cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Indonesia Medicus Veterinus
Published by Universitas Udayana
ISSN : 24776637     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Menerima artikel ilmiah yang berhubungan dengan bidang kedokteran dan kesehatan hewan. Naskah yang berkaitan dengan hewan dan segala aspeknya juga kami terima untuk dipublikasikan. Penulis naskah minimal terdiri dari dua orang. Naskah yang ditulis seorang diri belum bisa diterima oleh redaksi, karena kami berpandangan suatu penelitian merupakan suatu kerja sama untuk menghasilkan sesuatu karya. Artikel yang diterima adalah naskah asli, belum pernah dipublikasikan pada majalah ilmiah atau media masa. Naskah ditulis dalam bahasa Indonesia atau bahasa inggris. Panjang artikel sekitar 3000 kata. Artikel harap dilengkapi dengan abstrak dalam bahasa Indonesia dan bahasa inggris. Artikel harus telah disetujui untuk dipublikasikan oleh seluruh penulis yang tercantum dalam artikel yang ditandai dengan bubuhan tanda tangan pada hard copy yang dikirim ke redaksi.
Arjuna Subject : -
Articles 843 Documents
Persebaran dan Hubungan Kejadian Rabies pada Anjing dan Manusia di Denpasar Tahun 2008-2015 Sadipun, Elizabeth Liliane; Batan, I Wayan; Nindhia, Tjokorda Sari
Indonesia Medicus Veterinus Vol 5 (5) 2016
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (418.415 KB)

Abstract

Rabies atau penyakit anjing gila merupakan penyakit zoonosis yang menyerang sistem saraf pusat yang disebabkan oleh virus Genus Lyssavirus dari Familia Rhabdoviridae. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persebaran dan hubungan kejadian rabies pada anjing dan manusia di Kota Denpasar tahun 2008-2015. Data sekunder dikumpulkan, ditabulasi, dan kemudian dipetakan pada peta wilayah Kota Denpasar. Analisis data sekunder dilakukan dengan analisis korelasi Range Spearman. Sepanjang tahun 2008-2015 telah terjadi sebanyak 53 kasus rabies pada anjing dan 11 kasus pada manusia. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat korelasi positif yang sangat nyata antara kejadian rabies pada anjing dan manusia tahun 2008-2015 dengan nilai koefisien korelasi 0,681 yang menunjukkan bahwa tingginya kejadian rabies pada anjing diikuti dengan kejadian pada manusia.
Prevalensi Dan Predileksi Plak Gigi Pada Kucing Di Kota Denpasar Pratama, Dimas Andi; Utama, Iwan Harjono; Putriningsih, Putu Ayu Sisyawati
Indonesia Medicus Veterinus Vol 7 (1) 2018
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (362.019 KB) | DOI: 10.19087/imv.2018.7.1.76

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi dan predileksi plak gigi pada kucing yang dipelihara di kota Denpasar. Penelitian observasional telah dilakukan terhadap 50 ekor kucing lokal maupun kucing ras di kota Denpasar. Kucing diamati di tempat yang gelap dan gigi diamati pencerahannya dengan Wood’ lamp untuk melacak keberadaan plak gigi. Hasil positif ditandai dengan adanya fluoresensi merah. Hasil penelitian ini, didapatkan 46 kucing positif memiliki plak gigi dengan prevalensi 92%. Predileksi plak gigi terdapat pada bagian gigi incisivus, caninus, molar dan pre molar, tetapi predileksi terbesar terdapat pada pre molar bagian maxillaris. Sehubungan dengan prevalensi tersebut, perlu dilakukan sosialisasi mengenai pentingnya kesehatan gigi dan mulut pada kucing, sehingga dapat mencegah timbulnya penyakit gigi, mulut, serta plak yang berpotensi menimbulkan penyakit periodontal. Pemeriksaan kucing harus difokuskan pada gigi pre molar dan molar untuk kesehatan mulut.
Gambaran Patologi Anatomi dan Histopatologi Kulit Anjing yang Terinfeksi Demodekosis Putra, I Putu Agus Antara; Budiartawan, I Komang Alit; Berata, I Ketut
Indonesia Medicus Veterinus Vol 8 (1) 2019
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1353.892 KB) | DOI: 10.19087/imv.2019.8.1.90

