cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Dinamika Pengabdian (JDP)
Published by Universitas Hasanuddin
ISSN : 24608173     EISSN : 25283219     DOI : -
Core Subject :
Jurnal Dinamika Pengabdian (JDP) merupakan media publikasi kegiatan pengabdian pada masyarakat di bidang agrokompleks, sains, sosial kemasyarakatan dalam bentuk penerapan IPTEKS maupun peningkatan pemberdayaan masyarakat. Jurnal ini terbit dua kali setahun di bulan Mei dan Oktober.
Arjuna Subject : -
Articles 363 Documents
PERBAIKAN PRODUKSI GULA SEMUT UKM MAMA GARDEN DENGAN APLIKASI MESIN PENGERING DAN MESIN PENGHALUS (DISK MILL) Mariam, .; Hasniar, .; Mustafa, Arnida
Jurnal Dinamika Pengabdian Vol. 6 No. 1 (2020): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 6 NO. 1 OKTOBER 2020
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jdp.v6i1.11516

Abstract

Sugar palm (Arenga pinnata Merr.) is a type of palm that has the potential for high economic value, producing palm sugar. So far, farmers in Barugae village have only used the technique of making brown sugar blocks from generation to generation, which only costs IDR.15,000 per kg. One of the SMEs in Barugae village that has implemented the production process of making brown sugar in powder form or better known as ant sugar is Mama Garden. This SME is located in Barugae Village, Bulukumpa District, Bulukumba Regency. The problem faced by the Mama Garden SME is the production process that still uses manual techniques, resulting in low quality products, drying using sunlight so it is very dependent on nature. Based on this, the Community service program implemented science and technology that could improve quality and increase the production capacity of the Mama Gaden SME. Improvements in the processing process include the use of flour machines and the use of dryers as well as the application of CPPOB, sanitary and hygienic aspects; shelf life (expiry date) of the ant sugar products; production management, and separate financial reports. The targets and outputs that have been achieved are quality improvement and additional production capacity, increased application of science and technology in society, and products in the form of sugar ant. Other outputs in the form of publications in mass media have been published, publications in scientific journals published in September 2020 in the community service journal of Jurnal Dinamika Pengabdian and activity videos that have been uploaded on YouTube.   Keywords: Brown sugar, ant sugar, packaging, processing.   ABSTRAK Aren (Arenga pinnata Merr.) adalah jenis palma yang memiliki potensi nilai ekonomi yang tinggi, penghasil gula aren. Selama ini petani di desa Barugae hanya menggunakan teknik pembuatan gula merah cetak secara turun temurun yaitu membuat gula merah cetak yang harganya berada pada harga Rp. 15.000 per kg. Salah satu UKM yang berada didesa barugae yang telah menerapkan proses produksi pembuatan gula merah dalam bentuk serbuk atau yang lebih dikenal dengan nama gula semut adalah Mama garden. UKM ini berada di Desa Barugae Kecamatan Bulukumpa Kabupaten Bulukumba. Permasalahan yang dihadapi oleh UKM Mama Garden adalah proses produksi yang masih menggunakan teknik manual, sehingga produk yang dihasilkan memiliki kualitas rendah, pengeringan dengan menggunakan sinar matahari sehingga sangat tergantung pada alam. Berdasarkan hal tersebut maka pada program PKM ini dilakukan penerapan iptek yang dapat meningkatkan kualitas serta menambah kapasitas produksi mama gaden. Perbaikan proses pengolahan yang dimaksud diantaranya adalah penggunaan mesin penepung, dan penggunaan pengering serta penerapan aspek CPPOB, aspek sanitasi dan hygienis, masa simpan (expiry date) dari produk gula semut, manajemen produksi, dan laporan keuangan tersendiri. Target dan luaran yang telah dicapai adalah perbaikan kualitas dan penambahan kapasitas produksi, peningkatan penerapan iptek di masyarakat, dan produk berupa gula semut yang dihasilkan. luaran lain berupa publikasi pada media massa dan jurnal ilmiah di Jurnal Dinamika Pengabdian dan video kegiatan yang telah diupload di youtube.   Kata Kunci: Gula merah, gula semut, pengemasan, pengolahan.
POTENSI POMPA HYDRAM (HYDRAULIC RAM PUMP) BERTEKNOLOGI HYDRO POWER TANPA LISTRIK DAN RAMAH LINGKUNGAN DI DESA NEPO KABUPATEN BARRU Putera, Muh. Ikbal; Arman, .; Irmayani, .
Jurnal Dinamika Pengabdian Vol. 6 No. 1 (2020): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 6 NO. 1 OKTOBER 2020
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jdp.v6i1.11517

