cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Kimia Riset
Published by Universitas Airlangga
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Arjuna Subject : -
Articles 200 Documents
Potensi Hidroksiapatit dari Tulang Ayam Sebagai Pelapis Implan Gigi Jonathan Angelo Ranamanggala; Dewinta Intan Laily; Yossy Nur Annisa; Sari Edi Cahyaningrum
Jurnal Kimia Riset Vol. 5 No. 2 (2020): Desember
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jkr.v5i2.22479

Abstract

Tulang ayam pada dasarnya memiliki kandungan kalsium yang tinggi, secara umum sumber kalsium yang tinggi dapat digunakan sebagai bahan dasar pembuatan hidroksiapatit. Hidroksiapatit (HAP) merupakan merupakan keramik yang bersifat biokompatibel, bioaktif dan bioresorbabel, dimana HAP sering digunakan sebagai material substitusi tulang atau gigi. Pada review ini, membahas tentang potensi tulang ayam digunakan sebagai bahan dasar dalam sintesis hidroksiapatit (HAP) mengenai karakterisasi secara kimia dan fisik untuk mengetahui potensi kelayakan HAP dari tulang ayam sebagai pelapis implan gigi. Gugus fungsional, kristalinitas, ukuran pori dan uji secara in vitro menunjukkan syarat terpenuhinya HAP layak sebagai implant Karakteristik HAP berpotensi memberikan efek yang menguntungkan ketika digunakan sebagai implan gigi atau pelapis implan gigi. Permukaan berpori dari HAP berperan penting dalam memberikan peningkatan interkoneksi mekanis yang mengarah pada fiksasi implan yang kuat.
VALIDASI METODE ANALISA PADA PENETAPAN KADAR KOENZIM Q10 DALAM SEDIAAN MIKROEMULSI MENGGUNAKAN METODE SPEKTROPHOTOMETER UV-VIS Silvi ayu Wulansari; Eziah Ika Lubada
Jurnal Kimia Riset Vol. 5 No. 1 (2020): Juni
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jkr.v5i1.19241

Abstract

Koenzim Q10 banyak digunakan dalam bidang kosmetika karena dapat digunakan sebagai antioksidan, namun koenzim Q10 memiliki kekurangan yaitu hanya dapat larut dalam minyak dan memiliki ukuran partikel yang besar sehingga sulit untuk masuk pada kulit. Koenzim Q10 diformulasikan dalam sediaan mikroemulsi untuk memperbaiki penetrasi dalam kulit. Untuk menunjang efek terapetik dari sediaan mikroemulsi perlu dikembangkan penetapan kadar Koenzim Q10 menggunakan spektrofotometer Uv-Vis, menggunakan pelarut [Acetonitril : 2-propanol (84:16)] dan diukur pada panjang gelombag 275 nm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa koenzim Q10 linier pada rentang konsentrasi 25,5 – 153,0 ppmdengan LOD dan LOQ sebesar 5,25 µg/ml dan 17,48 µg/m. Metode peetapan kadar koenzim Q10 pada sampel mikroemulsi memiliki nilai akurasi dan presisi yang cukup baik dengan rata-rata perolehan kembali 100,70% dan SD 0,41% . Spektrofotometer UV-Vis dapat digunakan sebagai metode dalam penetapan kadar koenzim Q10 dalam sediaan mikroemulsi yang memenuhi persyaratan validasi penetapan kadar sediaan farmasi.
AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK DAUN KELOR (Moringa oleifera Lam.) DAN BUAH BIT (Beta vulgaris L.) SEBAGAI BAHAN TAMBAHAN MINUMAN SUPLEMEN , Tukiran; Mauren Gita Miranti; Idah Dianawati; fauzia indah sabila
Jurnal Kimia Riset Vol. 5 No. 2 (2020): Desember
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jkr.v5i2.22518

