cover
Contact Name
Made Ria Defiani
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jbiologi@unud.ac.id
Editorial Address
Managed by Biology Study Program, Faculty of Math and Natural Science, University of Udayana Jl. Raya Kampus Bukit Jimbaran, Kuta Selatan, Jimbaran, Badung, Bali 80361
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Biologi Udayana
Published by Universitas Udayana
ISSN : 14105292     EISSN : 25992856     DOI : https://doi.org/10.24843/jbiounud
Jurnal Biologi Udayana (p-ISSN 1410-5292 | e-ISSN 2599-2856 | DOI 10.24843/jbiounud) managed by the Department of Biology, Udayana University, published in two formats namely print and online regularly twice a year (June and December).
Articles 262 Documents
RASIO JENIS KELAMIN PADA KELAHIRAN ANTARA BULAN DESEMBER 2010 SAMPAI NOVEMBER 2012 DI RSUD WANGAYA, DENPASAR DAN RSUD BANGLI, BANGLI DI PROVINSI BALI Victor Peter Poli; I Ketut Junitha; Ni Made Rai Suarni
Jurnal Biologi Udayana Vol 19 No 1 (2015): JURNAL BIOLOGI
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1056.698 KB)

Abstract

Penelitian tentang rasio jenis kelamin pada kelahiran dilakukan untuk memperoleh informasi tentang rasio jenis kelamin pada kelahiran di Indonesia khususnya di pulau Bali. Penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui pengaruh faktor suhu lingkungan terhadap konsepsi yang berdampak pada rasio jenis kelamin. Data kelahiran selama dua tahun diperoleh dari RSUD Wangaya Denpasar dan RSUD Bangli sejak bulan Desember 2010 hingga November 2012. Data suhu dan curah hujan didapat dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) wilayah III di Denpasar. Data yang diperoleh diuji dengan chi-square test dan regresi linier. Rasio jenis kelamin pada kelahiran di RSUD Wangaya yaitu 108 kelahiran laki-laki per 100 kelahiran bayi perempuan dan di RSUDBangli yaitu 94 kelahiran bayi laki-laki per 100 kelahiran bayi perempuan. Hasil analisis menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara konsepsi penentuan jenis kelamin dengan suhu. Dapat disimpulkan rasio jenis  kelamin di RSUD Wangaya dan RSUD Bangli kemungkinan hanya  dipengaruhi oleh peluang.
PERILAKU HARIAN BURUNG JALAK BALI (Leucopsar rothschildi) PERIODE BREEDING PADA RELUNG YANG BERBEDA DI BALI BIRD PARK, GIANYAR, BALI I Komang Andika Putra; Ni Luh Watiniasih; I Nengah Nuyana
Jurnal Biologi Udayana Vol 18 No 1 (2014): Jurnal Biologi
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (369.617 KB)

Abstract

Penelitian mengenai perilaku harian burung jalak bali (Leucopsar rothschildi) periode pada relung yang berbeda telah dilakukan di Bali Bird Park, Gianyar, Bali.  Penelitian dilakukan dari 20 November – 28 Desember 2012.  Penelitian pendahuluan dilakukan untuk membiasakan burung yang digunakan sebagai obyek penelitian terhadap peneliti (habituasi).  Data dikoleksi dengan metode Ad libitum dan Instantaneous Scan Sampling.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku bertengger dan preening lebih banyak dilakukan oleh burung di relung I (berturut turut: 43% dan 19%) dibandingkan dengan burung di relung II (berturut-turut: 28% dan 17%). Sebaliknya perilaku bergerak (37%) dan agonistik (6%) lebih banyak dilakukan oleh burung di relung II dibandingkan dengan burung di relung I yaitu 24% untuk bergerak dan 0,4% agonistik. Perilaku ingestif dan reproduksi hampir sama dikedua relung, demikian jga dengan perilaku defikasi.
KEMAJUAN PENELITIAN BIOSINTESIS MONOTERPENA DAN PERANAN Terpene Cyclase: Suatu Kajian Pustaka Mario Nikolaus Dalengkade; Ferry Fredy
Jurnal Biologi Udayana Vol 22 No 2 (2018): JURNAL BIOLOGI UDAYANA
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (715.697 KB) | DOI: 10.24843/JBIOUNUD.2018.v22.i02.p06

Abstract

Chain extension, bond?? termination, and rearrangement of C bonds from complex reactions by cyclase create a universal substrate for C10 biosynthesis. From this substrate it consumes abundant C10 in nature. Approved by the researcher as a postulate. Mechanical and genetic studies also prove the postulate. In addition, metal ions as a binder play an important role in C10 biosynthesis and its regulation.
EVALUASI INDIKATOR TOLERANSI CEKAMAN KEKERINGAN PADA FASE PERKECAMBAHAN PADI (ORYZA SATIVA L.) NIO SONG; SRI MARIYATI TONDAIS; REGINA BUTARBUTAR
Jurnal Biologi Udayana Vol 14 No 2 (2010): Jurnal Biologi
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (265.798 KB)

