cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
E-Jurnal Medika Udayana
Published by Universitas Udayana
ISSN : 23031395     EISSN : 25978012     DOI : -
Core Subject : Health,
Majalah ilmiah E-Jurnal Medika Udayana menerima naskah dari mahasiswa PSPD FK UNUD, baik berupa karangan asli atau laporan penelitian, ikhtisar pustaka, laporan kasus, maupun surat-surat untuk redaksi. Naskah yang dikirimkan untuk majalah ilmiah E-Jurnal Medika Udayana adalah naskah belum pernah atau tidak akan dikirim ke majalah lain. Bahasa yang digunakan adalah bahasa Indonesia
Arjuna Subject : -
Articles 1,956 Documents
KARAKTERISTIK PASIEN KATARAK PADA ANAK YANG TELAH DILAKUKAN OPERASI DI RSUP PROF. DR. I.G.N.G. NGOERAH PERIODE 1 JANUARI - 31 DESEMBER 2021 Millah, Nurhidayatul; Surasmiati, Ni Made Ayu; -, Siska
E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 1 (2024): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2024.V13.i01.P05

Abstract

ABSTRAK Katarak tengah menjadi persoalan kesehatan di dunia, pada data World Health Organization (WHO) disebutkan bahwa katarak berkontribusi sekitar 51% sebagai penyebab utama kebutaan di dunia. Insiden katarak di Indonesia diperkirakan 0,1% setiap tahun, maka di antara 1.000 orang ditemukan satu orang pengidap katarak yang baru setiap tahunnya. Masyarakat Indonesia cenderung berisiko 15 tahun lebih cepat menderita katararak daripada masyarakat yang tinggal di daerah yang beriklim subtropis. Diperkirakan kebutaan yang dialami oleh anak-anak di seluruh dunia kurang lebih 5-20% disebabkan oleh katarak, dan sekitar 20.000 – 40.000 anak lahir dengan katarak kongenital setiap tahunnya. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui karakteristik pasien katarak pada anak yang telah dilakukan operasi di RSUP Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah periode 1 januari – 31 desember 2021. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif retrospektif dengan pendekatan studi potong lintang, data diambil pada catatan rekam medis pasien. Sampel penelitian ini adalah pasien anak yang didiagnosis katarak dan dioperasi di RSUP Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah pada periode 1 Januari hingga 31 Desember 2021. Hasil studi ini menunjukkan bahwa terdapat 18 pasien katarak pada anak yang telah dilakukan operasi. Rerata usia pasien saat terdiagnosis adalah 3,61 ± 3,15 tahun dan kelompok rentang usia paling banyak adalah 2 – 5 tahun (50,0%), mayoritas berjenis kelamin perempuan (61,1%). Lateralitas terbanyak yaitu bilateral (55,6%) dengan etiologi paling banyak adalah idiopatik (44,4%). Rerata usia pasien saat dioperasi adalah 4,06 ± 3,12 tahun dan kelompok rentang usia paling banyak adalah 2 – 5 tahun (44,4%). Jenis katarak terbanyak adalah katarak kongenital (66,7%). Seluruh pasien katarak pada anak tidak ditemukan memiliki riwayat keluarga yang menderita katarak (100%). Dapat disimpulkan bahwa katarak pada anak yang telah dilakukan operasi lebih banyak didiagnosis pada usia 2 – 5 tahun dan paling sering ditemukan pada anak perempuan. Mayoritas katarak adalah bilateral dengan etiologi idiopatik. Mayoritas pasien katarak pada anak menjalani operasi pada saat berusia 2 – 5 tahun. Jenis katarak terbanyak adalah katarak kongenital. Semua pasien tidak memiliki riwayat keluarga katarak. Kata kunci: katarak pada anak, karakteristik, usia
POTENSI EKSTRAK DAUN SAMBILOTO (Andrographis paniculata) SEBAGAI LARVASIDA TERHADAP LARVA NYAMUK Aedes aegypti Pratisthita Sukadana, I Made Ananda Prajna; Sudarmaja, I Made; Swastika, I Kadek; Damayanti, Putu Ayu Asri
E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 4 (2024): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2024.V13.i04.P12

