cover
Contact Name
Anak Agung Gede Angga Puspa Negara, S.Ft., M.Fis
Contact Email
anggapuspanegara@unud.ac.id
Phone
+6281233366999
Journal Mail Official
jurnalfisioterapi@unud.ac.id
Editorial Address
Gedung Fisioterapi Lantai 1 Fakultas Kedokteran Universitas Udayana Jl. P.B. Sudirman, 80232, Denpasar Telp. (0361) 222510 ext. 425 Fax. (0361) 246656
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia
Published by Universitas Udayana
ISSN : 23031921     EISSN : 27220443     DOI : https://doi.org/10.24843/MIFI
Core Subject : Health, Science,
Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia (MIFI) / The Indonesian Physiotherapy Scientific Magazine is a journal that managed and published by the Bachelor of Physiotherapy and Physiotherapy Profession Study Program, Faculty of Medicine, Udayana University in collaboration with Indonesian Physiotherapy Association (IPA). Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia (MIFI)/The Indonesian Physiotherapy Scientific Magazine is used as a forum to accommodate the writings of lecturers or physiotherapy students. Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia (MIFI)/The Indonesian Physiotherapy Scientific Magazine is published three times a year namely in January, May, and September. Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia (MIFI)/The Indonesian Physiotherapy Scientific Magazine is an open-access journal that focus on research publication on all aspects of Physical Therapy that is original and based on scientific. Our scope including: Physiotherapy in Musculoskeletal, Physiotherapy in Neuromuscular, Physiotherapy in Cardio respiration, Physiotherapy in Cardiovascular, Physiotherapy in Pediatrics, Physiotherapy in Geriatric, Physiotherapy in Sport and Wellness, Physiotherapy in Integumentary, Physiotherapy in Occupational Health and Safety, Physiotherapy in Palliative Care, Physiotherapy in Women Health, and Physiotherapy in Travel Health/Travel Medicine.
Articles 443 Documents
PENGGUNAAN GADGET TERHADAP PERKEMBANGAN ANAK USIA 4-6 TAHUN DI TK DHARMA WANITA SULAWESI SELATAN Selvi Sihabuddin; Anak Agung Gede Eka Septian Utama; Made Hendra Satria Nugraha; Anak Ayu Nyoman Trisna Narta Dewi
Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 11 No 3 (2023): Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia
Publisher : Bachelor and Profession of Physiotherapy Study Program, Faculty of Medicine, Udayana University in collaboration with Indonesian Physiotherapy Association (IPA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MIFI.2023.v11.i03.p02

Abstract

Pendahuluan: Gadget adalah alat elektronik yang memiliki banyak kegunaan dikalangan masyarakat. Saat ini gadget dapat dijumpai dimanapun baik itu pada orang dewasa, remaja, dan anak di bawah umur. Anak usia 4-6 tahun adalah anak yang berada dalam fase pertumbuhan dan perkembangan. Dilihat dari perkembangan zaman, saat ini banyak anak menggunakan gadget sebagai alat bermain sehari-hari. Hal ini dapat mangganggu psikologis anak sehingga menjadi kecanduan dan akan memberikan dampak negatif terhadap perkembangannya. Perkembangan terdiri dari 4 item diantaranya, motorik kasar, motorik halus, bahasa, dan personal sosial yang diukur dengan menggunakan Denver Development Screening Test DDST. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan pendekatan cross-sectional yang dilakukan pada bulan Desember 2021. Pengambilan subjek dilakukan dengan teknik consecutive sampling dan jumlah subjek penelitian yaitu 40 anak usia 4-6 di TK Dharma Wanita. Kuesioner yang digunakan untuk mengukur tingkat bermain gadget yaitu kuesioner bermain gadget, dan untuk mengukur tingkat perkembangan yaitu dengan menggunakan Denver Development Screening Test DDST. Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis bivariat yang menggunakan uji spearman rho . Hasil: Hasil analisis data membuktikan terdapat hubungan penggunaan gadget pada perkembangan anak usia 4-6 di TK Dharma Wanita Sulawesi Selatan dengan nilai p= 0,000. Simpulan: Ada hubungan antara penggunaan gadget pada tingkat perkembangan anak usia 4-6 di TK Dharma Wanita Sulawesi Selatan pada tahun 2021. Apabila anak terlalu sering menggunakan gadget dapat berpengaruh pada tumbuh kembangnya, sehingga perlu dibatasi penggunaannya. Kata Kunci: anak usia 4-6 tahun, DDST, gadget, perkembangan anak
PERMAINAN SHUTTLE RUN MENINGKATKAN KELINCAHAN PADA ANAK USIA 5-6 TAHUN DI RA ALAM JAMUR DENPASAR BARAT Dewi Hana Putri; Ni Luh Putu Gita Karunia Saraswati; Luh Made Indah Sri Handari Adiputra; Anak Ayu Nyoman Trisna Narta Dewi
Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 11 No 3 (2023): Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia
Publisher : Bachelor and Profession of Physiotherapy Study Program, Faculty of Medicine, Udayana University in collaboration with Indonesian Physiotherapy Association (IPA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MIFI.2023.v11.i03.p10