Abstract

Minuman suplemen merupakan produk pelengkap kebutuhan zat gizi makanan yang mempunyai nilai gizi dan atau efek fisiologis dalam jumlah terkonsentrasi. Bahan tambahan dalam minuman suplemen dapat diperoleh dari tanaman yang memiliki aktivitas antioksidan. Daun kelor dan buah bit merupakan tanaman yang banyak dimanfaatkan sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan ektstrak daun kelor dan buah bit sebagai bahan tambahan minuman suplemen.  Uji aktivitas antioksidan dilakukan dengan metode 1,1-diphenyl-1-pyerilhidrazyl (DPPH). Hasil penelitian menunjukkan  ekstrak air daun kelor memiliki nilai IC50 sebesar 122,742 ppm dan tergolong sebagai antioksidan katagori sedang. Kkstrak air buah bit memiliki nilai IC50 sebesar 377.281 ppm dan tergolong antioksidan lemah.
AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK ETANOL, ETIL ASETAT, DAN n-HEKSANA BATANG TURI PUTIH (Sesbania grandiflora (L.) Pers.) DENGAN METODE DPPH (1,1-Diphenyl-2-picrylhydrazyl) Jamilatur Rohmah; Ida Agustini Saidi; Chylen Setiyo Rini; Devi Arvindani Masyitha
Jurnal Kimia Riset Vol. 5 No. 1 (2020): Juni
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jkr.v5i1.20900

Abstract

Turi (Sesbania grandiflora (L.) Pers.) merupakan jenis tanaman yang tersebar luas di wilayah Indonesia dan termasuk dalam famili Fabaceae serta memiliki potensi sebagai antioksidan alami. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui aktivitas antioksidan ekstrak etanol, etil asetat, dan n-heksana dari batang turi putih (Sesbania grandiflora (L.) Pers.). Penentuan aktivitas antioksidan dilakukan dengan metode DPPH menggunakan alat spektrofotometer UV-Vis. Tanaman turi yang digunakan berasal dari Mojosari, Mojokerto. Simplisia daun turi dimaserasi pada berbagai pelarut etanol, etil asetat, dan n-heksana selama 24 jam. Hasil ekstraksi kemudian dilakukan uji fitokimia, KLT dan aktivitas antioksidan. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa ekstrak etanol, etil asetat, dan n-heksana batang turi putih (Sesbania grandiflora (L.) Pers.) memiliki aktivitas antioksidan (IC50) yang termasuk ke dalam aktivitas antioksidan yang kuat terhadap radikal DPPH dengan nilai IC50 masing-masing ekstrak yaitu ekstrak etanol sebesar 24,30 ppm, ekstrak etil asetat sebesar 26,98 ppm, dan n-heksana sebesar 25,33 ppm. Sehingga tanaman turi putih (daun) dapat menjadi salah satu sumber zat bioaktif antioksidan alami untuk mencegah terjadinya penyakit yang disebabkan oleh radikal bebas. 
ISOLASI DAN UJI AKTIVITAS ANTIDIABETES KULIT BATANG TUMBUHAN JELUTUNG (Dyera costulata) Arjinal Arjinal; Muhammad Almurdani; Rudi Hendra; Hilwan Yuda Teruna
Jurnal Kimia Riset Vol. 5 No. 1 (2020): Juni
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jkr.v5i1.16534

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antidiabetes senyawa dari hasil isolasi ekstrak n-heksana dan diklorometana kulit batang jelutung (Dyera costulata). Teknik ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi dan tahap isolasi dilakukan dengan metode kromatografi vakum cair. Uji aktivitas antidiabetes dilakukan menggunakan metode penghambatan aktivitas enzim α-Glukosidase dengan subtrat p-nitrophenyl-α-D-glucopyranosida (p-NPG) dengan akarbose sebagai obat standar dan diukur pada panjang gelombang 415 nm. Hasil isolasi yang dilakukan pada ekstrak diklorometana diperoleh senyawa asam benzoat, sedangkan dari ekstrak n-heksana didapatkan senyawa lupeol. Hasil uji antidiabetes menunjukkan bahwa asam benzoat memiliki aktivitas sedang dengan nilai IC50 143,259 µg/mL, sedangkan lupeol memiliki aktivitas kuat dengan nilai IC50 42,257 µg/mL (akarbose IC50 19,734 µg/mL). Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa tumbuhan ini dapat digunakan sebagai obat antidiabetes.
The Electrical Conductivty Of Fe-Chitosan Schiff Base Complex Boy Chandra Sitanggang; Zainal Abidin
Jurnal Kimia Riset Vol. 5 No. 2 (2020): Desember
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jkr.v5i2.22488

