cover
Contact Name
Elida Zairina
Contact Email
elida-z@ff.unair.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jfiki@ff.unair.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
JURNAL FARMASI DAN ILMU KEFARMASIAN INDONESIA
Published by Universitas Airlangga
ISSN : 24069388     EISSN : 25808303     DOI : -
Jurnal ini adalah jurnal peer-review nasional, yang diterbitkan dua kali dalam membahas tentang topik-topik hasil penelitian di bidang pelayanan dan praktik kefarmasian, konsultasi masyarakat, teknologi kefarmasian serta disiplin ilmu kesehatan yang terkait dengan erat. Jurnal ini memfokuskan pada area-area berikut: 1. Farmasi Klinis 2. Farmasi Komunitas 3. Farmasetika 4. Kimia Farmasi 5. Farmakognosi 6. Fitokimia
Arjuna Subject : -
Articles 272 Documents
The Effect of Vitamin C Addition on Epigallocatechin Gallate (EGCG) Stability in Green Tea Solution Alief Putriana Rahman; Djoko Agus Purwanto; Isnaeni Isnaeni
JURNAL FARMASI DAN ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol. 6 No. 2 (2019): JURNAL FARMASI DAN ILMU KEFARMASIAN INDONESIA
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jfiki.v6i22019.62-68

Abstract

Background: Epigallocatechin gallate (EGCG) is the most abundant green tea catechin with a powerful antioxidant effect to prevent cancer cells. EGCG in green tea solution is highly susceptible to degradation, this it is urgent to  increase the stability of EGCG by vitamin C addition. Vitamin C can regenerate radical EGCG to be normal EGCG. Objective: This research aim was to determine percent of decreased level of EGCG before and after vitamin C addition. Methods: This paper was focused on enhancing the stability of EGCG by 1 mg (GTVC1), 1.5 mg (GTVC2), 2 mg (GTVC3), 2.5 mg (GTVC4) and 3 mg (GTVC5) of vitamin C addition to 10 g/L of green tea solution concentration. Evaluations of EGCG were conducted at 0 days, 1 day, 2 days, 3 days, and 4 days of storage time. EGCG was analyzed using thin layer chromatography (TLC) densitometry methods. The stability of EGCG was determined by % of decreased EGCG. Results: Percent of loss of EGCG in GT, GTVC1, GTVC2, GTVC3, GTVC4 and GTVC5 after 4 days storage were 19.93%, 10.89%, 21.08%, 18.18%, 28.56%, and 9.76%, respectively. Conclusion: This study showed that in 4 days storage, the decreased level of EGCG in green tea solution with 3 mg of vitamin C addition (GTVC5) was 9.76% which was smaller than green tea solution without vitamin C addition (GT) which EGCG decreasing 19.93%.
Aktivitas Antibakteri dan Stabilitas Sediaan Gel Minyak Atsiri Daun Jeruk Purut (Citrus hystrix folium) Luky Hayuning Les; Isnaeni Isnaeni; Widji Soeratri
JURNAL FARMASI DAN ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol. 6 No. 2 (2019): JURNAL FARMASI DAN ILMU KEFARMASIAN INDONESIA
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jfiki.v6i22019.74-80

