cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
E-Jurnal Medika Udayana
Published by Universitas Udayana
ISSN : 23031395     EISSN : 25978012     DOI : -
Core Subject : Health,
Majalah ilmiah E-Jurnal Medika Udayana menerima naskah dari mahasiswa PSPD FK UNUD, baik berupa karangan asli atau laporan penelitian, ikhtisar pustaka, laporan kasus, maupun surat-surat untuk redaksi. Naskah yang dikirimkan untuk majalah ilmiah E-Jurnal Medika Udayana adalah naskah belum pernah atau tidak akan dikirim ke majalah lain. Bahasa yang digunakan adalah bahasa Indonesia
Arjuna Subject : -
Articles 1,956 Documents
PENGARUH INTERVENSI WHATSAPP GROUP/SOCIAL MEDIA TERHADAP PENGETAHUAN, INTENSI DAN PERILAKU MENURUNKAN BERAT BADAN DI DINAS KESEHATAN DAN KELUARGA BERENCANA KOTA SABANG Sari, Imilda
E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 4 (2024): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2024.V13.i04.P05

Abstract

Kelebihan berat badan (Overweight) masih menjadi permasalahan gizi di Indonesia. Ditemukan masih banyaknya petugas kesehatan yang overweight dan belum ada program spesifik terkait penurunan berat badan yang ditujukan kepada petugas kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh intervensi whatsapp group/social media terhadap pengetahuan, intensi dan perilaku menurunkan berat badan di Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Kota Sabang. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan desain quasi experiment non equivalent dengan pretest dan posttest control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh wanita di Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Kota Sabang dengan IMT >23 sebanyak 273 responden. Cara pengambilan sampel menggunakan proportional random sampling dengan jumlah sampel pada penelitian ini sebanyak 146 responden, sebanyak 73 diantaranya merupakan kelompok intervensi dan 73 kelompok kontrol. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan perubahan pengetahuan (p=0,001), perubahan intensi (p=0,029) antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol dalam penurunan berat badan, dan tidak terdapat perbedaan perubahan perilaku (p=0,308), perubahan berat badan (0,927) antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol dalam penurunan berat badan. Disimpulkan bahwa intervensi whatsapp group/social media berpengaruh terhadap peningkatan pengetahuan dan intensi petugas kesehatan dalam penurunan berat badan.
KORELASI SIKLUS KEMOTERAPI DENGAN DERAJAT DEPRESI PADA PASIEN KANKER PAYUDARA Rahayu, Mulyati Sri; Nadira, Cut Sidrah
E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 9 (2024): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2024.V13.i09.P10

Abstract

Breast cancer is the most common cancer in women around the world, including Indonesia. Women with breast cancer are more vulnerable to psychological symptoms compared to the general population before or after treatment. Psycological symptoms such as depression, anxiety, and fatigue correlate with increasing pro-inflammatory mediators as the response to the malignancy process and also anti-cancer treatment. The psychological symptoms have a bad impact on cognitive functions and lower the quality of life of cancer patients. The research aims to determine the depression prevalence and chemotherapy cycle correlation with the severity of depression in breast cancer patients at Rumah Sakit Umum Cut Meutia, Aceh Utara Regency. This study is an analytical observational study with a cross-sectional approach. The study sample of 66 breast cancer patients undergoing chemotherapy at the Rumah Sakit Umum Cut Meutia, Aceh Utara was obtained using the consecutive sampling method in accordance with the established inclusion and exclusion criteria. The chemotherapy cycle is known from medical records and depression score assessments referring to the Depression Anxiety Stress Scales questionnaire (DASS 42). The correlation of chemotherapy cycles with depression scores was analyzed using the Spearman correlation test. The results showed that the characteristics of the sample were mostly aged 46–55 years, already in stage IV, undergoing cycle 2 or 3 chemotherapy, using an antracylin-based regimen, and not yet depressed (normal). Correlation analysis showed a positive correlation (p 0.001) of moderate degree (r = 0.42) between chemotherapy cycles and degrees of depression. It can be concluded that increasing chemotherapy cycles tends to increase the severity of depression.
HUBUNGAN ANTARA USIA DAN JENIS KELAMIN DENGAN TIPE HISTOPATOLOGI KARSINOMA TIROID DI RUMAH SAKIT DAERAH MANGUSADA Setiawan, I Made Agus; Rahayu, Luh Dewi
E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 07 (2024): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2024.V13.i07.P07

