cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Dinamika Pengabdian (JDP)
Published by Universitas Hasanuddin
ISSN : 24608173     EISSN : 25283219     DOI : -
Core Subject :
Jurnal Dinamika Pengabdian (JDP) merupakan media publikasi kegiatan pengabdian pada masyarakat di bidang agrokompleks, sains, sosial kemasyarakatan dalam bentuk penerapan IPTEKS maupun peningkatan pemberdayaan masyarakat. Jurnal ini terbit dua kali setahun di bulan Mei dan Oktober.
Arjuna Subject : -
Articles 363 Documents
PELATIHAN MOTIVASI DAN PENGEMBANGAN USAHA BAGI PENGURUS DAN ANGGOTA UMKM DI KABUPATEN WAJO MENGHADAPI SHOCK PANDEMI COVID-19 A.Ratna Sari Dewi; Kadir, Abdul Rahman; Hamid, Nurdjanah; Mardiana, Ria
Jurnal Dinamika Pengabdian Vol. 6 No. 2 (2021): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 6 NO. 2 MEI 2021
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jdp.v6i2.11857

Abstract

Tujuan dari kegiatan pengabdian pada masyarakat ini adalah meningkatkan motivasi, pengetahuan dan pemahaman kelompok masyarakat UMKM di Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan tentang motivasi untuk pengembangan usaha bagi UMKM binaan Dinas Perindustrian, perdagangan, koperasi dan UKM Kabupaten Wajo. Dua UMKM yang menjadi mitra adalah UMKM Lion Putra Perdana, dan UMKM Wanita Sejahtera. Metode pendekatan yang ditawarkan untuk menyelesaikan permasalahan mitra tersebut adalah: (1) Pertemuan secara daring dan luring; (2) Ceramah singkat tentang penjelasan materi yang disajikan pada kegiatan ini; (3) Diskusi dan Latihan Kelompok untuk membahas kasus-kasus dengan mengambil contoh kasus usaha dari beberapa peserta sehubungan dengan  materi yang disajikan; (4) Game dan Simulasi dengan menyajikan beberapa games/permainan-permainan yang terkait dengan bisnis untuk memperoleh refleksi sekaitan dengan aktifitas usaha anggota/pengurus UMKM. Pihak-pihak yang terlibat dalam ceramah, diskusi serta games dan simulasi adalah pemateri, peserta, fasilitator, dan panitia. Beberapa metode dikombinasikan dalam aplikasinya sehingga meningkatkan partisipasi dan pemahaman seluruh peserta dalam proses pelatihan. Output pengabdian ini adalah artikel yang diterbitkan pada jurnal pengabdian pada masyarakat atau jurnal yang relevan dan sebagai tambahan dimuat pada media cetak online yakni fajar.com. Kata kunci: Pelatihan, motivasi, daring dan luring. ABSTRACT The purpose of this community service activity is to increase the motivation, knowledge and understanding of MSME community groups in Wajo Regency, South Sulawesi about the motivation for business development for MSMEs assisted by the Department of Industry, trade, cooperatives and SMEs of Wajo Regency. The two MSMEs that become partners are the Lion Putra Perdana MSME and the Wanita Sejahtera MSME. The approach methods offered to resolve the partners' problems are: (1) Online and offline meetings; (2) a short lecture on the explanation of the material presented in this activity; (3) Group Discussions and Exercises to discuss cases by taking examples of business cases from several participants in relation to the material presented; (4) Games and Simulations by presenting several games/games related to business to gain reflection in relation to the business activities of MSME members/managers. The parties involved in lectures, discussions as well as games and simulations are presenters, participants, facilitators, and committees. Several methods are combined in their application so as to increase participation and understanding of all participants in the training process. The output of this service is articles published in community service journals or relevant journals and additionally published in online print media, namely Fajar.com. Keywords: Training, motivation, online, and offline.
PEMANFAATAN BAHAN ALAMI BIOAKTIF TANAMAN (BABT) DALAM PRODUKSI TOMAT CHERRY ORGANIK Sjam, Sylvia; Syam'un, Elkawakib; Sartika Dewi, Vien
Jurnal Dinamika Pengabdian Vol. 6 No. 1 (2020): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 6 NO. 1 OKTOBER 2020
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jdp.v6i1.11906

