cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
E-Jurnal Medika Udayana
Published by Universitas Udayana
ISSN : 23031395     EISSN : 25978012     DOI : -
Core Subject : Health,
Majalah ilmiah E-Jurnal Medika Udayana menerima naskah dari mahasiswa PSPD FK UNUD, baik berupa karangan asli atau laporan penelitian, ikhtisar pustaka, laporan kasus, maupun surat-surat untuk redaksi. Naskah yang dikirimkan untuk majalah ilmiah E-Jurnal Medika Udayana adalah naskah belum pernah atau tidak akan dikirim ke majalah lain. Bahasa yang digunakan adalah bahasa Indonesia
Arjuna Subject : -
Articles 1,956 Documents
HUBUNGAN INFEKSI SALURAN PERNAPASAN AKUT BERULANG DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA A’yuny, Adinda Elsyira Qurroty; Sari, Atriany Nilam; Maulina, Rufidah; Rokhayati, Evi; Kusmawati, Iffah Indri
E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 5 (2024): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2024.V13.i05.P18

Abstract

Latar Belakang: Balita yang mengalami stunting pada lima tahun pertama kehidupannya, memiliki kapasitas belajar dan produktivitas rendah, serta berisiko tidak mencapai potensi fisik dan mental/ kecerdasan yang maksimal sehingga berdampak pada prestasi buruk di sekolah yang mengakibatkan produktifitas ekonomi rendah saat dewasa. Penyakit infeksi merupakan faktor penyebab langsung stunting bergantung pada frekuensi kambuh atau berulang. Infeksi saluran pernafasan akut (ISPA) merupakan penyakit infeksi yang paling sering menyerang balita, dengan 3-6 episode setiap tahunnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan infeksi saluran pernapasan akut berulang dengan kejadian stunting pada balita. Metode: Penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional pada 88 ibu balita usia 24-59 bulan yang terdiagnosis infeksi saluran pernapasan akut di Puskesmas Sibela dalam 1 tahun terakhir yang dipilih dengan purposive sampling. Pengambilan data dilakukan pada bulan Juni 2023. Ibu diwawancarai dengan kuesioner dan balita ditimbang dan diukur tinggi badannya, status imunisasi diperoleh dari buku kesehatan ibu dan balita. Hasil: Berat badan kurang berkontribusi terhadap kejadian stunting (p-value=0,001), sedangkan status pekerjaan ibu (p-value=0,015) dan status imunisasi yang tidak lengkap (p-value=0,005) berkontribusi terhadap infeksi saluran pernapasan akut berulang berulang. Uji chi-square menunjukkan bahwa infeksi saluran pernapasan akut berulang secara signifikan berhubungan dengan kejadian stunting (p-value=0,001). Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara infeksi saluran pernapasan akut berulang dengan kejadian stunting, serta ditemukan bahwa kelebihan berat badan berkontribusi terhadap kejadian stunting, sementara memiliki ibu yang bekerja dan status imunisasi yang tidak lengkap berkontribusi terhadap infeksi saluran pernapasan akut berulang pada balita.
UJI EFEKTIVITAS EKSTRAK DAUN KELOR “MORINGA OLEIFERA” SEBAGAI IMUNOSTIMULAN DAN ANTIPLASMODIUM PADA MENCIT YANG DIINFEKSI PLASMODIUM BERGHEI Sujaya, I Made Pranawa Yogananda; Sri Laksemi, Dewa Ayu Agus; Asri Damayanti, Putu Ayu; Eka Diarthini, Ni Luh Putu
E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 12 (2023): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2023.V12.i12.P13