Abstract

Pendahuluan: Perkembangan motorik kasar anak usia dini pada aspek kelincahan perlu ditingkatkan agar tidak mengalami keterlambatan tumbuh kembang. Untuk melatih kelincahan pada anak usia 5-6 tahun dengan mengajak anak bergerak aktif agar kelincahan berkembang secara maksimal. Stimulasi untuk melatih kelincahan adalah latihan kelincahan dengan shuttle run yang telah dimodifikasi dalam sebuah permainan disesuaikan dengan karakteristik anak usia dini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh permainan shuttle run terhadap peningkatan kelincahan pada anak usia 5-6 tahun di RA Alam Jamur Denpasar Barat. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian pra-experiment one group pre-test and posttest yang dilakukan pada bulan Januari-Maret 2022. Pengambilan sampel menggunakan teknik simple random sampling. Subjek penelitian sebanyak 22 orang yang merupakan siswa-siswi usia 5-6 tahun RA Alam Jamur Denpasar Barat. Tingkat kelincahan diukur dengan shuttle run agility test. Analisis yang digunakan adalah analisis bivariat dengan uji paired t test. Hasil: Penelitian ini menunjukkan hasil nilai p = 0,000, yang berarti hipotesis kerja (Ha) diterima. Nilai korelasi (r) = 0,576 yang menunjukkan terdapat korelasi yang kuat antar variable penelitian. Simpulan: Terdapat pengaruh yang signifikan dalam meningkatkan kelincahan anak usia 5-6 tahun di RA Alam Jamur Denpasar Barat dengan permainan shuttle run. Kata Kunci: kelincahan, shuttle run, otot ekstremitas bawah
AKTIVITAS FISIK BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN NYERI DISMENORE PRIMER PADA REMAJA PUTRI I Gusti Ayu Diah Anjaswari; I Gusti Ayu Artini; Ni Komang Ayu Juni Antari; Ni Luh Nopi Andayani
Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 11 No 1 (2023): Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia
Publisher : Bachelor and Profession of Physiotherapy Study Program, Faculty of Medicine, Udayana University in collaboration with Indonesian Physiotherapy Association (IPA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MIFI.2023.v11.i01.p18

