cover
Contact Name
Made Ria Defiani
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jbiologi@unud.ac.id
Editorial Address
Managed by Biology Study Program, Faculty of Math and Natural Science, University of Udayana Jl. Raya Kampus Bukit Jimbaran, Kuta Selatan, Jimbaran, Badung, Bali 80361
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Biologi Udayana
Published by Universitas Udayana
ISSN : 14105292     EISSN : 25992856     DOI : https://doi.org/10.24843/jbiounud
Jurnal Biologi Udayana (p-ISSN 1410-5292 | e-ISSN 2599-2856 | DOI 10.24843/jbiounud) managed by the Department of Biology, Udayana University, published in two formats namely print and online regularly twice a year (June and December).
Articles 262 Documents
Food habits of local gelodok fish (Family: Gobiidae) in East Java Anisya Eka Juniar; Syefrina Rosyada; Ahnan Mahfudz Nur S; Dwi Anggorowati Rahayu
Jurnal Biologi Udayana Vol 24 No 1 (2020): JURNAL BIOLOGI UDAYANA
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (365.079 KB) | DOI: 10.24843/JBIOUNUD.2020.v24.i01.p01

Abstract

Ikan gelodok termasuk dalam Famili Gobiidae Subfamili Oxudercinae terbagi mencapai 10 genus dan 36 spesies dan sebagian besar terdistribusi di wilayah Indo-Pasific serta Oceania. Kebiasaan makanan ikan gelodok meliputi jenis makanan, frekuensi kejadian dan nilai bagian terbesar dari komposisi makanannya. Metode yang dilakukan yaitu survei melalui penyisiran di lokasi-lokasi pengambilan sampel ikan gelodok yaitu di empat lokasi yang berbeda. Hasil penelitian diperoleh dua kelompok makanan besar ikan gelodok yaitu Fitoplankton terdiri atas Nitzschia sp., Pleurosigma sp., Coscinodiscus sp., Biddulphia sp., Chaetocheros sp., Thalassiothrix sp. dan Embrio ikan. Ikan gelodok yang ditemukan dari keempat lokasi adalah herbivora. Presentase nilai satu jenis makanan atau nilai Ni diperoleh jenis makanan dengan ukuran diameter yang besar pada organ pencernaan ikan gelodok ialah dari spesies jenis makanan Coscinodiscus sp., Biddulphia sp., Pleurosigma sp.
Study on batik liquid waste: Phythoremediation Chromium Total (Cr-T) using Pistia stratiotes L. Alif Resti Billah; Anita Dewi Moelyaningrum; Prehatin Trirahayu Ningrum
Jurnal Biologi Udayana Vol 24 No 1 (2020): JURNAL BIOLOGI UDAYANA
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (366.107 KB) | DOI: 10.24843/JBIOUNUD.2020.v24.i01.p06

Abstract

Industri batik dalam proses kegiatannya menghasilkan limbah cair yang mengandung logam berat chromium total. Kandungan logam chromium selain dapat menyebabkan pencemaran terhadap lingkungan juga berdampak keracunan akut dan kronis terhadap manusia. Pistia stratiotes L. termasuk tanaman fitoremediator yang dapat mengikat logam berat pada jaringan akar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan kadar logam chromium dalam limbah cair batik. Pada penelitian ini menggunakan true experiment dengan desain penelitan post-only control group design dan menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap dengan enam kali pengulangan. Sampel terdiri dari kelompok kontrol (K) 0 gr/6L dan kelompok perlakuan yaitu 300 gr/6L (P1), 350 gr/6L (P2) dan 400 gr/6L (P3). Limbah batik diencerkan menggunakan aquades dengan perbandingan 1:5, lalu dikontakkan dengan tanaman kayu apu selama 10 hari. Pada waktu pengontakan juga diukur pH dan suhu. Data dianalisis menggunakan normalitas data, homogenitas data serta uji statistik one way anova. Antara kelompok K dengan P1, P2, P3 menunjukkan perbedaan yang signifikan (P1=0.007; P2= 0.000 dan P3= 0.000).
Biocompability of silk fibroin scaffold of Bombyx mori with pore of size 100µm towards adipose-derived stem cells (ADSCs) cultured on various of growth medium Imam Rosadi; Karina Karina; Komang A. Wahyuningsih; Anggraini Barlian; Iis Rosliana; Tias Widyastuti; Siti Sobariah; Irsyah Afini
Jurnal Biologi Udayana Vol 24 No 1 (2020): JURNAL BIOLOGI UDAYANA
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (322.399 KB) | DOI: 10.24843/JBIOUNUD.2020.v24.i01.p02

