cover
Contact Name
Sisca Mayang Phuspa
Contact Email
siscamayang@unida.gontor.ac.id
Phone
+6285736935463
Journal Mail Official
jihoh@unida.gontor.ac.id
Editorial Address
Program Studi Keselamatan dan Kesehatan Kerja Lt. 2 Gedung Utama Universitas Darussalam Gontor Jalan Raya Siman Km. 6, Siman, Kec. Siman Kabupaten Ponorogo 63471JAWA TIMUR, INDONESIA
Location
Kab. ponorogo,
Jawa timur
INDONESIA
Journal of Industrial Hygiene and Occupational Health (JIHOH)
ISSN : 25274686     EISSN : 25415727     DOI : https://doi.org/10.21111/jihoh.v9i1.12212
The journal primarily publishes original research articles but also welcomes review papers, short communications, commentaries on pressing issues, and case studies. Topics of high priority include: Occupational health and safety Industrial hygiene Ergonomics Fire protection systems Accident investigation methods Epidemiological surveys related to workplace safety JIHOH aims to improve workplace health and safety, prevent occupational accidents and diseases, and foster safer, more comfortable working environments.
Articles 134 Documents
Manajemen Risiko Keselamatan, Kesehatan, dan Keamanan di Kawasan Wisata Pantai Parangtritis Oktomi Wijaya; Dholina Inang Pambudi; Dzaky Makarim
Journal of Industrial Hygiene and Occupational Health Vol. 9 No. 1 (2024): Industrial Hygiene and Occupational Health
Publisher : Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/jihoh.v9i1.11952

Abstract

Industri pariwisata tidak terlepas dari berbagai risiko keselamatan, kesehatan, dan keamanan. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan kajian risiko keselamatan dan kesehatan kerja aktivitas wisata di wilayah rawan bencana, studi kasus di Pantai Parangtritis. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan desain studi kasus. Data akan diperoleh menggunakan pedekatan wawancara mendalam dan focus group discussion (FGD). Hasil penelitian ini yaitu diperoleh beberapa potensi bahaya seperti bahaya fisik, biologi, kimia, gerakan, dan ergonomi dengan tingkat risiko yang beragam diantaranya berisiko rendah sebesar 2,8%, berisiko sedang sebesar 38,9%, berisiko tinggi sebesar 55,6%, dan berisiko ekstrem sebesar 2,8%. Aktivitas di Kawasan Wisata Pantai Parangtritis memiliki risiko keselamatan dan kesehatan yang beragam. Tingkat risiko yang ada pada kawasan wisata ini kebanyakan berisiko tinggi.
IMPLIKASI INTENSITAS PENCAHAYAAN TERHADAP KELELAHAN MATA PADA PENJAHIT Rizky Maharja; Agung Juliawan; Ade Wira Lisrianti Latief; Riadnin Maharja; Andi Mifta Farid Panggeleng
Journal of Industrial Hygiene and Occupational Health Vol. 9 No. 1 (2024): Industrial Hygiene and Occupational Health
Publisher : Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/jihoh.v9i1.12212

Abstract

Intensitas pencahayaan memegang peranan penting dalam lingkungan kerja penjahit karena pekerjaan mereka sering melibatkan tugas-tugas yang membutuhkan ketelitian. Dampak kondisi ini menjadikan penjahit mengalami kelelahan mata.  Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implikasi intensitas pencahayaan terhadap kelelahan mata pada penjahit. Jenis penelitian adalah observasional analitik dengan desain cross-sectional. Adapun teknik pengambilan sampel menggunakan total populasi yang berjumlah 31 orang. Instrumen yang digunakan adalah lux meter untuk mengukur intensitas pencahayaan dan kuesioner untuk mengetahui kelelahan mata penjahit. Hasil menunjukkan bahwa intensitas pencahayaan tergolong rendah yaitu <200 lux dan sebanyak 22 orang (71%) penjahit mengalami kelelahan mata. Uji statistik menunjukkan p-value 0,0001 yang berarti terdapat pengaruh intensitas pencahayaan dengan kelelahan mata. Penelitian ini menyimpulkan bahwa terdapat implikasi intensitas cahaya terhadap kelelahan mata. Disarankan untuk meningkatkan intensitas pencahayaan di lingkungan kerja penjahit dengan menyediakan pencahayaan yang memadai sesuai standar kesehatan kerja guna mengurangi risiko kelelahan mata yang dialami oleh penjahit.
HUBUNGAN PENGETAHUAN K3 DAN PENGAWASAN TERHADAP UNSAFE ACTION PEKERJA KONSTRUKSI PT X Rachmawati Prihantina Fauzi; Gumilar Bagus Pinogoro; Bachtiar Chahyadhi
Journal of Industrial Hygiene and Occupational Health Vol. 9 No. 1 (2024): Industrial Hygiene and Occupational Health
Publisher : Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/jihoh.v9i1.12505

