cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
E-Jurnal Medika Udayana
Published by Universitas Udayana
ISSN : 23031395     EISSN : 25978012     DOI : -
Core Subject : Health,
Majalah ilmiah E-Jurnal Medika Udayana menerima naskah dari mahasiswa PSPD FK UNUD, baik berupa karangan asli atau laporan penelitian, ikhtisar pustaka, laporan kasus, maupun surat-surat untuk redaksi. Naskah yang dikirimkan untuk majalah ilmiah E-Jurnal Medika Udayana adalah naskah belum pernah atau tidak akan dikirim ke majalah lain. Bahasa yang digunakan adalah bahasa Indonesia
Arjuna Subject : -
Articles 1,956 Documents
PENGARUH PERBEDAAN KONSENTRASI MADU KELE TERHADAPaPERTUMBUHAN BAKTERIaMETHICILLINaRESISTANTaSTAPHYLOCOCCUSaAUREUSa(MRSA) Ekaputra, Ariel; Wiryanthini, Ida Ayu Dewi; Sutadarma, I Wayan Gede
E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 6 (2022): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2022.V11.i06.P03

Abstract

Luka adalah tempat dimana terputusnya kontinuitas dari jaringan kulit dan jaringan dalam,ediskontinuitas ini menjadi jalur masuk bagi mikroorganisme patogen sehingga dapat menyebabkan infeksi. Infeksiadarialuka seringkali disebabkan oleh bakteriaStaphylococcus Aureus. Seiring dengan penggunaan antibiotik yang berlebihan maka kemudian terjadinya resistensi, kemudian muncul suatu strain baru yaitu Methicillin Resistant Staphylococcus Aureus. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah Madu Kele Sanjiwani dapat menghambat pertumbuhan Methicillin Resistant Staphylococcus Aureus dan untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan daya antibakteri Madu Kele Sanjiwani dengan konsentrasi 12,5%, 25%, 50%, 100% terhadap pertumbuhan Methicillin Resistant Staphylococcus Aureus. Madu seringkali digunakan dalam pengobatan sebagai bahan pembalut luka, luka bakar. Madu digunakan sebagai pembalut luka karena dipercaya memiliki beberapa sifat yang mendukung fungsinya yaitu sifat antibakteri, anti inflamasi, dan antioksidan. Sifat antibakteri dikaitkan dengan kadar gula yang tinggi, tingkat pH yang rendah, dan kandungan Hidrogen Peroksidanya. Madu Kele Sanjiwani yang merupakan madu yang dihasilkan di Bali, Indonesia digunakan sebagai sampel pada studi ini. Sebelumnya belum ada penelitian lain yang menggunakan Madu Kele Sanjiwani dan mencari tahu mengenai efek antibakterinya. Madu Kele Sanjiwani kemudian diencerkan menjadi 4 kelompok konsentrasi yaituk12,5%, 25%, 50%, dank100%, dilanjutkan uji aktivitas antibakteri menggunakan metode disk diffusion. Hasil Penelitian menunjukan konsentrasi 100% menghasilkan zona hambat dengan rerata diameter 7mm sedangkan kelompok konsentrasi lainnya tidak memiliki zona hambat. Dapat disimpulkan bahwa hanya Madu Kele Sanjiwani dengan konsentrasi 100% yang mampu menghambat pertumbuhan bakteri Methicillin Resistant Staphylococcus Aureus. Kata Kunci: Madu Kele., antibakteri., MethicilliniResistantiStaphylococcusiAureusi(MRSA)
KARAKTERISTIK BENDA ASING ESOFAGUS DI RSUP SANGLAH PERIODE JANUARI 2019 – DESEMBER 2020 William, .; Dewantara, I Putu Santhi; Asthuta, Agus Rudi; Sutanegara, Sari Wulan Dwi
E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 4 (2022): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2022.V11.i04.P11

