cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
E-Jurnal Medika Udayana
Published by Universitas Udayana
ISSN : 23031395     EISSN : 25978012     DOI : -
Core Subject : Health,
Majalah ilmiah E-Jurnal Medika Udayana menerima naskah dari mahasiswa PSPD FK UNUD, baik berupa karangan asli atau laporan penelitian, ikhtisar pustaka, laporan kasus, maupun surat-surat untuk redaksi. Naskah yang dikirimkan untuk majalah ilmiah E-Jurnal Medika Udayana adalah naskah belum pernah atau tidak akan dikirim ke majalah lain. Bahasa yang digunakan adalah bahasa Indonesia
Arjuna Subject : -
Articles 1,956 Documents
EFEKTIVITAS EDUKASI MENGGUNAKAN MEDIA VIDEO VIRTUAL REALITY TERHADAP STATUS KEBERSIHAN GIGI DAN MULUT PADA SISWA SEKOLAH DASAR NEGERI 10 SUNGAI SAPIH KOTA PADANG Rahmawati, Laili; Lestari, Citra; Endo Mahata, Intan Batura; Ningrum, Valendriyani
E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 1 (2024): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2024.V13.i01.P08

Abstract

According to the Data and Information Centre of the Ministry of Health of the Republic of Indonesia (2018), the prevalence of caries in Indonesia is 88.8%. The World Health Organisation (WHO) reports that 60-90% of school children worldwide experience caries, with the disease being most prevalent in children aged 6-12 years. Dental caries is a disease that can infect and damage tooth structure. One of the risk factors for caries is plaque accumulation, which is associated with poor oral hygiene. The Personal Hygiene Performance Modified (PHP-M) is a method used to measure plaque on mixed teeth. This research is a quasi-experiment with a one-group pretest-posttest design. The sampling technique used was purposive sampling, with a total of 27 samples meeting the inclusion and exclusion criteria. The study found a significant improvement in oral hygiene status after participants received an educational intervention using virtual reality video media. Specifically, there was a decrease in plaque scores after brushing teeth following the intervention compared to before. The statistical analysis using the Wilcoxon test showed a significant difference with a p-value of less than 0.05. The study found that the number of students with excellent oral hygiene status increased from 15 (40.5%) before the intervention to 36 (97.3%) after the intervention. These results suggest that the use of virtual reality video media is an effective method for improving oral hygiene. Keywords: Personal Hygiene Performance Modified (PHP-M)., Virtual Reality (VR)., Oral Hygiene.
GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI PENGETAHUAN PEREMPUAN USIA REPRODUKTIF (15-49 TAHUN) DI DENPASAR MENGENAI PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN ABORSI Wedari, Ni Nyoman Ira Santi; Rustyadi, Dudut; Henky, Henky; Alit, Ida Bagus Putu
E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 4 (2024): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2024.V13.i04.P15

Abstract

Aborsi berarti penghentian kehamilan. Aborsi dapat menimbulkan efek negatif yakni risiko fisik dan psikis apabila tidak dilakukan dengan prosedur medis. Pelaksanaan abortus provocatus medicinalis diatur pada2 UU No. 36 Tahun 2009 mengenai Kesehatan serta PP No. 61 Tahun 2014 mengenai Kesehatan Reproduksi. Sedangkan abortus provokatus criminalis, menggunakan peraturan berdasarkan KUHP Buku II mengenai Kejahatan Terhadap Nyawa. Jenis rancangan penelitian ini adalah deskriptif dengan studi potong lintang (cross-sectional). Sebanyak 104 responden perempuan usia reproduktif 15-49 tahun yang bertempat tinggal di Denpasar dijadikan subjek penelitian. Data diambil menggunakan kuesioner yang berisikan identitas responden dan 20 buah pertanyaan mengenai peraturan aborsi. Tingkat pengetahuan perempuan berusia 15-49 tahun di Denpasar perihal peraturan perundang-undangan aborsi sebesar 71,6%. Beberapa faktor yang dapat memberikan pengaruh terhadap pengetahuan pada penelitian ini yaitu usia, sebagian besar responden terdiri dari perempuan berusia 20-24 tahun yakni sebanyak 43 responden (41,3%) dan tingkat pendidikan yang terbanyak yakni SMA/sederajat dengan jumlah 57 responden (54,8%). Sebagian besar responden tidak sedang bekerja yakni sebanyak 61 responden (58,7%). Serta, sebagian besar responden tidak pernah memperoleh informasi mengenai peraturan perundang-undangan aborsi yakni sebanyak 67 responden (64,4%). Kata kunci : Tingkat pengetahuan, peraturan aborsi, dan usia reproduktif
ADC value, Alzheimer, Montreal KORELASI APPARENT DIFFUSION COEFFICIENT VALUE GREY MATTER PADA MRI KEPALA DENGAN GANGGUAN KOGNITIF MENGGUNAKAN MONTREAL COGNITIVE ASSESSMENT (MoCA INA) PADA PASIEN USIA LANJUT Hernaningsih, Andi
E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 11 (2023): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2023.V12.i11.P12

