cover
Contact Name
Nizaruddin
Contact Email
jp3@upgris.ac.id
Phone
+6224-8455461
Journal Mail Official
jp3@upgris.ac.id
Editorial Address
LPP Universitas PGRI Semarang, Jl. Lingga No. 8 Semarang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
JP3 (Jurnal Pendidikan dan Profesi Pendidik)
ISSN : 24773387     EISSN : 25976516     DOI : -
Core Subject : Education,
JP3 (Jurnal Pendidikan dan Profesi Pendidik) memuat hasil penelitian, pengkajian dan pengembangan pendidikan dan profesi pendidik. Penelitian, pengkajian, dan pengembangan pendidikan dan profesi pendidik dapat dilakukan dalam lingkup pendidikan dasar sampai dengan pendidikan tinggi. Terbit dua kali setahun bulan November dan Mei, berisi tulisan ilmiah hasil penelitian, pengkajian dan pengembangan pendidikan dan profesi pendidik.
Arjuna Subject : -
Articles 124 Documents
OPTIMALISASI ARANSI KELAS DAN MOTIVASI SISWA TERHADAP PENGELOLAAN KELAS 4A SDN PALEBON 03 Fatma, Asy Syifa Dwi; Purnamasari, Iin; Untari, Mei Fita Asri
JP3 (Jurnal Pendidikan dan Profesi Pendidik) Vol 11, No 2 (2025): JP3 (Jurnal Pendidikan dan Profesi Pendidik)
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jp3.v11i2.25423

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara aransi kelas dan motivasi belajar terhadap pengelolaan kelas 4A di SDN Palebon 03, Semarang. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada pentingnya pengelolaan kelas sebagai faktor penentu keberhasilan pembelajaran di sekolah dasar. Penataan ruang dan motivasi siswa dianggap berperan penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, meskipun efektivitasnya masih perlu dibuktikan secara empiris. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode survei. Populasi penelitian melibatkan seluruh siswa kelas 4A yang berjumlah 28 orang, dengan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui angket, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan uji korelasi dan regresi linier berganda dengan bantuan perangkat lunak SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aransi kelas dan motivasi belajar memiliki hubungan positif namun tidak signifikan terhadap pengelolaan kelas, baik secara parsial maupun simultan. Nilai signifikansi aransi kelas (X1) sebesar 0,522 dan motivasi belajar (X2) sebesar 0,718, keduanya lebih besar dari 0,05. Secara simultan, nilai signifikansi sebesar 0,780 juga menunjukkan tidak adanya pengaruh yang signifikan. Meskipun demikian, kedua variabel tetap berkontribusi positif dalam menciptakan suasana kelas yang nyaman dan kondusif. Temuan ini mengindikasikan bahwa efektivitas pengelolaan kelas kemungkinan lebih dipengaruhi oleh faktor lain, seperti kompetensi pedagogik guru, gaya komunikasi, dan iklim kelas. Penelitian ini diharapkan menjadi acuan bagi pengembangan strategi manajemen kelas yang lebih efektif di tingkat pendidikan dasar.
PENGARUH PENDEKATAN REALISTIC MATHEMATICS EDUCATION (RME) BERBASIS ETNOMATEMATIKA TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA KELAS IV MIS TPI AL-FAJAR KECAMATAN BERINGIN Putri, Sabina; Landong, Ahmad
JP3 (Jurnal Pendidikan dan Profesi Pendidik) Vol 11, No 2 (2025): JP3 (Jurnal Pendidikan dan Profesi Pendidik)
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jp3.v11i2.25040

Abstract

FLIPPED CLASSROOM DAN EDPUZZLE: SINERGI PENDEKATAN SAINTIFIK DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH SISWA Rohmah, Vera Febriyanti; Arfiani, Yuni; Widiyanto, Bayu
JP3 (Jurnal Pendidikan dan Profesi Pendidik) Vol 11, No 2 (2025): JP3 (Jurnal Pendidikan dan Profesi Pendidik)
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jp3.v11i2.24239