Abstract

Pendahuluan: Daun jeruk (Citrus hystrix folium) mengandung minyak esensial 1-1,5%, menunjukkan aktivitas antibakteri. Bahan aktif yang berkontribusi sebagai aktivitas antibakteri mengandung senyawa dengan gugus  alkohol dan aldehida yang mendenaturasi protein sel bakteri. Tujuan: mengevaluasi efektivitas dan stabilitas antibakteri gel yang mengandung minyak esensial hasil isolasi dari daun Citrus hystrix terhadap Staphylococcus epidermidis dan Staphylococcus aureus. Metode: Formulasi gel minyak atsiri dibuat menggunakan karbomer 940 sebagai gelling agent. Aktivitas antibakteri gel yang mengandung minyak atsiri dievaluasi terhadap Staphylococcus epidermidis dan Staphylococcus aureus dengan gel yang mengandung 1% klindamisin sebagai kontrol positif dengan metode difusi agar. Hasil: Sediaan Gel efektif terhadap Staphylococcus epidermidis dan Staphylococcus aureus. Diameter rata-rata zona hambatan pertumbuhan sebelum dan sesudah penyimpanan selama 4 minggu adalah 16,75 mm, dan 17,65 mm. Aktivitas hambatan terhadap dua bakteri uji relatif lebih kecil daripada gel klindamisin. Gel memiliki stabilitas fisik yang baik ditunjukkan dengan tidak adanya perubahan pada konsistensi, warna, bau, viskositas dan pH yang diamati selama penyimpanan 4 minggu. Gel menghasilkan warna putih kekuningan dan bau jeruk yang khas, sedangkan gel kontrol menunjukkan warna kuning transparan dan berbau tween. Kesimpulan: Gel minyak atsiri jeruk secara efektif menghambat pertumbuhan Staphylococcus epidermidis dan Staphylococcus aureus, stabil setelah penyimpanan selama 4 minggu, oleh karena itu prospektif untuk dikembangkan sebagai bahan baku untuk gel anti jerawat.
Pengembangan Formula Gel Ekstrak Pegagan (Centella asiatica (L.) Urb ) sebagai Antijerawat Setia Budi; Mila Rahmawati
JURNAL FARMASI DAN ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol. 6 No. 2 (2019): JURNAL FARMASI DAN ILMU KEFARMASIAN INDONESIA
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jfiki.v6i22019.51-55

Abstract

Pendahuluan: Saat ini obat topikal antijerawat telah banyak beredar dalam bentuk gel dan krim, tetapi masih sedikit antijerawat topikal yang megandung herbal, sebagai bahan aktif atau agen berpotensi dapat mencegah dan mengobati jerawat seperti pegagan (Centella asiatica (L.) Urb) dengan sifat anti bakterinya. Tujuan: Mengembangkan formulasi sediaan gel pegagan yang stabil. Metode: Pengujian Formulasi pegagan sesuai persyaratan evaluasi dengan basis gel konsentrasi 7%, 8%, 9%, selanjutnya dilakukan evaluasi meliputi pengujian organoleptik, pH, dan viskositas. Formula ditambah ekstrak herba pegagan dengan konsentrasi 2,5% dan 5%. Uji evaluasi formula yang dilakukan meliputi pengamatan homogenitas, uji derajat keasaman, kekentalan dan daya sebar sediaan. Hasil: Rerata pH sediaan didapatkan 6,66. Formula 1 dan Formula 2 terdapat sedikit perbedaan viskositas. Formula 1 dan Formula 2 menunjukkan homogenitas dan daya sebar yang sudah sesuai persyaratan. Kesimpulan: Selama 14 hari, pengujian Formula 2 dengan konsentrasi ekstrak 5% lebih stabil dibandingkan Formula 1 dengan konsentrasi ekstrak 2,5%.
Hubungan Tingkat Kejadian Efek Samping Antiinflamasi Non Steroid dengan Usia dan Jenis Kelamin Keni Idacahyati; Tita Nofianti; Geby Alinda Aswa; Maritsa Nurfatwa
JURNAL FARMASI DAN ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol. 6 No. 2 (2019): JURNAL FARMASI DAN ILMU KEFARMASIAN INDONESIA
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jfiki.v6i22019.56-61

