cover
Contact Name
Siti Musayaroh
Contact Email
sitimusayaroh17@untirta.ac.id
Phone
+628977491535
Journal Mail Official
plb@untirta.ac.id
Editorial Address
Jurusan Pendidikan Luar Biasa, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Kampus 2 Jl. Ciwaru Raya No. 25, Kota Serang, 42117, Indonesia
Location
Kab. serang,
Banten
INDONESIA
Jurnal Unik: Pendidikan Luar Biasa
ISSN : 24431389     EISSN : 25488031     DOI : http://dx.doi.org/10.30870/unik
Jurnal Unik: Pendidikan Luar Biasa is expected to serve as a publication media for the results of quality scientific research, especially special education. The scope of the Jurnal Unik: Pendidikan Luar Biasa in the field of special education, especially children experiencing barriers to physical, intellectual, and social communication.
Articles 192 Documents
PENINGKATAN KEMAMPUAN SENI MUSIK GURU PENDIDIKAN KHUSUS MELALUI KEGIATAN PELATIHAN DI GUGUS 11 KOTA TANGERANG TEUTEU NURBAYAN
UNIK (Jurnal Ilmiah Pendidikan Luar Biasa) Vol 3, No 3 (2018)
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Biasa, FKIP Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (627.925 KB) | DOI: 10.30870/unik.v3i3.6374

Abstract

Pendidikan seni musik merupakan suatu proses pendidikan yang membantu pengungkapan ide/gagasan seseorang yang ditimbulkan dari gejala lingkungan dengan mempergunakan unsur-unsur musik, sehingga terbentuknya suatu karya musik yang tidak terlepas dari rasa keindahan. Saat ini, guru di sekolah khusus atau sekolah luar biasa adalah guru kelas yang memegang semua mata pelajaran yaitu, IPA, IPS, Bahasa Indonesia dan SBDP. Sepertinya guru harus menguasai disemua bidang, padahal disetiap mata pelajaran memiliki kekhususan yang membutuhkan ketrampilan dan pengetahuan untuk bisa membagikan ilmu kepada siswa dengan maksimal. Hal ini menimbulkan kesulitan sendiri bagi guru dalam memberikan materi pelajaran khususnya mata pelajaran SBDP. Berangkat dari masalah di atas maka dirasa perlu untuk mencari jalan keluarnya. Peneliti sebagai kepala sekolah berinisiatif untuk mengadakan pelatihan seni musik bagi guru-guru di Gugus 11 Kota Tangerang. Materi pada pelatihan ini disampaikan oleh seorang instruktur yang sudah ahli dibidangnya dan diikuti oleh seluruh guru di Gugus 11 Kota Tangerang. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan (action research) sebanyak dua siklus. Setiap siklus terdiri dari empat tahap yaitu: perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Subyek penelitian ini adalah guru pendidikan khusus di Gugus II Kota Tangerang sebanyak 10 orang. Data yang diperoleh berupa hasil tes  pada setiap akhir siklus. Dari hasil analis didapatkan bahwa persentase ketercapaian nilai berdasarkan indikator keberhasilan tindakan selalu mengalami peningkatan di setiap siklus yaitu dari hanya 10% (1 orang) pada pra tindakan naik menjadi 60% (6 orang) pada siklus I dan terus meningkat menjadi 100% (10 orang) pada siklus II. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kegiatan pelatihan dapat meningkatkan  kemampuan seni musik guru pendidikan khusus di Gugus 11 Kota Tangerang. 
Sikap remaja dengan hambatan pendengaran terhadap pembelajaran online pada masa pandemi Covid-19 di Kota Serang Saarah Dharmawan; Yuni Tanjung Utami; Toni Yudha Pratama
UNIK (Jurnal Ilmiah Pendidikan Luar Biasa) Vol 5, No 2 (2020)
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Biasa, FKIP Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/unik.v5i2.14379