Abstract

ABSTRAK Demam berdarah dengue (DBD) merupakan suatu penyakit endemik yang tidak asing bagi masyarakat Indonesia bahkan menjadi masalah kesehatan dunia. DBD disebabkan oleh virus RNA rantai tunggal, yaitu dengue virus1 yang penyebarannya mengalami pola perubahan dari siklik menjadi tidak teratur sehingga berdampak pada peningkatan kasus DBD itu sendiri2. Pemerintah berupaya mencegah penyebaran kasus DBD dengan memutus rantai perkembangbiakan nyamuk aedes aegypti dengan menggunakan insektisida sintetik atau kimia. Namun, pencegahan menggunakan metode ini memberikan dampak buruk bagi lingkungan maupun kesehatan manusia. Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian untuk mengkaji potensi ekstrak daun sambiloto sebagai larvasida nabati terhadap larva nyamuk aedes aegypti. Penelitian ini merupakan studi eksperimental sesungguhnya dengan rancangan randomized posttest only control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh larva aedes aegyptiyang dikembangbiakan di Laboratorium Parasitologi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana dengan besar sampel sebanyak 600 sampel larva yang terbagi menjadi 400 sampel kelompok uji (P1, P2, P3, dan P4) serta 200 sampel kelompok kontrol (P0 dan P5). Hasil analisis ANOVA dan chi square menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun Sambiloto (Andrographis paniculata) aktif sebagai larvasida pada konsentrasi efektif 1,390% dengan waktu kontak 24 jam. Daun Sambiloto aktif sebagai larvasida karena mengandung senyawa golongan fenolat, alkaloid, flavonoid, dan terpenoid. Kata kunci: Demam Berdarah Dengue, Ekstrak Sambiloto, Konsentrasi aktif
Tingkat Pengetahuan Dalam Membersihkan Telinga Pada Mahasiswa Program Studi Sarjana Kedokteran Dan Profesi Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Udayana Angkatan 2019 Dan 2020 Wijaya, Visakha Karuna; Rahayu, Made Lely; Saputra, Komang Andi Dwi
E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 11 (2023): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2023.V12.i11.P09

Abstract

Latar Belakang: Serumen merupakan kombinasi dari sekresi kelenjar minyak dan kelenjar keringat yang melindungi liang telinga dari air, trauma, benda asing, serta infeksi. Kanalis akustikus eksterna memiliki mekanisme alami dalam mengeluarkan serumen dari liang telinga melalui gerakan rahang. Membersihkan telinga sendiri dengan memasukkan benda ke dalam liang telinga justru mengganggu mekanisme alami tersebut dan dapat menimbulkan gangguan telinga. Tujuan: Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tingkat pengetahuan dalam membersihkan telinga pada mahasiswa PSSKPD FK Unud angkatan 2019 dan 2020. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian potong lintang deskriptif. Stratified random sampling digunakan sebagai teknik pengambilan sampel. Subjek penelitian berjumlah 102 mahasiswa yang terdiri dari masing-masing 51 mahasiswa angkatan 2019 dan 2020. Kuesioner didistribusikan secara daring untuk menilai tingkat pengetahuan dan perilaku membersihkan telinga. Data dianalisis dengan SPSS versi 20. Hasil: Hanya 16 mahasiswa (15,7%) yang memiliki tingkat pengetahuan baik dan masing-masing 43 mahasiswa (42,2%) memiliki tingkat pengetahuan cukup dan kurang. Mayoritas mahasiswa angkatan 2019 memiliki tingkat pengetahuan cukup (23,5%) sedangkan mahasiswa angkatan 2020 memiliki tingkat pengetahuan kurang (23,5%). Cotton buds merupakan alat pembersih telinga yang paling banyak digunakan (79,4%). Frekuensi pembersihan terbanyak yaitu seminggu sekali (23,5%).
Hubungan Anemia pada Ibu Ketika Hamil dengan Kejadian Stunting pada Balita di Daerah Lokus Stunting Kabupaten Lombok Utara Suryantini, Ni Kadek Mega; Nurbaiti, Lina; Parwata, Wayan Sulaksmana Sandhi
E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 8 (2024): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2024.V13.i08.P10