Abstract

Malaria merupakan penyakit yang sangat umum dan kompleks terjadi di Indonesia. Penyakit ini merupakan suatu penyakit yang disebabkan oleh parasit yang masuk kedalam genus Plasmodium dan tergolong protozoa obligat intraseluler. Banyaknya kasus resistensi obat antimalaria di Indonesia menyebabkan muncul suatu inovasi untuk menggunakan obat herbal sebagai penggantinya. Daun Kelor (Moringa oleifera) merupakan salah satu solusi dari masalah ini karena kandungan antioksidan di dalamnya. Untuk mengetahui aktivitas daun kelor (Moringa oleifera) sebagai imunostimulan dan antiplasmodium terhadap Plasmodium berghei secara in vivo. Penelitian merupakan penelitian eksperimental secara in vivo dengan 4 kelompok sampel terbagi dengan 2 kelompok kontrol dan 2 kelompok perlakuan dengan total mencit 24 ekor. Didapatkan hasil rerata derajat parasitemia pada kelompok kontrol antiplasmodium sebesar 35,7% dan kelompok kontrol imunostimulan sebesar 36,4%, sedangkan pada kelompok perlakuan antiplasmodium sebesar 17,1% dan pada kelompok perlakuan imunostimulan sebesar 17,6%. Berdasarkan hasil analisis dengan One Way ANOVA ditemukan perbedaan rerata antara kelompok kontrol dan perlakuan dengan nilai p value <0,000. Penelitian mendapatkan hasil bahwa ekstrak daun kelor (Moringa oleifera) dapat menghambat pertumbuhan dari Plasmodium berghei lebih baik sebagai antiplasmodium dibandingkan sebagai imunostimulan.
Uji Aktivitas Anti-Inflamasi Ekstrak Kulit Terong Ungu (Solanum melongena L.) Terhadap Tikus Putih Galur Wistar (Rattus norvegicus) Yang Diinduksi Karagenan Heryanto, Jessica Diva; Dewi, Ni Wayan Sucindra; Ernawati, Desak Ketut
E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 4 (2024): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2024.V13.i04.P03

Abstract

Inflammation is the human body’s defense to prevent tissue damage due to different kinds of factors. The purple eggplant peel (Solanum melongena L.) may have the potential to have anti-inflammatory properties due to containing nasunin, which is a phenolic, flavonoid anthocyanin substance by inhibiting cyclooxygenase pathway. This research was done to prove the anti-inflammatory effect of purple eggplant peel extract in rats. The research method was conducted by true experimental post-test only control-group design. 25 rats were divided into 5 groups with different treatments which are: positive control, negative control, purple eggplant peel extract with a dose of 0,3 mg/gBW, 6 mg/gBW and 0,9 mg/gBW. The data measured was the decrease of edema volume induced by carrageenan at hours-0 1, 2, 3, 4, 5, and 6. Data analysis was performed at the 4th hour using ANOVA and post-hoc LSD tests. The results of the study found that there were significant differences between the negative control group and the positive control group and the entire treatment group. The conclusion of this study was that purple eggplant peel extract had anti-inflammatory activity with the best effectiveness at a dose of 0,9 mg/gBW.
SEBARAN DAN KARAKTERISTIK BAKTERI HASIL KULTUR PADA PASIEN SELULITIS DI RSUP SANGLAH DENPASAR PERIODE 2016 HINGGA 2021 AJ, Adelia Martalova
E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 3 (2024): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2024.V13.i03.P14

Abstract

Selulitis merupakan penyakit infeksi kulit dan jaringan lunak yang melibatkan lapisan dermis dan jaringan ikat lemak pada kulit. Penelitian ini merupakan deskriptif potong lintang dengan menggunakan data rekam medis pasien dengan selulitis yang menjalani rawat inap di RSUP Prof. Dr. IGNG Ngoerah, Denpasar pada tahun 2016-2021. Pada penelitian ini didapatkan bakteri yang paling sering ditemukan pada hasil kultur apusan dasar luka, kultur jaringan, maupun kultur darah pada pasien selulitis di RSUP Prof. Dr. IGNG Ngoerah adalah S. aureus, E. coli, Acinetobacter baumannii, P. aeruginosa, dan Staphylococcus coagulase-negative serta paling sering memiliki suseptibilitas terhadap antibiotik-antibiotik meliputi dari golongan aminoglikosida (gentamisin dan amikasin), fluorokuinolon (siprofloksasin), sulfa (trimetoprim/sulfametoksazol), makrolid (klindamisin), dan penicilin (ampisilin).
Hubungan Profil Lipid dengan Lama Rawatan dan Luaran Klinis Pasien Stroke Iskemik di RSUP Prof. Dr. I Goesti Ngoerah Gde Ngoerah Indrayani, Pande Kadek Putri Rahayu; Yasa, I Wayan Putu Sutirta; Lestari, Anak Agung Wiradewi; Wande, I Nyoman
E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 07 (2024): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2024.V13.i07.P04

