cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
JURNAL AGRILAND
ISSN : 20895844     EISSN : 25991361     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Agriland adalah wadah informasi bidang Ilmu Pertanian berupa hasil penelitian atau review maupun tulisan ilmiah terkait.
Arjuna Subject : -
Articles 228 Documents
Efektivitas ekstrak kasar lengkuas (Alpinia galanga L.) terhadap hama perusak daun dan polong tanaman kedelai (Glycine max L. Merr.) di Kecamatan Beringin, Deli Serdang Melinda Sari; Asmanizar Asmanizar; Syamsafitri Syamsafitri; Aldywaridha Aldywaridha; Edi Sumantri; Ratna Mauli Lubis
AGRILAND Jurnal Ilmu Pertanian Vol 8, No 3 (2020): Agriland: Jurnal Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Islam sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/agr.v8i3.4396

Abstract

Hama perusak daun dan polong merupakan hama yang sering menyerang tanaman kedelai. Penggunaan insektisida kimia sintetis dalam usaha pengendalian hama-hama ini dapat menimbulkan dampak negatif terhadap makhluk non-target dan lingkungan. Ekstrak bahan tanaman merupakan alternatif pengendalian. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh ekstrak kasar rimpang Alpinia galanga terhadap hama perusak daun dan polong kedelai. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Non-Faktorial dengan 4 perlakuan yaitu kontrol, konsentrasi 0.25; 0.5% ekstrak kasar aseton (ekstrak diperoleh dengan ekstraksi alat Soxhlet dan pelarut aseton) dan 5% ekstrak air (ekstrak diperoleh secara manual dengan pelarut air) dan lima ulangan yang dilaksanakan di areal pertanaman kedelai Desa Sidodadi, Kacamatan Beringin, Deli Serdang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak kasar rimpang A. galanga mempengaruhi intensitas kerusakan daun dan produksi biji. Ekstrak aseton pada konsentrasi 0.5% menunjukkan hasil terbaik yaitu pada 83 hari setelah tanam (HST) intensitas kerusakan 22.34% dan produksi per plot 510.6 g dibandingkan dengan kontrol yaitu masing-masing 31.48% dan 381.4 g. Sedangkan Ekstrak air 5% menunjukkan intensitas kerusakan daun dan produksi biji masing-masing 26.28% dan 452.6 g. Sementara itu parameter polong hampa dan berat 100 biji kedelai tidak dipengaruhi oleh aplikasi ekstrak kasar rimpang A. galanga. Ekstrak kasar A. galanga yang diperoleh dengan ekstraktor Soxhlet dan pelarut aseton dapat mengendalikan hama perusak daun dan polong pada tanaman kedelai.
Pemanfaatan Limbah Organik Plus Pada Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Padi Sawah (Oryza sativa L) Varietas Inpari 32 Ratna Mauli Lubis; Diapari Siregar
AGRILAND Jurnal Ilmu Pertanian Vol 9, No 1 (2021): Agriland: Jurnal Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Islam sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/agr.v9i1.4458

Abstract

Limbah organik plus merupakan campuran dari berbagai limbah pertanian dan pupuk buatan (anorganik) yang bertujuan untuk melengkapi kandungan haranya dan untuk mempercepat proses pengomposan. Tingkat kesuburan lahan sawah di Indonesia semakin menurun yaitu sekitar 65%, dari ± 5 juta ha lahan sawah irigasi memiliki kandungan bahan organik kurang dari 2%, sedangkan dalam kondisi normal lahan sawah subur biasanya mengandung bahan organik minimal 3%. Untuk menambah bahan organik ke dalam tanah maka dimanfaatkan limbah-limbah organik khusus hasil pengolahan hasil budidaya pertanian yang dimodfikasi dengan penambahan bahan-bahan anorganik.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemanfaatan limbah organik plus terhadap pertumbuhan dan produksi pada tanaman padi sawah Varietas Inpari 32. Penelitian dilaksanakan di Rumah Kassa Fakultas Pertanian, Universitas Islam Sumatera Utara, Jalan Karya Wisata, Gedung Johor, Kecamatan Medan Johor, Medan, ketinggian ± 25 m dpl, dengan topografi datar dari April sampai Agustus 2020. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok non factorial lima ulangan dengan dosis pemupukan sebagai perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis limbah organik plus 5 t/ha sudah mampu menunjukkan produksi yang sama dengan deskripsi varietas padi Inpari 32. Namun produksi padi tertinggi didapat pada pemberian dosis limbah organic plus 15 t/ha.
Pupuk Daun Sebagai Sumber Nutrisi Media Kultur Perbanyakan Pisang Raja Bulu (Musa paradisiaca L. cv. Raja Bulu) secara In Vitro Susana Tabah Trina Sumihar; Ferlist Rio Siahaan; Elisabeth Sri Pujiastuti; Dian Agung Sanora Laia
AGRILAND Jurnal Ilmu Pertanian Vol 9, No 2 (2021): Agriland: Jurnal Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Islam sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/agr.v9i2.4331