Abstract

Stunting in toddlers is a global problem. Stunting can arise because of different factors associated with the growth and development process and chronic malnutrition within the long time that takes place for the duration of the 1.000 First Days of Life (HPK). Stunted toddlers have a lower length or height when compared to their peers and result in non-optimal development of cognitive, motor, and verbal. This observe to decide the connection among anemia in mothers while pregnant with the occurrence of stunting in toddlers withinside the stunting locus location of North Lombok Regency. This studies with a type of analytical design with a cross-sectional approach. The subjects of the study were mothers who had toddlers aged 0-24 months totaling 106 respondents in the Stunting Locus of North Lombok Regency which was carried out using stratified random sampling techniques. Data collection obtained from the Maternal and Child Health book (KIA) and a questionnaire with bivariate data analysis using the chi square test. The consequences confirmed that there were 28.3% of mothers who experienced anemia while pregnant and 50.9% of stunting toddlers in the Stunting Locus of North Lombok Regency. The results of the bivariate test using the chi-square method obtained a p value of 0.459 (p>0.05) which confirmed that there was no significant relationship among anemia in mothers while pregnant and the occurrence of stunting in toddlers withinside the stunting locus of North Lombok Regency.
NILAI DIAGNOSTIK CT SCAN ABDOMEN DAN MRCP DALAM PENENTUAN KAUSA OBSTRUKSI SALURAN BILIER Badjeber, Alvia Novita; Murtala, Bachtiar; Muis, Mirna; Alfian, Andi; Daud, Nu’man As
E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 8 (2024): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2024.V13.i08.P04

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai diagnostik CT Scan Abdomen dan MRCP dalam penentuan kausa obstruksi saluran bilier. Penelitian ini dilaksanakan di Departemen Radiologi RSUP dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar dengan jumlah sampel sebanyak 41 sampel yang masuk kriteria inklusi. Analisis dilakukan terhadap pemeriksaan CT scan abdomen dan MRCP pasien dengan obstruksi saluran bilier untuk menentukan penyebab dan lokasi obstruksi. Selanjutnya dilakukan perbandingan hasil dengan pemeriksaan dengan laporin operasi. Hasil penelitian menunjukkan MDCT scan abdomen memiliki sensitivitas 67% dengan spesifisitas 100% dalam mendiagnosa batu; sensitivitas 100% dan spesifisitas 77.5% dalam mendiagnosa striktur jinak; sensitivitas 88% dan spesifisitas 100% dalam mendiagnosa massa, sedangkan MRCP memiliki sensitivitas 83.3% dengan spesifisitas 100% dalam mendiagnosa batu; sensitivitas 100% dengan spesifisitas 86.8% dalam mendiagnosis striktur jinak, sensitivitas 88% dan spesifisitas 100% dalam mendiagnosis massa. Terdapat kesesuaian hasil diagnosa antara MDCT Scan abdomen dan MRCP dengan hasil operasi untuk penentuan kausa dan lokasi obstruksi saluran biliaris. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa MRCP memiliki nilai diagnostic accuracy, sensitivity, dan spesivisity yang lebih tinggi dibandingan CT scan abdomen dalam menentukan penyebab dan lokasi obstruksi saluran biliaris. Kata Kunci : MDCT scan abdomen, MRCP, obstruksi saluran bilier
Karakteristik Klinikopatologi Psoriasis di RSUP Prof. Dr. I G. N. G. Ngoerah Denpasar Periode Tahun 2011-2021 -, Jerry; Saputra, Herman; Ekawati, Ni Putu; Sumadi, I Wayan Juli
E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 3 (2024): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2024.V13.i03.P02