Abstract

Studi kasus ini bertujuan untuk mengamati perubahan patologi anatomi dan histopatologi kulit anjing yang terinfeksi tungau Demodex sp. Pengamatan perubahan makroskopis dilakukan dengan melihat perubahan pada sistem integument (kulit), pemeriksaan deep skin scraping kulit, sedangkan perubahan histopatologi dilakukan dengan membuat preparat histopatologi kulit yang diwarnai dengan pewarnaan hematoxylin dan eosin. Lesi histopatologi diamati dengan mikroskop pembesaran 100X, 400X dan 1000X. Berdasarkan hasil pemeriksaan anjing kasus mengalami pruritus, eritema, alopesia yang bersifat general, scale, pustula, dan crusta. Secara histopatologi ditemukan perubahan berupa folikulitis, furunkulosis, infiltrasi sel radang stratum korneum dan stratum spinosum, dan ditemukan agen tungau Demodex sp.
Distribusi Cacing pada Berbagai Organ Ikan Tongkol SILABAN, BERNA NATALIA; DAMRIYASA, I MADE; ADI SURATMA, NYOMAN
Indonesia Medicus Veterinus Vol.1 (1) 2012
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi dan intensitas infeksi cacing serta mengetahui distribusi cacing pada berbagai organ ikan tongkol (Auxis rochei) yang dipasarkan di Kedonganan, Badung. Telah dilakukan penelitian terhadap 35 ekor ikan tongkol (Auxis rochei) dengan pengamatan terhadap cacing yang ditemukan dengan menggunakan mikroskop, dan diidentifikasi berdasarkan morfologi umumnya (Nurhayati et al., (2007)), Rohde (2005), Yanong (2008)). Penelitian ini dilakukan di Laboratorium bersama Centre for Studies on Animal Diseases (CSAD) Bukit Jimbaran. Data yang berhasil dikumpulkan dianalisa secara deskriptif dan untuk mengetahui hubungan antara intensitas dengan panjang dan berat ikan digunakan uji Rank Spearman.Hasil penelitian didapatkan prevalensi infeksi cacing pada ikan tongkol (Auxis rochei) yang dipasarkan di Kedonganan, Badung adalah 100% dengan intensitas berkisar antara 4-339 ekor cacing dan rata-rata 31,4 serta distribusi infeksi cacing pada ikan tongkol (Auxis rochei) yang dipasarkan di Kedonganan, Badung terjadi pada berbagai organ diantaranya operculum, insang, rongga insang, lambung, usus, hati, sekum, gonad dan rongga tubuh ikan.
Uji Toksisitas Ekstrak Akar Tuba (Derris Elliptica) Secara Topikal pada Kulit Anjing Lokal Br Ginting, Febrina Cicilia; wanto, Sis; Merdana, I Made
Indonesia Medicus Veterinus Vol 4 (2) 2015
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (96.999 KB)