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sikap remaja dengan hambatan pendengaran terhadap pembelajaran online pada Masa Pandemi Covid-19 di Kota Serang. Penelitian ini menggunakan kuantitatif dengan pendekatan studi deskriptif. Subjek penelitian merupakan remaja yang berusia 15-25 tahun dan menempuh pendidikan di Kota Serang sebanyak 23 responden. Pengumpulan data menggunakan angket. Analasis data dalam penelitian ini adalah deskriptif. Hasil uji hipotesis melalui uji normalitas sebesar X2-hitung= 1.312,288 dengan taraf signifikan 5% dan df =2 mendapatkan nilai X2-tabel= 5,991. Sehingga hipotesis menunjukan Ho ditolak dan Hi diterima, sebab X2-hitung (1.312,288) > X2-tabel (5,991). Hasil dan pembahasan menunjukkan bahwa sikap remaja dengan hambatan pendengaran terhadap pembelajaran online pada Masa Pandemi Covid-19 di Kota Serang sebanyak 3 remaja dengan hambatan pendengaran (13,04%) termasuk kategori sangat baik, 16 remaja dengan hambatan pendengaran (69,57%) termasuk kategori baik, 3 remaja dengan hambatan pendengaran (13,04%) termasuk kategori cukup, 1 remaja dengan hambatan pendengaran (4,35%) termasuk kategori kurang, dan 0 remaja dengan hambatan pendengaran (0,00%) termasuk kategori sangat kurang. Teenage with hearing loss’ behaviour in online learning during the Covid-19 Pandemic in Serang City Abstract: This research aimed to determine the attitude of adolescents with hearing impairments toward learning online during the Covid-19 Pandemic Period in Serang City. This study uses a quantitative with a descriptive study approach. The research subjects are teenagers aged 15-25 years and studying in Serang City as many as 23 respondents. Data collection using a questionnaire. The data analysis in this research is descriptive. The results of hypothesis testing through the normality test of X2-count = 1,312,288 with a significant level of 5% and df = 2 get the value of X2-table = 5,991. So that the hypothesis shows that H0 is rejected and Hi is accepted because X2-count (1,312.288) > X2-table (5,991). The results and discussion show that the attitudes of adolescents with hearing impairments toward earning online during the Covid-19 Pandemic Period in Serang City were 3 adolescents with hearing impairments (13.04%) in the very good category, 16 adolescents with hearing impairments (69.57%) included in the good category, 3 adolescents with hearing impairments (13.04%) were included in the sufficient category, 1 youth with hearing impairments (4.35%) were in the poor category, and 0 adolescents with hearing impairments (0.00%) were in the very poor category.
Kewirausahaan berbasis online shop Amaliyah Amaliyah; Dedi Mulia; Yuni Tanjung Utami
UNIK (Jurnal Ilmiah Pendidikan Luar Biasa) Vol 5, No 2 (2020)
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Biasa, FKIP Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/unik.v5i2.14373

Abstract

Children with hearing impairments are children who experience hearing impairments, in these hearing impairments there are two categories, namely deafness and hearing loss, which can have an impact on their daily life. Entrepreneurship is more up to date with the times, there must be a renewal like entrepreneurship in the form of an online shop, in addition to following the development of the online shop, it is felt that it is easier for children with hearing impairments to run. This study aims to look at the entrepreneurial process of selling clothing through an online shop by students with hearing impairments. Techniques for data collection used were observation, interviews and documentation. The research method used is descriptive qualitative. The results showed that in marketing their products, students used social media Facebook and Whatsapp communication media. Communication and hearing disorders did not hinder the sales process. Event students feel happy because they have a new friend. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana proses kewirausahaan penjualan pakaian melalui online shop oleh peserta didik dengan hambatan pendengaran. anak dengan hambatan pendengaran  merupakan anak yang mengalami hambatan dalam segi pendengaran, di dalam hambatan pendengaran ini ada dua kategori yaitu tuli dan kurang dengar, hal ini dapat berdampak dalam kehidupan sehari-harinya. Kewirausahaan agar lebih mengikuti zaman maka haruslah ada pembaharuan seperti halnya kewirausahaan yang berbentuk online shop, selain mengikuti perkembangan zaman online shop dirasa  lebih mudah dijalankan oleh anak dengan hambatan pendengaran.  Teknik untuk pengumpulan data yang digunakan adalah observasi langsung dilapangan untuk melakukan wawancara dengan peserta didik dan orangtua (ibu) dan dokumentasi. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif.  Hasil penelitian menunjukan bahwa dalam memasarkan produknya, peserta didik menggunakan media sosial facebook dan media komunikasi whatsapp. Adanya gangguan komunikasi dan pendengaran tidak menghambat proses penjualan. Bahkan peserta didik merasa senang karena memiliki teman baru.
Pengaruh permainan uno stacko terhadap peningkatan kemampuan mengenal lambang bilangan 1-5 pada anak dengan hambatan intelektual Dina Yuli Rismonica; Sistriadini Alamsyah Sidik; Toni Yudha Pratama
UNIK (Jurnal Ilmiah Pendidikan Luar Biasa) Vol 5, No 2 (2020)
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Biasa, FKIP Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/unik.v5i2.14375

