cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
JURNAL AGRILAND
ISSN : 20895844     EISSN : 25991361     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Agriland adalah wadah informasi bidang Ilmu Pertanian berupa hasil penelitian atau review maupun tulisan ilmiah terkait.
Arjuna Subject : -
Articles 228 Documents
Beberapa teknologi remediasi logam berat dalam air minum dan sistem pengolahan air limbah: Sebuah Telaah Pustaka Yayuk Purwaningrum; Dedi Kusbiantoro
AGRILAND Jurnal Ilmu Pertanian Vol 9, No 3 (2021): Agriland: Jurnal Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Islam sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/agr.v9i3.5035

Abstract

Logam berat umumnya paling sering dikaitkan dengan keracunan manusia adalah timbal, merkuri, arsen dan kadmium. Logam berat beracun menyebabkan kerusakan DNA dan efek karsinogenik pada hewan dan manusia. Logam berat lain, termasuk tembaga, seng dan kromium sebenarnya dibutuhkan oleh tubuh dalam jumlah kecil, tetapi juga dapat menjadi racun dalam dosis yang lebih besar. Oleh sebab itu Pemerintah memberlakukan peraturan perundang-undangan air serta beberapa pedoman seluruh dunia ditambah dengan kebutuhan   untuk kelestarian lingkungan telah mengharuskan perlunya peraturan ketat beberapa pasokan air minum dan debit air limbah. Untuk mencapai distribusi air minum tercemar dan debit air limbah, beberapa teknologi dan proses untuk remediasi logam berat saat ini telah digunakan. Ulasan ini bertujuan untuk mengetahui teknologi yang tersedia utama untuk logam berat remediasi dalam air, dengan penekanan pada proses dan aplikasi. Saat ini, tidak ada salah satu teknologi untuk remediasi logam berat (kimia pemulihan, fitoremediasi atau mikroba remediasi) adalah tanpa bentuk keuntungan dan kerugian. Oleh karena itu ada kebutuhan yang diusulkan untuk pemanfaatan pendekatan multiple / terpadu yang aman dan ekonomis untuk remediasi logam berat. Aplikasi ini mungkin menawarkan manfaat sangat besar untuk kesehatan masyarakat, manfaat lingkungan dan biaya
Potensi tanah salin sebagai pengembangan lahan tanaman padi (Oryza sativa L.) Bambang Surya Adji Syahputra
AGRILAND Jurnal Ilmu Pertanian Vol 9, No 3 (2021): Agriland: Jurnal Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Islam sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/agr.v9i3.4996

Abstract

Pengembangan padi di lahan salin masih mendapat kendala dengan terbatasnya jumlah varietas yang toleran untuk dikembangkan. Di kecamatan Percut Sei Tuan terdapat sekitar 700 hektar lebih areal persawahan yang dapat dikategorikan telah terinsunasi air laut (berjarak 1.5-12 km ke pantai) Produksi padi di tanah salin berkisar 2-3 ton/ha dengan menggunakan varietas Ciherang dan Mekongga. Padahal varietas Ciherang memiliki potensi hasil 8.5 ton/ha dengan hasil rata-rata 6.0 ton/ha pada tanah non salin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya kecambah 12 varietas, respon pertumbuhan dan produksi beberapa varietas padi pada tanah salin. Penelitian dilaksanakan di Dusun Paluh Merbau, Desa Tanjung Rejo Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang pada ketinggian tempat 15 m dari permukaan laut dan jarak ke pantai 1.5-2 km. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok nonfaktorial dengan 3 ulangan, dilakukan dengan 2 tahap. Tahap pertama yaitu: seleksi varietas pada fase perkecambahan menggunakan 12 varietas padi. Tahap kedua diamati pertumbuhan 6 varietas padi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa varietas yang berpotensi untuk dikembangkan di tanah salin yaitu varietas Ciherang dan Mekongga, tetapi membutuhkan teknologi tertentu agar produktivitas menjadi lebih baik
Pengaruh ekstrak kasar serai wangi (Cymbopogon nardus L.) terhadap intensitas serangan ulat grayak (Spodoptera frugiperda) (Lepidoptera: Noctuidae) pada tanaman jagung manis (Zea mays saccharata) Armansyah Silalahi; Asmanizar Asmanizar; Muhammad Rizwan; Aldywaridha Aldywaridha
AGRILAND Jurnal Ilmu Pertanian Vol 9, No 3 (2021): Agriland: Jurnal Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Islam sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/agr.v9i3.5085

