cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Spektran
Published by Universitas Udayana
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Spektran merupakan berkala ilmah online yang dikelola oleh Program Magister Teknik Sipil, Program Pascasarjana Universitas Udayana. Terbit pertama kali pada bulan Januari 2013 dan selanjutnya diterbitkan 2 kali setahun setiap bulan Januari dan Juli. Jurnal Spektran mempublikasikan hasil penelitian dan kajian dari mahasiswa, akademisi, praktisi dan pengamat masalah ketekniksipilan.
Arjuna Subject : -
Articles 252 Documents
APPRAISAL PROYEK PENGEMBANGAN HOTEL SOL HOUSE DI KABUPATEN BADUNG – BALI I Gede Adi Susila; Anak Agung Gde Agung Yana; I Gusti Agung Ananda Putra
JURNAL SPEKTRAN Vol 8 No 1 (2020): VOL. 8, NO. 1, JANUARI 2020
Publisher : Master of Civil Engineering Program Study, Faculty of Engineering, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (764.987 KB)

Abstract

Appraisal atau Penilaian merupakan proses pekerjaan atau kegiatan seorang appraiser (penilai) dalam memberikan suatu estimasi atau opini atas nilai ekonomis suatu properti, baik berwujud ataupun tidak berwujud. Appraiser memiliki peran penting sebagai penilaian proyek konstruksi terdiri dari tahap studi kelayakan, tahap proses konstruksi dan tahap pasca konstruksi pada Proyek Pengembangan Hotel Sol House di Jalan Bakung Sari No. 81, Badung-Bali. Penelitian ini menunjukkan bahwa hasil appraisal pada proyek konstruksi sebagai berikut: 1) Appraisal dalam tahap studi kelayakan ditinjau dari aspek finansial hasil yang diperoleh yaitu nilai NPV sebesar Rp 13.772.240.994 > 0 (layak), BCR sebesar 1,0602 > 1 (layak), IRR sebesar 15,67% > nilai MARR 13% (Layak) dan PBP selama 8 tahun 11 bulan (layak). Berdasarkan hasil tersebut dapat dikatakan bahwa investasi Pengembangan Hotel Sol House layak untuk mendapatkan pinjaman bank. 2) Appraisal dalam tahap proses konstruksi Pengembangan Hotel Sol House yaitu dengan menggunakan metode earned value. Hasil analisis prestasi fisik sampai dengan periode bulan ke 13 untuk seluruh pekerjaan proyek pembangunan Hotel Sol House telah mencapai prestasi sebesar 79,14% atau setara dengan nilai Rp. 75.718.009.000, nilai CPI sebesar 1,233 > 1 yang berarti kinerja keuangan baik. Sedangkan nilai SPI sebesar 0,80 < 1 sehingga dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan proyek lebih lambat dari jadwal awal pembangunan hotel. 3) Appraisal dalam tahap pasca konstruksi Pengembangan Hotel Sol House (diasumsikan telah terealisasi 100%). Hasil analisis menggunakan pendekatan biaya diperoleh nilai pasar properti sebesar Rp. 435.600.000.000 (dengan rincian nilai pasar tanah sebesar Rp. 346.500.000.000 dan nilai pasar bangunan sebesar Rp. 89.100.000.000) terjadinya perkembangan nilai pasar bangunan pada tahap pasca konstruksi dengan tahap studi kelayakan dikarenakan perubahan material, sedangkan hasil analisis menggunakan pendekatan pendapatan diperoleh nilai sebesar Rp. 76.203.168.255.
EVALUASI SISTEM PENYEDIAAN AIR BERSIH MENGGUNAKAN SOFTWARE WATERCAD DI DESA BATUNGSEL KECAMATAN PUPUAN KABUPATEN TABANAN Mawiti Infantri Yekti; Kadek Diana Harmayani; I Nyoman Dharma Krisnahadi
JURNAL SPEKTRAN Vol 8 No 1 (2020): VOL. 8, NO. 1, JANUARI 2020
Publisher : Master of Civil Engineering Program Study, Faculty of Engineering, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (259.932 KB)

