cover
Contact Name
Siti Maryam Munjiat
Contact Email
sitimaryammunjiat@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
sitimaryammunjiat@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Al Tarbawi Al Haditsah
ISSN : 24076805     EISSN : 25806505     DOI : -
Core Subject : Religion, Education,
Al-Tarbawi Al-Haditsah : Jurnal pendidikan Islam adalah jurnal ilmiah berkala terbuka yang dikelola oleh Jurusan Pendidikan Agama Islam IAIN Syekh Nurjati Cirebon. Jurnal ini memuat artikel-artikel ilmiah terseleksi dengan frekuensi penerbitan 2 kali setahun yaitu bulan Juni dan Desember. fokus kajian bertemakan pendidikan agama islam dari beragam aspek, baik metode dan teknik Pembelajaran, media dan desain pembelajaran hingga materi dan kurikulum pembelajaran pendidikan agama islam. AL-TARBAWI AL-HADITSAH menganut standar publikasi berkala ilmiah nasional.
Arjuna Subject : -
Articles 194 Documents
Orientasi Pendidikan Karakter pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di Sekolah Menengah Atas (SMA) dalam Kurikulum 2013 Perspektif Thomas Lickona Anisatul Azizah; Muslihudin Muslihudin; Suteja Suteja
Al-Tarbawi Al-Haditsah: Jurnal Pendidikan Islam Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Pendidikan Agama Islam, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruann, IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/tarbawi.v1i2.1231

Abstract

Seorang filsuf Yunani bernama Aristoteles mendefinisikan karakter yang baik sebagai kehidupan dengan melakukan tindakan-tindakan yang benar sehubungan dengan diri seseorang dan orang lain. Kehidupan yang berbudi luhur termasuk kebaikan yang berorientasi pada diri sendiri (kontrol diri) sebagaimana halnya dengan kebaikan yang berorientasi pada hal lainnya (kemurahan hati dan belas kasihan), dan kedua jenis kebaikan ini saling berhubungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsep pendidikan karakter perspektif Thomas Lickona, mengetahui konsep Pendidikan Karakter dalam Kurikulum 2013 dan mengetahui Perspektif Thomas Lickona dalam Pendidikan Karakter pada Kurikulum 2013. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakter menurut Thomas Lickona, memiliki tiga komponen karakter yang saling berhubungan: pengetahuan moral, perasaan moral, dan perilaku moral. Pendidikan karakter menurut Thomas Lickona dan dalam kurikulum 2013 mempunyai relevansi, dalam standar isi yang membahas sikap, tertuang dalam KI-1 yakni tentang spiritual dan KI-2 tentang sosial, dan  dalam Kompetensi Dasar (KD). KD pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di kelas X, XI dan XII dalam Kurikulum 2013, Komponen dan KD yang menunjukkan keselarasan antara Thomas Lickona dengan Kurikulum 2013 yakni, pengetahuan moral: menghayati, perasaan moral: meyakini, dan tindakan moral: menunjukkan sikap hormat, jujur.Kata Kunci : Orientasi, Pendidikan Karakter
Pendidikan Agama Islam dalam UU Sisdiknas Agung Agung
Al-Tarbawi Al-Haditsah: Jurnal Pendidikan Islam Vol 4, No 2 (2019): PENDIDIKAN AGAMA DAN KEAGAMAAN DALAM ISLAM
Publisher : Pendidikan Agama Islam, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruann, IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/tarbawi.v4i2.5241