Abstract

Rekayasa jaringan terdiri dari 3 komponen utama yaitu sel, nutrisi, dan scaffold. Penggunaan sel punca asal jaringan lemak (adipose-derived stem cells/ ADSCs) telah banyak dikembangkan sebagai sumber sel dalam teknologi rekayasa jaringan. Medium yang digunakan dalam mendukung pertumbuhan sel diantaranya medium yang mengandung serum seperti fetal bovine serum (FBS), kombinasi FBS dan L-ascorbic acid 2-phosphate (LAA) atau platelet-rich plasma (PRP). Pada penelitian ini, sutera asal Bombyx mori diproduksi menjadi scaffold sutera ukuran pori 100µm kemudian ADSCs dikultur diatas scaffold dalam medium mengandung 10% FBS, 10% FBS-LAA atau 10% PRP. Uji yang dilakukan adalah uji pertumbuhan ADSCs yang dikultur pada polystyrene kemudian uji biokompabilitas scaffold sutera pada ADSCs dalam medium mengandung 10% FBS, 10% FBS-LAA dan 10% PRP. Hasilnya menunjukkan bahwa ketiga kelompok ADSCs dalam variasi medium yang mengandung FBS, FBS-LAA atau PRP dapat mendukung pertumbuhan sel. Ketiga medium tersebut juga tidak berbeda bermakna antar kelompok pada uji biokompabilitas ADSCs yang dikultur pada scaffold sutera. Berdasarkan hasil tersebut, scaffold sutera berpotensi sebagai substrat ADSCs yang dapat dikembangkan sebagai teknologi rekayasa jaringan.
Keseimbangan mekanisme fotosintesis dan carnivory pada tumbuhan kantung semar: suatu kajian pustaka Syafiq Ubaidillah; Luluk Mukarrahman; Dian A. G. Perwitasari; Siti Rohimah; Fefi E Wardani; Mukhamad Su'udi
Jurnal Biologi Udayana Vol 24 No 2 (2020): JURNAL BIOLOGI UDAYANA
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JBIOUNUD.2020.v24.i02.p02

Abstract

Kantung semar (Nepenthes sp.) merupakan tanaman karnivora yang mampu membentuk struktur kantung ketika nutrisi dalam lingkungan tidak mencukupi untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangannya. Tujuan penyusunan artikel ini adalah untuk mengkaji karakterisitik morfologi dan fisiologi Nepenthes khususnya karakter fotosintesis yang dimiliki, serta mekanisme carnivory dengan beberapa enzim pencernaan yang dihasilkan. Berdasarkan kajian yang telah dilakukan diketahui bahwa Nepenthes mampu melakukan mekanisme carnivory dan fotosintesis secara bersamaan. Tanaman ini mendapatkan N organik dan N inorganik melalui kedua mekanisme tersebut. Berdasarkan struktur anatomi daun, tanaman ini diduga sebagai tanaman C3 tetapi memiliki laju rata-rata fotosintesis lebih rendah dari tanaman C3 non-karnivora. Mekanisme carnivory pada Nepenthes dibantu oleh beberapa enzim diantaranya glukanase, kitinase, protease, nuklease, phospatase, lipase dan peroxidase. Kata kunci: C3, Nepenthes, Carnivory
Potensi Bacillus cereus dalam produksi biosurfaktan Nur Asni Setiani; Nia Agustina; Irma Mardiah; Syarif Hamdani; Dewi Astriany
Jurnal Biologi Udayana Vol 24 No 2 (2020): JURNAL BIOLOGI UDAYANA
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JBIOUNUD.2020.v24.i02.p09