Abstract

Batungsel Village utilizes clean water sourced from Sumber Tumpang Telu with existing water discharge from 2 (two) adjacent springs as much as 5,348 liters / second and 7,109 liters / second. At present, almost 20% of the community has not been served with clean water, and the existing distribution pipeline system has been able to meet 2 (two) existing banjars, namely the Batungsel Kelod and the Batungsel Kaja banjar. The results of the analysis of population growth projections show the arithmetic method which has the smallest standard deviation value. The average clean water needs for Batungsel village until 2033 are Banjar Batungsel Kelod at 1.75 liters / second, Banjar Batungsel Kaja at 2.71 liters / second, Banjar Dinas Pempatan at 0.01 liters / second and clean water needs at the development phase of the Dinas Pempatan banjar is 1.20 liters / second. The simulation results of the WaterCAD V8i program provide simulation results with pipes that do not meet the speed requirements, so that at the development stage a pipe diameter change is made according to the planning criteria and the development stage in the Pangkalan Service Office with the WaterCAD V8i program has met the planning standards. The development phase is planned to use PVC pipe class S-10 which is able to withstand a maximum pressure of 12.5 atm with fixed demand requirements or average water requirements of 0.11 liters / second.
KUAT TEKAN BETON GEOPOLIMER MENGGUNAKAN ABU TERBANG I Made Alit Karyawan Salain; Made Ngakan Anom Wiryasa; I Nyoman Mahendra Martha Adi Pamungkas
JURNAL SPEKTRAN Vol 8 No 1 (2020): VOL. 8, NO. 1, JANUARI 2020
Publisher : Master of Civil Engineering Program Study, Faculty of Engineering, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (421.144 KB)

Abstract

Semen merupakan bahan utama membuat beton, yang menghasilkan gas CO2 pada proses produksinya yang dapat mencemari lingkungan. Perlu dilakukan inovasi untuk membuat beton salah satunya beton geopolimer. Penelitian membuat beton geopolimer dengan bahan dasar abu terbang dan aktivator NaOH dan Na2SiO3. Gradasi butiran pasir dan koral dirancang, pada zona 2 dan gradasi koral dengan butiran maksimum 20 mm. persentase agregat dengan abu terbang dan aktivator sebesar 75% : 25%. Perbandingan pasir dan koral digunakan 1 : 1,24. Dibuat 3 campuran C1, C2, dan C3 dengan persentase abu terbang dan aktivator sebesar C1 70% : 30%, C2 65% : 35%, dan C3 60% : 40%. Perbandingan Na2SiO3 dan NaOH sebesar 1 : 1.5 dengan molaritas NaOH 14 M. Beton dicetak kubus 15 cm x 15 cm x 15 cm, kemudian dipanaskan pada suhu 70oC selama 24 jam. Pengujian kuat tekan beton dilakukan pada umur 7, 14, dan 28 hari masing masing menggunakan 3 benda uji. Penelitian bertujuan untuk mendapatkan campuran yang terbaik dan menghasilkan kuat tekan beton yang tertinggi. Pengurangan jumlah abu terbang dan penambahan aktivator meningkatkan nilai slump beton geopolimer, serta menurunkan kuat tekan beton geopolimer. Beton geopolimer mengalami peningkatan kuat tekan hingga 14 hari, hal ini terjadi pada beton C1, C2, dan C3. Pada umur 14 hari hingga 28 hari kuat tekan beton geopolimer tidak mengalami perkembagan, bahkan cenderung mengalami penurunan terutama pada beton C3. Campuran beton geopolimer yang terbaik terdapat pada beton C2, dengan kuat tekan sebesar 48,89 MPa pada umur 28 hari.
EVALUASI KELAYAKAN PEMBANGUNAN DORMITORY KUBIKAHOMY SERPONG TANGERANG SELATAN I Nyoman Martha Jaya; Anak Agung Diah Parami Dewi; Randy Riza Kurniawan
JURNAL SPEKTRAN Vol 8 No 1 (2020): VOL. 8, NO. 1, JANUARI 2020
Publisher : Master of Civil Engineering Program Study, Faculty of Engineering, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (393.401 KB)

