cover
Contact Name
Elida Zairina
Contact Email
elida-z@ff.unair.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jfiki@ff.unair.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
JURNAL FARMASI DAN ILMU KEFARMASIAN INDONESIA
Published by Universitas Airlangga
ISSN : 24069388     EISSN : 25808303     DOI : -
Jurnal ini adalah jurnal peer-review nasional, yang diterbitkan dua kali dalam membahas tentang topik-topik hasil penelitian di bidang pelayanan dan praktik kefarmasian, konsultasi masyarakat, teknologi kefarmasian serta disiplin ilmu kesehatan yang terkait dengan erat. Jurnal ini memfokuskan pada area-area berikut: 1. Farmasi Klinis 2. Farmasi Komunitas 3. Farmasetika 4. Kimia Farmasi 5. Farmakognosi 6. Fitokimia
Arjuna Subject : -
Articles 272 Documents
Analisis Logam Timbal (Pb) pada Lipstik yang Beredar di Kecamatan Pasar Jambi Sholeha Annisa Martines; Madyawati Latief; Havizur Rahman
JURNAL FARMASI DAN ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol. 5 No. 2 (2018): JURNAL FARMASI DAN ILMU KEFARMASIAN INDONESIA
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (31.076 KB) | DOI: 10.20473/jfiki.v5i22018.69-75

Abstract

Pendahuluan: Lipstik adalah produk kosmetika yang dibuat dari cetak tuang bahan berbasis padatan yang mengandung bahan pewarna terlarut dan/atau tersuspensi yang memenuhi kriteria/persyaratan sebagai pewarna. Sediaan ini mengandung lilin, minyak, dan pewarna sebagai tiga bahan utama dan beberapa bahan tambahan sebagai antioksidan, pengawet, dan parfum. Timbal (Pb) dalam produk kosmetik bisa berasal dari beberapa bahan alami yang mengandung timbal (Pb) (seperti pewarna dan pigmen) atau peralatan yang digunakan selama proses produksi. Tujuan: Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui kadar logam timbal (Pb) yang terkandung dalam sediaan lipstik yang beredar di Kecamatan Pasar Jambi. Metode: Metode yang digunakan untuk mengetahui kadar timbal (Pb) yaitu secara kualitatif menggunakan pereaksi warna dan secara kuantitatif menggunakan SSA (Spektrofotometer Serapan Atom). Hasil: Hasil yang diperoleh yaitu dari 10 sampel lipstik yang digunakan positif mengandung logam berat timbal (Pb) ditandai dengan terbentuknya endapan kuning oleh reagen KI. Rata-rata kadar logam berat timbal (Pb) pada lipstik adalah 0,899 µg/g. Kesimpulan: Hal ini menginformasikan bahwa lipstik yang beredar di Kecamatan Pasar Jambi aman jika digunakan oleh masyarakat. Berdasarkan peraturan yang dikeluarkan oleh BPOM RI batas kandungan logam berat timbal (Pb) dalam kosmetik yaitu < 20 µg/g.
Perilaku Pengguna Hijab dalam Mengatasi Masalah Rambut Dwi Lukita Sari; Yenni Desilia Indahsari; Lukluk Afifatul Umroh; Hadi Nur Romadlon; Lisa Tri Agustin; Dias Putri Wardanasari; Septiani Septiani; Rama Syailendra Hadi; Ni Made Krisantina Shandra; Vindia Khendy Aksandra; Andi Hermansyah
JURNAL FARMASI DAN ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol. 5 No. 2 (2018): JURNAL FARMASI DAN ILMU KEFARMASIAN INDONESIA
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (264.062 KB) | DOI: 10.20473/jfiki.v5i22018.93-98