Abstract

Psoriasis is a skin disease that can affect all ages. Many people think that skin diseases do not endanger human life, but psoriasis can be complicated into a more serious disease. This study aims to determine the clinicopathological characteristics of psoriasis at Prof. Dr. I G. N. G. Ngoerah Central Hospital Denpasar in 2011-2021. This study used a cross-sectional design with total sampling from secondary data at the Anatomical Pathology Installation of Prof. Dr. I G. N. G. Ngoerah Denpasar. Of the 75 samples obtained, the most cases of psoriasis were psoriasis vulgaris (54.7%) which was dominated by male patients (70.7%), where most cases occurred in the age group of 31-40 years (24.0%). Most of the lesions were found locally, especially on the body area (54.7%). Of all medical record data that included family history (21.3%), all cases stated that there was no family history of psoriasis. Most of patients’ main complaints were red spots (57.3%). The majority of patients had a match between the clinical diagnosis and the clinicopathological diagnosis (73.3%). These findings can provide insight into the clinicopathological characteristics of psoriasis so that it can be detected as early as possible and given appropriate treatment. It is necessary to carry out further analytical research to look for the relationship between various variables.
GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN REMAJA PUTRI TERHADAP MENSTRUASI DAN MENSTRUAL HYGIENE DI SMP SANTO YOSEPH DENPASAR Gunawan, Regina; Suryawati, Nyoman; Indira, I Gusti Ayu Agung Elis; Darmaputra, I Gusti Nyoman
E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 6 (2024): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2024.V13.i06.P08

Abstract

Masa remaja merupakan salah satu tahapan dalam perkembangan hidup manusia yang ditandai dengan pubertas. Pubertas pada remaja putri dikenal dengan istilah menarche atau terjadinya menstruasi pertama kali. Menstruasi adalah pengeluaran darah dari mukosa uterus disertai dengan pelepasan (deskuamasi) endometrium yang terjadi secara periodik dan siklis. Minimnya informasi yang didapatkan remaja putri mengenai menstruasi dan menstrual hygiene akan mempengaruhi tingkat pengetahuannya sehingga dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan seperti iritasi, infeksi, dan inflamasi pada area genitalia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan remaja putri terhadap menstruasi dan menstrual hygiene di SMP Santo Yoseph Denpasar. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan studi potong lintang (cross-sectional). Subjek penelitian berjumlah 150 orang remaja putri yang berada di SMP Santo Yoseph Denpasar. Data diperoleh berdasarkan data primer berupa kuesioner untuk mengukur tingkat pengetahuan menstruasi dan menstrual hygiene. Pengolahan dan analisis data menggunakan program SPSS versi 26.0. Hasil penelitian menunjukkan paling banyak bertingkat pengetahuan baik terhadap menstruasi maupun menstrual hygiene dengan masing-masing berjumlah 75 orang (50%) dan 77 orang (51,3%). Usia 14 tahun menjadi usia bertingkat pengetahuan baik terbanyak yang sejalan dengan karakteristik kelasnya dimana terbanyak berada pada kelas IX. Pendidikan terakhir ayah dan ibu didominasi oleh tamatan perguruan tinggi serta paling banyak didapatkan bertingkat pendapatan sangat tinggi. Sumber informasi mayoritas berasal dari ibu.
PERBANDINGAN EFEKTIVITAS HAND SANITIZER BERMEREK DAN HAND SANITIZER TANPA MEREK TERHADAP TOTAL KOLONI BAKTERI DI TANGAN Indraningrat, Anak Agung Gede; Herawati, Putri
E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 9 (2024): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2024.V13.i09.P16