Abstract

Pengelolaan dormitory pada tahap operasi dan perawatan memerlukan dana yang besar sehingga perlu dilakukan pengkajian mengenai evaluasi kelayakan yang juga mengacu pada studi kelayakan pada awal perencanaan. Tujuan penelitian ini untuk melakukan evaluasi aspek pasar, aspek teknis, aspek finansial dan aspek manajemen properti. Pada evaluasi aspek pasar terkait permintaan, tingkat hunian dan ancaman persaingan dormitory. Evaluasi aspek teknis melakukan Koefisien Dasar Bangunan (KDB), Koefisien Lantai Bangunan (KLB), Koefisien Dasar Hijau (KDH), dan pemenuhan lahan parkir. Evaluasi Aspek finansial melakukan analisis aliran kas proyek dengan parameter kelayakan investasi yaitu Net Present Value (NPV), Benefit Cost Ratio (BCR), Internal Rate of Return (IRR), Discounted Payback Period, dan analisis sensitivitas. Analisa aspek manajemen properti pengelolaan properti sebagai investasi / bisnis yang dilakukan selama 50 tahun sesuai dengan umur ekonomis. Hasil analisis aspek pasar menunjukkan dormitory kubikhomy masih memiliki prospek yang baik. Hasil analisis aspek teknis menunjukkan hasil layak, KDB sebesar 45% dari syarat maksimum 50%, KLB sebesar 573% lebih kecil dari syarat maksimum 1050%, KDH sebesar 55% dari syarat minimum 30%, luasan parkir layak karena memenuhi syarat minimum 60 SRP. Analisis aspek finansial menunjukkan hasil layak dengan NPV sebesar Rp 42.003.997.448,- BCR sebesar 1.77, IRR 17,64 % > MARR 12%, DPP Rp. 50.538.000.000,- dan Analisa sensitivitas menunjukkan proyek tidak layak pada saat tingkat pendapatan turun 10%. Pada aspek manajemen properti pengelolaan dormitory mencapai nilai BEP pada tahun ke – 2 lebih 1 bulan, sedangkan proyeksi pendapatan dan biaya menyesuaikan dengan umur ekonomis bangunan selama 50 tahun.
ANALISIS PENGEMBANGAN SUMBER DAYA AIR DAS TUKAD SABA DENGAN DIBANGUNNYA WADUK TITAB DI KABUPATEN BULELENG Siti Nur Indah Sari; Mawiti Infantri Yekti; I Nyoman Norken
JURNAL SPEKTRAN Vol 8 No 1 (2020): VOL. 8, NO. 1, JANUARI 2020
Publisher : Master of Civil Engineering Program Study, Faculty of Engineering, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (270.031 KB)

Abstract

The Saba river basin has an area of ??69.54 km2 and the length of the drainage is 36 km. The river drainage area is a hilly area, so that rainwater flows quickly which then becomes a flood. The land condition in the inundation area generally consists of rice fields that depend on rain, there is no technical irrigation system so that the cropping pattern depends on the rain. So to overcome this problem a Titab Reservoir was built. The Titab Reservoir serves as the supply of irrigation water for DI Saba with an area of ??1,396.40 ha and Pulp of 398.42 ha, raw water as much as 0.35 m3/s and PLTA with 2 x 0.75 MW. Given the importance of the benefits of the Titab Reservoir, a study of the reservoir capacity of the Titab Reservoir was conducted. The analysis begins with calculating the reliability discharge from measured discharge data, obtained Q80 of 2.01 m3/dt. Furthermore, calculating irrigation needs, while water and hydropower needs are used from existing planning data. Then do the simulation using the RIBASIM program. The simulation results show scenario 2 produces a reliability level of 83.33%, scenario 3 produces a reliability level of 82.22%, and scenario 4 produces a reliability level of 58.54%. Scenario 2 is the optimum result. Furthermore, verification of the RIBASIM model is needed using observational discharge data at the Saba dam. The verification results show that the data accuracy is quite good with a correlation coefficient of 0.74 and determination of 0.55.
STUDI PARAMETRIK PADA STRUKTUR RANGKA DINDING PENGISI BERLUBANG DENGAN DAN TANPA PENGEKANG DAN APLIKASINYA DALAM PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG Putu Dyah Jasmine Pradnyantari; Made Sukrawa; Ida Ayu Made Budiwati
JURNAL SPEKTRAN Vol 8 No 1 (2020): VOL. 8, NO. 1, JANUARI 2020
Publisher : Master of Civil Engineering Program Study, Faculty of Engineering, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (645.845 KB)