Abstract

Ischemic stroke is a neurological condition due to the blockage of cerebral arteries or veins, leading to disrupted blood flow and oxygen supply to the brain. One of the causes of ischemic stroke is abnormalities in lipid profile levels. This study aims to determine the correlation between lipid profiles with the length of stay and clinical outcomes in patients with ischemic stroke. This study is cross-sectional research using secondary data from ischemic stroke patients admitted to Prof. Dr. I Goesti Ngoerah Gde Ngoerah General Hospital between January 1, 2021, and January 31, 2023, who meet the inclusion and exclusion criteria. Out of 215 study subjects included in this research, 137 (63.7%) were male, and 78 were female. Additionally, 192 (89.3%) were aged ? 45 years, and 23 (10.7%) were <45 years. Spearman's analysis showed a weak negative correlation between the length of stay and total cholesterol levels (r = 0.174, p = 0.010), LDL (r = 0.152, p = 0.026), and HDL (r = 0.141, p = 0.039), but no significant correlation was found with triglyceride levels (r = 0.020, p = 0.767). The results of this study also indicated a correlation between clinical outcomes and total cholesterol (p = 0.029) and LDL (p = 0.039), but not with triglyceride levels (p = 0.090) and HDL (p = 0.115). However, further research with a cohort method is needed to establish a direct correlation between lipid profiles with length of stay and clinical outcomes in ischemic stroke patients. Keywords : Ischemic Stroke, Length of Stay, Outcome
HUBUNGAN TINGKAT STRESS DENGAN DERAJAT DISMENORE PRIMER PADA MAHASISWI PROGRAM STUDI SARJANA KEDOKTERAN FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS UDAYANA Nurharta, Desak Made Pratista Sari Mahadevi; Wahyuni, Nila; Dinata, I Made Krisna
E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 4 (2024): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2024.V13.i04.P17

Abstract

Background: Primary dysmenorrhea is pain or tenderness during menstruation without any gynecological abnormalities. The main contributory cause to primary dysmenorrhea is an increase in prostaglandin production, one of which can be brought on by stress. Stress is the response of the human body to stressors and can be a defense system of the human body. It has been determined from numerous research that stress is relatively common among medical students. The stress experienced by female students can cause disturbances in the endocrine system so that it can be a trigger or a factor in aggravating the degree of dysmenorrhea. Objective: This study aims to determine the relationship between stress levels and the degree of primary dysmenorrhea in students of the Medical Undergraduate Study Program, Faculty of Medicine, Udayana University. Methods: This study used an observational analytic research study with a cross sectional design. By using total sampling, 81 students from the Medical Education Study Program at the Faculty of Medicine at Udayana University, year 2020, were selected as the research sample. Data on stress were obtained from filling out the PSS-10 questionnaire and data on primary dysmenorrhea were obtained from the NRS. Analysis of research data using chi-square test to determine the correlation between stress and primary dysmenorrhea. Results: The results of the study showed that there was no relationship between stress and primary dysmenorrhea with a p-value of 0,79. Conclusion: The conclusion of this study is that there is no significant relationship between stress levels and the degree of primary dysmenorrhea in students of the Medical Undergraduate Study Program, Faculty of Medicine, Udayana University. Keywords : Stress, stress level, dysmenorrhea, primary dysmenorrhea
HUBUNGAN RIWAYAT PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF, STATUS GIZI, STATUS SOSIAL EKONOMI, DAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU DENGAN KEJADIAN DIARE PADA BALITA DI PUSKESMAS CAKRANEGARA Ruqayyah, Siti
E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 5 (2024): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2024.V13.i05.P09

