cover
Contact Name
Made Ria Defiani
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jbiologi@unud.ac.id
Editorial Address
Managed by Biology Study Program, Faculty of Math and Natural Science, University of Udayana Jl. Raya Kampus Bukit Jimbaran, Kuta Selatan, Jimbaran, Badung, Bali 80361
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Biologi Udayana
Published by Universitas Udayana
ISSN : 14105292     EISSN : 25992856     DOI : https://doi.org/10.24843/jbiounud
Jurnal Biologi Udayana (p-ISSN 1410-5292 | e-ISSN 2599-2856 | DOI 10.24843/jbiounud) managed by the Department of Biology, Udayana University, published in two formats namely print and online regularly twice a year (June and December).
Articles 262 Documents
KUALITAS DAN KUANTITAS DNA DARAH KERING PADA BESI DAN KAYU YANG DISIMPAN DALAM KURUN WAKTU BERBEDA Ni Putu Puniari Eka Putri; I Ketut Junitha
Jurnal Biologi Udayana Vol 19 No 1 (2015): JURNAL BIOLOGI
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1061.247 KB)

Abstract

DNA merupakan materi genetik yang berfungsi untuk mengatur aktivitas biologis seluruh bentuk kehidupan. Darah merupakan salah satu sumber DNA yang sering digunakan sebagai barang bukti dalam bidang forensik.Kondisi darah sebagai barang bukti di TKP (tempat kejadian perkara) yang ditemukan diantaranya  pada besi, kayu, pakaian, tembok, lantai, kertas dan gunting dapat mempengaruhi hasil ekstraksi dan analisis DNA. Dalam ilmu forensik menerapkan prinsip Locard yaitu adanya pertukaran materi ketika terjadi kontak dari dua buah benda. Materi yang tertinggal akibat kontak dari dua buah benda tersebut akan menjadi barang bukti kuat yang sangat menentukan dalam penyelesaian suatu kasus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas dan kuantitas DNA dari darah kering pada besi dan kayu yang disimpan dalam kurun waktu berbeda (satu, dua, tiga, dan empat bulan), kemudian diekstraksi dengan menggunakan metode fenol kloroform termodifikasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa DNA dari darah kering pada besi dan kayu masih dapat diekstraksi menggunakan metode fenol kloroform yang dimodifikasi sampai empat bulan penyimpanan, tetapi terjadi penurunan kuantitas DNA sejalan dengan lama waktu penyimpanan.
UJI KEBERADAAN DAN KARAKTERISASI MIKROBA PELARUT FOSFAT PADA BERBAGAI MERK PUPUK ORGANIK Ni Luh Putu Eka Suartini; I.B.G. Darmayasa; I.P.G. Ardhana
Jurnal Biologi Udayana Vol 17 No 2 (2013): Jurnal Biologi
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (259.499 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji keberadaan, mengetahui total mikroba dan karakterisasi mikroba pelarut fosfat pada berbagai merek pupuk organik. Keberadaan mikroba pelarut fosfat dicirikan dengan terbentuknya zona bening pada media pikovskaya, dengan rata-rata total mikroba pelarut fosfat terbanyak terdapat pada Pupuk Botani (Pubotan) Tanah Subur dengan total mikroba 99,93 x 105 (CFU/g pupuk) sedangkan yang paling sedikit terdapat pada Pupuk Organik Kompos (Limbah Sapi) dengan total mikrobanya yaitu 33 x 105 (CFU/g pupuk). Isolat bakteri pelarut fosfat yang ditemukan yaitu 7 isolat dengan 3 isolat bakteri tergolong genus Klebsiella dan 4 isolat bakteri tergolong genus Enterobacter. Sedangkan koloni cendawan pelarut fosfat yang ditemukan yaitu 5 koloni cendawan pelarut fosfat dengan 3 koloni tergolong Aspergillus niger dan 2 koloni tergolong Aspergillus flavus.
WILDLIFE USE IN LAPUA COMMUNITY OF KAUREH, PAPUA WES WEYAH; HENDERINA JOSEFINA KEILUHU; ADITYA KRISNA KARIM
Jurnal Biologi Udayana Vol 22 No 2 (2018): JURNAL BIOLOGI UDAYANA
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (676.19 KB) | DOI: 10.24843/JBIOUNUD.2018.v22.i02.p01