Abstract

A study was conducted to evaluate morphological characters that were able to be used as indicators of water-deficit tolerance in rice at the germination phase in the Laboratory of Conservation Biology and Biodiversity, Department of Biology, FMIPA, Sam Ratulangi University. The method that was used in this study was germination in the osmoticum solution. Rice cultivars Mira 1 and IR 64 were used and the osmoticum solution was polyethylene glycol (PEG) 8000. Among the morphological characters (i.e. length of seminal root, shoot length, root-to-shoot length ratio, coleoptile length, germination percentage and seed vigour index) that were evaluated, root-to-shoot length ratio was able to be used as the indicator of water-deficit tolerance in rice at the germination phase.
IDENTIFIKASI IKAN SAPU-SAPU (Loricariidae) BERDASARKAN KARAKTER POLA ABDOMENDI PERAIRAN CILIWUNG Fatihah Dinul Qoyyimah; Dewi Elfidasari; Melta Rini Fahmi
Jurnal Biologi Udayana Vol 20 No 1 (2016): Jurnal Biologi
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1122.282 KB)

Abstract

Ikan sapu-sapu (Loricariidae) merupakan invasive species yang terdapat pada beberapa negara, salah satunyaIndonesia. Ikan tersebut dapat ditemukan pada sungai Ciliwung. Bagian hilir dari sungai tersebut adalah Kota Jakarta.Ikan sapu-sapu yang terdapat di Indonesia termasuk pada Genus Pterygoplichthys. Genus Pterygoplichthys masihsulit dibedakan berdasarkan karakter morfologi. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mengidentifikasi ikantersebut adalah melihat pola abdomen. Sampel yang digunakan berjumlah 28 ekor. Identifikasi berdasarkan polaabdomen yang dapat dilakukan dengan melihat literatur yang ada. Hasil penelitian yang dilakukan menunjukkanterdapat 2 spesies ikan sapu-sapu pada sungai Ciliwung dan jenis inter-grade. Spesies tersebut adalah Pterygoplichthyspardalis dan Pterygoplichthys disjunctivus.
KEANEKARAGAMAN LABA-LABA PADA EKOSISTEM SAWAH MONOKULTUR DAN POLIKULTUR DI PULAU LOMBOK I WAYAN SUANA; HERY HARYANTO
Jurnal Biologi Udayana Vol XI, No 1
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Laba-laba merupakan salah satu agens pengendalian hayati yang sangat potensial pada ekosistem sawah. Keberadaan laba-laba pada ekosistem sawah diduga dipengaruhi oleh cara bercocok tanam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman laba-laba pada ekosistem sawah di Pulau Lombok, serta melihat pengaruh cara bercocok tanam (monokultur dan polikultur) terhadap keberadaan laba-laba pada ekosistem tersebut. Penelitian dilakukan pada ekosistem sawah di Desa Tanjung Karang dan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat, pada bulan Mei sampai Agustus 2006. Pengamatan laba-laba dilakukan dengan perangkap jebak dan jaring ayun. Pada penelitian ini didapatkan 328 individu laba-laba dari 50 spesies, 30 genera, dan 11 familia. Pada ekosistem sawah polikultur, keanekaragaman dan kekayaan spesies laba-laba lebih tinggi dibandingkan dengan ekosistem sawah monokultur. Lahan pertanaman yang dikelola secara polikultur dapat menciptakan struktur habitat yang lebih kompleks sehingga lebih banyak spesies laba-laba yang dapat berkoeksistensi di dalamnya.
Response of North Pacific Seastar Asterias amurensis To Food Attractant (Betaine) Deny Suhernawan Yusup
Jurnal Biologi Udayana Vol 16 No 2 (2012): Jurnal Biologi
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (275.512 KB)

Abstract

Penelitian tentang respon hewan bintang laut Pacific Utara telah dilakukan di Tasmania Aquaculture and Fisheries Institute (TAFI) Taroona Hobart Tasmania. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui respon Asterias amurensis terhadap stimulant (asam amino Betaine) dan ambang  konsentrasi yang direspon  serta orientasi pemangsaan (NGDR dan kecepatan merayap). Tujuh konsentrasi (Molar) larutan Batine yang ditandai pewarna rhodamine digunakan dalam penelitian ini yaitu: 0 M (kontrol), 10-1 M; 10-3 M; 10-4 M; 10-5 M; 10-6 M; 10-7 M; 10-8 M.  Kecepatan arus yang digunakan adalah 1.1 cm/dt. Respon di rekam dengan video kamera dan dianalisa dengan program MOCHA. Hasil analisa statistik menunjukkan bahwa respon maksimum ditunjukkan pada konsentrasi 10-5 M (P: 0.05, IDF= 3.843). Kosentrasi ambang diduga antara 10-7 M and 10-8 M.  Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan respon bintang laut kecil dengan yang besar.  Hasil analisa statistik juga menunjukkan bahwa NGDR dan keceparan merayap tidak ada perbedaan diantara konsentrasi Betaine.
PROFIL LIPID KELINCI (Lepus sp.) JANTAN LOKAL YANG DIBERI PAKAN KOMERSIAL DISUPLEMENTASI MINYAK HATI IKAN KOD NI GUSTI AYU MANIK ERMAYANTI; I GUSTI LANANG OKA; I GEDE MAHARDIKA; PUTU SUYADNYA
Jurnal Biologi Udayana Vol 22 No 1 (2018): JURNAL BIOLOGI UDAYANA
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (717.346 KB) | DOI: 10.24843/JBIOUNUD.2018.v22.i01.p02