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peningkatan kemampuan pemecahan masalah siswa melalui model flipped calssroom dengan pendekatan saintifik berbantuan Edpuzzle. Desain penelitian yang digunakan adalah kuasi-eskperimen dengan melibatkan dua kelas VIII di salah satu SMP di Kabupaten Brebes. Instrumen yang digunakan  berupa tes uraian berdasarkan indikator Polya. Hasil analisis menunjukkan bahwa rata-rata N-Gain kemampuan pemecahan masalah pada kelas eksperimen sebesar 0,421 (katergori sedang), sedangkan kelas kontrol sebesar 0,240 (kategori rendah). Uji independent sample t-test menunjukkan perbedaaan yang signifikan antara kedua kelompok (p=0,002). Penemuan ini mengindikasi bahwa flipped classroom dengan pendekatan saintifik berbantuan Edpuzzle lebih baik dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa dibanding model problem based learning.
KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DALAM MENGELOLA KESEJAHTERAAN MENTAL DAN MENGATASI BURNOUT PADA GURU GENERASI MILENIAL Rahayu, Susi; Sumardjoko, Bambang; Lahir, Sri
JP3 (Jurnal Pendidikan dan Profesi Pendidik) Vol 11, No 2 (2025): JP3 (Jurnal Pendidikan dan Profesi Pendidik)
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jp3.v11i2.25242

Abstract

Guru menghadapi tantangan besar untuk mempertahankan kualitas pendidikan karena fenomena kelelahan dan penurunan kesejahteraan mental, terutama pada generasi milenial, yang menghadapi tekanan yang berbeda karena tuntutan kerja yang tinggi, adaptasi ke dunia digital, dan mencari cara untuk menemukan keseimbangan antara hidup dan pekerjaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan menganalisis secara mendalam peran dan strategi kepemimpinan kepala sekolah dalam mengelola kesejahteraan mental serta mengatasi burnout pada guru generasi milenial. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan desain studi kasus, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan para kepala sekolah dan guru milenial, observasi terhadap budaya kerja, serta analisis dokumen terkait kebijakan sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan yang efektif dalam isu ini bercirikan tiga strategi utama yaitu kepemimpinan peran kepala sekolah dalam meningkatkan kesejahteraan mental guru milenial yang diwujudkan melalui penciptaan keamanan psikologis, praktik kepemimpinan yang empatik, dan pemberian otonomi. Strategi yang efektif untuk mengatasi burnout meliputi deteksi dini melalui observasi informal, intervensi suportif melalui coaching, dan pengurangan beban kerja administratif secara konkret. Implementasi kepemimpinan yang fokus pada kesejahteraan didukung oleh visi pemimpin dan kolaborasi tim manajemen, namun terhambat oleh resistensi kultur kerja lama dan tekanan birokrasi eksternal. Disimpulkan bahwa peran kepala sekolah tidak lagi terbatas pada kepemimpinan instruksional, melainkan harus berkembang menjadi kepemimpinan yang humanis dan suportif. Kepala sekolah yang berhasil mengelola kesejahteraan mental guru milenial adalah mereka yang mampu bertindak sebagai fasilitator, mentor, dan penjaga utama budaya kerja yang sehat.
PROFIL PEMECAHAN MASALAH GEOMETRI: PARABOLA CALON GURU MATEMATIKA DITINJAU DARI KECERDASAN LOGIS MATEMATIS Anugrah, Siti Dian; Hidayat, Dina Damiyanti; Agustiyaningsih, Ramayanti; Rizaldi, Muhammad
JP3 (Jurnal Pendidikan dan Profesi Pendidik) Vol 11, No 2 (2025): JP3 (Jurnal Pendidikan dan Profesi Pendidik)
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jp3.v11i2.24312

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan tahapan pemecahan masalah calon guru matematika pada masalah Geometri: Parabola ditinjau dari kecerdasan logis matematis. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan desain penelitian fenomenologis. Penelitian ini melibatkan 3 calon guru matematika dari FKIP UPR dengan pemilihan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu tes, angket dan wawancara. Berdasarkan penelitian bahwa calon guru matematika dengan kecerdasan logis matematis hanya menjalankan tahap pemecahan masalah yaitu membaca dan berpikir, meskipun tidak tepat. Calon guru matematika dengan kecerdasan logis matematis sedang menjalankan tahap pemecahan masalah yaitu 1) membaca dan berpikir; dan 2) mengeksplorasi dan merencanakan dengan baik. Mereka juga dapat melakukan tahapan pemecahan masalah 3) memilih strategi pemecahan masalah; dan 4) memecahkan masalah/ mencari suatu jawaban, namun strategi pemecahan masalah dan hasil pemecahan masalah yang diperoleh tidak tepat. Calon guru matematika dengan kecerdasan logis matematis tinggi mampu melakukan semua tahap pemecahan masalah dengan baik.
A SURVEY RESEARCH OF ENGLISH DEPARTMENT STUDENTS’ PROFICIENCY LEVEL SCORE OF DUOLINGO ENGLISH PRACTICE TEST Wali, Asri Indah; Syarif, Andi Rachmawati; Syahriani, Ririn
JP3 (Jurnal Pendidikan dan Profesi Pendidik) Vol 11, No 2 (2025): JP3 (Jurnal Pendidikan dan Profesi Pendidik)
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jp3.v11i2.24043

