cover
Contact Name
Anak Agung Gede Angga Puspa Negara, S.Ft., M.Fis
Contact Email
anggapuspanegara@unud.ac.id
Phone
+6281233366999
Journal Mail Official
jurnalfisioterapi@unud.ac.id
Editorial Address
Gedung Fisioterapi Lantai 1 Fakultas Kedokteran Universitas Udayana Jl. P.B. Sudirman, 80232, Denpasar Telp. (0361) 222510 ext. 425 Fax. (0361) 246656
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia
Published by Universitas Udayana
ISSN : 23031921     EISSN : 27220443     DOI : https://doi.org/10.24843/MIFI
Core Subject : Health, Science,
Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia (MIFI) / The Indonesian Physiotherapy Scientific Magazine is a journal that managed and published by the Bachelor of Physiotherapy and Physiotherapy Profession Study Program, Faculty of Medicine, Udayana University in collaboration with Indonesian Physiotherapy Association (IPA). Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia (MIFI)/The Indonesian Physiotherapy Scientific Magazine is used as a forum to accommodate the writings of lecturers or physiotherapy students. Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia (MIFI)/The Indonesian Physiotherapy Scientific Magazine is published three times a year namely in January, May, and September. Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia (MIFI)/The Indonesian Physiotherapy Scientific Magazine is an open-access journal that focus on research publication on all aspects of Physical Therapy that is original and based on scientific. Our scope including: Physiotherapy in Musculoskeletal, Physiotherapy in Neuromuscular, Physiotherapy in Cardio respiration, Physiotherapy in Cardiovascular, Physiotherapy in Pediatrics, Physiotherapy in Geriatric, Physiotherapy in Sport and Wellness, Physiotherapy in Integumentary, Physiotherapy in Occupational Health and Safety, Physiotherapy in Palliative Care, Physiotherapy in Women Health, and Physiotherapy in Travel Health/Travel Medicine.
Articles 443 Documents
POSTUR KERJA DENGAN RISIKO NON SPESIFIC NECK PAIN PADA PENGEMUDI BUS TRANS METRO DEWATA DI DENPASAR Komang Mita Suryatni; I Putu Yudi Pramana Putra; Luh Putu Ratna Sundari; Anak Agung Gede Eka Septian Utama
Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 11 No 2 (2023): Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia
Publisher : Bachelor and Profession of Physiotherapy Study Program, Faculty of Medicine, Udayana University in collaboration with Indonesian Physiotherapy Association (IPA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MIFI.2023.v11.i02.p15

Abstract

Pendahuluan: Postur kerja adalah suatu sikap yang menggambarkan bagaimana posisi badan, kepala, tangan dan kaki dengan hubungannya antar regio maupun posisi pusat gravitasi/center of gravity (COG) selama melakukan suatu pekerjaan. Non-specific neck pain (NSNP) merupakan suatu nyeri yang terjadi pada aspek posterior dan lateral leher antara garis nuchal superior dan prosesus spinosus vertebra T1 tanpa adanya tanda atau gejala patologi struktural utama dan tidak ditemukan adanya gangguan kecil maupun besar akibat dari aktivitas kehidupan sehari-hari serta tidak ditemukan pula adanya tanda-tanda neurologis dan patologi spesifik seperti keseleo dan patah tulang traumatis, tumor, infeksi spondylolysis servical atau inflamasi. Pengemudi bus didefinisikan sebagai seseorang yang mengemudikan kendaraan bus di jalan yang memiliki Surat Ijin Mengemudi (SIM) B1 atau B2. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara postur kerja dengan non-specific neck pain pada pengemudi bus Trans Metro Dewata di Denpasar. Metode: Penelitian ini adalah penelitian observasional analitik cross sectional dengan teknik purposive sampling, dianalisis menggunakan uji chi-square. Jumlah sampel yang dibutuhkan dalam penelitian ini adalah 90 sampel yang sesuai dengan kriteria inklusi, ekslusi dan drop out yang telah ditentukan. Cara mengumpulkan data yaitu dengan menganalisis postur kerja menggunakan Rapid Upper Limb Assessment (RULA) dan keberadaan NSNP menggunakan Neck Disability Index (NDI). Hasil: Berdasarkan analisis uji chi-square yang telah dilakukan dalam penelitian ini, maka hasil yang diperoleh adalah p value=0,000 (p<0,05). Simpulan: Kesimpulan yang diperoleh pada penelitian ini yaitu ada hubungan yang signifikan antara postur kerja dengan risiko terjadinya non-specific neck pain pada pengemudi bus Trans Metro Dewata di Denpasar. Kata Kunci: non-specific neck pain, postur kerja, pengemudi bus.
PENINGKATAN KEBUGARAN PADA PASIEN PENYAKIT PARU OBSTRUKTIF KRONIS STABIL DENGAN MEMANFAATKAN STATIC CYCLE Stephanus Liwun; Yohanes Maria Vianney Basyari Liwun; Margaretha Senda
Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 11 No 2 (2023): Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia
Publisher : Bachelor and Profession of Physiotherapy Study Program, Faculty of Medicine, Udayana University in collaboration with Indonesian Physiotherapy Association (IPA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MIFI.2023.v11.i02.p19

