cover
Contact Name
Elida Zairina
Contact Email
elida-z@ff.unair.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jfiki@ff.unair.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
JURNAL FARMASI DAN ILMU KEFARMASIAN INDONESIA
Published by Universitas Airlangga
ISSN : 24069388     EISSN : 25808303     DOI : -
Jurnal ini adalah jurnal peer-review nasional, yang diterbitkan dua kali dalam membahas tentang topik-topik hasil penelitian di bidang pelayanan dan praktik kefarmasian, konsultasi masyarakat, teknologi kefarmasian serta disiplin ilmu kesehatan yang terkait dengan erat. Jurnal ini memfokuskan pada area-area berikut: 1. Farmasi Klinis 2. Farmasi Komunitas 3. Farmasetika 4. Kimia Farmasi 5. Farmakognosi 6. Fitokimia
Arjuna Subject : -
Articles 259 Documents
Pengaruh Pemberian Salep Kombinasi Ekstrak Daun Morinda citrifolia dan Batang Euphorbia tirucalli terhadap Penyembuhan Luka Reza Pertiwi; Syalfinaf Manaf; Rochmah Supriati; Hari Marta Saputra; Fitri Ramadhanti
JURNAL FARMASI DAN ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol. 7 No. 1 (2020): JURNAL FARMASI DAN ILMU KEFARMASIAN INDONESIA
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jfiki.v7i12020.42-50

Abstract

Pendahuluan: Penyembuhan luka adalah proses terjadinya penggantian jaringan yang rusak atau mati dengan jaringan yang baru melalui proses regenarasi sel. Ranting Euphorbia tirucalli mengandung alkaloid, flavonoid, saponin, dan tannin, sedangkan Morinda citrifolia  memiliki kandungan alkaloid, tanin, saponin, flavonoid serta triterpenoid. Kemampuan kandungan dari kombinasi salep ekstrak daun Morinda citrifolia dan batang Euphorbia tirucalli diduga dapat mempercepat penyembuhan luka dan periode fibroblas, neovaskularisasi dan epitelisasi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui formulasi salep yang efektif dan pengaruh salep kombinasi ekstrak daun Morinda citrifolia dan batang Euphorbia tirucalli terhadap penyembuhan luka insisi dangkal pada tikus. Metode: Sebanyak 28 ekor tikus jantan dibagi kedalam 7 kelompok perlakuan. Kelompok K(-) tanpa perlakuan, kelompok K(+) dengan pemberian Povidon Iodine 10%, F1 dengan pemberian salep kombinasi ekstrak batang Euphorbia tirucalli, F2 dengan pemberian salep ektrak daun Morinda citrifolia, F3 dengan pemberian salep kombinasi ekstrak daun Morinda citrifolia dan batang Euphorbia tirucalli perbandingan 0,75:0,25; F4 dengan pemberian salep kombinasi ekstrak daun Morinda citrifolia dan batang Euphorbia tirucalli dengan perbandingan 1:1 dan F5 dengan pemberian salep kombinasi ekstrak daun Morinda citrifolia dan batang Euphorbia tirucalli perbandingan 0,25:0,75. Pengamatan histopatologi kulit tikus dianalisis secara deskriptif dengan membandingkan antara kelompok kontrol dan kelompok perlakuan. Hasil: Formulasi salep yang efektif adalah formulasi III dimana hari ke-5 dan hari ke-6 luka sudah mulai menutup sedangkan pada hari ke-7 dan 8 luka sudah menutup. Kesimpulan: Pemberian salep kombinasi daun Morinda citrifolia dan batang Euphorbia tirucalli efektif dalam menyembuhkan luka insisi dangkal melalui fase inflamasi, TNF-α, re-vaskularisasi dan fase proliferasi.
Analisis Biaya Pengobatan Pasien Diagnosa Demam Tifoid di Instalasi Rawat Inap RSUD Dr Soedarso Pontianak Tahun 2018 Heny Puspasari; Dani Suryaningrat; Muhammad Rizky
JURNAL FARMASI DAN ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol. 7 No. 1 (2020): JURNAL FARMASI DAN ILMU KEFARMASIAN INDONESIA
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jfiki.v7i12020.1-6

