpengaruhterhadap tingkat pendapatan peternak pada usaha penggemukan sapi bali skala kecil telah dilakukan di Desa DauhYeh Cane, Abiansemal-Badung. Penelitian menggunakan metode survai yang dilakukan terhadap 50 orang peternaksebagai responden yang dipilih secara purposif random sampling. Data yang dikumpulkan meliputi nilai jualternak, biaya pemeliharaan, jumlah pemilikan ternak, lama waktu pemeliharaan, umur sapi bakalan, bobot badanawal, bobot badan akhir (saat dijual), kapasitas kerja dan curahan waktu kerja peternak serta jumlah pemberianpakan. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara menggunakan daftar pertanyaan, kemudian data yangdiperoleh dianalisis secara deskriptif. Untuk melihat peranan faktor-faktor produksi yang dilibatkan itu digunakanpendekatan model linear aditif dan kemudian analisis dilakukan dengan metoda regresi berganda, dilanjutkan denganstepwise. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pendapatan peternak secara nyata (P<0,05) dipengaruhibersama-sama oleh faktor skala pemilikan ternak (X1), umur bakalan (X2), lama pemeliharaan (X3), kapasitaskerja (X4), curahan waktu kerja (X5) dan jumlah pemberian pakan (X6) dengan nilai koefisien determinasi (R2) =0,591. Dari kesemua faktor tersebut maka faktor umur bakalan, lama waktu pemeliharaan dan jumlah pemberianpakan memberikan pengaruh yang nyata, namun faktor lama waktu pemeliharaan adalah faktor produksi yangmemberikan pengaruh yang paling besar terhadap tingkat pendapatan peternak dengan koefisien determinasi (R2)= 0,458.
PENGARUH PENGGUNAAN LEMAK SAPI DALAM RANSUM SEBAGAI PENGGANTI SEBAGIAN ENERGI JAGUNG TERHADAP BERAT BADAN AKHIR DAN PROSENTASE KARKAS ITIK BALI UDAYANA, I. D. G. ALIT
Majalah Ilmiah Peternakan Vol 8 No 2 (2005)
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (40.358 KB)

Abstract

RINGKASAN Penelitian untuk mempelajari pengaruh penggunaan lemak sapi sebagai pengganti sebagian energi jagung terhadap pencapaian berat badan akhir dan prosentase karkas pada itik bali telah dilaksanakan di Denpasar. Digunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial 2 x 6 dengan 3 ulangan dan setiap ulangan terdiri atas 6 ekor itik bali umur sehari ( day old ducklings ). Faktor pertama adalah 2 jenis kelamin ( jantan dan betina ), sedangkan faktor kedua adalah perlakuan ransum, yaitu 6 jenis ransum yang menggunakan lemak sapi, masing-masing sebagai pengganti 0, 10, 20, 30, 40, dan 50 % energi jagung. Tidak terdapat interaksi antara jenis kelamin dan penggunaan lemak sapi sebagai pengganti sebagian energi jagung pada semua peubah yang diamati. Penggunaan lemak sapi sebagai pengganti 40 % energi jagung atau lebih secara nyata (P<0,05) menurunkan pertambahan berat badan dan pencapaian berat badan akhir. Prosentase karkas dari itik yang mengkonsumsi ransum dengan penggunaan lemak sapi sebagai pengganti 50 % energi jagung nyata (P<0,05) lebih rendah dari itik pada yang ransumnya tanpa lemak sapi (control).
PERFORMAN BROILER YANG DIBERI RANSUM MENGANDUNG TEPUNG KULIT BUAH NAGA TANPA DAN DENGAN Aspergillus niger TERFERMENTASI I, Astuti; I M, Mastika; G A M K, Dewi
Majalah Ilmiah Peternakan Vol 19 No 2 (2016): Vol 19, No 2 (2016)
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (324.032 KB) | DOI: 10.24843/MIP.2016.v19.i02.p04

