cover
Contact Name
Ni Luh Gde Sumardani
Contact Email
-
Phone
+6281338996609
Journal Mail Official
fapetmip@gmail.com
Editorial Address
Gd. Agrokompleks Lt.1 Fakultas Peternakan Universitas Udayana. Jl. PB. Sudirman Denpasar, Bali
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Majalah Ilmiah Peternakan
Published by Universitas Udayana
ISSN : 08538999     EISSN : 26568373     DOI : https://doi.org/10.24843/MIP
Majalah Ilmiah Peternakan (MIP) diterbitkan oleh Fakultas Peternakan Universitas Udayana. MIP terbit secara berkala, tiga kali dalam setahun, pada bulan Februari, Juni dan Oktober. MIP merangkum berbagai manuskrip di bidang peternakan seperti nutrisi, produksi, reproduksi, pasca panen (pengolahan dan tekhnologi) serta sosial ekonomi bidang peternakan. Manuskrip terbuka untuk para dosen dan peneliti yang berkaitan dengan bidang peternakan, serta terbuka untuk mahasiswa S1, S2, dan S3, dengan mengikuti kaidah yang telah ditetapkan oleh MIP.
Articles 374 Documents
THE EFFECTS OF ESSENTIAL AMINO ACID AND CHOLINE MIXTURE (AMINOVIT) SUPLEMENTATION IN TRADITIONAL FEED ON MALE BALI PIGS PERFORMANCE SUMADI I K.; I P. ARI ASTAWA; A. A. P. P. WIBAWA; A. W. PUGER
Majalah Ilmiah Peternakan Vol 21 No 1 (2018): Vol 21, No 1 (2018)
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (288.538 KB) | DOI: 10.24843/MIP.2018.v21.i01.p07

Abstract

This study was conducted to know the right amount of amino acid and choline (Aminovit) mixture in traditionalfeeds on male bali pigs for 12 weeks. The design used was a completely randomized design (CRD) with fourtreatments and each treatment consisted of 4 replications, so 16 male bali pigs using with a weight range of 11.60-14.10 kg. The feed treatment were P0 treatment: mixed base feed of 49.5% yellow maize and 49.5% pollard; P1:treatment P0 + 0,50% Aminovit; P2: P0 + 1.00% Aminovit; and P3: treatment P0 + 1.5 Aminovit. The performancemeasured were initial body weight, final body weight, body weight gain, feed intake, and feed conversion ratio(FCR). The results showed that increasing Aminovite in the feed increased of final body weight, body weight gainand feed consumption, and feed efficiency.
KAJIAN PEMANFAATAN KULIT UBI JALAR UNGU (Ipomoea batatas L) TERFERMENTASI DALAM RANSUM TERHADAP KONSUMSI DAN NUTRISI RANSUM DAN EFISIENSI PENGGUNAAN RANSUM PADA ITIK BALI UMUR 22 MINGGU T. G., Belawa Yadnya; I. B., Gaga Partama; A. A. A. S., Trisnadewi; I. W., Wirawan
Majalah Ilmiah Peternakan Vol 18 No 1 (2015): Vol 18, No 1 (2015)
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (360.668 KB) | DOI: 10.24843/MIP.2015.v18.i01.p04

