cover
Contact Name
Rasiman
Contact Email
edimasupgris@gmail.com
Phone
+6224-8451279
Journal Mail Official
edimasupgris@gmail.com
Editorial Address
LPPM Universitas PGRI Semarang, Jl. Sidodadi Timur No. 24 Semarang Demikian permohonan ini, atas perhatian dan bantuannya kami sampaikan terimakasih.
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
ISSN : 20873565     EISSN : 25285041     DOI : -
Core Subject : Social,
Jurnal E-Dimas (Educations-Pengabdian kepada Masyarakat), dengan nomor ISSN 2087-3565 (cetak) dan ISSN 2528-5041 (online) adalah jurnal multidisiplin ilmiah yang diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas PGRI Semarang. Jurnal E-Dimas merupakan jurnal yang bertaraf nasional yang memiliki fokus utama pada pengembangan ilmu-ilmu di bidang pengabdian kepada masyarakat. Lingkup bidang pengabdian kepada masyarakat antara lain meliputi pelatihan, pemasaran, keamanan pangan lokal, Teknologi Tepat Guna (TTG), desain, pemberdayaan masyarakat, akses sosial, daerah perbatasan, daerah kurang berkembang, dan pendidikan untuk pembangunan berkelanjutan. Pengabdian kepada masyarakat berisi berbagai kegiatan penanganan dan pengelolaan berbagai potensi, kendala, tantangan, dan masalah yang ada di masyarakat. Pelaksanaan kegiatan pengabdian juga melibatkan partisipasi masyarakat dan mitra. Kegiatan pengabdian tersebut disusun dalam suatu kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Tujuan dari publikasi jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual atau ide-ide yang telah dicapai di bidang pengabdian kepada masyarakat. Jurnal E-Dimas menerbitkan jurnal dua kali dalam satu tahun yaitu pada bulan Maret dan September. Kontributor dalam jurnal ini merupakan staf pengajar Universitas PGRI Semarang dan perguruan tinggi-perguruan tinggi lainnya.
Arjuna Subject : -
Articles 904 Documents
Pelatihan Pengembangan Web Profil Desa bagi Aparatur Pemerintah Desa Halim Budi Santoso; Rosa Delima; Argo Wibowo
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 10, No 1 (2019): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/e-dimas.v10i1.2592

Abstract

Perkembangan Teknologi Informasi menjadi salah satu punggung bagi penyebaran informasi ke masyarakat luas. Penggunaan Teknologi Informasi ini juga telah dilakukan oleh masyarakat perdesaan untuk mempublikasikan potensi desa yang dimiliki melalui penggunaan Website profil desa. Potensi yang dimiliki oleh desa ini sangat unik dan beragam. Penggunaan website profil desa juga membantu untuk menyebarluaskan kepada masyarakat di luar desa tersebut. Akan tetapi, salah satu kendala yang dihadapi oleh masing-masing desa dalam pengembangan website profil desa adalah kemampuan aparatur desa untuk mengembangkan website profil. Keterbatasan kemampuan yang dimiliki oleh aparatur desa mendorong tim pengabdi untuk melatih aparatur bagi 3 desa, yaitu Desa Mukiran, Desa Rogomulyo, dan Desa Kaliwungu. Ketiga desa ini berada di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Kegiatan pelatihan ini dilakukan selama 3 hari yang dimulai pada Senin, 4 Juni 2018 dan berakhir pada Rabu, 6 Juni 2018. Kegiatan pengabdian ini dilakukan di Perpustakaan Desa Mukiran, Ngudi Ilmu. Masing-masing desa mengirimkan 3 aparaturnya untuk dapat mengikuti kegiatan ini. Pengukuran yang dilakukan dalam kegiatan ini adalah dengan menggunakan pretest dan posttest untuk masing-masing materi yang disampaikan. Terdapat 2 pokok bahasan utama dalam kegiatan pelatihan ini, yaitu arsitektur informasi website dan pengembangan website profil dengan Wordpress. Hasil lain yang di dapat dari pelatihan ini adalah draft website profile bagi masing-masing desa dan sudah di hosting secara online.
Sosialisasi Hygiene Sanitasi pada Pedagang Warung Makan di Sekitar Kampus IAIN Surakarta Moh Taufik; Angga Dwi Prasetyo; Ismail Yahya
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 12, No 1 (2021): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/e-dimas.v12i1.4756