Abstract

Pendahuluan: Dismenore primer didefinisikan sebagai kondisi nyeri haid atau menstruasi tanpa adanya kondisi panggul yang abnormal. Ada beberapa faktor yang dapat memperberat atau meringankan gejala dismenore primer, salah satunya adalah aktivitas fisik. Aktivitas fisik berperan penting dalam mencegah nyeri haid dengan meningkatkan pelepasan endorfin dan mempengaruhi hormon hipofisis untuk mengurangi nyeri yang berhubungan dengan dismenore. Selain itu, Indeks Massa Tubuh (IMT) mempengaruhi munculnya nyeri dismenore akibat kurangnya asupan gizi pada seseorang dengan IMT rendah maupun akibat gangguan hiperplasia pembuluh darah pada seseorang dengan IMT tinggi. Metode: Penelitian ini menggunakan metode analitik observasional dengan metode cross sectional. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah simple random sampling. Pada penelitian ini jumlah sampel sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan yaitu 40 orang. Data penelitian yang dikumpulkan berupa aktivitas fisik yang diukur dengan kuesioner GPAQ serta pengukuran derajat nyeri dismenore primer yang diukur menggunakan kuesioner dismenore dan Numeric Rating Scale (NRS). Hasil: Melalui kuesioner GPAQ ditemukan sebagian besar sampel memiliki aktivitas berat dan melalui pengukuran nyeri ditemukan sampel paling banyak mengeluhkan nyeri ringan. Uji hipotesis spearman rho digunakan untuk menganalisis hubungan antara aktivitas fisik dengan derajat nyeri dismenore primer pada remaja putri dengan IMT normal di SMA Negeri 1 Semarapura dan diperoleh nilai p sebesar 0,002 (p<0,05). Kesimpulan: Terdapat hubungan signifikan antara aktivitas fisik dengan derajat dismenore primer pada remaja putri dengan indeks massa tubuh normal di SMA Negeri 1 Semarapura. Kata Kunci: aktivitas fisik, dismenore primer, IMT
INTENSITAS LATIHAN BERHUBUNGAN DENGAN KELENTURAN OTOT HAMSTRING PENARI MODEREN DI KOTA DENPASAR-STUDI CROSS SECTIONAL I Gusti Ayu Putri Pradnya Wulandari; Anak Agung Gede Eka Septian Utama; Sayu Aryantari Putri Thanaya; Gede Parta Kinandana
Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 11 No 3 (2023): Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia
Publisher : Bachelor and Profession of Physiotherapy Study Program, Faculty of Medicine, Udayana University in collaboration with Indonesian Physiotherapy Association (IPA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MIFI.2023.v11.i03.p07

Abstract

Pendahuluan: Menari adalah cara terbaik untuk meningkatkan kebugaran. Kelenturan ialah komponen yang paling penting dari kebugaran fisik karena dapat membantu meningkatkan efisiensi gerakan, kekuatan otot, koordinasi, serta dapat mencegah terjadinya cedera. Tujuan dari penelitian ini ialah membuktikan hubungan antara intensitas latihan dengan kelenturan otot hamstring penari di Kota Denpasar. Metode: Metode penelitian ini yaitu observasional analitik pendekatan cross-sectional. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November 2021 – Maret 2022. Subjek penelitian adalah penari sebanyak 106 orang di Komunitas Dance Moderen di Denpasar melalui teknik purposive sampling. Peneliti melakukan seleksi subjek selaras terhadap standar inklusi dan eksklusi, lalu melakukan pengukuran kelenturan otot dan intensitas latihan. Hasil: Berdasarkan hasil uji spearman correlation didapatkan hasil nilai p sebesar 0,000 dimana p < 0,05, artinya terdapat hubungan yang signifikan antara intensitas latihan terhadap kelenturan otot. Ditemukan hasil yang menunjukkan tingkat korelasi sangat kuat dengan arah hubungan yang berlawanan (r = 0,865), antara obesitas dengan tingkat intensitas latihan dengan tingkat fleksibilitas otot di Komunitas Dance Moderen Kota Denpasar. Simpulan: Ada hubungan yang signifikan antara intensitas latihan terhadap kelenturan otot hamstring pada penari moderen di Kota Denpasar. Kata Kunci: intensitas latihan, kelenturan otot, penari moderen
KEBIASAAN MEROKOK MEMENGARUHI VO2MAX DAN TEKANAN DARAH PADA REMAJA USIA 18-23 TAHUN Luh Dian Raika Pramesti; I Putu Prisa Jaya; I.A. Pascha Paramurthi
Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 11 No 3 (2023): Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia
Publisher : Bachelor and Profession of Physiotherapy Study Program, Faculty of Medicine, Udayana University in collaboration with Indonesian Physiotherapy Association (IPA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MIFI.2023.v11.i03.p13