Abstract

Pendahuluan : Penyakit Alzheimer ditandai dengan perubahan kortikal yang luas, hilangnya neuron, munculnya plak senilis dan neurofibrillary tangles. Meskipun diagnosis definitif didasarkan pada pemeriksaan patologis, kemajuan terbaru dalam teknik pencitraan neurologis seperti magnetic resonance imaging (MRI), dapat berkontribusi untuk diagnosis dini gangguan kognitif ringan dan penyakit Alzheimer. Apparent diffusion coefficient (ADC) merupakan teknik MRI yang dapat mencerminkan gerakan molekuler air di dalam jaringan, sehingga memberikan informasi tentang integritas jaringan. ADC dapat berperan dalam mendeteksi atrofi cerebral tahap mikroskopis sehingga merupakan marker yang potensial untuk mendeteksi neurodegeneratif dini. Penelitian ini bertujuan untuk menilai korelasi ADC value grey matter pada MRI kepala dengan gangguan kognitif menggunakan Montreal Cognitive Assessment versi Indonesia (MoCA-INA) pada pasien usia lanjut. Metode: Desain penelitian cross-sectional dilakukan pada 30 pasien berusia lebih dari 45 tahun yang memenuhi syarat dan menjalani pemeriksaan MRI kepala. Dilakukan penilaian ADC value grey matter pada hipokampus bilateral. Setelah itu dilakukan pemeriksaan MoCA-INA untuk menilai fungsi kognitif pasien. Pasien dibagi menjadi 2 kategori yaitu normal, dengan terdapat gangguan fungsi kognitif. Korelasi antara ADC value grey matter pada MRI kepala dengan gangguan kognitif menggunakan MoCA-INA pada pasien usia lanjut dinilai dengan menggunakan uji korelasi Pearson. Penilaian sensitivitas dan spesifisitas dilakukan dengan pengujian Receiver Operator Characteristic (ROC) curve Hasil : Didapatkan paling banyak pasien dengan jenis kelamin perempuan (53,3%) dan rentang usia 50-59 tahun (36,7%) dan 60-69 tahun (33,3%). Didapatkan rerata nilai ADC pada hipokampus kanan sebesar 1312,9 ± 351,8 x 10-6 mm2/detik dan hipokampus kiri sebesar 1286,9 ± 292,6 x 10-6 mm2/detik. Terdapat peningkatan rerata ADC value pada hipokampus kanan dan kiri seiring dengan peningkatan usia. Terdapat korelasi positif bermakna antara ADC value pada hipokampus kanan dan kiri dengan skor MoCA. Tingkat sensitivitas dan spesifisitas tertinggi untuk memprediksi gangguan fungsi kognitif didapatkan pada nilai cut-off sebesar 1158,5 x 10-6 mm2/detik pada hipokampus kanan dengan sensitivitas 77,8% dan spesifisitas 75% dan sebesar 1163,0 x 10-6 mm2/detik pada hipokampus kiri dengan sensitivitas 88,9% dan spesifisitas 83,3%. Kesimpulan : Penelitian ini menunjukkan bahwa penilaian ADC value hipokampus dapat menjadi alat diagnostik untuk memprediksi gangguan fungsi kognitif dengan sensitivitas dan spesifisitas yang cukup baik
CORRELATION KNOWLEDGE LEVEL WITH ATTITUDE READINESS TO DO VACCINATION HUMAN PAPILLOMAVIRUS AT SENIOR HIGH SCHOOL STUDENTS 3 CITY OF BIMA Ahmad, Nurmi; Budiana, I Nyoman Gede; Surya, I Gede Ngurah Harry Wijaya; Pangkahila, Evert Solomon
E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 8 (2024): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2024.V13.i08.P13