Abstract

Warung makan banyak terdapat di wilayah sekitar kampus IAIN Surakarta. Salah satu hal yang perlu ditingkatkan oleh suatu warung makan adalah penerapan hygiene sanitasi, sehingga potensi terjadinya keracunan makanan dapat dihindari. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah mensosialisasikan hygiene sanitasi kepada beberapa pedagang warung makan yang berada disekitar kampus IAIN Surakarta. Metode yang digunakan adalah sosialisasi langsung secara door to door pada delapan pedagang warung makan, yaitu Bakso Mas Agung, Warung makan Aywa, Mie Ayam Pak Min, Warung Makan Bu Dul, Seblak Bloom Outlet Maya, Waroeng Es Buah Pelajar, Ayam Geprek Mbok Ben dan Mie Ayam Bakso Sido Mampir. Ada dua hal yang diinformasikan ke pedagang warung makan, yaitu persyaratan hygiene sanitasi dan tatacara mendapatkan sertifikat laik hygiene sanitasi. Secara umum sosialisasi dapat meningkatkan pemahaman peserta terhadap persyaratan hygiene sanitasi dan tatacara memperoleh sertifikat laik hygiene sanitasi. Acara sosialisasi ini berlangsung cukup baik. Hal ini terlihat dari hasil evaluasi kegiatan yang dilakukan dengan menggunakan kuisioner.
Pelatihan Meminimalisir Efek Hoaks Media Sosial di Desa Namo Sialang Kecamatan Batang Serangan Kabupaten Langkat, Sumatera Utara Kariaman Sinaga; Junaidi Junaidi; Siswati Saragi; Maria Ulfa Batoebara
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 10, No 2 (2019): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/e-dimas.v10i2.3257

Abstract

Penyebaran berita hoax cukup meresahkan akhir-akhir ini. Banyaknya berita bersileweran tanpa filter terlebih dahulu membuat masyarakat termakan isu-isu yang menyesatkan. Hoax mudah viral jika seseorang dengan semberono membagikannya tanpa pengetahuan dan tanggungjawab. Untuk itu para pengguna harus menjadi netizen yang cerdas dan bijak. Ciri-ciri berita hoax biasanya yang mengajak pembacanya membenci, fitnah atau rekayasa. Lalu memakai gambar yang tidak berkaitan dengan informasi yang disebarkan. Salah satunya menggunakan media abal-abal yang tidak bertanggungjawab. Informasi yang dikeluarkan baik orang perorang maupun badan usaha melalui media sosial dan elektronik ketika telah terkirim dan dibaca oleh banyak orang dapat mempengaruhi emosi, perasaan, pikiran bahkan tindakan seseorang atau kelompok. Sangat disayangkan informasi tersebut adalah informasi bohong (hoax) dengan judul yang sangat profokatif kebencian yang diterima dan menyerang pihak atupun membuat orang menjadi takut, terancam dan dapat merugikan pihak yang diberitakan sehingga dapat merusak reputasi dan menimbulkan kerugian materi. Kita tidak bisa membuat berita hoax tidak ada. Tetapi dengan bisa kita adalah meminimalkan dampak buruk dari hoax. Misalnya pelatihan meminimalisir dalam menerima dan menyebarkan informasi di media sosial. 
Pelatihan untuk Guru-Guru SD dalam Membuat Instrumen HOTs Mata Pelajaran Matematika Hella Jusra; Fitri Alyani
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 12, No 1 (2021): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/e-dimas.v12i1.4206

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan mengingat di tahun 2019, Kurikulum 2013 wajib diterapkan di seluruh Sekolah Dasar di Indonesia. Namun, di SD Negeri Pondok Ranggon 03 belum menerapkan dan masih mengalami kesulitan dalam membuat RPP terutama poin indikator pencapaian kompetensi dan tujuan pembelajaran. Selain itu, Mengembangkan poin-poin pada indikator pencapaian kompetensi dan tujuan pembelajaran, serta mengaitkan mata pelajaran matematika yang sesuai dengan tema. Hal lain yang menjadi kendala adalah bagaimana membuat pertanyaan-pertanyaan yang dapat merangsang siswa untuk berpikir kritis dan kreatif dalam memecahkan masalah yang diberikan. Membuat siswa bernalar terhadap permasalahan kontekstual yang dianggap sulit bagi guru. Kesulitan lain dalam pembuatan RPP ada pada poin indikator pencapaian kompetensi dimana kata kerja yang digunakan hanya mengukur aspek pengetahuan, pemahaman dan aplikasi. Metode yang digunakan adalah 1) tim pengabdian masyarakat memberikan seminar mengenai kurikulum 2013, 2) tim pengabdian masyarakat mengadakan kegiatan workshop terkait dengan seminar yang telah diberikan sebelumnya, dan 3) hasil pekerjaan peserta dari kegiatan workshop dikumpulkan kepada tim dan diberikan masukan oleh narasumber. Peserta dapat membuat instrumen dan indikator pencapaian kompetensi yang berbasis HOTs.
PELATIHAN KEWIRAUSAHAAN DI UNIVERSITAS PGRI SEMARANG Muhtarom Muhtarom; Nizaruddin Nizaruddin; Muhammad Saifuddin Zuhri
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 8, No 1 (2017): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/e-dimas.v8i1.1379