Abstract

ABSTARK Latar Belakang: Benda asing esofagus merupakan makanan atau benda yang tajam maupun tumpul yang terhenti di esofagus dan tidak dapat melewati saluran cerna secara spontan dan merupakan kasus kegawatdaruratan. Penderita benda asing esofagus banyak ditemukan pada anak-anak, dimana koin merupakan benda tersering yang ditemukan di daerah servikal atau dibawah krikofaringeus, beragamnya karakteristik pasien dan sedikitnya penelitian terkait benda asing esofagus di Indonesia. Tujuan: Mengetahui jumlah kasus benda asing esofagus dan karakteristik pasien berdasarkan usia, jenis kelamin, lokasi benda asing, keluhan utama, durasi tertelan, jenis benda asing, penatalaksanaan dan komplikasi terbanyak di RSUP Sanglah Denpasar periode Januari 2019 – Desember 2020. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan desain penelitian studi potong lintang secara retrospektif. Hasil: Terdapat 89 kasus penelitian yang didapat secara total sampling, dimana sebagian besar pasien berjenis kelamin perempuan sebanyak 46 pasien (51.7%), berdasarkan kelompok usia anak- anak merupakan kasus tersering sebanyak 40 pasien (44.9%), dan keluhan utama tersering pada seluruh pasien adalah keluhan berupa disfagia sebanyak 52 kasus (58.5%), dan koin merupakan benda asing yang paling banyak ditemukan yaitu 30 kasus (33.6%). Pars cervicalis merupakan lokasi tersering ditemukanya benda asing yaitu dengan jumlah 55 kasus (61.7%), 79 kasus (88.8%) pasien benda asing esofagus menjalani esofagoskopi sebagai penatalaksanaannya, dan 34 pasien (38.2%) tidak mengalami komplikasi dikarenakan sebagian besar benda asing berhasil di ekstrasi dalam durasi waktu 0 – 24 jam, yaitu sebanyak 54 kasus (60.7%). Kesimpulan: Benda asing terjadi terbanyak pada anak-anak dengan jenis benda asing berupa koin, sehingga pentingnya edukasi kepada orang tua untuk meningkatkan kewaspadaan anak-anaknya saat bermain dengan benda yang berpotensial non-organik seperti koin masuk ke dalam rongga tubuh terutama esofagus, dan edukasi kepada masyarakat luas mengenai makan tidak terburu buru dan hati hati. Kata kunci: Benda asing, esofagus, RSUP Sanglah, Denpasar, esofagoskopi, karakteristik.
ANGKA KEJADIAN ACUTE KIDNEY INJURY PADA KEHAMILAN: NARRATIVE REVIEW Saranitha Windy Oktavia Malau
E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 5 (2022): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2022.V11.i5.P04

Abstract

Incidence of acute kidney injury (AKI) in pregnancy still plays an important role in maternal and fetal morbidity and mortality. However, in some developing countries the maternal and fetal mortality rates have started to decline and are still increasing in developed countries. This study was conducted to determine the incidence of AKI in pregnancy in several countries. This study was to determine incidence of AKI in pregnancy using a narrative review research model, in which a worldwide literature search was carried out through the e-library, such as pubmed and proquest which discusses the incidence of AKI in pregnancy. After the journals that match the inclusion criteria are collected, they are analyzed and interpreted in a narrative form. There were 10 journals that matched the inclusion criteria by including the total number of samples and the number of new samples, where the incidence of AKI in pregnancy was found in American countries, China, Indian countries and African countries. Based on this study, the range of incidence of acute kidney injury in pregnancy from several countries was 0.07% to 8.1%. The incidence rate in the American countries began to decline by 6.15% to 0.08%, but based on the average it still increased from 0.04% to 0.12%. In China, it was found 0.81% to 3.68%, Indian countries 2.78% to 0.07%, and African countries 8.1% to 2.29%. Keywords : Incidence, Acute Kidney Injury in pregnancy, Complications in pregnancy
GAMBARAN KELUHAN MENOPAUSE PADA PERAWAT DI RSUP SANGLAH DENPASAR PERIODE 2021 Wahyudi Jaya, Nyoman Dedy Ari
E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 4 (2022): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2022.V11.i04.P17

