cover
Contact Name
Ni Luh Gde Sumardani
Contact Email
-
Phone
+6281338996609
Journal Mail Official
fapetmip@gmail.com
Editorial Address
Gd. Agrokompleks Lt.1 Fakultas Peternakan Universitas Udayana. Jl. PB. Sudirman Denpasar, Bali
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Majalah Ilmiah Peternakan
Published by Universitas Udayana
ISSN : 08538999     EISSN : 26568373     DOI : https://doi.org/10.24843/MIP
Majalah Ilmiah Peternakan (MIP) diterbitkan oleh Fakultas Peternakan Universitas Udayana. MIP terbit secara berkala, tiga kali dalam setahun, pada bulan Februari, Juni dan Oktober. MIP merangkum berbagai manuskrip di bidang peternakan seperti nutrisi, produksi, reproduksi, pasca panen (pengolahan dan tekhnologi) serta sosial ekonomi bidang peternakan. Manuskrip terbuka untuk para dosen dan peneliti yang berkaitan dengan bidang peternakan, serta terbuka untuk mahasiswa S1, S2, dan S3, dengan mengikuti kaidah yang telah ditetapkan oleh MIP.
Articles 374 Documents
STUDY MIKROBIOLOGIS KEFIR DENGAN WAKTU SIMPAN BERBEDA Lindawati, S. A.; Sriyani, N. L. P.; Hartawan, M.; Suranjaya, I. G.
Majalah Ilmiah Peternakan Vol 18 No 3 (2015): Vol 18, No 3 (2015)
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (444.717 KB) | DOI: 10.24843/MIP.2015.v18.i03.p03

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas mikrobiologis kefir dengan waktu simpan sampai 12 haridengan bakteri asam laktat yang stabil. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan limaperlakuan dan setiap perlakuan terdiri dari empat ulangan. Kelima perlakuan itu adalah T0 (kefir dengan waktusimpan 0 hari), T3 (kefir dengan waktu simpan 3 hari), T6 (kefir dengan waktu simpan 6 hari), T9 (kefir denganwaktu simpan 9 hari), dan T12 (kefir dengan waktu simpan 12 hari). Hasil penelitian menunjukkan bahwa totalbakteri asam laktat pada kefir dengan waktu simpan 0-12 hari diperoleh 2,81.107 -9,65.107cfu/g. Kisaran nilai pHpada semua perlakuan berkisar antara 3,52-3,88, sedangkan total asam menunjukan bahwa semakin lama waktusimpan kefir semakin meningkat nilai total asamnya (1,75-5,57%) serta tidak ditemukan adanya pertumbuhanE.coli sebagai indikator bakteri sanitasi. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kefir dengan waktu simpansampai 12 hari pada suhu 5°C memiliki kualitas mikrobiologi yang baik dengan bakteri asam laktat berkisar antara2,81.107–5,98.107cfu/g; pH 3,52-3,88; total asam 1,75-3,45%; dan tidak ditemukan adanya pertumbuhan E. coli.
PERUBAHAN MIKROBIOLOGIS SELAMA FERMENTASI BEBONTOT (MICROBIOLOGICAL CHANGES DURING THE FERMENTATION OF BEBONTOT) HARTAWAN, MARTINI
Majalah Ilmiah Peternakan Vol 10 No 2 (2007)
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (187.534 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan mikrobiologis yang terjadi selama proses fermentasi bebontot (sosis tradisional Bali terfementasi). Bebontot dibuat sesuai dengan formulasi dan kondisi fermentasi alamiah di daerah asalnya yaitu : Tabanan, Karangasem, Bangli, dan Badung. Bebontot juga dibuat dengan menggunakan formulasi Badung dengan Lactobacillus plantarum sebagai kultur starter. Penelitian diulang dua kali. Pengambilan sampel dilakukan pada interval waktu 24 jam selama 96 jam fermentasi untuk keperluan analisis mikrobiologis. Penghitungan total mikroba dilakukan dengan metode hitungan cawan dengan sistem tuang, sedangkan total bakteri asam laktat (BAL) dan total Escherichia coli ditentukan dengan metode hitungan cawan dengan sistem permukaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa selama 96 jam fermentasi dari semua formulasi bebontot, terjadi peningkatan total mikroba dan total BAL berturut-turut dari 104 ? 106 koloni/gram menjadi 107 ? 109 koloni/gram dan dari 103 ? 104 koloni/gram menjadi 108 ? 109 koloni/gram, sedangkan total E. coli menurun dari 102 ? 103 koloni/gram menjadi 101 koloni/gram.
PENINGKATAN PRODUKTIVITAS KAMBING GEMBRONG YANG TERANCAM PUNAH MELALUI SUPLEMENTASI MULTI VITAMIN-MINERAL DALAM RANSUM BERBASIS HIJAUAN LOKAL Putri, Tjokorda Istri; Dewantari, Made
Majalah Ilmiah Peternakan Vol 20 No 2 (2017): Vol 20, No 2 (2017)
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (263.332 KB) | DOI: 10.24843/MIP.2017.v20.i02.p05