Abstract

Pendahuluan: Salah satu faktor yang mempengaruhi kesehatan rambut adalah penggunaan jilbab. Penggunaan jilbab berpotensi memicu terjadinya masalah rambut jika rambut tidak dirawat dengan benar. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perilaku pengguna jilbab dalam mengatasi permasalahan rambut. Metode: Penelitian ini menggunakan metode survei dengan teknik pengambilan sampel accidental dan target sampel mahasiswi berjilbab di kampus B Universitas Airlangga Surabaya. Instrumen pengambilan data menggunakan kuesioner dan dianalisis menggunakan program SPSS (Statistical Product for Social Sciences). Seratus orang responden berpartisipasi pada penelitian ini. Hasil: Responden dengan usia 18 tahun merupakan responden dengan jumlah terbesar yaitu sebanyak 31% dan mengalami permasalahan rambut paling banyak yaitu rambut rontok. Menariknya sebanyak 55% responden masih jarang untuk menggunakan produk perawatan rambut secara teratur termasuk vitamin dan conditioner. Mayoritas responden tidak mengetahui kandungan produk rambut dan/atau produk antiketombe yang mereka gunakan. Bahkan secara umum, responden tidak mengetahui produk yang benar untuk mengatasi permasalahan rambut. Kesimpulan: Penelitian ini menunjukkan bahwa responden telah mengetahui cara mengatasi permasalahan rambut namun belum diterapkan dalam tindakan yang rutin dan benar.
Formulasi dan Evaluasi Hidrogel Mukoadhesif Metronidazol Menggunakan Kombinasi Kitosan dan Natrium Karboksimetilselulosa Menggunakan Desain Faktorial Andhi Fahrurroji; Agus Setyawan; Bambang Wijianto
JURNAL FARMASI DAN ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol. 6 No. 1 (2019): JURNAL FARMASI DAN ILMU KEFARMASIAN INDONESIA
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (70.286 KB) | DOI: 10.20473/jfiki.v6i12019.8-16

Abstract

Pendahuluan: Metronidazol merupakan suatu antibiotik yang biasa digunakan dalam mengobati infeksi Helicobacter pylori. Metronidazol mempunyai kelarutan yang tinggi dalam asam.  Untuk mengoptimalkan kelarutan tersebut maka dibuatlah hidrogel mukoadhesif yang dapat mempertahankan waktu tinggal di lambung lebih lama sehingga terapi infeksi H.pylori lebih optimal. Tujuan: untuk mendapatkan formula optimum dari hidrogel dengan kombinasi polimer kitosan dan natrium karboksimetilselulosa yang dapat mengontrol pelepasan metronidazol secara in vitro. Metode: Metode yang digunakan untuk memprediksi formula optimum menggunakan desain faktorial. Rancangan formula awal untuk memprediksi formula optimum terdiri dari 4 formula dengan perbandingan polimer kitosan dan natrium karboksimetilselulosa berturut-turut 0,5:1,5; 1,0:1,5; 0,5:3,0; dan 1,0:3,0. Hasil: Variasi konsentrasi dari Na-CMC dan kitosan dapat mempengaruhi pelepasan obat, yakni pada formula I dengan kinetika pelepsan obat mengikuti kinetika higuchi dan mekanisme pelepasan mengikuti mekanisme difusi fickian. Sedangkan, pada formula 4 memiliki sediaan fisik yaitu kekuatan mukoadhesif yang paling tinggi dibandingkan formula yang lain karena adanya peningkatan konsentrasi kitosan dan natrium karboksimetilselulosa (Na-CMC). Sehingga kombinasi antara kitosan dan Na-CMC dapat menjadi model pelepasan metronidazol dari matriks hidrogel yakni pada rentang 55,633% - 68,319% dalam waktu 240 menit. Hasil observasi menunjukkan formula optimum dengan perbandingan polimer kitosan dan natrium karboksimetilselulosa sebesar 1,0% (kitosan) dan 3,0% (natrium karboksimetilselulosa), dengan respon untuk kemampuan mengembang sebesar 96,95%; kekuatan mukoadhesif sebesar 0,1911 N/cm2; pelepasan obat sebesar  67,457%. Berdasarkan uji independent sampel t-test pada program SPSS 22 trial menjelaskan bahwa formula hasil observasi tidak berbeda siginifikan dengan hasil prediksi (p-value > 0,05). Kesimpulan: Hasil menunjukkan bahwa metode desain faktorial dapat digunakan untuk menentukan formula optimum dari hidrogel mukoadhesif metronidazol.
Optimasi Kondisi Sintesis Asam 4-Benzoiloksisinamat Menggunakan Iradiasi Gelombang Mikro Ilham Bagus Sagitaras; Achmad Syahrani; Juni Ekowati
JURNAL FARMASI DAN ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol. 6 No. 1 (2019): JURNAL FARMASI DAN ILMU KEFARMASIAN INDONESIA
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (319.163 KB) | DOI: 10.20473/jfiki.v6i12019.37-43