Abstract

ABSTRAK Pendahuluan: Kanker serviks merupakan jenis tumor ganas yang bisa mengenai lapisan permukaan serviks. HPV memiliki pengaruh besar terhadap kejadian kanker serviks, vaksinasi HPV merupakan pilihan ideal untuk program pencegahan kanker serviks, namun untuk melakukan vaksinasi HPV tentunya dipengaruhi oleh pengetahuan dan sikap. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan tentang kanker serviks dengan sikap kesediaan melakukan vaksinasi human papillomavirus pada siswi Sekolah Menengah Atas Negeri 3 Kota Bima. Metode : Penelitian deskriptif analitik ini menggunakan data primer yang di analisis dengan desain cross-sectional terhadap populasi siswa Sekolah Menengah Atas Negeri 3 Kota Bima sebanyak 193 sampel dengan melakukan pengambilan data menggunakan kuesioner. Hasil : Siswi yang memiliki tingkat pengetahuan baik 63,7%, siswi yang memiliki tingkat pengetahuan kurang 36,3%. Siswi yang memberikan sikap mendukung melakukan vaksinasi HPV 66,3%, siswi yang memberikan sikap tidak mendukung melakukan vaksinasi HPV 33,7%. Hubungan pengetahuan dengan sikap kesediaan melakukan vaksinasi HPV dari hasil analisis chi square memiliki hubungan signifikan dengan sikap kesediaan melakukan vaksinasi human papillomavirus (HPV) dengan p = 0,037 (p-value <0,05). Simpulan: Dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan dengan sikap kesediaan melakukan vaksinasi human papillomavirus. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai faktor lain yang mempengaruhi sikap mendukung terhadap kesediaan melakukan vaksinasi human papillomavirus. Kata kunci : kanker serviks, vaksin HPV, pengetahuan, sikap.
INCIDENCE OF HYPOTENSION AND NAUSEA VOMITING IN SUBARACHNOID BLOCK ANESTHESIA TECHNIQUE IN CESAREAN SURGERY Nandaswari, Ni Made Nilam; Parami, Pontisomaya; Suranadi, I Wayan; Senapathi, Tjokorda Gde Agung
E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 3 (2024): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2024.V13.i03.P03

Abstract

Hypotension and nausea vomiting are common side effects in patients undergoing cesarean surgery with subarachnoid block anesthesia techniques. Cases of hypotension and nausea vomiting in this case are often found but research data in Indonesia, especially in Bali, is still very limited. Therefore, this research is important to do with the aim of knowing the incidence of hypotension and nausea vomiting in cesarean surgery with the subarachnoid block anesthesia technique at Prof. Dr. I.G.N.G Ngoerah General Hospital Denpasar. This study used a prospective cross-sectional observational descriptive method. The study data were taken from the presence or absence of hypotension and nausea vomiting during and after cesarean surgery from April 2022 – June 2022. The data were analyzed using Microsoft Excel 2013 software to obtain characteristics of patient demographic data in the form of maternal age and gestational age, patient distribution based on height of sensory blockade, type and dose of antiemetics, type and dose of opioids, bleeding, incidence of hypotension, and incidence of nausea vomiting. The results showed that the number of patients who experienced hypotension was 13 people (28.3%), and those who did not experience hypotension were 33 people (71.7%). A total of 30 people (65.2%) patients did not experience nausea vomiting, 8 people (17.4%) experienced nausea and 8 people (17.4%) experienced vomiting. By taking good precautions, it can reduce the side effects of hypotension and nausea vomiting.
EVALUATING THE EFFECTIVENESS OF ANATOMY AND HISTOLOGY PRACTICUM DURING COVID-19 PANDEMIC AT FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS WARMADEWA Evayanti, Luh Gde; Sumadewi, Komang Trisna; Witari, Ni Putu Diah; Suka Astini, Dewa Ayu Agung Alit; Kerans, Fransiscus Fiano Anthony; Dewi, A.A.Ayu Asri Prima; Ekayani, Ni Wayan Diana
E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 6 (2024): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2024.V13.i06.P11