Abstract

High electrical conductivity material Fe-Chitosan Schiff base produced via two stages mechanism, reaction of salicylaldehyde and chitosan in three necked flask following the formation of complex by soak Chitosan Schiff base in FeCl3 solution in various times. The formed Schiff base was confirmed by presence of imine at 1604.77 cm-1. Next, Fe absorption was analyzed by using ICP-MS gives highest results at 492,51 ppm at 5 hours immersion time. The electrical conductivity exhibit tendency to increase and the highest point at 3.5 x 10-6 S cm­-1
PEMANFAATAN EKSTRAK DAUN KITOLOD (Hippobroma Longiflora (L) G.Don) SEBAGAI BAHAN AKTIF SEDIAAN TABIR SURYA Dila Savira; Damayanti Iskandar
Jurnal Kimia Riset Vol. 5 No. 1 (2020): Juni
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jkr.v5i1.19680

Abstract

Telah dilakukan penelitian untuk memanfaatkan ekstrak daun kitolod  (Hippobroma longiflora (L) G. Don) sebagai tabir surya. Daun kitolod di ekstraksi secara maserasi dengan pelarut metanol kemudian di fraksinasi menggunakan n-heksana dan etil astetat. Kandungan kimia yang diperoleh dari ekstrak etil asetat adalah flavonoid, alkaloid, dan steroid. Untuk mengetahui aktivitas ekstrak tersebut dilakukan pengujian dengan cara mengukur absorbansi larutannya pada tingkat konsentrasi tertentu dengan menggunakan spektrofotometri UV-Vis. Nilai SPF yang diperoleh dari konsentrasi 100 ppm, 200 ppm, 300 ppm, 400 ppm, dan 500 ppm berturut-turut sebesar 4,3; 10,3; 15,2; 21,5; dan 28. Konsentrasi 100 ppm termasuk kedalam SPF kategori proteksi sedang, konsentrasi 200 ppm termasuk kedalam SPF kategori proteksi maksimal. Konsentrasi 300 ppm, 400 ppm, 500 ppm termasuk kedalam SPF  kategori proteksi ultra.Kata Kunci : Daun Kitolod, Tabir Surya, SPF.
STUDI POTENSI LIMBAH TEMBAKAU MENJADI BIO-OIL MENGGUNAKAN METODE FAST-PYROLYSIS SEBAGAI ENERGI TERBARUKAN Rafiqi Rajauddin Amin; Rimbi Rodiyana Sova; Dewinta Intan Laily; Dina Kartika Maharani
Jurnal Kimia Riset Vol. 5 No. 2 (2020): Desember
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jkr.v5i2.22513

Abstract

The rapid development of industry causes the need for fuel and energy to increase, especially fossil fuels (petroleum). This has the effect of an energy crisis. Biomass is of particular concern as one of the renewable energy sources to address the current energy crisis.  Biomass consists of hemiselulose, cellulose, and lignin that can be converted into liquids (bio-oils) of pyrolysis. One of the wastes that can be converted into bio-oil is tobacco waste. Tobacco waste is produced by more than 2 million tons eachs. The waste has the potential to be further processed into bio oil using fast pyrolysis method with efficient and quality bio-oil manufacturing measures. The bio-oil results from tobacco waste using the fast pyrolysis method have values of carbon, hydrogen, nitrogen, oxygen and other organic compounds and the H/C ratio is greater than the yield of tobacco waste bio-oil using the low pyrolysis method. Where the bio-oil of tobacco waste using the fast pyrolysis method has a high heating value equivalent to the distribution of hydrocarbons from biodiesel, which means it has the potential as an alternative energy to replace petroleum. The potential as a substitute fuel for petroleum must also be balanced with fast and efficient production, maximizing bio-oil production by selecting the reactor and the optimum temperature usedKeywords: Waste, Tobacco, Bio-Oil, Renewable Energy, Fast-pyrolisis
PENGGUNAAN KITOSAN SEBAGAI ADSORBEN PROTEIN PADA LIMBAH CAIR TAHU DESA TINALAN, KOTA KEDIRI Ibnu Muhariawan Restuaji; Ira Oktavia
Jurnal Kimia Riset Vol. 5 No. 2 (2020): Desember
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jkr.v5i2.21722