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas kambing gembrong yang terancam punah melaluisuplementasi multi vitamin-mineral dalam ransum berbasis hijauan lokal. Penelitian dilakukan di SentraPenangkaran di desa Tumbu Kab. Karangasem Bali menggunakan 10 ekor kambing gembrong yang sedangtumbuh. Ada dua perlakuan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu ransum kontrol berbasis hijauan lokal tanpasuplementasi dan ransum berbasis hijauan lokal dengan suplementasi multi vitamin-mineral. Peubah yang diamatimeliputi konsumsi nutrien ransum, sintesis protein mikroba rumen, pertambahan berat badan, dan efisiensipemanfaatan ransum (feed Conversion Ratio = FCR). Data yang diperoleh dianalisis dengan uji T pada probabilitas5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suplementasi vitamin dan mineral berpengaruh tidak nyata (P>0,05)terhadap konsumsi bahan kering, protein kasar, lemak kasar, serat kasar dan energi ransum, tetapi suplementasivitamin dan mineral nyata (P<0,05) meningkatkan efisiensi pemanfaatan ransum (nilai FCR lebih rendah) danmeningkatkan pertambahan bobot hidup ternak sebesar 17,81%. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwasuplementasi vitamin dan mineral dalam ransum berbasis hijauan lokal dapat meningkatkan efisiensi pemanfaatanransum dan pertambahan bobot hidup kambing gembrong sebesar 17,81%. Kata kunci: kambing gembrong, punah, suplementasi, hijauan local
PENGARUH MODEL LANTAI KANDANG DAN JENIS KELAMIN TERHADAP PENAMPILAN PRODUKSI ANAK BABI LEPAS SAPIH ARIANA, I N.TIRTA
Majalah Ilmiah Peternakan Vol 14, No 1 (2011)
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (293.292 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model lantai kandang terhadap penampilan produksi anakbabi lepas sapih. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap dengan pola faktorial 3x2(3). Faktor pertamaterdiri dari model lantai kandang dari sekam (LS), model lantai kandang panggung (LP), dan model lantai kandangdari beton (LB). Faktor kedua terdiri dari jenis kelamin jantan kastrasi (KJ) dan jenis kelamin betina (KB). Diperoleh6 (enam) kombinasi perlakuan dan 3 (tiga) ulangan. Setiap ulangan menggunakan 20 ekor babi, sehinggajumlah anak babi yang dipergunakan sebanyak 180 ekor. Hasil penelitian menunjukkan, tidak terjadi interaksiantara jenis kelamin dengan model lantai kandang (P>0,05). Penampilan produksi anak babi pada model lantaisekam tidak berbeda nyata dengan penampilan produksi pada model lantai panggung (P>0,05), namun nyatalebih tinggi penampilan produksinya jika dibandingkan dengan anak babi yang dipelihara pada model lantai beton(P<0,05). Disimpulkan bahwa pemeliharaan anak babi dengan model lantai sekam dan model panggung menghasilkanpenampilan produksi yang lebih baik jika dibandingkan dengan anak babi yang dipelihara pada modellantai beton.
PENAMPILAN AYAM PEDAGING YANG DIBERI PROBIOTIK (EM-4) SEBAGAI PENGGANTI ANTIBIOTIK WIRYAWAN, K.G.; SRIASIH, M.; WINATA, I. D. P.
Majalah Ilmiah Peternakan Vol 8 No 2 (2005)
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (40.029 KB)

