cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Dinamika Pengabdian (JDP)
Published by Universitas Hasanuddin
ISSN : 24608173     EISSN : 25283219     DOI : -
Core Subject :
Jurnal Dinamika Pengabdian (JDP) merupakan media publikasi kegiatan pengabdian pada masyarakat di bidang agrokompleks, sains, sosial kemasyarakatan dalam bentuk penerapan IPTEKS maupun peningkatan pemberdayaan masyarakat. Jurnal ini terbit dua kali setahun di bulan Mei dan Oktober.
Arjuna Subject : -
Articles 363 Documents
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PENGOLAHAN BIJI KEMIRI DALAM MENINGKATKAN PENDAPATAN RUMAH TANGGA PETANI DI DUSUN LAWAMPANG DESA TAKKALASI KECAMATAN BALUSU KABUPATEN BARRU: Community Empowerment through Processing of Candlenut Seeds in Increasing Farmer Household Income in Lawampang. Takkalasi Village, Balusu District, Barru Regency ????’??, ?????????; ??? ???? ???????, ??????????; ???? ?????, ?????????; ??? ????? ????????, ????????
Jurnal Dinamika Pengabdian Vol. 6 No. 2 (2021): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 6 NO. 2 MEI 2021
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jdp.v6i2.13501

Abstract

ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini adalah memberdayakan masyarakat melalui pengolahan biji kemiri di Dusun Lawampang, Desa Takkalasi, Kecamatan Balusu, Kabupaten Barru pada kegiatan kemitraan UNHAS (PKM- Pengabdian Masyarakat). Penelitian ini mempunyai tiga program utama. Program pertama adalah pengolahan biji kemiri menjadi berbagai produk turunan seperti, minyak kemiri dan hand body lotion kemiri. Program kedua adalah pengepakan/ packaging. Pada tahap ini, masyarakat dilatih untuk mengembangkan ide, inovasi dan kreatifitas mereka untuk mendesain model packaging atau kemasan yang mempunyai desain menarik, simple, fungsional dan berkualitas. Program ketiga adalah tahap pemasaran/ marketing. Pada fase ini, masyarakat dilatih melakukan dua jenis konsep pemasaran/ marketing, yaitu: 1. Offline marketing, dengan mempromosikan dan menjual produk olahan biji kemiri di pasar secara langsung; dan 2. Online marketing, dengan memperkenalkan produk olahan biji kemiri melalui media online, seperti Whatsapp, instagram, dan media online lainnya. Hasil dari penelitian ini menujukkan bahwa ibu-ibu petani kemiri sangat tertarik untuk mengembangkan kegiatan industri pengolahan biji kemiri dengan membentuk kelompok pengolahan kemiri untuk meningkatkan pendapatan petani di Dusun Lawampang. Kata kunci: Pemberdayaan Masyarakat, biji kemiri, pengolahan, pengepakan/ packaging, pemasaran/marketing.   ABSTRACT The purpose of this study is to empower the community through processing of candlenut in Lawampang Hamlet, Takkalasi Village, Balusu Districts, Barru Regency in the PKM UNHAS. This research has three main programs. The first program is processing candlenut into various derivative products such as candlenut oil and hand body lotion from candlenut seeds. The second program is packaging. At this stage, the community is trained to develop their ideas, innovations and creativity to design packaging models that have attractive, simple, functional, and quality designs. The third program is the marketing phase. In this phase, the community is trained to do two types of marketing concepts, namely: 1. Offline marketing, by promoting and selling candlenut products in the market directly; and 2. Online marketing, by introducing products through online media, such as Whatsapp, instagram, and media other online. The results of this study show that farmers are really interested in developing candlenut processing industry by forming a candlenut processing group to increase farmer income in Lawampang. Keywords: Community Empowerment, Candlenut Oil, Hand body Lotion, Processing, Packaging, Marketing.
PEMANFAATAN LIMBAH HASIL PENEBANGAN POHON KARET MENJADI CUKA KAYU Latifah, Husnah; Daud, Muhammad; Molo, Hasanuddin; Sultan, .
Jurnal Dinamika Pengabdian Vol. 6 No. 2 (2021): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 6 NO. 2 MEI 2021
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jdp.v6i2.13502

