cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
JURNAL AGRILAND
ISSN : 20895844     EISSN : 25991361     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Agriland adalah wadah informasi bidang Ilmu Pertanian berupa hasil penelitian atau review maupun tulisan ilmiah terkait.
Arjuna Subject : -
Articles 228 Documents
Pengaruh pemberian limbah cair pabrik kelapa sawit (LCPKS) dan mulsa sekam padi terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman cabai rawit (Capsicum frustescens L.) Rahmi Dwi Handayani Rambe
AGRILAND Jurnal Ilmu Pertanian Vol 9, No 3 (2021): Agriland: Jurnal Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Islam sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/agr.v9i3.5037

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian Limbah Cair Pabrik Kelapa Sawit (LCPKS) dan mulsa sekam padi terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman cabai rawit (Capsicum frustescens L.). Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial, terdiri dari 3 ulangan dengan 2 faktor yaitu konsentrasi Limbah Pabrik Kelapa Sawit dan sekam padi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efek yang paling baik terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman cabai yaitu kombinasi LCPKS 300 mL dan sekam padi, yang dimana mampu meningkatkan pertumbuhan vegetatif dibandingkan kontro dan mampu mempertahankan produksi tanaman dengan memberikan asupan unsur hara yang tinggi untuk hasil produksi yang maksimal.
Uji efektifitas fungisida anvil 50 sc terhadap patogen penyakit gugur daun (Pestalotiopsis sp.) tanaman karet (Hevea brasiliensis) asal isolat kebun Batang Toru dan Bandar Betsy Syamsafitri Syamsafitri; Aldywaridha Aldywaridha; Marmansyah Siregar
AGRILAND Jurnal Ilmu Pertanian Vol 9, No 3 (2021): Agriland: Jurnal Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Islam sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/agr.v9i3.4998

Abstract

Penyakit karet telah mengakibatkan kerugian ekonomis dalam jumlah miliaran rupiah karena tidak hanya kehilangan produksi akibat kerusakan tanaman tetapi juga mahalnya biaya yang diperlukan dalam pengendaliannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas fungisida Anvil 50 SC terhadap penyakit gugur daun Pestalotiopsis sp. dan juga untuk melihat adanya perbedaan ketahanan Pestalotiopsis sp terhadap fungisida Anvil 50 SC. Penelitian dilaksanakan di Balai Penilitian Sungai Putih, Pusat Penilitian Karet, Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret sampai April 2021. Metode penelitian menggunakan rancangan acak lengkap faktorial tiga ulangan dengan konsentrasi fungisida Anvil 50 SC, dan asal isolat Pestalotiopsis sp. sebagai perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fungisida Anvil 50 SC dengan konsentrasi 250 ppm, 500 ppm, dan 750 ppm mampu menghambat perkembangan jamur Pestalotiopsis sp. penyebab penyakit gugur daun pada tanaman karet. Ada perbedaan ketahanan dari setiap Isolat Pestalotiopsis sp. yang diuji terhadap fungisida Anvil 50 SC. Isolat jamur Pestalotiopsis sp. asal kebun Karet Batang Toru mempunyai ketahanan yang lebih baik di bandingkan isolat dari Kebun Karet Bandar Betsy.
Konsentrasi suspensi campuran limbah pabrik kelapa sawit (LPKS) dan limbah ternak sapi (LTS) mempengaruhi pertumbuhan dan hasil jagung manis Meriksa Sembiring
AGRILAND Jurnal Ilmu Pertanian Vol 9, No 3 (2021): Agriland: Jurnal Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Islam sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/agr.v9i3.5006