Abstract

A wildlife study to find out about hunting wildlife was taken in Lapua Community, Kaureh, Papua. Specific purpose of the research was to obtain the information about wildlife species hunted, hunting techniques, and utilizations of hunted animals by the community. The study was taken place in September-October 2015, used survey method with interview techniques. The study found out about 19 species of wildlife as common hunted species, which could be grouped into 31.58% protected by Indonesian Law, 52.63 % usually used for self-consumption, and 68.42 % were birds. People in Lapua have their own traditional wisdom in hunting activities, which they know as active hunting which consists of eye-hunting (Hwe), hunting with dogs (Seeht/kenang), skilled hunting (Mbree), and imitate animal sounds (Sukwe), while in passive hunting (Ptia) they use foot snares, confinement and bird nets. Hunting equipments for the community’s traditional hunting are spears (Tumuayuja), bows (Dyi) and arrow (Sii), rattan strings (Wii) and wood for mesh materials. The hunted animals are usually for self-consumption and to be raised up and for sale.
PENGARUH STRES PELAPARAN DAN SUHU TINGGI TERHADAP INDUKSI EMBRIOGENESIS MIKROSPORA TEMBAKAU Baiq Farhatul Wahidah
Jurnal Biologi Udayana Vol 14 No 1 (2010): Jurnal Biologi
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (421.857 KB)

Abstract

The effect of treatment combination of starvation and heat shock (34oC) towards embryogenesis induction of microspores on three cultivars of Nicotiana tabacum L. cv. Petit havana SR-1, N. tabacum L. cv. Vorstenlanden, and N.tabacum L. cv. Virginia had been examined. The microspores were isolated aseptically from anthers by maceration and centrifugation. The culture was conducted in a starvation medium (B- Medium) without sugar and nitrogen source for 4, 6, 8 days at 34oC. Then, they were subcultured on embryogenesis medium (A2 medium) and were incubated at 25oC in dark. The development of cultivated microspores was relatively homogenous in which they contained of late uninucleate stage. The viability and microspores development were observed. The stain of nucleus was done using DAPI (4,6-diamindino-2-phenylindole) then the colored microspores were observed under the fluorescent microscope. During the starvation stress and heat shock (34oC), the structure of microspores changed into 3 types of embryogenic microspore. Type 1 was indentical with late uninucleate stage; in type 2 the vacuole of microspore was fragmented in periphery position with the nucleus; and type 3 the nucleus found in a cytoplasmic pocket was shifted into centre position..The simetrical division was the first division occurred in embryogenesis stage of microspores. It was occurred on the three cultivars after the incubation period. Then it will form a multicellular structure in the fourth week of N. tabacum L. cv. Vorstenlanden and N. tabacum L. cv. Virginia. Meanwhile, for N.tabacum L. cv Petit havana SR-1 the multicellular structure was formed in the second week. In the next phase, the multicellular structure developed into callus for N. tabacum L. cv. Vorstenlanden and N. tabacum L. cv. Virginia. While, for N. tabacum L. cv. Petit havana SR-1 the multicellular structure developed into globular structure.
ASOSIASI MAKROZOOBENTOS PADA PADANG LAMUN DI PANTAI MERTA SEGARA SANUR, BALI Gede Surya Indrawan; Deny Suhernawan Yusup; Devi Ulinuha
Jurnal Biologi Udayana Vol 20 No 1 (2016): Jurnal Biologi
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (878.222 KB)

Abstract

Makrozoobentos merupakan salah satu komunitas organisme dasar perairan yang berasosiasi dengan ekosistem lamun. Penelitian ini bertujuan mengetahui asosiasi makrozoobentos dengan kepadatan padang lamun dan tipe sedimen di Pantai Merta Segara. Penelitian dilaksanakan bulan Oktober-Desember 2013 pada waktu surut terendah.engambilan sampel dilakukan dengan metode transek kuadrat yang terdiri dari 3 transek dan dibentangkan sepanjang 300 m dengan interval antar transek 50 m. Hasil penelitian diperoleh Indeks diversitas (H’) 4,7 dan Indeks keseragaman (E) 0,85, mengindikasikan bahwa kawasan tersebut tergolong stabil. Jumlah jenis ditemukan 47 jenis dalam 9 kelas, dengan spesies yang mendominansi Eurythoe sp. (Polychaeta), dan nilai indeks dominansi (C) 0,05. Presentase tutupan lamun rata-rata sebesar 51,10 %, sedangkan tipe sedimen di dominansi oleh koarsa dan pasir kasar. Sebaran makrozoobentos menunjukkan adanya asosiasi dengan kepadatan tutupan lamun dan tipe sedimen gravel.
KEANEKARAGAMAN TUMBUHAN LIAR EDIBEL PADA EKOSISTEM SAWAH DI SEKITAR KAWASAN HUTAN GUNUNG SALAK BIODIVERSITY OF EDIBLE WILD PLANTS ON PADDY ECOSYSTEM OF GUNUNG SALAK FOREST AREA Made Suwena
Jurnal Biologi Udayana Vol XI, No 1
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The research aimed to know edible plants diversity on paddy field ecosystem around Gunung Salak forest area was conducted at Cidahu, Cipelang Cipeuteuy, Gunung Bundar 2, Parakan Salak, Pulosari, Tamansari, and Tapos from September 2004 until August 2005. Vegetation analysis using quadratic method while usefulness of plants were based on local experts. Data analysis of diversity index was based on Shannon & Wiener, evenness index was based on Simpson’s, and similarity index was based on Sorensen. There area 73 species of edible wild plants from 37 family were found with diversity index was 3.599, evennes index was 0.834, and similarity index between location was 0.51-0.73. Ageratum conyzoides was found as the dominant plant in the surveyed area. The edible wild plants were utilized by local inhabitants as vegetable (58%), as herb (36 %), as source of carbohydrate (4%), as fruits (1%) and as spice (1 %)
Cover and Table of Content JURNAL BIOLOGI UDAYANA
Jurnal Biologi Udayana Vol 24 No 1 (2020): JURNAL BIOLOGI UDAYANA
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (269.821 KB)