Abstract

tujui tanggal 25 Mei 2021   ABSTRAK Salah satu hutan tanaman yang dikembangkan di Sulawesi Selatan adalah di perkebunan karet PT. LONSUM di Kabupaten Bulukumba seluas 5.782 ha. Perusahaan perkebunan karet ini, selain menjadi produsen getah kayu juga memasok kayu bahan baku industri perkayuan sebagai kayu pertukangan (construction wood) dan kayu pulp (pulpwood). Tingginya limbah penebangan kayu karet yang terbuang percuma merupakan kendala dalam peningkatan produktivitas lahan. Pengembangan teknologi biopestisida merupakan solusi yang dapat dikembangkan untuk mengatasi permasalahan masyarakat. Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat petani hutan juga meningkatkan pengetahuan dan keahlian masyarakat dalam pengendalian hama dan penyakit kayu karet melalui pengembangan biopestisida (cuka kayu) dari limbah-limbah perkebunan karet. Hasil kegiatan ini menunjukkan adanya alih teknologi sederhana pada masyarakat dalam pembuatan cuka kayu (biopestisida) dan timbulnya pemahaman dan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan limbah kayu. Kata kunci: Limbah, cuka karet, petani hutan. ABSTRACT One of the plantations developed in South Sulawesi is the rubber plantation of PT LONSUM in Bulukumba Regency, covering an area of 5,782 ha. This rubber plantation company, apart from being a wood sap producer, also supplies woods as raw material for the timber industry as cost-construction wood and pulpwood. The high waste of rubber logging that is wasted is an obstacle to increasing land productivity. The development of biopesticide technology is a solution that can be developed to overcome community problems. This community service aimed to empowering forest farming communities, also to increase community knowledge and expertise in controlling pests and diseases of rubber wood through the development of biopesticides (wood vinegar) from rubber plantation wastes. The results of this activity indicate the existence of simple technology transfer to the community in making wood vinegar (biopesticide) and the emergence of public understanding and awareness of the importance of wood waste management. Keywords: Waste, rubber vinegar, forest farmers.
PRODUK OLAHAN IKAN BANDENG (BANDENG CABUT DURI, ABON IKAN BANDENG DAN BAKSO IKAN BANDENG) DI DESA BORIMASUNGGU KABUPATEN MAROS Abriana, Andi; Indrawati, Erni; Rahman, Rahmawati; Mahmud, Haris
Jurnal Dinamika Pengabdian Vol. 6 No. 2 (2021): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 6 NO. 2 MEI 2021
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jdp.v6i2.13628

Abstract

ABSTRAK Teknologi cabut duri yang telah diterapkan pada komoditas ikan bandeng yang merupakan produk unggulan dari Kabupaten Maros menghasilkan ikan bandeng segar tanpa duri. Ikan bandeng segar tanpa duri siap diolah menjadi produk abon ikan bandeng dan bakso ikan bandeng. Produk bandeng cabut duri yang dihasilkan dengan kenampakan yang sudah cukup baik dan semua duri yang banyak terdapat pada ikan bandeng jika dikonsumsi sudah tidak menganggu lagi dan jika diraba tidak terasa lagi ada durinya. Produk bandeng cabut duri memiliki tekstur daging sama dengan bandeng segar yang masih memiliki duri dan dikemas dalam kemasan vakum per ekor, sehingga tidak terdapat lagi udara dalam kemasan yang dapat merusak mutu bandeng cabut duri. Produk abon ikan bandeng yang dihasilkan sudah baik dengan cita rasa yang khas dari ikan bandeng serta warna abon yang berwarna coklat kekuningan dan dikemas dalam kemasan standing pouch per 125 gram. Produk bakso ikan bandeng yang dihasilkan juga sudah baik dengan cita rasa yang khas dari ikan bandeng serta warna bakso ikan bandeng berwarna keputihan serta dikemas dalam kemasan vakum per 250 gram. Produk bandeng cabut duri, abon ikan bandeng dan bakso ikan bandeng siap dijadikan sebagai produk unggulan dari Kabupaten Maros Provinsi Sulawesi Selatan. Kata kunci: Produk unggulan, bandeng cabut duri, abon ikan bandeng, bakso ikan bandeng. ABSTRACT The thorn pulling technology applied to the milkfish commodity, an excellent product from Maros Regency, produces fresh thorn less milkfish. The thorn less fresh milkfish is ready to be processed into shredded milkfish products and milkfish meatballs. The resulting pulled out of thorns milkfish product with a fairly good appearance and all the thorns that are abundant in milkfish, if consumed, does not disturb anymore and no more thorns felt when touched by hand. The thorn milkfish product has the same meat texture as the fresh milkfish which still has thorns and is packaged in a vacuum per tail, so there is no more air in the package which can damage the quality of the product. The resulting shredded milkfish product is good with a distinctive taste of milkfish and yellowish brown shredded color and is packaged in a standing pouch per 125 grams. The milkfish meatball products produced are also good with the distinctive taste of the milkfish and the whitish color of the milkfish meatballs and are packed in vacuum packaging per 250 grams. The pulled out of thorns milkfish, shredded milkfish and milkfish meatballs products are ready to be used as excellent products from Maros Regency, South Sulawesi Province. Keywords: Excellent products, pulled out of thorns milkfish, shredded milkfish, milkfish   meatballs.
PENERAPAN TEKNIK PANEN DAN PASCAPANEN KOPI ARABIKA KALOSI PRODUK UNGGULAN KABUPATAN ENREKANG Reta, .; Dahlia, .; Sumule, Ophirtus; Larekeng, Halimah
Jurnal Dinamika Pengabdian Vol. 6 No. 2 (2021): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 6 NO. 2 MEI 2021
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jdp.v6i2.13947