Abstract

Menopause merupakan peristiwa normal yang dialami oleh setiap wanita yang menandakan masa reproduksi seorang wanita telah usai. Peristiwa tersebut dikarenakan indung telur mengalami proses penuaan, sehingga produksi hormon estrogen menurun dan menyebabkan terjadinya kenaikan kadar hormon FSH dan LH. Gejala-gejala menopause bisa sangat mengganggu, terutama karena terjadi pada saat wanita memiliki peran penting dalam keluarga dan di tempat kerja. Perubahan hormon yang dimulai selama menopause mempengaruhi banyak sistem biologis. Berdasarkan hal tersebut, sangat penting bagi masyarakat khususnya wanita untuk mengetahui gejala-gejala yang timbul ketika mengalami menopause agar dapat mempersiapkan diri dalam menghadapi menopause. Penelitian ini merupakan penelitian desktriptif dengan desain studi cross-sectional, yang dilaksanakan di RSUP Sanglah Denpasar dengan sampel yakni perawat wanita yang telah menopause dan memenuhi kriteria inklusi. Dari penelitian yang dilakukan, didapatkan hasil bahwa rasio kejadian keluhan-keluhan menopause pada perawat wanita yang telah menopause di RSUP Sanglah Denpasar ialah sebagai berikut: 16,7% keluhan vasomotor, 58,3% keluhan kognitif, 40% keluhan urogenital, 51,7% keluhan gangguan tidur, 13,4% keluhan seksual, 50% keluhan muskuloskeletal, dan 46,7% keluhan emosional.
HUBUNGAN ANTARA PENGGUNAAN TAS SEKOLAH DENGAN KELUHAN NYERI MUSKULOSKELETAL PADA SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA “S” DENPASAR Manuela Serrano, Christina Zita; Handari Adiputra, Luh Made Indah Sri; Griadhi, I Putu Adiartha; Muliarta, I Made
E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 6 (2022): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2022.V11.i06.P01

Abstract

Penggunaan tas sekolah diduga memiliki andil dalam keluhan muskuloskeletal pada pelajar. Hingga kini, belum banyak data mengenai peran keberadaan faktor-faktor terkait penggunaan tas terhadap keluhan nyeri muskuloskeletal pada siswa. Penelitian ini bertujuan mencari ada-tidaknya hubungan antara aspek berat beban, durasi pemakaian, serta jenis tas dengan keluhan nyeri muskuloskeletal pada siswa Sekolah Menengah Pertama “S” Denpasar. Penelitian ini dilakukan secara potong lintang analitik. Bahan penelitian yang digunakan berupa kuesioner nyeri pediatri Varni-Thompson, kuesioner aktivitas fisik Godin Leisure-Time Exercise, serta kuesioner penggunaan tas. Data penelitian kemudian diolah menggunakan software SPSS ver. 24. Jumlah sampel penelitian yang diperoleh adalah 151 orang. Sample dipilih dengan teknik non-random sampling. Analisis hubungan antar variabel dilakukan melalui uji chi-square. Keberadaan variabel perancu meliputi jenis kelamin dan aktivitas fisik turut diamati. Studi menemukan hubungan antara berat tas dengan keluhan nyeri muskuloskeletal (p=0,015). Hubungan juga ditemukan antara jenis tas dengan keluhan nyeri (p = 0,004). Sementara itu, tidak ditemukan hubungan signifikan pada aspek durasi pemakaian dengan keluhan nyeri responden (p = 0,171). Studi tidak menemukan hubungan antara jenis kelamin dengan keluhan nyeri muskuloskeletal (p=0,580), namun tampak hubungan antara aktivitas fisik dengan keluhan nyeri muskuloskeletal (p=0,032). Kata kunci : nyeri musculoskeletal., tas sekolah., hubungan
EFEK PEMBERIAN TEH KOMBINASI EUPHORBIA MILII DAN PROPOLIS TERHADAP GAMBARAN HISTOPATOLOGI HEPAR TIKUS WISTAR JANTAN Rastika, I Gede Agus; Linawati, Ni Made; Ratnayanti, I Gusti Ayu Dewi; Sugiritama, I Wayan
E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 5 (2022): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2022.V11.i05.P09

Abstract

ABSTRAK Pendahuluan: Indonesia mempunyai sumber daya melimpah yang dapat digunakan sebagai pengobatan tradisional. Dua diantaranya yaitu tanaman Euphorbia milii dan propolis. Euphorbia milii dan propolis mempunyai beragam manfaat seperti antioksidan, antibakteri, dan imunomodulator. Efek toksik dari teh kombinasi Euphorbia milii dan propolisx terhadap hepar belum dilaksanakan penelitian sebelumnya. Tujuan dari dilaksanakannya penelitian ini yaitu untuk mengetahui efek pemberian teh kombinasi dari bunga Euphorbia milii dan propolis terhadap gambaran histopatologi hepar tikus wistar jantan. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik eksperimental dengan rancangan penelitian berupa randomized post-test only control group design. Dua puluh empat tikus wistar jantan berusia 8 sampai 12 minggu dengan berat badan ± 0.2 kg dibagi menjadi 4 kelompok, yaitu; kelompok kontrol (pakan standar + aquabidest), P1 (teh kombinasi Euphorbia milii dan propolis 40mg/100grbb selama 2 minggu), P2 (teh kombinasi Euphorbia milii dan propolis 40mg/100grbb selama 4 minggu), dan P3 (teh kombinasi Euphorbia milii dan propolis 40mg/100grbb selama 6 minggu). Hasil: Berdasarkan analisis data dari rerata skoring degenerasi dan nekrosis sel hepatosit, tidak ditemukan perbedaan rerata yang signifikan diantara kelompok kontrol dan kelompok perlakuan P1, P2, dan P3 (p>0,05). Simpulan: Berdasarkan hasil yang diperoleh, dapat disimpulkan bahwa pemberian teh kombinasi Euphorbia milii dan propolis dengan dosis 40mg/100grbb tidak menimbulkan kerusakan yang bermakna terhadap hepar tikus wistar jantan. Kata kunci : Teh kombinasi, Euphorbia milii dan propolis, Histopatologi hepar
PREVALENSI KEJADIAN BURNOUT SYNDROME DAN HUBUNGAN DENGAN FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PADA DOSEN PRIA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS UDAYANA Prasetya Sudarsana Mahaputra, Dewa Made; Purnawati, Susy; Indah Sri Handari Adiputra, Luh Made; Tirtayasa, Ketut
E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 6 (2022): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2022.V11.i06.P07