Abstract

Protein merupakan senyawa yang banyak terkandung di dalam limbah cair tahu. Kadar protein yang tinggi dapat menyebabkan kenaikan BOD dan COD limbah cair tahu di lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan kitosan dalam mengadsorpsi protein limbah cair tahu dari Desa Tinalan, Kota Kediri. Kadar protein awal limbah cair tahu yang teramati menggunakan spektrofotometer UV-Vis yaitu 0,0904%. Pada saat adsorpsi, massa kitosan yang digunakan yaitu 0,25 g; 0,5 g; 0,75 g dan 1 g dengan kode sampel masing-masing kitosan-LCT1; kitosan-LCT2; kitosan-LCT3 dan kitosan-LCT4. Kitosan ditambahkan ke limbah cair tahu dan diaduk selama 8 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa massa kitosan yang optimum dalam mengadsorpsi protein limbah cair tahu adalah 0,25 g (kitosan-LCT1). Hal ini ditunjukkan dengan penurunan kadar protein limbah cair tahu hingga 37,78%. Hasil SEM menegaskan bahwa telah terjadi perubahan morfologi permukaan pada kitosan-LCT1 yang berbentuk pipih dan guratan putih. Hal ini menunjukkan telah terjadi proses adsorpsi antara kitosan dan protein. Selain itu, adsorpsi juga menyebabkan peningkatan pH limbah cair tahu mencapai 6 – 7.Kata kunci : Protein, Limbah Cair Tahu, Kitosan, Adsorpsi
AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAN PENETAPAN KADAR FENOL TOTAL DARI MIKROALGA LAUT Chlorella vulgaris Dewi Kurnia; Erna Rosliana; Dadang Juanda; Zeily Nurochman
Jurnal Kimia Riset Vol. 5 No. 1 (2020): Juni
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jkr.v5i1.19823

Abstract

Antioksidan merupakan senyawa yang dapat menangkal radikal bebas, beberapa penelitian membuktikan mikroalga memiliki aktivitas sebagai antioksidan yang mampu menangkal radikal bebas. Penelitian ini bertujuan untuk menguji aktivitas antioksidan dan penetapan kadar fenol total dari mikroalga Chlorella vulgaris. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi bertingkat menggunakan pelarut n-heksana, etil asetat, dan etanol 96%. Uji aktivitas antioksidan dengan peredaman DPPH (2,2-diphenyl-1-picrylhldrazyl) dan penetapan kadar fenol total menggunakan pereaksi Folin-Ciolcalteau. Hasil uji aktivitas antioksidan menunjukan bahwa mikroalga Chlorella vulgaris memiliki aktivitas antioksidan dengan nilai IC50 untuk n-heksana, etil asetat, etanol dan vitamin C sebagai pembanding berturut-turut sebesar 18,896, 11,979, 20,437 dan 7,895 µg/ml. Hasil penetapan kadar fenol total ekstrak n-heksana, etil asetat, dan etanol berturut-turut sebesar 1,388, 1,184, 1,184 mg/GAE (gallic acid equivalence) per 100 mg ekstrak. Ekstrak etil asetat memiliki aktivitas antioksidan yang sangat kuat dengan nilai IC50 11,979 µg/ml dan kadar fenol total yang tertinggi pada ekstrak n-heksana sebesar 1,388 mg/GAE (gallic acid equivalence) per 100 mg ekstrak. Hasil penelitian menunjukan bahwa baik ekstrak n-heksan; etil asetat dan etanol memiliki aktivitas antioksidan yang sangat kuat namun ekstrak etil asetat dari mikroalga Chlorella vulgaris lebih potensial untuk digunakan sebagai alternatif sumber senyawa antioksidan.Kata kunci: antioksidan, Chlorella vulgaris, DPPH, fenol total.

Page 9 of 20 | Total Record : 200