Abstract

Pendahuluan: Non steroid antiinflamasi drugs (NSAIDs) digunakan dalam mengatasi nyeri kronis dan inflamasi. NSAIDs menurunkan produksi prostaglandin dan prostasiklin dengan cara menghambat enzim siklooksigenase 1 dan siklooksigenase 2. Efek samping NSAIDs dapat menyebabkan gangguan di gastrointestinal, penyakit kardiovaskular, dan gangguan fungsi ginjal. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kejadian adverse drug reaction obat golongan NSAIDs dan melihat hubungan antara kejadian ADR dengan usia dan jenis kelamin pada pasien swamedikasi di Kota Tasikmalaya. Metode: Penelitian ini dilakukan secara observasional dan prospektif yang dilakukan di 2 Apotek Kota Tasikmalaya pada bulan Februari - Mei 2019. Metode purposif sampling dilakukan untuk pengambilan sampel dengan jumlah sampel 52 responden. Instrumen pengambilan data menggunakan Algoritma Naranjo untuk mengidentifikasi apakah terdapat hubungan antara gejala klinik yang tidak diinginkan dengan obat yang digunakan menggunakan kuesioner untuk mendapatkan skor probabilitas . Kriteria inklusi dalam penelitian ini adalah responden yang mengkonsumsi NSAIDs dengan usia lebih dari 18 tahun, kriteria eksklusi adalah wanita hamil dan responden dengan penggunaan obat golongan NSAIDs menggunakan resep dokter. Analisis data secara statistik menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil: Hasil penelitian menunjukan dari 52 pasien swamedikasi terdapat 13 orang (25%) mengalami ADR obat golongan NSAIDs berupa mual, sakit di bagian lambung, tekanan darah meningkat dan melena. Hasil analisis statistik menunjukan terdapat hubungan kuat antara kejadian ADR dengan usia  (p = 0,001) dan tidak adanya hubungan antara kejadian ADR dengan jenis kelamin (p = 0,155) (OR: 0,657). Kesimpulan: ADR yang terjadi pada responden berhubungan dengan usia tetapi tidak terdapat hubungan dengan jenis kelamin.
Uji Aktivitas Tonik Rambut Nanoemulsi Minyak Kemiri (Aleurites moluccana L.) Fenita Shoviantari; Zefia Liziarmezilia; Adventa Bahing; Lia Agustina
JURNAL FARMASI DAN ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol. 6 No. 2 (2019): JURNAL FARMASI DAN ILMU KEFARMASIAN INDONESIA
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jfiki.v6i22019.69-73

Abstract

Pendahuluan: Minyak kemiri (Aleurites moluccana L.) mengandung asam oleat yang tinggi dan memiliki aktivitas sebagai perangsang pertumbuhan rambut yang telah banyak digunakan secara turun temurun sebagai tonik rambut.  Pada penelitian ini, minyak kemiri diformulasikan menjadi sediaan kosmetik dengan sistem penghantaran nanoemulsi yang memiliki tujuan untuk meningkatkan penetrasi dan aktivitasnya. Nanoemulsi adalah sediaan emulsi transparan yang memiliki ukuran droplet kurang dari 100 nm. Tujuan: Untuk mengetahui aktivitas nanoemulsi minyak kemiri dalam mempercepat pertumbuhan rambut pada kelinci jantan. Metode: Nanoemulsi yang dibuat menggunakan minyak kemiri 5%, dicampur dengan Span 80 serta Tween 80 sebagai surfaktan, etanol 96% sebagai ko-surfaktan, dan pembawa air suling. Evaluasi mutu fisik nanoemulsi meliputi organoleptis, ukuran droplet, polydispersity index, pH, dan tipe nanoemulsi. Uji aktivitas dilakukan secara in vivo menggunakan kelinci jantan dengan 4 kelompok perlakuan (kelompok minyak konvensional, nanoemulsi, kontrol positif dan negatif) selama 21 hari. Hasil: Hasil uji mutu fisik nanoemulsi didapatkan nanoemulsi dengan tipe minyak dalam air yang jernih dengan ukuran droplet 21,1 nm dan polydispersity index 0,338 dengan pH 5,47 ± 0,029. Hasil uji aktivitas menunjukkan bahwa kelinci yang diberi perlakuan nanoemulsi minyak kemiri memiliki panjang dan tebal rambut yang lebih tinggi dibandingkan kelompok lainnya. Kesimpulan: Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa nanoemulsi minyak kemiri dapat meningkatkan aktivitas pertumbuhan rambut dibandingkan dengan minyak kemiri konvensional.
Analisis Kualitatif Sakarin dan Silamat pada Es Doger di Kota Batam Hesti Marliza; Delladari Mayefis; Raihani Islamiati
JURNAL FARMASI DAN ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol. 6 No. 2 (2019): JURNAL FARMASI DAN ILMU KEFARMASIAN INDONESIA
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jfiki.v6i22019.81-84