Abstract

Workers who cannot handle the stress at work will result in burnout syndrome, especially men who work as lecturers. This study aims to determine the prevalence of burnout syndrome in male lecturers and the relationship with the factors that influence it. The analytical cross-sectional research design in this study involved 91 male lecturer respondents who worked at the Faculty of Medicine, Udayana University in 2021. The data were analyzed using Chi-Square and Spearman Rank. The frequency of occurrence of burnout syndrome were 62 (68.1%) respondents with no sign, 25 (27.5%) respondents with little sign, 3 (3.3%) respondents with severe risk and 1 (1.1%) respondent with very severe sign. The study also showed that there was no significant correlation between age and burnout syndrome (p=0.238); there was a significant correlation between marital status and burnout syndrome (p=0.004); there was no significant correlation between years of service and burnout syndrome (p=0.428); there is a significant correlation of individual factors on burnout syndrome (p=0.000); there was no significant correlation of organizational factors on burnout syndrome (p=0.099); there was no significant correlation between work environment and burnout syndrome (p=0.301).
PENGARUH TESTOSTERONE REPLACEMENT THERAPY TERHADAP PROFIL LIPID DAN LEMAK PADA TUBUH Irawan, Angeline Aprilia; Kurniawan, Yukhi; Satriyasa, Bagus Komang; Widianti, I Gusti Ayu
E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 4 (2022): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2022.V11.i04.P12

Abstract

translator Afrikaans Albanian - shqipe Arabic - ??????????? Armenian - ??????? Azerbaijani - az?rbaycanca Basque - euskara Belarusian - ?????????? Bengali - ????? Bulgarian - ????????? Catalan - català Chinese - ???????? Chinese - ?? (????) Croatian - hrvatski Czech - ?eština Danish - dansk Dutch - Nederlands English Esperanto - esperanto Estonian - eesti Filipino Finnish - suomi French - français Galician - galego Georgian - ??????? German - Deutsch Greek - ???????? Gujarati - ??????? Haitian Creole - kreyòl ayisyen Hebrew - ????????? Hindi - ?????? Hungarian - magyar Icelandic - íslenska Indonesian - Bahasa Indonesia Irish - Gaeilge Italian - italiano Japanese - ??? Kannada - ????? Korean - ??? Latin - Lingua Latina Latvian - latviešu Lithuanian - lietuvi? Macedonian - ?????????? Malay - Bahasa Melayu Maltese - Malti Norwegian - norsk Persian - ????????? Polish - polski Portuguese - português Romanian - român? Russian - ??????? Serbian - ?????? Slovak - sloven?ina Slovenian - slovenš?ina Spanish - español Swahili - Kiswahili Swedish - svenska Tamil - ????? Telugu - ?????? Thai - ??? Turkish - Türkçe Ukrainian - ?????????? Urdu - ???????? Vietnamese - Ti?ng Vi?t Welsh - Cymraeg Yiddish - ????? Double-click Select to translate After turning 40 years old, testosterone hormone in men will decrease, but some data regarding the effect of Testosterone Replacement Therapy (TRT) on cardiovascular safety is still controversial. The aim of this systematic review is to investigate the effect of TRT on lipid profile and body fat in men with Late-Onset Hypogonadism (LOH) which affects the incidence of cardiovascular disease. The literature search was performed on the database, such as PubMed and Wiley Online Library and also additional manual searches were performed on the reference list of related studies. The identified articles were selected according to the eligibility criteria. A total of four articles were used in this systematic review and the quality of the study was assessed using the Jadad score. From the four studies that is used, four study discussed the effect of TRT on lipid profiles and two studies discussed the effect of TRT on body fat. On the administration of testosterone gel 50mg/day, all lipid profiles improved after nine months of intervention. However, with IM testosterone after one year, the improvement was only partial. All studies discussing the effect of TRT on body fat showed uniform results, namely a decrease in fat percentage. The results obtained by the studies included in this systematic review suggest that TRT can improve lipid profiles and also decrease body fat in men with LOH.
HUBUNGAN OLAHRAGA AEROBIK DAN STATUS GIZI DENGAN KEBUGARAN FISIK PADA MAHASISWA PROGRAM STUDI SARJANA KEDOKTERAN FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS UDAYANA Sutanto, Grace Abigail; Weta, I Wayan; Duarsa, iDyah Pradnyaparamita
E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 6 (2022): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2022.V11.i06.P04