Abstract

Pendahuluan: Demam Tifoid merupakan penyakit saluran pencernaan yang endemik di Indonesia. Hal ini karena biaya perawatan kesehatan, terutama biaya obat-obatan telah meningkat tajam dalam beberapa dekade terakhir, sehingga penting untuk dilakukan studi biaya penyakit ini untuk memperbarui informasi terkait biaya kepada penyedia layanan kesehatan dan pembuat kebijakan. Tujuan: Penelitian ini untuk mengetahui jenis obat, lama waktu pengobatan, dan biaya pengobatan pasien demam tifoid di instalasi rawat inap RSUD Dr. Soedarso. Metode: Penelitian analisis deskriptif biaya langsung (direct cost) dengan pengambilan data retrospektif dilakukan berdasarkan data rekam medik dan catatan pembiayaan pasien. Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa jenis obat yang paling banyak digunakan adalah golongan antibiotik tiamfenikol (8 pasien atau 19,51%) dan cefiksime (6 pasien atau 14,63%) dari 41 pasien.  Kebanyakan pasien mendapat perawatan dengan lama 6 hari (26,87% dari 11 pasien), dan waktu rawat inap terlama 9 (4,87 % dari 41 pasien). Komponen biaya terbesar adalah biaya rawat inap yaitu Rp. 37.400.300 dengan persentase 41,90 % dari total biaya  Rp. 89.262.145 dan biaya terkecil yaitu biaya administrasi yaitu Rp. 5.323.000 dengan persentase 5,97% dari total biaya. Rata-rata biaya pengobatan per pasien BPJS Rp. 2.179.380 dan rata-rata biaya per pasien umum Rp. 2.228.669. Kesimpulan: Biaya pengobatan masih terbilang lebih murah dibandingkan dengan biaya pengobatan berdasarkan tarif dari pemerintah untuk klaim BPJS. Pengobatan yang digunakan juga sudah sesuai dengan algoritma terapi.
Optimasi Metode KCKT untuk Penetapan Kadar 4-Isobutilasetofenon dan 2-(4-Isobutirilfenil) Asam Propanoat dalam Tablet Ibuprofen Rara Dyah Chrissanti; Asri Darmawati; Mochammad Yuwono
JURNAL FARMASI DAN ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol. 7 No. 1 (2020): JURNAL FARMASI DAN ILMU KEFARMASIAN INDONESIA
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jfiki.v7i12020.26-34

Abstract

Pendahuluan: Ibuprofen (IBP) banyak digunakan sebagai obat anti piretik dan pereda nyeri, obat ini sensitif terhadap oksidasi dan suhu. Cemaran IBP yang keberadaannya dalam tablet harus memenuhi syarat uji batas adalah 4-isobutilasetofenon (IBP RC C) dan 2-(4-isobutirilfenil) asam propanoat (IBP RC J). Variasi matriks tablet seringkali membuat prosedur standar untuk analisis cemaran perlu dioptimasi karena dapat menyebabkan kinerja kromatografi yang tidak memenuhi syarat kompendia. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh kolom dan kondisi operasional KCKT yang selektif, efisien dan memenuhi persyaratan kompendia untuk pengujian IBP dan cemarannya. Metode: Penelitian ini dirancang untuk membandingkan kinerja kromatografi (resolusi, faktor ikutan dan jumlah lempeng teoritis) beberapa kolom KCKT C18 yang sesuai persyaratan United States Pharmacopoeia (USP) untuk penetapan cemaran organik dalam tablet ibuprofen. Instrumen KCKT yang digunakan adalah Shimadzu Prominence dengan detektor Photo Diode Array (PDA). Kondisi analisis optimum yang diperoleh diaplikasikan untuk analisis 3 macam sediaan tablet IBP. Hasil: Kondisi optimum diperoleh melalui kolom C18-C 4,6 x 250 mm, 5 µm,  menggunakan fase gerak larutan asam kloroasetat 1% pH 3,0 : asetonitril (45:55, v/v), laju alir 1,5 mL/menit, suhu kolom ambient, detektor PDA      254 nm, volume injeksi 10 µL dengan waktu analisis 11 menit. Diperoleh puncak-puncak yang simetris dengan kinerja kromatografi yang memenuhi persyaratan USP. Kesimpulan: Metode yang telah dioptimasi berhasil diaplikasikan pada 3 sediaan tablet yang beredar di pasaran dan dapat digunakan untuk pengujian rutin dalam rangka pengawasan kualitas produk obat tablet ibuprofen.
Penetapan Kandungan Total Fenolik-Flavonoid pada Fraksi Etil Asetat Kulit Batang Kasturi (Mangifera casturi Kosterman) Hafiz Ramadhan; Dea Permata Rezky; Eka Fitri Susiani
JURNAL FARMASI DAN ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol. 8 No. 1 (2021): JURNAL FARMASI DAN ILMU KEFARMASIAN INDONESIA
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jfiki.v8i12021.58-67