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemanfaatan kulit ubi jalar ungu (Ipomoea batatas L) terfermentasi dalam ransum terhadap konsumsi ransun dan nutrisi dan efisoensi penggunaan ransum pada itik Bali, umur 22 minggu. Menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan lima perlakuan yang terdiri atas ransum A (ransum tanpa mengandung ubi jalar ungu), ransum B mengandung 10% kulit ubi jalar ungu, ransum C mengandung 10% kulit ubi jalar ungu terfermentasi, ransum D mengandung 20% kulit ubi jalar ungu, dan ransum E mengandung 20% kulit ubi jalar ungu terfermentasi. Setiap perlakuan terdiri atas empat ulangan dan setiap ungan terdiri atas lima ekor itik. Variabel yang diamati meliputi konsumsi ransum, konsumsi protein serat kasar dan antosianin dan kapasitas antioksidan ransum, serta efisiensi penggunaan ransum. Hasi penelitian menunjukkan bahwa pemberian ransum B, C, D dan E mengkonsumsi ransum, protein dan serat kasar yang lebih rendah (P<0,05), dan dapat meningkatkan konsumsi antosianin dan kapasitas antioksidan ransum (P<0,05) dibandingkan dengan perlakuan A. Pemberian kulit ubi jalar ungu fermentasi atau tanpa fermentasi dalam ransum dapat meningkatkan pertambahan bobot badan (P<0,05), sedangkan pada FCR terjadi penurunan secara nyata (0,05) dibandingkan dengan pemberian perlakuan A.Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pemberian kulit ubi jalar ungu (Ipomoea batatas L) dapat mengurangi konsumsi ransu, protein dan serat kasar serta dapat meningkatkan efisiensi penggunaan ransum.
PENGARUH CARA PENGAWETAN TERHADAP KOMPOSISI KIMIA DAN EFISIENSI DALAM BENTUK HAY DAN SILASE PADA DAUN 16 PROVENAN GAMAL (GLIRICIDIA SEPIUM) Puger, A. W.
Majalah Ilmiah Peternakan Vol 9 No 2 (2006)
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (52.917 KB)

Abstract

RINGKASAN Percobaan yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh cara pengawetan terhadap kandungan zat-zat makanan dan efisiensinya pada daun 16 provenan gamal telah dilaksanakan selama 3 bulan. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap yang terdiri atas 3 perlakuan pengawetan (gamal segar, gamal hay, dan gamal silase) dan 3 blok sebagai ulangan. Setiap perlakuan terdiri atas 16 provenan, yaitu 6 dari Mexico (M), 4 dari Guatemala (G), dan satu provenan masing-masing dari Colombia (C), Indonesia (I), Nicaragua (N), Panama (P), Costa Rica (R), dan Venezuela (V). Sampel setiap daun (helai dan tangkai) provenan sebelum dan setelah diawetkan dianalisis kandungan zat-zat makanannya dan dihitung efisiensinya setelah dibuat hay dan silase. Kandungan DM dan CP dari hay adalah tertinggi (P<0,05) jika dibandingkan dengan gamal segar dan gamal silase, sedangkan kandungan GE gamal hay terendah (P<0,05). Kandungan OM gamal silase terendah (P<0,05) jika dibandingkan dengan gamal segar dan gamal hay. Efisiensi GE adalah sama (P>0,05) setelah diawetkan menjadi hay dan silase, sedangkan efisiensi DM, OM, dan CP dari hay lebih tinggi (P<0,05) daripada silase. Provenan P13, R12, dan M34 mengandung zat-zat makanan lebih tinggi; sementara provenan G14 dan G17 lebih efisien bila diawetkan dalam bentuk hay dan silase. Pada pertanian lahan kering pengawetan gamal dalam bentuk hay lebih efektif dan efisien jika dibandingkan dengan dalam bentuk silase.
PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK KUNYIT PADA ANAK BABI YANG MENDERITA COLIBACILLOSIS BESUNG, I NENGAH KERTA
Majalah Ilmiah Peternakan Vol 12 No 3 (2009)
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (100.858 KB)