Abstract

Pendahuluan: Penyakit paru obstruktif kronik merupakan penyakit yang sering dialami oleh masyarakat Indonesia. Umumnya penyakit ini disebabkan oleh kebiasaan merokok yang dilakukan oleh pasien. Prevalensi perokok tinggi terjadi pada kelompok usia 25-64 tahun dalam rentang 37- 38,2%, sedangkan penduduk kelompok usia 15-24 tahun yang merokok setiap hari sudah mencapai 18,6%. Prevalensi perokok 16 kali lebih tinggi pada pria (65,9%) dibandingkan wanita (4,2%). Metode: penelitian menggunakan metode kualitatif dengan studi deskriptif pada pasien penyakit paru obstruktif kronik. Jumlah subjek penelitan adalah 2 (dua) orang pasien dengan kondisi diagnosis medis berupa penyakit paru obstruktif kronik stabil. Hasil: Berdasarkan hasil evaluasi setelah melakukan empat kali terapi menunjukkan peningkatan VO2Max dengan uji coba berjalan 6 menit. Subjek pertama memiliki selisih VO2Max sebesar 0.17 dan subjek kedua sebesar 0.04. Berdasarkan observasi selama latihan, kedua pasien memiliki peningkatan VO2Max. Simpulan: Pertama, faktor-faktor yang mempengaruhi penurunan kebugaran seperti faktor patologis di mana penderita penyakit paru obstruktif kronik yang seringkali disertai sesak sehingga pasien kekurangan oksigen pada tubuhnya. Kedua, hasil latihan menggunakan static cycle menunjukkan adanya peningkatan kebugaran kardiopulmonal.
KEJADIAN FLAT FOOT PADA ANAK OVERWEIGHT DAN OBESITAS DI KOTA DENPASAR Luh Made Sintya Paramasti; M. Widnyana; Ni Luh Putu Gita Karunia Saraswati; I Made Winarsa Ruma
Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 11 No 1 (2023): Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia
Publisher : Bachelor and Profession of Physiotherapy Study Program, Faculty of Medicine, Udayana University in collaboration with Indonesian Physiotherapy Association (IPA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MIFI.2023.v11.i01.p16