Abstract

Biosurfactants from microorganisms have stable physical and chemical properties, environment friendly, biodegradable, renewable, cheaper and low toxicity that can be used in the pharmaceutical industry as antibacterial. The aim of this study was to examine the emulsification and characterization of biosurfactant from Bacillus cereus. Hemolysis and spreading oil tests was performed as an initial screening. Biosurfactant production was carried out by growing bacteria on oil-enriched media with shaker system for 7 days. The supernatant was measured for biosurfactant activity through an emulsification index and characterized using thin layer chromatography and antibacterial qualitative testing. The emulsification index on days 0, 1, 3, 5, and 7 showed percentage in sequence 44,83%, 48,28%, 51,72%, 46,43%, and 51,50%. The formation of red stains on TLC plates with ninhydrin appearance showed lipopeptide groups. Antibacterial testing using Escherichia coli and Staphylococcus aureus showed the formation of clear zones around the disk paper. Bacillus cereus can produce biosurfactants of the lipopeptide group with the largest emulsification index of 51.72% and has antibacterial activity against both gram positive and gram negative.
Profil hematologi mencit (Mus musculus L.) strain Balb/c jantan akibat paparan asap rokok elektrik Eva Tyas Utami; Ulfi Risqillah; Susantin Fajariah
Jurnal Biologi Udayana Vol 24 No 2 (2020): JURNAL BIOLOGI UDAYANA
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JBIOUNUD.2020.v24.i02.p07

Abstract

Rokok elektrik merupakan salah satu jenis rokok yang banyak digemari dewasa ini. Hal ini dikarenakan kandungan nikotin dalam cairan rokok elektrik yang dapat diatur oleh penggunanya sehingga dianggap aman. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pepaparan asap rokok elektrik dengan volume cairan yang berbeda terhadap profil hematologi mencit (Mus musculus L) Strain Balb’C jantan. Pada penelitian ini digunakan 24 ekor mencit jantan yang dibagi menjadi 4 kelompok. Kelompok 1 merupakan kelompok kontrol yang tidak dipapar asap rokok elektrik. Kelompok 2,3, dan 4 dipapar asap rokok elektrik dengan volume cairan sebanyak 1, 2, dan 4 ml. Dalam penelitian ini digunakan cairan rokok lektrik yang mengandung nikotin 6 mg/ml. Pemaparan asap rokok elektrik dilakukan selama 4 minggu. Setelah pemaparan dilakukan pengamatan profil hematologi meliputi kadar hemoglobin, jumlah eritrosit, jumlah dan jenis leukosit. Hasil menunjukkan bahwa setelah paparan asap rokok elektrik dengan volume yang berbeda terjadi peningkatan kadar hemoglobin dan jumlah eritrosit, penurunan jumlah leukosit dan limfosit serta tidak terjadi perubahan jumlah granulosit dan MID. Kesimpulan penelitian ini paparan asap rokok elektrik selama 4 minggu dengan volume cairan yang berbeda berpengaruh terhadap profil hematologi mencit (Mus musculus L) strain Balb’C jantan.
Pala (Myristica fragrans Houtt) sebagai bioreaktor hayati senyawa fenilpropanoid: suatu kajian pustaka Angreni B Liunokas; Ferry F Karwur
Jurnal Biologi Udayana Vol 24 No 2 (2020): JURNAL BIOLOGI UDAYANA
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JBIOUNUD.2020.v24.i02.p05

Abstract

Pala(Myristica fragrans Houtt) sebagai bioreaktor hayati menghasilkan produk utama minyak asiri bernilai ekonomi tinggi, yang tersebar pada bagian-bagian buahnya. Minyak asiri pala tersusun oleh kelompok besar terpenoid dan fenilpropanoid yang memiliki konsentrasi terkecil namun sebagai indikator mutu minyak pala. Konsentrasi minyak pala dilihat dari keberadaan senyawa penyusun ini telah banyak dilaporkan, namun belum sepenuhnya dijelaskan mengenaimetabolisme fenilpropanoid melalui jalur shikimat yang dihasilkan dari fenilalanin, diawali kondensasi aldol antara eritrosa 4-fosfat dan asam fosfoenolpiruvat dengan melibatkan reaksi enzimatik dikomparasi dari beberapa tanaman penghasil fenilpropanoid dan Arabidopsis thaliana sebagai tanaman model, yang menjadi tinjauan tulisan ini. Regulasi biosintesis pembentukan senyawa golongan fenilpropanoid menjadi penting karena kita dapat diarahkan pada prospek pengembangan senyawa fenilpropanoid dan turunannya secara lebih luas dengan meningkatkan produksinya atau dalam kaitannya dengan menghasilkan obat modern yang bernilai jual tinggi. Kata Kunci: Myristica fragrans Houtt, Biosintesis,Fenilpropanoid
Preparasi sel mamalia CHO-DG44 dan isolasi plasmid dari bakteri Eschericia coli DH5-alfa sebagai tahap dalam produksi protein terapeutik erythropoetin sebagai obat anemia Alfi Saadah; Adi Santoso; Popi Hadi Wisnu Wardhani; Yayuk Astuti
Jurnal Biologi Udayana Vol 24 No 2 (2020): JURNAL BIOLOGI UDAYANA
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JBIOUNUD.2020.v24.i02.p04