Abstract

AbstrakArtikel sederhana ini menegaskan bahwa pendidikan agama Islam di semua level pendidikan menjadi mutlak wajib diajarkan. Hal ini sesuai dengan amanah Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional yang dijiwai oleh Undang-Undangan Dasar 1945 dan Pancasila. Mengabaikan pendidikan agama Islam bahkan menolaknya merupakan tindakan yang inkonstitusional dan melanggar hukum. Sehingga, upaya dan propaganda penghapusan pendidikan agama Islam di lembaga pendidikan merupakan tindakan yang harus dikritisi dan ditolak. Penelitian ini merupakan penelitian pustaka dengan menjadikan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional sebagai rujukan primer dan artikel serta buku-buku terkait bahasan ini menjadi rujukan sekunder.Kata kunci: UU Sisdiknas, Pendidikan Agama Islam, Pendidikan NasionalAbstractThis simple article confirms that Islamic education at all levels of education is absolutely mandatory to be taught. This is in accordance with the mandate of the National Education System Law which is imbued with the 1945 Basic Law and Pancasila. Ignoring Islamic religious education and even rejecting it is unconstitutional and unlawful. Thus, efforts and propaganda to abolish Islamic religious education in educational institutions are actions that must be criticized and rejected. This research is a literature study by making the National Education System Law the primary reference and articles and books related to this subject are secondary references.Keywords: National education system law, Islamic Education, National Education 
Mata Pelajaran Akidah Akhlak Sebagai Sarana Pembiasaan Sikap Tawadhu Taufiqur Rohman
Al-Tarbawi Al-Haditsah: Jurnal Pendidikan Islam Vol 5, No 1 (2020): Peningkatan Kualitas Pendidikan Agama Islam di Sekolah
Publisher : Pendidikan Agama Islam, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruann, IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/tarbawi.v5i1.6353

Abstract

ABSTRAK                                                                                                                                      Penelitian ini membahas tentang Mata pelajaran akidah akhlak sebagai sarana pembiasaan sikap tawadhu bertujuan untuk mengetahui tentang mata pelajaran akidah akhlak sebagai sarana pembiasaan sikap tawadhu.Metode yang digunakan untuk menyusun penelitian ini adalah field research (penelitian lapangan), teknik pengunpulan data ini diperoleh melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Dengan metode tersebut peneliti melakukan wawancara langsung terhadap kepala madrasah, guru dibagian kurikulum, guru, peserta didik dan menggali data melalui dokumentasi madrasah.Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) muatan nilai tawadhu dalam pembelajaran akidah akhlak di MI adalah hormat dan patuh kepada guru dan orang tua, rendah hati, adab kepada sesama manusia, terbiasa melaksanakan ibadah, saling menghargai, rajin belajar. (2) Pembiasaan yang ditanamkan guru untuk membentuk sikap tawadhu adalahMembaca Al-Qur’an, Membaca Asmaul Husna dan Sholat dhuha dan dhuhur berjamaah (3) Dampak dari hasil pembiasaan sikap tawadhu dalam pembelajaran akidah akhlak yaitu timbulnya sikap sopan santun, rendah hati, hormat dan patuh kepada guru dan orang tua, rajin belajar serta terbiasa melaksanakan ibadah. Sikap yang belum muncul dari peserta didik adalah saling menolong, berpakaian rapi dan sederhana. Kata Kunci : Akidah Akhlak, Pembiasaan, Nilai Tawadhu,   ABSTRAC This research discusses the subjects of moral creed as a means of habituation to aim tawadhu aims to find out about the subjects of moral creed as a means of habituation of tawadhu attitude in the upper classes at MI Ma'arif Mangunsari and MI Ma'arif Pulutan Salatiga City.The method used to arrange  this research is field research, data collection techniques were obtained through interviews, observation and documentation. The method the researcher conduct directed by use interviews to the headmaster of madrasah, coordinator of curriculum, teachers, students and founding datas through madrasah documentation.The results showed that (1) the content of tawadhu values in the learning of moral conduct in MI is respectful and obedient to teachers and parents, humble, courteous to fellow humans, accustomed to performing worship, mutual respect, study hard. (2) The habit that is instilled by the teacher to form the attitude of tawadhu is reading Al-Qur'an, reading asmaul husna and dhuha prayers and dhuha congregation (3) The impact of the results of habituation attitudes in the learning of moral creed namely the emergence of courtesy, humility, respect and obedience to teachers and parents, diligent learning and accustomed to performing worship. Attitudes that have not arisen from students are mutual help, neatly dressed and simple.Keyword: Akidah Akhlak, habituation, the Respect value
HUBUNGAN ANTARA PRESTASI BELAJAR BIDANG STUDI FIQIH DENGAN KETAATAN MENJALANKAN IBADAH SHOLAT FARDHU SISWA MADRASAH TSANAWIYAH (MTS) MAFATIHUL HUDA KECAMATAN DEPOK KABUPATEN CIREBON Sutrisno Sutrisno; Mahbub Nuryadien; Iding Wahidin
Al-Tarbawi Al-Haditsah: Jurnal Pendidikan Islam Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Pendidikan Agama Islam, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruann, IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/tarbawi.v2i2.2083