Abstract

Ekstrak akar tuba (Derris elliptica) mengandung zat beracun disebut dengan rotenon yang dapat membunuh kutu pada anjing maupun kucing. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh ekstrak akar tuba terhadap alergi pada kulit dan toksisitas ekstrak akar tuba yang digunakan sebagai antiektoparasit secara topikal. Penelitian ini menggunakan hewan coba sebanyak 10 ekor anjing lokal yang terdiri dari lima ekor jantan dan lima ekor betina, umur 1,5-2 tahun. Untuk perlakuan digunakan aquades sebagai kontrol negatif dan larutan ekstrak akar tuba dengan konsentrasi 1%, 2%, dan 3%. Pengamatan dilakukan setelah 1 jam, 2 jam, 3 jam, 4 jam dan setelah 24 jam terhadap terjadinya dermatitis pada kulit. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak akar tuba dengan konsentrasi 1%, 2%, dan 3% yang diberikan secara topikal tidak menimbulkan dermatitis pada anjing. Dapat disimpulkan bahwa ekstrak akar dapat digunakan sebagai antiektoparasit pada anjing lokal.
Gambaran Histopatologis Saluran Pernapasan Bawah Mencit (Mus muscullus) Akibat Paparan Asap Obat Nyamuk Bakar Tampubolon, Yandri Putra Lumatas; Adi, Anak Agung Ayu Mirah; Winaya, Ida Bagus Oka
Indonesia Medicus Veterinus Vol 5 (3) 2016
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (176.029 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran histopatologis saluran pernapasan bawah mencit (Mus muscullus) akibat paparan asap obat nyamuk bakar dan mengetahui tingkatan keparahan sejalan terhadap lama paparan. Spesimen diambil dari 21 ekor mencit yang dibagi menjadi enam ekor sebagai kelompok kontrol dan 15 ekor sebagai kelompok perlakuan yang diberikan paparan asap obat nyamuk bakar selama ± 12 jam. Setiap dua minggu dua ekor dari kelompok kontrol dan lima ekor dari kelompok perlakuan dieuthanasia dengan cara dislokasi os cervicalis kemudian diambil organ parunya dan dimasukkan ke larutan NBF (Neutural Buffer Formalin) 10% untuk selanjutnya dibuat preparat histopatologi dengan pewarnaan hematoksilin eosin (HE). Analisis tingkat keparahan dilakukan dengan pengamatan dengan gambaran histopatologi dibawah mikroskop pada pembesaran 400x dan 1000x dengan empat lapang pandang yang berbeda. Data hasil penelitian dikumpulkan, diskoring dan dianalisis dengan menggunakan uji non parametrik Kruskal Wallis. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa asap obat nyamuk bakar menyebabkan kerusakan pada saluran pernapasan bawah (parenkim paru dan bronkiolus) dan tingkat keparahan yang terjadi sejalan dengan lama waktu paparan asap obat nyamuk bakar. Perlu penelitian lebih lanjut tentang pengaruh paparan asap obat nyamuk bakar pada organ yang berbeda sehingga dapat memberikan gambaran tingkat penyebaran gas toksik
Gambaran Histopatologi Ginjal Tikus Putih (Rattus norvegicus) yang Diberi Amoxicillin Dikombinasikan dengan Deksametason dan Asam Mefenamat Pasca Operasi Lagho, Engelbertus Efraim; Kardena, I Made; Jayawardhita, Anak Agung Gde
Indonesia Medicus Veterinus Vol 6 (4) 2017
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (583.412 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan histopatologi jaringan tubulus ginjal tikus putih setelah diberikan amoxicillin yang dikombinasikan deksametason dan asam mefenamat pasca operasi. Penelitian ini menggunakan 30 ekor tikus putih yang dibagi 3 kelompok dengan 10 kali ulangan. Pada kelompok 1 diberikan antibiotika (amoxicillin) saja 150 mg/kg BB/hari secara oral pasca operasi. Pada kelompok 2 diberikan antibiotika (amoxicillin) 150 mg/kg BB/hari dan pemberian anti inflamasi (dexametason) 0,5 mg/kg BB/hari. Sedangkan pada kelompok 3 diberikan antibiotika (amoxicillin) 150 mg/kg BB/hari dan anti inflamasi (asam mefenamat) 45 mg/kg BB/hari secara oral. Pada hari ke 7 dan ke 14 tikus tiap perlakuan 5 ekor sampel dieutanasi, kemudian organ ginjal diambil selanjutnya dibuat preparat histologi dengan metode pewarnaan Hematoksillin Eosin (HE). Hasil uji tersebut menunjukkan adanya perubahan histopatologi sel-sel tubulus ginjal tikus putih yang bersifat ringan tetapi tidak mempengaruhi fungsi ginjal tikus putih secara umum.
Pengaruh Frekuensi Penampungan Semen terhadap Daya Hidup dan Abnormalitas Spermatozoa Ayam Pelung Apriliani, Karolina; Bebas, I Wayan; Trilaksana, I Gusti Ngurah Bagus
Indonesia Medicus Veterinus Vol 7 (5) 2018
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (142.325 KB) | DOI: 10.19087/imv.2018.7.5.515