Abstract

Pekerjaan konstruksi merupakan pekerjaan berisiko tinggi karena memiliki berbagai macam risiko bahaya yang dapat menyebabkan kecelakaan kerja. Kecelakaan kerja dapat disebabkan karena berbagai faktor, namun 80% kecelakaan kerja disebabkan karena unsafe action. Berdasarkan hasil survei awal terhadap 10 orang pekerja konstruksi pernah terjadi kecelakaan kerja di PT X akibat unsafe action dimana 7 dari 10 pekerja melakukan tindakan unsafe action (70%) yang disebabkan karena kurangnya pengetahuan (70%) serta kurangnya pengawasan (60%) pada pekerja konstruksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan K3 dan pengawasan dengan unsafe action. Metode yang digunakan merupakan observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Teknik sampling yang digunakan adalah total sampling. Jumlah sampel yang digunakan adalah 85 orang. Penelitian ini menggunakan kuesioner yang dianalisis secara bivariat menggunakan Somers’d dan multivariat menggunakan uji regresi logistik ordinal. Analisis data dilakukan dengan menggunakan software SPSS versi 25. Hasil penelitian menunjukan mayoritas responden memiliki pengetahuan K3 kurang (55,3%) dan pengawasan cukup (50.6%) dengan Tingkat unsafe action tinggi (43,5%). Hasil uji korelasi somers’d menunjukan adanya hubungan antara pengetahuan K3 dengan unsafe action (p = 0,001, r= -0,491) dan juga adanya hubungan signifikan antara pengawasan dengan unsafe action (p =0,001, r = -0,528). Hasil uji regresi logistik ordinal menujukan bahwa pengawasan memiliki kekuatan korelasi lebih besar (wald=17.624) dalam unsafe action dibandingkan pengetahuan K3 (wald=11.119).
HUBUNGAN ANTARA KECERDASAN EMOSIONAL DENGAN STRES KERJA PERAWAT ICU DAN IGD DI RUMAH SAKIT X BANYUWANGI Ullya Nur Imama; Endang Dwiyanti
Journal of Industrial Hygiene and Occupational Health Vol. 9 No. 1 (2024): Industrial Hygiene and Occupational Health
Publisher : Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/jihoh.v9i1.12532

Abstract

Stres kerja adalah suatu bentuk adaptasi terhadap ketidaksesuaian individu dengan lingkungan kerjanya. Stres kerja yang terjadi pada perawat dapat mempengaruhi keselamatan dan kesehatan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan karakteristik dan kecerdasan emosional dengan stres kerja pada perawat ruang IGD dan ICU di Rumah Sakit X di Banyuwangi. Penelitian ini merupan penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Sampel dalam penelitian ini merupakan total populasi yaitu 26 perawat. Hasil penelitian ini adalah variabel jenis kelamin (p value 0,043), umur (p value 0,017), masa kerja (p value 0,002), dan kecerdasan emosional (p value 0,027) mempunyai nilai p value < 0,05. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa variabel jenis kelamin, umur, masa kerja, dan kecerdasan emosional berhubungan terhadap stres kerja perawat IGD dan ICU di Rumah Sakit X di Banyuwangi.  
PAPARAN DEBU DAN RISIKO GANGGUAN FUNGSI PERNAFASAN PADA PEKERJA DI INDUSTRI PENGOLAHAN BIJIH MINERAL: TINJAUAN LITERATUR SISTEMATIS Arif Susanto; Muhamad Rizky Yudhiantara; Edi Karyono Putro; Prayoga Kara; Anthony Andorful Manuel; Nurulia Hidayah
Journal of Industrial Hygiene and Occupational Health Vol. 9 No. 1 (2024): Industrial Hygiene and Occupational Health
Publisher : Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/jihoh.v9i1.12557

