cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
E-Jurnal Medika Udayana
Published by Universitas Udayana
ISSN : 23031395     EISSN : 25978012     DOI : -
Core Subject : Health,
Majalah ilmiah E-Jurnal Medika Udayana menerima naskah dari mahasiswa PSPD FK UNUD, baik berupa karangan asli atau laporan penelitian, ikhtisar pustaka, laporan kasus, maupun surat-surat untuk redaksi. Naskah yang dikirimkan untuk majalah ilmiah E-Jurnal Medika Udayana adalah naskah belum pernah atau tidak akan dikirim ke majalah lain. Bahasa yang digunakan adalah bahasa Indonesia
Arjuna Subject : -
Articles 1,956 Documents
FAKTOR RISIKO KANKER KOLOREKTAL DI RSUP SANGLAH DENPASAR Mark, Antony; Ayu Dewi, Ni Nyoman; Surudarma, I Wayan; Sumadi, I Wayan Juli
E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 5 (2022): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2022.V11.i05.P12

Abstract

Kejadian kanker kolorektal yang meningkat dengan pesat dan merupakan jenis kanker ketiga terbanyak pada laki-laki maupun perempuan. Meningkatnya kejadian kanker kolorektal terjadi akibat dari perubahan gaya hidup modern. Oleh sebab itu, penelitian ini memiliki tujuan menggambarkan faktor risiko pasien kanker kolorektal di RSUP Sanglah Denpasar pada tahun 2017 berdasarkan kelompok usia, jenis kelamin, dan kadar gula darah acak. Penelitian ini bersifat deskriptif retrospektif. Subjek penelitian adalah pasien kanker kolorektal yang dirawat di RSUP Sanglah pada tahun 2017. Data penelitian diambil menggunakan metode total sampling di Laboratorium Patologi Anatomi dan Instalasi Rekam Medis RSUP Sanglah Denpasar, kemudian diolah dan dikelompokkan sesuai variabel yang sudah ditetapkan, kemudian ditampilkan dalam bentuk tabel dan penjelasan. Dari 109 pasien kanker kolorektal di RSUP Sanglah Denpasar pada tahun 2017, kejadian kanker kolorektal paling banyak pada kelompok lansia (46 – 65 tahun) sebanyak 65 orang (59,6%), diikuti dengan kelompok manula (diatas 65 tahun) sebanyak 27 orang (24,8%), dilanjutkan oleh kelompok dewasa (26 – 45 tahun) sebanyak 15 orang (13,8%), kemudian pada kelompok remaja (12 – 25 tahun) dengan jumlah 2 orang (1,8%), dan tidak ditemukan pasien pada kelompok balita dan kanak-kanak. Untuk jenis kelamin laki-laki sebanyak 63 orang (57,8%) dan perempuan sebanyak 46 orang (42,2%). Kelompok dengan kadar gula darah acak dibawah 200 mg/dL sebanyak 104 orang (95,4%) dan diatas 200 mg/dL sebanyak 5 orang (4,6%). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kanker kolorektal cenderung terjadi pada pasien dengan usia tua dan berjenis kelamin laki-laki, akan tetapi tidak pada pasien kanker kolorektal dengan hiperglikemia. Kata kunci: penelitian deskriptif., kanker kolorektal., faktor risiko
EFEK PEMBERIAN EKSTRAK TERIPANG EMAS TERHADAP KADAR TRIGLISERIDA TIKUS WISTAR (Rattus norvegicus) HIPERLIPIDEMIA Angelina, Nadya
E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 5 (2022): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2022.V11.i05.P07