Abstract

ABSTRAK Kolibasilosis adalah salah satu penyakit pada anak babi yang disebabkan oleh Escherichia coli (E.coli) dan umumnya penyakit tersebut diobati dengan antibiotika. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi pengaruh kunyit sebagai obat alternatif untuk mengobati kejadian kolibasilosis pada anak babi. Dua belas ekor anak babi yang menderita kolibasilosis dikelompokkan ke dalam tiga kelompok yakni kelompok pertama adalah anak babi sebagai kontrol yakni tidak diberikan ekstrak kunyit maupun sulfonamida. Kelompok kedua anak babi diberikan ekstrak kunyit, sedangkan kelompok ketiga anak babi diobati dengan sulfonamida. Data berupa kejadian diare dan total bakteri E. coli dianalisis dengan analisis varian. Pengaruh pemberian kunyit dan pengobatan dengan sulfonamida nampak pada hari kelima setelah perlakuan, yakni berupa penurunan kejadian diare dan pengurangan total bakteri E.coli. Hasil penelitian menunjukkkan bahwa ekstrak kunyit sangat potensial dapat dipakai sebagai obat alternatif dalam pengobatan penyakit kolibasilosis pada anak babi. THE EFFECT OF TURMERIC (Curcuma longa) ON PIGLETS WITH COLIBACILLOSIS ABSTRACT Colibacillosis is one of diseases in piglets coused by Eschericia coli (E.coli), and commonly antibiotica therapy to used preventively that diseases. The present study was conducted to observe that effect of turmeric (Curcuma longa), as a alternative drugs on therapy of collibacillosis. Twelve of piglets with colibacillosis diseases were devided in to three groups, each group consisted of four piglets. First group was the negative control group without treatment of sulphonamides and turmeric too, the second group was the turmeric extract treatment and the last group was the colibacillosis piglets treated with sulphonamides. Analisis of variance was to analysed of data from diarrhea occurrence and a total of E. coli bacteria. Effect of turmeric and sulphonamides on colibacillosis of all piglets was detected at fifth days, with suppressed of diarrhea occurrence and the reduced of total of E.coli bacteria. The result of this study showed that turmeric has potential alternative drugs for treatment a colibacillosis in piglets.
PRODUCTIVITY OF FORAGE LEGUME (Centrocema pubescens DAN Clitoria ternatea) FERTILIZED WITH BIO SLURRY N. M., WITARIADI; K., N.N. CANDRAASIH
Majalah Ilmiah Peternakan Vol 20 No 3 (2017): Vol 20, No 3 (2017)
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (373.1 KB) | DOI: 10.24843/MIP.2017.v20.i03.p03

Abstract

This study aims at determining the productivity of legume fertilized with bio slurry. The study was conductedby using a complete randomized design (CRD) with two factors as factorial design. The first factor is the type oflegume plants, namely Centrocema pubescen and Clitoria ternatea. The second factor is the dosage of bioslurryfertilizer such as fertilizer as control; 10 tons/ha of bioslurry fertilizer; 20 tons/ha of bioslurry fertilizer; 30 tons/ha of bio slurry fertilizer. Variables observed were growth (plant height, number of tillers, and number of leaves);production variables (leaf dry weight, stem dry weight, root dry weight and total dry weight of forage); and growthcharacteristics (leaf area, leaf dry weight ratio of dry weight rod, and ratio of the total dry weight of forage with rootdry weight). The results showed that the bio-slurry fertilizer increase productivity and legume plants (Centrocemapubescen and Clitoria ternatea). The differences of 10-30 tons/ha bioslurry treatment significantly (P<0.05)increase number of tillers, number of leaves, total forage dry weight, dry weight of leaf, stem dry weight, root dryweight, leaf area, ratio of total dry weight of forage with roots and leaves with the stem ratio). It can be concludedthat higher productivity of legume plants species found significantly (P<0.05) on Clitoria ternatea with 30 tons/hadosages of bioslurry fertilizer as the best result.
SUPLEMENTASI RAGI DALAM RANSUM YANG MENGANDUNG AMPAS TAHU TERHADAP PRODUKSI TELUR AYAM LOHMANN BROWN Wibawa, A. A. P. Putra; Trisnadewi, A. A. A. Sri; Partama, I. B. Gaga
Majalah Ilmiah Peternakan Vol 17 No 3 (2014): Vol 17, No 3 (2014)
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (399.46 KB) | DOI: 10.24843/MIP.2014.v17.i03.p02