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini memiliki latar belakang masalah terkait prestasi belajar siswa Madrasah Tsanawiyah (MTs) Mafatihul Huda Kecamatan Depok Kabupaten Cirebon pada bidang studi fiqih dengan ketaatan menjalankan ibadah sholat fardhu siswa. Tidak menutup kemungkinan bahwa siswa yang memiliki prestasi belajar baik juga memiliki kualitas pengamalan ibadah yang baik pula atau sebaliknya.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prestasi belajar siswa pada mata pelajaran fiqih di MTs Mafatihul Huda Kecamatan Depok Kabupaten Cirebon. Dan memperoleh data tentang ketaatan siswa dalam menjalankan ibadah shalat fardhu. Untuk mengetahui apakah ada hubungan antara prestasi belajar siswa pada mata pelajaran fiqih dengan ketaatan dalam menjalankan ibadah shalat fardhu.Penelitian ini berangkat dari kerangka pemikiran jika prestasi belajar siswa dalam mata pelajaran fiqih tinggi seharusnya mencerminkan ketaatan dalam mengamalkan ajaran agama termasuk kedalam taat menjalankan ibadah shalat fardhu.Teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini, antara lain: angket dan dokumentasi, sedangkan untuk teknik analisis data yaitu dengan menggunakan rumus mean, median, modus, uji variable menurut Suharsimi Arikunto dan korelasi product moment. Berdasarkan hasil penelitian maka dapt disimpulkan Prestasi belajar siswa pada bidang studi Fikih MTs Mafatihul Huda Kecamatan Depok Kabupaten Cirebon memiliki nilai rata-rata sebesar 81,7. Ketaatan siswa dalam menjalankan ibadah sholat fardhu memiliki nilai rata-rata 3,1, dan Hubungan antara prestasi belajar bidang studi fiqih dengan ketaatan menjalankan ibadah sholat sebesar 4,08 %. yang berarti memang terdapat korelasi, akan tetapi itu lemah atau rendah. Kata kunci :   Prestasi Belajar Siswa dan Ketaatan Menjalankan Ibadah Sholat Fardhu
PENGELOLAAN KELAS OLEH GURU TERHADAP MINAT BELAJAR SISWA KELAS VIII MADRASAH TSANAAWIYAH (MTS) AN-NUR KOTA CIREBON Muhammad Husni Ilham; Suteja Suteja; Akhmad Affandi
Al-Tarbawi Al-Haditsah: Jurnal Pendidikan Islam Vol 4, No 1 (2019): Inovasi Pembelajaran PAI di Era Digital
Publisher : Pendidikan Agama Islam, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruann, IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/tarbawi.v4i1.4078