Abstract

Tujuan program ini adalah mengembangkan model pelatihan kewirausahaan yang cocok mahasiswa dan menciptakan wirausaha baru yang mandiri berbasis ipteks yang siap beraktivitas di masyarakat. Pelatihan kewirausahaan  didesain 3-Box yang dilaksanakan secara bertahap meliputi: tahapan pertama, mahasiswa diberikan bekal pengetahuan tentang Entreprenuership, Change Mindset and Paradigm Entreprenuership, Inspirasi, Kreativitas dan Ide Usaha, Membuat Usaha dan Kualitas konsep usaha. Pada tahapan kedua, aktivitas belajar difokuskan pada upaya peningkatan pemahaman terhadap realitas dunia usaha dengan melalui pengkajian kasus yang terjadi atau berlaku di dunia usaha. Pada tahap ketiga, mengadakan evaluasi proses pelatihan. Evaluasi ini akan dilaksanakan dalam bentuk presentasi revisi desain usaha yang akan dilaksanakan setelah mendapatkan materi pada tahap pertama dan tahap kedua. Program ini telah melahirkan wirausaha mandiri, meliputi: Bimbel BEE, Pin dan Name Tag, Usaha pangsit, Bantal Karakter Handmate, Cappucino Cincau dan Chocolate, dan budidaya burung kenari.
Implementasi Official Website Sekolah untuk Peningkatan Mutu Layanan pada SMA Hidayatul Mustafidin Dawe Kudus Azizah, Noor; Saputro, Heru
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 11, No 2 (2020): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/e-dimas.v11i2.2753

Abstract

Standar Nasional Pendidikan merupakan kriteria minimal tentang sistem pendidikan di seluruh wilayah hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia. Ada 8 Standar Nasional Penelitian salah satunya adalah standar pengelolaan. Khususnya pengelolaan di bidang informasi. Bagaimana informasi dari sekolah dapat tersampaikan kepada penerimanya dengan cepat dan akurat. Semakin baik pengelolaan yang terdapat pada satuan pendidikan, semakin baik pula kualitas mutu layanan pendidikan nya. Akan tetapi kondisi yang ada pada SMA Hidayatul Mustafidin ini, penyebaran informasi yang dilakukan masih bersifat konvensional, yaitu melalui surat, papan pengumuman, maupun dari mulut ke mulut. Metode konvensional ini memang banyak sekali kekurangnnya, antara lain 1) jangkauan penyebaran informasi yang sempit; 2) informasi yang disampaikan terbatas; 3) kurangnya update informasi; 4) penggunaan waktu dan biaya yang kurang efektif dan efisien. Oleh karena itu dibutuhkan media penyebaran informasi menggunakan official website sehingga semua informasi dari sekolah dapat diakses secara luas dan terbuka oleh semua masyarakat umum. Hasil dari kegiatan pengabdian ini adalah 1) meningkatnya mutu layanan sekolah terlebih pada layanan akademik maupun humas; 2) proses pembelajaran lebih inovatif karena sudah berbasis online, yakni materi pembelajaran dan tugas dapat di upload pada website; 3) terciptanya komunikasi yang efektif, cepat, dan akurat antara pihak sekolah, siswa, dan wali murid karena semua informasi dan pengumuman di sampaikan secara online; 4) meningkatnya jumlah calon siswa karena keberadaan SMA Hidayatul Mustafidin semakin dikenal masyarakat luas.
PENTINGNYA BINTEK (BIMBINGAN TEKNIS) DALAM PENGEMBANGAN KARAKTERISTIK TENAGA PENGAJAR DI POS PAUD SEBAGAI PERWUJUDAN MUTU PENDIDIK PROFESIONAL Agung Prasetyo; Ismatul Khasanah; Mila Karmila; Ellya Rakhmawati
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 3, No 1 (2012): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/e-dimas.v3i1.251

