cover
Contact Name
Siti Musayaroh
Contact Email
sitimusayaroh17@untirta.ac.id
Phone
+628977491535
Journal Mail Official
plb@untirta.ac.id
Editorial Address
Jurusan Pendidikan Luar Biasa, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Kampus 2 Jl. Ciwaru Raya No. 25, Kota Serang, 42117, Indonesia
Location
Kab. serang,
Banten
INDONESIA
Jurnal Unik: Pendidikan Luar Biasa
ISSN : 24431389     EISSN : 25488031     DOI : http://dx.doi.org/10.30870/unik
Jurnal Unik: Pendidikan Luar Biasa is expected to serve as a publication media for the results of quality scientific research, especially special education. The scope of the Jurnal Unik: Pendidikan Luar Biasa in the field of special education, especially children experiencing barriers to physical, intellectual, and social communication.
Articles 192 Documents
Analisis keterampilan interaksi sosial mahasiswa tunanetra di lingkungan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Rumatumian, Wendi; Pratama, Toni Yudha; Mulia, Dedi
UNIK (Jurnal Ilmiah Pendidikan Luar Biasa) Vol 7, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/unik.v7i2.16932

Abstract

Interaksi sosial merupakan aktifitas manusia yang dilakukan baik secara kelompok dengan kelompok, kelompok dengan individu, individu dengan individu, dan dengan melibatkan alat-alat artikulasi baik verbal maupun non verbal. Tujuan dari penelitian ini, untuk menganalisis bentuk interaksi sosial mahasiswa tunanetra, faktor penunjang interaksi sosial, kendala dalam proses interaksi sosial, serta solusi untuk meminimalisir kendala dalam proses interaksi sosial. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, di lingkungan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sultan Ageng tirtayasa. Informan penelitian berjumlah 6 orang mahasiswa, yang terdiri dari 3 orang mahasiswa tunanetra dan 3 orang teman kelasnya. Teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Keabsahan data menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukan bahwa, interaksi sosial mahasiswa tunanetra di lingkungan kampus terjadi dalam bentuk kerjasama, persaingan, pertentangan, persesuaian dan perpaduan. Faktor penunjang interaksi sosial seperti faktor imitasi, sugesti, identivikasi dan simpati. Kendala dalam proses interaksi sosial yaitu kendala sikap, komunikasi, kejujuran / keterbukaan dan kepercayaan diri mahasiswa tunanetra saat berinteraksi di lingkungan kampus. Solusi untuk meminimalisir kendala interaksi sosial mahasiswa tunanetra diantaranya, mempererat komunikasi, mengawali interaksi kepada mahasiswa tunanetra, meningkatkan keperdulian dan saling memahami antara mahasiswa tunanetra dengan mahasiswa tidak berkebutuhan khusus. Abstract: Social interaction is a human activity that is carried out both in groups with groups, groups with individuals, individuals with individuals, and by involving the means of articulation both verbal and non-verbal. The purpose of this study was to analyze the form of social interaction of blind students, factors supporting social interaction, obstacles in the process of social interaction, and solutions to minimize obstacles in the process of social interaction. This study uses a qualitative descriptive method, in the Faculty of Teacher Training and Education, Sultan Ageng Tirtayasa University. The research informants were 6 students, consisting of 3 blind students and 3 classmates. Data collection techniques with observation, interviews and documentation. The validity of the data using source triangulation and technical triangulation. The results showed that, the social interaction of blind students in the campus environment occurred in the form of cooperation, competition, conflict, conformity and integration. Supporting factors of social interaction such as imitation factors, suggestions, identification and sympathy. Constraints in the process of social interaction are attitudes, communication, honesty / openness and self-confidence of blind students when interacting in the campus environment. Solutions to minimize obstacles to social interaction among blind students include strengthening communication, initiating interaction with blind students, increasing awareness and mutual understanding between blind students and students without special needs.
THE EFFECT OF BACKWARD CHAINING METHOD ON SELF-HELP SKILLS OF CEREBRAL PALSY CHILDREN Elsa Dikeu Septiani
UNIK (Jurnal Ilmiah Pendidikan Luar Biasa) Vol 5, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/unik.v5i1.22188