Abstract

Dinding pengisi dalam analisis struktur dapat dimodel sebagai strat diagonal dengan lebar strat sebagai fungsi dari modulus elastisitas, material rangka (frame) (f’c), material dinding (f’m), momen inersia kolom, sudut diagonal, dan panjang diagonal. Struktur rangka dinding pengisi berlubang (RDPB) dapat juga dimodel menggunakan shell element dan elemen frame. Studi ini dilakukan dengan tujuan untuk menganalisis pengaruh parameter yaitu, sudut diagonal, kekakuan kolom, posisi dan rasio lubang (dengan dan tanpa pengekang), f’c, dan f’m terhadap perilaku RDPB pada struktur gedung 5 lantai akibat bebani gempa. Sebanyak 37 model dibuat dengan memvariasikan parameter tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa parameter yang sensitif dan penting untuk diperhatikan dalam pemodelan RDPB adalah mutu dinding, rasio lubang dan sudut diagonal. Penambahan pengekang berupa balok dan kolom praktis juga merupakan parameter penting yang mempengaruhi perilaku RDPB karena menghasilkan struktur yang lebih kaku dan lebih kuat. Penurunan simpangan struktur dan tegangan pada dinding masing-masing sebesar 43% dan 14%. Penambahan pengekang juga menghasilkan penurunan gaya-gaya dalam dan kebutuhan tulangan pada balok dan kolom rangka. Posisi lubang sentris dan eksentris berpengaruh sangat kecil terhadap simpangan struktur dan tegangan pada dinding sehingga tidak penting untuk dibedakan dalam pemodelan. RDPB dengan lubang eksentris menghasilkan penurunan simpangan struktur dan tegangan dinding 1% dan 0,8% lebih kecil dibandingkan dengan simpangan struktur dan tegangan dinding pada struktur dengan lubang sentris.
ANALISIS RISIKO PADA PELAKSANAAN PROYEK KONSTRUKSI YANG MENGGUNAKAN KONTRAK FIDIC DI BALI Nyoman Martha Jaya; I Gusti Agung Adnyana Putera; Marlon Simanjuntak
JURNAL SPEKTRAN Vol 8 No 1 (2020): VOL. 8, NO. 1, JANUARI 2020
Publisher : Master of Civil Engineering Program Study, Faculty of Engineering, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (701.208 KB)