Abstract

Pendahuluan: Kasturi (Mangifera casturi Kosterman) adalah salah satu dari tumbuhan khas Kalimantan yang memiliki berpotensi bioaktif karena memiliki kandungan fenol dan flavonoid yang tinggi. Tanaman ini digunakan dalam pengobatan oleh masyarakat secara turun temurun dan langka untuk ditemukan, sehingga perlu diketahui zat kimia berkhasiat pada bagian kulit batangnya. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kadar total fenolik dan flavonoid fraksi etil asetat dari ekstrak metanol kulit batang kasturi (M. casturi Kosterman). Metode: Analisis kualitatif melalui skrining fitokimia fenolik dengan reagen FeCl3, sedangkan untuk flavonoid menggunakan Mg-HCl, NaOH 10%, dan H­2SO4. Kromatografi lapis tipis (KLT) juga dilakukan dengan eluen metanol dan penampak bercak FeCl3 10% untuk senyawa fenolik, AlCl3 5% dan sitroborat untuk senyawa flavonoid. Penentuan kadar total fenolik dan flavonoid menggunakan metode kolorimetri dengan pereaksi kompleks Folin-Ciocelteu pada fenolik dan pereaksi kompleks AlCl3 pada flavonoid yang absorbansinya diukur menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Hasil: Hasil penelitian diperoleh rendemen ekstrak metanol kulit batang Kasturi sebesar 10,38% dan rendemen fraksi etil asetatnya sebesar 4,2%. Hasil skrining fitokimia dan KLT teridentifikasi kandungan fenolik dan flavonoid. Fraksi etil asetat dari ekstrak metanol kulit batang Kasturi mengandung kadar total fenol sebesar 3,92 mg GAE/g fraksi dan kadar total flavonoid sebesar 5,14 mg QE/g fraksi. Kesimpulan: Kesimpulan dari penelitian ini adalah fraksi etil asetat dari ekstrak metanol kulit batang Kasturi mengandung senyawa fenolik dan flavonoid yang berpotensi untuk dimanfaatkan sebagai alternatif sumber obat bahan alam.
Arti Penting Kepuasan Kerja Bagi Apoteker: Antara Bertahan Atau Keluar Dari Pekerjaan Muhammad Khalid Rijaluddin; Wahyu Utami; Zulhabri Othman; Eddy Yusuf; Hanni Prihhastuti Puspitasari; Andi Hermansyah
JURNAL FARMASI DAN ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol. 7 No. 1SI (2020): Special Issue: Seminar Inovasi Teknologi dan Digitalisasi pada Pelayanan Kefa
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jfiki.v7i1SI2020.39-47