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh frekuensi penampungan semen terhadap daya hidup dan abnormalitas spermatozoa ayam pelung. Penelitian ini menggunakan Rancangan acak lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan yang menggunakan empat ekor ayam pelung jantan berumur 8 bulan. Perlakuan I (T1) penampungan semen ayam pelung yang dilakukan 1 kali seminggu. Perlakuan II (T2) penampungan semen ayam pelung yang dilakukan 2 kali seminggu. Perlakuan III (T3) penampungan semen ayam pelung yang dilakukan 3 kali seminggu. Data yang diperoleh dianalisis dengan Analysis of Variant (ANOVA) kemudian dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT). Hasil penelitian menunjukan daya hidup dan abnormalitas spermatozoa pada perlakuan T1, T2, dan T3 masing-masing yaitu 94.00±1.00%, 92.60±1.34% dan 67.20±2.58%; dan abnormalitas spermatozoa masing-masing yaitu 6.20±1.92%, 6.80±1.78% dan 17.40±2.40%. Secara statistik frekuensi penampungan berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap daya hidup dan abnormalitas spermatozoa ayam pelung.
Induksi Berahi dengan PGF2 Alfa dan Penyuntikan Gn-RH Setelah di Inseminasi Buatan pada Sapi Bali Budiasa, Made Kota; Pemayun, Tjok Gde Oka
Indonesia Medicus Veterinus Vol 8 (5) 2019
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (103.615 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui munculnya berahi setelah penyuntikan PGF2 alfa dan angka kebuntingan setelah penyuntikan Gn-RH (Gonadotrophin Releasing Hormone) pada sapi bali. Materi penelitian adalah 20 ekor sapi bali betina yang sudah dua kali beranak, dan kondisi sehat serta mempunyai siklus berahi normal. Sapi-sapi penelitian dibagi menjadi dua kelompok perlakuan. Kelompok I disuntik PGF2 alfa (LutalyseTM, Pharmacia & Upjohn Company, Prizer Inc.) Sebanyak 25 mg/ml/ekor secara intramuskuler. Kelompok II disuntik PGF2 alfa 25 mg/ml/ekor secara intrauterin dengan masing – masing kelompok terdiri dari 10 kali ulangan. Sapi-sapi yang menunjukkan gejala berahi dibagi menjadi 2 kelompok. Kelompok I diinseminasi tanpa penyuntikan Gn-RH (kontrol), dan kelompok II disuntik Gn-RH 250 ug/ekor (Fertagyl, Intervet. Inc) secara intramuskuler, 3 hari setelah inseminasi buatan, dengan masing-masing kelompok terdiri dari 10 kali ulangan. Hasil penelitian menunjukan bahwa rataan munculnya berahi setelah penyuntikan PGF2 alfa secara intramuskuler adalah 65.,60 ± 8.26 jam dan 40.80 ± 6.19 jam secara intrauterin, dan secara statistik menunjukkan perbedaan yang nyata. Persentase kebuntingan pada penyuntikan Gn-RH adalah 100% dan tanpa Gn-RH (adalah 70%). Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pemberian PGF2 alfa secara intrauterin mampu menginduksi munculnya berahi lebih cepat dan penyntikan Gn-RH mampu meningkatkan angka kebuntingan.
Seroprevalensi Avian Influenza Pada Itik Di Pasar Hewan Beringkit Dan Peternakan Di Badung Siahaan, Lusiana Lasmari; Suartha, I Nyoman; Mahardika, I Gusti Ngurah Kade
Indonesia Medicus Veterinus Vol 3 (2) 2014
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (319.224 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui seroprevalensi virus Avian Influenza (VAI) pada itik di Pasar Hewan Beringkit dan peternakan di Badung. Sampel darah itik diambil secara acak dari Pasar Hewan Beringkit dan Peternakan.Jumlah sampel masing-masing sebanyak 35 sampel darah itik setiap bulan mulai dari bulan Maret sampai bulan Agustus 2012.Anti-VAI antibodi dideteksi dengan uji hambatan hemaglutinasi baku internasional menggunakan isolat VAI H5N1 yang sudah dikarakterisasi di lab Biomedik FKH Universitas Udayana. Hasil penelitian menunjukkan Seroprevalensi Avian Influenza subtipe H5 pada itik di Pasar Hewan Beringkit dan peternakan di Badung sangat tinggi yaitu masing-masing 90,5% dan 80,5%. Seroprevalensi di Pasar Hewan Beringkit nyata lebih tinggi dibandingkan peternakan di Badung (p<0,05).Seroprevalensi antara kedua tempat tersebut setiap bulannya tidak berbeda nyata (p>0,05) kecuali bulan Juli.

Page 10 of 85 | Total Record : 843