Abstract

Pisang raja bulu (Musa paradisiaca L. cv. Raja Bulu) merupakan salah satu buah tropikal yang banyak tumbuh di wilayah Asia Tenggara termasuk Indonesia dan Malaysia. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh bibit pisang raja buluh dalam jumlah besar dan dalam waktu yang singkat melalui pemberian pupuk daun sebagai sumber nutrisi secara in vitro. Penelitian dilaksanakan di laboratorium kultur jaringan Fakultas Pertanian Universitas HKBP Nomensen, Medan. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Non Faktorial tiga ulangan dengan jenis medium kultur jaringan (M) sebagai perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan media pupuk daun Growmore (M2) dan Bayfolan (M3) dapat digunakan sebagai media kultur dalam perbanyakan mikro pisang raja bulu
Ketersediaan Hara Abu Vulkanik yang Diberi Air Gambut pada Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Padi Sawah (Oryza sativa L) Diapari Siregar; Ratna Mauli Lubis
AGRILAND Jurnal Ilmu Pertanian Vol 9, No 2 (2021): Agriland: Jurnal Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Islam sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/agr.v9i2.4459

Abstract

Abu vulkanik mengandung silika (SiO2) yang berbahaya bagi kesehatan manusia jika keasamannya berlebihan. Walaupun demikian abu vulkanik dapat dijadikan sebagai pupuk untuk tanaman karena abu vulkanik mengandung unsur hara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peranan air gambut terhadap ketersediaan hara abu vulkanik pada pertumbuhan dan produksi tanaman padi sawah yang dilakukan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Islam Sumatera Utara (UISU). Penelitian ini menggunakan rancangan petak terpisah tiga ulangan jenis air sebagai petak utama dan abu vulkanik sebagai anak petak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa air biasa dan air gambut mampu memperbaiki pertumbuhan dan hasil padi sawah, sedangkan abu vulkanik belum mapu meningkatkan ketersediaan hara lahan sawah.
Uji Banding Pupuk Kandang Sapi Plus Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Kacang Tanah (Arachis hypogaea L.) pada Tanah Ultisol Yanto Raya Tampubolon; Ferlist Rio Siahaan; Bangun Tampubolon; Immanuel Tarigan
AGRILAND Jurnal Ilmu Pertanian Vol 9, No 2 (2021): Agriland: Jurnal Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Islam sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/agr.v9i2.4338

Abstract

Secara umum, tanaman dalam memenuhi kebutuhannya akan air, udara dan unsur hara (nutrisi) diperoleh dari dalam tanah melalui serapan akar. Dengan demikian, agar tanaman dapat tumbuh dan berproduksi secara maksimal membutuhkan kondisi tanah yang mampu menyediakan kebutuhannya selama periode pertumbuhan. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan pengaruh pupuk kandang sapi plus terbaik terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman kacang tanah. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok non faktorial tiga ulangan dengan dosis pupuk kendang sapi plus sebagai perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa walaupun berpengaruh tidak nyata terhadap variabel pertumbuhan dan produksi tanaman kacang tanah, dosis pupuk kandang sapi 50% pupuk kandang sapi + N, P, K (S7) merupakan perlakuan yang paling sesuai untuk tanaman kacang tanah dibandingkan perlakuan yang lain karena mampu menghasilkan pertumbuhan dan produksi kacang tanah tertinggi.
Aplikasi pupuk hayati mikoriza dan beberapa jenis pupuk hijau terhadap hasil tanaman kedelai (Glycine max L.) Christa Dyah Utami; Herlinawati Herlinawati; Eva Rosdiana
AGRILAND Jurnal Ilmu Pertanian Vol 9, No 3 (2021): Agriland: Jurnal Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Islam sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/agr.v9i3.4973