Abstract

RINGKASAN Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi apakah probiotik EM-4 berpengaruh positif terhadap performa ternak ayam pedaging, dan apakah probiotik ini dapat menggantikan penggunaan antibiotik Sulfamix. Seratus ekor ayam pedaging (CP 707) umur satu minggu dialokasikan secara acak ke dalam empat kelompok perlakuan, yaitu To = Kontrol (tanpa probiotik), T1 = 3 cc antibiotik Sulfamix dalam 1 l air minum, T2 dan T3 masing-masing 1 cc dan 2 cc probiotik (EM-4) dalam 1 l air minum yang selalu tersedia. Masing-masing perlakuan terdiri atas lima ulangan dengan lima ekor ayam per unitnya. Diberikan pakan komersial dan air minum secara ad libitum sampai ayam berumur enam minggu. Ayam serta pakan yang diberikan dan sisanya ditimbang tiap minggu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian probiotik maupun antibiotik ternyata tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap konsumsi ransum, pertambahan berat badan, dan efisiensi penggunaan ransum. Pemberian 1 cc probiotik (T2) memberikan konsumsi ransum dan pertambahan berat badan nyata (P<0,05) lebih tinggi daripada pemberian antibiotik (T1) dan tidak berbeda nyata (P>0,05) dibandingkan dengan kontrol (To). Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pemberian antibiotic Sulfamix dalam ransum dan probiotik melalui air minum ternyata tidak berpengaruh terhadap penampilan ayam broiler umur 1-6 minggu. Pemberian probiotik (EM-4) pada dosis 1 cc/1 l air minum ternyata memberikan hasil yang lebih baik daripada pemberian antibiotic.
PERFORMANS AYAM BROILER YANG DIBERI PAKAN MENGANDUNG TEPUNG LUMPUR SAWIT TIDAK DAN DIFERMENTASI Aspergillus niger DENGAN ARAS YANG BERBEDA R, Fitro; I M, Mastika; G A M K, Dewi
Majalah Ilmiah Peternakan Vol 19 No 2 (2016): Vol 19, No 2 (2016)
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (346.219 KB) | DOI: 10.24843/MIP.2016.v19.i02.p05

Abstract

Penelitian ini mengkaji pengaruh pemanfaatan lumpur sawit tidak dan difermentasi terhadap performansbroiler. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 7 perlakuan dan 3 kali ulangan.Penelitian menggunakan broiler jantan umur 2 minggu sebanyak 84 ekor yang dibagi dalam 21 unit percobaan.Perlakuan yaitu P0: Ransum tanpa mengandung tepung lumpur sawit (Kontrol), P1: Ransum mengandung 5%tepung lumpur sawit, P2: Ransum mengandung 5% tepung lumpur sawit fermentasi, P3: Ransum mengandung 10%tepung lumpur sawit, P4: Ransum mengandung 10% tepung lumpur sawit fermentasi, P5: Ransum mengandung15% tepung lumpur sawit, dan P6: Ransum mengandung 15% tepung lumpur sawit fermentasi. Peubah yangdiamati meliputi pertambahan bobot badan, konsumsi pakan, konversi pakan, mortalitas, persentase karkas, kadarkolesterol dalam darah, dan nilai IOFCC. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertambahan bobot, konversi pakan,mortalitas, dan persentase karkas tidak berbeda nyata (P>0,05), konsumsi pakan antar perlakuan P0, P2, P4 tidakberbeda (P>0,05) dan berbeda (P<0,05) dengan P1, P3, P5, dan P6. Kadar kolesterol darah ayam antara perlakuanP0, P4, P5, dan P6 tidak berbeda (P>0,05), tetapi berbeda (P<0,05) dengan perlakuan P1, P2, P3. Pemberian pakanmengandung tepung lumpur sawit tidak dan difermentasi sampai level 15% dapat diberikan pada ternak ayambroiler tanpa menurunkan performans.
PENGARUH PENGGUNAAN POLLARD TERFERMENTASI DENGAN RAGI TAPE DALAM RANSUM TERHADAP PRODUKSI TELUR AYAM LOHMANN BROWN BIDURA, I G. N. G.; PUSPANI, E.; WARMADEWI, D. A.; SUSILA, T. G. O.; SUDIASTRA, I W.
Majalah Ilmiah Peternakan Vol 17 No 1 (2014): Vol 17, No 1 (2014)
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (475.522 KB) | DOI: 10.24843/MIP.2014.v17.i01.p02