Abstract

Karsinoma tiroid merupakan kanker endokrin pada kelenjar tiroid dengan jumlah kasus yang tinggi di Indonesia. Beberapa penelitian menemukan bahwa usia dan jenis kelamin memengaruhi prognosis dari karsinoma tiroid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara usia dan jenis kelamin terhadap tipe histopatologi karsinoma tiroid. Dalam penelitian ini sampel diambil dari hasil pemeriksaan histopatologi dengan diagnosis karsinoma tiroid yang dilakukan di Laboratorium Patologi Anatomi Rumah Sakit Daerah Mangusada sejak 1 Januari 2022 hingga 31 Desember 2023. Uji statistik digunakan untuk menilai hubungan antara usia dan jenis kelamin terhadap tipe histopatologi karsinoma tiroid. Terdapat 33 pasien dengan diagnosis karsinoma tiroid di RSD Mangusada sejak tahun 2022 – 2023 dengan jumlah tertinggi terjadi pada usia 40 – 49 tahun sebanyak 12 pasien (36,4%). Kasus didominasi oleh perempuan sebanyak 27 pasien (81,8%) dengan rasio laki – laki dan perempuan 1:4,5. Papillary thyroid carcinoma merupakan tipe terbanyak yaitu 32 pasien (97%) diikuti dengan follicular thyroid carcinoma sebanyak 1 pasien (3%). Baik usia dan jenis kelamin tidak menunjukkan hubungan yang signifikan terhadap tipe histopatologi karsinoma tiroid (p > 0,05). Kata Kunci: usia, jenis kelamin, tipe histopatologi karsinoma tiroid
HUBUNGAN RIWAYAT BBLR DAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF TERHADAP KEJADIAN STUNTING PADA BALITA USIA 24-59 BULAN DI DESA CIMOHONG, KECAMATAN BULAKAMBA, KABUPATEN BREBES Maharani, Ananda Eka; Farida, Eko
E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 2 (2024): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2024.V13.i02.P03

Abstract

Stunting merupakan dampak dari akumulasi kekurangan gizi dalam jangka waktu yang lama sehingga anak memiliki tinggi badan yang lebih pendek dibandingkan dengan anak seusianya. Faktor utama penyebab stunting diantaranya adalah riwayat BBLR dan pemberian ASI eksklusif. Prevalensi stunting tahun 2022 di Kabupaten Brebes sebesar 29,1%. Desa Cimohong merupakan salah satu desa yang memiliki prevalensi stunting tertinggi di Kecamatan Bulakamba, Kabupaten Brebes. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara riwayat BBLR dan pemberian ASI eksklusif terhadap kejadian stunting pada balita usia 24-59 bulan di Desa Cimohong, Kecamatan Bulakamba, Kabupaten Brebes. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain case control. Besar sampel yang digunakan sebesar 50 balita dengan rasio 1:1. Teknik sampling yang digunakan adalah simple random sampling dengan mempertimbangkan kriteria inklusi dan eksklusi. Data diperoleh dari pengukuran antropometri, wawancara, dan pengisian kuesioner. Usia ibu, pendidikan ibu, pekerjaan ibu, dan pendapatan keluarga sebagai variabel perancu. Analisis data menggunakan analisis univariat, bivariat, dan multivariat. Analisis bivariat menggunakan uji Chi-Square dan analisis multivariat menggunakan uji regresi logistik. Hasil analisis menunjukan 95% balita terlahir dengan berat badan lahir normal dan 62% balita tidak mendapatkan ASI eksklusif. Hasil bivariat menunjukkan riwayat BBLR (p=1.000; p>0.05) dan pemberian ASI eksklusif (p=0.004; p<0.05). Hasil analisis multivariat menunjukkan hasil pemberian ASI eksklusif (p=0.003; OR=3.767; CI95%=1.561-9.089) dan pendidikan ibu (p=0.054; OR=2.446; CI95%=0.983-6.084). Pemberian ASI eksklusif merupakan salah satu faktor resiko kejadian stunting. Kata kunci : kejadian stunting, riwayat BBLR, pemberian ASI eksklusif
Asosiasi Polimorfisme Gen MMP-7-181A>G Terhadap Risiko Kanker Kolorektal di RSUP Prof. Dr. I. G. N. G. Ngoerah Bali Chandra, Christian; Wihandani, Desak Made; Supadmanaba, I Gede Putu; Dewi, Ni Nyoman Ayu
E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 5 (2024): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2024.V13.i05.P12