Abstract

Pendahuluan: Flat foot (pes planus) adalah kondisi lengkungan pada Medial Longitudinal Arch (MLA) akan tampak menghilang dan ditandai dengan bentuk telapak kaki yang rata pada saat weight bearing maupun non-weight bearing. Flat foot adalah salah satu abnormalitas yang terjadi di ekstrimitas bawah pada anak umur 7-9 tahun. Banyak faktor yang mempengaruhi terjadinya flat foot, salah satu faktornya yaitu pembebanan yang berlebihan pada inner plantar foot akibat Indeks Massa Tubuh (IMT) overweight dan obesitas. Metode: Penelitian ini menggunakan jenis metode observasional analitik dengan desain cross sectional. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik simple random sampling dengan jumlah sampel penelitian berjumlah 62 sampel berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Penelitian ini menggunakan satu bebas yaitu IMT overweight dan obesitas serta satu variabel terikat yaitu flat foot. Hasil: Metodei analisis data untuk mencari hubungan antara kedua variabel yang digunakan adalahi uji chi-square. Diperoleh hasil analisi p=0,039 (p<0,05) dan didapatkannprevalensi paling tinggi IMT overweight sebanyak 37 orang (59,7%) dan flat foot sebanyak 49 orang (79%). Simpulan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungani yang signifikan antara IMT overweight dan obesitas dengan flat foot pada anak usia 7-9 tahun di Kota Denpasar. Kata Kunci: indeks massa tubuh, IMT, obesitas, overweight, flat foot
LAMA DUDUK DAN SIKAP KERJA DENGAN KEJADIAN TENSION HEADACHE PADA PEGAWAI PERKANTORAN DI KOTA SINGARAJA-CROSS SECTIONAL STUDY Bagus Made Puja Krisnayana; Gede Parta Kinandana; Luh Putu Ratna Sundari; Ni Luh Putu Gita Karunia Saraswati
Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 11 No 3 (2023): Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia
Publisher : Bachelor and Profession of Physiotherapy Study Program, Faculty of Medicine, Udayana University in collaboration with Indonesian Physiotherapy Association (IPA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MIFI.2023.v11.i03.p05

Abstract

Pendahuluan: Staf kantor merupakan pegawai yang bertugas mengurus pekerjaannya dibalik meja seperti staf administrasi. Pegawai kebanyakan bekerja dengan menggunakan komputer untuk menunjang pekerjaan mereka. Postur kerja yang statis seperti duduk dalam jangka waktu lama serta durasi menatap ke layar komputer berpotensi terjadinya kelelahan serta nyeri dan ketegangan pada otot area leher hingga menjalar ke otot kepala bagian belakang sehingga terjadinya nyeri kepala atau tension headache. Penelitian ini bertujuan adalah untuk mengetahui hubungan antara lama duduk dan sikap kerja dengan kejadinya tension headache pada staf pengguna komputer di Kota Singaraja. Metode: Penelitian ini menggunakan cross-sectional study yang dilakukan di wilayah Kantor Sekretariat Daerah di Kota Singaraja. Penelitian ini menggunakan teknik sampling simple random sampling dan jumlah subjek sebanyak 50 orang yang terdiri dari staf kantor pengguna komputer yang berusia 30-64 tahun. Hasil: : Hasil uji analisis menggunakan chi-square didapatkan nilai p=0,645 yang berarti tidak terdapat hubungan antara lama duduk dengan kejadian tension headache dan p=0,452 yang menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan antara sikap kerja dengan kejadian tension headache. Simpulan: Berdasarkan hasil penelitian, didapatkan kesimpulan bahwa tidak terdapat hubungan antara lama duduk dan sikap kerja dengan kejadian tension headache pada staf kantor pengguna komputer di Kota Singaraja. Kata Kunci: lama duduk, sikap kerja, tension headache, staf kantor
PENERAPAN LATIHAN SQUARE STEPPING EXERCISE TERHADAP KELINCAHAN BERJALAN PADA LANSIA Kadek Sinta Adi Pratiwi; Agung Wahyu Permadi; I Made Yoga Parwata; Daryono Daryono
Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 11 No 3 (2023): Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia
Publisher : Bachelor and Profession of Physiotherapy Study Program, Faculty of Medicine, Udayana University in collaboration with Indonesian Physiotherapy Association (IPA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MIFI.2023.v11.i03.p19