Abstract

ABSTRAK Pengolahan pasca panen yang baik dan benar akan memberikan dampak yang baik bagi kualitas sebuah tanaman. Demikian pula buah kopi bila budidaya tepat dan proses pengolahan pasca panen tepat dan benar maka kualitas kopi akan baik. Melihat permintaan pasar yang tinggi akan kopi Indonesia dan khususnya kopi daerah Kabupaten Enrekang tepatnya di Kecamatan Baroko Desa Benteng Alla, maka petani kopi Arabika Kalosi di Benteng Alla Utara harus menambah informasi dan pengetahuannya akan proses pasca panen buah kopi, petani kopi harus berbenah dan melakukan perbaikan. Petani Kopi Arabika Kalosi yang berada di Desa Benteng Alla Utara merupakan mitra dari tim PPPUD Politani pangkep berkolaborasi dengan Universitas Hasanuddin. Mitra memiliki kendala seperti keterbatasan pengetahuan, keterbatasan alat dan teknologi dalam pengolahan pasca panen, dan pemasaran produk. Dengan pendampingan dan pendidikan yang diberikan maka permasalahan mitra dapat dipecahkan bersama. Meningkatnya pengetahuan petani dalam tahapan pemahaman tentang budidaya kopi, pengolahan pasca panen kopi sangat berperan penting dalam menentukan kualitas dan cita rasa kopi. Dengan edukasi dan monitoring yang tetap dilakukan maka petani menjadi paham tahapan proses pengolahan pasca panen. Dengan dukungan Hibah DRPM Kemenristekdikti skema Program Pengembangan Produk Unggulan Daerah (PPPUD), melakukan pendampingan dan pendidikan bagi petani kopi Arabika Kalosi di Desa Benteng Alla Utara dengan memberikan bantuan bibit kopi varietas Line S 795 dan alat kupas kulit tanduk (huller) agar petani dapat memproses lebih lanjut memproses hasil kebun mereka dimana selama ini dijual dalam bentuk gabah kemudian dapat dijual dalam bentuk green bean. Kata kunci: Kopi arabika kalosi, pemberdayaan petani, PPPUD. ABSTRACT Good post-harvest processing will give a good impact on the quality of a plant. Likewise, if the coffee is right and the post-harvest processing is right and right, the quality of the coffee will be good. Seeing the high market demand for Indonesian coffee and especially Enrekang regional coffee, Arabika coffee Kalosi farmers must add information and knowledge to the post-harvest process of coffee fruit, coffee farmers must improve and make improvements. Arabika Coffee Kalosi Farmers who are in the Village Benteng Alla Utara are partners of the PPPUD team Pangkep State Polytechnic of Agriculture collaboration with Hasanuddin University. Partners have constraints such as limited knowledge, limited tools and technology in post-harvest processing, and product marketing. With the assistance and education provided, partner problems can be solved together. Increased knowledge of farmers in the stages of understanding about coffee cultivation, post-harvest processing of coffee is very important in determining the quality and taste of coffee. By continuing education and monitoring, farmers will understand the stages of post-harvest processing. With the support of the Ministry of Research and Technology DRPM Grant, the Community Partnership Program (PPPUD) scheme provides assistance and education for Arabika coffee Kalosi farmers in the village of Benteng alla Utara by providing assistance with a coffee seeds and huller peel so that farmers can further process their garden products which have been sold as grain. Then it can be sold as a green bean. Keywords: Arabica coffee kalosi, farmer empowerment, PPPUD.
PENINGKATAN KAPASITAS PRODUKSI BAKSO PADA MITRA KOPERASI SERBA USAHA SYARIAH PADAIDI DENGAN MENGGUNAKAN BOWL CUTTER MELALUI PROGRAM KEMITRAAN MASYARAKAT (PKM) Ratnawati, ,; Hasniar, .; Mustafa, Arnida
Jurnal Dinamika Pengabdian Vol. 6 No. 2 (2021): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 6 NO. 2 MEI 2021
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jdp.v6i2.17553