Abstract

Bakteri adalah kelompok mikroorganisme bersel tunggal dengan konfigurasi selular prokariotik yang tersebar luas di alam, udara, tanah, air dan di tubuh manusia atau hewan. Tangan adalah salah satu bagian tubuh manusia yang sering terkontaminasi oleh bakteri, sehingga mencuci tangan menggunakan hand sanitizer adalah salah satu cara yang dipakai untuk membersihkan tangan apabila sabun dan air mengalir tidak tersedia. Jenis produk hand sanitizer yang beredar di masyarakat semakin beragam, dari hand sanitizer bermerek yang telah terdaftar di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) hingga hand sanitizer tanpa merek yang diproduksi sendiri oleh sejumlah masyarakat sehingga belum diketahui efektivitasnya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbandingan efektivitas hand sanitizier bermerek dan hand sanitizier tanpa merek terhadap total koloni bakteri di tangan. Penelitian quasi experiment telah dilakukan menggunakan rancangan penelitian one grup pretest-posttest design dengan melibatkan 10 orang pegawai cleaning service FKIK Unwar sebagai responden. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon dan uji Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan signifikan sebelum dan sesudah perlakuan hand sanitizer bermerek (P = 0,046 atau P < 0,05) dan tidak terdapat perbedaan signifikan sebelum dan sesudah perlakuan hand sanitizer tanpa merek (P= 0,161 atau P > 0,05). Efektivitas hand sanitizer bermerek dalam menurunkan angka bakteri sebesar 85% dan hand sanitizer tanpa merek sebesar 71%. Hasil ini mengindikasikan bahwa efektivitas hand sanitizer bermerek dan hand sanitizer tanpa merek tidak berbeda dalam menurunkan angka bakteri di tangan (P = 0,846 atau P > 0,05).
THE RELATIONSHIP OF THE LEVEL OF MALOCLUSION SEVERITY BASED ON THE ICON (INDEX OF COMPLEXITY, OUTCOME AND NEED) WITH THE RISK OF CARIES JUDGED FROM THE PLAQUE ATTACHMENT IN ADOLESCENTS AT TABANAN Hutomo, Louise Cinthia; Anggraini, Ni Luh Putu Mira
E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 07 (2024): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2024.V13.i07.P13

Abstract

Malocclusion is a frequent problem that can be found at the oral and dental health care. Individual’s abnormal teeth condition with malocclusion can become a risk to caries, this condition happen because of difficulty to clean teeth mechanically when brushing teeth. This study trying to find the correlation between orthodontic treatment need with risk of caries. This research is an analytical observational research with a cross sectional study design. The sampling process was done by using multistage random sampling which taken from seventh, eighth, and ninth class of the SMP N 2 Marga (Junior High School). Total number of samples are 90 people with same distribution for each class. Orthodontic treatment need can be measured by ICON (Index of Complexity, Outcome and Need) and risk of caries can be determined by GC Tri Plaque ID Gel that applied for all samples. Statistic hypothesis of this study tested using non parametric test such as Spearman Rank Correlation. The results showed that samples that did not need orthodontic treatment experienced low caries risk (36%), moderate caries risk (13%) and high caries risk (0%). Samples that included borderline cases experienced low caries risk (11%), moderate caries risk (15%) and high caries risk (0%). Samples requiring orthodontic treatment experience low caries risk (1%), moderate caries risk (10%) and high caries risk (4%). Statistical analysis showed correlation coefficient of 0.585, there was a relationship between the orthodontic treatment need with caries risk, with a value p = 0,000 which means there is a significant relationship between orthodontic treatment need with the risk of caries. Keywords : Malocclusion, ICON, Caries Risk
The THE CORRELATION OFBODY MASSINDEX AND POST-RESUSCITATION ALBUMIN LEVELS WITHTHE MORTALITY OF BURNPATIENTS AT PROFNGOERAH GENERAL HOSPITAL PERIOD 2020-2022 Andiswari, Kadek Yurika; Samsarga, Gede Wara; Hamid, Agus Roy Rusly Hariantana; Sanjaya, I Gst. Putu Hendra
E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 2 (2024): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2024.V13.i02.P09

Abstract

Background: Burn injuries are associated with high mortality and morbidity. The incidence of death resulting from burns can be influenced by various prognostic factors, with nutritional status being a significant contributor. Therefore, assessing nutritional status through the calculation of body mass index (BMI) and post-resuscitation albumin levels becomes imperative. Purpose: This study aims to explore the correlation between BMI and post-resuscitation albumin levels with the mortality of burn patients at Prof Ngoerah General Hospital during the period 2020-2022. Methods: This research adopts an observational analytical approach, utilizing a cross-sectional research design and consecutive sampling techniques. The study relies on secondary data, specifically medical records of burn patients. Out of a total of 134 medical records, 100 were selected based on adherence to inclusion and exclusion criteria. Results: The study reveals median values for age (42.5), BMI of 23.9 and albumin levels 24 hours post resuscitation recorded at 2.235. The Spearman test analysis conducted on 100 samples reveals a notable correlation between these variables and the mortality of burn patients (r = 0.263; PR 1.707; 95% CI 1.163 – 2.504; p = 0.008). The chi-square test analysis regarding the association between post-resuscitation albumin levels and burn patient mortality also demonstrates a significant relationship (PR 2.390; 95% CI 1.358 – 4.207; p = 0.000). Conclusion: In conclusion, there is a statistically significant association between mortality and both BMI and post-resuscitation albumin levels among burn patients treated at the Prof Ngoerah General Hospital during the period 2020-2022. Keywords: Post resuscitation albumin, mortality, BMI, burns