Abstract

Pendahuluan: Proses penurunan fungsi yang terjadi pada lansia adalah menurunannya kekuatan otot yang mengakibatkan penurunan kemampuan fleksibilitas otot, dimana akan mempengaruhi kemampuan mempertahankan keseimbangan postural atau keseimbangan tubuh sehingga sangat berpengaruh dengan kelincahan pada lansia. Metode: Metode yang digunakan adalah one group pre-test post-test design, yaitu dalam penelitian ini memiliki hasil penelitian sebelum diberikan perlakuan dan sesudah diberikan perlakuan. Sampel dalam penelitian berjumlah 25 orang yang ditentukan menggunakan kriteria inklusi, eksklusi serta drop out. Tempat pelaksanaan penelitian dilakukan di wantilan Desa Beringkit Belayu. Penelitian ini dimulai pada tanggal 28 april 2023 sampai 28 Mei 2023. Pelaksanaan penelitian ini dilakukan setiap 3 kali seminggu dalam waktu penelitian total yaitu 4 minggu dengan durasi setiap kali dilakukan latihan berkisar dari 15 menit sampai 30 menit. Hasil: Hasil analisis data penelitian pada uji normalitas yang menggunakan uji shapiro wilk test dengan nilai signifikan pretest kelincahan 0,989 dan nilai signifikan kelincahan post test 0,181 sehingga dapat disimpulkan bahwa data berdistribusi normal, setelah diberikan latihan berupa Square Stepping Exercise (SSE) terhadap lansia. Simpulan: Latihan square stepping exercise menunjukan peningkatan kelincahan pada lanjut usia di Desa Beringkit Belayu, Kecamatan Marga, Tabanan. Hal ini ditunjukan oleh rata-rata nilai kelincahan sebelum latihan adalah 12,50 detik yang menandakan bahwa nilai kelincahan dibawah kategori normal. Setelah dilakukan latihan square stepping exercise dengan frekuensi 3 kali dalam seminggu, selama 4 minggu yang menggunakan 1 pola pergerakan yang dilakukan 10 kali repetisi untuk setiap pola, didapatkan nilai rata-rata keseimbangan menjadi 10,66 detik yang menandakan bahwa terjadi perubahan kelincahan setelah melakukan latihan dengan persentase peningkatan 14,72%.
LEBAR LANGKAH MEMENGARUHI KESEIMBANGAN DINAMIS LANSIA SAAT JALAN MENANJAK Arvi Martarizeline Cossana KN; I Gede Arya Sena; Luh Putu Ayu Vitalistyawati
Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 11 No 2 (2023): Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia
Publisher : Bachelor and Profession of Physiotherapy Study Program, Faculty of Medicine, Udayana University in collaboration with Indonesian Physiotherapy Association (IPA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MIFI.2023.v11.i02.p14