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh penggunaan pollard terfermentasi oleh ragi tape terhadap produksi telur ayam Lohmann Brown umur 42-50 minggu. Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan tiga perlakuan dan enam kali ulangan dan setiap ulangan menggunakan dua ekor ayam Lohman Brown umur 42 minggu. Ransum yang digunakan selama penelitian mengandung protein kasar 17% dan energi metabolis 2750 kkal/kg. Ransum tanpa pollard (A) sebagai ransum kontrol, ransum dengan penggunaan 15% pollard (B), dan ransum dengan 15% pollard terfermentasi oleh ragi (C). Ransum dan air minum diberikan ad libitum. Variabel yang diamati, yaitu konsumsi ransum, berat telur total, berat telur rata-rata, jumlah telur, tebal kulit telur, berat jenis, warna kuning telur, efisiensi penggunaan ransum, dan kadar kolesterol telur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan 15% pollard terfermentasi oleh ragi (perlakuan C) ternyata tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap konsumsi ransum, berat telur, hen-day production, warna kuning telur, dan FCR dibandingkan dengan kontrol. Sebaliknya, secara nyata (P<0,05) menurunkan kadar kolesterol telur ayam. Penggunaan 15% pollard ternyata secara nyata (P<0,05) meningkatkan konsumsi ransum. Akan tetapi secara nyata (P<0,05) menurunkan efisiensi penggunaan ransum, hen-day production, dan tebal kulit telur dibandingkan dengan kontrol. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penggunaan 15% pollard dalam ransum ternyata menurunkan produksi telur, dan sebaliknya setelah mengalami fermentasi oleh ragi tape nyata memberikan hasil yang sama dengan kontrol serta mampu menurunkan kadar kolesterol telur ayam Lohmann Brown umur 42-50 minggu.
THE EFFECT OF FORAGE AND CONCENTRATE IN DIETS TO RESPOND RUMEN FERMENTATION AND MICROBIAL PROTEIN SYNTHESIS OF BALI HEIFER CALVES BUDIASA I K. M.; N. N. SURYANI; I W. SUARNA
Majalah Ilmiah Peternakan Vol 21 No 2 (2018): Vol 21, No 2 (2018)
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (346.967 KB) | DOI: 10.24843/MIP.2018.v21.i02.p04