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh spenggunaan 10% ampas tahu yang disuplementasi ragi tape (Saccharomyces spp) dalam ransum terhadap produksi telur ayam Lohmann Brown umur 32-40 minggu. Rancangan yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan empat macam perlakuan dan enam kali ulangan. Tiap ulangan (unit percobaan) menggunakan tiga ekor ayam petelur Lohmann Brown umur 32 minggu dengan berat badan homogen. Ransum yang diberikan pada ayam selama periode penelitian (umur 32-40 minggu) disusun isiprotein (CP: 17%) dan isoenergi (2750 kkal ME/kg). Keempat perlakuan yang dicobakan yaitu ayam yang diberi ransum basal tanpa penggunaan ampas tahu sebagai kontrol (A); ransum dengan penggunaan 10% ampas tahu (B), ransum dengan penggunaan 10% ampas tahu yang disuplementasi 0,20% ragi tape (C); dan ransum dengan penggunaan 10% ampas tahu terfermentasi (D). Ransum dan air minum diberikan ad libitum. Variabel yang diamati, yaitu konsumsi ransum, jumlah telur, hen-day production, berat telur, dan feed conversion ratio (FCR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan 10% ampas tahu yang disuplementasi 0,20% ragi tape dalam ransum nyata (P<0,05) dapat meningkatkan produksi telur ayam dibandingkan dengan kontrol. Penggunaan 10% ampas tahu terfermentasi dengan Saccharomyces spp dalam ransum ternyata tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap konsumsi ransum. Akan tetapi, secara nyata (P<0,05) meningkatkan produksi telur ayam, serta secara nyata (P<0,05) menurunkan jumlah kadar kolesterol telur ayam. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penggunaan 10% ampas tahu yang disuplementasi 0,20% ragi tape (Saccharomyces spp.) dalam ransum dapat meningkatkan produksi telur ayam Lohmann Brown umur 32-40 minggu.
PRODUKSI DAN KOMPOSISI AIR SUSU KAMBING PERANAKAN ETAWAH YANG DIBERI TAMBAHAN KONSENTRAT PADA AWAL LAKTASI. SUKARINI, I. A. M.
Majalah Ilmiah Peternakan Vol 9 No 1 (2006)
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (53.085 KB)

Abstract

RINGKASAN Penelitian yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh berbagai aras tambahan konsentrat terhadap produksi dan komposisi air susu kambing Peranakan Etawah (PE) pada awal laktasi dilakukan di desa Batubulan, Kabupaten Gianyar, Bali selama 8 minggu periode laktasi. Penelitian ini menggunakan Rancangan Beralih Berulang (Cross Over Design) dengan menggunakan 4 ekor induk kambing yang diberi 4 ransum perlakuan. Ransum R1 terdiri atas 50% daun gamal + 50% daun waru sebagai kontrol; R2 = 80,74% R1 + 19,26% konsentrat (350 g/ekor/hari); R3 = 76,10% R1 + 23,90% konsentrat (450 g/ekor/hari); dan R4 = 71,70% R1 + 28,30% konsentrat (550 g/ekor/hari). Masing-masing induk kambing memperoleh ke-4 perlakuan secara bergantian dan setiap 2 minggu rotasi pergantian diberi fase istirahat selama 4 hari. Pemerahan air susu dilakukan 2 kali sehari dengan injeksi oksitoksin (0,5 I.U) dan sampel air susu diambil untuk analisis komposisi susu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan konsentrat dalam ransum hijauan (gamal+waru) untuk induk kambing PE pada awal laktasi berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap produksi susu. Peningkatan produksi susu paling tinggi diperoleh pada perlakuan R4 yaitu sebesar 66,02% (1,627 liter/hari vs 0,980 liter/hari). Akan tetapi, perlakuan tersebut tidak mempengaruhi komposisi susu secara nyata, kecuali kadar lemak susu yang menurun sebesar 29,22% (3,44% vs 4,86%) dibandingkan dengan tanpa penambahan konsentrat (kontrol).
KECERNAAN PAKAN KELINCI LOKAL (Lepus nigricollis) YANG DIBERI PAKAN MULTI NUTRIENT BLOCK BERBASIS RUMPUT LAPANGAN Puger, A. W.; Nuriyasa, I. M.; Puspani, E.; Mastika, I. M.
Majalah Ilmiah Peternakan Vol 19 No 3 (2016): Vol 19, No 3 (2016)
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (323.633 KB) | DOI: 10.24843/MIP.2016.v19.i03.p07