Abstract

This study aims to determine the effect of applying the backward chaining method on the ability of children with cerebral palsy at SKh Agrowisata to dress themselves using this method. The type of research used is Single Subject Research (SSR). The design used is A- B-A design. The research subject is a grade II student of SKh Agrowisata who has difficulty in his motor skills so that it affects his daily activities, especially in terms of dressing. Data were collected through observation and analysis. Based on the results of the study, the subject received an average presentation or average level in the initial condition / baseline- 1 (A1) obtained the results of 25, 25% where in this phase in the natural condition of the subject, then in the intervention phase (B) the subject was given intervention or treatment in the form of applying the backward chaining method by obtaining a value of 93.3% and in the final condition / baseline-2 (A2) obtained a value of 70.8%. The percentage of overlapping data in the intervention phase (B) is 0%. Thus, it can be concluded that the application of the backward chaining method can improve the ability of self-help dressing skills for children with cerebral palsy class II SKh Agrowisata
Penggunaan media monopoli modifikasi untuk meningkatkan kemampuan mengenal mata uang pada anak tunagrahita ringan Khairunnisa, Mita; Abadi, Reza Febri; Utami, Yuni Tanjung
UNIK (Jurnal Ilmiah Pendidikan Luar Biasa) Vol 7, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/unik.v7i2.16060

Abstract

Mengenal uang merupakan keterampilan yang harus dikuasai oleh setiap anak, termasuk anak tunagrahita. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan media pembelajaran monopoli modifikasi terhadap kemampuan mengenal mata uang anak dengan hambatan intelektual. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen dengan single subject research. Teknik pengumpulan data yang digunakan, yaitu observasi, dokumentasi, dan instrumen. Observasi dilakukan untuk mengamati kemampuan mengenal mata uang subjek penelitian. Dokumentasi digunakan sebagai bukti yang akan memperkuat hasil penelitian dan instrumen dibuat untuk mengumpulkan data mengenai kemampuan mengenal mata uang subjek penelitian. Sebelum digunakan, instrumen divalidasi melalui expert judgment. Subjek yang terlibat dalam penelitian ini berjumlah 1 anak kelas V. Hasil menunjukan walaupun pada fase baseline-2 (A2) data yang diperoleh lebih rendah dari fase intervensi, namun data yang diperoleh lebih tinggi dari data pada fase baseline-1 (A1). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa media Monopoli Modifikasi dapat meningkatkan kemampuan mengenal mata uang anak dengan hambatan intelektual kelas V.  Abstract: Recognizing money is a skill that must be mastered by every child, including children with intellectual disability. This study aims to determine the use of modified monopoly learning media on the ability to recognize currency for children with intellectual disabilities. The type of research used is experimental research with single-subject research. Data collection techniques were used namely observation, documentation, and instruments. Observations were made to observe the ability to recognize the subject's currency. Documentation is used as evidence that will strengthen research results, and instruments are created to collect data regarding the ability to recognize the currency of research subjects. Before being used, the instrument was validated through expert judgment. The subjects involved in this study were 1 class V child. The results showed that although in the baseline-2 phase (A2) the data obtained was lower than in the intervention phase, the data obtained was higher than the data in the baseline-1 phase (A1). Thus it can be concluded that Modified Monopoly media can improve the ability to recognize currency for children with class V intellectual disabilities.
Penggunaan media permainan Whack a Mole untuk meningkatkan kemampuan mengenal bangun ruang anak autis Jazilatun Nawa; Sistriadini Alamsyah Sidik; Toni Yudha Pratama
UNIK (Jurnal Ilmiah Pendidikan Luar Biasa) Vol 8, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/unik.v8i1.19135