Abstract

Pendahuluan: Pemanis sintetis merupakan suatu zat/bahan yang digunakan untuk menimbulkan rasa manis dengan jumlah kalori yang lebih rendah daripada gula pasir. Salah satu pemanis buatan yang sering digunakan adalah sakarin dan siklamat. Konsumsi sakarin dan siklamat dalam dosis tinggi dapat menyebabkan kanker, dan penyakit lainnya seperti tumor paru, hati, limfa, migraine dan sakit kepala. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan sakarin dan siklamat pada es doger yang dijual di beberapa lokasi di Kota Batam. Metode: Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan metode pengambilan sampel yang kebetulan ada atau tersedia saat itu sebanyak 12 sampel dari 12 pedagang es doger. Identifikasi sampel dilakukan secara kualitatif dengan uji pengendapan dan uji reaksi warna. Hasil: Hasil uji menunjukkan bahwa sebanyak 12 sampel dari 12 pedagang di beberapa lokasi di  Kota Batam tidak mengandung sakarin dan siklamat. Kesimpulan: Es doger yang dijual di Kota Batam tidak mengandung pemanis buatan.
Efektivitas Pemberian Biocurpain untuk Memperbaiki Status Fungsional pada Pasien Osteoarthritis Rizaldy Taslim Pinzon; Eric Eric
JURNAL FARMASI DAN ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol. 7 No. 1 (2020): JURNAL FARMASI DAN ILMU KEFARMASIAN INDONESIA
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jfiki.v7i12020.51-58

Abstract

Pendahuluan: Osteoarthritis (OA) merupakan penyakit radang sendi progresif yang menurunkan kualitas hidup. Penyakit ini tidak dapat disembuhkan dan terbatas hanya mengurangi nyeri yang dialami oleh pasien. Obat yang sering digunakan adalah non-steroidal anti-inflammatory drugs (NSAIDs), namun penggunaan obat tersebut tidak terlepas dari efek samping jika digunakan dalam jangka panjang. Maka diperlukan obat yang efektif dan aman untuk memperbaiki status fungsional pada pasien osteoarthritis. Tujuan: membandingkan efektifitas dari pemberian Biocurpain yang memiliki Nomor Izin Edar (NIE) TR172599281 dengan NSAIDs untuk memperbaiki status fungsional pada terapi pasien OA. Metode: Penelitian ini menggunakan metode Randomized Control Trial (RCT) yang melibatkan pasien OA. Perlakuan yang diberikan berupa Biocurpain (Curcuma longa 300 mg dan Boswellia serrata 150 mg) dan NSAIDs (ibuprofen 400 mg). Subjek diacak menjadi 2 kelompok (kelompok 1 memperoleh Biocurpain dan kelompok 2 memperoleh NSAIDs). Pengukuran status fungsional menggunakan Western Ontario and McMaster Universities Osteoarthritis Index (WOMAC). Hasil: Terdapat 67 subjek yang mengikuti penelitian ini, 5 subjek lost to follow up dan 3 subjek tidak dapat melanjutkan penelitian karena efek samping yang dirasakan. Sebanyak 59 subjek mengikuti penelitian hingga selesai (kelompok 1 berisi 29 subjek dan kelompok 2 berisi 30 subjek). Tidak ada perbedaan yang signifikan antar kelompok dalam memperbaiki status fungsional (p: 0,771), penggunaan rescue medication (p: 0,370), kejadian efek samping pada visit II (0,215) dan visit III (0,537) pada subjek OA. Kelompok 2 menunjukkan lebih banyak subjek yang mengalami efek samping. Kesimpulan: Biocurpain memiliki efektivitas yang setara dengan NSAIDs dalam memperbaiki status fungsional pada pasien OA.
Validated TLC-Contact Bioautography Method for Identification of Kanamycin Sulfate in Injection Preparation Susanti Susanti; Aprelita Nurelli Dwiana; Febri Annuryanti; Asri Darmawati; Isnaeni Isnaeni
JURNAL FARMASI DAN ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol. 7 No. 1 (2020): JURNAL FARMASI DAN ILMU KEFARMASIAN INDONESIA
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jfiki.v7i12020.35-41