Abstract

Pendahuluan: Salah satu usaha meningkatkan aktivitas asam p-kumarat adalah meningkatkan sifat lipofiliknya. Reaksi benzoilasi gugus fenol asam p-kumarat merupakan salah satu strategi meningkatkan sifat lipofilik. Iradiasi microwave merupakan salah satu alternative metode untuk meningkatkan efisiensi dalam reaksi organik. Selain memiliki kelebihan mempercepat reaksi kimia, penggunaan iradiasi gelombang mikro juga dapat menyebabkan kerusakan struktur kimia produk maupun terjadinya reaksi samping lainnya. Tujuan: Mendapatkan kondisi optimum reaksi sintesis asam 4-benzoiloksisinamat. Metode: asam 4-benzoiloksisinamat disintesis dengan cara mereaksikan asam p-kumarat, benzoil klorida dan piridin sebagai katalis. Reaksi benzoilasi dilakukan dengan iradiasi gelombang mikro pada daya 180, 270, dan 360 Watt. Karakterisasi asam 4-benzoiloksisinamat dilakukan menggunakan alat  spektrometer UV-Vis, FT-IR dan 1H–NMR. Hasil: Persentase hasil yang diperoleh pada daya 180, 270, dan 360 Watt berturut-turut adalah sebagai berikut 49,3%, 58,5%, and 47,7%. Terdapat perbedaan yang signifikan persentase hasil yang diperoleh pada daya 270 Watt dengan persentase hasil pada daya 180 Watt dan 360 Watt, tetapi tidak ada perbedaan bermakna persentase hasil pada daya 180 Watt dan 360 Watt. Persentase hasil terbesar diperoleh selama enam puluh detik pada daya 270 Watt, yaitu 61,4%. Jika reaksi dilakukan lebih dari enam puluh detik, terjadi kerusakan struktur senyawa target. Kesimpulan: Kondisi optimum sintesis asam 4-benzoiloksisinamat menggunakan iradiasi gelombang mikro adalah selama enam puluh detik pada daya 270 Watt.
Inhibitory Activity of Levofloxacin against MDR Staphylococcus aureus and Pseudomonas aeruginosa Clinical Isolates Lisa Nathalie; Lindawati Alimsardjono; Isnaeni Isnaeni
JURNAL FARMASI DAN ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol. 6 No. 1 (2019): JURNAL FARMASI DAN ILMU KEFARMASIAN INDONESIA
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (163.325 KB) | DOI: 10.20473/jfiki.v6i12019.25-31