Abstract

Cherry tomatoes have an economic advantage compared to other tomatoes, namely their high and stable selling price. Organic cherry tomato production without synthetic chemical residues is one of the farming activities that can be carried out or managed to increase income sources. The biggest problem in almost all vegetable crop centers that grow tomatoes in South Sulawesi is the high application of synthetic chemical compounds including synthetic fertilizers and pesticides. At the center, no one has produced organic tomatoes even though the demand is high, so the cherry tomatoes are imported from outside South Sulawesi. The above phenomenon shows that there is a need for efforts to develop and plant organic cherry tomatoes through a business unit. This opportunity is very good because the market, especially supermarkets in South Sulawesi, is still lacking in organic cherry tomatoes and tomatoes are also needed in restaurants. The long-term goal is to create a technology-based business unit that comes from several studies. The technological innovation that will be applied is an organic cultivation system, which is environmentally friendly technology starting from a seed treatment with formulations that have been obtained from natural ingredients, the use of microorganisms and natural bioactive plant materials for the manufacture of organic fertilizers (solid and liquid fertilizers), and controlling pests and diseases (plant pests) with extracts of natural bioactive plant materials (NBPM). Trying to make an effort to produce organic cherry tomatoes more commercially so that it is expected to be a profitable entrepreneur. Activities start from the selection of raw materials, the planting process to the production process using environmentally friendly technologies without synthetic chemical intake in accordance with SNI standards using a planting schedule for sustainable production. ABSTRAK Tomat cherry memiliki keunggulan ekonomis dibandingkan dengan tomat lain, yaitu harga jualnya yang tinggi dan stabil. Produksi tomat cherry organik tanpa residu kimia sintetik merupakan salah satu aktivitas usaha tani yang dapat dilakukan atau dikelola untuk meningkatkan sumber pendapatan. Masalah yang terbesar pada hampir semua sentra-sentra tanaman sayuran yang menanam tomat yang ada di Sulawesi Selatan adalah tingginya aplikasi senyawa kimia sintetik termasuk pupuk dan pestisida sintetik. Pada sentra tersebut juga belum ada yang meproduksi tomat organik padahal permintaan tinggi sehingga tomat cherry didatangkan dari luar Sulawesi Selatan. Fenomena di atas menunjukkan bahwa perlunya upaya pengembangan dan penanaman tomat cherry organik melalui suatu unit usaha. Peluang ini sangat baik karena dipasaran terutama disupermarket yang ada di Sulawesi Selatan masih sangat kurang tomat cherry organik dan juga tomat ini dibutuhkan di restoran-restoran.Tujuan jangka panjang adalah untuk menciptakan unit usaha berbasis pada tehnologi yang berasal dari beberapa penelitian. Inovasi teknologi yang akan diterapkan adalah sistem budidaya secara organik adalah tehnologi ramah lingkungan mulai dari perlakuan benih (seed treatmen) dengan formulasi yang telah didapatkan yang berasal dari bahan alami, pemanfaatan mikroorganisme dan bahan alami bioaktif tanaman untuk pembuatan pupuk organik (pupuk padat dan cair), dan pengendalian hama dan penyakit (organisme pengganggu tanaman) dengan ekstrak bahan alami bioaktif tanaman (BABT). Produksi tomat cherry organik diusahakan lebih komersil sehingga diharapkan sebagai wirausaha yang bemanfaat. Kegiatan dimulai dari pemilihan bahan baku, proses penanaman sampai proses produksi dengan menggunakan tehnoloi ramah lingkungan tanpa asupan kimia sintetik sesuai dengan standar SNI dengan menggunakan jadwal tanam untuk kesinambungan produksi.
PENGEMBANGAN POTENSI BUMDES SIRNAJAYA DALAM PENYEDIAAN FASILITAS POM BENSIN MINI BAGI WARGA DESA SEBAGAI WUJUD DESA YANG MANDIRI DAN SEJAHTERA Christy, Yunita; Joni, .; Setiana, Sinta; Natalia, Maria; Monalisa, Yani; Lisa, Imelda; Pranata, Ilham
Jurnal Dinamika Pengabdian Vol. 6 No. 2 (2021): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 6 NO. 2 MEI 2021
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jdp.v6i2.12511