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh pemberian tepung kulit buah naga tanpa atau terfermentasidalam ransum terhadap performans ayam broiler. Rancangan acak lengkap (RAL) dengan 7 perlakuan dan 3ulangan digunakan dalam penelitian ini. Penelitian menggunakan ayam broiler jantan umur dua minggu sebanyak84 ekor. Perlakuan adalah ransum tanpa menggunakan tepung kulit buah naga (kontrol atau P0), ransum denganmenggunakan tepung kulit buah naga 2% (P1), ransum dengan menggunakan tepung kulit buah naga terfermentasi2% (P2), ransum dengan menggunakan tepung kulit buah naga 4% (P3), ransum dengan menggunakan tepungkulit buah naga terfermentasi 4% (P4), ransum dengan menggunakan tepung kulit buah naga 6% (P5), ransumdengan menggunakan tepung kulit buah naga terfermentasi 6% (P6). Peubah yang diamati konsumsi pakan,pertambahan bobot badan, konversi pakan, mortalitas dan persentase bagian-bagian karkas. Hasil penelitianmenunjukkan ransum mendapat tepung kulit buah naga tanpa dan dengan terfermentasi berbeda tidak nyata(P>0,05) terhadap konsumsi pakan, pertambahan bobot badan, konversi pakan dan mortalitas. Sama halnyadengan persentase bagian-bagian karkas ayam broiler yang meliputi persentase dada, persentase sayap, persentasepaha, dan persentase punggung menunjukkan hasil yang berbeda tidak nyata (P>0,05). Pemberian tepung kulitbuah naga tanpa dan dengan terfermentasi sampai level 6% dapat diberikan pada ternak ayam broiler.
THE STUDY ON IN VITRO DIGESTIBILITY OF SOAKED PALM OIL FIBER BY FILTRATED PALM OIL FRUIT BUNCH ASH Darmawan, Ari L.; IRAWAN, ASEP; DHALIKA, TIDI; TARMIDI, ANA R.; -, MANSYUR; BUDIMAN, ATUN; KAMIL, KURNIA A.; HERNAMAN, IMAN
Majalah Ilmiah Peternakan Vol 17 No 1 (2014): Vol 17, No 1 (2014)
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (468.711 KB) | DOI: 10.24843/MIP.2014.v17.i01.p01

Abstract

Palm oil fiber has its potency as feed fiber source for ruminant, but contains high lignin and causes limited digestibility. This research was carried out to find the effect of soaking palm oil fiber in filtrated palm oil fruit bunch ash (FPOFBA) on in vitro digestibility. This experiment used a completely randomized design that repeated for 4times. Palm oil fruit bunch ash was mixed in water and entered into container for 24 hours within concentrations, consists of: 50, 100, 150 and 200 g/L. Moreover, this filtrate used to soak palm oil fiber for 3 hours. The processed products were analyzed for their level of lignin and crude fiber. Meanwhile, in vitro test was used to measure digestibility. It showed that soaking in filtrated palm oil fruit bunch ash gave significant effect to decrease level of lignin and crude fiber (P<0.05), and without soaking to improve digestibility of dry and organic matter compared to control treatment (P<0.05). Treatment with 150 g/L and 200 g/L using filtrated palm oil fruit bunch ash produced low level of lignin (P<0.05), as of: 17.25 and 18.53%. In contrast, within concentration of 150 g/L produced higher level of crude fiber compared to 200 g/L (46.04 vs. 43.87%). This seemed to have the same results in digestibility of dry and organic matter (P>0.05), such as 23.48 and 24.12% as well as 16.70 and 17.06 % in each. It can be concluded that soaked palm oil fiber with 150 g/L concentration of filtrated palm oil fruit bunch ash was more effective in improving digestibility.
CHARACTERISTICS OF BALI PIG AND LANDRACE PIG CARCASS USED AS A RAW MATERIAL FOR SUCKLING PIG SRIYANI N. L. P.; I N.T. ARIANA
Majalah Ilmiah Peternakan Vol 21 No 2 (2018): Vol 21, No 2 (2018)
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (332.63 KB) | DOI: 10.24843/MIP.2018.v21.i02.p03