Abstract

Pendahuluan: Semakin bertambah usia sistem dan jaringan tubuh mengalami perubahan pada sistem sensoris, motorik dan pemrosesan pusat untuk mengontrol posisi tubuh saat bergerak. Penurunan pada salah satu sistem tersebut mengakibatkan kemampuan untuk mengontrol keseimbangan menjadi berkurang. Keseimbangan diperlukan dalam melakukan aktivitas sehari-hari seperti berjalan khususnya dipermukaan menanjak. Seiring bertambahnya usia sistem sensoris untuk menerima informasi mulai menurun, jumlah serat motorik berkurang, berkurangnya sel-sel otak dan perubahan neurotransmitter pada sistem saraf pusat menghasilkan penurunan fasilitas gerakan dan kontrol motorik salah satunya mengakibatkan perubahan pada pola berjalan. Lebar langkah merupakan salah satu parameter gaya berjalan untuk melihat keseimbangan saat berjalan. Beberapa penelitian telah menyelidiki bagaimana perubahan lebar langkah lansia saat berjalan dipermukaan mendatar tetapi tujuan penelitian ini untuk mengetahui lebar langkah memengaruhi keseimbangan dinamis lansia saat berjalan menanjak. Metode: Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu cross sectional dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Hasil: Uji normalitas pada penelitian diperoleh nilai signifikan pada lebar langkah yaitu 0,666 dan keseimbangan diperoleh nilai 0,259. Data pengukuran berdistribusi normal karena p>0,05. Uji hipotesis pada penelitian ini menggunakan uji pearson correlation diperoleh hasil p = 0,000. Nilai p<0,05 menunjukkan adanya korelasi antara keseimbangan dinamis dan lebar langkah saat berjalan menanjak dan memiliki korelasi yang kuat 0,933 dengan nilai positif yang mengindikasikan bahwa nilai lebar langkah dan keseimbangan lansia berbanding lurus. Semakin menurun keseimbangan lansia maka terjadi pelebaran lebar langkah yang mengindikasikan risiko jatuh yang lebih saat berjalan menanjak. Simpulan: Lebar langkah berhubungan dengan keseimbangan berjalan pada lansia. Perubahan keseimbangan ketika berjalan dibidang menanjak meningkatkan risiko jatuh dengan ditandainya besarnya ukuran lebar langkah saat berjalan di permukaan menanjak. Kata Kunci: Lansia, lebar langkah, keseimbangan, permukaan menanjak
ANALISIS HUBUNGAN JENIS KELAMIN DAN DEPRESI DENGAN TAKUT JATUH PADA LANSIA Anastasia Putu Martha; Raditya Kurniawan Djoar
Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 11 No 3 (2023): Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia
Publisher : Bachelor and Profession of Physiotherapy Study Program, Faculty of Medicine, Udayana University in collaboration with Indonesian Physiotherapy Association (IPA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MIFI.2023.v11.i03.p16

Abstract

Pendahuluan: Takut jatuh akan mengakibatkan meningkatkan kejadian jatuh pada lansia dan terdapat beberapa hal yang menyebabkan. Perubahan aspek psikologis, fisik dan fungsional pada lansia akan menyebabkan takut jatuh salah satunya adalah jenis kelamin dan depresi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara jenis kelamin dan depresi dengan rasa takut jatuh pada lansia. Metode: Desain penelitian adalah analitik observasional dengan pendekatan cross sectional pada 155 lansia yang tinggal di Panti Werdha Surabaya. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode proporsional random sampling. Data yang ada dianalisis menggunakan Uji regresi. Hasil: Hasil uji statistik menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara jenis kelamin dan depresi dengan takut jatuh dengan p <0,05, Kedua faktor tersebut secara simultan mempengaruhi takut jatuh sebesar 86%. Simpulan: Terdapat hubungan antara jenis kelamin dan depresi dengan takut jatuh pada lansia
KOMBINASI LEMON AROMATHERAPY DENGAN MASSAGE EFFLUERAGE MEMENGARUHI INTENSlTAS NYERl DISMENOREA PRlMER PADA REMAJA PUTRl TIMOR-LESTE Dl BALl Marcia Lolinha das Neves da Costa; l Made Niko Winaya; Made Hendra Satria Nugraha; Putu Ayu Sita Saraswati
Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 11 No 3 (2023): Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia
Publisher : Bachelor and Profession of Physiotherapy Study Program, Faculty of Medicine, Udayana University in collaboration with Indonesian Physiotherapy Association (IPA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MIFI.2023.v11.i03.p11