Abstract

ABSTRAK Tujuan dari Program Kemitraan Masyarakat yang telah dilaksanakan di Kelurahan Jawi-jawi adalah sebagai wadah pendayagunaan produk teknologi hasil dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Agar keberhasilan program ini dapat terukur maka dipilih mitra yaitu mitra koperasi serba usaha. Berdasarkan analisis permasalahan yang ditemui pada mitra disepakati bahwa program PKM ini akan fokus pada permasalahan produksi yaitu perbaikan pada proses produksi dengan mengganti bahan pengenyal, penerapan GMP dalam proses pembuatan produk, alih teknologi penggunaan mesin bowl cutter dan mesin pencampur (mixer), penggunaan formulasi bahan yang konsisten, dan penentuan expiry date. Sedangkan untuk permasalahan manajemen, diprioritaskan pada penguatan jiwa enterpreunership, peningkatan kemampuan pengelolaan usaha dan pembenahan administrasi pembukuan dan keuangan. Metode pelaksanaan kegiatan dimulai dengan melaksanakan kegiatan penyuluhan dan pelatihan yang terdiri dari: (a) Penyuluhan tentang kewirausahaan untuk menumbuhkan jiwa kewirausahaan pada mitra koperasi serba usaha “padaidi”; (b) Penyuluhan dan pelatihan penerapan teknologi tepat guna yaitu penggunaan mesin penggilingan dan pencampur bakso; (c) Menfasilitasi agar mitra dapat menjual produknya dengan baik. Pelaksanaan Program PKM ini menghasilkan luaran berupa produk bakso, nugget, dan kaki naga dengan kriteria aman saji. Selain itu dalam pelaksanaannya nanti juga akan dihasilkan luaran berupa penentuan expiry date dari produk yang dihasilkan. Produk yang dihasilkan juga dilengkapi dengan desain kemasan yang berisi informasi produk (labeling). Target dan luaran yang dihasilkan juga adalah publikasi pada jurnal ilmiah dan pada media massa online upeks. Kata kunci: Bakso, diversifikasi produk nugget ayam, pati sagu termodifikasi HMT. ABSTRACT The purpose of the Community Partnership Program that has been implemented in Jawi-jawi Village is as a forum for the utilization of technological products and improving the welfare of the community. So that the success of this program can be measured, partners are selected, namely all-business cooperative partners. Based on the analysis of the problems encountered by partners, it was agreed that this PKM program would focus on production problems, namely improvements in the production process by replacing the elastic material, the application of GMP in the product manufacturing process, technology transfer using bowl cutter machines and mixers, the use of ingredient formulations, consistent, and determination of the expiry date. As for management issues, priority is given to strengthening the entrepreneurial spirit, improving business management capabilities and improving bookkeeping and financial administration. The method of implementing the activities begins with conducting outreach and training activities consisting of: (a) Counseling on entrepreneurship to foster an entrepreneurial spirit in all-business cooperative partners "padaidi"; (b) Counseling and training on the application of appropriate technology, namely the use of meatball milling and mixing machines; (c) Facilitating partners to sell their products well. The implementation of this PKM program produces products in the form of meatballs, nuggets, and dragon legs with safe food criteria. In addition, in its implementation, outputs will also be produced in the form of determining the expiry date of the products produced. The resulting product will also be equipped with a packaging design containing product information (labeling). The target and the resulting output are also publications in scientific journals and on upeks online mass media Keywords: Meatballs, food diversification, chicken nugget product, modified sago starch HMT.
PEMBERDAYAAN PETANI DALAM PENINGKATAN NILAI TAMBAH BUAH CABE MELALUI PENGOLAHANNYA MENJADI ABON CABE Amran Laga; Muhpidah Muhpidah; Abd. Waris
Jurnal Dinamika Pengabdian (JDP) Vol. 7 No. 1 (2021): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 7 NO. 1 OKTOBER 2021
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jdp.v7i1.12561