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan mengenal bangun ruang ank autis melalui media permainan whack a mole. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan pendekatan single subject research (SSR). Desain penelitian yang digunakan pada penelitian ini menggunakan desain A-B-A. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan ti tampilkan melalui garfik garis. Subjek dalam penelitian ini terfokus pada seorang anak autis kelas V SDLB dengan inisial R. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa penggunaan media permainan whack a mole dapat meningkatkan kemampuan mengenal bangun ruang anak autis kelas V SDLB di SKh Padesan. Hal ini ditunjukan meningkatkannya rata-rata perolehan data pada kedua terget behavior. Hasil yang di dapat target behavior 1 (menunjukan bangun ruang) pada fase A1(baseline-1) adalah 33%, setalah dilakukan intervensi pada fase (B) Rata-rata perolehan data yang didapat meningkat menjadi 85% dan setelah diberikannya intervensi rata-rata perolehan data yang didapat pada fase A2 (baseline-2) adalah 71%. Untuk target behavior 2 (menyebutkan bangun ruang) hasil rata- rata perolehan data yang didapat pada fase A1 (baseline-1) adalah 33% setelah dilakukannya intervensi ada fase (B) rata-rata perolehan data yang didapat meningkat menjadi 85,625%, dan setelah diberikan intervensi rata-rata perolehan data yang didapat pada fase A2 (baseline- 2) adalah 71%. Dengan demikian maka ditarik kesimpulanya bahwa penggunaan media permainan whack a mole dapat meningkatkan kemampuan mengenal bangun ruang anak autis kelas V SDLB di SKh Padesan. The use of Whack a Mole game media to improve the ability to recognize the autistic children's roomAbstract: This study aims to determine the increase in the ability to recognize the building space of children with autistic children through the media game What a mole. This experimental study uses a Single Subject Research (SSR) approach. The research design used in this study uses the A-B-A design. The data obtained were analyzed using descriptive statistics, and IT showed through line Grafik. The subjects in this study were focused on a class of Autistic Class V SDLB with the initials R. Based on the results of the study. It was known that the use of the media, a mole game, could improve the ability to recognize the building space of children with Autistic Class V SDLB in SKh Padesan. This is shown to increase the average data acquisition in the two targets. The results obtained by the target behavior 1 (showing space) in phase A1 (Baseline-1) are 33%. After an intervention in phase (b), the average data acquisition obtained increases to 85%, and after the average intervention is given, The acquisition of data obtained in the A2 phase (baseline-2) is 71%. For target behavior 2 (mentioning the shape of the space), the average results of the acquisition of data obtained in phase A1 (Baseline-1) are 33%. After the intervention, there is a phase (b), the average data acquisition obtained increases to 85.625%, and after giving an average intervention in the acquisition of data obtained in the A2 phase (baseline- 2) is 71%. Thus, it is drawn that the use of the media, a mole game, can improve the ability to recognize the building space of children with Autistic Class V SDLB in SKH Padesan.
Pola asuh orang tua terhadap kemandirian anak tunagrahita Rahmatunnisa, Tika; Mulia, Dedi; Asmiati, Neti
UNIK (Jurnal Ilmiah Pendidikan Luar Biasa) Vol 7, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/unik.v7i2.16000

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan pola asuh yang diterapkan masing-masing orang tua terhadap kemandirian anak tunagrahita kelas V di SKh Negeri 02 Kota Serang; dan (2) untuk mendeskripsikan kemandirian anak tunagrahita kelas V di SKh Negeri 02 Kota Serang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Informan penelitian merupakan empat keluarga (orang tua) yang memiliki anak tunagrahita kelas V dan satu guru kelas V anak tunagrahita di SKh Negeri 02 Kota Serang. Pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dokumentasi, dan catatan lapangan. Analisis data dilakukan dengan tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diuji dengan triangulasi sebagai pembanding atau pemeriksaan data serta mencegah kesalahan dalam analisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola asuh keempat orang tua terhadap kemandirian anak tunagrahita kelas V yaitu menerapkan pola asuh yang berbeda, yakni orang tua M menerapkan pola asuh permisif, orang tua A menerapkan pola asuh demokratis, orang tua S mengkombinasi pola asuh otoriter, permisif, demokratis, dan orang tua Y menerapkan pola asuh demokratis cenderung permisif. Dengan pola asuh yang diterapkan oleh masing-masing orang tua tersebut menunjukkan bahwa A, S, dan Y menunjukkan kemandirian yang cukup baik, sedangkan M belum mampu menunjukkan beberapa aspek kemandirian. Abstract: This study aims to (1) describe the parenting applied by parents towards the independence of tunagrahita students 5th grade in SKh N 02 Serang, and (2) to describe the independece of tunagrahita students fifth grade in SKh N 02 Serang City. This study uses a qualitative descriptive study methods. Research informants are four families (parents) who have 5th grade of tunagrahita children and the 5th grade of tunagrahita student’s teacher in SKh N 02 Serang City. Data collection using an observation, interview, documentation, and fieldnotes techniques. Data analysis was carried out with step of data reduction, data display, and conclusion/verification. The validity of the data was tested by triangulation as a comparison or examination of the data and to prevent errors in data analysis. The result from this study show that parenting of four parents towards the independence of tunagrahita students 5th grade is different, parenting style of M’s parent is permissive, parenting style of A’s parent is democratic, S’s parent was used the combine of authoritarian, permissive, democratic parenting style, and parenting style of Y’s parent is democratic permissive. With the parenting style applied by each of these parents, shows that the independence of A, S, and Y is great, while M has not been able to show some aspects of the independence yet.
THE EFFECT OF BACKWARD CHAINING METHOD ON SELF-HELP SKILLS OF CEREBRAL PALSY CHILDREN Elsa Dikeu Septiani
UNIK (Jurnal Ilmiah Pendidikan Luar Biasa) Vol 5, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/unik.v5i1.22193