Abstract

Pendahuluan: Dismenorea primer merupakan nyeri yang berhubungan dengan sikIus menstruasi, ada banyak factor yang dapat mempengaruhi yaitu adanya hormon prostaglading yang tidak seimbang daIam darah. HaI ini mengakibatkan meningkatnya kontraksi di rahim serta menimbulkan nyeri sehingga mengangu aktivitas sehari-hari remaja. Prevalensi dismenorea primer berdasarkan data WHO menjelaskan 90% wanita sering mengaIami dysmenorrhea dimana 10-15% tergolong dysmenorrhea berat. Sehingga diperukan ketepatan penanganan guna membantu menangani nyeri dismenorea primer yang di alami oleh remaja. Satu dari sekian metode non-farmakologi berupa Iemon aromatherapy dengan massage effleurage. PeneIitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian Iemon aromatherapy dengan massage effluerage pada penurunan intensitas nyeri dismenorea primer yang dialami oleh remaja putri Timor-Leste di Bali. Metode: PeneIitian diIakukan dengan mengunakan metode pre-eksperimentaI, rancangan peneIitian one group pre & post test. Subjek peneIitian 9 orang remaja putri dari Timor-Leste yang berada di Bali. berjumlah 9 orang yang terpilih melalui purposive sampling technique berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. HasiI: Berdasarkan uji hipotesis dengan metode uji statistic paired sampeI t-test diperoleh hasiI rerata tingkat nyeri sebeIum pemberian terapi sebesar (5,88±1,36), sedangkan sesudah diberikan terapi didaptkan hasiI (2,88±0,92), dengan niIai p vaIue = 0,000<(?=0,05). yang artinya hipotesa daIam peneIitian ini diterima, dimana secara statistik Iemon aromatherapy dengan massage effluerage dapat menurunkan intensitas nyeri dismenorea primer pada remaja putri Timor Leste di Bali. Simpulan: Berdasarkan hasil penelitian, pemberian Iemon aromatherapy dengan massage effIeurage efektif menurunkan intensitas nyeri dismenorea primer pada remaja putri Timor-Leste di Bali. Kata Kunci: menstruasi, dismenorea primer, Iemon aromatherapy, massage effleurage
SCREEN-BASED SEDENTARY LIFESTYLE MEMENGARUHI TINGKAT DISABILITAS LEHER PADA MAHASISWA TINGKAT AKHIR FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS UDAYANA Emily Devina Kartawijaya; Anak Agung Gede Eka Septian Utama; Made Hendra Satria Nugraha; Agung Wiwiek Indrayani
Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 11 No 3 (2023): Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia
Publisher : Bachelor and Profession of Physiotherapy Study Program, Faculty of Medicine, Udayana University in collaboration with Indonesian Physiotherapy Association (IPA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MIFI.2023.v11.i03.p01

Abstract

Pendahuluan: Screen-based sedentary lifestyle merupakan gaya hidup sedentari yang lebih banyak menghabiskan waktunya untuk menggunakan teknologi berbasis layar. Gaya hidup ini terus meningkat seiring dengan perkembangan teknologi berbasis layar dan peningkatan yang cukup tinggi terjadi ketika pandemi COVID-19. Perubahan proses pembelajaran menjadi daring, beban tugas yang tinggi, serta penyusunan skripsi menyebabkan mahasiswa tingkat akhir tidak terlepas dari screen-based sedentary lifestyle. Tingginya durasi screen-based sedentary lifestyle dapat menyebabkan disabilitas pada leher yang membatasi gerak fungsional leher. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara screen-based sedentary lifestyle dengan disabilitas leher. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional yang dilakukan pada bulan Oktober-Desember 2021 secara daring. Pengambilan sampel dilakukan secara double blinding menggunakan teknik simple random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 52 orang mahasiswa tingkat akhir Fakultas Kedokteran Universitas Udayana tahun ajaran 2021/2022. Variabel bebas pada penelitian ini adalah screen-based sedentary lifestyle yang diukur menggunakan Screen Time-Based Sedentary Behaviour Questionnaire. Variabel terikat pada penelitian ini adalah disabilitas leher yang diukur menggunakan Neck Disability Index. Hasil: Hasil analisis uji korelasi Spearman Rho didapatkan nilai p<0,05 dan nilai koefisien korelasi berada diantara 0,290-0,356. Simpulan: Hasil penelitian menunjukan terdapat hubungan antara screen-based sedentary lifestyle dengan disabilitas leher pada mahasiswa tingkat akhir Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Semakin tinggi durasi screen-based sedentary lifestyle maka risiko untuk menderita disabilitas leher juga akan semakin tinggi. Kata Kunci: screen-based sedentary lifestyle, disabilitas leher, mahasiswa
PENERAPAN DEEP BREATHING EXERCISE TERHADAP VO2MAX PADA PEROKOK KONVENSIONAL AKTIF: PRA-EKSPERIMENTAL Luh Putu Gina Safitri; Agung Wahyu Permadi; Ni Luh Made Reny Wahyu Sari; Putu Mulya Kharismawan
Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 11 No 2 (2023): Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia
Publisher : Bachelor and Profession of Physiotherapy Study Program, Faculty of Medicine, Udayana University in collaboration with Indonesian Physiotherapy Association (IPA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MIFI.2023.v11.i02.p20