Abstract

ABSTRAK Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengembangkan potensi Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Desa Sirnajaya, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, Jawa Barat dalam penyediaan fasilitas pom bensin mini. Agar semua itu dapat tercapai, maka kami sebagai tim pengabdi membantu dengan cara pengembangan kualitas SDM dengan memberikan pelatihan, mentoring dan rekomendasi. Pelatihan yang dilakukan adalah dalam hal literasi keuangan, rekomendasi yang diberikan adalah dalam bentuk sistem/prosedur usaha pom bensin mini dan pembuatan laporan keuangan. Pelatihan diberikan kepada beberapa orang pengurus BUMDes dan merupakan kerjasama dengan Yayasan Beruang Cerdas Indonesia. Melalui cara ini diharapkan BUMDes Sirnajaya dapat menjadi desa yang mandiri dan sejahtera. Kata kunci: BUMDes Sirnajaya, pengembangan potensi, penyediaan fasilitas pom bensin mini, desa mandiri dan sejahtera.   ABSTRACT This community service aims to develop the potential of Village-Owned Enterprises (BUMDes) in Sirnajaya Village, Tarogong Kaler District, Garut Regency, West Java in providing mini gas station facilities. In order for all of that to be achieved, we as a service team help by developing the quality of human resources by providing training, mentoring and recommendations. The training carried out is in terms of financial literacy, the recommendations given are in the form of a mini gas station business system / procedure and the preparation of financial reports. The training was given to several BUMDes administrators and was a collaboration with the Indonesian Smart Bear Foundation. Through this method, it is hoped that the Sirnajaya BUMDES can become an independent and prosperous village. Keywords: BUMDes Sirnajaya, potential development, provision of mini gas station facilities, independent and prosperous villages.
PENDAMPINGAN DESA WISATA DI KAMPUNG NELAYAN HAMADI KOTA JAYAPURA Akbar, Mohammad Aldrin; Andri Irawan; Alam, Sitti Nur; Rasna; Noch, Muhamad Yamin; Jufri, Muhamad Taher; Rasyid, Abdul
Jurnal Dinamika Pengabdian Vol. 6 No. 2 (2021): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 6 NO. 2 MEI 2021
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jdp.v6i2.12671

Abstract

ABSTRAK Sektor pariwisata merupakan salah satu industri yang secara signifikan mampu mempercepat pertumbuhan ekonomi suatu daerah dan mampu menyediakan banyak lapangan pekerjaan, mampu meningkatkan penghasilan masyarakat serta menstimulasi berbagai sektor lainnya. Tujuan utama dari kegiatan pengabdian diuraikan sebagai solusi pemecahan masalah. Fokus pengabdian masyarakat ini adalah pada pendampingan masyarakat di sektor pariwisata yang berdomisili dikampung nelayan Hamadi Kota Jayapura dan komunitas masyarakat pariwisata Kota Jayapura. Metode pelaksanaan kegiatan ini adalah berupa ceramah, tanya jawab dan demonstrasi, kemudian kegiatan ini melibatkan berbagai narasumber baik dari Kementerian, Pemerintah Daerah Provinsi Papua, Universitas Yapis Papua serta Tokoh Masyarakat serta masyarakat yang terlibat. Hasil dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat adalah masyarakat Kampung Nelayan Hamadi semakin menyadari bahwa penting melakukan pengembangan potensi dan melakukan pengembangan strategi pengembangan kampung. Kata kunci: Pendampingan, kampung nelayan. ABSTRACT The tourism sector is one of the industries that can significantly accelerate the economic growth of an area and able to provide many jobs. It can increase people's income and stimulate various other sectors. The main purpose of community service activities is described as a solution to problem solving. The focus of this community service is on assisting people in the tourism sector who live in the fishing village of Hamadi, Jayapura City and the tourism community in Jayapura City. The method of implementing this activity is in the form of lectures, questions and answers and demonstrations, then this activity involves various sources from the Ministry, the Provincial Government of Papua, Yapis Papua University as well as community leaders and the community involved. The result of community service activities is that the people of Hamadi Fishermen Village are increasingly aware that it is important to develop their potential and develop a village development strategy. Keywords: Assistance, Fisherman Village.
PRODUKSI BANDENG (Chanos-chanos Forsskal) TANPA DURI BEKU RASA PARAPE Fitri, Muhammad; Syamsuar, .; Sumarni, .; Tartar, Sri Udayana
Jurnal Dinamika Pengabdian Vol. 6 No. 2 (2021): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 6 NO. 2 MEI 2021
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jdp.v6i2.13493