Abstract

Peningkatan produktivitas ternak kelinci dapat diukur dari kecernaan pakan yang diberikan dan dapat dilakukandengan memberikan suplementasi Mineral Nutrient Block (MNB). Penelitian dilaksanakan dengan menggunakanRangcangan Acak Kelompok (RAK) dengan lima kali ulangan. Perlakuan yang diberikan adalah R0: pakan kontrol(rumput lapangan) dengan kandungan energi termetabolis 1830 kkal/kg dan CP:9,1%, R1: ransum kontrol yangdisuplementasi MNB 5 g/ekor/hari, R2: ransum kontrol yang disuplementasi MNB 10 g/ekor/hari, R3: ransumkontrol yang disuplementasi MNB 15 g/ekor/hari. Rumput lapangan diberikan secara ad libitum dalam bentuksegar dan dipotong-potong dengan panjang 5 cm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai cerna bahan kering,nilai cerna energi dan nilai cerna protein tertinggi pada R3 yaitu masing-masing 59,22%, 68,88% dan 43,72%.Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pemberian Multi Nutrient Block sebanyak 15% memberikankecernaan tertinggi pada kecernaan bahan kering, energi dan protein pakan.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKTIVITAS SAPI BALI DI WILAYAH BINAAN PROYEK PEMBIBITAN DAN PENGEMBANGAN SAPI BALI DI BALI SURANJAYA, I GDE; ARDIKA, I NYOMAN; INDRAWATI, R.R.
Majalah Ilmiah Peternakan Vol 13, No 3 (2010)
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (282.174 KB)

Abstract

Penelitian yang bertujuan untuk mengevaluasi faktor-faktor yang berpengaruh terhadap produktivitas sapi balitelah dilakukan di wilayah binaan dari Proyek Pembibitan dan Pengembangan Sapi Bali (P3Bali) di Bali. Dataproduktivitas sapi bali yang dicatat oleh pihak P3Bali yaitu bobot sapih umur 205 hari, bobot setahun umur 365hari, sifat reproduksi yakni lama bunting, selang kawin setelah beranak dan selang beranak. Faktor lokasi (Li),musim kelahiran pedet (Ml), jenis kelamin pedet (Kk) dan Paritas (Pm) ditetapkan sebagai pengaruh tetap (fix factors)serta pejantan di dalam lokasi (Jj) sebagai pengaruh acak (random factor). Hasil penelitian menunjukkanbahwa rataan bobot sapih sapi bali di wilayah ini secara umum diperoleh sebesar 97,42±5,28 kg dan bobot setahunsebesar 148,95±7,23 kg. Faktor kelompok pejantan dalam lokasi, jenis kelamin pedet dan paritas secara nyata berpengaruhterhadap bobot sapih (P<0,05), sedangkan bobot setahun secara sangat nyata (P<0,01) dipengaruhi olehsemua faktor tersebut. Sementara untuk sifat-sifat reproduksi yaitu rataan lama bunting diperoleh 284,87±0,33hari, tidak nyata dipengaruhi oleh faktor lokasi, musim, jenis kelamin dan paritas. Selang kawin setelah beranakdiperoleh selama 125,99±5,97 hari dan nyata dipengaruhi oleh musim dan paritas, sedangkan lokasi dan jeniskelamin tidak berpengaruh nyata. Sifat selang kawin setelah beranak diperoleh selama 125,99±5,97 hari. Selangberanak diperoleh selama 400,88±6,24 hari, dan tidak nyata dipengaruhi oleh semua faktor kecuali musim kelahiran.Melihat kenyataan tersebut, maka usaha untuk meningkatkan kualitas dan mutu sapi bali dapat dilakukanberdasarkan sifat produksi dan sifat reproduksinya dengan faktor-faktor yang dipertimbangkan.
PENGARUH RANSUM DENGAN TEPUNG KULIT BUAH NAGA (Hylocereus polyrhizus) TERFERMENTASI TERHADAP KARKAS AYAM BROILER Dewi G. A. M. K.; I M. Nuriyasa; I M. Wirapartha
Majalah Ilmiah Peternakan Vol 21 No 3 (2018): Vol 21, No 3 (2018)
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (402.371 KB) | DOI: 10.24843/MIP.2018.v21.i03.p05