Abstract

Pengolahan bijih mineral melibatkan beberapa proses yang menghasilkan debu, seperti penggilingan, penghancuran, dan flotasi. Debu yang dihasilkan, terutama partikel berukuran <10 μm, dapat terhirup dan terdeposit di paru-paru, sehingga berisiko menyebabkan penurunan fungsi pernafasan. Namun, berbagai faktor dapat mempengaruhi tingkat efek paparan debu terhadap kesehatan pekerja. Penelitian ini dilakukan dengan metode tinjauan literatur sistematis, menggunakan kata kunci “mineral ore processing”, “dust exposure”, dan “impaired lung function”. Pada basis data ilmiah seperti Science Direct, Google Scholar, dan ProQuest. Artikel ilmiah yang dipublikasikan antara tahun 2020 hingga 2024 menjadi fokus kajian. Hasil pemetaan literatur berdasarkan PRISMA-ScR menunjukkan sebanyak 15 artikel ilmiah relevan telah dianalisis. Penelitian ini mengkonfirmasi bahwa debu di industri pengolahan bijih mineral menjadi risiko kesehatan pernafasan yang signifikan bagi pekerja. Paparan debu dapat menyebabkan masalah kesehatan dari penurunan fungsi pernafasan hingga Penyakit Paru Obstruksi Kronis (PPOK). Komposisi kimia dan konsentrasi debu respirabel yang bervariasi, serta faktor lingkungan seperti kelembaban dan arah angin, turut mempengaruhi tingkat pajanan debu terhadap pekerja. Oleh karena itu, pengendalian debu secara efektif pada sumbernya dan penerapan manajemen risiko yang baik menjadi sangat penting untuk mengurangi paparan debu terhadap pekerja dan mencegah terjadinya penurunan fungsi pernapasan.
ANALISIS RISIKO POSTUR KERJA MENGGUNAKAN METODE OVAKO WORKING ANALYSIS SYSTEM (OWAS) TERHADAP KELUHAN MUSCULOSKELETAL PADA PEKERJA ANGKAT ANGKUT BATU BATA Rudyarti, Edwina; Purba, Yunita Sari
Journal of Industrial Hygiene and Occupational Health Vol. 9 No. 2 (2025): Industrial Hygiene and Occupational Health
Publisher : Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/jihoh.v9i2.10912

Abstract

Pentingnya penerapan K3 di tempat kerja yang belum memahami pentingnya K3. Oleh karena itu, penerapan K3 harus diterapkan khususnya terkait postur kerja. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui hubungan risiko postur kerja pada pekerjaan angkat angkut dengan metode OWAS terhadap risiko keluhan musculoskeletal dengan mengidentifikasi penilaian risiko keselamatan dan kesehatan kerja Industri Pembuatan Batu Bata. Metode penelitian kuantitatif dengan rancangan deskriptif analitik. Objek penelitian pekerja di sentra industri batu bata. Proses pengambilan data penelitian ini adalah identifikasi bahaya akibat salah dalam postur bekerja pada kegiatan angkat angkut batu bata dan penilaian risiko keluhan nyeri punggung atau musculoskeletal disorder menggunakan metode OWAS (Ovako Working Analysis System). Analisis OWAS menunjukkan bahwa postur kerja yang memerlukan tindakan perbaikan sekarang juga dengan kategori skor 4 terdapat 4 elemen kegiatan yaitu mengangkat, mengambil dan mengangkut batu bata dengan persentase keluhan paling dominan dan memiliki tingkat risiko musculoskeletal disorder paling tinggi yaitu keluhan pada bagian punggung mendapatkan persentase 56,6% dengan jumlah pekerja sebanyak 17 orang dan keluhan pada pinggang 60% dengan jumlah pekerja sebanyak 18 orang mengeluhkan sangat sakit. Risiko postur kerja yang salah dapat mengakibatkan keluhan musculoskeletal disorder dan hasil analisis menggunakan metode OWAS terbukti bahwa postur kerja dapat mempengaruhi keluhan pada pekerja angkat angkut batu bata.
PENGARUH APLIKASI PENGAWASAN K3 TERHADAP PERILAKU KERJA AMAN PADA PEKERJA BAGIAN STRUKTUR ATAS PT X YOGYAKARTA Aditya Rangga, Pranadewa; Setyawan, Haris; Wardani, Tyas Lilia
Journal of Industrial Hygiene and Occupational Health Vol. 9 No. 2 (2025): Industrial Hygiene and Occupational Health
Publisher : Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/jihoh.v9i2.12364