Filter by Year

2012 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 13 No 07 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 9 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 8 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 6 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 5 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 4 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 3 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 2 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 1 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 12 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 11 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 10 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 9 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 8 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 7 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 6 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 5 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 4 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 3 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 2 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 1 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 6 (2022): Vol 11 No 06(2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 12 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 11 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 10 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 9 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 8 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 7 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 6 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 5 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 4 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 3 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 2 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 1 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 12 (2021): Vol 10 No 12(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 11 (2021): Vol 10 No 11(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 10 (2021): Vol 10 No 10(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 9 (2021): Vol 10 No 09(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 8 (2021): Vol 10 No 08(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 7 (2021): Vol 10 No 07(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 6 (2021): Vol 10 No 06(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 5 (2021): Vol 10 No 05(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 4 (2021): Vol 10 No 04(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 3 (2021): Vol 10 No 03(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 2 (2021): Vol 10 No 02(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 1 (2021): Vol 10 No 01(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 12 (2020): Vol 9 No 12(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 11 (2020): Vol 9 No 11(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 10 (2020): Vol 9 No 10(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 9 (2020): Vol 9 No 09(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 8 (2020): Vol 9 No 08(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 7 (2020): Vol 9 No 07(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 6 (2020): Vol 9 No 06(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 5 (2020): Vol 9 No 05(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 4 (2020): Vol 9 No 04(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 3 (2020): Vol 9 No 03(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 2 (2020): Vol 9 No 02(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 1 (2020): Vol 9 No 01(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 5 (2019): Vol 8 No 5 (2019): Vol 8 No 5 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 4 (2019): Vol 8 No 4 (2019): Vol 8 No 4 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 12 (2019): Vol 8 No 12 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 11 (2019): Vol 8 No 11 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 10 (2019): Vol 8 No 10 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 9 (2019): Vol 8 No 9 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 8 (2019): Vol 8 No 8 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 7 (2019): Vol 8 No 7 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 6 (2019): Vol 8 No 6 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 3 (2019): Vol 8 No 3 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 2 (2019): Vol 8 No 2 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 1 (2019): Vol 8 No 1 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 12 (2018): Vol 7 No 12 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 11 (2018): vol 7 no11 2018 E-jurnal medika udayana Vol 7 No 10 (2018): Vol 7 No 10 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 9 (2018): Vol 7 No 9 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 8 (2018): Vol 7 No 8 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 7 (2018): Vol 7 No 7 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 6 (2018): Vol 7 No 6 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 5 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 4 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 3 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 2 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 1 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 12 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 11 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 10 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 9 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 8 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 7 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 6 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 5 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 4 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 3 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 2 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 1 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 5, No 12 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5, No 11 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 10 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 9 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 8 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 7 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 6 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 5 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 4 (2016): E-jurnal medika udayana vol 5 no 3(2016):e-jurnal medika udayana vol 5 no 2(2016):e-jurnal medika udayana vol 5 no 1(2016):e-jurnal medika udayana vol 4 no 12(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 11(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 10(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 9(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 8(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 7(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 6(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 5(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 4(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 3 (2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 2 (2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 1 (2015):e-jurnal medika udayana vol 3 no 12(2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 11(2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 10(2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 9 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 8 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 7 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 6 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 5 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 4 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 3 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 2 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 1 (2014):e-jurnal medika udayana vol 2 no 12 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 11 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 10 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 9 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 8 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 7 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no6(2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no5(2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no4 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no3 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no2 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no1 (2013):e-jurnal medika udayana Vol 1 No 1 (2012): e-jurnal Medika Udayana More Issue