Abstract

Background: Hypertrigliseridemia was a condition where the triglyceride levels on the blood exceeds its normal level, in long term, it can cause serious complications such as a coronary artery disease which if not handled well, can cause a cardiovascular disease. Purpose: The aim of this study was to determine the golden sea cucumber ethanol 96% extract effect to triglyceride in hyperlipidemic rats. Methods: Design method in this study was true experiment. Male wistar rats, 150-250 g of weight, and aged 2-3 months. The rats were divided into 5 groups of 8, group KN (negative control), group KP (positive control), group PI (4,25mg golden cucumber extract), group PII (8,5mg golden cucumber extract), and group PIII (17mg golden cucumber extract). Measurement of triglyceride levels was twice, at eighth and eighteenth week. All groups were given standard food before treatment (week-0) and were given a high fat diet for 2 months and during treatment. Group KP was given simvastatin 1,2mg, group PI was given 4,25 golden cucumber extract, group PII was given 8,5mg golden cucumber extract, and group PIII was given 17mg golden cucumber extract for 2 weeks. The results were analyzed using Kruskal-Wallis. Results: The test results showed (p) = 0,034 which meant that the triglyceride has different meaning in each group. When compared, KN, KP, PI, PII, and PIII showed significant results. Conclusion: From the data analysis, it can be concluded that when given a golden sea cucumber extract, the triglyceride level in the hiperlipidemia rats can be lowered.
MEKANISME KOPING MALADAPTIF BERKAITAN DENGAN PROPORSI KECEMASAN: STUDI POTONG LINTANG PADA MAHASISWA PENDIDIKAN DOKTER Sandra, Sandra; Lesmana, Cokorda Bagus Jaya; Aryani, Luh Nyoman Alit; Wardani, Ida Aju Kusuma
E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 5 (2022): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2022.V11.i05.P14

Abstract

Pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) memberikan banyak dampak untuk kesehatan, termasuk kesehatan mental. Kecemasan merupakan salah satu masalah yang timbul dalam situasi pandemi dan disebabkan oleh berbagai faktor. Mahasiswa kedokteran merupakan salah satu populasi yang rentan mengalami gejala kecemasan dibandingkan populasi lainnya. Dengan demikian, strategi koping yang tepat dapat membantu penanganan kecemasan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat perbedaan proporsi tingkat kecemasan pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Udayana berdasarkan mekanisme koping yang banyak diterapkan. Studi ini menggunakan desain analitik potong lintang pada 311 mahasiswa pendidikan dokter Universitas Udayana angkatan 2018-2020 yang aktif mengikuti perkuliahan secara daring selama pandemi. Mekanisme koping dan kecemasan diukur dengan kuesioner Brief COPE dan Generalized Anxiety Disorder-7 (GAD-7) melalui Google Form dan dikerjakan secara mandiri oleh responden. Analisis data menemukan perbedaan proporsi yang signifikan antara mekanisme koping dan tingkat kecemasan (p = 0,002; <0,05). Rasio prevalensi menunjukkan bahwa mekanisme koping maladaptif 2,104 dan 2,122 kali lebih tinggi menyebabkan kecemasan sedang-berat dibandingkan koping sedang dan adaptif. Mekanisme koping adaptif dan maladaptif yang banyak digunakan oleh responden adalah koping aktif dan penghindaran secara berurutan. Perbedaan tahun angkatan (p = 0,000; <0,05) dan usia (p = 0,000; <0,05) memiliki perbedaan proporsi yang signifikan pada tingkat kecemasan, namun tidak dengan jenis kelamin (p = 0,103; >0,05). Mekanisme koping adaptif dan maladaptif ditemukan memiliki perbedaan proporsi tingkat kecemasan yang berbeda secara signifikan, yang mana prevalensi kecemasan berat ditemukan meningkat pada koping maladaptif. Penerapan mekanisme koping yang adaptif akan membantu mahasiswa dalam menghadapi penyebab kecemasannya. Kata Kunci: Kecemasan. Mahasiswa Kedokteran, Mekanisme Koping
PREVALENSI DAN KARAKTERISTIK REAKSI TRANSFUSI DARAH DI RUMAH SAKIT UMUM PUSAT SANGLAH I Wayan Agus Surya Pradnyana; Anak Agung Wiradewi Lestari; Sianny Herawati; AAN Subawa
E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 6 (2022): Vol 11 No 06(2022): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Transfusi darah merupakan proses pemberian darah atau komponen darah dari donor ke penerima, transfusi darah yang sesuai memainkan peran penting dalam layanan kesehatan modern. Reaksi transfusi didefinisikan sebagai kejadian apa pun yang terjadi sebagai akibat dari pemberian produk darah, dapat selama atau setelah pemberian produk tersebut. Gambaran gejala reaksi transfusi adalah parameter penting dalam menentukan suatu kejadian reaksi transfusi. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui data prevalensi dari reaksi transfusi dan karakteristik penderita reaksi transfusi berdasarkan usia, jenis kelamin, produk darah dan tingkat keparahan dari gejala reaksi transfusi di RSUP Sanglah Denpasar Bulan Januari 2018 hingga Juni 2019. Penelitian ini bersifat retrospektif dengan menggunakan data sekunder formulir monitoring transfusi pasien reaksi transfusi berupa usia, jenis kelamin, produk darah yang ditransfusi, dan gejala reaksi transfusi di RSUP Sanglah Denpasar bulan Januari 2018 hingga Juni 2019. Terkumpul sebanyak 88 sampel yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Jumlah total pasien yang menerima transfusi darah di Rumah Sakit Sanglah dari Januari 2018 hingga Juni 2019 adalah 21.918. Ada 111 (0,5%) kasus reaksi transfusi dengan rentang usia terbanyak yaitu 19-29 tahun 17 kasus (19,3%) dan kelompokiterendah yaitu rentang usiai 50-59 tahun 13 kasus (14,8%). Reaksi transfusi lebih banyak terjadi pada laki - laki dengan jumlah 47 kasus (53,4%), dan produk darah yang paling tinggi angka penggunaannya yaitu packed red blood cell (PRC) dengan jumlah penggunaan 72/28.405 (0,0025%) mengakibatkan terjadinya reaksi transfusi, sedangkan terendah fresh frozen plasma (FFP) dengan kasus terjarang 1/2185 transfusi (0,0004%). Berdasarkan usia dan gejala reaksi, maka tingkat keparahan gejala reaksi transfusi darah terbanyak yaitu reaksi transfusi sedang dengan jumlah 42 kasus (47,7%). Kata kunci: Reaksi Transfusi Darah., Prevalensi., Karakteristik Pasien
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN DAUN KEMANGI (Ocimum Sanctum) SEBAGAI KRIM OBAT ANTI-NYAMUK Aedes aegypti William, Kristoforus; Asri Damayanti, Putu Ayu; Wardani, Ni Putu
E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 4 (2022): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2022.V11.i04.P10