Abstract

Pendahuluan: Masa remaja merupakan masa atau tahapan seseorang untuk menemukan jati diri mereka, sehingga tak jarang perilaku remaja akan dipengaruhi pergaulan salah satunya yaitu perilaku merokok. Perilaku merokok akan memengaruhi tubuh seorang remaja. Adapun pengaruh dari merokok salah satunya akan memengaruhi VO2Max dan tekanan darah. Saat nilai VO2Max tidak optimal maka seseorang akan mudah mengalami kelelahan. Merokok juga menyebabkan kejadian hipertensi yaitu peningkatan tekanan darah oleh karena tembakau yang terdapat pada rokok memiliki zat-zat kimia yang memengaruhi tubuh. Tujuan penelitian ini yaitu untuk membuktikan hubungan kebiasaan merokok terhadap VO2Max dan tekanan darah pada remaja. Metode: Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah cross sectional analitik yang dilakukan pada bulan Mei-Juni 2022 dengan total sampel berjumlah 57 orang remaja yang berusia 18-23 tahun di Banjar Adat Pande yang memenuhi kriteria inklusi, ekslusi dan drop out. Pengukuran kebiasaan merokok menggunakan kuisioner Brinkman Indeks, VO2Max menggunakan Tes Cooper 2,4 km dan tekanan darah menggunakan alat sphygmomanometer. Teknik analisis data penelitian ini menggunakan uji korelasi rank spearman. Hasil: Hasil penelitian didapatkan hasil analisis hubungan antara kebiasaan merokok terhadap VO2Max dengan hasil p sebesar 0,000 (p<0,05) dengan nilai korelasi (r) -0,605 dan hasil analisis hubungan kebiasaan merokok terhadap tekanan darah dengan hasil p sebesar 0,000 (p<0,05) dengan nilai korelasi (r) 0,548. Simpulan: Disimpulkan terdapat hubungan yang signifikan dan kuat dengan arah negatif antara kebiasaan merokok terhadap VO2Max dan terdapat hubungan yang signifikan dan kuat dengan arah positif antara kebiasaan merokok terhadap tekanan darah pada remaja usia 18-23 tahun di Banjar Adat Pande, Kelurahan Cempaga, Kecamatan Bangli, Kabupaten Bangli. Kata Kunci: remaja, kebiasaan merokok, VO2Max, tekanan darah
KEKUATAN OTOT CORE MEMENGARUHI KECEPATAN RENANG GAYA BEBAS 50 METER PADA ATLET RENANG KOTA DENPASAR Ayu Ulul Azmi; I Made Niko Winaya; Ni Komang Juni Ayu Antari; Sayu Aryantari Putri Thanaya
Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 11 No 1 (2023): Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia
Publisher : Bachelor and Profession of Physiotherapy Study Program, Faculty of Medicine, Udayana University in collaboration with Indonesian Physiotherapy Association (IPA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MIFI.2023.v11.i01.p14