Abstract

Pendahuluan: Apoteker di komunitas merupakan elemen penting dalam kesehatan masyarakat. Semakin meningkatnya jumlah apotek ditambah dengan tingginya permintaan masyarakat terhadap layanan kefarmasian yang berkualitas menyebabkan tekanan yang besar kepada praktek apoteker. Alhasil, kepuasan apoteker menjadi titik kritis untuk mengevaluasi kualitas pelayanan farmasi dan imbasnya terhadap keinginan untuk keluar atau bertahan dari pekerjaan saat ini. Tujuan: Untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan kerja dan karir apoteker serta niat mereka untuk meninggalkan pekerjaan saat ini. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian lintang potong dengan menggunakan kuesioner online dan melibatkan apoteker di komunitas sebagai responden. Data kemudian dianalisis menggunakan Structural Equation Modelling Partial Least Squares (SEM-PLS) Hasil: Terdapat 292 apoteker berpartisipasi dalam penelitian ini. Sebagian besar adalah perempuan (77,39%) dengan pengalaman kerja kurang dari 5 tahun (51,03%). Hasil dari analisis data menunjukkan bahwa faktor ekstrinsik dan instrinsik mempengaruhi kepuasan kerja apoteker (3,120 dan 4,981), sedangkan pada aspek niat meninggalkan pekerjaan (intention to leave) hanya dipengaruhi secara signifikan oleh faktor ekstrinsik (1,974). Karakteristik responden hanya berpengaruh signifikan terhadap niat untuk meninggalkan pekerjaan (3,929). Sementara itu, kepuasan kerja berpengaruh pada niat meninggalkan pekerjaan (4,083). Kesimpulan: Faktor ekstrinsik dan intrinsik mempengaruhi kepuasan apoteker, tetapi hanya faktor ekstrinsik yang mempengaruhi niat untuk pergi.
Faktor Risiko Kejadian Diabetes Melitus pada Akseptor Pengguna Kontrasepsi Oral Nurmainah Nurmainah; Rafli Armandani; Mohammad Andrie
JURNAL FARMASI DAN ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol. 7 No. 2 (2020): JURNAL FARMASI DAN ILMU KEFARMASIAN INDONESIA
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jfiki.v7i22020.88-92

Abstract

Pendahuluan: Kandungan hormon progesteron dalam kontrasepsi oral dapat menggangu metabolisme karbohidrat dan penumpukkan kadar lemak yang berisiko untuk terjadinya peningkatan kadar gula darah. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan jenis kontrasepsi dan nilai Indeks Masa Tubuh (IMT) terhadap risiko kejadian diabetes melitus pada akseptor kontrasepsi oral di Puskesmas Perumnas II Pontianak. Metode: Metode penelitian observasional dengan rancangan potong lintang yang bersifat analitik. Pengumpulan data dilakukan secara retrospektif berdasarkan data rekam medik akseptor kontrasepsi oral selama periode Januari 2018 hingga Maret 2019. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling, berdasarkan kriteria inklusi dan ekslusi. Akseptor yang memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi pada penelitian ini sebanyak 44 akseptor. Selanjutnya, 44 akseptor dilakukan pengukuran kadar gula darah sewaktu dengan menggunakan alat glukometer. Data yang diperoleh dianalisis dengan uji khi kuadrat. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa akseptor yang menggunakan kontrasepsi oral tunggal mengalami risiko kejadian diabetes melitus sebanyak 20% sedangkan akseptor yang menggunakan kontrasepsi oral kombinasi sebanyak 80%. Namun perbedaan risiko kejadian diabetes melitus dari kedua kelompok secara statistik tidak bermakna signifikan (p = 0,647; OR = 0,44; CI 95% = 0,45 - 4,395). Selain itu, akseptor kontrasepsi oral dengan nilai IMT ≥ 23 (Kg/m2) yang mengalami risiko kejadian diabetes melitus tercatat sebanyak 60% dan akseptor dengan nilai IMT < 23 (Kg/m2) sebanyak 40%. Namun perbedaan risiko kejadian diabetes melitus kedua kelompok secara statistik tidak bermakna signifikan (p = 0,30; OR = 3,8; CI95% = 0,560 - 26,052). Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan yang bermakna signifikan antara jenis kontrasepsi oral dan IMT terhadap risiko kejadian diabetes melitus pada akseptor pengguna kontrasepsi oral.
Optimasi Kadar Awal, Waktu Kontak dan Berat Biomassa pada Proses Biosorpsi Cu2+ Menggunakan Cangkang Lorjuk Syarifa Hajar; Noor Erma Nasution Sugijanto; Sugijanto Kartosentono
JURNAL FARMASI DAN ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol. 8 No. 1 (2021): JURNAL FARMASI DAN ILMU KEFARMASIAN INDONESIA
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jfiki.v8i12021.98-106