Abstract

Background: Colorectal cancer is the third most diagnosed cancer worldwide and ranks second as the cause of cancer-related mortality. Matrix Metalloproteinase (MMP) enzymes are known to be closely associated with the carcinogenesis of colorectal cancer. The MMP-7-181A>G polymorphism has been previously linked to the risk of various types of cancer. However, the association of the MMP-7-181A>G polymorphism with the risk of colorectal cancer has not been investigated in Indonesia. Objective: This study aims to determine the relationship between the MMP-7-181A>G polymorphism and the risk of colorectal cancer. Methods: Polymerase chain reaction (PCR) followed by Sanger sequencing was employed to obtain genotype data from 26 cases and 26 controls. Univariate and bivariate statistical analyses were conducted to determine the association of MMP-7-181A>G polymorphism to the risk of colorectal cancer by evaluating obtained Odds Ratio (OR) and p-values. Results: The distribution of the AG and GG variants in the case group was 23.1% and 3.8%, respectively. Meanwhile, the distribution of the AG and GG variants in the control group was 15.4% and 0%. Data analysis shows an insignificant increase in colorectal cancer risk in genotypes with the G allele (OR=2.02, 95% CI: 0.51-8.00, p=0.308). Conclusion: The study suggests that the MMP-7-181A>G polymorphism cannot be directly associated with colorectal cancer risk, emphasizing the need to consider multiple interactions with other MMP gene polymorphisms. Further investigations into direct associations of this polymorphism with MMP-7 expression levels in colorectal cancer lesions could help give a clearer understanding of genetic risk factors in colorectal cancer.
KORELASI DERAJAT DAN ARAH DEVIASI SEPTUM NASI TERHADAP MORFOLOGI NASAL BONE MENGGUNAKAN MODALITAS CT SCAN Umar, Irma Yani
E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 12 (2023): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2023.V12.i12.P08

Abstract

Pendahuluan : Deviasi septum nasi merupakan variasi anatomis paling sering, yang ditemukan pada hampir 80% orang dewasa. Septum nasi dapat berpengaruh terhadap pertumbuhan os nasal dan morfologi fasial. Saat ini Computed Tomography (CT) scan disarankan sebagai metode pilihan untuk memberikan gambaran detail tentang morfologi septum dan os nasal. CT scan merupakan teknik non invasif yang dapat digunakan untuk mengukur derajat dan sudut deviasi septum nasi dan luas penampang di bagian rongga hidung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi derajat dan arah deviasi septum nasi terhadap morfologi nasal bone menggunakan modalitas CT scan Metode: Desain penelitian cross-sectional dilakukan pada 85 pasien yang memenuhi syarat dan menjalani CT scan kepala. Arah deviasi septum dikategorikan kiri atau kanan, sedangkan derajat dikategorikan ringan (<9o), sedang (9-15°) dan berat (>15°). Morfologi os nasal yang dinilai mencakup ketebalan lateral nasal bone, intermediate nasal bone, sudut internasal, panjang nasal bone, jarak nasal bone ke crista maxillaris, lebar apertura piriformis. Penilaian morfologi os nasal dicatat dalam bentuk nilai median. Korelasi antara derajat dan arah deviasi septum nasi terhadap morfologi nasal bone dilakukan dengan pengujian korelasi Spearman. Hasil : Paling banyak pasien menunjukan deviasi septum ke kiri, sebanyak 47 sampel (55,3%) sedangkan pasien dengan deviasi septum ke kanan sebanyak 38 sampel (44,7%). Paling banyak pasien menunjukkan derajat deviasi sedang, sebanyak 44 sampel. Terdapat korelasi yang signifikan antara ketebalan os nasal lateral kanan dan kiri, dan ketebalan os nasal intermediat kanan dan kiri dengan arah deviasi septum nasi (P<0,001). Terdapat pula korelasi yang signifikan antara jarak os nasal dengan crista maxilaris dan lebar apertura piriformis dengan derajat deviasi septum nasi (p = 0,037; p = 0,005) Kesimpulan : Penelitian ini menunjukkan bahwa arah dan derajat deviasi septum nasi dapat mempengaruhi morfologi os nasal. Os nasal lebih tebal pada sisi yang deviasi dibandingkan sisi kontralateralnya. Temuan ini dapat menjadi pertimbangan untuk klinisi terutama sebelum melakukan tindakan operatif untuk pasien dengan deviasi septum nasi. Kata Kunci : Computerized tomography, Deviasi septum nasi, Morfologi nasal bone
PENGARUH MODEL PELATIHAN DIRECT INSTRUCTIONAL TERHADAP PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN PERSIAPAN MENYUSUI PADA IBU HAMIL DI KLINIK IDAMAN PADANG amna, fitra afrida
E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 3 (2024): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2024.V13.i03.P08