Abstract

Cabai sebagai salah satu komuditi yang penggunaannya sudah cukup luas. Cabai digunakan sebagai pelengkap makanan, memberikan rasa pedas yang meningkatkan selera makan dan digunakan sebagai bumbu masakan. Rasa pedas yang dihasilkan oleh cabai karena adanya senyawa capcaisin yang terkandung secara alami di dalam buah cabai. Pemannfaatan cabai di kalangan masyarakat atau rumah tangga hanya terbatas pada pengolahan cabai segar menjadi bumbu atau sambal. Sehingga meskipun produktivitas cabai cukup tinggi akan tetapi tingkat konsumsi masyarakat yang masih rendah, menyebabkan banyak hasil panen cabai yang tidak laku terjual. Olehnya itu untuk meningkatkan konsumsi cabai dan mengurangi kerugian yang diderita di tingkat petani, perlu dilakukan pengolahan cabai menjadi produk dengan bentuk yang berbeda dari sambal, mempunyai cita rasa dan memiliki masa simpan yang lebih lama dibandingkan dengan buah segarnya dalam bentuk Abon Cabe. Kegiatan pengabdian ini dilakukan melalui model transfer ilmu dan teknologi diversifikasi pengolahan abon cabe. Dalam kegiatan pengabdian ini menghasilkan produk abon cabe yang telah dikemas dilengkapi dengan label kemasan yang inovatif dan informatif. Kata kunci: Cabai, produk olahan, abon cabe. ABSTRACT chili is one of the commodities that are quitely used in food industry and daily life. Chili is used as a food complement, provides a spicy taste that enhances appetite and is used as a seasoning. The spicy taste produced by chilies is due to the capsaicin compound that is naturally founded in chilies. In household, chili is only limited to processing fresh chilies into spices or sauce. Even though the chili productivity is quite high, the level of public consumption is still low, causing many chili crops to be unsold. Therefore, to increase chili consumption and reduce losses that suffered at the farmer level, it is necessary to process chilies into a product that is different from sauce, has a taste and has a longer shelf life compared to fresh fruit in the form of Chili Floss. This activity is carried out using a model of knowledge transfer and technology diversification in the processing of chili floss. This activity involves the production of chili floss products that have been packaged with innovative and informative packaging labels. Keywords: Chili, processed products, chili floss.
OPTIMALISASI PENGELOLAAN SAMPAH DI DESA TEGALMENGKEB, TABANAN, BALI Dewa Ayu Made Sinyoritha Anantha Dewi; Luh Putu Mahyuni
Jurnal Dinamika Pengabdian (JDP) Vol. 7 No. 1 (2021): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 7 NO. 1 OKTOBER 2021
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jdp.v7i1.13168