Abstract

ABSTRACT Cod liver oil as a source PUFA (Polyunsaturated Fatty Acid) has very diverse and complex benefits, including for heart health. This study aimed to improve the lipid profile of male local rabbit which was fed commercial supplementation of cod liver oil. The experimental design used was Completely Randomized Design (RAL) with four feed treatments, ie commercial feed without supplementation of cod liver oil (P0) as control, commercial feed supplemented by cod liver oil 1.5% (P1), commercial feed supplemented by oil liver of 3% cod (P2) and commercial feed supplementation of cod liver oil 4.5% (P3).Each treatment consists of eight rabbits. The variables observed were total cholesterol, triglyceride, LDL, and HDL levels. The data obtained were analyzed with ANOVA and if significantly different were tested further with DMRT. The results showed that supplementation of cod liver oil with different levels in commercial feed showed significantly different results (P <0.05) on total cholesterol, triglyceride, LDL, and HDL levels of local rabbit. It can be concluded that supplementation of cod liver oil in commercial feed to the extent 4.5% capable repair the lipid profile of male local rabbit because it can decreased total cholesterol levels, decrease triglycerides levels, decreased LDL levels, and increased HDL levels.
AUTEKOLOGI PURNAJIWA (EUCHRESTA HORSFIELDII (LESCH.) BENN. (FABACEAE) DI SEBAGIAN KAWASAN HUTAN BUKIT TAPAK CAGAR ALAM BATUKAHU BALI Sutomo -; Laily Mukaromah
Jurnal Biologi Udayana Vol 14 No 1 (2010): Jurnal Biologi
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (142.618 KB)

Abstract

Purnajiwa, which lives in highland jungles in Bali, is a famous medicinal plant in Bali and its presence in the wild is now under threat due to over exploitation and the destruction of its habitat. Batukahu nature reserves are one of its remaining habitats. This preliminary study aimed to describe purnajiwa’s habitat in Batukahu nature reserves. Purnajiwa was found in shaded areas with light intensity range from 55-65%. It grows under the shading of Laportea sp., Ficus sp., Syzygium zollingerianum, and Sauraria sp. Purnajiwa grows on soil with 6,7-6,8 range of pH with litter thickness of 3-7 cm. Purnajiwa also associated with the surrounding understorey vegetation such as Diplazium proliferum (IVI = 54,6) and Oplismenus compositus L. (IVI = 40). Result from this study gave usefull information for the purpose of its acclimatization and propagation in ex-situ conservation for its sustainable resources.
INDEKS MITOSIS UJUNG AKAR KECAMBAH CABE BESAR (Capsicum annuum L.) SETELAH PERLAKUAN SUSPENSI Trichoderma sp. PetroneLa Deno Raja; Eniek Kriswiyanti; Ni Nyoman Darsini
Jurnal Biologi Udayana Vol 19 No 2 (2015): JURNAL BIOLOGI
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (259.708 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui indeks mitosis ujung akar kecambah cabe besar (Capsicum annuum L.) setelah perlakuan suspensi Trichoderma sp. Penelitian ini dilakukan di laboratorium Struktur Perkembangan Tumbuhan Jurusan Biologi FMIPA, Universitas Udayana dari Oktober 2013-November 2013. Metode yang digunakan adalah metode squash, biji cabe untuk kontrol direndam dalam air ± 6 jam, untuk perlakuan biji setelah direndam air, direndam lagi dalam suspensi Trichoderma sp. 10-7 selama ± 6 jam, selanjutnya dikecambahkan. Ujung akar kecambah 2 mm dipotong, difiksasi dalam larutan farmer ± 2-24 jam, dihidrolisis dalam larutan 3N HCL ± 2-5 menit dan kemudian pewarnaan dengan aceto orcein ± 5 menit. Pengamatan dilakukan dengan mikroskop binokuler, data pembelahan tiap fase mitosis dihitung (%), dicatat dan difoto, dan dianalisis dengan menggunakan uji paired T tes.Hasil penelitian menunjukkan bahwa Trichoderma sp. berpengaruh terhadap indeks mitosis sel ujung akar Capsicum annuum L.,  pada fase metafase berbeda nyata antara kontrol dan perlakuan, sedangkan pada fase profase, anafase dan telofase berbeda tidak nyata.  Pada perlakuan persentase fase profase, metafase, anafase dan telofase (77,14%; 12,96 %; 5,88 % dan 5,23 %) lebih tinggi dari kontrol (66,40 %; 5,44 %; 4,96 % dan 4,66 %).