Abstract

The uno stacko game can be used in the introduction of number symbols because playing is a fun activity and the material being taught is conveyed, the researcher tries to use this uno stacko game to improve the ability to recognize number symbols. This study aims to determine the uno stacko game in the ability to recognize number symbols in children with intellectual disabilities in grade IV at SKh 01 Lebak. The approach used in this research is quantitative, with a single subject research design or also known as Single Subject Research (SSR). The design used in this study is the ABA design. Data collection techniques used observation, tests and documentation, then the data were analyzed by analyzing conditions and between conditions. The results showed the effect of the Uno Stacko game on the ability to recognize the number symbols one to five with two target behaviours, namely mentioning number symbols and showing number symbols. Based on this research, it can be concluded that the Uno Stacko game is effective in increasing the ability to recognize the numbers 1-5 symbols Abstrak: Permainan uno stacko  dapat digunakan dalam pengenalan lambang bilangan, karena bermain aktivitas menyenangkan dan materi yang diajarkan tersampaikan, peneliti mencoba menggunakan permainan uno stacko ini untuk meningkatkan kemampuan dalam mengenal lambang bilangan.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui permainan uno stacko dalam kemampuan mengenal lambang bilangan pada anak dengan hambatan intelektual kelas IV di SKh 01 Lebak. Pendekatan yang digunakan pada penelitian ini adalah kuantitatif, dengan rancangan penelitian subjek tunggal atau disebut juga dengan  Single Subject Research (SSR). Desain yang digunakan dalam penelitian ini yaitu desain A-B-A. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, tes dan dokumentasi, selanjutnnya data dianalisis dengan analisis dalam kondisi dan antar kondisi. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh permainan uno stacko terhadap kemampuan mengenal lambang bilangan satu sampai lima dengan dua target behavior yaitu menyebutkan lambang bilangan dan menunjukkan lambang bilangan. Berdasarkan penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa permainan uno stacko efektif dalam meningkatkan kemampuan mengenal lambang bilangan 1-5. 
Penggunaan media loose part play untuk meningkatkan kemampuan motorik halus pada siswa celebral palsy Tita Sundari; Reza Febri Abadi; Dedi Mulia
UNIK (Jurnal Ilmiah Pendidikan Luar Biasa) Vol 7, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/unik.v7i1.15999

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan motorik halus pada siswa celebral palsy kelas II SDKh di Skh Arisma dengan menggunakan media loose part play. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan pendekatan single subjek research (SSR) dengan desain A-B-A. subjek dalam penelitian ini salah satu siswa kelas II SDKh dengan hambatan motorik celebral palsy. Perilaku sasaran penelitian ini adalah kemampuan motorik halus. Teknik pengumpulan data diperoleh dengan observasi, dan tes perbuatan. Analisis data yang digunakan yaitu statistik deskriptif dengan penyajian grafik. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa media loose part play dapat meningkakan kemampuan motorik halus subjek. Hal ini berdasarkan adanya peningkatan yang diperoleh pada perilaku sasaran yaitu meningkatnya kemampuan motorik halus subjek pada kondisi awal memperoleh hasil 44,4 % meningkat menjadi 72,2%. Berdasarkan hasil analisis data maka dapat disimpulkan bahwa media loose part play dapat meningkatkan kemampuan motorik halus anak dengan hambatan motorik di SKh Arisma. The use of loose part play media to improve fine motor skills in cerebral palsy students Abstract: This research aims to determine the fine motor ability of the second-grade students of SDKh at Skh Arisma by using Loose Part Play Media. This research uses an experimental method with a Single Subject Research (SSR) approach with an A-B-A design. The subject of this research was one of the second-grade students of SDKh with motor impairments. The behavior target of this research is fine motor ability. Data collection techniques were obtained by observation and action tests. Analysis of the data used is descriptive statistics with a graphical presentation. Based on the results of the research, showed that Loose Part Play Media could improve the subject's fine motor ability. This is based on the increase obtained in the behavior target, namely the increase in the subject's fine motor ability in the initial conditions, which resulted in a 44.4% increase to 72.2%. Based on the results of data analysis, it can be concluded that Loose Part Play Media can improve the fine motor ability of children with motor impairments in SKh Arisma. 
Perbedaan self-esteem antara mahasiswa reguler dan disabilitas Siti Musayaroh; Siti Aisyah; Lailatul Fitriyani; Neza Ishmah; Widya Nurhafidah; Bagus Adilaksono; Dela Setyautami; Adzka Azzamulhaq
UNIK (Jurnal Ilmiah Pendidikan Luar Biasa) Vol 7, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/unik.v7i1.16001