Abstract

In order to fulfill the domestic meat requirements and reduce imports so government continually develop localbeef cattle based on their quantity and quality of meat. Among the local cattle in Indonesia, Bali cattle is the mostfavourite cattle (32.31%) considering on its meat quality. There were 12 calves used in this research with 100 kgof average body weight. The treatments were diet with 40% concentrate and 60% king grass (A); 45% concentrateand 55% king grass (B); 50% concentrate and 50% king grass (C); 55% concentrate and 45% king grass (D). Theexperiment was design in a completely randomized block design with four treatments and three replicates. Thevariables measured were rumen fermentation as of pH, NH3, total and pastial of VFA (acetic acid, propionic acidand butyric acid), microbial protein synthesis and protozoa populations. It showed that treatment D produce thehighest NH3 and total VFA, 14.66 mMol, and 165.38 mMol respectively compared to other treatments. Propionicacid was 27.87 mMol the highest in treatment D and 368.62 g/h/d microbial protein synthesis. It can be concludedthe higher proportion of concentrate in the bali heifer calves so the more energy supply, in this case, SPM availabilityfor the host animal is higher.
PENGUKURAN KOEFISIEN CERNA RANSUM DENGAN KELINCI HARLEQUIN Roni, N. G. K.; Mastika, I. M.
Majalah Ilmiah Peternakan Vol 18 No 2 (2015): Vol 18, No 2 (2015)
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (259.034 KB) | DOI: 10.24843/MIP.2015.v18.i02.p02

Abstract

Penelitian yang bertujuan untuk mengukur kecernaan dan koefisien cerna pakan telah dilaksanakan di Pusat Inkubator Agribisnis/Bisnis Pemda Bali, Pesanggaran, Denpasar. Sebanyak delapan ekor kelinci Harlequin umur delapan minggu yang terdiri atas empat ekor jantan dan empat ekor betina ditempatkan secara random. Rancangan acak lengkap dengan pola faktorial dua faktor yaitu faktor jenis kelamin (jantan vs betina) dan faktor pakan (jagung butiran vs konsentrat) dipergunakan dalam penelitian ini. Pakan dan air minum desediakan ad libitum. Penelitian berlangsung selama delapan minggu dan pengambilan sampel dengan pengukuran konsumsi pakan dan kotoran dilakukan setiap hari secara berturut-turut selama satu minggu. Hasil penelitian menujukkan bahwa kecernaan bahan kering, bahan organik, bahan anorganik dan protein tidak berbda nyata (P>0,05) antara perlakuan. Jenis kelamin tidak berpengaruh (P>0,05) terhadap kecernaan bahan tersebut di atas. Ada kecendrungan kecernaan bahan konsentrat lengkap lebih tinggi daripada jagung butiran, namun secara statistik tidak berbeda nyata (P>0,05). Koefisien cerna bahan kering, bahan organik, bahan anorganik dan protein mengikuti pola kecernaan bahan kering pakan dan tidak ada perbedaan yang nyata (P>0,05) di antara perlakuan. Koefisien cerna pakan yang dihasilkan oleh kelinci jantan sama dengan kelinci betina. Konsentrat cenderung mempunyai koefisien cerna lebih tinggi dibandingkan dengan jagung butiran walaupun secara statistik tidak berbeda nyata (P>0,05). Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kecernaan dan koefisien cerna konsentrat tidak berbeda dengan jagung butiran. Faktor jenis kelamin tidak berpengaruh terhadap kecernaan dan koefisien cerna pakan.
ANALISIS PENAWARAN AYAM PEDAGING (BROILER) DI TINGKAT PETANI HARTONO, GEORGIUS
Majalah Ilmiah Peternakan Vol 10 No 3 (2007)
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (172 KB)