Abstract

ABSTRAKMuhammad Husni Ilham NIM. 1413113131 Pengaruh Pengelolaan Kelas oleh Guru terhadap Minat Belajar Siswa Kelas VIII Mata Pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) Madrasah Tsanawiyah (MTs) An-Nur Kota CirebonBerdasarkan studi pendahuluan yang penulis lakukakan, bahwa hasil pengamatan di Madrasah Tsanawiyah (MTs) An-Nur Kota Cirebon, guru melakukan  pengelolaan kelas belum berhasil menarik minat belajar siswa yang di sebabkan oleh beberapa faktor diantaranya suasana kelas kurang kondusif, media dan metode pembelajaran yang tidak sesuai dengan materi, sarana belajar yang kurang memadai serta lingkungan belajar yang kurang efektif. Hal tersebut pada akhirnya dapat mempengaruhi minat belajar siswa.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keterampilan pengelolaan kelas oleh guru terhadap minat belajar tergolong baik, untukmengetahui minat belajar pada bidang studi Sejarah Kebudayaan islam tergolong baik, untuk mengetahui besar pengaruh pengelolaan kelas oleh guru terhadap minat belajar siswi kelas VIII Mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam MTs An-Nur Kota CirebonMengemukakan bahwa mengelola kelas adalah kemampuan guru/instruktur/widyaiswara untuk menciptakan dan memelihara kondisi belajar yang optimal; dan keterampilan untuk mengembalikan kondisi belajar yang optimal, Secara sederhana. Minat tidak termasuk istilah populer dalam psikologi karena kebergantungannya yang banyak pada faktor-faktor internal lainnya seperti: pemusatan perhatian, keingintahuan, motivasi, dan kebutuhan.Penelitian ini terdapat dua variabel yang dijadikan sebagai acuan dalam pengamatan, guna memperoleh data dan kesimpulan empiris mengenai pengaruh keterampilan guru dalam mengelola kelas terhadap minat belajar bidang studi SKI siswa kelas VIII . Variabelindependen (variabelbebas) yaitupengelolaankelassebagaivariabel X. Variabeldependen (variabelterikat) yaituminatbelajarsiswasebagaivariabel YBerdasarkan hasil penelitian, didapatkan hasil; guru SKI MTs An-Nur Kota Cirebon memiliki tingkat pengelolaan kelas dalam kategori sangat baik yaitu 90 %  karena berada pada rentang  86% - 100% , sedangkan minat belajar siswa kelas VIII C juga dalam kategori sangat baik sebesar 91 karena berada pada karena berada pada rentang 86% - 100%. Dari hasil perhitungan Thitung> Ttabel maka Ha diterima dan Ho ditolak. Berdasarkan perhitungan, diketahui nilai Thitung sebesar 2,45 dan nilai Ttabel 1,697. Jika dibandingkan terlihat nilai Thitung > Ttabel atau lebih jelasnya 2,45>1,697. Dengan demikian Ha yang menyatakan : “ada pengaruh yang signifikan antara pengaruh pengelolaan kelas oleh guru dengan minat belajar sejarah kebudayaan islam (SKI) siswa kelas VIII MTs An-Nur Kota Cirebon” diterima. Sementara Ho yang menyatakan : “Tidak ada pengaruh yang signifikan antara pengaruh pengelolaan kelas oleh guru dengan minat belajar sejarah kebudayaan islam (SKI) siswa kelas VIII MTs An-Nur Kota Cirebon” ditolak
UPAYA GURU PAI MELALUI PENANAMAN NILAI KEAGAMAAN DALAM MENGEMBANGKAN KECERDASAN SPIRITUAL SISWA KELAS XI SMA NEGERI 7 KOTA PALU Abdul Hamid
Al-Tarbawi Al-Haditsah: Jurnal Pendidikan Islam Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Pendidikan Agama Islam, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruann, IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/tarbawi.v2i2.2066

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya kecerdasan spiritual siswa yang masih belum stabil dalam masalah nilai akhlak yang mana akan mempengaruhi siswa lain yang memiliki jiwa spiritual yang tinggi sehingga masalah ini menarik bagi peneliti untuk dijadikan penelitianan, karena hal ini berkaitan dengan proses kelancaran belajar mengajar pada keberhasilan akhlak siswa yang berlatar belakang sekolah Islam. Dalam hal ini guru agama sangat diperlukan dalam penanaman nilai keagamaan untuk mengembangkan kecerdasan spiritual siswa. Tujuan penelitian adalah untuk mendeskripsikan dan menganalisis kondisi kecerdasan spiritual siswa kelas XI SMA Negeri 7 Kota Palu, juga mendeskripsikan dan menganalisis upaya pihak sekolah dalam mengembangkan kecerdasan spiritual melalui penanaman nilai keagamaan. Untuk mencapai tujuan tersebut penulis menggunakan metode desriptif kualitatif. Pengambilan data yang dilakukan dengan tehnik wawancara, observasi, dan dokumentasi.Hasil penelitian ini adalah bahwa setelah mendapat penanaman nilai keagamaan ditingkatkan kondisi kecerdasan spiritual siswa semakin berkembang, baik nilai akhlak yang mencakup moral dan tingkah laku, nilai ketauhidan yang berbentuk  kepercayaan  terhadap  tuhan-Nya,  menghafal  asma’ul  Husna  atau nilai ibadah yang meliputi; sholat berjama’ah, membaca al-Qur’an setiap hari, infaq. Diantara penanaman nilai keagamaan tersebut sudah berhasil dilaksanakan guna untuk mengembangkan kecerdasan spiritual yang kondisinya masih labil. Adapun hasil dari penanaman nilai keagamaan  yang dilakukan oleh guru agama beserta pihak sekolah sangatlah berhasil. Tingkat kecerdasan spiritual yang masih rendah kini semakin berkembang dikarenakan siswa SMA Negeri 7 Kota Palu mampu melaksanakan dan mengamalkan nilai-nilai keagamaan secara optimal. Seperti contoh selama ini siswa dapat melaksanakan sholat dhuha berjamaah dengan istiqomah, Semua siswa terbiasa berjabat tangan saat bertemu guru, Semua siswa terbiasa bersilaturahim ke rumah teman yang mengalami kesusahan, sudah berhasil dilaksanakan secara istiqomah oleh semua siswa SMA Negeri 7 Kota Palu. Kata Kunci: Guru PAI, nilai keagamaan dan kecerdasan spiritual
PERANAN GURU DALAM IMPLEMENTASI PENGEMBANGAN KURIKULUM MADRASAH DI MTS YTI SUKAMERANG GARUT Hena Khaerul Ummah
Al-Tarbawi Al-Haditsah: Jurnal Pendidikan Islam Vol 6, No 1 (2021): Pendidikan Islam
Publisher : Pendidikan Agama Islam, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruann, IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/tarbawi.v6i1.7817