Abstract

ABSTRAK Diversifikasi olahan produk bandeng merupakan salah satu upaya untuk mencukupi selera masyarakat dalam mengkonsumsi ikan sebagai sumber protein. Dengan demikian, pengembangan produk bandeng menjadi produk bandeng tanpa duri rasa parape akan mendorong minat petambak untuk melakukan produksi lebih baik lagi. Dalam usaha pemanfaatan ikan bandeng, UKM Mentari Citra Lestari telah mengembangkan bandeng segar tanpa duri rasa parape, di Kabupaten Pangkep sebagai potensi penghasil ikan bandeng di Sulawesi Selatan. Pengembangan produk  bandeng tanpa duri dikembangkan  di UKM Mentari Citra Lestari dengan pembuatan bandeng tanpa duri rasa parape di tahun 2020. Produksi sejak Januari sampai dengan Juni 2020, rata-rata 29 kg/bulan bandeng tanpa duri rasa parape, harga ikan segar Rp20.000,-/kg setelah dibuat bandeng tanpa duri rasa parape per bulan dijual  Rp120.000,-/kg, jadi Rp120.000,- x 29 kg = Rp3.480.000,-. Pembelian ikan bandeng Rp20.000,- x 29 kg = Rp580.000,- sehingga total keuntungan bersih per bulan Rp3.480.000.- – Rp2.820.000,- = Rp660.000,-. Keuntungan bersih = Keuntungan kotor - (bahan baku + bahan tambahan + es curah + air PDAM + gaji karyawan + pengemasan + listrik), jadi total selama 6 (enam) bulan = Rp3.960.000,-. Program Pengembangan Produk Unggulan Daerah (PPPUD) diharapkan  membantu pengembangan bahan baku ikan bandeng  sebagai potensi  unggulan Kabupaten Pangkep, program ini  memberikan nilai tambah dengan merubah produk primer menjadi produk sekunder atau produk akhir siap saji.  Pengembangan  produk  bandeng tanpa duri rasa parape dijadikan wirausaha. Kata kunci: Ikan bandeng, produk akhir, siap saji, rasa parape, wirausaha.   ABSTRACT Diversification of the processed milkfish products is one of the efforts to meet people's appetite for consuming fish as a source of protein. Thus, the development of a milkfish product to become a thornsless parape flavored milkfish product will encourage the interest of farmers to produce better. In an effort to utilize milkfish, SME Mentari Citra Lestari has developed fresh, thornless, parape-flavored milkfish in Pangkep Regency as a potential producer of milkfish in South Sulawesi. The development of thornless milkfish products was developed at the SME Mentari Citra Lestari by making parape-flavored thornless milkfish in 2020. Production from January to June 2020, averaged 29 kg / month of parape-flavored thornless milkfish, the price of fresh fish was IDR20,000/kg after making thornsless milkfish with parape flavored, the product was sold for IDR120,000/kg, therefore IDR120,000 x 29 kg = IDR3,480,000. Purchase of milkfish of IDR20,000 x 29 kg = IDR580,000 resulted in a the total net profit per month of IDR3,480,000 - IDR2,820,000 = IDR660,000. Net profit is calculated by reduce the gross profit with the cost (raw materials + additional materials + bulk ice + PDAM water + employee salaries + packaging + electricity). Hence, in 6 (six) months of IDR3,960,000. The Regional Leading Product Development Program (PPPUD) is expected to assist the development of raw material for milkfish as the superior potential of Pangkep Regency. This program provides added value by converting primary products into secondary products or ready-to-eat final products. The development of thornless milkfish products with parape-flavored was made entrepreneurial. Keywords: Milkfish, end product, ready-to-serve, parape taste, entrepreneurship.
UPAYA PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN MASYARAKAT BERBASIS PEMBERDAYAAN SUMBER DAYA LOKAL MELALUI KEGIATAN KKN TEMATIK Darmawati Putri, Dindy; Kartika Eka Wijayanti, Irene; Widarawati, Rosi
Jurnal Dinamika Pengabdian Vol. 6 No. 2 (2021): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 6 NO. 2 MEI 2021
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jdp.v6i2.13494