Abstract

Erythropoietin (Miranda dkk.) merupakan suatu hormon yang menstimulasi sumsum tulang untuk memproduksi sel-sel darah merah yang dibutuhkan oleh tubuh untuk membawa oksigen ke organ-organ vital. Sel CHO-DG44 merupakan salah satu sel mamalia yang dapat digunakan untuk produksi erythropoietin. Penelitian ini bertujuan menentukan pertumbuhan optimum sel CHO-DG44 selama 12 hari, dengan menggunakan parameter densitas dan viabilitas serta menentukan karakteristik DNA bakteri E. Coli DH5 alfa hasil isolasi menggunakan metode elektroforesis yang telah sesuai untuk transfeksi ke dalam sel CHO-DG44. Hasil penelitian menunjukkan Sel CHO-DG44 memiliki viabilitas rata-rata 69,82% untuk media 1 dan 75,99% untuk media 2 dengan densitas rata-rata berturut-turut yaitu 3.130.000 sel/mL dan 4.106.000 sel/mL. Sedangkan media kultur yang menghasilkan sel dengan viabilitas (kemampuan hidup) yang tinggi yaitu pada hari ke 4 untuk erlenmeyer 1 dan hari ke 6 untuk erlenmeyer 2. Dari hasil elektroforesis, DNA plasmid memiliki ukuran 5954 bp dengan konsentrasi DNA sebesar 117 ng/µl, yang sesuai dengan ukuran dan konsentrasi plasmid DNA agar dapat ditransfeksikan ke dalam sel CHO-DG44.
Aktivitas harian kadal Eutropis multifasciata pada habitat kebun di dataran rendah di Desa Peguyangan, Denpasar – Bali Ni Luh Putu Gina Puspita Dewi; Luh Putu Eswaryanti Kusuma Yuni; Ida Bagus Made Suaskara
Jurnal Biologi Udayana Vol 24 No 2 (2020): JURNAL BIOLOGI UDAYANA
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JBIOUNUD.2020.v24.i02.p06

Abstract

Common Sun Skink Eutropis multifasciata is one species of ectothermic animal, whose body temperature is affected by the temperature of their surrounding environment. This study aims to determine the daily activity of lizards Eutropis multifasciata that live in the lowlands. This research was conducted from 27 March to 07 May 2019 in a plantation habitat with a dense cover at an altitude of 64 masl. Observations were made using focal animal sampling method with instantaneous recording. For each individual lizard found, its activity was observed for five (5) minutes with a ten (10) seconds time interval. Observation of activities carried out throughout the day, starting at 07.00 until 17.00 WITA. There were no significant differences in daily activities between male and female Eutropis multifasciata lizards. Percentage of the most widely performed activities was foraging with an average of 35.15% while the least performed activities was shuttling with an average of 0.68%. The percentage of other activities were moving 24.10%, overt basking 19.62%, covert basking 14.29%, cooling 4.69%, and aggression 1.48%.
Daftar jenis gastropoda dari Pulau Lombok dan pulau-pulau satelitnya Nova Mujiono
Jurnal Biologi Udayana Vol 24 No 2 (2020): JURNAL BIOLOGI UDAYANA
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JBIOUNUD.2020.v24.i02.p03

Abstract

Lombok, an island that lies in the Lesser Sunda Islands, is popular for the tourist destination. One attempt to promote tourism is through the biodiversity of its fauna. This study aims are to summarized the diversity of gastropoda and made a checklist to make it easier studied. Museum collections and fifteen works of literature were used as the data source. A total of 74 families and 292 species of gastropoda were documented from 29 locations. Twenty-one species are new records for Lombok Island. About 29% of them have their representation in the museum collections. The list dominated by marine (65%), following by terrestrial (15%), mangrove (6%), and freshwater species (5%). The most diverse family, Neritidae, which occupies wider habitat is represented by nine percent. Littoraria scabra is the most widely distributed species which occurs in 12 locations. The five most diverse locations were marine habitats which popular for tourism destinations. This study contributes to the development of marine ecotourism.