Abstract

Pendahuluan: Cangkang kerang pisau (Solen vagina) dapat menyebabkan pencemaran lingkungan sekitarnya, tetapi berpotensi untuk dimanfaatkan menjadi biosorben dalam penyerapan logam berat khususnya Cu karena umumnya cangkang kerang mengandung CaCO3 dan kitin. Beberapa variabel yang berperan dalam proses biosorpsi, antara lain: konsentrasi awal logam, massa biosorben, dan waktu kontak. Tujuan: Untuk menentukan pengaruh konsentrasi awal Cu (II), massa biosorben, dan waktu kontak terhadap proses biosorpsi melalui data persentase efisiensi dan kapasitas adsorpsi. Metode: Proses biosorpsi dilakukan dalam berbagai variasi parameter dengan memasukkan biosorben dan larutan Cu (II) dalam kolom, sesuai masing-masing variasi yang telah ditentukan dan dilakukan penyaringan. Pengukuran kadar Cu (II) secara kuantitatif dari hasil proses biosorpsi menggunakan Atomic Absorption Spectroscopy (AAS)­. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa biosorben cangkang lorjuk mengandung Cu (II) 0,0220 mg/g. Kadar Cu (II) dalam cangkang tersebut digunakan sebagai faktor koreksi. Hasil optimal untuk parameter konsentrasi awal Cu (II) adalah 100 mg/L dengan persentase efisiensi (98,47 + 0,19)% dan kapasitas adsorpsi (630,37 + 1,2)ug/g. Hasil optimal waktu kontak adalah 120 menit dengan persentase efisiensi (90,78 + 0,25)%. Hasil optimal massa biosorben berdasarkan persentase efisiensi (97,69 + 0,1)% adalah 2 gram. Kesimpulan: Penelitian ini dapat menunjukkan bahwa serbuk dari cangkang kerang pisau (Solen vagina) dapat dimanfaatkan sebagai biosorben yang efektif untuk adsorpsi  tembaga (Cu) dari larutan. Hasil optimasi faktor terbaik untuk digunakan dalam proses biosorpsi Cu (II) yaitu konsentrasi awal 100 mg/L, massa biosorben 2 gram dan waktu kontak 120 menit.
Hubungan antara Efektivitas Hemodialisis dengan Kualitas Hidup Pasien Penyakit Ginjal Kronis di Yogyakarta Liliany Fatonah; Tri Murti Andayani; Nanang Munif Yasin
JURNAL FARMASI DAN ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol. 8 No. 1 (2021): JURNAL FARMASI DAN ILMU KEFARMASIAN INDONESIA
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jfiki.v8i12021.22-28