Abstract

Sampah merupakan suatu hal yang selalu ada dalam kehidupan sehari-hari. Semua yang beraktivitas pasti akan menghasilkan sampah dan begitu juga yang terjadi di Desa Tegalmengkeb, Kecamatan Selemadeg Timur, Kabupaten Tabanan. Permasalahan dari kegiatan pengadian ini adalah proses pengelolaan dan pemilahan sampah yang dilakukan belum masuk dalam katagori baik dan benar, dikarenakan proses pengelolaan dan pemilahan dilakukan dengan pembuangan yang tidak pada tempatnya. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah untuk mengoptimalkan pengelolaan sampah di Desa Tegalmengkeb, Kecamatan Selemadeg Timur, Kabupaten Tabanan. Metode pengabdian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan desain observasional deskriptif, melalui survey lapangan dan focus group discussion, serta studi literatur. Partisipan yang digunakan dalam pengabdian ini adalah Kepala Desa, Karang Taruna, dan Yayasan Sahaja Sawah. Hasil pengabdian ini berupa peningkatan pemahaman warga masyarakat akan upaya pemilahan dan pengelolaan sampah yang lebih baik dan benar. Kata kunci: Optimalisasi pengelolaan sampah, pemilahan sampah. ABSTRACT Garbage is something that is always there in everyday life. All those who are active will inevitably produce waste and the same thing happened in Tegalmengkeb Village, Selemadeg Timur District, Tabanan Regency. The problem identified in this community service activity is that the wastes have not been sorted and managed properly. The purpose of this service activity is to optimize waste management in Tegalmengkeb Village, Selemadeg Timur District, Tabanan Regency. The method used was a qualitative approach with a descriptive observational design, through field surveys and focus group discussions, as well as literature studies. The participants involved in this study were the Village Head, Youth Organization, and Sahaja Sawah Foundation. This community service activity results in better community understanding and ability to sort and manage waste properly.  Keywords: Waste management, waste sorting process.
SOSIALISASI PENTINGNYA PENERAPAN PROTOKOL KESEHATAN 3M DI WILAYAH DESA ADAT SESETAN Ardell Hugo Gunawan; Luh Putu Mahyuni
Jurnal Dinamika Pengabdian (JDP) Vol. 7 No. 1 (2021): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 7 NO. 1 OKTOBER 2021
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jdp.v7i1.13171

Abstract

Desa sesetan adalah desa yang terletak di Kecamatan Denpasar Selatan, yang merupakan daerah padat penduduk. Hal tersebut menyebabkan mudahnya penyebaran virus Covid-19. Berdasarkan hasil observasi masyarakat yang berada di daerah Desa Adat Sesetan, cukup banyak ditemukan masyarakat yang tidak mengikuti peraturan protokol kesehatan 3M (menggunakan masker, menjaga jarak, mencuci tangan). Hal ini disebabkan oleh masyarakat yang kurang paham tentang protokol kesehatan 3M, sehingga penyebaran virus Covid-19 tidak dapat dikendalikan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan sosialisasi tentang protokol kesehatan 3M kepada masyarakat, agar masyarakat dapat mengetahui serta menerapkan protokol kesehatan 3M dengan baik. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat  ini  dilakukan dengan metode observasi, sosialisasi secara langsung dan daring menggunakan video. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih baik kepada masyarakat terkait protokol kesehatan 3M. Kata kunci: Sosialisasi protokol kesehatan 3M, komunikasi digital. ABSTRACT Sesetan village is a village located in South Denpasar District, which is a densely populated area. This makes it easy for the Covid-19 virus to spread. Based on the results of community observations in the Sesetan Traditional Village area, quite a lot of people were found who did not follow the 3M health protocol regulations (wearing masks, keeping distance, washing hands). This is due to people who do not aware of the importance of 3M health protocol, so the spread of the Covid-19 virus cannot be controlled. This community service activity aims to spreading information and building awareness of the importance of 3M health protocol to the community, so that the public could apply the 3M health protocol properly. Keywords: Health protocol 3M, digital communication.
SUPPORTING ACTIVITIES DALAM SUPPLY CHAIN MANAGEMENT: SUATU LANGKAH AWAL PADA BUMDes RANCABANGO, KECAMATAN TAROGONG KALER, KABUPATEN GARUT . Sumarsono; I Nyoman Agus Wijaya; Santy Setiawan; . Joni; Maria Natalia; Tan Ming Kuang; Herman Kambono; Yuliana Gunawan; Meyliana Meyliana; Lyvia Manuela Sandra
Jurnal Dinamika Pengabdian (JDP) Vol. 7 No. 1 (2021): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 7 NO. 1 OKTOBER 2021
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jdp.v7i1.13230