Abstract

Abstract This article aims to determine the role of teachers in implementing curriculum development at MTs YTI Sukamerang Garut. The method used in this research is descriptive quantitative, with data collection techniques through instruments, interviews and triangulation then simple analysis is carried out. The results showed the role of teachers in the implementation of the madrasah curriculum at MTs YTI Sukamerang by looking at the percentage based on the achievement indicators and the percentage of respondents from the two teacher groups. Where the highest percentage based on the indicators of the two groups can be seen that the teacher has compiled the annual program, semester, lesson plans and KKM. So it can be concluded that the role of teachers in curriculum development that has been implemented at MTs YTI Sukamerang has been implemented properly by looking at the percentage based on indicators of achievement and based on respondents. Key Words: Role of Teachers, Implementation, Curriculum Development. Abstrak Artikel ini bertujuan untuk mengetahui peran guru dalam mengimplementasikan pengembangan kurikulum di MTs YTI Sukamerang Garut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data melalui instrumen, wawancara dan triangulasi kemudian dilakukan analisis sederhana. Hasil penelitian diperoleh peran guru dalam implementasi kurikulum madrasah yang dilaksanakan di MTs YTI Sukamerang dengan melihat melihat prosentase berdasarkan indikator ketercapaian dan preosentase responden dua kelompok guru tersebut. Dimana prosentase tertingi berdasarkan indikator dari kedua kelompok tersebut dapat dilihat bahwa guru sudah menyusun program tahunan, semester, RPP dan KKM. Sehingga dapat disimpulkan bahwa peranan guru dalam pengembangan kurikulum yang sudah dilaksanakan di MTs YTI Sukamerang sudah dapat terimplementasi dengan baik dengan melihat prosentase berdasarkan indikator ketercapaian dan berdasarkan responden.Kata Kunci: Peranan Guru, Implementasi, Pengembangan Kurikulum.
Konsep Pendidikan Karakter Islami; Kajian Epistemologis Agung Agung
Al-Tarbawi Al-Haditsah: Jurnal Pendidikan Islam Vol 3, No 2: Pendidikan Karakter
Publisher : Pendidikan Agama Islam, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruann, IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/tarbawi.v3i2.3315

Abstract

AbstrakArtikel sederhana ini menegaskan bahwa pendidikan karakter islami berbeda dengan pendidikan karakter yang tidak berlandaskan Islam. Kajian pendidikan karakter islami yang menekankan pada aspek epistemologi Islam membuktikan bahwa sumber dalam menentukan karakter islami tidak hanya berdasarkan akal semata atau panca indera an sich. Islam melibatkan seluruh anugerah yang Allah azza wajalla berikan baik akal, hati, maupun persepsi indera. Dan, yang paling berbeda adalah pelibatan  wahyu atau khabar shadiq yang terdiri dari Al-Qur’an dan As-Sunnah an-Nabawiyyah.Kata Kunci: Pendidikan Karakter, Islam, Epistemologi, Barat
KURIKULUM 2013 MATA PELAJARAN FIQIH DI MADRASAH TSANAWIYAH (Implementasi, Analisis dan Pengembangannya) A. Syathori
Al-Tarbawi Al-Haditsah: Jurnal Pendidikan Islam Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Pendidikan Agama Islam, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruann, IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/tarbawi.v2i1.2024