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi capuran Limbah Pabrik Kelapa Sawi) (LPKS) dengan Limbah Ternak Sapi unsur yang t(LTS) dalam bentuk suspensi dapat mempengaruh perkembangan dan produksi tanaman jagung manis. Target khusus adalah konsentrasi yang tepat  dalam pupuk organik kombinasi limbah untuk pertumbuhan dan produksi tanaman.. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian adalah Rancangan Acak Kelompok faktorial dengan 10 perlakuan kombinasi dan 3 ulangan. Faktor yang diujikan adalah faktor I : bentuk suspensi campuran limbah pabrik kelapa sawit (LKS) dan limbah ternak sapi (LTS) dengan simbol “B” terdiri dari 4 taraf yaitu B1 (Padat : Cair), B2 (Cair : Padat). Faktor II :persentase campuran LKS : LTS dengan simbol “C” terdiri dari 5 taraf yaitu C1 (100 : 0), C2 (70 : 30), C3 (50 : 50), C4 (30 :  70) dan  C5 (0 : 100). Ukuran Plot digunakan dengan 2 m x 1.5 m dan dosis penggunaan pupuk organik pada tanaman jagung sebanyak 2.1kg/plot. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hara dalam pupuk kombinasi limbah tertentu  mempengaruhi pertumbuhan tinggi dan produksi tanaman jagung. Berdasarkan analisa kandungan  yang pengaruhnya adalah persentase C-organik, dan persentase N-total dalam pupik kombinasi limbah.  Kandungan hara pupuk kombinasi limbah tertentu diberikan semakin banyak terhadap tanaman jagung manis menghasilkan pertmbuhan semakin tinggi
Pemberian BAP dan NAA pada media MS terhadap pertumbuhan planlet anggrek (Dendrobium bifalce) secara in vitro Arif Anwar; Muhammad Rizwan; Indra Gunawan
AGRILAND Jurnal Ilmu Pertanian Vol 9, No 3 (2021): Agriland: Jurnal Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Islam sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/agr.v9i3.4971

Abstract

Anggrek berupa tanaman hias yang memiliki daya tarik, nilai estetik dan nilai ekonomis yang tinggi. Anggrek juga memiliki waktu mekar yang relatif lama dan apabila sudah mekar maka bunga anggrek mengeluarkan aroma yang harum. Anggrek D. bifalce mulai dieksploitasi dari alam karena memiliki nilai ekonomis sehingga perlu dibudidayakan. Salah satu metode budidaya yang umumnya digunakan dalam perbanyakan anggrek adalah kultur jaringan atau in vitro. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian BAP dan NAA pada media MS terhadap pertumbuhan planlet anggrek (Dendrobium bifalce) secara in vitro. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium UPT Kultur Jaringan Dinas Pertanian Medan, Sumatera Utara. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap Faktorial tiga ulangan dengan dosis BAP dan NAA sebagai perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian BAP dan NAA pada media kultur perbanyakan anggrek D. bifalce secara in vitro mampu meningkatkan pertumbuhan planlet anggrek. Konsentrasi BAP terbaik untuk meningkatkan pertumbuhan planlet anggrek adalah 2 mL, dan konsentrasi NAA terbaik adalah 0.2 mL
Respon pertumbuhan dan hasil tanaman cabai (Capsicum annum L.) menggunakan tanah Andisol di polibeg terhadap kompos ampas tahu dan pupuk organik cair rebung bambu Mindalisma Mindalisma; Chairani Siregar; Fitriani Fitriani
AGRILAND Jurnal Ilmu Pertanian Vol 9, No 3 (2021): Agriland: Jurnal Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Islam sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/agr.v9i3.5040