Abstract

Introduction: Staphylococcus  aureus  and  Pseudomonas  aeruginosa  are the most dangerous  and important species among  their genus.  These  bacteria  are often  resistant  to  many  classes  of antimicrobial  agents;  which  make difficulties in selecting appropriate drug to treat infections. Multidrug-resistance occurs readily in hospitals for which antimicrobials  agents  were   used  widely. Objective: The  aims  of  this  study  was  to  determine  minimum  inhibitory concentration  (MIC) and  minimum bacterial  concentration  (MBC) of levofloxacin  against 22 multidrug  resistant- clinical (MDR) strains of Staphylococcus aureus and Pseudomonas aeruginosa isolated from patients pus and urine in hospital. Methods: Determination of the MIC was performed by macro-dilution broth assay as recommended by Clinical and Laboratory Standards Institute (CLSI), while the MBC was determined one-step further after the MIC determination. Results: It was found that MIC of the levofloxacin were (0.3 ± 0.0) - >0.5 µg/mL and (0.2 ± 0.1) - (1.0 ±0.0)µg/mL against S. aureus from pus and urine, respectively.  In addition, higher MICs were yielded against P. aeruginosa, (1.0 ± 0.0) - >8.0 µg/mL and (0.7 ± 0.3) - (3.0 ± 1.2) µg/mL for pus and urine isolates respectively. Similar to MICs, the MBCs against P. aeruginosa were higher than S. aureus, (0.6 ± 0.0) - > 4.0 µg/mL and (0.3 ± 0.0) - >8.0 µg/mL isolated from pus and urine respectively, (2.0 ± 0.6) - > 8.0 µg/mL and (3.0 ± 1.2) - >7.0 µg/mL against P. aeruginosa from pus and urine respectively. Conclusion: The levofloxacin was still susceptible as bacteriostatic against isolates from both body fluids, but not bactericidal towards all isolates.
Pola Terapi pada Faktor Risiko Kardioserebrovaskuler Pasien Penyakit Ginjal Kronis yang Menjalani Hemodialisis Rizaldy Taslim Pinzon; Martinus Bagas Hogantara Padmanaba; Esdras Ardi Pramudita; Sugianto Sugianto
JURNAL FARMASI DAN ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol. 6 No. 1 (2019): JURNAL FARMASI DAN ILMU KEFARMASIAN INDONESIA
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (25.291 KB) | DOI: 10.20473/jfiki.v6i12019.32-36

Abstract

Pendahuluan: Penyakit ginjal kronis (PGK) merupakan penurunan fungsi ginjal secara progresif dan sudah berlangsung lama. Pola terapi pada PGK sangat bervariasi karena PGK memiliki banyak faktor risiko seperti penyakit kardioserebrovaskular sehingga perlu diberikan obat yang sesuai dengan penyakit yang mendasari. Tujuan: Mengidentifikasi profil pola terapi pada faktor risiko penyakit kardioserebrovaskular pasien penyakit ginjal kronis yang menjalani hemodialisis. Metode: Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian cross sectional atau potong lintang dengan pendekatan deskriptif. Subjek yang diteliti adalah penderita penyakit Ginjal Kronis yang menjalani hemodialisis di RS Bethesda dan RS Panti Rapih Yogyakarta. Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data sekunder yang diambil dari data rekam medis. Analisis menggunakan data yang diambil dibuat dalam bentuk tabel. Hasil: Penelitian ini melibatkan 92 pasien penyakit ginjal kronis yang menjalani hemodialisis terdiri dari 60 laki-laki (65,2%) dan 32 perempuan (34,8%) dengan rata-rata usia 50 tahun. Pasien dengan riwayat klinis yang berisiko menjadi penyakit kardioserebrovaskular dan belum mendapat pengobatan 39 orang (42,4%). Faktor risiko kardioserebrovaskular paling banyak adalah hiperhomosisteinemia 91 pasien (98,9%). Obat yang banyak digunakan untuk mengurangi terjadinya penyakit kardioserebrovaskular adalah asam folat dengan jumlah 81 pasien (89%), anti anemia 77 pasien (90,6%), dan anti hipertensi 74 pasien (90,2%). Kesimpulan: Pola terapi yang banyak digunakan adalah asam folat, anti anemia, dan anti hipertensi. Faktor risiko kardioserebrovaskular paling banyak adalah hiperhomosisteinemia.
Karakter Solid Lipid Nano Particle (SLN) – Ubiquinon (Q10) dengan Beda Jenis Kosurfaktan: Poloxamer 188, Lesitin, Propilen Glikol Noorma Rosita; Qurrotu A'yunin; Esti Hendradi
JURNAL FARMASI DAN ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol. 6 No. 1 (2019): JURNAL FARMASI DAN ILMU KEFARMASIAN INDONESIA
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (646.574 KB) | DOI: 10.20473/jfiki.v6i12019.17-24