Abstract

Pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh Program Studi Magister Akuntansi Universitas Kristen Maranatha ini bertujuan untuk melanjutkan program pendampingan dalam rangka mengembangkan potensi Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Desa Rancabango, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Khususnya pada tahun 2021 ini, fokus pendampingan BUMDes dilakukan melalui aktivitas mendesain supply chain management untuk mendistribusikan produk unggulan desa-desa di kota Garut yang rencananya akan didistribusikan ke pihak end-user, termasuk di kota Bandung. Aktivitas desain supply chain ini akan mendorong terbentuknya value chain yang berguna untuk mengidentifikasikan kegiatan utama dalam menciptakan nilai kepada pelanggan dan kegiatan dukungan yang terkait.  Selanjutnya, penciptaan nilai ini memungkinkan struktur biaya dapat dikelola dengan baik untuk menawarkan kemampuan harga yang kompetitif. Selain itu, fungsi atau unsur dalam value chain juga dapat meningkatkan diferensiasi dalam mendukung penetapan harga jual yang lebih tinggi. Melalui program pendampingan ini diharapkan dapat memperkuat kontribusi BUMDES Rancabango bagi penduduk desa. Kata kunci: BUMDes Rancabango, program pendampingan, value chain.   ABSTRACT This community service implemented by the Master of Accountancy program of Maranatha Christian University concentrates to resume the mentoring program in order to develop the potential of Village-Owned Enterprises (BUMDes) in Rancabango Village, Tarogong Kaler District, Garut Regency, West Java. Specifically in year 2021, the plan of assisting BUMDes is to design supply chain management activities in order to distribute superior products to villages in the city of Garut which are arranged to be distributed to end-users, including in the city of Bandung. This supply chain design activity will encourage the formation of a value chain which is useful for identifying key activities in creating value to customers and related-support activities. Furthermore, this value creation allows the cost structure to be properly managed to offer competitive pricing capabilities. In addition, functions or elements in the value chain can also increase differentiation in support of higher selling prices. Through this mentoring program, it is hoped that the contribution of BUMDES Rancabango to the villagers is strenghtened. Keywords: BUMDes Rancabango, mentoring program, value chain.
OPTIMALISASI PERAN MASYARAKAT DALAM MENGHADAPI MASALAH KEBERSIHAN LINGKUNGAN PERMUKIMAN KELURAHAN MANDALA KECAMATAN MAMAJANG KOTA MAKASSAR: Optimizing the Role of the Community in Dealing with Environmental Sanitation in the Residential Area of Mandala Sub District, Mamajang District, Makassar City Abdur Rivai; . Rasman; Hamsir Ahmad
Jurnal Dinamika Pengabdian (JDP) Vol. 7 No. 1 (2021): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 7 NO. 1 OKTOBER 2021
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jdp.v7i1.14021