Abstract

This study aims to determine the effect of applying the backward chaining method on the ability of children with cerebral palsy at SKh Agrowisata to dress themselves using this method. The type of research used is Single Subject Research (SSR). The design used is A- B-A design. The research subject is a grade II student of SKh Agrowisata who has difficulty in his motor skills so that it affects his daily activities, especially in terms of dressing. Data were collected through observation and analysis. Based on the results of the study, the subject received an average presentation or average level in the initial condition / baseline- 1 (A1) obtained the results of 25, 25% where in this phase in the natural condition of the subject, then in the intervention phase (B) the subject was given intervention or treatment in the form of applying the backward chaining method by obtaining a value of 93.3% and in the final condition / baseline-2 (A2) obtained a value of 70.8%. The percentage of overlapping data in the intervention phase (B) is 0%. Thus, it can be concluded that the application of the backward chaining method can improve the ability of self-help dressing skills for children with cerebral palsy class II SKh Agrowisata
Keterampilan membuat kerajinan dari resin untuk meningkatkan kreativitas anak tunagrahita Afriyanti, Tri; Mulia, Dedi; Utami, Yuni Tanjung
UNIK (Jurnal Ilmiah Pendidikan Luar Biasa) Vol 9, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/unik.v9i1.20526

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kreativitas anak tunagrahita melalui pembelajaran keterampilan. Penelitian ini merupakan penelitian Eksperimen dengan pendekatan single subject research (SSR). Desain penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah menggunakan desain A-B-A. data yang diperoleh dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan ditampilkan melalui grafik garis. Subjek penelitian ini adalah seorang anak tunagrahita kelas IX dengan inisial A yang bersekolah di SKh Negeri 02 Kota Serang. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa pemberian pembelajaran keterampilan membuat kerajinan dari resin pada anak tunagrahita kelas IX dapat meningkatkan kreativitas anak. Hal ini ditunjukkan dengan meningkatnya rata-rata perolehan data pada target behavior  pada penelitian ini. Hasil yang didapatkan pada fase A-1 (baseline-1) adalah 33%, setelah diberikannya perlakuan atau intervensi pada fase B (intervensi) rata-rata perolehan data yang didapatkan meningkat yaitu 57% dan setelah diberikannya perlakuan atau intervensi maka perolehan data pada fase A-2 (baseline-2) yaitu 53%. Dengan demikian maka dapat ditarik kesimpulan bahwa pemberian pembelajaran keterampilan membuat kerajinan dari resin dapat meningkatkan kreativtias anak tunagrahita pada anak tunagrahita kelas IX di SKh Negeri 02 Kota Serang.
Partisipasi Orang Tua dalam Meningkatkan Prestasi Non-akademik Bidang Seni Siswa Autis Suprihatin, Suprihatin; Erlani, Lalan; Merdeka, Yusuf Bachtiar
UNIK (Jurnal Ilmiah Pendidikan Luar Biasa) Vol 9, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/unik.v9i1.23473

Abstract

AbstrakKeterlibatan orang tua dalam mendidik anak sangat membantu tumbuh kembang anak autis, dan tidak jarang ada anak yang mampu meraih prestasi sesuai minat dan bakatnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk partisipasi orang tua, faktor pendukung dan faktor penghambat yang memungkinkan orang tua berpartisipasi dalam meningkatkan prestasi non akademik bidang seni siswa autis di SLB Negeri 11 Jakarta. Metode penelitian ini adalah kualitatif dengan menggunakan model Inkuiri Naratif. Setting penelitian akan dilakukan di sekolah dengan sampel 2 orang pasangan orang tua yang memiliki anak autis kelas 4 SD dan SMA 11 di SLB Negeri 11 Jakarta dan mempunyai prestasi non akademik di bidang seni. Terdapat pula sumber data tambahan berupa dokumen dan wawancara dengan pihak sekolah seperti guru kelas. Data penelitian ini merupakan bentuk partisipasi orang tua terhadap prestasi yang diraih anak autis serta faktor pendukung dan penghambatnya. Prosedur pengumpulan data menggunakan metode wawancara, observasi dan dokumentasi. Uji validitas yang digunakan adalah membercheck. Analisis data yang digunakan adalah analisis data model Grounded theory. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 4 bentuk partisipasi orang tua yaitu dalam memilih sekolah, pembiayaan sekolah, komite sekolah, dan menyelesaikan masalah anak. Selain itu, faktor pendukung yang ditemukan terbagi menjadi dua yaitu internal dan eksternal, sedangkan faktor penghambat hanya berasal dari eksternal. 
PENGEMBANGAN CAR ASISSTANT FOR PHYSICAL DISABILITY (CANTIC) UNTUK MEMBANTU MAHASISWA DISABILITAS FISIK BEKENDARA DI LINGKUNGAN RUMAH DAN PERGURUAN TINGGI Kurnia, BUdi
UNIK (Jurnal Ilmiah Pendidikan Luar Biasa) Vol 8, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/unik.v8i2.23068