Abstract

FIDIC Conditions of Contract merupakan suatu format standar kontrak Internasional yang memuat secara rinci kewajiban umum dari pihak contractor, Employer, dan Engineer. Kontrak FIDIC juga menyediakan tiga aturan dasar yaitu : risk sharing, variation, dan dispute resolution. Penggunaan kontrak FIDIC pada proyek konstruksi di Indonesia, tidak pasti dapat menghilangkan risiko pada saat pelaksaanaannya, kesulitan implementasi karena klausal yang komplek dan proses yang lama menjadi bagian yang mempengaruhi ketepatan mutu, waktu dan biaya ketika terjadinya perubahan kontrak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis risiko-risiko yang terjadi pada pelaksanaan proyek konstruksi gedung yang menggunakan kontrak FIDIC Condition of Contract for Construction For Building And Engineering Works Designed By The Employer 1999 (RED BOOK), untuk mengetahui dampak terhadap biaya, mutu dan waktu serta merumuskan tindakan mitigasi terhadap major risk yang ditimbulkan. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan survei menggunakan kuesioner. Responden ditentukan dengan metode purposive sampling meliputi 40 responden (kontraktor, konsultan, owner representative) pada proyek gedung yang menggunakan kontrak FIDIC. Hasil penelitian menunjukkan risiko-risiko yang teridentifikasi adalah 51 risiko. Tiga belas diantaranya termasuk kategori major risk yaitu intervensi perubahan desain oleh owner, keterlambatan supplier oleh owner, pengguna Jasa tidak membayar denda, kenaikan mata uang asing, penolakan klaim akibat kenaikan harga, interpretasi baru berdampak dihapusnya klaim biaya/overhad, kekeliruan Hirarki dokumen, perencanaan yang kurang baik, spesifikasi tidak lengkap, ketatnya jadwal pelaksanaan, kegagalan Nominated SubContractor /subkontraktor, Pekerjaan provisional sum, dan hak perpanjangan waktu ditolak. Dari 13 major risk tersebut, 6 risiko diantaranya berpengaruh terhadap biaya dan waktu, 4 risiko berpengaruh terhadap biaya, satu risiko berpengaruh terhadap mutu dan waktu, satu risiko berpengaruh terhadap waktu, dan satu risiko yang berpengaruh terhadap biaya, mutu, waktu. Tindakan mitigasi terdiri dari tahap pra pelaksanaan konstruksi, perlunya koordinasi yang baik antara stake holder dalam penentuan desain dan biaya, serta pada pelaksanaan konstruksi dimana perlunya koordinasi yang baik, cepat serta terarah antara stake holder dalam melengkapi kekurangan desain atau informasi sesuai schedule kontraktor.
PENGARUH MOTIVASI TERHADAP KINERJA PEKERJA PADA PROYEK KONSTRUKSI DI KABUPATEN BADUNG Anak Agung Diah Parami Dewi; Mayun Nadiasa; Ida Bagus Putu Yoga Aksa Naradhipa
JURNAL SPEKTRAN Vol 8 No 1 (2020): VOL. 8, NO. 1, JANUARI 2020
Publisher : Master of Civil Engineering Program Study, Faculty of Engineering, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.118 KB)

Abstract

Aset utama utama meningkatkan efektivitas maupun produktivitas pada setiap kalamgan pekerja proyek konstruksi adalah sumber daya manusia. Kinerja dari pekerja ini akan dipengaruhi oleh motivasi, sebab motivasi berdampak secara signifikan pada berbagai kepuasan kinerja untuk menghasilkan atau merealisasikan berbagai hal seperti: kebutuhan, harapan, keadilan dan lain-lainnya dalam setiap individu. Motivasi sendiri memiliki kedudukan meningkatkan kinerja yang sangat penting dalam untuk para pekerja dalam proyek konstruksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh motivasi terhadap kinerja pekerja pada proyek konstruksi di Kabupaten Badung. Dalam penentuan sampel metode yang akan digunakan adalah simple random sampling yang dimana memenuhi beberapa kriteria sampel berjumlah 30 responden. Analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda, analisis kolerasi berganda, uji determinasi, uji F (uji anova), dan uji t-Test dengan bantuan program SPSS v24. Hasil penelitian ini motivasi dibagi 3 indikator yaitu indikator kebutuhan berpengaruh signifikan dilihat dari hasil perhitungan uji t dimana didapatkan nilai t hitung sebesar 2,146, indikator harapan berpengaruh signifikan dilihat dari hasil uji t dimana didapatkan nilai t hitung sebesar 2,202 dan terakhir indikator keadilan juga bepengaruh signifikan dilihat dari hasil uji t dimana didapatkan nilai t hitung sebesar 2,606. Kemudian disimpulkan dari ketiga indikator ini motivasi berpengaruh signifikan terhadap kinerja pekerja pada proyek konstruksi di Kabupaten Badung. Nilai- nilai tersebut lebih besar dari nilai t-tabel sebesar 1,705. Sedangkan dilihat dari hasil analisis liniear berganda diperoleh Y = 14,458 + 0,280 X1 + 0,466 X2 + 0,622 X3, dimana salah satunya yaitu keadilan berpengaruh paling dominan sebesar 0,622 dibandingkan dengan indikator motivasi kebutuhan dengan 0,280 dan harapan 0,466.
EVALUASI PEMBANGUNAN PERUMAHAN CITRALAND DENPASAR I Gusti Agung Adnyana Putera; Anak Agung Diah Parami Dewi; Fransiskus Asisi Andi Nugraha
JURNAL SPEKTRAN Vol 8 No 1 (2020): VOL. 8, NO. 1, JANUARI 2020
Publisher : Master of Civil Engineering Program Study, Faculty of Engineering, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (248.943 KB)