Abstract

Meningkatnya aktivitas manusia di kalangan rumah tangga menyebabkan semakin besarnya volume limbah yang dihasilkan dari waktu ke waktu. Akibatnya beban badan air yang selama ini dijadikan tempat pembuangan sampah rumah tangga menjadi semakin berat, termasuk terganggunya komponen lain seperti saluran air, biota perairan dan sumber air penduduk. Bukan hanya sampah dibuang ke saluran air akan tetapi  limbah rumah tangga dan limbah lainnya juga kerap kali dibuang begitu saja ke selokan (kanal).  Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat memiliki kepedulian terhadap  kelestarian  lingkungan hidup dengan tidak membuang   sampah di sembarang tempat apalagi pada saluran air (kanal). Khayalak sasaran yang terlibat dalam   kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah    masyarakat di Kelurahan Mandala  Kecamatan Mamajang Kota Makassar, memiliki luas wilayah 0,41 Ha dan merupakan kelurahan yang terdiri dari 4 RW dan 18 RT. Jumlah Kepala Keluarga sebanyak 1.800, terdiri 2.157 jiwa laki-laki dan 2.143 jiwa perempuan, sehingga jumlah keseluruhan 4.300 jiwa. Wilayah ini tergolong padat penduduk dan kondisi tersebut dapat mempengaruhi kebersihan lingkungan dan ketersediaan sarana-prasarana sanitasi. Sebagian besar penduduk belum memiliki wadah penampungan sampah yang memadai, sehingga banyak sampah yang berceceran dan terbuang ke saluran air (kanal). Kegiatan ini dilakukan dengan menggunakan  beberapan metode, yaitu ceramah dan tanya jawab,  Focus Group Discussion (FGD), dan workshop   (Praktik   manajemen   pemilahan   sampah   mandiri). Dari hasil post test yang dilakukan diperoleh tingkat pengetahuan dan keterampilan warga terhadap pengelolaan sampah terjadi peningkatan yang signifikan, tedapat 62,07 % baik, 27,59 % cukup & 10,34 % kurang. Kata kunci: Pewadahan sampah, pemilahan sampah, pelestarian lingkungan.                                                              ABSTRACT The increase in human activity among households causes an increasing volume of waste generated from time to time. As a result, the burden on water bodies that have been used as a dumping ground for household waste has become increasingly heavy, including the disruption of other components such as waterways, aquatic biota and residents' water sources. Not only waste is dumped into waterways, but household waste and other waste are also often thrown into ditches (canals). This community service activity aims to raise public awareness of having a concern for environmental sustainability by not throwing garbage in any place, especially in waterways (canals). The target audience involved in this community service activity is the community in the Mandala Village, Mamajang District, Makassar City, which has an area of 0.41 Ha and is a sub-district consisting of 4 RW and 18 RT. The number of family heads is 1,800, consisting of 2,157 male and 2,143 female, bringing the total number to 4,300. This area is classified as densely populated and this condition can affect the cleanliness of the environment and the availability of sanitation facilities. Most of the population does not have adequate garbage collection containers, so a lot of garbage is scattered and thrown into waterways (canals). This activity was carried out using several methods, namely lectures and questions and answers, Focus Discussion Groups (FDG), and workshops (Independent waste sorting management practices). From the results of the post test, it was found that the level of knowledge and skills of residents on waste management experienced a significant increase, there were 62.07% good, 27.59% sufficient & 10.34 % less.   Keywords: Garbage storage, waste sorting, environmental conservation.

Filter by Year

2015 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 11 No. 2 (2026): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 11 NO. 2 JANUARI 2026 Vol. 11 No. 1 (2025): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 11 NO. 1 OKTOBER 2025 Vol. 10 No. 4 (2025): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 10 NO. 4 JULI 2025 Vol. 10 No. 3 (2025): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 10 NO. 3 APRIL 2025 Vol. 10 No. 2 (2025): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 10 NO. 2 JANUARI 2025 Vol. 10 No. 1 (2024): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 10 NO. 1 OKTOBER 2024 Vol. 9 No. 2 (2024): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 9 NO. 2 MEI 2024 Vol. 9 No. 1 (2023): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 9 NO. 1 OKTOBER 2023 Vol. 8 No. 2 (2023): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 8 NO. 2 MEI 2023 Vol. 8 No. 1 (2022): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 8 NO. 1 OKTOBER 2022 Vol. 7 No. 2 (2022): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 7 NO. 2 MEI 2022 Vol. 7 No. 1 (2021): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 7 NO. 1 OKTOBER 2021 Vol. 6 No. 2 (2021): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 6 NO. 2 MEI 2021 Vol. 6 No. 1 (2020): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 6 NO. 1 OKTOBER 2020 Vol. 5 No. 2 (2020): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 5 NO. 2 MEI 2020 Vol. 5 No. 1 (2019): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 5 NO. 1 OKTOBER 2019 Vol. 4 No. 2 (2019): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 4 NO. 2 MEI 2019 Vol. 4 No. 1 (2018): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 4 NO. 1 OKTOBER 2018 Vol. 3 No. 2 (2018): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 3 NO. 2 MEI 2018 Vol. 4 (2018): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 4 NO. (EDISI KHUSUS) NOVEMBER 2018 Vol. 3 No. 1 (2017): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 3 NO. 1 OKTOBER 2017 Vol. 2 No. 2 (2017): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 2 NO. 2 MEI 2017 Vol 2, No 1 (2016): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 2 NO. 1 OKTOBER 2016 Vol. 2 No. 1 (2016): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 2 NO. 1 OKTOBER 2016 Vol. 1 No. 2 (2016): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 1 NO. 2 MEI 2016 Vol. 1 No. 1 (2015): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 1 NO. 1 OKTOBER 2015 More Issue