Abstract

Pendahuluan: Aktivitas merokok sangat sering ditemui di semua kalangan baik kalangan remaja, dewasa, hingga orang tua. Mudahnya proses transaksi jual beli rokok dan harga yang relatif menyebabkan orang masih aktif merokok. Perokok aktif merupakan orang yang mengonsumsi atau menghisap rokok dalam jangka waktu minimal 6 bulan dan secara langsung dan rutin mengonsumsi atau menghisap rokok minimal 1 batang perhari. Ditemukan bahwa tingkat VO2Max perokok lebih buruk dibandingkan dengan yang tidak merokok. Tujuan penelitian ini apakah pemberian Deep Breathing Exercise dapat meningkatkan VO2Max pada perokok konvensional aktif. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian Pra-Eksperimental dengan rancangan one group pre-test and post-test. Sampel penelitian sebanyak 20 orang yang ditentukan menggunakan kriteria inklusi, ekslusi serta drop out. Penelitian dilakukan selama 4 minggu mulai tanggal 26 April hingga 22 Mei 2023. Pertemuan dilakukan selama 3 kali seminggu di Universitas Dhyana Pura. Hasil: Hasil uji dengan paired sample t-test yaitu p=0,000 dengan peningkatan 32,14±3,60. Hasil tersebut menunjukkan nilai p<0,05 artinya terdapat peningkatan VO2Max yang signifikan. Simpulan: Deep Breathing Exercise dapat meningkatkan VO2Max pada perokok konvensional aktif. Kata Kunci: VO2Max, Perokok Konvensional, Deep Breathing Exercise, Perokok Aktif.

Filter by Year

2013 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 12 No 3 (2024): Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 12 No 2 (2024): Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 12 No 1 (2024): Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 11 No 3 (2023): Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 11 No 2 (2023): Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 11 No 1 (2023): Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 10 No 3 (2022): Majalah Ilimiah Fisioterapi Indonesia Vol 10 No 2 (2022): Majalah Ilimiah Fisioterapi Indonesia Vol 10 No 1 (2022): Majalah Ilimiah Fisioterapi Indonesia Vol 9 No 3 (2021): Majalah Ilimiah Fisioterapi Indonesia Vol 9 No 2 (2021): Majalah Ilimiah Fisioterapi Indonesia Vol 9 No 1 (2021): Majalah Ilimiah Fisioterapi Indonesia Vol 8 No 3 (2020): Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 8 No 2 (2020): Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 8 No 1 (2020): Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 7 No 3 (2019): Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 7 No 2 (2019): Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 7 No 1 (2019): Majalah Imiah Fisioterapi Indonesia Vol 6 No 3 (2018): Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 6 No 2 (2018): Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 6 No 1 (2018): Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 5 No 3 (2017): Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 5 No 2 (2017): Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 5 No 1 (2017): Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 4 No 3 (2016): Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 4 No 2 (2016): Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 4 No 1 (2016): Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 3 No 3 (2015): Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 3 No 2 (2015): Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 3 No 1 (2015): Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 2 No 3 (2014): Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 2 No 2 (2014): Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 2 No 1 (2014): Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 1 No 3 (2013): Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 1 No 2 (2013): Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 1 No 1 (2013): Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia More Issue