Abstract

Water problems include problems that are not easily obtained, especially during conditions or dry seasons. Indeed water is a vital requirement for human, plant and animal life. Water for human needs is used for drinking, cooking, washing and bathing water. Areas with relatively flat topography, water is relatively easy to obtain from well water sources and rivers that flow relatively not deep, so to obtain water sources is relatively easy. In the service area with flat topography and slightly hilly, so farmers to obtain water in agricultural activities and for daily needs, water is obtained from rivers and dug wells, springs and deep wells (ground water). When it rains, water sources are easily obtained from abundant river water and from dug wells that have sufficient water level. The problem of water needs for rural communities who live in hilly and mountainous areas is the need for appropriate technology Hydram Pumps which are relatively inexpensive and affordable by the community because they have the power of hydropower, are energy efficient and environmentally friendly. Community service activities, using the survey method of installation activities and field observations, Participatory Rural Appraisal (PRA), which involves the community. This activity is carried out through: counseling, training and demonstrations. The results and benefits obtained by the application of appropriate technology, with the potential for hydram pumps come from water power sources that have speed, potential energy and kinetic energy that gives water hammer to the inlet pipe and compressed tube, so that it causes a great pressure to lift water to a higher place.   Keywords: Hydram Pump, Hydro Power, Environment Friendly, Springs, Water hammer.   ABSTRAK Masalah air termasuk masalah yang tidak mudah diperoleh terutama pada saat kondisi musim kemarau. Sejatinya air merupakan kebutuhan vital bagi kehidupan manusia, tumbuhan dan hewan. Air untuk kebutuhan manusia digunakan untuk komsumsi air minum, masak, mencuci dan mandi. Daerah dengan topografi relatif datar, air relatif mudah diperoleh dari sumber air sumur dan sungai-sungai yang mengalir yang relatif tidak dalam, sehingga untuk memperoleh sumber air relatif mudah. Pada areal pengabdian dengan kondisi topografi datar dan sedikit berbukit-bukit, sehingga petani untuk memperoleh air dalam aktifitas pertanian dan untuk kebutuhan hidup, air diperoleh dari sungai dan sumur galian, mata air dan sumur dalam (air tanah). Saat hujan, sumber air mudah diperoleh dari air sungai yang melimpah dan dari sumur galian yang memiliki tinggi air yang cukup. Permasalahan kebutuhan air bagi masyarakat desa yang tinggal di daerah berbukit dan bergunung adalah membutuhkan teknologi tepat guna Pompa Hydram yang relatif murah dan terjangkau oleh masyarakat karena memiliki daya penggerak tenaga air (Hydro Power), hemat energi dan ramah lingkungan. Kegiatan pengabdian, mengggunakan metode survei kegiatan aktifitas pemasangan dan pengamatan lapangan, Participatory Rural Appraisal (PRA) yaitu melibatkan masyarakat. Kegiatan ini dilaksanakan melalui: penyuluhan, pelatihan, dan demonstrasi. Manfaat yang diperoleh bahwa dengan penerapan teknologi tepat guna, dengan potensi pompa hydram berasal dari sumber tenaga air yang memiliki kecepatan, energi potensial dan energi kinetik yang memberi hantaman air (water hammer) pada pipa pemasukan dan tabung kompressi, sehingga menimbulkan tekanan yang besar untuk mengangkat air ketempat yang lebih tinggi.   Kata kunci: Pompa Hydram, Hydro Power, Ramah Lingkungan, Mata air, Water hammer
PENERAPAN TEKNOLOGI PENGEMASAN PADA PENGOLAHAN TEPUNG SAGU KERING DI UKM “ENGKA SAGU AL-FURQAN” MAKASSAR SULAWESI SELATAN Reta, .; Nurmiah, Siti; Zaimar, .
Jurnal Dinamika Pengabdian Vol. 6 No. 1 (2020): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 6 NO. 1 OKTOBER 2020
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jdp.v6i1.11518