Abstract

Latar Belakang: Persiapan menyusui merupakan pengetahuan dan keterampilan pada ibu hamil untuk memberikan ASI pada bayi tanpa tambahan makanan atau minumam apapun kecuali obat dan vitamin, selama 6 bulan berturut-turut. Kasus rendahnya pengetahuan dan keterampilan persiapan menyusui pada ibu hamil setiap tahun meningkat. Berdasarkan Data dan Informasi Profil Kesehatan Indonesia tahun 2022 cakupan ASI Eksklusif meningkat menjadi 55,4 % namun data dari Dinkes Kota Padang tahun 2022 angka cakupan ASI Eksklusif sebesar 73,7%. Hal ini jauh dibawah target nasional sebesar 80%. Persiapan pemberian ASI sebaiknya mulai dilakukan saat ibu hamil secara fisik dengan cara memperhatikan nutrisi, istirahat cukup, serta mempersiapkan payudara dengan melakukan perawatan payudara. Persiapan secara psikologis dengan meyakini bahwa dirinya siap untuk menyusui, mampu menghasilkan ASI yang cukup untuk bayinya serta mendapat dukungan dari lingkungan sekitar dan petugas kesehatan. Tujuan: Untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu hamil tentang persiapan menyusui menggunakan model Pelatihan Direct Instructional yang merupakan salah satu cara untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu hamil tentang persiapan menyusui, agar ibu hamil memiliki pengetahuan dasar untuk menghasilkan ASI yang baik. Metode: Penelitian ini menggunakan quasi ekperimen. Data menggunakan kuisioner dan lembar observasi. Uji statistik menggunakan uji t-test. Analisis data disajikan untuk mengambarkan Pengaruh Pelatihan Model Direct Instructional Terhadap Pengetahuan dan Keterampilan Ibu Hamil tentang Persiapan Menyusui Di Klinik Idaman Kota Padang. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa, ada perbedaan pengetahuan dan keterampilan ibu hamil dalam mempersiapkan diri menyusui setelah diberikan pelatihan direct instructional (p = 0.000). Kesimpulan: Penelitian diharapkan dapat memberikan manfaat secara langsung dengan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu hamil dalam mempersiapkan diri untuk menyusui sebelum melahirkan, serta meningkatkan angka pemberian ASI eksklusif pada bayi di Indonesia.
KARAKTERISTIK FAKTOR RISIKO MENINGITIS BAKTERIAL PADA NEONATUS DI RSUP PROF. DR. I.G.N.G NGOERAH DENPASAR Sampe, Dhea Gracia Eliani; Mahalini, Dewi Sutriani; Witarini, Komang Ayu
E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 6 (2024): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2024.V13.i06.P16