Abstract

Latar Belakang: Diare termasuk penyakit yang paling sering terjadi pada balita dan dipengaruhi oleh sejumlah faktor risiko seperti faktor lingkungan, sosiodemografi, dan perilaku. Faktor sosiodemografi seperti pengetahuan ibu, pekerjaan, dan pendapatan keluarga. Faktor perilaku seperti riwayat pemberian air susu ibu, status gizi anak, penggunaan botol susu, dan perilaku mencuci tangan. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan riwayat pemberian ASI eksklusif, status gizi, status sosial ekonomi, dan tingkat pengetahuan ibu dengan kejadian diare pada balita di Puskesmas Cakranegara. Metode: Studi cross sectional yang dilakukan pada 80 responden ibu dan balita dengan teknik purposive sampling. Uji statistik yang digunakan yaitu uji chi square dan spearman rank. Hasil: Analisis bivariat didapatkan pada masing – masing variabel (p-value ? 0,05). Terdapat hubungan yang signifikan antara riwayat pemberian ASI eksklusif dengan kejadian diare (p=0,001). Terdapat hubungan yang signifikan antara status gizi dengan kejadian diare (p=0,001). Terdapat hubungan yang signifikan antara status sosial ekonomi dengan kejadian diare (p=0,002). Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan ibu dengan kejadian diare (p=0,001). Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara riwayat pemberian ASI eksklusif, status gizi, status sosial ekonomi, dan tingkat pengetahuan ibu dengan kejadian diare pada balita di Puskesmas Cakranegara. Kata kunci: Diare, ASI Eksklusif, Status Gizi, Status Sosial Ekonomi, Tingkat Pengetahuan Ibu
Karakteristik Miopia pada Anak di Rumah Sakit Umum Pusat Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah Periode 2020/2021 Desriyanti, Putri Tamia; Surasmiati, Ni Made Ayu; Ratna Suryaningrum, I Gusti Ayu; Kusumadjaja, I Made Agus
E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 12 (2023): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2023.V12.i12.P05

Abstract

Myopia is the main cause of visual impairment suffered by school-age children in the world. Myopia causes children unable to see clearly at a distance so that if not corrected it can affect children's activities and achievements. This study aims to determine the characteristics of myopia in pediatric patients who came at Eye Polyclinic Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah in 2020/2021. This study is a descriptive retrospective cross-sectional design with total sampling from secondary medical record which analyzed and processed using SPSS. Based on the study results, it was found that 32 pediatric patients suffered myopia. The results showed that myopia was more common in women (59.4%) with an age range 6-12 years (62.5%). Most of the patients were from Denpasar (62.5%). All cases of myopia were present in both eyes or bilateral (100.0%). The most common classification of myopia found compound myopic astigmatism in right eye (53.1%) and left eye (65.6%). Patients most often experienced moderate visual impairment with visual acuity <6/18 – 6/60 in right eye (46.9%) and left eye (40.6%). The highest degree of myopia was low myopia (40.6%) in right eye with a correction lens <S-3.00 and high myopia in left eye (43.8%) with >S-6.00. Most of patients experienced improvement to normal vision 6/6 – 6/12 after correction in right eye (59.4%) and left eye (65.6%). Amblyopia was found (56.3%) myopia in children. The results of this study are expected to be basis for further research and to realize the importance of preventing and proper management myopia in children. Keywords: Myopia, school-age children, visual acuity, degree of myopia, post-correction visual acuity.
FORMULASI EKSTRAK ETANOL SABUN CAIR CITRUS SINENSIS SEBAGAI ANTIJAMUR TERHADAP CANDIDA ALBICANS yulia, inelvi; niken, Niken
E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 9 (2024): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2024.V13.i09.P07