Abstract

Self-esteem yang dimiliki individu mencerminkan bagaimana individu tersebut memandang dirinya sendiri. Oleh karena itu, memiliki keyakinan diri bahwa saya adalah individu berharga menjadi penting untuk dimiliki setiap orang. Tujuan dari penulisan artikel ini adalah untuk melihat perbedaan self-esteem yang dimiliki oleh mahasiswa di perguruan tinggi dilihat dari faktor gender dan juga kondisi mahasiswa (regular atau disabilitas). Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu deskriptif kuantitatif. Data dikumpulkan dengan menggunakan google formulir yang berisi sepuluh item pertanyaan yang diadopsi dari Rosenberg Self-Esteem Scale. Sebanyak empat puluh empat mahasiswa aktif salah satu program studi di Fakultas Pendidikan dan Ilmu Keguruan telah menyelesaikan kuesioner. Data kemudian dianalisis menggunakan SPSS. Hasil menunjukkan bahwa mahasiswa yang menjadi subjek dalam penelitian memiliki self-esteem rendah, yaitu M = 2.49. Mahasiswa laki-laki didapati memiliki nilai self-esteem lebih tinggi dibanding dengan mahasiswa perempuan. Menariknya, mahasiswa reguler memiliki nilai self-esteem lebih rendah dibanding mahasiswa disabilitas. Meskipun demikian, tidak ditemukan perbedaan signifikan nilai self-esteem berdasarkan perbedaan gender dan kondisi mahasiswa (reguler dan disabilitas). Differences in self-esteem between regular and disabled students Abstract: Self-esteem reflects how the individual views himself. Therefore, having the self-confidence that I am a valuable individual is essential for everyone. This article aims to see the self-esteem between regular students and disabled students. The method used in this research is descriptive quantitative. Data was collected using a google form containing ten-question items adapted from the Rosenberg Self-Esteem Scale. A total of forty-four university students from one of the study programs at the Faculty of Education and Teacher Training have completed the questionnaire. The data were then analyzed using SPSS. The results showed that the students who were the subjects in the study had low self-esteem, namely M = 2.49. Male students have higher self-esteem scores than female students. Interestingly, regular students have lower self-esteem scores than students with disabilities. However, there was no significant difference in the value of self-esteem based on gender differences and student conditions (regulars and disabilities).
Efektivitas penggunaaan alat pendeteksi warna terhadap kemampuan bina diri tunanetra Reza Febri Abadi; Tita Sundari; Yayu Winengsih; Rifkia Nurkholifa; Mita Khairunnisa; Indi Farhati; Maria Magdalena Simatupang; Syafrizal Arif Rahman; Toni Yudha Pratama
UNIK (Jurnal Ilmiah Pendidikan Luar Biasa) Vol 7, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/unik.v7i1.6911