Abstract

Background: TLC-contact bioautography is one of an effective method for identification antibiotics, by which many antibiotics could be identification and determination simultaneously. Objective: To evaluate kanamycin sulfate in injection preparations based on its inhibitory activity against Escherichia coli ATCC 8739 as test organism. Methods: Sample and standard solutions were spotted onto TLC silica gel 60 F254 plate and developed in 10% potassium dihydrogen phosphate solutionas as mobile phase. The TLC-contact bioautography method was  validated according to USP guidelines by considering specificity, LOD, LOQ, linearity, accuracy and precision parameters. Results: The TLC-contact bioautography method was found to be high sensitivity with LOD of 0.75 µg and LOQ 2.31 µg. Linearity range of 100-350 µg/mL with r = 0.9993 and linear regression equation was y = 0.0019x + 0.0338. The recovery obtained from addition of blank samples by three different concentrations of kanamycin sulfate standard was 101.40% ¬+ 2.02%. The precision of the method was good with coefficient of variation 0.080%. The TLC-contact bioautography method was supported by determination of kanamycin sulfate potency ratio in the injection preparation and kanamycin sulfate standard using 3-3 design. Random block design obtained the potential for kanamycin sulfate in injection preparations compared to kanamycin sulfate standard was 100.6%.  Conclusion: The TLC-contact bioautography for kanamycin sulfate in injection preparations could be applied to the quality control analysis of the investigated drugs.
Identifikasi Pengaruh Proses Perebusan dan Penggorengan Kacang Tolo (Vigna unguiculata L. Walp.) terhadap Komposisi Fitosterol Noor Erma Nasution Sugijanto; Citra Hayu Adi Makayasa; Gita Deseria; Rahmania Alrika Ilma Bridgeta; Miftakhul Rohmah Putri; Catur Dian Setiawan; Sugijanto Sugijanto
JURNAL FARMASI DAN ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol. 7 No. 1 (2020): JURNAL FARMASI DAN ILMU KEFARMASIAN INDONESIA
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jfiki.v7i12020.7-18

Abstract

Pendahuluan: Kacang tolo (Vigna unguiculata L. Walp.) merupakan polong-polongan multiguna dapat berfungsi sebagai hipokolesterolemik. Kacang tersebut mengandung protein tinggi dan rendah lemak, sebagai bahan makanan dikonsumsi dengan cara direbus maupun digoreng. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi komposisi fitosterol pada kacang tolo yang mentah, direbus, dan digoreng serta mengidentifikasi pengaruh proses perebusan dan penggorengan kacang tolo terhadap komposisi fitosterol. Metode: Seluruh sampel diperoleh dari Pasar X, Y, dan Z, area Jawa Timur. Masing-masing sampel diekstraksi dengan n-heksana, aseton, dan kloroform kemudian dianalisis dengan Kromatografi Lapis Tipis (KLT), Attenuated Total Reflection-Fourier Transform Infrared (ATR-FTIR), Kromatografi Gas-Flame Ionization Detector (KG-FID), dan Kromatografi Gas-Mass Selective Detector (KG-MSD). Hasil: Analisis KLT dan ATR-FTIR menunjukkan adanya kandungan fitosterol pada kacang tolo. Analisis dengan KG-FID menunjukkan adanya kolesterol, kampesterol, stigmasterol, dan sitosterol pada kacang tolo mentah dan direbus dari Pasar X, Y, dan Z sedangkan kacang tolo yang digoreng dari Pasar X hanya mengandung stigmasterol dan sitosterol. KG-MSD menunjukkan adanya kolesterol, kampesterol, stigmasterol, dan sitosterol pada kacang tolo mentah, direbus, dan digoreng. Kesimpulan: Kacang tolo mentah, direbus, dan digoreng dapat diidentifikasi adanya ke-empat fitosterol, yaitu kolesterol, kampesterol, stigmasterol, dan β-sitosterol. Proses perebusan dan penggorengan kacang tolo berpengaruh terhadap komposisi fitosterol.
Karakteristik dan Stabilitas Fisik Krim Amniotic Membrane Stem Cell Metabolite Product dengan Penambahan SPACE Peptide Nisa Qurrota Ayun; Tristiana Erawati; Cita Rosita Sigit Prakoeswo; Widji Soeratri
JURNAL FARMASI DAN ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol. 7 No. 1 (2020): JURNAL FARMASI DAN ILMU KEFARMASIAN INDONESIA
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jfiki.v7i12020.19-25