Abstract

Wabah covid-19 yang menyerang dunia memberikan banyak dampak di kehidupan masyarakat. Baik dampak positif maupun dampak negatif. Akibatnya semua perekonomian masyarakat terdampak dari adanya wabah ini terkhusus pemerintah langsung mengambil kebijakan untuk melakukan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar). PSBB adalah strategi pemerintah agar antara pusat dan daerah mempunyai strategi yang sama dalam menghadapi virus Corona Covid-19. Kegiatan pembatasan meliputi meliburkan sekolah dan tempat kerja, pembatasan kegiatan keagamaan, kegiatan sosial masyarakat serta pembatasan moda transportasi dan pembatasan kegiatan lainnya khusus terkait aspek pertahanan keamanan. Hal tersebut menimbulkan dampak di sektor perkonomaian kegiatan masyarakat. Adanya kegiatan program KKN PPM mahasiswa memberikan angin segar bagi perekonomian masyarakat dipedesaan. Program KKN ini mencakup pencegahan penyebaran Covid-19, penanganan dan recovery masyarakat terdampak Program kegiatan penanganan Covid-19 dengan garis besar memberikan : informasi terpercaya, program kemanusiaan, pendampingan bagi masyarakat desa tempat tinggal para mahasiswa masing-masing, program pencegahan Covid-19, kegiatan recovery perekonomian, dan kegiatan pendampingan bagi UMKM
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PENGEMBANGAN DESA MANDIRI BENIH PADI ORGANIK UNTUK PENINGKATAN PENDAPATAN DI DESA TOMPOBULU, KECAMATAN TOMPOBULU, KABUPATEN MAROS: Community Empowerment through Development of Organic Rice Seed Self-governing Village to Increase Income of Farmers at Tompobulu Village, Tompobulu District, Maros Regency A. Syaiful, Syatrianty; Kasim, Nurlina; Busthanul, Nurbaya; Baba, Basri; Oktaviany, Amelia; E. Mahmud, Fadjrin; Iswari, Inez
Jurnal Dinamika Pengabdian Vol. 6 No. 2 (2021): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 6 NO. 2 MEI 2021
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jdp.v6i2.13495

Abstract

ABSTRAK Peluang agribisnis pertanian organik khususnya padi organik terbuka luas bagi petani khususnya yang tergabung dalam kelompok tani karena tingginya permintaan konsumen pada hasil pertanian organik yang sangat baik bagi kesehatan dan juga bernilai ekonomi tinggi. Masalah yang dihadapi adalah minimnya pengetahuan petani tentang produksi tanaman padi organik dan penggunaan benih organik bermutu untuk menunjang produksi tanaman. Kegiatan pengabdian dilaksanakan pada Mitra Kelompok Tani Botolempangan, Dusun Baddo Ujung, Desa Tompobulu Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros. Kegiatan ini berupa alih iptek ke petani untuk meningkatkan pendapatan petani melalui usaha perbenihan padi organik, pengolahan limbah pertanian (biomassa tanaman dan limbah ternak) menjadi pupuk organik dan pembuatan pestisida organik untuk digunakan dalam budidaya padi. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan kegiatan adalah: penyuluhan/pendampingan teori dan pelatihan/pendampingan  praktek. Paket teknologi yang diintroduksi berupa teknik pembuatan pupuk organik dari limbah pertanian (padat dan cair) alami yang sumber bahan bakunya berbasis lokal, teknik produksi benih padi organik dan teknik budidaya padi berbasis produk alami mulai dari persiapan lahannya sampai pascapanen. Hasil PKM menunjukkan bahwa petani sangat antusias dalam mempelajari sistem pertanian padi organik. Hal tersebut  terlihat dari kehadiran Dinas Pertanian setempat dan tingkat kehadiran petani yang rata-rata tinggi yaitu sekitar 40 orang dari 20 orang yang di undang pada semua tahapan kegiatan. Lahan percontohan terpelihara dengan sangat baik sehingga pertumbuhan dan perkembangan tanaman juga sangat baik. Kata kunci: Pertanian organik, benih organik, padi organic, desa mandiri benih, pemberdayaan petani.   ABSTRACT Opportunities for organic farming agribusiness, especially organic rice, are wide open for farmers, especially those who are members of farmer groups because of the high consumer demand for organic agricultural products which are very good for health and also have high economic value. The problem faced is the lack of knowledge of farmers about organic rice crop production and the use of quality organic seeds to support crop production. The community service activities were carried out at the Mitra Perkasa Tani Botolempangan, Baddo Ujung Hamlet, Tompobulu Village, Tompobulu Subdistrict, Maros Regency. This activity is in the form of transferring science and technology to farmers to increase farmers' income through organic rice seeding businesses, processing agricultural waste (plant biomass and livestock waste) into organic fertilizers and making organic pesticides for use in rice cultivation. The methods used in the implementation of the activity are: counseling / theoretical assistance and training / practical assistance. The technology package introduced was in the form of techniques for making organic fertilizers from natural (solid and liquid) agricultural waste with local-based raw material sources, organic rice seed production techniques and rice cultivation techniques based on natural products ranging from land preparation to post-harvest. PKM results show that farmers are very enthusiastic in studying the organic rice farming system. This can be seen from the presence of the local Agriculture Office and the high level of farmer attendance, which is about 40 out of 20 people invited to all stages of the activity. The demonstration plot is very well preserved so that the growth and development of plants is also very good. Keywords: Organic farming, organic seeds, organic rice, self-sufficient seeds villages, empowerment of farmers.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA PARIT KELADI II DENGAN PEMBUATAN BIOCHAR BERBASIS SUMBERDAYA LOKAL Yulies Vitri Indrawati, Urai Suci; Hazriani, Rini; Manurung, Rinto
Jurnal Dinamika Pengabdian Vol. 6 No. 2 (2021): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 6 NO. 2 MEI 2021
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jdp.v6i2.13497