Abstract

Penggunaan krim anti-nyamuk yang mengandung DEET dapat menimbulkan efek samping bagi penggunanya, Bahan dasar alternatif alami yang dapat memberikan perlindungan terhadap gigitan nyamuk Ae. aegypti perlu dikaji dan diteliti lebih lanjut. Daun kemangi berpotensi sebagai bahan dasar krim obat anti-nyamuk karena mengandung minyak atsiri. Sediaan krim memiliki efek yang lebih baik dibandingkan sediaan losion. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektifitas krim anti-nyamuk dengan bahan dasar kemangi (Ocimum sanctum) 75.000 ppm dengan krim anti-nyamuk AutanÒ dengan bahan dasar DEET dalam memberikan perlindungan terhadap gigitan nyamuk pada menit ke-30, 60, dan 120. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental dengan desain penelitian Post Test Only Control Group Design. Hasil penelitian ini adalah jumlah gigitan nyamuk pada menit ke-30, 60, dan 120 pada krim kemangi 75.000 ppm berbeda bermakna dibandingkan dengan kontrol/plasebo dengan p<0,05. Sedangkan jumlah gigitan nyamuk pada menit ke-30, 60, dan 120 pada krim kemangi 75.000 ppm tidak berbeda dibandingkan dengan AutanÒ dengan p>0,05. Kesimpulan pada penelitian ini adalah krim kemangi 75.000 ppm efektif sebagai krim anti nyamuk dan memiliki efektifitas yang sama dengan AutanÒ selama kurun waktu 120 menit.
UJI DAYA HAMBAT EKSTRAK ETANOL BUAH LERAK (Sapindus rarak) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus epidermidis I Wayan Windi Artha; Made Agus Hendrayana
E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 5 (2022): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2022.V11.i5.P03