Abstract

Candidiasis merupakan infeksi yang terjadi pada 20-25% populasi dunia. Diperkirakan prevalensi infeksi oleh Candida albicans mencapai 25.000 kasus setiap tahun. Candida albicans dapat bersifat opurtunistik, menyerang organ dalam tubuh manusia seperti jantung, paru-paru, ginjal dan dibawa melalui aliran darah sehingga menyebabkan gejala yang sangat parah. Terapi yang dilakukan untuk mengobati Candidiasis diantaranya pemberian obat sintetis seperti obat antijamur. Namun beberapa obat memberikan efek samping yang mengganggu seperti mual, muntah sampai rasa terbakar pada kulit. Penelitian ini bertujuan untuk untuk memformulasikan dan meguji efektivitas antifungi sediaan sabun cair dari ekstrak etanol kulit Citrus sinensis terhadap pertumbuhan Candida albicans penyebab Candidiasis secara in vitro. Metode yang digunakan adalah penelitian ekperimental laboratorium dengan menggunakan uji One-Way Analysis of Variance (ANOVA). Analisis akan dilakukan terhadap daya hambat sediaan sabun cair ekstrak etanol kulit Citrus sinensis terhadap pertumbuhan Candida albicans secara in vitro dan karakter organoleptik sabun cair. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak etanol kulit Citrus sinensis dapat diformulasikan menjadi sediaan sabun cair dengan beberapa karakter yang sesuai dengan standar nasioan Indonesia sebagai sabun cair. Formulasi I sediaan sabun cair ekstrak kulut Citrus sinensis memiliki daya hambat yang paling besar daripada formulasi yang lain. Semua formulasi dapat menghambat pertumbuhan Candida albicans secara in vitro dengan kategori kuat hingga sangat kuat. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu ekstrak kulit Citrus sinensis dapat diformulasikan menjadi sabun cair dan memiliki aktivitas antifungi terhadap Candida albicans yang dikategorika kuat hingga sangat kuat. Kata kunci : Formulasi sediaan sabun cair., Kulit Citrus sinensis., Candida albicans
EDUKASI BERBASIS BUKU SAKU BAGI PASIEN PROLANIS Hendrayana, Tomi; Yuniar, Cindra Tri; Arif, Auliya Rusyda Hisyam
E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 3 (2024): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2024.V13.i03.P05

Abstract

Penyakit hipertensi dan diabetes melitus tipe 2 merupakan penyakit kronis dengan prevalensi kematian tinggi di Indonesia. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia telah membuat sistem layanan terintegrasi pada tingkat Puskesmas untuk memaksimalkan upaya serta sumber daya kesehatan secara efisien dan efektif, yakni melalui program pengelolaan penyakit kronis (PROLANIS). Program ini mendukung pasien penyakit kronis dalam mencapai keberhasilan terapi dan pencegahan komplikasi, namun seringkali kepatuhan yang rendah membuat tujuan tersebut tidak tercapai. Oleh karena itu, pada penelitian ini dirancang edukasi melalui pembuatan buku saku tentang penyakit dan terapinya untuk hipertensi serta diabetes melitus tipe 2 sebagai upaya meningkatkan kepatuhan pasien terhadap regimen terapi serta mengukur tingkat kepuasan pasien terhadap media edukasi. Studi ini dilakukan secara observasional potong-lintang yang dilakukan bulan Januari-Mei 2023, merekrut 88 pasien di dua Puskesmas di Bandung untuk dianalisis kepatuhannya terhadap regimen terapi menggunakan kuesioner MMAS-8 dan dibandingkan hasilnya sebelum dan sesudah pemberian buku saku. Dilakukan juga evaluasi kepuasan pasien terhadap media edukasi menggunakan kuesioner tervalidasi berbasis SERVQUAL. Hasil penelitian menunjukkan terjadi peningkatan level kepatuhan pasien terhadap regimen terapi di kedua Puskesmas yaitu 5,48 ± 1,96 (sebelum diberikan edukasi) menjadi 6,94 ± 1,70 (pasca pemberian edukasi) yang berbeda bermakna secara statistik (p<0,001). Nilai indeks kepuasan responden terhadap buku saku sebesar 88,38% yang menunjukkan bahwa responden sangat puas. Usulan perbaikan buku saku terletak pada informasi yang diuraikan sebaiknya menggunakan bahwa yang mudah dimengerti masyarakat awam serta memperbesar ukuran huruf. Penelitian ini mendukung bukti buku saku sebagai alat peningkat kepatuhan.