Abstract

Kebiasaan makan ikan gelodok (Famili: Gobiidae) lokal Jawa Timur Anisya Eka Juniar, Syefrina Rosyada, Ahnan Mahfudz Nur S, Dwi Anggorowati Rahayu ……….. 1-6 Biokompatibilitas scaffold sutera asal Bombyx mori ukuran pori 100µm terhadap adipose-derived stem cells (ADSCs) yang dikultur pada berbagai medium pertumbuhan Imam Rosadi, Karina, Komang A. Wahyuningsih, Anggraini Barlian, Iis Rosliana, Tias Widyastuti, Siti Sobariah, Irsyah Afini …………….………………………………………… 7-15 Keragaman genetik masyarakat Pande Bangke Mawong di Desa Sumita, Kabupaten Gianyar, Bali berdasarkan penanda DNA mikrosatelit kromosom Y I Gde Suryadi, I Ketut Junitha, Made Pharmawati …………………………………….………… 16-25 Kapang endofit sebagai sumber senyawa aktif antivirus yang menjanjikan: Suatu Kajian Pustaka Eris Septiana …………………………………………....………………………………………... 26-37 Biokontrol arbuscular mycorrhizal fungi (AMF) Glomus spp. terhadap infeksi Fusarium oxysporum Schlecht et Fr. pada tanaman cabai rawit (Capsicum frutescens L.) Ni Putu Muni Raisani, Meitini Wahyuni Proborini, Ni Luh Suriani, Eniek Kriswiyanti …..…….. 38-46 Phythoremediasi Chromium Total (Cr-T) menggunakan Kayu Apu (Pistia stratiotes L.) pada Limbah Cair Batik Alif Resti Billah, Anita Dewi Moelyaningrum, Prehatin Trirahayu Ningrum …..……….………. 47-54
Keragaman genetik masyarakat Pande Bangke Mawong di Desa Sumita, Kabupaten Gianyar, Bali berdasarkan penanda DNA mikrosatelit kromosom Y I Gde Suryadi; I Ketut Junitha; Made Pharmawati
Jurnal Biologi Udayana Vol 24 No 1 (2020): JURNAL BIOLOGI UDAYANA
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (402.271 KB) | DOI: 10.24843/JBIOUNUD.2020.v24.i01.p03

Abstract

Masyarakat Pande Bangke Mawong di Desa Sumita merupakan salah satu bagian klan besar Pande di Bali. Asal-usul masyarakat Pande di Desa Sumita tersebut diketahui masih menjadi kontroversi. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui keragaman genetik masyarakat Pande Bangke Mawong di Desa Sumita berdasarkan penanda DNA mikrosatelit kromosom Y. Sampel diambil di Desa Sumita dan beberapa desa di Bali sebagai pembanding dengan metode purposive sampling. Tahapan penelitian meliputi ekstraksi DNA dengan metode fenol-kloroform yang telah dimodifikasi, amplifikasi DNA menggunakan penanda DNA mikrosatelit dengan lima macam primer yaitu DYS19, DYS390, DYS393, DYS395, dan SRY, elektroforesis produk PCR dengan Polyacrilamide Gel Electrophoresis (PAGE) 10%, visualisasi DNA dengan metode pewarnaan perak nitrat, dan DNA typing ditentukan melalui ukuran panjang DNA amplikon dengan mengukur jarak migrasinya pada gel yang diplot pada kertas semilog. Data frekuensi alel dan keragaman genetik dianalisis menggunakan software GenAlex 6.5. Hubungan kekerabatan dianalisis dengan metode UPGMA menggunakan software MEGA 7. Ditemukan delapan alel dan tiga haplotipe pada masyarakat Pande Bangke Mawong di Desa Sumita. Pada masyarakat Pande lainnya ditemukan 12 alel dan enam haplotipe. Nilai keragaman genetik masyarakat Pande di Desa Sumita adalah 0,035±0,014, sedangkan pada masyarakat Pande lainnya sebesar 0,432±0,112. Ragam alel dan haplotipe yang ditemukan pada masyarakat Pande Bangke Mawong menunjukkan adanya proses mikroevolusi yang disebabkan mutasi genetik. Hubungan kekerabatan masyarakat Pande di Desa Sumita paling dekat dengan masyarakat Pande di Desa Tenganan Pegringsingan dan Desa Renon yang dikenal sebagai salah satu desa tua di Bali.
Endophytic fungi as a promising source of antiviral active compounds: A Review Eris Septiana
Jurnal Biologi Udayana Vol 24 No 1 (2020): JURNAL BIOLOGI UDAYANA
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (327.09 KB) | DOI: 10.24843/JBIOUNUD.2020.v24.i01.p04