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mempelajari pengaruh ransum dengan tepung kulit buah naga (Hylocereuspolyrhizus) terfermentasi terhadap kualitas karkas ayam broiler telah dilaksanakan selama 4 minggu. Rancanganyang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan tiga perlakuan dan enam ulangan dimana setiapulangan terdiri dari 5 ekor ayam broiler sehingga total ayam yang digunakan sebanyak 90 ekor. Perlakuan yangdiberikan yaitu: R0: ransum tanpa tepung kulit buah naga (TKBN), R1: ransum dengan 5% tepung kulit buah naga,R2: ransum dengan 7% tepung kulit buah naga. Variabel yang diamati: bobot potong, berat karkas, daging dada,warna, dan kolesterol daging ayam broiler. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan R0; R1 dan R2 berbeda tidaknyata (P>0,05) terhadap bobot potong dan berat karkas, sedangkan R0 berbeda nyata terhadap, warna shank, nonkarkas, serta kolesterol daging ayam broiler dibanding R1 dan R2. Simpulan penelitian ini ransum dengan tepungkulit buah naga (Hylocereus polyrhizus) terfermentasi sampai 7% tidak berpengaruh terhadap bobot karkasdan bagian-bagian karkas tetapi berpengaruh terhadap bagian punggung karkas, non karkas, warna shank, danmenurunkan kolesterol daging broiler.

Filter by Year

2004 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 27 No 1 (2024): Vol. 27 No. 1 (2024) Vol 26 No 3 (2023): Vol. 26 No. 3 (2023) Vol 26 No 2 (2023): Vol. 26 No. 2 (2023) Vol 26 No 1 (2023): Vol. 26 No. 1 (2023) Vol 25 No 3 (2022): Vol. 25 No. 3 (2022) Vol 25 No 2 (2022): Vol. 25 No. 2 (2022) Vol 25 No 1 (2022): Vol 25, No 1 (2022) Vol 24 No 3 (2021): Vol. 24 No. 3 (2021) Vol 24 No 2 (2021): Vol. 24 No. 2 (2021) Vol 24 No 1 (2021): Vol. 24 No. 1 (2021) Vol 23 No 3 (2020): Vol. 23 No. 3 (2020) Vol 23 No 2 (2020): Vol. 23 No. 2 (2020) Vol 23 No 1 (2020): Vol. 23 No. 1 (2020) Vol 22 No 3 (2019): Vol. 22 No.3 (2019) Vol 22 No 2 (2019): Vol. 22 No.2 (2019) Vol 22 No 1 (2019): Vol. 22 No.1 (2019) Vol 21 No 3 (2018): Vol 21, No 3 (2018) Vol 21 No 2 (2018): Vol 21, No 2 (2018) Vol 21 No 1 (2018): Vol 21, No 1 (2018) Vol 20 No 1 (2017): Vol 20, N0 1 (2017) Vol 20 No 3 (2017): Vol 20, No 3 (2017) Vol 20 No 2 (2017): Vol 20, No 2 (2017) Vol 19 No 3 (2016): Vol 19, No 3 (2016) Vol 19 No 2 (2016): Vol 19, No 2 (2016) Vol 19 No 1 (2016): Vol 19, No 1 (2016) Vol 18 No 3 (2015): Vol 18, No 3 (2015) Vol 18 No 2 (2015): Vol 18, No 2 (2015) Vol 18 No 1 (2015): Vol 18, No 1 (2015) Vol 17 No 3 (2014): Vol 17, No 3 (2014) Vol 17 No 2 (2014): Vol 17, No 2 (2014) Vol 17 No 1 (2014): Vol 17, No 1 (2014) Vol 16, No 1 (2013) Vol 15, No 1 (2012) Vol 14, No 1 (2011) Vol 13, No 3 (2010) Vol 13 No 1 (2010) Vol 12 No 3 (2009) Vol 11 No 1 (2008) Vol 10 No 3 (2007) Vol 10 No 2 (2007) Vol 10 No 1 (2007) Vol 9 No 3 (2006) Vol 9 No 2 (2006) Vol 9 No 1 (2006) Vol 8 No 3 (2005) Vol 8 No 2 (2005) Vol 8 No 1 (2005) Vol 7 No 2 (2004) More Issue