Abstract

This study aims to determine the differences of carcass characteristics of the two different breeds, such as balipig and landrace pig. These domesticated animals used as raw material for suckling pig. A complete randomizeddesign (CRD) was used with two different pigs, bali pig with traditional maintenance management and landrace pigwith intensive maintenance management. Both species were used as samples between 2-3 months. They are testedusing T Test (Two Independent Tests). The research was conducted at traditional slaughter housing for the needsof suckling pig. It showed that 16.17 kg weight of bali pig used for suckling pig which is significantly lower (P<0.05)than 35.06 kg of landrace pigs. The carcass weight of bali pig is 10.77 kg significantly lower (P<0.05) than 25.65 kgof landrace pig. The percentage of bali pig carcass is 66.98% significantly lower (P<0.05) than 73.12% landrace pigs.The value of fleshing index of bali pig carcass is 0.22 significantly lower (P<0.05) than 0.38 landrace pigs. Back fatthickness of bali pigs is 11.2 mm significantly higher (P<0.05) than 8.1 mm landrace pigs. It can be concluded thatthe quality of bali pig carcass is lower better compared to landrace pig carcass.
PENAMPILAN DAN KOMPOSISI FISIK KARKAS AYAM KAMPUNG YANG DIBERI JUS DAUN PEPAYA TERFERMENTASI DALAM RANSUM KOMERSIAL Sukmawati, N. M. S.; Sampurna, I. P.; Wirapartha, M.; Siti, N. W.; Ardika, I. N.
Majalah Ilmiah Peternakan Vol 18 No 2 (2015): Vol 18, No 2 (2015)
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (278.16 KB) | DOI: 10.24843/MIP.2015.v18.i02.p01

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jus daun pepaya terfermentasi dalam ransum komersial terhadap penampilan dan omposisi fisik karkas ayam kampung umur 4-16 minggu. Rancangan yang igunakan adalah rancangan acak kelompok (RAK) dengan 4 perlakuan dan 4 kelompok sebagai ulangan. Masingmasing kelompok menggunakan 5 ekor ayam kampung dengan berat badan berkisar antara 62-149 g. Keempat perlakuan tersebut adalah: A) ransum komersial tanpa jus daun pepaya terfermentasi sebagai kontrol; B) ransum komersial+8% jus daun pepaya terfermentasi; C) ransum komersial+12% jus daun pepaya terfermentasi; dan D) ransum komersial+16% jus daun pepaya terfermentasi. Variabel yang diamati meliputi konsumsi ransum, berat badan akhir, pertambahan berat badan, konversi ransum (FCR) dan komposisi fisik karkas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi penurunan konsumsi ransum dan peningkatan berat badan akhir, pertambahan berat badan serta berat daging dalam karkas seiring dengan peningkatan level jus daun papaya, namun secara statistik berbeda tidak nyata (P>0,05). FCR menurun nyata (P<0,05) sebesar 20,04% dan berat karkas meningkat sebesar 21,60% pada perlakuan D, sementara perlakuan B dan C sama dengan kontrol. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa suplementasi jus daun pepaya terfermentasi dalam ransum komersial dapat meningkatkan berat karkas dan menurunkan FCR ayam kampung umur 4-16 minggu.
ANALISIS STRATEGI PEMASARAN DOC PEDAGING PADA PT X UNIT BALI PUTRI, BUDI RAHAYU TANAMA
Majalah Ilmiah Peternakan Vol 10 No 3 (2007)
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (63.426 KB)