Abstract

ABSTRAK Program PKM ini bertujuan untuk mentransfer teknologi pembuatan biochar berbasis limbah pertanian dengan alat pirolisis sederhana, sebagai solusi bagi para petani di Desa Parit Keladi II, Kecamatan Sei Kakap yang mengalami permasalahan berkurangnya produksi hasil pertanian dan pemanfaatan limbah pertanian.  PKM dilaksanakan selama 6 (enam) bulan dimulai dari kegiatan persiapan, sosialisasi ke Kelompok Tani (Poktan) Bersatu Karya Tani dan dilanjutkan dengan pelaksanaan program inti yaitu penyampaian materi dan praktek pembuatan biochar  dan  diakhiri dengan evaluasi dan pelaporan. Khalayak yang dituju adalah petani padi dan hortikultura yang bergabung dalam Poktan Bersatu Karya Tani. Metode yang digunakan adalah penyuluhan, ceramah, diskusi, tanya jawab dan evaluasi. Pada prinsipnya bentuk kegiatan ini meliputi penyuluhan tentang manfaat biochar untuk budidaya di lahan Alluvial.  Pelaksanaan kegiatan berupa penyampaian materi dan praktek pembuatan biochar dari sekam padi, dan diakhiri dengan evaluasi dan pelaporan. Pengetahuan dan keterampilan dalam pembuatan biochar dari sekam merupakan kunci agar masyarakat tani dapat melaksanakannya dengan hasil yang baik. Kesimpulan yang dapat diambil dari kegiatan ini adalah masyarakat sangat antusias terhadap materi yang disampaikan karena mereka belum mengetahui hal ini sebelumnya. Pasca kegiatan ini disarankan agar pembinaan kegiatan ini terus dilakukan di bawah naungan PPL dari Kelurahan. Kata kunci: Alluvial, biochar, limbah pertanian, pirolisis sederhana, sekam padi.   ABSTRACT This Community Service Program aims to transfer the technology of making biochar based on agricultural waste with simple pyrolysis tools, as a solution for farmers in Parit Keladi II Village, Sei Kakap District who experience problems with reduced agricultural production and utilization of agricultural waste. The service was carried out for 6 (six) months starting from preparation activities, socialization to the Bersatu Karya Tani  Farmers Group and continued with the implementation of the core program, namely the delivery of materials and practice of making biochar and ending with evaluation and reporting. The target audience is rice and horticultural farmers who join the Bersatu Karya Tani Farmers Group. The methods used are counseling, lectures, discussions, questions and answers, practice and evaluation. In principle, this form of activity includes counseling on the benefits of biochar for cultivation in Alluvial land. Implementation of activities in the form of delivering material and practice of making biochar from rice husks, and ending with evaluation and reporting. Knowledge and skills in making biochar from husks are the key so that the farming community can carry it out with good results. The conclusion that can be drawn from this activity is that the community is very enthusiastic about the material presented as the technology is a new knowledge. After this activity, it is suggested that the coaching of this activity be carried out under the supervision of the agricultural extension officer (PPL) from the local government at sub-district level. Keywords: Alluvial, biochar, agricultural waste, simple pyrolysis, rice husk.
PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN DISAIN PRODUK UNTUK PENGRAJIN BAMBU DI PULAU LAKKANG KOTA MAKASSAR Naing, Naidah; Karim Hadi, Abdul
Jurnal Dinamika Pengabdian Vol. 6 No. 2 (2021): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 6 NO. 2 MEI 2021
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jdp.v6i2.13499