Abstract

Abstract Pada kurikulum Madrasah Tsanawiyah kegiatan pembelajaran mata pelajaran Fiqh pada kelas VII sampai VIII dilaksanakan melalui pendekatan tematik, sedangkan pada kelas IX kegiatan pembelajaran dilaksanakan melalui pendekatan mata pelajaran. Alokasi waktu dalam mata pelajaran Fiqh Madrasah Tsanawiyah adalah 2 jam pembelajaran, dengan alokasi waktu 40 menit setiap kegiatan pembelajaran. Secara substansial mata pelajaran Fiqh memiliki konstribusi dalam memberikan motivasi kepada peserta didik untuk mempraktekkan dan menerapkan hukum Islam dalam kehidupan sehari-hari sebagai perwujudan keserasian, keselarasan dan keseimbangan hubungan manusia dan Allah, dengan diri manusia itu sendiri, sesama manusia, makhluk lainnya ataupun lingkungannya.Untuk mengembangkan indikator pembelajaran setiap guru seharusnya berpedoman pada Taksonomi Bloom karena di dalam taksonomi Bloom tersebut level-level ranah kemampuan baik itu kemampuan kognitif, afektif maupun kemampuan psikomotor sudah tersusun secara sistematis dan terdapat banyak pilihaan kosa kata yang sesuai dengan tuntutan KI-KD. Hal ini menjadi suatu tuntutan yang harus dipenuhi oleh seorang guru karena diantara prinsip pengembangan silabus adalah sistematis, relevan dan memadai.Agar seorang guru yang mengajar dapat mengevaluasi pembelajaran yang sesuai dengan keadaan siswa, media, sarana dan prasarana serta lingkungan sekolahnya, maka seorang guru harus melakukan metode evaluasi pembelajaran yang bervariasi. Kata Kunci: Kurikulum 2013, Mata Pelajaran Fiqih, Implementasi  
KOMPETENSI AKADEMIS DAN SPIRITUAL PENDIDIK MENURUT IMAM AL-GHAZALI Telaah Isi Kitab Ihya’ Ulum al-Din Juz I (Satu) Erna Erlina; Suteja Suteja; Akhmad Afandi
Al-Tarbawi Al-Haditsah: Jurnal Pendidikan Islam Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Pendidikan Agama Islam, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruann, IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/tarbawi.v1i2.1236

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan dan mendeskripsikan pemikiran imam al-Ghazali tentang kompetensi akademis dan spiritual pendidik, serta kesesuaian pemikiran imam al-Ghazali di Era Globalisasi. Langkah-langkah penelitian yang ditempuh dalam penelitian ini adalah menggunakan data teoritik yang bersifat kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik dokumentasi, sedangkan teknik analisis data menggunakan reduksi data, display data, deskripsi serta kesimpulan dan verifikasi terhadap sumber data baik data primer maupun data skunder. Hasil dari  penelitian yang telah dilakukan oleh peneliti yaitu: 1) Kompetensi akademis pendidik yang terangkum dalam kitab Ihya’ Ulumuddin juz I (satu) karangan imam al-Ghazali yaitu, Memberikan nasehat kepada peserta didik agar mencapai tujuan, Melarang peserta didik agar tidak memiliki akhlak tercela, dan Memberikan pengetahuan sesuai kadar pemahaman anak didik. 2) Kompetensi spiritual pendidiknya yaitu: Memberikan kasih sayang terhadap anak didik, Mengikuti jejak Rasulullah dalam tugas dan kewajibannya, Menghormati rekan sejawat dan Menjadi teladan bagi anak didik. 3) Kesesuaian pemikiran imam al-Ghazali di era globalisasi mengenai kompetensi akademis dan kompetensi spiritual pendidik sesuai dengan kode etik guru Indonesia yang tercantum pada bagian Nilai-nilai Dasar dan Nilai-nilai Operasional Pasal 5 dan Pasal 6. Kata Kunci: Kompetensi, Akademis, Spiritual, Imam al-Ghazali, Kode Etik Guru Indonesia.

Page 5 of 20 | Total Record : 194