Abstract

Assessing students' English proficiency is a crucial aspect in evaluating learning effectiveness, particularly in English Language Education study programs. However, limited research has examined student achievement in the context of online test-based evaluation. This study aimed to determine students' English proficiency levels based on Duolingo English Practice Test (DEPT) scores and examine their implications for English language teaching in higher education. This study employed a descriptive quantitative approach through a survey of 60 students from semesters 2, 4, and 6. Data were obtained through independent DEPT score collection uploaded by respondents via Google Form. The results showed that most students were at a moderate proficiency level, with average scores ranging from 75 to 89. Only a small proportion of students achieved the high category, and there was significant variation between individuals and between semesters. These findings suggest a need for re-evaluation of implemented learning strategies and the importance of increasing students' exposure to contextual language practices. Programs such as Student Talent Search and English Language Day can be supportive tools, but their implementation needs to be optimized to have a significant impact on improving language proficiency. This study contributes to highlighting the importance of synergy between learning evaluation, student motivation, and the quality of language teaching strategies in higher education.
FROM COHESION TO COHERENCE: HOW DO THEY ATTAIN TEXT TEXTURE? Hawa, Faiza; Sukmaningrum, Rahmawati; Senowarsito, Senowarsito; Setyaji, Arso
JP3 (Jurnal Pendidikan dan Profesi Pendidik) Vol 11, No 2 (2025): JP3 (Jurnal Pendidikan dan Profesi Pendidik)
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jp3.v11i2.25052

Abstract

Having good writing competence is essential for both students and professionals for writing reports, completing academic assignments, and expressing ideas. However, to be able to write well, writers often face various challenges related to text structure, logical flow, and interference from the native language structure especially when writing in a foreign language. The logical flow in writing can be effectively realized through cohesion and coherence in the text. The objective of this research is to know the realization of both grammatical and lexical cohesion, and coherence strategies employed by students in their writing to perform text texture. This research adopts a qualitative descriptive design using a content analysis (document review) approach. The data were obtained from documents in the form of narrative paragraphs written by English department students. The data were analyzed using the cohesion theory of Halliday and Hasan (1976). The results of the analysis show that the students applied grammatical cohesion in the form of references (55.93%), substitution (0%), conjunctions (33.05%), and ellipsis (11.01%), as well as lexical cohesion in the form of reiteration (56.04%) and collocation (43.96%) in their writing. As for coherence, the students employed strategies such as the repetition of key words (35.07%), the use of pronouns (2.65%), the use of transitions (30.89%), and logical order (8.59%). These results reflect the quality of students’ writing and demonstrate how their flow of ideas are organized coherently and cohesively, resulting in messages to be well-delivered, clear, and unambiguous.
TRANSITIVITY AND MOOD ANALYSIS ON ENGLISH EDUCATION UNDERGRADUATE STUDENTS' RECOUNT TEXTS AT UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SEMARANG Fakhrurozi, Muhammad; Budiastuti, Riana Eka; Wijayatiningsih, Testiana Deni
JP3 (Jurnal Pendidikan dan Profesi Pendidik) Vol 11, No 2 (2025): JP3 (Jurnal Pendidikan dan Profesi Pendidik)
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jp3.v11i2.24277