Abstract

Pendahuluan: Renang merupakan aktivitas fisik yang dilakukan dalam air menggunakan seluruh atau sebagian anggota tubuh termasuk area core. Olahraga renang selain bermanfaat bagi kesehatan juga dapat menjadi hobi, rekreasi bahkan untuk mencapai prestasi melalui perlombaan. Banyak faktor yang menjadi pengaruh dalam mencapai prestasi olahraga renang yang mengutamakan kecepatan dalam penilaian perlombaan, salah satunya komponen fisik kekuatan. Aktivitas renang membutuhkan keseimbangan dan kestabilan selama berenang untuk mencapai finish yang lebih efisien dan cepat. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara kekuatan otot core dengan kecepatan renang gaya bebas berjarak 50 meter pada atlet renang Kota Denpasar, Bali. Metode: Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian berupa observasional analitik cross sectional dengan teknik purposive sampling yang dilakukan pada bulan Februari-Maret 2022. Jumlah responden yang dibutuhkan dalam penelitian ini adalah 53 responden yang sesuai dengan kriteria inklusi, eksklusi dan drop out yang telah ditentukan. Pengumpulan data dilakukan dengan mengukur kekuatan otot core menggunakan One Minute Sit-up Test dan kecepatan renang gaya bebas 50 meter diukur menggunakan stopwatch dengan hitungan detik. Hasil: Analisis data yang telah dilakukan menggunakan uji Spearman’s Rho pada penelitian ini memperoleh nilai data signifikansi sebesar 0,004 yang berarti lebih kecil dari 0,05 (p < 0,05). Nilai koefisien korelasi sebesar -0,393 yang artinya tingkat kekuatan hubungan kedua variabel adalah cukup dengan arah korelasi negatif, yang berarti hubungan berbanding terbalik antar kedua variabel. Simpulan: Disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kekuatan otot core dengan kecepatan renang gaya bebas 50 meter pada atlet renang Kota Denpasar. Semakin tinggi kekuatan otot core, semakin rendah nilai kecepatan renang atau semakin cepat Kata Kunci: Kekuatan otot core, kecepatan renang, gaya bebas, atlet renang.
PENANGANAN FISIOTERAPI PADA MORBUS HANSEN MULTIBASILER DISERTAI XEROSIS DAN DROP FOOT R. Rr. Nur Intan Mulyawati
Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 11 No 2 (2023): Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia
Publisher : Bachelor and Profession of Physiotherapy Study Program, Faculty of Medicine, Udayana University in collaboration with Indonesian Physiotherapy Association (IPA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MIFI.2023.v11.i02.p17

Abstract

Pendahuluan: Morbus Hansen atau biasa dikenal kusta adalah penyakit menahun yang menyerang sistem saraf tepi, kulit dan organ tubuh manusia yang dalam jangka panjang akan mengakibatkan sebagian anggota tubuh pasien tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya. Kusta dapat mengganggu kelembapan kulit yang menyebabkan xerosis dan bisa menyebabkan kecacatan seperti dropfoot. Metode: Penelitian dilakukan di RS Kusta Donorojo pada pasien dengan diagnosa Morbus Hansen Multibasiler. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui manfaat dari intervensi stretching, passive, active, strengthening exercise, pumping ankle, oiling, dan gait training pada pasien morbus hansen multibasiler yang disertai xerosis serta drop foot. Hasil: Hasil didapatkan terdapat penambahan lingkup gerak sendi, pengurangan oedema, penambahan kelembapan kulit dari xerosis dan penambahan kemampuan fungsional. Simpulan: Disimpulkan bahwa pasien pria ini yang berusia 37 tahun dengan mengeluhkan telapak kaki sebelah kanan tidak bisa digerakkan ke atas dan kesulitan saat berjalan dan jongkok serta kulit kering pada area kaki setelah dilakukan terapi berupa oiling, gait training, passive exercise, stretching exercise, active exercise, dan strengthening exercise didapatkan hasil terdapat penambahan lingkup gerak sendi, pengurangan oedema, penambahan kelembapan kulit dari xerosis dan penambahan kemampuan fungsional.
INDEKS MASSA TUBUH DAN TEKANAN DARAH BERHUBUNGAN DENGAN KUALITAS TIDUR PADA LANSIA Luh Komang Ari Trisna Jayanti; Komang Tri Adi Suparwati; I Putu Prisa Jaya
Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 11 No 3 (2023): Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia
Publisher : Bachelor and Profession of Physiotherapy Study Program, Faculty of Medicine, Udayana University in collaboration with Indonesian Physiotherapy Association (IPA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MIFI.2023.v11.i03.p14