Abstract

ABSTRAK Pembangunan usaha peternakan ayam pedaging (broiler) untuk meningkatkan produksi daging sangat dirasakan manfaatnya, terutama untuk mensubstitusi ternak sapi dan kerbau impor, yang populasinya menurun serta untuk menyediakan daging bagi masyarakat dengan harga murah, sehingga konsumsi protein hewani mereka dapat meningkat pula. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh harga ayam pedaging, harga DOC, harga pakan ayam, harga obat-obatan, dan upah tenaga kerja terhadap penawaran ayam pedaging. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif, sementara data dikumpulkan dengan metode survai. Sebanyak 60 responden dipilih sebagai sampel penelitian yang ditentukan secara purposif di antara 200 peternak ayam pedaging di Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara keseluruhan berbagai variabel independen yang meliputi harga ayam pedaging, harga DOC, harga pakan ayam, harga obat-obatan, dan upah tenaga kerja berpengaruh terhadap penawaran ayam pedaging, yang dianalisis dengan model fungsi penawaran trans log, dan secara individual masing-masing variabel independen tersebut mempunyai koefisien regresi 0,3688; 1,7079; -2,9779; 5,2588 dan 3.6565. THE ANALYSIS OF BROILER SUPPLY FARMING SUMMERY ABSTRACT Developing of broiler farming For increase meat production is assumed to be useful, especially to supply the substitution of beef and buffalo cattle import, in which their population decrease, besides to supply meat for society which low price so that their animal protein consumption can increase. The aim of this study was to know the effect of DOC price, woof chicken price, drug price, labor wage and broiler price to broiler supply. The descriptive method was used in this research, while the data was collected using survey method. The 60 respondents were selected purposively among the 200 of broiler farming at Suruh Sub District, Semarang regency. The results of this study indicated that on the whole the various variables study including DOC price, woof chicken price, drug price, labor wage and broiler price influenced broiler supply gained using the Trans log supply function model, and individually each having regression coefficients of 0,3688; 1,7079; -2,9779; 5,2588 and 3,6565.

Filter by Year

2004 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 27 No 1 (2024): Vol. 27 No. 1 (2024) Vol 26 No 3 (2023): Vol. 26 No. 3 (2023) Vol 26 No 2 (2023): Vol. 26 No. 2 (2023) Vol 26 No 1 (2023): Vol. 26 No. 1 (2023) Vol 25 No 3 (2022): Vol. 25 No. 3 (2022) Vol 25 No 2 (2022): Vol. 25 No. 2 (2022) Vol 25 No 1 (2022): Vol 25, No 1 (2022) Vol 24 No 3 (2021): Vol. 24 No. 3 (2021) Vol 24 No 2 (2021): Vol. 24 No. 2 (2021) Vol 24 No 1 (2021): Vol. 24 No. 1 (2021) Vol 23 No 3 (2020): Vol. 23 No. 3 (2020) Vol 23 No 2 (2020): Vol. 23 No. 2 (2020) Vol 23 No 1 (2020): Vol. 23 No. 1 (2020) Vol 22 No 3 (2019): Vol. 22 No.3 (2019) Vol 22 No 2 (2019): Vol. 22 No.2 (2019) Vol 22 No 1 (2019): Vol. 22 No.1 (2019) Vol 21 No 3 (2018): Vol 21, No 3 (2018) Vol 21 No 2 (2018): Vol 21, No 2 (2018) Vol 21 No 1 (2018): Vol 21, No 1 (2018) Vol 20 No 1 (2017): Vol 20, N0 1 (2017) Vol 20 No 3 (2017): Vol 20, No 3 (2017) Vol 20 No 2 (2017): Vol 20, No 2 (2017) Vol 19 No 3 (2016): Vol 19, No 3 (2016) Vol 19 No 2 (2016): Vol 19, No 2 (2016) Vol 19 No 1 (2016): Vol 19, No 1 (2016) Vol 18 No 3 (2015): Vol 18, No 3 (2015) Vol 18 No 2 (2015): Vol 18, No 2 (2015) Vol 18 No 1 (2015): Vol 18, No 1 (2015) Vol 17 No 3 (2014): Vol 17, No 3 (2014) Vol 17 No 2 (2014): Vol 17, No 2 (2014) Vol 17 No 1 (2014): Vol 17, No 1 (2014) Vol 16, No 1 (2013) Vol 15, No 1 (2012) Vol 14, No 1 (2011) Vol 13, No 3 (2010) Vol 13 No 1 (2010) Vol 12 No 3 (2009) Vol 11 No 1 (2008) Vol 10 No 3 (2007) Vol 10 No 2 (2007) Vol 10 No 1 (2007) Vol 9 No 3 (2006) Vol 9 No 2 (2006) Vol 9 No 1 (2006) Vol 8 No 3 (2005) Vol 8 No 2 (2005) Vol 8 No 1 (2005) Vol 7 No 2 (2004) More Issue