Abstract

Kebugaran fisik adalah kemampuan tubuh melakukan tuntutan tugasnya tanpa mengalami kelelahan yangisignifikan. Kebugaran yang baik penting dimiliki sumberidayaimanusiaiuntuk dapatibekerjaisecaraimaksimal. Penelitianiiniibertujuan untuk mengetahuiipengaruhiolahraga aerobik dan status gizi terhadap kebugaran fisik mahasiswa. Penelitian ini merupakan studi cross-sectional dengan populasi terjangkau mahasiswa program studi sarjana kedokteran Universitas Udayana angkatan 2016-2018. 260 responden dipilih dengan teknik proportional simple random sampling berdasarkan absen dari kelas yang berkaitan yaitu 86 mahasiswa dari angkatan 2016, 84 mahasiswa dari angkatan 2017, dan 90 mahasiswa dari angkatan 2018. Hubungan antar variabel dianalisis dengan ujiiChi-Square. Variabel olahraga dihitung berdasarkan kuesinoer Baecke, status gizi berdasarkan massa index tubuh, dan kebugaran berdasarkan denyut nadi. Didapatkan hubunganiyang signifikaniantara olahraga aerobik dan kebugaran fisik (pi<0,001) dan didapatkan hubungan yang tidak signifikan antar status gizi dan kebugaran fisik dimana ada 2 perbandingan pada statusigizi yaituistatus giziikurang dibandinginormal (p=0,742) dan status giziilebih dibanding normal (p=0,215) dimana status gizi normal adalah dari rentang 18,5-24,99. Dapat disimpulkan olahraga aerobik berpengaruh terhadap kebugaran fisik, sedangkan status gizi tidak. Kata Kunci: Olahraga Aerobik., Status Gizi, Kebugaran
HUBUNGAN ANTARA SKOR KELAINAN ANATOMI SINUS PARANASAL DAN KAVUM NASI DENGAN SINUSITIS PARANASAL MENURUT GAMBARAN CT-SCAN SINUS PARANASAL PADA PASIEN DENGAN KLINIS SINUSITIS Maria, Dessy; Asih, Made Widhi; Margiani, Ni Nyoman; Widiana, I Gede Raka; Patriawan, Putu; Laksminingsih, Nyoman Srie
E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 5 (2022): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2022.V11.i05.P10

Abstract

Sinusitis adalah proses peradangan dari satu atau lebih pada membran mukosa sinus paranasal. Penyebab utama terjadinya sinusitis adalah gangguan drainase dan patensi kompleks ostiomeatal (KOM). Variasi anatomi hidung dan sinus paranasalis menjadi faktor predisposisi terhadap kejadian sinusitis. Tujuan penelitian adalah menilai hubungan antara skor kelainan anatomi sinus paranasal dan kavum nasi dengan sinusitis paranasal menurut gambaran CT-scan sinus paranasal pada pasien dengan klinis sinusitis. Penelitian ini dirancang sebagai penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional retrospektif pada pasien dengan klinis sinusitis di RSUP Sanglah Denpasar pada tahun 2020-2021. Sampel penelitian berjumlah 60 orang dengan usia di atas 21 tahun yang diambil secara consecutive sampling dari rekam medis yang memenuhi kriteria inklusi. Analisis sinusitis dan skor kelainan anatomi sinus paranasal dan kavum nasi masing-masing dilakukan oleh seorang Radiolog Konsultan dilanjutkan dengan analisis data. Dari hasil uji beda proporsi antara kelainan anatomi sinus paranasal dan kavum nasi dengan sinusitis maupun antara skor kelainan anatomi sinus paranasal dan kavum nasi dengan sinusitis didapatkan tidak ada hubungan dengan nilai p>0,05. Pada hasil uji korelasi multivariat antara skor kelainan anatomi sinus paranasal dan kavum nasi dengan sinusitis setelah dikontrol dengan umur, jenis kelamin dan riwayat alergi secara statistik tampak tidak berhubungan dengan nilai p yang didapat semuanya >0,05. Tidak tampak korelasi antara skor kelainan anatomi sinus paranasal dan kavum nasi dengan sinusitis menurut gambaran CT-scan sinus paranasal pada pasien dengan klinis sinusitis dengan nilai p 0,105. Masih diperlukan perbaikan metode penelitian lebih lanjut dengan desain penelitian analitik menggunakan rancangan prospektif.