Abstract

Bacterial meningitis in neonates is inflammation of the meninges in response to bacteria that can occur during the first 28 days of life. Bacterial meningitis is a serious problem causing neonatal deaths with various influencing factors. This research was conducted to obtain data regarding the characteristics of risk factors for bacterial meningitis in neonates at RSUP Prof. Dr. IGNG Ngoerah Denpasar. This study is retrospective, and data was taken from medical records of neonatal patients treated in the 2021-2022 period. Data are presented descriptively with sample determination using a total sampling technique. From a total of 45 samples that met the inclusion and exclusion criteria, it was found that most cases of neonatal bacterial meningitis occurred at premature gestational age <37 weeks (64.4%), 0-72 hours age group (64.4%), male gender. (51.1%), low birth weight <2500 grams (64.4%), history of asphyxia (51.1%), clinical respiratory distress (82.2%), clinical neonatal sepsis (100%), clinical jaundice neonatorum (68.9%), and use of ventilator/NIV/CPAP (82.2%). However, in this study, only distribution was obtained based on premature rupture of membranes (20%), intrauterine infection (35.6%), congenital abnormalities (26.7%), and neonates with clinical seizures (6.7%). Based on the research results, it can be concluded that the characteristic risk factors for neonates with bacterial meningitis, namely birth to mothers with preterm or premature gestational age, are more common in neonates aged 0-72 hours, which are associated with clinical EONS, male gender, LBW, history of asphyxia, clinical respiratory distress, clinical neonatal jaundice, and use of ventilator/NIV/CPAP. Keywords : Neonatal bacterial meningitis, characteristics, risk factors
HUBUNGAN ANTARA PRESTASI AKADEMIK DENGAN KEGIATAN EKSTRAKURIKULER MAHASISWA PROGRAM STUDI SARJANA KEDOKTERAN ANGKATAN 2018-2020 DI LINGKUNGAN FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS UDAYANA Dewanti, Luh Putu Ayu Mas
E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 10 (2023): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2023.V12.i10.P15

Abstract

Kegiatan ekstrakurikuler merupakan serangkaian program kegiatan belajar mengajar di luar jadwal jam pelajaran terprogram, yang dimaksudkan untuk meningkatkan cakrawala pandang mahasiswa menumbuhkan bakat dan minat serta semangat pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan ekstrakurikuler ini memiliki banyak manfaat positif yang tidak hanya berguna untuk mengisi waktu luang saja, tetapi juga dapat memotivasi mahasiswa untuk lebih menekuni bidangnya dan berpatisipasi dalam organisasi sehingga dapat berpengaruh terhadap prestasi akademik yang diraih oleh mahasiswa itu sendiri. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik, dengan menggunakan pendekatan cross-sectional. Pengambilan sampel penelitian menggunakan metode consecutive sampling dengan menggunakan rumus slovin. Dari jumlah populasi mahasiswa kedokteran angkatan 2018 hingga 2020 adalah sekitar 600 orang, yang menjadi sampel penelitian berjumlah 240 responden. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat hubungan negatif lemah (r=-0,228) antara waktu ekstrakurikuler dengan IPK, yang berarti semakin banyak waktu yang dihabiskan per minggunya untuk kegiatan ekstrakurikuler, maka IPK cenderung semakin rendah. Hasil penelitian ini menunjukkan jumlah dan jenis ekstrakurikuler tidak berpengaruh dengan IPK, namun waktu yang dihabiskan pada kegiatan ekstrakurikuler setiap minggunya berpengaruh terhadap IPK. Terdapat hubungan antara waktu yang dihabiskan untuk kegiatan ekstrakurikuler dengan IPK. Jumlah ekstrakurikuler dan jenis ekstrakurikuler tidak berpengaruh terhadap IPK. Kata kunci : Ekstrakurikuler. prestasi akademik, mahasiswa kedokteran.
PERCEIVED SOCIAL NORM DAN FEAR OF STIGMA PADA REMAJA DENGAN HIV DI KOTA PALEMBANG Ramadhani, Annisa; Etrawati, Fenny; Santri, Dwi
E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 1 (2024): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2024.V13.i01.P13

Abstract

HIV (Human Immunodeficiency Virus) merupakan penyakit yang terus berkembang dan menjadi masalah kesehatan global. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh perceived social norm terhadap fear of stigma pada remaja dengan HIV di Kota Palembang. Penelitian ini menggunakan desain penelitian studi kasus. 6 informan kunci yang telah terinfeksi HIV sebanyak 4 remaja LSL dan 2 WPS dengan rentang usia 15-24 tahun di kota Palembang. Selain itu, peneliti juga menggali informasi melalui informan kunci ahli antara lain dari Dinas Kesehatan Kota Palembang, pelaksana program HIV/AIDS di fasilitas layanan kesehatan, dan Yayasan Sriwijaya Plus. Penelitian ini menggunakan metode lalu data dianalisis menggunakan teknik content analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pandangan masyarakat terhadap penderita HIV masih cukup buruk. Masyarakat memandang penderita HIV sebagai seorang yang menjijikkan dan berdosa, menjadi aib, memiliki penyakit mematikan, dan dianggap terinfeksi karena karma. Pandangan tersebut memunculkan stigma yang akhirnya menimbulkan kesalahpahaman, penolakan, hingga diskriminasi. Akibatnya penderita takut status mereka sebagai pasien HIV diketahui keluarga, orang terdekat, dan masyarakat. Sehingga diperlukan dukungan sosial terutama dari keluarga dan orang terdekat guna menunjang kelangsungan hidup penderita HIV. Selain itu, peran petugas kesehatan diperlukan dalam mengedukasi masyarakat terkait HIV untuk menghilangkan persepsi dan perilaku buruk masyarakat kepada penderita HIV.