Abstract

Spodoptera frugiperda merupakan hama infasiv di Indonesia, menyerang tanaman jagung dan menimbulkan serangan berat. Serai wangi (Cymbopogon nardus) mengandung senyawa metabolit sekunder yang dapat mempengaruhi serangga. Penelitian ini menggunakan ekstrak kasar serai wangi yang diperoleh dengan ekstraksi konvensional menggunakan pelarut air, diaplikasikan pada konsentrasi 10 dan 15%. Ekstrak kasar serai wangi yang diperoleh dengan ekstraksi soxchlet menggunakan pelarut aseton diaplikasikan pada konsentrasi 0.25 dan 0.5% pada tanaman jagung yang terserang S. frugiperda. Siantraniliprol konsentrasi 0.2% digunakan pada penelitian ini untuk membandingkan dengan insektisida sintetik. Perlakuan kontrol menggunakan air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak kasar serai wangi yang diperoleh melalui ekstraksi soxhlet menunjukkan efek pengendalian yang baik dibandingkan dengan ekstraksi konvensional dengan air. Konsentrasi aplikasi ekstrak kasar yang diperoleh dengan soxhlet 0.5% menunjukkan efek pengendalian yang sama dengan insektisida siantraniliprol dengan intensitas serangannya yaitu masing-masing 24.65% dan 18.06%, sedangkan konsentrasi 0.25% belum menunjukkan efek yang baik dengan intensitas serangan 34.03% tidak berbeda nyata aplikasi ekstrak serai wangi yang diperoleh dengan ekstraksi konvensional dengan air konsentrasi 15% dengan intensitas serangan 40.97%. Sementara itu konsentrasi 10% menunjukkan efek yang sama dengan kontrol, yaitu masing-masing 53.13 dan 65.97%. Ekstrak kasar serai wangi yang diperoleh dengan ekstraksi soxhlet konsentrasi 0.5% mempunyai potensi dalam mengendalikan S. frugiperda pada tanaman jagung manis.
Pengaruh jumlah gula dan CMC terhadap mutu sirup seledri Mahyu Danil; Nurul Sakinah; M Nuh; Wan Bahroni Jiwar Barus; Miranti Miranti; Susan Novrini
AGRILAND Jurnal Ilmu Pertanian Vol 9, No 3 (2021): Agriland: Jurnal Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Islam sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/agr.v9i3.5004

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium THP Fakultas Pertanian UISU. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan dua (2) ulangan. Faktor I : Jumlah Gula (G) yang terdiri atas empat taraf : G1 (55%), G2 (60%), G3 (65%), G4 (70%). Faktor II : Jumlah CMC (C) yang terdiri atas empat taraf : C1 (0%), C2 (0,5%), C3 (1%), C4 (1,5%). Parameter yang diamati meliputi TSS, kadar vitamin C, tinggi endapan, organoleptik rasa, dan organoleptik aroma. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah gula berpengaruh berbeda sangat nyata terhadap TSS, kadar vitamin C dan nilai organoleptik aroma dan rasa, dan berbeda tidak nyata terhadap tinggi endapan
Efektivitas penanaman tanaman jagung (Zea mays L.) dan kacang tanah (Arachis hypogaea L.) dengan metode tumpangsari Yetero Hendikus Hulu; Andree Wijaya Setiawan
AGRILAND Jurnal Ilmu Pertanian Vol 10, No 1 (2022): Agriland: Jurnal Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Islam sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/agr.v10i1.5159

Abstract

Tumpangsari merupakan penanaman lebih dari satu jenis tanaman pada lahan yang sama dan waktu yang berbeda ataupun bersamaan. Pemilihan tanaman yang baik dan optimal antara tanaman, kedua tanaman harus memiliki hubungan yang saling menguntungkan (mutualisme). Pemilihan tanaman legum sebagai tanaman sela bertujuan untuk membantu menyediakan nitrogen di dalam tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas tumpangsari antara tanaman jagung dan kacang tanah. Sampel tanah diambil pada saat awal dan akhir untuk dilakukan analisis kimia tanah, serta daun dan pelepah jagung diambil untuk dilakukan analisis jaringan. Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok dengan 5 perlakuan dan 5 ulangan.  Dari 26 sampel tanah yang terdiri dari 1 sampel tanah awal dan 25 sampel tanah akhir. Analisis tanah awal diperoleh nitrogen total (0.34%), fosfor total (1.80%), kalium total (0.0016%), pH (6.07), dan bahan organik (8.48%), sedangkan analisis tanah akhir diperoleh data bahwa perlakuan monokultur jagung (P4) kandungan unsur hara relatif rendah jika dibandingkan dengan perlakuan lainnya dengan hasil nitrogen total (0.37%), fosfor total (1.68%), kalium total (0.00034%), pH (6.02), dan bahan organik (8.18%). Berdasarkan hasil analisis beberapa parameter, diketahui bahwa perlakuan tumpangsari jagung dan kacang tanah mempengaruhi pertumbuhan tanaman jagung
Analisis Vegetasi Gulma di Lahan Jagung Di Desa Umbu Pabal Selatan Kabuapten Sumba Tengah Fiter Karenga; Yonce M Killa; Suryani Kurniawi K. L Kapoe
AGRILAND Jurnal Ilmu Pertanian Vol 10, No 1 (2022): Agriland: Jurnal Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Islam sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/agr.v10i1.5161