Abstract

Kemampuan mobilitas yang besar dalam segala aspek kehidupan merupakan dambaan setiap individu tidak terkecuali mereka yang berkebutuhan khusus. Terutama untuk teman-teman penyandang disabilitas fisik akan sangat kesulitan, keinginan untuk berkendara dari rumah menuju kampus atau tempat lainnya sangat didambakan oleh mahasiswa disabilitas. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan. Model pengembangan yang digunakan yaitu model ADDIE (Analyze, Design, Development, Implementation, Evaluation). Setelah melalui tahap produksi dihasilkan produk awal kemudian dilakukan validasi oleh seorang ahli media pembelajaran. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah dari wawancara dan observasi dari subjek, yaitu mahasiswa tunadaksa. Instrumen pengumpulan data berupa instrumen wawancara dan observasi. Dengan capaian pengembangan desain produk, produk ini mendapatkan presentase tingkat pencapaian sebesar 100% dengan kualifikasi layak. Untuk caaian pengembangan produk memeperoleh presentase 100% dengan kualifikasi layak.  Dari segi capaian manual book memperoleh presentase 80%. Selanjutnya untuk capaian video tutorial memperoleh presentasi 95% dengan kualifikasi layak. Untuk capaian publikasi artikel memperoleh 80% karena harus menunggu hasil uji coba produk tahap 2 terlebih dahulu. Selanjutnya untuk capaian SK ULD memperoleh presentase 100% dengan kualifikasi layak. Pada prosesnya tidak ada kendala karena ULD sudah disetujui dan disahkan di kampus.Untuk penilaian yang diberikan untuk produk alat bantu ini mendapatkan presentase tingkat pencapaian sebesar 100% dengan kualifikasi layak dikarenakan produk yang dikembangkan bekerjasama dengan ahli bidang manufaktur dan tempat pembuatan, yang dimana produk dibuat dengan menyesuaikan kondisi dan kebutuhan mahasiswa disabilitas tunadaksa. Pada penilaian dari segi ini, ahli media memberikan saran agar memperhatikan bahan dan proses pembuatannya. Dengan demikian produk alat bantu Car Asisstant for Physical Disability ini dapat mendapatkan kualifikasi layak untuk digunakan oleh penyanang disabilitas fisik untuk digunakan sebagai mobilitas mereka dalam menggunakan mobil.
Literature review: Meningkatkan Kemampuan Berkomunikasi pada Anak Hambatan Majemuk Aozora, Alya Batari; Arasy, Hafidzah; Devina, Nayla Huda; Annur, Siti Ayu Jahrotun Nisa; Maulidina, Citra Ashri; Taboer, M. Arif
UNIK (Jurnal Ilmiah Pendidikan Luar Biasa) Vol 9, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/unik.v9i1.26400

Abstract

Komunikasi adalah aspek terpenting pada kehidupan manusia untuk memperoleh dan bertukar informasi, anak dengan hambatan majemuk sering kali mengalami masalah atau kesulitan dalam berkomunikasi dengan lingkungan sekitarnya. Mereka membutuhkan program atau layanan khusus untuk mengembangkan kemampuan dalam berkomunikasi. Adapun pentingnya meningkatkan kemampuan berkomunikasi yang baik bagi mereka agar dapat berinteraksi dan bersosialisasi dengan lingkungan sekitar. Dibuatnya artikel ini bertujuan untuk mengetahui cara, metode, dan layanan yang dapat membantu perkembangan komunikasi pada anak hambatan majemuk dengan hambatan intelektual ringan dan hambatan pendengaran. Penggunaan metode dalam artikel ini adalah literature review yang dilakukan dengan mengumpulkan beberapa jurnal dan artikel ilmiah yang berkaitan dengan komunikasi anak dengan hambatan intelektual ringan dan hambatan pendengaran.