Abstract

Staphylococcus epidermidis adalah bakteri gram positif berbentuk kokus yang sering menyebabkan infeksi kulit berupa abses seperti jerawat dan bisul. Pertumbuhan bakteri Staphylococcus epidermidis dapat dihambat dengan senyawa fitokimia yang berasal dari bahan alam seperti buah lerak (Sapindus rarak). Ekstrak buah lerak diketahui memiliki berbagai jenis senyawa fitokimia yang dapat menjadi agen antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis daya hambat ekstrak buah lerak pada konsentrasi 25%, 50%, 75%, dan 100% terhadap bakteri Staphylococcus epidermidis. Proses ekstraksi buah lerak dilakukan dengan metode maserasi dengan etanol 70% sebagai pelarut. Uji daya hambat dilakukan dengan metode disk diffusion menggunakan media MHA dengan 4 kali pengulangan. Berdasarkan skrining fitokimia ekstrak etanol buah lerak mengandung senyawa flavonoid, alkaloid, saponin, tanin, kuinon, steroid, dan triterpenoid. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak buah lerak pada konsentrasi 25%, 50%, 75%, dan 100% memiliki daya hambat terhadap Staphylococcus epidermidis dengan luas yaitu 16 mm, 18,5 mm, 21,75 mm, dan 20,5 mm. Kontrol positif yang digunakan adalah vankomisin dengan luas zona 18,5 mm. Analisis Kruskal-Wallis menunjukkan hasil 0,003 yang menandakan adanya perbedaan rata-rata luas zona hambat antar konsentrasi pada ekstrak etanol buah lerak yang bermakna signifikan. Sehingga, disimpulkan bahwa ekstrak etanol buah lerak (Sapindus rarak) memiliki daya hambat terhadap bakteri Staphylococcus epidermidis. Kata kunci: Buah Lerak, Uji Daya Hambat Bakteri, Staphylococcus epidermidis
Karakteristik Pasien Kanker Serviks Stadium IIB Pasca Kemoterapi Neoadjuvant di RSUP Sanglah Denpasar Tahun 2020-2021 Satriawan, Nyoman Gede Dikawijaya; Winata, I Gde Sastra; Pangkahila, Evert Solomon; Manuaba, Ida Bagus Gede Fajar
E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 4 (2022): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2022.V11.i04.P18

Abstract

Kanker serviks adalah keganasan pada leher rahim akibat human papilloma virus. Terapi pada kasus kanker serviks stadium IIB adalah kemoterapi neoadjuvant. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui karakteristik berdasarkan usia, tipe histopatologi, riwayat keluarga, paritas, riwayat kontrasepsi, respon kemoterapi, dan status operabilitas pada kasus kanker serviks stadium IIB pasca kemoterapi neoadjuvant di RSUP Sanglah Denpasar. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif retrospektif yang bersumber dari rekam medis pasien dengan teknik total sampling. Populasi dan sampel penelitian ini adalah pasien kanker serviks stadium IIB pasca kemoterapi neoadjuvant di RSUP Sanglah Denpasar periode 2020-2021 sesuai kriteria inklusi. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 40 pasien kanker serviks stadium IIB dengan jumlah kasus tertinggi usia 40-49 tahun (45%). Tipe histopatologi tersering squamous cell carcinoma (85%). Pasien tanpa riwayat keluarga menderita kanker serviks sejumlah 92,5%. Pasien dengan jumlah paritas >2 sebanyak 52,5%. Pasien dengan riwayat penggunaan kontrasepsi sebanyak 65%. Respon kemoterapi baik lebih banyak ditemukan sebesar 70%. Status pasien operabel sebesar 57,5%. Kata kunci : karakteristik, kanker serviks stadium IIB, kemoterapi neoadjuvant.
GAMBARAN PASIEN KARSINOMA TIROID BERDIFERENSIASI DI RSUP SANGLAH TAHUN 2015-2020 Wisescistiati, Made Visvayoni; Yuniawaty Wetan, Ni Gusti Ayu Agung Manik; Manuaba, Ida Bagus Tjakra Wibawa; Adiputra, Putu Anda Tusta
E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 4 (2022): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2022.V11.i04.P13