Abstract

Gulma merupakan tumbuhan pada lahan tanaman jagung yang tidak dikehendaki keberadaannya karena menimbulkan kerugian bagi tanaman jagung. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui analisis vegetasi gulma pada pertanaman jagung dan mengetahui tingkat kepadatan gulma pada pertanaman jagung di Desa Umbu Pabal Selatan Kabupaten Sumba Tengah. Penelitian dilaksanakan pada bulan Desember 2021 sampai Januari 2022. Metode yang dilakukan adalah metode sampling kuandran. Pengambilan sampel di lakukan di 15 titik pada 3 lokasi berbeda yang ditentukan dengan metode kuadran sampling. Analisis data meliputi analisis vegetasi dengan menghitung Summed dominasi ration/perbandingan nilai penting (SDR) dan analisis keragaman hayati yang di hitung dengan indeks diversitas Shannon-Wienner. Hasil penelitian diperoleh  9 jenis gulma dengan vegetasi gulma yang dinilai berdasarkan nilai SDR yaitu nilai tertinggi adalah gulma B. alata dengan nilai SDR 55,63 yang diikuti I. cylindrical dengan nilai 20,66 dan gulma yang paling rendah yaitu S. anthelmia L, dan O. gratissimum dengan nilai yang sama yaitu 0,13. Hasil perhitungan nilai indeks keragaman masing-masing gulma dalam klasifikasi rendah sedangkan total gulma dalam klasifikasi sedang
Analisis Kelayakan Ekonomi Usahatani Kacang Tanah di Desa Lembu, Kecamatan Bancak, Kabupaten Semarang Muhamad Syarif Hidayatulloh; Bayu Nuswantara
AGRILAND Jurnal Ilmu Pertanian Vol 10, No 1 (2022): Agriland: Jurnal Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Islam sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/agr.v10i1.5172

Abstract

Indonesia merupakan Negara Agraris, sebagian besar penduduknya mengandalkan sektor pertanian sebagai mata pencaharian. produktivitas kacang tanah dikabupaten Semarang cukup tinggi didukung lokasi dan jenis lahan. Penelitian ini bertujuan : Memperoleh gambaran tentang penggunaan input usahatani kacang tanah di Desa Lembu, menganalisis kelayakan ekonomi usahatani. Jenis penelitian diskriptif kuantitatif dan Jumlah sampel responden 54 diambil dengan metode purposive sampling dan dihitung dengan rumus slovin. Pengumpulan data secara observasi, wawancara dan studi pustaka. Data dianalisis dengan analisis penerimaan, pendapatan, dan analisis kelayakan. Usahatani kacang tanah didesa Lembu, dilakukan dari persiapan lahan, penanaman, pendangiran, pemupukan, dan pemanenan. total biaya rata-rata pengadaan benih adalah Rp. 1.865.266,00,/ha/musim tanam, biaya pupuk Rp. 441.498,00,/ha/musim tanam, biaya pestisida Rp. 637.340,00,/ha/musim tanam, biaya tenaga kerja Rp. 1.745.626,00,/ha/musim tanam, biaya penyusutan alat Rp. 29.989,00/musim tanam dan biaya PBB Rp. 168.148,00/Ha/Tahun. Pendapatan usahatani dengan luas lahan rata-rata 4,627 hektar adalah 545 kg biji kacng tanah kupas, harga jual kacang tanah kupas Rp. 22.074,00/kg. penerimaan usahatani Rp. 12.083.633,39,/ha/musim tanam, atas biaya total Rp. 4.891.332,00,/ha/musim tanam, dan pendapatan usahatani Rp 7.192.301,84/ha/ musim tanam. Analisis kelayakan usahatani dengan R/C Ratio diperoleh nilai sebesar 2,726 memberikan arti usahatani yang dilakukan layak dijalankan. Sedangkan (BEP) Produksi adalah 221,59 kg/Ha dan nilai (BEP) Harga sebesar Rp 8.981,02/kg
Efektifitas Kombinasi Daun Kelor (Moringa oleifera) dan Sabut Kelapa Sebagai Pupuk Organik Cair Terhadap Hasil Tomat (Solanum lycopersicum) Satiti Ratnasari; Siti Aisah; Evi Candra Dewi
AGRILAND Jurnal Ilmu Pertanian Vol 10, No 1 (2022): Agriland: Jurnal Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Islam sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/agr.v10i1.5208