Abstract

Abstract Technical assistance in developing a cadre post in early childhood Pudak Payung Banyumanik Semarang is an activity undertaken in order to provide insight into the implementation of early childhood in every RW Pos in order to realize the City/County Eligible Children. City/County deserve a child is the implementation of child rights in three areas, namely: profisi (meeting the needs of children of love), protection (children's rights in obtaining protection), and participation (involvement of children's rights in decision making). Third child rights will not be fulfilled properly, without a beginning and involving parents, teachers or early childhood educators. This activity aims to provide assistance for citizens in the realization of decent child starts from the family environment. The solutions offered are: (1) provide training and mentoring for teachers/teacher/early childhood in a cadre post bintek to achieve professionalism in the field of early childhood, (2) provide the skills for early childhood cadre post about active learning and creative developmentally appropriate early childhood, (3) provide training and skills in the construction of educational games based waste/scrap materials as a source of learning for AUD; (4) provide assistance in conducting the evaluation of early childhood education at the post, and (5) monitoring the implementation of sustainable results. Therefore, with this activity, is expected to citizens, parents, and children receive the same rights in accordance with the ideals that the realization of decent kids program. Key Words: Guidance, Lecturer, and Educator Quality ?é?áAbstrak Bimbingan Teknis dalam mengembangkan Kader Pos Paud di Pudak Payung Banyumanik Semarang adalah sebuah kegiatan yang dilakukan dalam rangka memberikan pemahaman tentang pelaksanaan Pos PAUD di setiap RW dalam rangka mewujudkan Kota/ Kabupaten Layak Anak. Kota/Kabupaten layak anak merupakan implementasi hak-hak anak dalam tiga bidang, yakni: profisi (pemenuhan kebutuhan anak yang berupa kasih sayang), proteksi (hak anak dalam mendapatkan perlindungan), dan partisipasi (hak anak dalam keterlibatan pengambilan keputusan). Ketiga hak anak tersebut, tidak akan terpenuhi dengan baik, tanpa dimulai dan melibatkan orang tua, guru ataupun pendidik PAUD. Kegiatan ini bertujuan memberikan pendampingan bagi warga masyarakat dalam merealisasikan kota layak anak dimulai dari lingkungan keluarga. Solusi yang ditawarkan ini adalah: (1) memberikan pelatihan dan pendampingan bagi tenaga pengajar/guru/kader Pos PAUD dalam bintek untuk mewujudkan profesionalisme di bidang PAUD; (2) memberikan keterampilan bagi kader Pos PAUD tentang pembelajaran aktif dan kreatif yang sesuai dengan tahapan perkembangan AUD; (3) memberikan pelatihan dan keterampilan dalam pembuatan alat permainan edukatif berbasis limbah/bahan bekas sebagai sumber belajar bagi AUD; (4) memberikan pendampingan dalam melakukan evaluasi pendidikan di Pos PAUD; dan (5) monitoring hasil pelaksanaan secara berkelanjutan. Dengan kegiatan ini, diharapkan warga masyarakat, orang tua, dan anak memperoleh hak yang sama sesuai dengan cita-cita agar terealisasinya program kota layak anak. Kata Kunci: Bimbingan, Tenaga Pengajar, dan Mutu Pendidik
Penanganan Pasca Tangkap Ikan Julung-Julung untuk Peningkatan Ekonomi Kelompok Nelayan di Kampung Palareng, Sangihe Costantein Imanuel Sarapil; Eunike Irene Kumaseh
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 12, No 2 (2021): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/e-dimas.v12i2.7004

Abstract

Sumberdaya ikan Julung-julung yang berada di Kabupaten Kepulauan Sangihe merupakan salah satu jenis ikan pelagis yang bernilai ekonomis penting. Salah satu usaha penangkapan ikan tersebut berada di kampung Palareng. Penangkapan ikan Julung-julung menggunakan alat tangkap yang disebut giop merupakan pukat cincin atau mini purse seine. Permasalah Mitra yaitu sumberdaya perikanan ikan Julung-julung yang ada di kampung Palareng sangat melimpah tapi tidak ditunjang dengan fasilitas seperti Cool Box dan pengolahan yaitu alat pengasapan ikan sehingga hasil tangkapan yang melimpah hanya langsung dijual dengan harga yang rendah. Tahapan pelaksanaan PKM yaitu Survey, Pembangunan Rumah Pengasapan Ikan Julung-julung, Penyuluhan Penanganan Pasca Tangkap Ikan dan Pemberian Cool box, Pendampingan kepada Masyarakat, serta Monitoring & Evaluasi. Dengan adanya Rumah Pengasapan Ikan Julung-julung membantu masyarakat di Kampung Palareng khususnya kelompok nelayan yang ada untuk lebih efektif dan efisien dalam pengolahan ikan Julung-julung. Harga jual ikan asap Julung-julung Rp 1.000,-/ekor, dibandingkan dengan harga jual ikan Julung-julung mentah Rp 250/ekor. Hal ini menunjukkan bahwa besarnya keuntungan nelayan pada setiap ekor ikan asap Julung-julung yaitu Rp 750.-/ekor. Jika maksimum pengolahan dalam sekali pengoperasian Rumah Pengasapan ikan ada 2500 ekor, maka besar keuntungan yang diperoleh yaitu 2500 14×">  Rp 1.000,- = Rp 2.500.000,-. Kegiatan PKM Penanganan Pasca Tangkap Ikan Julung- julung (Hemiramphus sp) di Kampung Palareng Kecamatan Tabukan Selatan Kabupaten Kepulauan Sangihe Propinsi Sulawesi Utara telah membantu meningkatkan ekonomi kelompok nelayan pengolah ikan. Masyarakat diharapkan dapat terus mengembangkan usaha yang ada untuk semakin menaikan taraf hidup nelayan.
IbM Peternak Lele Semarang Barat Mudzanatun Mudzanatun; Ryky Mandarsari; Dwi Prasetyo Hadi
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 8, No 2 (2017): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/e-dimas.v8i2.1423