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penggunaan alat pendeteksi warna terhadap kemampuan bina diri pada tunanetra. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode eksperimen dan jenis penelitian single subject research (SSR). Desain yang digunakan adalah desain A-B-A. Subjek penelitian adalah Mahasiswa Tunanetra (Totally Blind) Semester II Jurusan Pendidikan Khusus Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa berinisial WD. Waktu penelitian adalah tanggal 5 mei 2019 sampai 26 Mei 2019. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu: wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada fase baseline-1 ke baseline-2 mengalami peningkatan. Pada fase baseline-1 diperoleh persentase tingkat penguasaan sebesar 50% dan 52% berada dalam kategori kurang. Fase intervensi (B) diperoleh persentase tingkat penguasaan sebesar 62%, 64%, 66%, dan 71% berada dalam kategori baik. Fase intervensi mengalami peningkatan dibandingkan dengan fase sebelumnya. Dan pada fase baseline-2 (A2) diperoleh tingkat penguasaan yaitu 56,25% dan 57,25% berada dalam kategori cukup. Persentase pada fase baseline-2 mengalami penurunan dari fase inervensi, tetapi mengalami peningkatan dibandingkan dengan fase baseline-1. The effectiveness of the use of a color detector on the self-development ability of the blind Abstract: This study aims to determine the effectiveness of the use of a color detector on the ability to develop self in the blind. The approach used is quantitative with experimental methods and the type of research is single-subject research (SSR). The design used is the A-B-A design. The research subjects were students with blindness (totally blind) Semester II of the Department of Special Education, Faculty of Teacher Training and Education, Sultan Ageng Tirtayasa University with the initials WD. The time of the study was May 5, 2019, to May 26, 2019. The data collection techniques used were: interviews, observation, and documentation. Analysis of the data used is descriptive statistics. The results showed that in the baseline-1 to baseline-2 phase there was an increase. In the baseline-1 phase, the percentage of mastery level is 50% and 52% is in the less category. The intervention phase (B) obtained percentage of mastery levels of 62%, 64%, 66%, and 71% were in a good category. The intervention phase has increased compared to the previous phase. And in the baseline-2 phase (A2), the mastery level is 56.25% and 57.25% is in the sufficient category. The percentage in the baseline-2 phase decreased from the intervention phase but increased compared to the baseline-1 phase.
Pembelajaran bina komunikasi persepsi bunyi irama pada masa pandemi Covid-19 bagi peserta didik tunarungu Poetra, Aditya Mulya; Bachtiar, Ishak Gerard; Lianty, Leliana
UNIK (Jurnal Ilmiah Pendidikan Luar Biasa) Vol 7, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/unik.v7i2.14077

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan informasi terkait pembelajaran Bina Komunikasi Persepsi Bunyi Irama di Kelas 1 Sekolah Dasar Luar Biasa Pangudi Luhur Jakarta Barat bagi peserta didik tunarungu pada masa pandemi covid-19 yang mempengaruhi cara dan proses pembelajaran yang terkait dengan strategi, proses pelaksanaan dan faktor pendukung serta penghambat pembelajaran. Kemudian penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan jenis fenomologis untuk menggambarkan fenomena-fenomena yang terjadi di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fenomena yang terjadi adalah pembelajaran daring pada pembelajaran BKPBI di kelas 1 SDLB Pangudi Luhur sangat mempengaruhi proses pelaksanaan pembelajaran yaitu pertama strategi dimodifikasi sedemikian rupa, kedua pelaksanaan pembelajaran menggunakan platform online dan guru membuat video dan lembar pekerjaanya sendiri sebagai tugas yang kemudian peserta didik  merekam tugas tersebut sebagai hasil pembelajaran, terakhir pembelajaran secara daring ini juga memberikan dampak pada gutu, peserta didik bahkan pendamping peserta didik. Learning to build communication on the perception of rhythmic sound during the Covid-19 pandemic for deaf studentsAbstract: This research aims to describe information related to learning Rhythm Sound Perception Communication in Class 1 of Pangudi Luhur Elementary School in West Jakarta for deaf learners during the covid-19 pandemic that affects the way and learning process related to strategies, implementation processes, supporting, and learning inhibitions factor. Then the study used a descriptive qualitative approach with phenomenological methods to describe the phenomena that occur in the field. The results showed that the phenomenon that occurred was online learning in BKPBI learning in the 1st grade of SDLB Pangudi Luhur greatly influenced the learning process, using online platforms and teachers made their own videos and worksheets as tasks that then learners recorded the task as learning results. 
engembangan media besmart: Inovasi media belajar bangun datar untuk siswa dengan hambatan penglihatan Afina Nur Aisyah Putri; Devinda Nur Fitriany; Dinda Agustina Putri Sadanti; Kamila Nisa Nur Fadilah; Shofiya Qotrunnada
UNIK (Jurnal Ilmiah Pendidikan Luar Biasa) Vol 8, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/unik.v8i1.16975