Abstract

Peningkatan produksi kedelai di Indonesia masih rendah hal ini secara umum disebabkan oleh tanah yang kurang subur. Penggunaan pupuk anorganik yang berlebih tanpa diimbangi dengan penggunaan pupuk organik dapat mengakibatkan kandungan bahan organik tanah rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari pengaplikasian pupuk hayati mikoriza arbuskula dan pupuk hijau dari tanaman paitan dan lamtoro terhadap hasil tanaman kedelai. Penelitian dilaksanakan di Desa Babakan, Kecamatan Padang, Kabupaten Lumajang dari Februari sampai Mei 2021. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok faktorial tiga ulangan dengan dosis pupuk hayati mikoriza dan jenis pupuk hijau sebagai perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi pupuk hayati mikoriza dengan dosis 20 g/tanaman dan pupuk hijau yang mampu meningkatkan hasil tanaman kedelai
Respon pertumbuhan dan hasil sorgum (Sorghum bicolor L.) dengan pemberian pupuk bokashi dan frekuensi penyiraman Murni Sari Rahayu; Markhaini Markhaini; Thoriq Abdul Aziz Harahap
AGRILAND Jurnal Ilmu Pertanian Vol 9, No 3 (2021): Agriland: Jurnal Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Islam sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/agr.v9i3.5036

Abstract

Penelitian ini dilakukan di kebun percobaan Fakultas Pertanian UISU dengan Ketinggian Tempat ± 25 mdpl dengan topografi datar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Interaksi Antara Pupuk Bokashi dan Frekuensi Penyiraman Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Sorgum. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok faktorial yang diulang sebanyak 3 kali dengan 2 faktor yaitu penggunaan pupuk bokashi, dan frekuensi penyiraman, Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk bokashi berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, produksi per tanaman, dan produksi per plot, tetapi berpengaruh tidak nyata terhadap bobot biji 1000 butir. Sedangkan frekuensi penyiraman berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman dan jumlah daun, tetapi berpengaruh tidak nyata terhadap hasil per tanaman, hasil per plot dan bobot biji 1000 butir.
Kajian fase reproduktif dan penentuan saat panen tanaman gandum dataran tinggi tropis (Triticum aestivum L.) varietas Dewata Nugraheni Widyawati; Theresa Dwi Kurnia; Hendrik Johanes Nadapdap
AGRILAND Jurnal Ilmu Pertanian Vol 9, No 3 (2021): Agriland: Jurnal Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Islam sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/agr.v9i3.4997

Abstract

Kajian fase reproduktif tanaman gandum (Triticum aestivum L) varietas Dewata dari aspek fisiologis dan morfologis.  Penelitian dilaksanakan di kebun percobaan Fakultas Pertanian dan Bisnis, Universitas Kristen Satya Wacana yang berlokasi di Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang, pada elevasi 900 m dpl. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui proses pembentukan biji dan proses kemasakan biji dari aspek morphologis dan fisiologis dalam rangka penentuan saat panen untuk produksi benih gandum. Penelitian dilakukan melalui pengambilan sampel sebanyak 10 kali, masing-masing 10 rumpun dari populasi tanaman gandum. Pengamatan morfologis meliputi struktur bunga, fase perkembangan bunga, fase perkembangan biji dan daya berkecambah biji pada berbagai umur tanaman untuk menentukan saat panen. Data diperoleh melalui pengamatan morphologis, anatomi dan uji laboratoris. Dari hasil penelitian, disimpulkan: 1. Bunga tersusun dalam sebuah spike (malai), rerata panjang spike adalah 12.9 cm ± 0.8, tersusun atas 9 ± 2.2 spikelet. Setiap spikelet terdiri atas 2-3 floret dan sepasang glume. Setiap floret terdiri atas lemma, palea, stamen (jantan) dan pistil (betina). 2. Fase pembungaan adalah fase yang mengakhiri pembentukan daun (vegetatif). Fase pembungaan tanaman gandum yang terlihat secara fisik terdiri atas fase bunting, fase mrocot dan fase antesis. 3. Daya berkecambah biji gandum semakin meningkat hingga tercapai 88% (maksimum) pada umur 120 hst dengan kadar air 10.3%. 4. Umur panen yang dianjurkan adalah 120 hst.
Pengaruh ekstrak bahan lokal terhadap viabilitas benih kacang tanah lokal Walakari (Arachis hypogaea L.) Marlin Rambu Nona; Yonce Melyanus Killa; Lusia Danga Lewu
AGRILAND Jurnal Ilmu Pertanian Vol 9, No 3 (2021): Agriland: Jurnal Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Islam sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/agr.v9i3.5005