Abstract

Tujuan kegiatan Ipteks bagi Masyarakat (IbM) Kelompok Peternak Lele di Semarang Barat Kota Semarang yaitu tim IbM mengabdikan diri pada masyarakat calon pengusaha kelompok peternak lele untuk mengatasi prioritas permasalahan yang dihadapi. Target khusus yang ingin dicapai adalah meningkatnya pendapatan dengan adanya produk baru dari pengelolaan hasil olahan lele, meningkatnya modal kerja yang diperoleh dari akses pemerintah ataupun perbankkan yang kompeten, dan meningkatnya jejaring usaha dengan para mitra IbM serta adanya toko online. Metode kegiatan ini dengan pemberdayaan yaitu adanya tahapan kegiatan dalam melaksanakan IbM. Tahapan tersebut adalah sebagai berikut adalah; (1) sosialisasi program kegiatan IbM; (2) pelatihan pengolahan bahan dasar lele; (3) pembinaan manajemen produksi dan administrasi keuangan; (4) workshop metode dalam mengakses modal dari Instansi Pemerintah dan Swasta.
Penyuluhan Wirausaha Berbasis Teknologi untuk Pemulihan Ekonomi Masyarakat Terdampak Covid-19 di Masa New Normal Wibowo, Arief; Pradiptha, Anindya Putri; Mulyati, Mulyati; Utari, Dyah Retno
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 11, No 3 (2020): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/e-dimas.v11i3.5872

Abstract

Pandemi COVID-19 yang telah terjadi di Indonesia merupakan bencana yang tidak pernah diduga sebelumnya. Pada kondisi perekonomian yang sulit di tengah krisis ekonomi dunia, bangsa Indonesia juga harus menghadapi fenomena terjadinya pandemi COVID-19 yang semakin memberatkan pertumbuhan ekonomi. DKI Jakarta sebagai ibukota negara telah menjadi episentrum bagi penyebaran virus Corona yang belum ada penangkalnya. Kondisi perekonomian masyarakat di tingkat keluarga dalam situasi pandemi COVID-19 memerlukan inovasi untuk meningkatkan kembali daya saing dan daya jual ekonomi kemasyarakatan. Pengabdian masyarakat ini telah menghadirkan suatu kegiatan penyuluhan yang diperuntukkan bagi masyarakat di wilayah Kecamatan Grogol Petamburan Jakarta Barat. Penyuluhan ini telah difasilitasi oleh Suku Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk Kota Administrasi Jakarta Barat Provinsi DKI Jakarta. Kegiatan yang telah dilakukan berupa seminar dan workshop tentang kegiatan wirausaha berbasis teknologi yang adaptif terhadap situasi pandemi COVID-19. Masyarakat sasaran telah diberikan pengetahuan tentang proses bisnis elektronik di era Industri 4.0 yang sarat dengan nuansa teknologi informasi dan komunikasi. Dengan berbekal pengetahuan itu, kegiatan ini telah membangkitkan semangat dan motivasi mereka untuk menjalankan usaha berskala mikro dengan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi. Berdasarkan hasil pengukuran yang telah dilakukan, sebanyak 89% peserta menyatakan telah memahami luaran kegiatan dan berpendapat bahwa kegiatan ini telah sesuai dengan harapan. Mereka pun yakin akan mampu memulihkan kondisi khususnya di lingkungan ekonomi keluarga pada masa pandemi COVID-19.

Page 2 of 91 | Total Record : 904