Abstract

ABSTRAK Alasan pengabdian ini adalah minimnya pengetahuan dan keterampilan tentang desain produk, minimnya pengetahuan tentang cara pemilihan bahan baku dan pengawetan bambu serta kurangnya pengetahuan dan keterampilan dalam pengolahan finishing, nilai estetika dan kualitas produk kerajinan yang rendah, menyebabkan produksi kerajinan bambu kurang diminati konsumen, Hal ini berakibat pada rendahnya permintaan pasar dan menurunnya penghasilan pengrajin. Tujuan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan tentang desain produk, pemberian materi pengetahuan dan keterampilan teknik pemilihan dan pengawetan bahan baku serta teknik finishing. Metode yang digunakan adalah Focus Group Discussion, Pelatihan dan Workshop. Hasil berupa dampak dan manfaat yaitu dampak ekonomi dan dampak sosial. Dampak ekonomi dengan adanya peningkatan produksi, peningkatan penghasilan, bangkitan kewirausahaan, dan peningkatan kesejateraan masyarakat. Dampak sosial adalah mitra dapat bekerjasama dalam sebuah wadah, ikatan sosial semakin erat, mengatasi masalah secara bersama-sama sebagai pengrajin, menimbulkan bangkitan sosial untuk masyarakat diluar pengrajin. Capaian kegiatan berupa peningkatan pengetahuan dan keterampilan mitra dalam mendesain produk kerajinan bambu, publikasi kegiatan pada media elektronik telah dilakukan dengan mempublikasikan kegiatan pelatihan pada Media Online harian Tribun Timur, publikasi di jurnal pengabdian pada masyarakat, video kegiatan pelatihan, workshop dan hasil produk desain. Kata kunci: Peningkatan produksi, desain produk bambu. ABSTRACT The reason for this dedication is the lack of knowledge and skills regarding product design, the lack of knowledge on how to choose raw materials and preserving bamboo and the lack of knowledge and skills in finishing processing, low aesthetic value and quality of handicraft products, causing the production of bamboo handicrafts to be less attractive to consumers. This resulted in lower market demand and decreased craftsmen's.  The purpose of this service is to increase knowledge and skills about product design, providing material knowledge and technical skills for selecting and preserving raw materials and finishing techniques. The method used is Focus Group Discussion, Training and Workshop. The results are in the form of impacts and benefits, namely economic impacts and social impacts. The economic impact is with an increase in production, an increase in income, a generation of entrepreneurship, and an increase in community welfare. The social impact is the ability to work together in a forum, the social ties are getting closer, addressing problems together as craftsmen, causing a social awakening for people outside the craftsmen. The achievement of activities in the form of increased knowledge and skills of partners in Designing Bamboo Craft Products, Publication of activities on Electronic Media has been carried out by publishing training activities on the Tribun Timur daily Media Online, publications in community service Journal, Video training activities, workshops and product design results. Keywords: Increased production, bamboo product design.
PEMBERDAYAAN KADER POSYANDU DI DESA KAMIRI, KECAMATAN BALUSU KABUPATEN BARRU SULAWESI SELATAN MELALUI PENGEMBANGAN PRODUK OBAT KUMUR TRADISIONAL JAHE, SERAI, CENGKEH (JaSeKeh) Masriadi, .; Sukmawati, .; Handayani, Hasta
Jurnal Dinamika Pengabdian Vol. 6 No. 2 (2021): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 6 NO. 2 MEI 2021
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jdp.v6i2.13500