Abstract

Population of Denpasar municipality has been significantly increasing for the last few years, with growth rate of 4.25% per year. This growth also increases the need of livable housing. Addressing this phenomenon, PT Citraland Development, Tbk., in collaboration with PT Karya Makmur, develop a residence area, named Citraland Denpasar. The development of residence area is a multi-stage prject until 2020. Hence, there is spared land for each house type to be built. Objective of this study is to maximize the sales profit of each type of house within limited remaining space. Furthermore, this study evaluates the financial aspect of the project by determining NPV, BCR, and IRR values. Evaluation of engineering aspect will also be covered, in term of Building Cost Ratio, Floor Area Ratio, Green Open Space, and foundation bearing capacity. Optimization analysis is done with linear program by WinQSB software. The result shows thar for the next project phase (2017-2020), maximum profit will be achieved by 30 units of Klenze type, 23 units of Jean type, 26 units of Danburite type, 30 units of Ives type, 26 units of Haydn type, 23 units of Franz type, 19 units of Beryl type, and 15 units of Amethyst type. The maximum profit estimation gained is Rp 278,107,835,566.00. Financial evaluation shows that NPV is Rp 417,393,944,138.00 (NPV > company NPV, which value is Rp 150 billion), BCR is 1.4999 (BCR > 1), and IRR is 24.51% (IRR > company IRR, which value is 10%). Thus, this project is financially profitable. Technically, Building Coverage Ratio value is 66.36% (BCR < 95%), Floor Area Ratio is 1.1456 (FAR < 3) and Green Open Space is 33.64% (GOS > 5%). This development project has complied statutory regulation. The foundation bearing capacity was measured to be 55.4 ton, while total load imparted to the foundation is 22.307 ton. Hence, the building meets safety requirement.
KINERJA STIFFNESS, FATIGUE, DAN CREEP CAMPURAN ASPAL PANAS ASPHALT CONCRETE WEARING COURSE (AC-WC) I Nyoman Arya Thanaya; I Made Agus Ariawan; I Made Debby Surya Adi Putra
JURNAL SPEKTRAN Vol 8 No 1 (2020): VOL. 8, NO. 1, JANUARI 2020
Publisher : Master of Civil Engineering Program Study, Faculty of Engineering, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (452.39 KB)

Abstract

Damage type that common happens to Asphalt Concrete Wearing Course (AC-WC) is the crack due to fatigue. This research objective is to analyze the performance of the stiffness, fatigue, static creep and dynamic creep of the AC-WC hot asphalt mix to optimum asphalt content. The research was conducted at Road Laboratory of the Civil Engineering Department, Udayana University. The mixture was produced in hotmix and tested with Marshall procedure. The method used in testing stiffness, fatigue and creep testing refers to the British Standard. The equipment that is used is the Dynapave UTM 30. Based on the research it was found out that the optimum asphalt content (OAC) of AC-WC mix was 6.05%. The ITSM value at temperature of 10oC, 20oC, 30oC were 6175 MPa, 4356 MPa, 3790 MPa, respectively. The fatigue performance on dynamic loading at pressure of 300 kPa failed at 37,401 times of load repetition, at pressure of 500 kPa failed at 15,513 times of load repetition, at pressure of 700 kPa failed at 3,866 times of load repetition. The static creep performance was 20.84 MPa. The stiffness of creep dynamic was 13.69 MPa. In general comparison, between the test result of the static creep and dynamic creep shows that with dynamic load the sample gave bigger strain so its stiffness becomes smaller, compared to the static load. In other words, the dynamic load causes bigger deformation.