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran kartu Besmart dengan layak sebagai inovasi pendekatan pemecahan masalah yang efektif untuk meningkatkan pemahaman siswa pada materi bangun datar dan meningkatkan hasil belajar pada siswa. Penelitian dan Pengembangan (RnD) ini menggunakan Instructional Design (Desain Pembelajaran) dengan pendekatan ADDIE. Uji kelayakan dilakukan dengan menggunakan materi, media, dan siswa dengan pre-test dan post-test untuk mengetahui keefektifan dari media kartu Besmart. Analisis data dilakukan melalui lima langkah, yakni analisis kebutuhan, perencanaan (design), pengembangan, uji coba produk, dan evaluasi. Produk ini dinyatakan layak dan efektif untuk meningkatkan pemahaman siswa pada materi bangun datar dan meningkatkan hasil belajar siswa di SLB A YKAB Surakarta. Hasil uji keefektifan dengan menggunakan perhitungan data statistik menunjukkan nilai rata-rata pre-test yaitu 61,5 dan nilai post-test yang menunjukkan progres yang lebih baiki yaitu 81,67, jadi kesimpulannya terdapat peningkatan pemahaman mengenai materi bangun datar dan hasil belajar pada siswa sebelum dan setelah menggunakan media kartu Besmart. 
Pelatihan gerakan yoga dengan bermediakan buku bergambar untuk meningkatkan kesehatan fisik dan mental anak tunarungu Dianayanti, Ni Luh Pebri; Permana, Beny Agus; Widiastiti, Ni Luh Ayu; Suranata, Kadek
UNIK (Jurnal Ilmiah Pendidikan Luar Biasa) Vol 7, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/unik.v7i2.5550

Abstract

Tunarungu adalah salah satu jenis dari anak berkebutuhan khusus. Tunarungu merupakan suatu istilah yang menunjuk pada kondisi tidak berfungsinya organ pendengaran secara optimal. Anak yang mengalami tunarungu tidak mampu mengerti orang lain dan sukar untuk memahami orang lain. Selain itu kondisi fisik anak tunarungu juga mengalami gangguan karena kurangnya interaksi social anak tunarungu dengan orang lain disekitarnya.  Hal tersebut menimbulkan tekanan pada emosinya, yang pada akhirnya dapat menghambat perkembangan kepribadian dan sosialnya dengan menampilkan perilaku seperti menutup diri, bertindak agresif atau sebaliknya menampakan kebimbangan dan keragu-raguan. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana perkembangan kesehatan fisik maupun mental dari anak tunarungu setelah mengikutih pelatihan gerkan yoga suryanamaskar dengan bermediakan buku bergambar khususnya bagi anak tunarungu di SLB N 2 Buleleng. Subjek penelitian (N= 2) adalah siswa kelas VI SLB N 2 Buleleng. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode wawancara dan observasi (terhadap subjek, guru wali kelas VI, dan Ibu Kepala SLB N 2 Buleleng), penelitian ini menggunakan analisis deskriptif kuantitatif. Abstract: Deafness is one type of child with special needs. Deafness is a term that refers to the condition of optimal hearing loss. Children who experience deafness are not able to understand other people and are difficult to understand others. In addition, the physical condition of deaf children is also impaired due to the lack of social interaction of deaf children with other people around them. This creates pressure on his emotions, which in turn can hamper his personality and social development by displaying behaviors such as closing himself, acting aggressively, or otherwise showing doubt and hesitation. So this study aims to determine how the development of the physical and mental health of deaf children after participating in gerkan yoga Suryanamaskar training by providing picture books, especially for deaf children in Buleleng 2nd SLB. The research subjects (N = 2) were grade VI students of Buleleng SLB N 2. The method of data collection in this study used the method of interview, observation, and documentation (on subjects, homeroom teacher VI, and the mother of the head of SLB 2 N Buleleng). This study used quantitative descriptive analysis.