Abstract

Perilaku kerja aman merupakan kesadaran dalam melindungi diri terhadap risiko bahaya. Upaya untuk menurunkan angka kecelakaan dapat dengan meningkatkan kesadaran dan berperilaku kerja secara aman. Faktor penting dalam meningkatkan pelaksanaan perilaku kerja aman ialah melalui pengawasan K3. PT X Yogyakarta dalam aktivitas kerjanya memiliki risiko kecelakaan kerja yang tinggi meliputi jatuh dari ketinggian, tertimpa material, serta tertabrak oleh alat berat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh aplikasi pengawasan K3 terhadap perilaku kerja aman pada pekerja bagian struktur atas PT X Yogyakarta. Penelitian kuasi ekperimen ini menggunakan pendekatan two group pre-test and post-test design with control group design. Teknik sampling menggunakan total sampling sebanyak 110 orang. Penelitian ini menggunakan aplikasi pengawasan K3 dan kuesioner perilaku kerja aman untuk monitoring dan menilai perilaku kerja aman. Terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil post-test perilaku kerja aman antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol (ρ-value < 0.001), dengan ditunjukkan kenaikan skor perilaku kerja aman kelompok intervensi menjadi 56.4%. Aplikasi pengawasan K3 mempunyai pengaruh yang positif terhadap perilaku kerja aman pada pekerja. Penerapan aplikasi pengawasan K3 dapat dijadikan alternatif solusi dalam mengatasi permasalahan terkait perilaku di tempat kerja.
PENERAPAN BEHAVIOR BASED SAFETY DENGAN METODE ABC UNTUK MENINGKATKAN SAFETY AWARENESS DAN SAFETY BEHAVIOR PADA PEKERJA WANITA DI SENTRA PENGASAPAN IKAN KAWASAN PESISIR KOTA TEGAL Pratiwi, Anggit; Widhiastuti, Ratna
Journal of Industrial Hygiene and Occupational Health Vol. 9 No. 2 (2025): Industrial Hygiene and Occupational Health
Publisher : Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/jihoh.v9i2.12628

Abstract

Pekerja di sentra pengasapan ikan mempunyai banyak risiko bahaya di tempat kerja yang dapat menyebabkan kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja. Faktor terbesar kejadian kecelakaan kerja menurut teori Heinrich disebabkan karena perilaku tidak aman, sehingga perlu adanya perubahan perilaku melalui penerapan Behavior based safety (BBS) dengan pendekatan Antecedent, Behavior dan Consequences (ABC). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perubahan safety behavior pada pekerja di sentra pengasapan ikan setelah diberikan penerapan BBS. Penelitian ini merupakan penelitian quasi eskperimental, dengan jumlah sampel sebanyak 30 pekerja wanita di sentra pengasapan ikan kawasan pesisir kota Tegal sebagai responden. Data primer didapatkan dari hasil survei kejadian injury dan keluhan sakit yang dialami oleh responden selama kurun satu tahun sebelum penelitian, ceklis observasi penggunaan APD dan kuesioner BBS.  Peneliti juga memberikan edukasi BBS sebagai penguatan perubahan perilaku. Analisis data menggunakan uji paired t-test untuk mengetahui apakah ada pengaruh perubahan perilaku sebelum dan setelah diberikan edukasi BBS. Hasil penelitian menunjukkan adanya perubahan perilaku sebelum dan setelah diberikan edukasi BBS (pvalue = 0,001). Hal ini juga didukung dengan hasil observasi setiap minggu bahwa adanya konsistensi dalam penggunaan APD secara lengkap. Berdasarkan hasil penelitian terdapat perubahan safety behavior pada pekerja wanita di sentra pengasapan setelah diberikan paparan behaviour based safety dengan metode ABC.  
EVALUASI POSTUR KERJA MEKANIK PADA AKTIVITAS PEKERJAAN TYRE DI PERUSAHAAN JASA PERTAMBANGAN PT XYZ MENGGUNAKAN METODE OVAKO WORK POSTURE ANALYSIS SYSTEM (OWAS): EVALUASI POSTUR KERJA MEKANIK PADA AKTIVITAS PEKERJAAN TYRE DI PERUSAHAAN JASA PERTAMBANGAN PT XYZ MENGGUNAKAN METODE OVAKO WORK POSTURE ANALYSIS SYSTEM (OWAS) Wibawa, Prasetya Arif; Wartini, Wartini; Sari, Dewi Puspito
Journal of Industrial Hygiene and Occupational Health Vol. 9 No. 2 (2025): Industrial Hygiene and Occupational Health
Publisher : Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/jihoh.v9i2.12645