Abstract

Pendahuluan: Ubiquinon atau Coenzyme Q10 (CoQ10) merupakan senyawa kimia yang tidak stabil terhadap cahaya, sehingga mudah terdegradasi. Oleh karena itu, sistem penghantaran yang bisa meningkatkan kestabilan dari CoQ10 sangat dibutuhkan. Solid lipid nanoparticles (SLN) diketahui mampu meningkatan stabilitas molekul, dan memiliki karakteristik pelepasan terkontrol. Karakteristik SLN (ukuran partikel dan efisiensi penjebakan obat), sangat dipengaruhi kompoen penyusun SLN. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh perbedaan jenis kosurfaktan terhadap karakteristik SLN-CoQ10. SLN-CoQ10 dibuat dengan metode high shear homogenization pada kecepatan 24000 rpm selama 2 menit, 4 siklus. Metode: Pada penelitian ini dibuat empat formula SLN-CoQ10 dengan propilen glikol (A1), poloxamer 188 (B1), lesitin (C1) sebagai kosurfaktan dan pembanding tanpa kosurfaktan (D1). Hasil: Ukuran diameter partikel SLN-CoQ10 yang dihasilkan dari kosurfaktan propilen glikol, poloxamer 188, lesitin dan yang tanpa menggunakan surfaktan berturut-turut adalah: 556,1 ± 4,89; 174,1 ± 6,69; 220,4 ± 12,01 dan 556,8 ± 17,96 nm  sementara itu persen efisiensi penjebakan yang dihasilkan berturut-turut adalah 32,47 ± 6,88; 77,38 ± 8,63; 19,77 ± 5,69; dan 16,09 ± 3,70 %.  Kesimpulan: Berdasarkan hasil evaluasi karakteristik, disimpulkan bahwa SLN-CoQ10 yang dibuat dengan ko-surfaktan poloxamer 188 memiliki karakteristik yang paling baik karena memiliki ukuran partikel kecil dan persen efisiensi penjebakan yang paling besar dibandingkan dengan SLN-CoQ10 dengan formula yang menggunakan ko-surfaktan propilen glikol, lesitin atau yang tanpa kosurfaktan.
Formulasi dan Evaluasi Sediaan Lotion dari Ekstrak Daun Lengkeng (Dimocarpus Longan) sebagai Antioksidan Dwi Dominica; Dian Handayani
JURNAL FARMASI DAN ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol. 6 No. 1 (2019): JURNAL FARMASI DAN ILMU KEFARMASIAN INDONESIA
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (394.612 KB) | DOI: 10.20473/jfiki.v6i12019.1-7