Abstract

The implementation of anatomy and histology practical sessions at Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Warmadewa during the Covid-19 pandemic still has many variations. This difference in implementation will have an influence on the achievement of student learning. This research aims to evaluate the knowledge of anatomy and histology among students by giving asynchronous learning, pre-test, post-test and practicum exam. This study using cross-sectional approach. 124 participants are 3th semester students whose active status at FKIK Universitas Warmadewa. The primary data were collected directly from practical sessions and practicum exam. The pre-test and post-test data were analyzed using paired-T test (p<0.05). The post-test and practicum exam were analyzed using Spearman rho (p<0.05). In anatomical practicum, there is an increase in post-test scores when compared to pre-test although not significant (p = 0.119). Anatomical practicum exam results have a meaningful positive correlation with post-tests (p = 0.013, r = 0.22). In histological practicum there was a significant increase in post-test scores when compared to pre-tests (p = 0.013), although practicum exam results were not significantly correlated with post-test (p = 0.410). Based on this study, improvements are needed related to technical of anatomical and histological practicums, as well as provisions related to practicums so that activities are structured
PERAN TERAPI HBO TERHADAP PERBAIKAN KLINIS DAN KUALITAS HIDUP PASIEN DEPRESI devi, ismylatifa; Rahardjo, Indarwati Mulio; Ayu P, Intan Tiara; Azizah, Ismi; Mardinata P, Ivan; Nandaka, I Ketut Tirka; Poerwanto, Eka
E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 07 (2024): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2024.V13.i07.P16

Abstract

ABSTRAK Depresi adalah gangguan mood dengan gejala merasa kosong, kelelahan yang berlebihan, hilang motivasi untuk beraktivitas hingga menimbulkan keinginan untuk bunuh diri. Berdasarkan data WHO bunuh diri pada orang depresi merupakan salah satu penyebab utama kematian pada usia produktif. Terapi Oksigen Hiperbarik (HBOT) adalah terapi pemberian oksigen 100% dalam tekanan lebih dari 1 ATA. Beberapa studi menunjukkan manfaat signifikan dari HBOT pada tubuh, salah satunya meningkatkan produksi antioksidan tubuh. Studi ini akan mengkaji lebih lanjut mengenai peran HBOT terhadap perbaikan klinis dan kualitas hidup pasien depresi yang diukur melalui kuisioner HDRS dan BDI. Desain studi adalah kuasi eksperimen, sebanyak 7 pasien dilakukan pemeriksaan tingkat depresi dengan kuisioner HDRS dan BDI. Pasien dengan skor di atas 10 (menunjukkan depresi ringan-berat) selanjutnya mengisi kuisioner untuk kualitas hidup. Setelah penilaian dengan kuisioner, pasien mendapatkan terapi oksigen hiperbarik selama 5 hari. Setelah pemberian HBOT dilakukan pemeriksaan ulang perbaikan klinis dan kualitas hidup. Hasil penelitian menunjukkan pada sebelum dan sesudah terapi HBO terdapat perubahan pada perbaikan klinis melalui penilaian HDRS (p=0.001) dan BDI (p=0.012) dan kualitas hidup pasien dengan penilaian WHOQOL domain 1 (p=0.014), domain 2 (p=0.071), domain 3 (p=0.022), domain 4 (p=0.013). Perubahan signifikan (p<0.005) pada hasil pretest dan posttest menunjukkan perbaikan klinis dan kualitas hidup pasien meningkat sebelum dan sesudah terapi HBO. Kata kunci : Depresi, Terapi Oksigen Hiperbarik, Kualitas Hidup
PROPORTION AND CHARACTERISTIC OF MYOGENIC LOW BACK PAIN IN UNDERGRADUATE MEDICAL STUDENTS OF UDAYANA UNIVERSITY CLASS OF 2020 Candra, Alamanda; Widyadharma, I Putu Eka; Tini, Kumara; Wijayanti, Ida Ayu Sri
E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 2 (2024): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2024.V13.i02.P12