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh serta konsentrasi optimum pupuk organik cair kombinasi daun kelor (Moringa oleifera) dan sabut kelapa terhadap hasil tanaman tomat (Solanum lycopersicum). Penelitian dilaksanakan pada Februari sampai Maret 2020 di Desa Karangwuluh, Temon, Kulon Progo, Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) lima perlakuan dan lima ulangan. Perlakuan yang diberikan adalah konsentrasi Pupuk Organik Cair (POC) kombinasi daun kelor dan sabut kelapa yang terdiri atas 40% (K1), 50% (K2), 60% (K3) dan 0% (K). Variabel yang diamati antara lain jumlah bunga per tanaman, jumlah buah per tanaman, bobot segar buah, bobot segar tanaman dan bobot kering tanaman. Berdasarkan hasil penelitian diketahui pemberian pupuk organik cair kombinasi daun kelor dan sabut kelapa pada konsentrasi 60% paling efektif dalam meningkatkan jumlah bunga per tanaman, jumlah buah per tanaman, bobot segar buah dan bobot kering tanaman. Pemberian pupuk organik cair pada konsentrasi 60% meningkatkan bobot segar tanaman tetapi tidak berbeda nyata dengan pemberian pupuk organik cair kombinasi daun kelor dan sabut kelapa pada konsentrasi 50%.
Respon Pertumbuhan dan Hasil Kacang Hijau (Vigna radiata L) dengan Pemberian Mol Keong Mas dan Kompos Tandan Kosong Kelapa Sawit Pada Tanah Ultisol Mayawi Mayawi; Chairani Siregar; Indra Gunawan
AGRILAND Jurnal Ilmu Pertanian Vol 10, No 1 (2022): Agriland: Jurnal Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Islam sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/agr.v10i1.5549

Abstract

Kacang hijau termasuk tanaman pangan yang sudah lama dibudidayakan di Indonesia, baik di lahan tegalan, lahan sawah tadah hujan, dan lahan sawah pada musim tanam yang sesuai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan dan hasil kacang hijau melalui pemberian mol keong mas dan kompos tandan kosong kelapa sawit pada tanah ultisol. Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian UISU, Gedung Johor, Medan, Sumatera Utara. Penelitian ini mengunakan Rancangan Acak Kelompok faktorial dengan tiga ulangan dan dua faktor perlakuan yaitu MOL Keong Mas dan kompos TKKS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian kompos TKKS dengan dosis 15 t/ha dan MOL Keong Mas dengan konsentrasi 225 mL/L/polibeg mampu meningkatkan pertumbuhan dan hasil kacang hijau
Pengaruh Ketinggian Fruit-Trap pada Pengendalian Hama Kumbang Tanduk (Oryctes rhinoceros) di Tanaman Belum Menghasilkan (TBM) Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) Makhrani Sari Ginting; Eka Bobby Febrianto; Guntoro Ari Pratama
AGRILAND Jurnal Ilmu Pertanian Vol 10, No 1 (2022): Agriland: Jurnal Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Islam sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/agr.v10i1.5550

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ketinggian perangkap buah (Fruit-Trap) dengan menggunakan buah nenas terhadap jumlah tangkapan hama Oryctes rhinoceros. Penelitian dilaksanakan di PTPN II Kebun Bandar Klippa yang berlokasi di Kec. Batang Kuis Kab. Deli Serdang pada bulan Mei-Juni 2021. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh ketinggian fruit trap yang berbeda menggunakan nanas terhadap hasil tangkapan hama kumbang tanduk pada areal Tanaman Belum Menghasilkan (TBM) di Perkebunan kelapa sawit. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Non faktorial dengan 5 taraf perkuan yaitu P1 (1.0 m), P2 (1.5m), P3 (2.0m), P4 (2.5m), dan P5 (3.0m). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketinggian perangkap 1.5 m memberikan hasil tangkapan yang terbanyak, sedangkan hasil tangkapan terendah terjadi pada ketinggian perangkap 1.0 m dan 3.0 m