Abstract

Pendahuluan: Daun lengkeng (Dimocarpus longan) adalah salah satu tanaman berasal dari daerah subtropis, dan mampu tumbuh dan berproduksi dengan baik di daerah tropis Indonesia termasuk Provinsi Bengkulu dan berkhasiat sebagai antioksidan. Tujuan: untuk membuat sediaan lotion dari ekstrak daun lengkeng dengan konsentrasi 0,5%, 1,5% dan 2,5%. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental yang bertujuan untuk membuat formulasi ekstrak daun lengkeng. Pembuatan ekstrak daun lengkeng digunakan dengan metode maserasi. Lotion dibuat dalam 3 formula dengan konsentrasi basis asam stearat yakni F1 dengan konsentrasi ekstrak 0,5%, F2 dengan konsentrasi 1,5%, F3 konsentrasi 2,5%. Hasil: Lotion dari ekstrak daun lengkeng dievaluasi selama 4 minggu meliputi organoleptis, uji homogenitas, uji pH, uji daya sebar, uji tipe emulsi, uji iritasi, uji kesukaan. Dari hasil penelitian ekstrak daun lengkeng dapat diformulasikan menjadi sediaan lotion. Lotion dengan konsentrasi ekstrak 0,5% pada F1 merupakan sediaan yang paling baik. Bentuk agak kental, warna hijau muda, wangi lemon, homogen dengan pH 6 dan daya sebar 5 - 7 cm, tidak mengiritasi kulit dan lebih disukai panelis. Kesimpulan: Ekstrak daun lengkeng dapat dibuat sedian lotion dengan berbagai macam konsentrasi. Sifat fisik sediaan lotion dengan variasi kadar ekstrak daun lengkeng tidak mempengaruhi kestabilan fisik lotion dan tidak mengalami perubahan selama dilakukan pengujian.
Pengaruh Matriks Kombinasi Alginat:Gelatin (2%:1%) terhadap Karakteristik dan Aktivitas Antibakteri Mikrosfer Probiotik Lactobacillus acidophilus Tutiek Purwanti; Ria Puspita; Tristiana Erawati
JURNAL FARMASI DAN ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol. 6 No. 1 (2019): JURNAL FARMASI DAN ILMU KEFARMASIAN INDONESIA
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (165.761 KB) | DOI: 10.20473/jfiki.v6i12019.44-50

Abstract

Pendahuluan: Mikrosfer adalah salah satu sistem penghantaran obat yang dapat digunakan untuk menghantarkan obat pada pemakaian secara oral maupun topikal. Efektivitas mikrosfer sebagai sistem penghantar obat antara lain dipengaruhi oleh polimer penyusun matriknya. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini  untuk mengetahui pengaruh matrik natrium alginate 2% : gelatin 1%  terhadap karakteristik mikrosfer probiotik yaitu ukuran, efisiensi penjebakan, dan aktivitas antibakteri yaitu diameter zona hambatnya. Metode: Dibuat mikrosfer probiotik dengan matriks berbeda yaitu kombinasi alginate:gelatin (2%:1%) (F-I), matriks alginat 3% (F-II) dan matriks gelatin 3% (F-III). Mikrosfer probiotik dibuat dengan teknik ekstrusi dan dikeringkan menggunakan oven. Hasil: Hasil pemeriksaan karakteristik menunjukkan bahwa rerata ukuran partikel F-I, F-II, dan F-III berturut-turut adalah 8,03 µm, 9,69 µm, dan 5,40 µm. Efisiensi penjebakan F-I, F-II, dan F-III berturut-turut adalah  77,48 %, 84,20 %, dan 87,93 %. Sedangkan hasil uji aktivitas antibakteri, diperoleh diameter zona hambat F-I, F-II, dan F-III berturut-turut  adalah  11,72 ± 0,58 mm , 9,8 ± 0,57 mm, dan  9,27, ± 0,19 mm. Hasil uji statistik dengan metode ANOVA yang dilanjutkan uji HSD menunjukkan adanya perbedaan signifikan pada ukuran, efisiensi penjebakan maupun  diameter zona hambat antara mikrosfer probiotik F-I, F-II, F-III. Kesimpulan: Disimpulkan bahwa mikrosfer probiotik F-I dengan matriks kombinasi alginat:gelatin  (2%:1%) memiliki ukuran yang lebih kecil dari F-I (matriks alginat 3%) dan lebih besar dari F-III (matriks gelatin 3%). Mikrosfer probiotik F-I memiliki harga efisiensi penjebakan paling rendah, tetapi memiliki aktivitas antibakteri paling besar dibandingkan dengan mikrosfer probiotik F-II dan F-III.
Effect of Guava Powder Addition on Epigallocatechin Gallate (EGCG) Content of Green Tea and Its Antioxidant Activity Hanifah Ridha Rabbani; Djoko Agus Purwanto; Isnaeni Isnaeni
JURNAL FARMASI DAN ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol. 6 No. 2 (2019): JURNAL FARMASI DAN ILMU KEFARMASIAN INDONESIA
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jfiki.v6i22019.85-90