Abstract

ABSTRACT Background: differentiated thyroid carcinoma (DTC) is the most common type found in thyroid malignancies. Onset of the disease is influenced by several factors such as history of radiation exposure, environmental influences and iodine intake in certain areas. Due to the limited data in Indonesia related to the mapping of differentiated thyroid cancer cases, the author is interested in conducting this study. Objective: to determine the description of differentiated thyroid carcinoma patients in Sanglah General Hospital year 2015-2020. Methods: cross-sectional descriptive study. The population and samples were all patients diagnosed with differentiated thyroid cancer treated at the SMF/Surgery Department of Sanglah General Hospital year 2015 -2020. The variables in this study are age, gender, area of residence, main diagnosis, staging and therapy. Results: total sample obtained 223 patients. Most common age group were 41-50 years old with 52 people (23.3%). Women are more common with 173 people (77.6%). Denpasar City has the highest number of cases with 75 people (33.6%). The main diagnosis is papillary thyroid cancer (PTC) with 215 cases (96.4%). Stage I are most found with 140 cases (62.8%). Most widely given therapy is total thyroidectomy in 183 people (82.1%) and 124 people (55.6%) received radio ablation. Conclusion: In this study, differentiated thyroid carcinoma was mostly found in women, at the age of 41-50 years, residents living in Denpasar. Papillary thyroid cancer (PTC) as the most common type in stage I and mostly treated with total thyroidectomy. Keywords : description, differentiated thyroid carcinoma, sociodemographic
GAMBARAN KELELAHAN MATA (ASTHENOPIA) PADA MAHASISWA PROGRAM STUDI SARJANA KEDOKTERAN FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS UDAYANA ANGKATAN 2018 SETELAH BERLAKUNYA KULIAH ONLINE REFAYANTI, NI MADE ERNITA; Laksmi Utari, Ni Made; Ayu Surasmiati, Ni Made; Eka Sutyawan, I Wayan; Sudarmaja, I Made
E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 5 (2022): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2022.V11.i05.P08

Abstract

Asthenopia tergolong kejadian yang sering terjadi yang dapat menyebabkan masalah kesehatan mata. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui angka prevalensi dan gambaran kelelahan mata (asthenopia) pada mahasiswa Program Studi Sarjana Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Udayana angkatan 2018 setelah berlakunya kuliah online. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian berjenis deskriptif analitik dengan rancangan cross-sectional, sebanyak 220 sampel. Pengambilan data pada penelitian ini dilakukan dengan cara menyebarkan kuisioner melalui google form. Dari 220 sampel didapatkan prevalensi kejadian asthenopia 98.18% dengan kejadian terbanyak adalah asthenopia ringan. Didapatkan perbedaan bermakna pada distribusi asthenopia berdasarkan jenis kelamin, penggunaan laptop atau komputer (p<0,05) dan tidak ditemukan perbedaan yang bermakna pada distribusi asthenopia berdasarkan penggunaan handphone (p?0,05). Penggunaan laptop atau komputer yang lebih dari 8 jam paling banyak ditemukan pada kejadian asthenopia sedang dan berat.
HUBUNGAN PERILAKU SEDENTARY TERHADAP INDEKS MASSA TUBUH DAN LINGKAR PINGGANG PADA MAHASISWA PROGRAM STUDI SARJANA KEDOKTERAN UNIVERSITAS UDAYANA ANGKATAN 2019-2020 Sugandhi, Adhe; Ayu Widianti, I Gusti; Muliani, Muliani; Yuliana, Yuliana
E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 5 (2022): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2022.V11.i05.P15

Abstract

Sedentary behavior is the behavior of individuals who do less movement and use little energy. This has become a problem in the world and Indonesia in this era of accelerating globalization. Especially for medical students, the academic demands of students make this behavior often occur among students. Medical students are required to have good academic grades to perform complex tasks making this behavior unavoidable. The purpose of this study was to determine the relationship of sedentary behavior to body mass index and waist circumference in students of the undergraduate study program of medicine and medical professionals, Faculty of Medicine, Udayana University class of 2019-2020. This research was conducted using an analytical observational method with a cross sectional approach. The number of samples in this study amounted to 93 students with a sampling technique that is simple random sampling. Sedentary behavior, body mass index, and waist circumference were measured using a questionnaire based on the respondents' memories that were distributed online. The results of the chi-square analysis showed a significant value between sedentary behavior and body mass index (p=0.013), but not with sedentary behavior and waist circumference (p=0.553). The results of this study are expected that students can reduce sedentary behavior and increase physical activity in order to avoid a bad body mass index status.