Abstract

Abstrak Penelitian dilakukan pada salah satu perusahaan yang bergerak di bidang pemasaran DOC (day old chicks) pedaging pada makalah ini disebut PT X. Permasalahan yang dihadapi perusahaan adalah belum mampu menyusun strategi pemasaran yang tepat karena kurangnya informasi mengenai ”trend” dan jumlah permintaan DOC di Bali. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi internal dan eksternal yang dihadapi perusahaan dan menyusun rencana serta strategi yang tepat bagi pemasaran perusahaan. Penelitian ini dilaksanakan pada PT X unit Bali di Denpasar serta pengambilan data dari responden peternak dan pakar peternakan di Bali dengan metode survai. Design penelitian adalah riset deskriptif. Data yang diperoleh diolah dengan menggunakan analisis ”Internal Factor Evaluation - External Factor Evaluation” (IFE - EFE) serta matriks Internal-Eksternal (IE). Hasil penelitian menunjukkan bahwa PT X Unit Bali berada pada sel IV, yang masuk ke dalam kelompok pertama yaitu strategi tumbuh dan bina. Formulasi strategi yang disarankan adalah : 1) melakukan riset pasar; 2) melakukan promosi penjualan dan 3) melakukan analisis kembali terhadap sistem dalam pola kemitraan yang telah diterapkan agar mampu menyerap lebih banyak DOC. ANALYSIS ON THE MARKETING STRATEGY OF DOC BROILER AT PT X OF BALI UNIT Abstract PT X of Bali Unit is one of the companies in marketing of broiler DOC (Day Old Chicks). In the high competition of marketing, the company has to apply the right strategy to increase their own market share. The aims of this study are analyzing the internal and external factors faced by the company, setting up and recommending appropriate plan and strategy for the marketing of DOC at PT X in Bali. The study was conducted at PT X of Bali Unit, and some data sampling has been taken from broiler chicken breeders and animal husbandry scientists in Bali. The internal and external factor analysis and IE Matrix were used in this study. Based on the internal and external factor analysis and IE matrix, there are some alternative strategies suggest to the company : 1) Carry out a marketing research; 2) Carry out a marketing promotion; 3) Reanalyzing the partnership system.
PENGARUH LAMA PENYIMPANAN TERHADAP KUALITAS TELUR KONSUMSI AYAM KAMPUNG DAN AYAM LOHMAN BROWN Widyantara P. R. A; G. A. M. Kristina Dewi; I N. T. Ariana
Majalah Ilmiah Peternakan Vol 20 No 1 (2017): Vol 20, N0 1 (2017)
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (358.795 KB) | DOI: 10.24843/MIP.2017.v20.i01.p02

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama penyimpanan terhadap kualitas telur ayam kampungdan ayam Lohman Brown. Rancangan acak lengkap (RAL) pola faktorial dengan 2 faktor perlakuan yaitu telur ayamkampung dan ayam Lohmnan Browm dengan 4 faktor lama penyimpanan 0, 7, 14, 21 hari pada suhu ruang dan 3kali ulangan dan setiap ulangan terdiri dari 10 butir telur digunakan dalam penelitian ini. Hasi penelitian berupatelur dengan kualitas yang baik dengan lama penyimpanan yang optimal dengan menguji eksterior telur dan interiortelur seperti indeks telur, warna kuning telur, pH, Haugh Unit telur serta kandungan atau populasi mikroba yangtumbuh selama penyimpanan. Hasil penelitian menunjukkan terjadi perbedaan yang nyata (P<0,05) pada eksterioryaitu pada kebersihan dan tekstur permukaan telur, dan pada interior juga berbeda nyata secara statistik pada HUtelur, sedangkan perlakuan yang lainya tidak berbeda (P>0,05). Dapat disimpulkan bahwa perlakuan penyimpanan0, 7, 14, 21 hari pada telur ayam kampung dan telur ayam Lohman Brown secara eksterior dan interior mengalamipenurunan kualitas namun masih layak dikonsumsi hingga lama penyimpanan 21 hari dalam suhu ruang serta masihmenunjukkan nilai grade A dan cemaran mikroba masih dibawah Standar Nasional Indonesia (SNI).Kata kunci: ayam Lohman Brown, Haugh Unit, kualitas telur, penyimpanan, telur ayam kampong
STATUS FISIOLOGI BABI YANG DIBERI LARUTAN ORALIT SELAMA PENUNDAAN WAKTU PEMOTONGAN TIRTA ARIANA, I N.; LINDAWATI, S. A.; OKA, A. A.
Majalah Ilmiah Peternakan Vol 16, No 1 (2013)
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (356.213 KB) | DOI: 10.24843/MIP.2013.v16.i01.p07