Abstract

Postur kerja yang berkaitan dengan pekerjaan mekanik ban (tyre mechanic) di perusahaan jasa pertambangan PT XYZ dapat dievaluasi menggunakan metode OWAS (Ovako Working Posture Analysis System). Metode ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis postur tubuh yang digunakan oleh pekerja selama aktivitas kerja, terutama dalam posisi yang membebani tubuh seperti mengangkat, memasang, dan memperbaiki ban alat berat. asil analisis OWAS pada pekerjaan Check Pressure Tyre didapatkan kode OWAS yaitu 2-1-2-1 dengan kategori skor risiko dari pengukuran yaitu 2 yang berarti kategori posisi yang berpotensi menyebabkan kerusakan pada sistem muskuloskeletal (risiko sedang) dan perlu perbaikan dimasa yang akan datang. Hasil analisis OWAS pada pekerjaan Check Thread didapatkan kode OWAS yaitu 1-1-2-1 dengan kategori skor risiko dari pengukuran yaitu 1 yang berarti kategori posisi normal tanpa efek yang dapat mengganggu sistem muskuloskeletal (risiko rendah) dan tidak perlu dilakukan perbaikan. Analisis OWAS pada pekerjaan Remove Install Tyre didapatkan kode OWAS yaitu 2-1-2-2 dengan kategori skor risiko dari pengukuran yaitu 2 yang berarti kategori posisi yang berpotensi menyebabkan kerusakan pada sistem muskuloskeletal (risiko sedang) dan perlu perbaikan dimasa yang akan datang. Analisis OWAS pada pekerjaan Remove Install Tyre didapatkan kode OWAS yaitu 2-1-2-2 dengan kategori skor risiko dari pengukuran yaitu 2 yang berarti kategori posisi yang berpotensi menyebabkan kerusakan pada sistem muskuloskeletal (risiko sedang) dan perlu perbaikan dimasa yang akan datang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi postur kerja mekanik pada aktivitas pekerjaan tyre di perusahaan jasa pertambangan PT XYZ menggunakan metode Ovako Work Posture Analysis System (OWAS). Jenis penelitian    yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif analitik melalui metode observasi. Penelitian dilakukan pada bulan Mei tahun 2024 di PT XYZ. Variabel yang dianalisis dalam penelitian ini merupakan variabel tunggal yaitu postur kerja mekanik pada aktivitas pekerjaan tyre. Penelitian dilakukan pada lima jenis pekerjaan di section tyre dari hasil evaluasi postur kerja menggunakan metode OWAS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga jenis pekerjaan tyre yang memerlukan perbaikan yaitu postur kerja mekanik saat melakukan pekerjaan check pressure tyre, remove install tyre dan assembly dissasembly tyre. Sebaiknya perusahaan menyediakan peralatan kerja yang sesuai dengan standar ergonomi serta memberikan pelatihan atau informasi mengenai pentingnya bekerja secara ergonomi kepada karyawannya. Selanjutnya, perusahaan perlu mewajibkan dan memberikan waktu karyawan untuk melakukan (stretching) pemanasan atau peregangan otot sebelum melakukan pekerjaan agar tidak terjadi cedera otot pada saat bekerja.
EVALUASI PENCAPAIAN KINERJA KESELAMATAN PERTAMBANGAN DI PT X LAHAT SUMATERA SELATAN Jatmiko, Fauzi; E Mauliku, Novi; Budiman, Budiman; Suhat, Suhat; Susanto, Arif
Journal of Industrial Hygiene and Occupational Health Vol. 9 No. 2 (2025): Industrial Hygiene and Occupational Health
Publisher : Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/jihoh.v9i2.12813

Abstract

Industri pertambangan merupakan industri yang rentan akan kecelakaan dan penyakit akibat kerja sehingga pemerintah Indonesia mewajibkan setiap perusahaan tambang menerapkan Sistem Manajemen Keselamatan Pertambangan (SMKP) yang tercantum pada Permen ESDM No. 26 Tahun 2018. Beberapa penelitian yang membahas mengenai evaluasi kinerja tambang berfokus pada perusahaan tambang yang sudah cukup lama beroperasi. Tujuan penelitian ini adalah menjelaskan pencapaian kinerja evaluasi pencapaian kinerja keselamatan pertambangan berdasarkan Kepdirjen Minerba ESDM No. 10 Tahun 2023 di PT X Lahat Sumatera Selatan. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan evaluatif dengan metode tinjauan dokumentasi, kuisioner rubrik Kepdirjen Minerba ESDM No. 10.K/MB.01/DJB.T/2023, dan wawancara mendalam pada Juli—Agustus 2024 dengan total 334 partisipan. Wawancara mendalam dilakukan melalui zoom meeting pada 4 orang level manajemen group leader dan nonstaf. Adapun hasil penelitian ini adalah tingkat pencapaian kinerja keselamatan pertambangan secara keseluruhan atau total PT X Lahat, Sumatera Selatan berada pada Tingkat Terencana dengan nilai parameter indikator sebesar 0.71. Hasil ini menunjukkan bahwa pelaksanaan program keselamatan pertambangan dalam rangka memelihara dan meningkatkan pencapaian kinerja keselamatan pertambangan sebaiknya lebih berfokus pada peningkatan pengetahuan dan kompetensi pekerja tambang.