Abstract

Infeksi virus masih menjadi masalah di seluruh negara di dunia. Vaksinasi dan penggunaan obat-obatan antivirus masih terus dilakukan sebagai upaya untuk menanggulangi infeksi virus. Kemunculan serotipe virus baru yang resisten terhadap obat antivirus yang ada telah meningkatkan usaha pencarian senyawa antivirus baru dari alam. Kapang endofit merupakan salah satu sumber senyawa antivirus yang sangat melimpah di alam. Beberapa senyawa antivirus yang aktif terhadap beberapa jenis virus penyebab infeksi pada manusia telah diisolasi dari kapang endofit. Senyawa emodin dari kapang endofit Aspergillus versicolor, aspergillipeptides D dari Aspergillus sp., dan altertoxin V dari Alternaria tenuissima masing-masing memiliki aktivitas antivirus terhadap virus hepatitis C, herpes, dan HIV melalui pengujian secara in vitro. Sedangkan senyawa katekin dari Annulohypoxylon ilanense, norquinadoline A dari Cladosporium sp., dan isochaetochromin D1 dari Fusarium sp. memiliki aktivitas penghambatan terhadap SARS-CoV-2 secara in silico. Pengembangan senyawa aktif antivirus dari kapang endofit perlu ditingkatkan. Pengembangan meliputi pemilihan metode isolasi senyawa aktif yang optimal, penelitian lebih lanjut tentang mekanisme kerja senyawa antivirus, pengujian secara in vivo hingga uji pre klinis dan klinis. Pengembangan senyawa antivirus dari kapang endofit yang optimal diharapkan akan menghasilkan obat antivirus baru yang lebih efektif dalam pengobatan terhadap infeksi virus.
Arbuscular mycorrhizal fungi (AMF) Glomus spp. as bio-control of Fusarium oxysporum Schlecht et Fr. infection in chilli plants (Capsicum frutescens L.) Ni Putu Muni Raisani; Meitini Wahyuni Proborini; Ni Luh Suriani; Eniek Kriswiyanti
Jurnal Biologi Udayana Vol 24 No 1 (2020): JURNAL BIOLOGI UDAYANA
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (536.014 KB) | DOI: 10.24843/JBIOUNUD.2020.v24.i01.p05

Abstract

Fusarium oxysporum Schlecht et Fr. merupakan patogen tular tanah yang dapat menyebabkan layu fusarium pada cabai rawit. Penggunaan Fungi Mikoriza Arbuskula (FMA) sebagai simbion dapat meningkatkan ketahanan tanaman terhadap infeksi jamur pathogen F.oxysporum. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh FMA sebagai biokontrol pertumbuhan tanaman cabai rawit terhadap infeksi F. oxysprum serta efektivitas pemberian FMA untuk menurunkan intensitas serangan penyakit layu fusarium. Bibit cabai rawit ditumbuhkan pada media tanah steril (kontrol negatif), tanah steril dan 10 ml patogen (kontrol positif), tanah steril dan FMA 100 g, FMA 100 g dan 10 ml patogen, tanah steril dan 200 g FMA, FMA 200 g dan 10 ml patogen, tanah steril dan 300 g FMA dan 10 ml patogen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian 200 g spora FMA menunjukkan pengaruh berbeda nyata pada tinggi tanaman, jumlah daun, berat kering akar dan berat kering tajuk tanaman cabai rawit berumur tiga bulan. Sedangkan inokulasi 300 g FMA memberikan hasil terbaik pada buah cabai dan persentase kolonisasi FMA sebesar 84, 45%. Inokulasi 300 g FMA menurunkan infeksi F. oxysporum saat 30 Hari Setelah Tanam (HST) sebesar 3.36%. Kesimpulan dari riset ini menunjukkan inokulasi FMA Glomus spp. mampu meningkatkan tinggi tanaman, jumlah daun, berat kering akar dan berat kering tajuk, kecepatan berbunga dan ketahanan tanaman terhadap infeksi jamur F. oxysporum.