Abstract

Tanaman cabai adalah tumbuh-tumbuhan perdu yang berkayu, dan buahnya berasa pedas yang disebabkan oleh kandungan kapsaisin. Penelitian ini bertujuan untuk   mengetahui pengaruh pemberian kompos ampas tahu, pupuk organik cair rebung bambu, dan interaksi antara kedua perlakuan terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman cabai di polibag pada tanah andisol. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok faktorial tiga ulangan dengan 2 faktor perlakuan, yaitu kompos ampas tahu yang terdiri dari 0, 150, 300, dan 450 g/polibeg, serta POC rebung bambu yang terdiri dari 0, 25, 50, dan 75 mL/L air/polibeg. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara mandiri kompos ampas tahu 450 g/polibeg dan POC 75 mL/L air/polibeg mampu meningkatkan pertumbuhan dan hasil cabai. Secara interaksi, 450 g/polibeg kompos ampas tahu dan 75 mL/L air/polibeg POC rebung bambu mampu meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman cabai
Pengaruh waktu pengukusan dan lama fermentasi terhadap karakteristik tape ubi jalar ungu (Ipomoea batatas) AR Rizki Mulia; Aprilawati Sitompul
AGRILAND Jurnal Ilmu Pertanian Vol 9, No 3 (2021): Agriland: Jurnal Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Islam sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/agr.v9i3.5003

Abstract

Tape adalah salah satu makanan tradisional Indonesia yang dihasilkan dari proses fermentasi bahan pangan berkarbohidrat, seperti singkong dan ketan.  Pembuatan tape tidak hanya berbahan baku singkong maupun ketan, tape juga dapat dibuat dari ubi jalar, karena kandungan karbohidrat ubi jalar relatif tinggi. Ragi tape merupakan bibit atau starter untuk membuat makanan fermentasi; ragi tape berwujud padat dengan bulat pipih berwarna putih dan ragi tape pada pembuatan tape ubi jalar ungu (Ipomoea batatas) adalah jenis khamir. Ragi tape berfungsi sebagai sumber mikroba yang berperan dalam proses fermentasi dan sumber protein sel tunggal. Tape mempunyai tekstur yang lunak, rasa yang asam manis, dan memiliki aroma khas
Tempe sebagai sumber antioksidan: Sebuah Telaah Pustaka Yenni Asbur; Khairunnisyah Khairunnisyah
AGRILAND Jurnal Ilmu Pertanian Vol 9, No 3 (2021): Agriland: Jurnal Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Islam sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/agr.v9i3.5034

Abstract

Kedelai merupakan bahan pokok tahu dan tempe, yang merupakan makanan utama masyarakat Indonesia.  Tempe merupakan bahan makanan hasil fermentasi kacang kedelai atau jenis kacang-kacangan lainnya menggunakan jamur Rhizopus oligosporus dan Rhizopus oryzae. Tempe umumnya dibuat secara tradisional dan merupakan sumber protein nabati. Di Indonesia pembuatan tempe sudah menjadi industri rakyat. Tempe mengandung berbagai nutrisi yang diperlukan oleh tubuh seperti protein, lemak, karbohidrat, dan mineral. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa zat gizi tempe lebih mudah dicerna, diserap, dan dimanfaatkan tubuh. Hal ini dikarenakan kapang yang tumbuh pada kedelai menghidrolisis senyawa-senyawa kompleks menjadi senyawa sederhana yang mudah dicerna oleh manusia. Tempe juga merupakan makanan asli Indonesia tinggi kandungan antioksidan terutama isoflavon faktor-II (6,7,4' tri-hidroksi isoflavon) yang bermanfaat untuk pencegahan dan penurunan kejadian penyakit kanker payudara dan jantung koroner
Respon pemberian pupuk organik cair dan pupuk urea terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman sawi hijau (Brassica juncea L.) Abdullah Abdullah; Elli Afrida; Fuad Balatif
AGRILAND Jurnal Ilmu Pertanian Vol 9, No 3 (2021): Agriland: Jurnal Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Islam sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/agr.v9i3.4974