Abstract

Pendahuluan: Lansia adalah suatu tahapan akhir dari fase kehidupan. Bertambahnya umur, kondisi dan fungsi tubuh terjadi penurunan yang berpengaruh terhadap perubahan komposisi tubuh sehingga menyebabkan peningkatan danpenurunan Indeks Massa Tubuh (IMT)serta terjadinya penebalan dinding arteri yang mengakibatkan penyempitan pada pembuluh darah sehingga meningkatkan tekanan darah serta penurunan aktivitas sistem saraf yang akan menimbulkan dampak negatif yaitu terjadinya kualitas tidur buruk. Tujuan dari penelitian ini membuktikan hubungan antara IMT terhadap kualitas tidur dan hubungan antara tekanan darah terhadap kualitas tidur. Metode: Pada penelitian ini menggunakan metode cross sectional study yang dilaksanakan pada bulan Mei 2022. Populasi pada penelitian ini adalah lansia di Banjar Kemulan Desa Jagapati Kecamatan Abiansemal Kabupaten Badung. Teknik pengambilan sampel yaitu total sampling dengan jumlah responden sebanyak 62 orang yang memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi. Pengukuran massa tubuh menggunakan IMT, tekanan darah menggunakan tensimeter pegas dan kualitas tidur menggunakan PQSI. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji korelasi Rank Spearman untuk mengetahui hubungan antara IMT terhadap kualitas tidur dan hubungan antara tekanan darah terhadap kualitas tidur. Hasil: Hasil analisis menunjukkan hubungan antara IMT terhadap kualitas tidur dengan hasil p sebesar 0,000 (p < 0,05) dan hasil analisis hubungan antara tekanan darah terhadap kualitas tidur dengan hasil p sebesar 0,001 (p < 0,05). Simpulan: Disimpulkan terdapat hubungan yang signifikan antara IMT dan tekanan darah terhadap kualitas tidur pada lansia di Banjar Kemulan Desa Jagapati Kecamatan Abiansemal Kabupaten Badung. Kata Kunci: indeks massa tubuh (IMT), tekanan darah, kualitas tidur, lansia
INDEKS MASSA TUBUH BERHHUBUNGAN DENGAN CHRONIC ANKLE INSTABILITY PADA ATLET BASKET SMA DI BADUNG Trian Ocha Iswara; Ari Wibawa; Ni Komang Ayu Juni Antari; Anak Anak Gede Angga Puspa Negera
Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 11 No 3 (2023): Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia
Publisher : Bachelor and Profession of Physiotherapy Study Program, Faculty of Medicine, Udayana University in collaboration with Indonesian Physiotherapy Association (IPA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MIFI.2023.v11.i03.p03

Abstract

Pendahuluan: Sprain ankle merupakan cedera yang tak asing bagi atlet basket. Cedera sprain ankle yang tidak tertangani dengan baik menyebabkan atlet mengalami gejala sisa seperti nyeri, ketidakstabilan, krepitasi, kelemahan, cedera berulang dan perasaan goyang dapat didefinisikan sebagai chronic ankle instability (CAI). Indeks massa tubuh salah satu faktor intrinsik terjadinya Chronic ankle instability. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan indeks massa tubuh dengan chronic ankle instability pada atlet basket SMA di Badung. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional dengan teknik pengambilan sampel, simple random sampling dilakukan pada bulan Januari sampai Maret 2022. Jumlah sampel sebanyak 77 responden berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Pengambilan data ini dilakukan dengan cara wawancara, untuk mengetahui responden mengalami Chronic ankle instability (CAI) menggunakan kuesioner Cumberland Ankle Instability Tool, untuk IMT didapatkan dari hasil matematis berat badan (kg) dibagi kuadrat tinggi badan (m2) dan disesuaikan berdasarkan kategori. Hasil: Analisis korelasi spearman rho dengan hasil p ialah 0,000 (p<0,05) dan nilai koefisien korelasi sebesar -0,515 dengan korelasi kuat. Simpulan: Terdapat hubungan yang signifikan dan terdapat korelasi kuat dengan arah berlawanan antara indeks massa tubuh dengan chronic ankle instability pada atlet basket SMA di Badung. Hubungan berlawan yaitu semakin tinggi nilai indeks massa tubuh (mengacu pada IMT overweight dan obesitas) maka semakin rendah score CAIT (score ?24 responden teridentifikasi mengalami CAI). Kata kunci: atlet basket, chronic ankle instability, indeks massa tubuh
POSISI WRIST SAAT MENGGENGAM SMARTPHONE MEMENGARUHI TINGKAT NYERI PADA MAHASISWA DENGAN RISIKO CARPAL TUNNEL SYNDROME Kurnia Putri Utami; Alfi Dian Nika Latifatul Toriq; Atika Yulanti
Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 11 No 3 (2023): Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia
Publisher : Bachelor and Profession of Physiotherapy Study Program, Faculty of Medicine, Udayana University in collaboration with Indonesian Physiotherapy Association (IPA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MIFI.2023.v11.i03.p17