Abstract

Pendahuluan: Pasien Penyakit Ginjal Kronis (PGK) dengan hemodialisis (HD) memiliki kualitas hidup yang rendah. Hal ini dapat dipengaruhi oleh efektivitas HD. Nilai adekuasi HD yang disarankan oleh kementrian kesehatan RI untuk pasien HD dengan frekuensi dua kali seminggu yaitu ≥ 1,8. Meskipun demikian, di Indonesia mayoritas pasien menjalani HD dengan adekuasi HD < 1,8. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara efektivitas HD terhadap kualitas hidup pasien PGK dengan HD. Metode: Penelitian ini meggunakan rancangan cross sectional dengan teknik pengambilan sampel convenience sampling. Penelitian dilakukan di RSUP Dr Sardjito dan RS Akademik UGM pada bulan Januari hingga Maret 2020. Data primer yang digunakan yaitu kuesioner Kidney Disease Quality of Life Short Form-36 (KDQoL-SF36). Data sekunder yaitu rekam medis untuk mengumpulkan parameter efektivitas meliputi durasi HD tiap sesi, adekuasi HD (Kt/V) dan kecepatan aliran darah (Qb). Pengaruh efektivitas HD terhadap skor kualitas hidup dianalisis menggunakan independent sample t-test dan one-way ANOVA. Regresi linier berganda digunakan untuk menentukan prediktor utama dari kualitas hidup. Hasil: Diperoleh 109 pasien dengan skor rata-rata kualitas hidup 72,10 ± 11,58. Peningkatan durasi HD tiap sesi, adekuai HD dan kecepatan aliran darah berpengaruh signifikan terhadap peningkatan skor kualitas hidup (p < 0,05). Hasil analisis regresi linear berganda memaparkan bahwa penghasilan (p = 0,019), komorbid (p = 0,054), adekuasi HD (p = 0,029), dan juga kecepatan aliran darah (p = 0,006) merupakan prediktor kualitas hidup. Kesimpulan: Skor kualitas hidup pasien PGK dipengaruhi secara signifikan oleh durasi HD tiap sesi, adekuasi HD dan kecepatan aliran darah.
Evaluasi Penggunaan Obat Berdasarkan Indikator Peresepan dan Pelayanan Pasien di Rumah Sakit Tora Belo Khusnul Diana; Aviva Kumala; Nina Nurlin; Muhamad Rinaldhi Tandah
JURNAL FARMASI DAN ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol. 7 No. 1SI (2020): Special Issue: Seminar Inovasi Teknologi dan Digitalisasi pada Pelayanan Kefa
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jfiki.v7i1SI2020.13-19

Abstract

Pendahuluan: Praktik kefarmasian merupakan kegiatan terpadu untuk mengidentifikasi, mencegah serta menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan obat dan kesehatan untuk  meningkatkan penggunaan  obat  yang rasional. Tujuan: Untuk mengevaluasi penggunaan obat berdasarkan indikator peresepan yang ditulis oleh dokter dan pelayanan pasien di RSUD Tora Belo, Kabupaten Sigi. Metode: Penelitian dilakukan secara retrospektif dan prospektif. Indikator peresepan digunakan untuk menghitung rata-rata jumlah obat, obat generik, antibiotik, suntik dan obat esensial/obat formularium rumah sakit yang tertera pada setiap lembar resep. Sampel resep diambil dari resep pasien umum rawat sebanyak 391 lembar dengan teknik purposive sampling, sedangkan indikator pelayanan pasien diambil dari pasien rawat jalan sebanyak 269 pasien dengan teknik accidental sampling. Hasil: Rata-rata penggunaan obat tiap lembar resep adalah 3,1 (standar: 1,8 - 2,2); persentase obat generik adalah 74,89% (standar: 81 - 94 %); persentase obat antibiotik adalah 45,52% (standar: ≤ 30%); persentase obat injeksi adalah 6,90% (standar: 0,2 - 48%); dan persentase kesesuaian obat dengan formularium rumah sakit adalah 99,17% (standar: 86 - 88%). Sedangkan dari indikator pelayanan pasien diperoleh rata-rata waktu konsultasi 4,32 menit (standar: 2,3 - 3,5 menit); rata-rata dispensing time obat non racikan 11, 42 dan racikan 22,54 menit; persentase obat yang diberikan 94,54% (standar: 100%); persentase kelengkapan label obat sebesar 100%; dan persentase pengetahuan pasien tentang penggunaan dosis yang tepat 48,12% (standar: 100%). Kesimpulan: Penggunaan obat belum memenuhi standar WHO jika dilihat dari indikator peresepan, namun masih memenuhi standar WHO jika dilihat dari indicator pelayanan.
Pengaruh Penambahan SPACE terhadap Karakteristik dan Stabilitas Gel Freeze Dried Amniotic Membrane Stem Cell-Metabolite Product Ria Hanistya; Tristiana Erawati; Cita Rosita Sigit Prakoeswa; Fedik Abdul Rantam; Widji Soeratri
JURNAL FARMASI DAN ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol. 7 No. 2 (2020): JURNAL FARMASI DAN ILMU KEFARMASIAN INDONESIA
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jfiki.v7i22020.59-65