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian larutan oralit pada babi selama penundaan waktu pemotongan terhadap kondisi fisiologisnya yang meliputi frekuensi nafas, suhu tubuh. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan pola faktorial 3X4 (4). Faktor pertama terdiri atas empat perlakuan, yaitu penundaan waktu pemotongan selama 1-6 jam (Lo), penundaan waktu pemotongan selama 20-24 jam (L1), penundaan waktu pemotongan selama 42-48 jam (L2), dan penundaan waktu pemotongan selama 64-72 jam (L3). Faktor kedua terdiri atas 3 (tiga) perlakuan, yaitu tanpa pemberian larutan oralit (Oo), pemberian laruran oralit (gula 150 gr + garam 15 gr) (O1), dan pemberian larutan oralit (gula 300 gr + garam 30 gr) (O2), sehingga ada 12 kombinasi perlakuan. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 4 kali, babi yang digunakan sebanyak 48 ekor. Hasil penelitian menunjukkan tidak terjadi interaksi antara larutan oralit yang diberikan pada setiap penundaan waktu pemotongan (P>0,05). Penundaan waktu pemotongan mempengaruhi frekuensi nafas, denyut nadi dan suhu tubuh ternak babi (P<0,05). Secara terpisah pemberian larutan oralit O1 dan O2 dengan nyata dapat memperbaiki status fisiologi babi selama penundaan waktu pemotongan. Kesimpulan dari hasil penelitian ini, penundaan pemotongan mempengaruhi status fisiologis babi, dan penundaan waktu pemotongan yang optimum adalah 1-2 hari (L1-L2), disarankan memberikan larutan oralit O1 setiap penambahan waktu pemotongan.

Filter by Year

2004 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 27 No 1 (2024): Vol. 27 No. 1 (2024) Vol 26 No 3 (2023): Vol. 26 No. 3 (2023) Vol 26 No 2 (2023): Vol. 26 No. 2 (2023) Vol 26 No 1 (2023): Vol. 26 No. 1 (2023) Vol 25 No 3 (2022): Vol. 25 No. 3 (2022) Vol 25 No 2 (2022): Vol. 25 No. 2 (2022) Vol 25 No 1 (2022): Vol 25, No 1 (2022) Vol 24 No 3 (2021): Vol. 24 No. 3 (2021) Vol 24 No 2 (2021): Vol. 24 No. 2 (2021) Vol 24 No 1 (2021): Vol. 24 No. 1 (2021) Vol 23 No 3 (2020): Vol. 23 No. 3 (2020) Vol 23 No 2 (2020): Vol. 23 No. 2 (2020) Vol 23 No 1 (2020): Vol. 23 No. 1 (2020) Vol 22 No 3 (2019): Vol. 22 No.3 (2019) Vol 22 No 2 (2019): Vol. 22 No.2 (2019) Vol 22 No 1 (2019): Vol. 22 No.1 (2019) Vol 21 No 3 (2018): Vol 21, No 3 (2018) Vol 21 No 2 (2018): Vol 21, No 2 (2018) Vol 21 No 1 (2018): Vol 21, No 1 (2018) Vol 20 No 1 (2017): Vol 20, N0 1 (2017) Vol 20 No 3 (2017): Vol 20, No 3 (2017) Vol 20 No 2 (2017): Vol 20, No 2 (2017) Vol 19 No 3 (2016): Vol 19, No 3 (2016) Vol 19 No 2 (2016): Vol 19, No 2 (2016) Vol 19 No 1 (2016): Vol 19, No 1 (2016) Vol 18 No 3 (2015): Vol 18, No 3 (2015) Vol 18 No 2 (2015): Vol 18, No 2 (2015) Vol 18 No 1 (2015): Vol 18, No 1 (2015) Vol 17 No 3 (2014): Vol 17, No 3 (2014) Vol 17 No 2 (2014): Vol 17, No 2 (2014) Vol 17 No 1 (2014): Vol 17, No 1 (2014) Vol 16, No 1 (2013) Vol 15, No 1 (2012) Vol 14, No 1 (2011) Vol 13, No 3 (2010) Vol 13 No 1 (2010) Vol 12 No 3 (2009) Vol 11 No 1 (2008) Vol 10 No 3 (2007) Vol 10 No 2 (2007) Vol 10 No 1 (2007) Vol 9 No 3 (2006) Vol 9 No 2 (2006) Vol 9 No 1 (2006) Vol 8 No 3 (2005) Vol 8 No 2 (2005) Vol 8 No 1 (2005) Vol 7 No 2 (2004) More Issue