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan penggunaan fitur kebahasaan dalam menulis teks cerita ulang yang ditulis oleh mahasiswa pendidikan bahasa inggris di universitas muhammadiyah semarang. Hal tersebut dapat direalisasikan dengan melakukan analisis transitivitas dan mood terhadap teks. Peneliti menggunakan metode deskriptif kualitatif dalam mengeksplorasi hasil analisis berupa tipe-tipe proses dan mood. Hasil penelitian menunjukan bahwa penggunaan transitivitas dan mood ditemukan didalam teks cerita ulang mahasiswa. Pertama, terdapat enam tipe proses yang ditemukan dari total 322 kalimat. Proses material (49.7%), Proses Behavioral (5.5%), Proses Mental (14.5%), Proses Verbal (3.2%), Proses Relational (24.2%), dan Proses Existential (2.8%). Sementara itu, pada struktur mood, didapatkan sebanyak 564 klausa, sebesar 99.8% dituliskan dalam mood deklaratif, sedangkan hanya ditemukan satu interogatif klausa (0.2%). Selain itu, material process dan declarative mood type menjadi jenis transitivity process dan mood type yang dominan ditemukan dalam teks cerita ulang mahasiswa. Oleh karena itu, peneliti menyatakan bahwa mahasiswa dikategorikan sebagai penulis yang berpengetahuan luas dan kritis dalam mengeksplorasi pengalaman masa lalu mereka dalam bentuk tulisan, yaitu teks cerita ulang. Hal ini dapat dilihat dari penggunaan proses material atau kata kerja aksi dan klausa deklaratif sebagai fitur bahasa yang dominan digunakan mahasiswa untuk membuat teks recount yang terstruktur dengan baik.
PENGEMBANGAN KARTU KUARTET BERBASIS EDUTAINMENT MATERI UNSUR BACAAN MENINGKATKAN MEMBACA INTENSIF SISWA KELAS 3 SDN SUKOREJO 1 Lestari, Riani Puji; Oktaviani, Ragil Tri; Wafa, Khoirul
JP3 (Jurnal Pendidikan dan Profesi Pendidik) Vol 11, No 2 (2025): JP3 (Jurnal Pendidikan dan Profesi Pendidik)
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jp3.v11i2.23756

Abstract

Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengkaji pengembangan media kartu kuartet berbasis edutainment dalam meningkatkan keterampilan membaca intensif melalui tahap uji kevalidan dan kelayakan media kepada ahli media, ahli materi, ahli bahasa dan respon guru. Metode yang digunakan Research and Development (RD) dengan model ASSURE milik Iskandar yang terdiri dari 6 tahapan, (1) menganalisis karakteristik siswa, (2) menetapkan standar pembelajaran, (3) memilih media, metode, dan materi, (4) menggunakan media, metode, dan materi, (5) mendorong siswa, (6) evaluasi dan revisi. Setelah dilakukan observasi awal didapatkan perlunya tindakan pengembangan media kartu kuartet berbasis edutainment materi unsur teks bacaan dalam menunjang keterampilan membaca intensif pembelajaran Bahasa Indonesia secara optimal. Berdasarkan tindakan hasil penelitian tersebut, diperoleh bahwa peningkatan keterampilan membaca intensif sebanyak 21 siswa setelah menggunakan media kartu kuartet melalui perhitungan rumus n-gain score dari data nilai pre – test dan post – test memperoleh presentase 71% kriteria “Tinggi”. Peneliti, simpulkan peningkatan keterampilan membaca intensif melalui uji kevalidan dan kelayakan media kartu kuartet berbasis edutainment yang telah peneliti lakukan dikatakan lebih baik dari sebelumnya.
MEANING MAKING BY A THIRD-GRADE DYSLEXIC STUDENT THROUGH DIGITAL STORYTELLING IN ENGLISH LEARNING Istiqomah, Wasiatul Fajar; Setyaji, Arso; Wiyaka, Wiyaka
JP3 (Jurnal Pendidikan dan Profesi Pendidik) Vol 11, No 2 (2025): JP3 (Jurnal Pendidikan dan Profesi Pendidik)
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jp3.v11i2.25492

Abstract

Dyslexia affects approximately 10–20% of the global population, yet it remains widely misunderstood and frequently misidentified by educators. Characterized by difficulties in phonological processing, dyslexia poses significant challenges within traditional, text-heavy English instruction. However, many dyslexic learners exhibit strengths in visual, spatial, and creative domains. This single-case qualitative study investigates how a third-grade student with dyslexia constructed meaning through Digital Storytelling (DST) in the context of English learning. Through two personal and autobiographical digital narratives, the participant employed multimodal tools; including images, narration, and visual sequencing, to convey meaning rooted in lived experience. The findings reveal that DST functioned as a cognitive scaffold, reducing extraneous cognitive load and facilitating expressive, schema-based communication. Her strong preference for realism and visual representation over fictional or abstract content illustrates the principles of Cognitive Load Theory (CLT), Dual Coding Theory, and Multimodal Discourse. This study underscores the pedagogical value of DST as a learner-centered, inclusive approach that leverages dyslexic students’ cognitive strengths to support comprehension, retention, and language development in early English education.

Page 12 of 13 | Total Record : 124