Filter by Year

2012 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 13 No 07 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 9 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 8 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 6 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 5 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 4 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 3 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 2 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 1 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 12 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 11 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 10 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 9 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 8 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 7 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 6 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 5 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 4 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 3 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 2 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 1 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 6 (2022): Vol 11 No 06(2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 12 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 11 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 10 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 9 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 8 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 7 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 6 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 5 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 4 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 3 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 2 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 1 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 12 (2021): Vol 10 No 12(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 11 (2021): Vol 10 No 11(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 10 (2021): Vol 10 No 10(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 9 (2021): Vol 10 No 09(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 8 (2021): Vol 10 No 08(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 7 (2021): Vol 10 No 07(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 6 (2021): Vol 10 No 06(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 5 (2021): Vol 10 No 05(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 4 (2021): Vol 10 No 04(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 3 (2021): Vol 10 No 03(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 2 (2021): Vol 10 No 02(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 1 (2021): Vol 10 No 01(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 12 (2020): Vol 9 No 12(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 11 (2020): Vol 9 No 11(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 10 (2020): Vol 9 No 10(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 9 (2020): Vol 9 No 09(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 8 (2020): Vol 9 No 08(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 7 (2020): Vol 9 No 07(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 6 (2020): Vol 9 No 06(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 5 (2020): Vol 9 No 05(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 4 (2020): Vol 9 No 04(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 3 (2020): Vol 9 No 03(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 2 (2020): Vol 9 No 02(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 1 (2020): Vol 9 No 01(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 5 (2019): Vol 8 No 5 (2019): Vol 8 No 5 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 4 (2019): Vol 8 No 4 (2019): Vol 8 No 4 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 12 (2019): Vol 8 No 12 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 11 (2019): Vol 8 No 11 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 10 (2019): Vol 8 No 10 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 9 (2019): Vol 8 No 9 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 8 (2019): Vol 8 No 8 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 7 (2019): Vol 8 No 7 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 6 (2019): Vol 8 No 6 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 3 (2019): Vol 8 No 3 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 2 (2019): Vol 8 No 2 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 1 (2019): Vol 8 No 1 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 12 (2018): Vol 7 No 12 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 11 (2018): vol 7 no11 2018 E-jurnal medika udayana Vol 7 No 10 (2018): Vol 7 No 10 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 9 (2018): Vol 7 No 9 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 8 (2018): Vol 7 No 8 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 7 (2018): Vol 7 No 7 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 6 (2018): Vol 7 No 6 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 5 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 4 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 3 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 2 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 1 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 12 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 11 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 10 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 9 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 8 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 7 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 6 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 5 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 4 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 3 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 2 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 1 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 5, No 12 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5, No 11 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 10 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 9 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 8 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 7 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 6 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 5 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 4 (2016): E-jurnal medika udayana vol 5 no 3(2016):e-jurnal medika udayana vol 5 no 2(2016):e-jurnal medika udayana vol 5 no 1(2016):e-jurnal medika udayana vol 4 no 12(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 11(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 10(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 9(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 8(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 7(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 6(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 5(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 4(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 3 (2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 2 (2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 1 (2015):e-jurnal medika udayana vol 3 no 12(2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 11(2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 10(2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 9 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 8 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 7 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 6 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 5 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 4 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 3 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 2 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 1 (2014):e-jurnal medika udayana vol 2 no 12 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 11 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 10 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 9 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 8 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 7 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no6(2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no5(2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no4 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no3 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no2 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no1 (2013):e-jurnal medika udayana Vol 1 No 1 (2012): e-jurnal Medika Udayana More Issue