Abstract

ABSTRAK Penggunaan obat tradisional sebagai alternatif pengobatan telah lama dilakukan jauh sebelum ada pelayanan kesehatan formal dengan menggunakan obat-obatan moderen. Namun, negara Indonesia yang terdiri dari banyak pulau yang didiami oleh berbagai suku memungkinkan terjadinya perbedaan dalam pemanfaatan tanaman sebagai obat tradisional. Hal ini disebabkan setiap suku memiliki pengalaman empiris dan kebudayaan yang khas sesuai dengan daerahnya masing-masing. Dalam rangka peningkatan kesejahteraan masyarakat terkait kesehatan, langkah awal yang bisa di lakukan yaitu dengan pendampingan dan pelatihan dalam memanfaatkan tumbuhan yang ada di lingkungan sekitar untuk mengobati diri sendiri atau dikenal dengan swamedikasi termasuk pada penderita Diabetes Mellitus (DM) yang mengalami bau mulut (halitosis) atau penyakit gangguan berkepanjangan dalam rongga mulut. Penderita DM dan kader Posyandu selaku mitra telah kami fasilitasi melalui pemeriksaan, pelatihan/pendampingan produksi, dan evaluasi dalam bentuk home care. Tim PKM membantu dengan menyiapkan bahan dasar dan peralatan pengolahan Obat Kumur Tradisional dengan memformulasi 3 bahan dasar yaitu Jahe Serai dan Cengkeh (JaSeKeh) yang aman dan rasa yang enak, melakukan pemeriksaan pada kelompok penderita DM serta melatih para kelompok kader dalam memproduksi Obat Tradisional Kumur dengan komposisi jahe, serai dan cengkeh serta melakukan penyuluhan melalui video terkait penyakit Halitosis pada penderita DM. Target khusus yang telah dicapai dari kegiatan pengabdian ini adalah penerapan ipteks melalui sosialisasi terkait halitosis pada DM di masa pandemi, pengetahuan dan keterampilan dalam membuat obat kumur JaSeKeh yang bahannya diambil dari pekarangan rumah sendiri serta mampu menerapkan manajemen keuangan dan strategi pemasaran yang sudah diperoleh dalam pelatihan. Kata kunci: Barru, Diabetes Melitus, halitosis, obat kumur tradisional. ABSTRACT The use of traditional medicines as an alternative to treatment has been done long before there were formal health services using modern medicines. However, the state of Indonesia which consists of many islands inhabited by various tribes allows for differences in the use of plants as traditional medicines. This is because each tribe has empirical and cultural experiences that are unique to their respective regions. In order to improve public welfare related to health, the first steps that can be taken are mentoring and training in utilizing plants in the surrounding environment to treat themselves or known as self-medication, including those with Diabetes Mellitus (DM) who experience bad breath (halitosis) or prolonged disease in the oral cavity. DM sufferers and Posyandu cadres as partners we have facilitated through inspection, training/ production assistance, and evaluation in the form of home care. The PKM team helps by preparing basic ingredients and processing equipment for Traditional Mouthwash by formulating 3 basic ingredients, namely Ginger, Lemongrass, and Cloves (JaSeKeh) which are safe and taste good, conducting examinations on groups of DM sufferers and training cadre groups in producing the Traditional Mouthwash with composition of ginger, lemongrass and cloves and provide counseling through videos related to halitosis in DM sufferers. The specific targets that have been achieved from this service activity are the application of science and technology through socialization related to Halitosis in DM during the pandemic, knowledge and skills in making JaSeKeh mouthwash which ingredients are taken from the yard of one's own home and being able to apply financial management and marketing strategies that have been obtained in the training. Keywords: Barru, Diabetes Mellitus, Halitosis, Traditional Mouthwash.

Filter by Year

2015 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 11 No. 2 (2026): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 11 NO. 2 JANUARI 2026 Vol. 11 No. 1 (2025): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 11 NO. 1 OKTOBER 2025 Vol. 10 No. 4 (2025): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 10 NO. 4 JULI 2025 Vol. 10 No. 3 (2025): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 10 NO. 3 APRIL 2025 Vol. 10 No. 2 (2025): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 10 NO. 2 JANUARI 2025 Vol. 10 No. 1 (2024): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 10 NO. 1 OKTOBER 2024 Vol. 9 No. 2 (2024): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 9 NO. 2 MEI 2024 Vol. 9 No. 1 (2023): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 9 NO. 1 OKTOBER 2023 Vol. 8 No. 2 (2023): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 8 NO. 2 MEI 2023 Vol. 8 No. 1 (2022): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 8 NO. 1 OKTOBER 2022 Vol. 7 No. 2 (2022): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 7 NO. 2 MEI 2022 Vol. 7 No. 1 (2021): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 7 NO. 1 OKTOBER 2021 Vol. 6 No. 2 (2021): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 6 NO. 2 MEI 2021 Vol. 6 No. 1 (2020): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 6 NO. 1 OKTOBER 2020 Vol. 5 No. 2 (2020): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 5 NO. 2 MEI 2020 Vol. 5 No. 1 (2019): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 5 NO. 1 OKTOBER 2019 Vol. 4 No. 2 (2019): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 4 NO. 2 MEI 2019 Vol. 4 No. 1 (2018): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 4 NO. 1 OKTOBER 2018 Vol. 3 No. 2 (2018): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 3 NO. 2 MEI 2018 Vol. 4 (2018): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 4 NO. (EDISI KHUSUS) NOVEMBER 2018 Vol. 3 No. 1 (2017): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 3 NO. 1 OKTOBER 2017 Vol. 2 No. 2 (2017): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 2 NO. 2 MEI 2017 Vol 2, No 1 (2016): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 2 NO. 1 OKTOBER 2016 Vol. 2 No. 1 (2016): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 2 NO. 1 OKTOBER 2016 Vol. 1 No. 2 (2016): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 1 NO. 2 MEI 2016 Vol. 1 No. 1 (2015): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 1 NO. 1 OKTOBER 2015 More Issue