Abstract

Pendahuluan: Penggunaan growth factor dalam kosmetika adalah upaya yang menjanjikan dalam mengatasi masalah penuaan, namun juga menjadi sebuah tantangan tersendiri untuk pengaplikasiannya. Karakteristik dan stabilitas fisik merupakan parameter yang penting dalam formulasi sediaan, utamanya pada sediaan kosmetika yang mengandung growth factor karena dapat berpengaruh langsung terhadap efektifitas kandungan zat aktifnya. Tujuan: Mengevaluasi pengaruh perbandingan Amniotic Membran Stem Cell Metabolite Product (AMSC-MP) dan SPACE peptide (F1 = 1:0; F2 = 1:1; F3 = 1:2; F4 = 1:3) terhadap karakteristik dan stabilitas fisik krim antiaging AMSC-MP yang mengandung growth factor. Metode: Uji karakteristik sediaan dievaluasi dengan parameter organoleptis, pH dan daya sebar. Uji stabilitas fisik dilakukan dengan mengevaluasi karakteristik sediaan selama 21 hari penyimpanan. Hasil: Sediaan krim yang mengandung AMSC-MP dengan SPACE peptide memiliki karakteristik; rentang pH 5,8 - 6,5 hasil uji statistik dengan metoda ANOVA satu arah menunjukan perbedaan bermakna, daya sebar sediaan antara 5,6 - 7,2 cm hasil uji dengan metoda Kruskal Wallis menunjukkan tidak ada perbedaan yang bermakna, bau sedikit amis, warna putih susu dan tekstur lembut. Hasil uji stabilitas terhadap nilai pH dan daya sebar menunjukkan bahwa formula krim dengan penambahan berbagai konsentrasi SPACE peptide stabil selama penyimpanan 21 hari. Kesimpulan: Peningkatan konsentrasi SPACE peptide meningkatkan pH sediaaan namun tidak mempengaruhi daya sebar, bau, warna dan tektur sediaan. Semua formula sediaan krim AMSC-MP dengan  SPACE peptide stabil selama 21 hari penyimpanan.

Page 6 of 28 | Total Record : 272


Filter by Year

2016 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 12 No. 3 (2025): JURNAL FARMASI DAN ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol. 12 No. 2 (2025): JURNAL FARMASI DAN ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol. 12 No. 1 (2025): JURNAL FARMASI DAN ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol. 11 No. 3 (2024): JURNAL FARMASI DAN ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol. 11 No. 2 (2024): JURNAL FARMASI DAN ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol. 11 No. 1 (2024): JURNAL FARMASI DAN ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol. 10 No. 3 (2023): JURNAL FARMASI DAN ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol. 10 No. 2 (2023): JURNAL FARMASI DAN ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol. 10 No. 1 (2023): JURNAL FARMASI DAN ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol. 9 No. 3 (2022): JURNAL FARMASI DAN ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol. 9 No. 2 (2022): JURNAL FARMASI DAN ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol. 9 No. 1 (2022): JURNAL FARMASI DAN ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol. 8 No. 3 (2021): JURNAL FARMASI DAN ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol. 8 No. 2 (2021): JURNAL FARMASI DAN ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol. 8 No. 1 (2021): JURNAL FARMASI DAN ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol. 7 No. 2 (2020): JURNAL FARMASI DAN ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol. 7 No. 1 (2020): JURNAL FARMASI DAN ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol. 7 No. 1SI (2020): Special Issue: Seminar Inovasi Teknologi dan Digitalisasi pada Pelayanan Kefa Vol. 6 No. 2 (2019): JURNAL FARMASI DAN ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol. 6 No. 1 (2019): JURNAL FARMASI DAN ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol. 5 No. 2 (2018): JURNAL FARMASI DAN ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol. 5 No. 1 (2018): Jurnal Farmasi dan Ilmu Kefarmasian Indonesia Vol. 4 No. 2 (2017): Jurnal Farmasi dan Ilmu Kefarmasian Indonesia Vol. 4 No. 1 (2017): Jurnal Farmasi dan Ilmu Kefarmasian Indonesia Vol. 3 No. 2 (2016): JURNAL FARMASI DAN ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol. 3 No. 1 (2016): Jurnal Farmasi dan Ilmu Kefarmasian Indonesia More Issue