Abstract

Sawi merupakan komoditas yang memiliki nilai komersial dan prospek yang baik. Ditinjau dari aspek klimatologi, aspek teknis, ekonomis serta sosial juga sangat memungkinkan untuk diusahakan di Indonesia. Penelitian dilaksanakan di Lahan Balai Benih Induk (BIH) Medan Johor yang terletak pada ketingian ± 25 m dpl dengan topografi datar. Penelitian dilaksanakan pada Oktober sampai Desember 2021. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok faktorial dengan tiga ulangan dan dua faktor perlakuan, yaitu dosis pupuk urea dan konsentrasi pupuk organic cair (POC). Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi pupuk urea 200 kg/ha mampu memberikan pertumbuhan dan hasil tanaman sawi hijau terbaik dibandingkan perlakuan tanpa pupuk urea dan urea 100 kg/ha. Aplikasi POC dengan konsentrasi 30 mL/L air hanya mampu memberikan pengaruh nyata terhadap bobot tanaman sawi hijau perplot. Sedangkan interaksi antara kedua perlakuan belum mampu memberikan pengaruh nyata terhadap semua variabel yang diamati.
Persentase tepung sukun dan gula terhadap mutu cookies Susan Novrini; Edwar Kasid Tata Pangarsa Dalimunthe
AGRILAND Jurnal Ilmu Pertanian Vol 9, No 3 (2021): Agriland: Jurnal Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Islam sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/agr.v9i3.5043

Abstract

Untuk memenuhi kebutuhan tepung terigu dan mengurangi  ketergantungan  akan  impor, pemerintah  dan  masyarakat  berupaya  mencari  alternatif  bahan  pangan  lokal yang dapat dijadikan tepung dengan tujuan diversifikasi pangan Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh persentase tepung sukun dalam campuran tepung dan persentase gula terhadap mutu cookies sukun. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Teknologi Hasil Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Islam Sumatera Utara, Jalan Karya Wisata, Kecamatan Medan Johor, Kota Madya Medan. Ketinggian tempat ± 25 mdpl dengan topografi datar. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap faktorial dua ulangan dengan 2 faktor perlakuan. Perlakuan pertama adalah Persentase Tepung Sukun (T) dalam campuran tepung terigu yang terdiri dari 4 taraf, yaitu: 40% (T1), 50% (T2), 60% (T3), dan 70% (T4). Perlakuan kedua adalah Persentase Gula (G) yang terdiri dari 4 taraf, yaitu: 30% (G1), 40% (G2), 50% (G3), dan 60% (G4). Hasil penelitian menunjukkan bahwa rasa cookies terbaik menurut penalis adalah dengan persentase tepung sukun 50%dan penambahan gula 60%.
Aplikasi Trichoderma pada beberapa sumber pupuk kandang dan dosis penggunaan terhadap pertumbuhan dan produksi tomat Dataran rendah (Lycopersicum esculentum Mill.) Andre Giovan; Sri Utami; Asritanarni Munar; Ira Apriyanti
AGRILAND Jurnal Ilmu Pertanian Vol 9, No 3 (2021): Agriland: Jurnal Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Islam sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/agr.v9i3.5002

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aplikasi Trichoderma pada beberapa sumber pupuk kandang dan dosis penggunaan terhadap pertumbuhan dan produksi tomat dataran rendah. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Lama, Hamparan Perak, Deli Serdang. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok faktorial tiga ulangan dengan dua faktor perlakuan. Faktor pertama adalah aplikasi Trichoderma dengan pupuk kandang pupuk kandang sapi, pupuk kandang kambing, dan pupuk kandang ayam. Faktor kedua adalah dosis pupuk 0, 1.5, dan 3 kg/polybag. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan aplikasi Trichoderma dengan berbagai sumber pupuk kandang memberikan pengaruh nyata terhadap semua parameter pertumbuhan dan produksi tanaman tomat yang diukur. Perlakuan dosis dengan berbagai taraf memberikan pengaruh nyata pada umur mulai berbunga, jumlah buah per tanaman sampel, berat buah per tanaman sampel, produksi buah per plot dan produksi buah per hektar namun tidak nyata pada parameter tinggi tanaman, diameter batang, jumlah bunga dan persentase bunga menjadi buah. Interaksi antara kedua perlakuan memberikan pengaruh nyata terhadap semua parameter pertumbuhan dan produksi tanaman tomat yang diukur.