Abstract

Pendahuluan: Sebagai organ terluas yang menyusun tubuh manusia, kulit menjadi salah satu lokasi penting dalam menghantarkan obat atau bahan aktif tertentu ke dalam tubuh manusia. Beberapa bahan aktif berbentuk makromolekul dengan berat molekul lebih dari 500 Da tidak dapat menembus stratum korneum sehingga membutuhkan bantuan penetration enhancer. SPACE (Skin Penetrating and Cell Entering) merupakan rangkaian molekul peptida berukuran kecil yang berpotensi bekerja sebagai enhancer dalam menghantarkan makromolekul dengan cara yang tidak invasif. Namun SPACE merupakan enhancer golongan baru sehingga efek penambahan SPACE terhadap karakteristik dan stabilitas fisik pada formulasi sediaan gel masih belum banyak diketahui. Tujuan: Penelitian kali ini bertujuan untuk mengevaluasi efek pemberian SPACE pada karakteristik dan stabilitas fisik sediaan gel freeze dried Amniotic Membrane Stem Cell-Metabolite Product. Metode: Karakteristik fisik sediaan gel freeze dried AMSC-MP dengan SPACE dievaluasi menggunakan parameter organoleptis (warna, bau, bentuk, tekstur), pH dan diameter sebar sediaan. Stabilitas fisik sediaan akan dievaluasi dengan menguji karakteristik fisik sediaan selama 30 hari penyimpanan. Hasil: Gel freeze dried Amniotic Membrane Stem Cell memiliki pH sekitar 6,1 dan diameter sebar sediaan sekitar 6,0 cm. Seluruh hasil pengujian karakteristik masih memenuhi rentang yang dipersyaratkan. Hasil uji karakteristik dianalisis menggunakan statistika metode ANOVA satu arah dan tidak menunjukkan adanya perbedaan bermakna antar formula. Semua formula F1, F2, F3 dan F4 stabil selama 30 hari penyimpanan. Kesimpulan: Penambahan SPACE tidak mempengaruhi karakteristik dan stabilitas fisik sediaan gel freeze dried Amniotic Membrane Stem Cell-Metabolite Product.

Page 7 of 26 | Total Record : 259


Filter by Year

2016 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 12 No. 2 (2025): JURNAL FARMASI DAN ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol. 12 No. 1 (2025): JURNAL FARMASI DAN ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol. 11 No. 3 (2024): JURNAL FARMASI DAN ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol. 11 No. 2 (2024): JURNAL FARMASI DAN ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol. 11 No. 1 (2024): JURNAL FARMASI DAN ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol. 10 No. 3 (2023): JURNAL FARMASI DAN ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol. 10 No. 2 (2023): JURNAL FARMASI DAN ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol. 10 No. 1 (2023): JURNAL FARMASI DAN ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol. 9 No. 3 (2022): JURNAL FARMASI DAN ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol. 9 No. 2 (2022): JURNAL FARMASI DAN ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol. 9 No. 1 (2022): JURNAL FARMASI DAN ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol. 8 No. 3 (2021): JURNAL FARMASI DAN ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol. 8 No. 2 (2021): JURNAL FARMASI DAN ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol. 8 No. 1 (2021): JURNAL FARMASI DAN ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol. 7 No. 2 (2020): JURNAL FARMASI DAN ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol. 7 No. 1SI (2020): Special Issue: Seminar Inovasi Teknologi dan Digitalisasi pada Pelayanan Kefa Vol. 7 No. 1 (2020): JURNAL FARMASI DAN ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol. 6 No. 2 (2019): JURNAL FARMASI DAN ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol. 6 No. 1 (2019): JURNAL FARMASI DAN ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol. 5 No. 2 (2018): JURNAL FARMASI DAN ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol. 5 No. 1 (2018): Jurnal Farmasi dan Ilmu Kefarmasian Indonesia Vol. 4 No. 2 (2017): Jurnal Farmasi dan Ilmu Kefarmasian Indonesia Vol. 4 No. 1 (2017): Jurnal Farmasi dan Ilmu Kefarmasian Indonesia Vol. 3 No. 2 (2016): JURNAL FARMASI DAN ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol. 3 No. 1 (2016): Jurnal Farmasi dan Ilmu Kefarmasian Indonesia More Issue