Filter by Year

2012 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 13 No 07 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 9 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 8 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 6 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 5 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 4 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 3 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 2 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 1 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 12 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 11 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 10 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 9 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 8 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 7 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 6 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 5 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 4 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 3 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 2 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 1 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 6 (2022): Vol 11 No 06(2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 12 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 11 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 10 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 9 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 8 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 7 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 6 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 5 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 4 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 3 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 2 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 1 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 12 (2021): Vol 10 No 12(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 11 (2021): Vol 10 No 11(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 10 (2021): Vol 10 No 10(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 9 (2021): Vol 10 No 09(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 8 (2021): Vol 10 No 08(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 7 (2021): Vol 10 No 07(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 6 (2021): Vol 10 No 06(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 5 (2021): Vol 10 No 05(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 4 (2021): Vol 10 No 04(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 3 (2021): Vol 10 No 03(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 2 (2021): Vol 10 No 02(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 1 (2021): Vol 10 No 01(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 12 (2020): Vol 9 No 12(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 11 (2020): Vol 9 No 11(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 10 (2020): Vol 9 No 10(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 9 (2020): Vol 9 No 09(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 8 (2020): Vol 9 No 08(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 7 (2020): Vol 9 No 07(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 6 (2020): Vol 9 No 06(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 5 (2020): Vol 9 No 05(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 4 (2020): Vol 9 No 04(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 3 (2020): Vol 9 No 03(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 2 (2020): Vol 9 No 02(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 1 (2020): Vol 9 No 01(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 5 (2019): Vol 8 No 5 (2019): Vol 8 No 5 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 4 (2019): Vol 8 No 4 (2019): Vol 8 No 4 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 12 (2019): Vol 8 No 12 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 11 (2019): Vol 8 No 11 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 10 (2019): Vol 8 No 10 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 9 (2019): Vol 8 No 9 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 8 (2019): Vol 8 No 8 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 7 (2019): Vol 8 No 7 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 6 (2019): Vol 8 No 6 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 3 (2019): Vol 8 No 3 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 2 (2019): Vol 8 No 2 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 1 (2019): Vol 8 No 1 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 12 (2018): Vol 7 No 12 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 11 (2018): vol 7 no11 2018 E-jurnal medika udayana Vol 7 No 10 (2018): Vol 7 No 10 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 9 (2018): Vol 7 No 9 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 8 (2018): Vol 7 No 8 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 7 (2018): Vol 7 No 7 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 6 (2018): Vol 7 No 6 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 5 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 4 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 3 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 2 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 1 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 12 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 11 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 10 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 9 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 8 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 7 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 6 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 5 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 4 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 3 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 2 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 1 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 5, No 12 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5, No 11 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 10 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 9 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 8 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 7 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 6 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 5 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 4 (2016): E-jurnal medika udayana vol 5 no 3(2016):e-jurnal medika udayana vol 5 no 2(2016):e-jurnal medika udayana vol 5 no 1(2016):e-jurnal medika udayana vol 4 no 12(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 11(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 10(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 9(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 8(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 7(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 6(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 5(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 4(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 3 (2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 2 (2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 1 (2015):e-jurnal medika udayana vol 3 no 12(2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 11(2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 10(2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 9 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 8 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 7 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 6 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 5 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 4 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 3 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 2 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 1 (2014):e-jurnal medika udayana vol 2 no 12 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 11 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 10 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 9 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 8 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 7 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no6(2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no5(2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no4 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no3 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no2 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no1 (2013):e-jurnal medika udayana Vol 1 No 1 (2012): e-jurnal Medika Udayana More Issue