Abstract

Kacang tanah (Arachis hypogaea L.) merupakan komoditas kacang-kacangan utama di Indonesia karena memiliki sumber protein nabati dan nilai gizi yang tinggi. Salah satu penyebab yang menghambat upaya peningkatan produksi kacang tanah yaitu rendahnya benih yang bermutu tinggi yang dapat dipengaruhi oleh lama penyimpanan benih. Salah upaya yang dapat dilakukan untuk mengurangi rendahnya mutu suatu benih yaitu melakukan pengujian mutu benih secara dini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh beberapa bahan lokal terhadap viabilitas benih kacang tanah. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Terpadu Universitas Kristen Wira Wacana Sumba. Penelitian dilaksanakan pada bulan November -Desember 2021. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan acak lengkap dengan 10 Perlakuan dan 2 ulangan, perlakuannya antara lain: Kontrol, Air kelapa 50 mL/L air aquadest, 150 mL/L aquadest, 250 mL/L aquadest, Ekstrak daun sirih 50 mL/L aquadest, 150 mL/L aqudest, 250 mL/L aquadest, dan Ekstrak cabai 50 mL/L aquadest, 150 mL/L aquadest, 250 mL/L aquadest. Hasil penelitian menunjukan bahwa uji daya kecambah dengan menggunakan air kelapa dengan konsentrasi 150 mL/L aquadest mencapai 90%, pada pengujian keserempakan tumbuh pada perlakuan air kelapa dengan konsentrasi 150 mL/L aquadest mencapai 66.67%, serta pengujian indeks vigor pada perlakuan air kelapa dengan konsentrasi 150 mL/L aquadest mencapai 3’3%.
Uji daya hambat jamur endofit yang diisoladi dari daun karet klon BPM 1 terhadap jamur patogen Colletotrichum gloeosporioides di laboratorium Syamsafitri Syamsafitri; Mahyuddin Mahyuddin; Amelia Oktarini Siregar
AGRILAND Jurnal Ilmu Pertanian Vol 9, No 3 (2021): Agriland: Jurnal Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Islam sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/agr.v9i3.4972

Abstract

Jamur endofit merupakan mikroba yang hidup di dalam jaringan tanaman pada periode tertentu dan mampu hidup dengan membentuk koloni dalam jaringan tanaman tanpa membahayakan inangnya. Setiap tanaman tingkat tinggi dapat mengandung beberapa mikroba endofit yang mampu menghasilkan senyawa biologi atau metanbolit sekunder. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya hambat jamur endofit pada daun karet terhadap jamur C. gloeosporioides. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap non-faktorial dengan 3 duplikasi dan 3 ulangan. Faktor yang pertama yaitu: Kontrol hanya menggunakan isolat C. gloeosporioides (K0), faktor yang kedua menggunakan klon karet BPM 1 dari kode isolate D1 isolat endofit (D1), faktor yang ketiga menggunakan klon karet BPM 1 dari kode isolat D2 isolat endofit (D2). Jumlah Perlakuan yang digunakan dalam penelitian yaitu 3 perlakuan, 3 duplikasi dan 3 ulangan. Variabel yang diamati adalah luas koloni C. gloesporioides, dan jamur endofit (cm2), serta daya hambat (%). Jamur endofit isolate D2 mampu mencegah pertumbuhan jamur C. gloesporioides lebih luas dibandingkan dengan jamur endofit isolat D1. Daya hambat jamur endofit isolate D2 juga lebih besar dalam menghambat pertumbuhan jamur C. gloesporioides dibandingkan dengan jamur endofit isolat D1.

Page 11 of 23 | Total Record : 228