Abstract

Pendahuluan: Smartphone telah menyatu dengan kehidupan sosial masyarakat seolah-olah mereka tidak dapat dipisahkan dari gadgetnya. Ada beberapa posisi dalam mengenngam smartphone, yaitu dengan satu tangan dan dengan kedua tangan. Dalam penggunaan samartphone ini akan menimbulkan kekhawatiran karena dapat menurunkan kualitas sehat seperti gangguan pada mata, kurang tidur, dan gangguan pada saraf. Carpal tunnel syndrome (CTS) merupakan gejala yang terjadi di pergelangan tangan dan jari tangan (jari-I sampai dengan sebagian jari-IV) dan disebabkan oleh tekanan atau kompresi pada saraf. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah adanya hubungan posisi wrist saat mengenggam smartphone terhadap tingkat nyeri pada mahasiswa dengan risiko CTS. Metode: Pada penelitian ini metode yang digunakan adalah metode observasional dengan desain penelitian cross sectional. Teknik sampling yang digunakan adalah random sampling. Besar sampel yang digunakan sebanyakk 131 orang sesuai dengan kriteria inklusi. Melihat posisi mengenggam smartphone menggunakan angket posisi wrist dan melihat risiko CTS menggunakan pemeriksaan spesifik dengan Numeric Rating scale (NRS). Hasil: Uji korelasi didapatkan p<0,05 yang menandakan adanya hubungan signifikan antara posisi wrist saat menggenggam smartphone dengan risiko carpal tunnel syndrome. Simpulan: Berdasarkan hasil dari penelitian ini, maka dapat dismpulkan bahwa adanya hubungan posisi wrist saat mengenggam smartphone terhadap tingkat nyeri pada mahasiswa dengan risiko carpal tunnel syndrome. Kata Kunci: posisi menggenggam smartphone, tingkat nyeri, CTS

Filter by Year

2013 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 12 No 3 (2024): Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 12 No 2 (2024): Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 12 No 1 (2024): Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 11 No 3 (2023): Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 11 No 2 (2023): Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 11 No 1 (2023): Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 10 No 3 (2022): Majalah Ilimiah Fisioterapi Indonesia Vol 10 No 2 (2022): Majalah Ilimiah Fisioterapi Indonesia Vol 10 No 1 (2022): Majalah Ilimiah Fisioterapi Indonesia Vol 9 No 3 (2021): Majalah Ilimiah Fisioterapi Indonesia Vol 9 No 2 (2021): Majalah Ilimiah Fisioterapi Indonesia Vol 9 No 1 (2021): Majalah Ilimiah Fisioterapi Indonesia Vol 8 No 3 (2020): Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 8 No 2 (2020): Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 8 No 1 (2020): Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 7 No 3 (2019): Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 7 No 2 (2019): Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 7 No 1 (2019): Majalah Imiah Fisioterapi Indonesia Vol 6 No 3 (2018): Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 6 No 2 (2018): Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 6 No 1 (2018): Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 5 No 3 (2017): Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 5 No 2 (2017): Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 5 No 1 (2017): Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 4 No 3 (2016): Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 4 No 2 (2016): Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 4 No 1 (2016): Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 3 No 3 (2015): Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 3 No 2 (2015): Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 3 No 1 (2015): Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 2 No 3 (2014): Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 2 No 2 (2014): Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 2 No 1 (2014): Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 1 No 3 (2013): Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 1 No 2 (2013): Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 1 No 1 (2013): Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia More Issue