Abstract

Myogenic low back pain is one type of low back pain that is common but often undiagnosed. Medical students are packed with lecture and study activities so they are more at risk of experiencing low back pain. This study is to determine the proportion, characteristics of sufferers and characteristics of myogenic low back pain in medical students at Udayana University class of 2020. This study is a descriptive cross-sectional study with a sample size of 90 people who meet the inclusion criteria. Sampling using consecutive sampling method. Data collection by filling out an online questionnaire via Google Form and checking the presence of MPS through palpation by a neurology resident. Data analysis was performed using SPSS version 25. The proportion of myogenic low back pain sufferers in medical student class of 2020, Udayana University was 26.7%. The characteristics of the majority of sufferers were 20 years old (41.7%), female (70.8%), normal BMI (91.7%), occasional exercise (62.5%), sitting duration ?4 hours (95.8%), and hunched sitting position (75%). The characteristics of myogenic low back pain were mostly acute (62.5%), pain was felt gradually (62.5%), and the pain scale was mild (54.2%). Respondents mostly chose non-pharmacological therapy by lying down or stretching (95.8%). Out of the 90 respondents who were included in the inclusion criteria in this study, there were 24 (26.7%) respondents who experienced myogenic low back pain with different characteristics from previous studies. Further research with a larger population and causal relationship studies needs to be done to find out the exact cause of myogenic low back pain and how to avoid it.
PERBANDINGAN AKURASI DIAGNOSTIK RADIOGRAFI PRONE CROSSTABLE LATERAL VIEW DENGAN ULTRASONOGRAFI TRANSPERINEAL DALAM MENENTUKAN LETAK MALFORMASI ANOREKTAL Fadhil, Muhammad; Murtala, Bachtiar; Rauf, Rafikah; Zainuddin, Andi Alfian
E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 6 (2024): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2024.V13.i06.P02

Abstract

Malformasi anorektal (MAR) merupakan spektrum luas dari kelainan pembentukan anus dan rektum mulai dari stenosis hingga agenesis anorektal. Adapun prevalensi MAR di seluruh dunia 1 per 5000 kelahiran hidup walaupun pada beberapa wilayah tertentu ditemui lebih banyak. Pendekatan radiografi dan ultrasonografi dalam menentukan letak malformasi anorectal sangat berguna dalam membantu menentukan Tindakan operasi baik melalui limited PSARP ataupun dengan colostomy. Penelitian ini bertujuan menentukan perbandingan akurasi diagnostic radiografi prone cross table lateral view dengan ultrasonografi dalam menentukan letak malformasi anorectal. Sample penelitian adalah semua pasien yang didiagnosa malformasi anorectal di Rumah Sakit Dr. Wahidin Sudirohusodo dan Rumah Sakit Universitas Hasanuddin Makassar dari bulan Desember 2022 hingga Agustus 2023 dengan jumlah sampel sebanyak 35 sampel yang memenuhi kriteria inklusi. Uji statistik menggunakan ROC curve dan AUC untuk menentukan cutoff dari MAR serta dilakukan perhitungan sensitivitas, spesifitas, NPV, dan PPV. Pada penelitian ini untuk radiografi didapatkan nilai sensitivitas 100%, spesifisitas 85.7 %, nilai prediksi positif (PPV) 97%, Nilai Prediksi negatif (NPV) 100% dan akurasi 96%. Pada penelitian ini untuk ultrasonografi didapatkan nilai sensitivitas 100%, spesifisitas 85.7 %, nilai prediksi positif (PPV) 97%, Nilai Prediksi negatif (NPV) 100% dan akurasi 96%. Disimpulkan bahwa Akurasi diagnostik radiografi prone cross-table lateral view sebanding dengan ultrasonografi transperineal dalam menentukan letak malformasi anorectal. Kata Kunci : Malformasi anorektal, radiografi prone cross-table lateral view, ultrasonografi transperineal
Prevalensi dan Tingkat Keparahan Low Back Pain pada Penjahit Citra Indah Konveksi di Tabanan Dhania, A.A. Putri Risma; Ayu Widianti, I Gusti; ., Muliani; ., Yuliana
E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 12 (2023): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2023.V12.i12.P17