Filter by Year

2012 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 13 No 07 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 9 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 8 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 6 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 5 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 4 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 3 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 2 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 1 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 12 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 11 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 10 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 9 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 8 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 7 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 6 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 5 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 4 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 3 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 2 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 1 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 6 (2022): Vol 11 No 06(2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 12 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 11 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 10 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 9 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 8 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 7 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 6 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 5 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 4 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 3 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 2 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 1 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 12 (2021): Vol 10 No 12(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 11 (2021): Vol 10 No 11(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 10 (2021): Vol 10 No 10(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 9 (2021): Vol 10 No 09(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 8 (2021): Vol 10 No 08(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 7 (2021): Vol 10 No 07(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 6 (2021): Vol 10 No 06(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 5 (2021): Vol 10 No 05(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 4 (2021): Vol 10 No 04(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 3 (2021): Vol 10 No 03(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 2 (2021): Vol 10 No 02(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 1 (2021): Vol 10 No 01(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 12 (2020): Vol 9 No 12(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 11 (2020): Vol 9 No 11(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 10 (2020): Vol 9 No 10(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 9 (2020): Vol 9 No 09(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 8 (2020): Vol 9 No 08(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 7 (2020): Vol 9 No 07(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 6 (2020): Vol 9 No 06(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 5 (2020): Vol 9 No 05(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 4 (2020): Vol 9 No 04(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 3 (2020): Vol 9 No 03(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 2 (2020): Vol 9 No 02(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 1 (2020): Vol 9 No 01(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 5 (2019): Vol 8 No 5 (2019): Vol 8 No 5 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 4 (2019): Vol 8 No 4 (2019): Vol 8 No 4 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 12 (2019): Vol 8 No 12 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 11 (2019): Vol 8 No 11 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 10 (2019): Vol 8 No 10 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 9 (2019): Vol 8 No 9 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 8 (2019): Vol 8 No 8 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 7 (2019): Vol 8 No 7 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 6 (2019): Vol 8 No 6 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 3 (2019): Vol 8 No 3 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 2 (2019): Vol 8 No 2 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 1 (2019): Vol 8 No 1 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 12 (2018): Vol 7 No 12 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 11 (2018): vol 7 no11 2018 E-jurnal medika udayana Vol 7 No 10 (2018): Vol 7 No 10 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 9 (2018): Vol 7 No 9 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 8 (2018): Vol 7 No 8 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 7 (2018): Vol 7 No 7 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 6 (2018): Vol 7 No 6 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 5 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 4 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 3 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 2 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 1 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 12 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 11 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 10 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 9 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 8 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 7 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 6 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 5 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 4 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 3 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 2 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 1 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 5, No 12 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5, No 11 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 10 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 9 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 8 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 7 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 6 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 5 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 4 (2016): E-jurnal medika udayana vol 5 no 3(2016):e-jurnal medika udayana vol 5 no 2(2016):e-jurnal medika udayana vol 5 no 1(2016):e-jurnal medika udayana vol 4 no 12(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 11(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 10(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 9(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 8(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 7(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 6(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 5(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 4(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 3 (2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 2 (2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 1 (2015):e-jurnal medika udayana vol 3 no 12(2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 11(2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 10(2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 9 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 8 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 7 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 6 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 5 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 4 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 3 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 2 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 1 (2014):e-jurnal medika udayana vol 2 no 12 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 11 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 10 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 9 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 8 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 7 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no6(2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no5(2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no4 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no3 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no2 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no1 (2013):e-jurnal medika udayana Vol 1 No 1 (2012): e-jurnal Medika Udayana More Issue