Filter by Year

2012 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 13 No 07 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 9 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 8 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 6 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 5 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 4 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 3 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 2 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 1 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 12 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 11 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 10 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 9 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 8 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 7 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 6 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 5 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 4 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 3 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 2 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 1 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 6 (2022): Vol 11 No 06(2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 12 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 11 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 10 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 9 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 8 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 7 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 6 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 5 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 4 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 3 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 2 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 1 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 12 (2021): Vol 10 No 12(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 11 (2021): Vol 10 No 11(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 10 (2021): Vol 10 No 10(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 9 (2021): Vol 10 No 09(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 8 (2021): Vol 10 No 08(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 7 (2021): Vol 10 No 07(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 6 (2021): Vol 10 No 06(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 5 (2021): Vol 10 No 05(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 4 (2021): Vol 10 No 04(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 3 (2021): Vol 10 No 03(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 2 (2021): Vol 10 No 02(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 1 (2021): Vol 10 No 01(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 12 (2020): Vol 9 No 12(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 11 (2020): Vol 9 No 11(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 10 (2020): Vol 9 No 10(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 9 (2020): Vol 9 No 09(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 8 (2020): Vol 9 No 08(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 7 (2020): Vol 9 No 07(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 6 (2020): Vol 9 No 06(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 5 (2020): Vol 9 No 05(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 4 (2020): Vol 9 No 04(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 3 (2020): Vol 9 No 03(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 2 (2020): Vol 9 No 02(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 1 (2020): Vol 9 No 01(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 5 (2019): Vol 8 No 5 (2019): Vol 8 No 5 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 4 (2019): Vol 8 No 4 (2019): Vol 8 No 4 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 12 (2019): Vol 8 No 12 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 11 (2019): Vol 8 No 11 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 10 (2019): Vol 8 No 10 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 9 (2019): Vol 8 No 9 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 8 (2019): Vol 8 No 8 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 7 (2019): Vol 8 No 7 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 6 (2019): Vol 8 No 6 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 3 (2019): Vol 8 No 3 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 2 (2019): Vol 8 No 2 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 1 (2019): Vol 8 No 1 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 12 (2018): Vol 7 No 12 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 11 (2018): vol 7 no11 2018 E-jurnal medika udayana Vol 7 No 10 (2018): Vol 7 No 10 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 9 (2018): Vol 7 No 9 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 8 (2018): Vol 7 No 8 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 7 (2018): Vol 7 No 7 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 6 (2018): Vol 7 No 6 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 5 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 4 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 3 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 2 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 1 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 12 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 11 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 10 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 9 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 8 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 7 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 6 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 5 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 4 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 3 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 2 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 1 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 5, No 12 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5, No 11 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 10 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 9 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 8 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 7 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 6 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 5 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 4 (2016): E-jurnal medika udayana vol 5 no 3(2016):e-jurnal medika udayana vol 5 no 2(2016):e-jurnal medika udayana vol 5 no 1(2016):e-jurnal medika udayana vol 4 no 12(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 11(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 10(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 9(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 8(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 7(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 6(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 5(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 4(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 3 (2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 2 (2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 1 (2015):e-jurnal medika udayana vol 3 no 12(2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 11(2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 10(2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 9 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 8 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 7 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 6 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 5 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 4 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 3 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 2 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 1 (2014):e-jurnal medika udayana vol 2 no 12 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 11 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 10 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 9 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 8 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 7 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no6(2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no5(2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no4 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no3 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no2 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no1 (2013):e-jurnal medika udayana Vol 1 No 1 (2012): e-jurnal Medika Udayana More Issue