Abstract

The human need for clothing is increasing and developing over time. This also has an impact on convection tailors because convection tailors work in the same position for a long period of time and ultimately cause impacts such as low back pain in the future. This study aims to determine the prevalence dan severity level of low back pain in Citra Indah Konveksi tailors. The research design is descriptive observational with cross-sectional design where data collection is only done once for each respondent using primary data from a questionnaire. A total of 14 respondents were selected by purposive sampling or by considering inclusion and exclusion. The results of this study showed that of the 14 respondents who were included in the inclusion criteria, low back pain had the greatest incidence in female respondents (55.5%), with normoweight and obese BMI (33.3%), age range 41-55 (66,6%). Most of the were experiencing non radiating pain (55,6%), acute low back pain (88,9%), and they are in category of mild disability (55,6%). Respondents who were included in the inclusion criteria in this study, there were 9 respondents (64,2%) experienced low back pain and who had a severity level with no disability of 2 respondents (11.1%), mild disability of 5 respondents (55.6%), moderate disability of 1 respondent (11.1%), severe disability of 1 respondent (11.1 %). Keywords: Low Back Pain, Prevalence, Convection tailors

Filter by Year

2012 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 13 No 07 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 9 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 8 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 6 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 5 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 4 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 3 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 2 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 1 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 12 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 11 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 10 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 9 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 8 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 7 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 6 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 5 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 4 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 3 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 2 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 1 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 6 (2022): Vol 11 No 06(2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 12 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 11 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 10 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 9 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 8 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 7 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 6 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 5 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 4 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 3 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 2 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 1 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 12 (2021): Vol 10 No 12(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 11 (2021): Vol 10 No 11(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 10 (2021): Vol 10 No 10(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 9 (2021): Vol 10 No 09(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 8 (2021): Vol 10 No 08(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 7 (2021): Vol 10 No 07(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 6 (2021): Vol 10 No 06(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 5 (2021): Vol 10 No 05(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 4 (2021): Vol 10 No 04(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 3 (2021): Vol 10 No 03(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 2 (2021): Vol 10 No 02(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 1 (2021): Vol 10 No 01(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 12 (2020): Vol 9 No 12(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 11 (2020): Vol 9 No 11(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 10 (2020): Vol 9 No 10(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 9 (2020): Vol 9 No 09(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 8 (2020): Vol 9 No 08(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 7 (2020): Vol 9 No 07(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 6 (2020): Vol 9 No 06(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 5 (2020): Vol 9 No 05(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 4 (2020): Vol 9 No 04(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 3 (2020): Vol 9 No 03(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 2 (2020): Vol 9 No 02(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 1 (2020): Vol 9 No 01(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 5 (2019): Vol 8 No 5 (2019): Vol 8 No 5 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 4 (2019): Vol 8 No 4 (2019): Vol 8 No 4 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 12 (2019): Vol 8 No 12 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 11 (2019): Vol 8 No 11 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 10 (2019): Vol 8 No 10 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 9 (2019): Vol 8 No 9 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 8 (2019): Vol 8 No 8 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 7 (2019): Vol 8 No 7 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 6 (2019): Vol 8 No 6 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 3 (2019): Vol 8 No 3 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 2 (2019): Vol 8 No 2 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 1 (2019): Vol 8 No 1 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 12 (2018): Vol 7 No 12 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 11 (2018): vol 7 no11 2018 E-jurnal medika udayana Vol 7 No 10 (2018): Vol 7 No 10 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 9 (2018): Vol 7 No 9 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 8 (2018): Vol 7 No 8 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 7 (2018): Vol 7 No 7 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 6 (2018): Vol 7 No 6 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 5 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 4 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 3 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 2 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 1 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 12 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 11 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 10 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 9 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 8 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 7 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 6 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 5 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 4 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 3 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 2 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 1 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 5, No 12 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5, No 11 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 10 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 9 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 8 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 7 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 6 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 5 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 4 (2016): E-jurnal medika udayana vol 5 no 3(2016):e-jurnal medika udayana vol 5 no 2(2016):e-jurnal medika udayana vol 5 no 1(2016):e-jurnal medika udayana vol 4 no 12(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 11(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 10(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 9(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 8(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 7(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 6(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 5(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 4(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 3 (2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 2 (2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 1 (2015):e-jurnal medika udayana vol 3 no 12(2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 11(2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 10(2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 9 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 8 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 7 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 6 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 5 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 4 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 3 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 2 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 1 (2014):e-jurnal medika udayana vol 2 no 12 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 11 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 10 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 9 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 8 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 7 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no6(2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no5(2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no4 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no3 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no2 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no1 (2013):e-jurnal medika udayana Vol 1 No 1 (2012): e-jurnal Medika Udayana More Issue