Abstract

Background: Tea (Camelia sinensis) contains polyphenols including epigallocatechin gallate (EGCG) which is acknowledged to have strong antioxidant properties. However, its stability is strongly influenced by environment. In a neutral and alkaline environment, EGCG could undergo degradation and lose its antioxidant property. There are some researches about the effect of combination of green tea and other plants to their antioxidant capacity. Objective: The research aimed to investigate the effect of guava addition to EGCG content of green tea and their antioxidant activity. Methods: The concentration of EGCG was determined by chromatographic analysis using TLC scanner, meanwhile the antioxidant activity was evaluated by its ability in scavenging 2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl (DPPH) using UV-Vis Spectrophotometer. Results: Among all the samples, formula 4 (2 parts of green tea and 3 parts of guava) gave the highest EGCG content (39.03 ± 3.65 mg/g). This was 37.5% higher than the control sample (28.39 ± 2.45 mg/g). Formula 4 also had the best antioxidant activity with IC50 of 1917.32±1.75 ppm, 19% lower than control sample (2356.46 ± 3.16 ppm). Conclusion: The addition of guava powder significantly increased the amount of EGCG in green tea extracts and their antioxidant activity.

Page 5 of 28 | Total Record : 272


Filter by Year

2016 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 12 No. 3 (2025): JURNAL FARMASI DAN ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol. 12 No. 2 (2025): JURNAL FARMASI DAN ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol. 12 No. 1 (2025): JURNAL FARMASI DAN ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol. 11 No. 3 (2024): JURNAL FARMASI DAN ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol. 11 No. 2 (2024): JURNAL FARMASI DAN ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol. 11 No. 1 (2024): JURNAL FARMASI DAN ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol. 10 No. 3 (2023): JURNAL FARMASI DAN ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol. 10 No. 2 (2023): JURNAL FARMASI DAN ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol. 10 No. 1 (2023): JURNAL FARMASI DAN ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol. 9 No. 3 (2022): JURNAL FARMASI DAN ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol. 9 No. 2 (2022): JURNAL FARMASI DAN ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol. 9 No. 1 (2022): JURNAL FARMASI DAN ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol. 8 No. 3 (2021): JURNAL FARMASI DAN ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol. 8 No. 2 (2021): JURNAL FARMASI DAN ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol. 8 No. 1 (2021): JURNAL FARMASI DAN ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol. 7 No. 2 (2020): JURNAL FARMASI DAN ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol. 7 No. 1 (2020): JURNAL FARMASI DAN ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol. 7 No. 1SI (2020): Special Issue: Seminar Inovasi Teknologi dan Digitalisasi pada Pelayanan Kefa Vol. 6 No. 2 (2019): JURNAL FARMASI DAN ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol. 6 No. 1 (2019): JURNAL FARMASI DAN ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol. 5 No. 2 (2018): JURNAL FARMASI DAN ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol. 5 No. 1 (2018): Jurnal Farmasi dan Ilmu Kefarmasian Indonesia Vol. 4 No. 2 (2017): Jurnal Farmasi dan Ilmu Kefarmasian Indonesia Vol. 4 No. 1 (2017): Jurnal Farmasi dan Ilmu Kefarmasian Indonesia Vol. 3 No. 2 (2016): JURNAL FARMASI DAN ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol. 3 No. 1 (2016): Jurnal Farmasi dan Ilmu Kefarmasian Indonesia More Issue