Abstract

One of the productive potentials of sago is in the eastern part of South Sulawesi, namely in North Luwu and East Luwuk. Sago flour can be used widely as a substitute in the manufacture of other foods, such as noodles, bread, biscuits, cakes, flavoring foods, and various types of high fructose syrup drinks. Therefore, sago is a non-rice alternative commodity that is calculated to support the food diversification program launched by the Government. Considering high potential of sago, it is necessary to cultivate, process and market sago products and build a partnership between cultivation and processing / packaging SMEs of sago products. The problem with Engka Sagu SMEs is the limited production capacity to meet market demand with sufficient quantity and quality. The processing and packaging process is done manually so that the quality and capacity is very low, only around 360-500 kg per month. Meanwhile, the potential market demand could reach 2,500 kg (2.5 tons) per month. The problem-solving method used is the introduction and training of dry sago starch processing techniques and packaging to labeling. The results showed that the activities of counseling, training and mentoring on dry sago flour packaging techniques went well and according to the plan where the Engka Sagu SME was able to produce the dry sago flour properly. The packaging and labeling of the product can be done well and produce a product with an attractive identity and appearance and can be sold on line.   Keywords: Sago fluor, Engka Sagu SMEs, capacity, packaging.   ABSTRAK Potensi Sagu yang sudah produktif salah satunya adalah Sulawesi Selatan bagian Timur yakni di Luwu Utara dan Luwu Timur. Tepung sagu dapat digunakan secara luas sebagai  subsitusi dalam  pembuatan  makanan lain, seperti mie, roti, biskuit, kue, makanan penyedap, dan berbagai jenis minuman sirup berkadar  fruktosa  tinggi. Oleh karena itu, sagu  merupakan  komoditas  alternatif non beras yang diperhitungkan dalam  mendukung  program diversifikasi pangan yang dicanangkan oleh pemerintah. Melihat potensi Sagu yang sangat tinggi maka perlu usaha budidaya, pengolahan dan pemasaran produk Sagu dan kemitraan antara UKM budidaya dan UKM pengolahan/ pengemasan produk sagu tersebut. Permasalahan UKM Engka adalah keterbatasan kemampuan produksi untuk memenuhi permintaan pasar dengan jumlah dan kualitas yang tercukupi. Proses pengolahan dan pengemasan dilakukan secara manual sehingga kualitas dan kapasitasnya sangat kurang hanya sekitar  360-500 kg per bulan. Sedangkan potensi permintaan pasar  bisa mencapai 2.500 kg (2,5 Ton) per bulan. Metode pemecahan masalah yang digunakan berupa pengenalan dan pelatihan teknik pengolahan tepung sagu kering dan pengemasan sampai pada pelabelannya. Hasil yang didapatkan bahwa kegiatan penyuluhan, pelatihan serta pendampingan pada teknik pengemasan tepung sagu kering berjalan dengan baik dan sesuai rencana dimana UKM Engka Sagu sudah mampu memproduksi tepung sagu kering dengan baik. Pengemasan dan pelabelan pada produkpun sudah dapat dikerjakan dengan baik dan dihasilkan produk dengan identitas dan penampilan yang menarik serta sudah dapat dijual online buka lapak.   Kata Kunci; Tepung Sagu, UKM Engka Sagu, Kapasitas, Pengemasan.
MANAJEMEN PRODUKSI DAN PEMASARAN PRODUK TAHU KURING PADA HOME INDUSTRY TAHU KURING MAKASSAR Aladin, Andi; Modding, Basri; Syarief, Takdir; Wiyani, Lastri
Jurnal Dinamika Pengabdian Vol. 6 No. 1 (2020): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 6 NO. 1 OKTOBER 2020
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jdp.v6i1.11519

Abstract

Kuring tofu factory in Makassar / Gowa (South Sulawesi Province) is one of the home industries producing tofu from soybean raw materials that has been pioneered since 2017. The form of the curing tofu business is still very simple, the tofu production process is still simple, not yet regulated according to ideal needs. Likewise, special clothing equipment for production and packaging employees is not standard. The marketing system is still simple, market reach is still limited. In service activities by the UMI Makassar lecturer team funded by DRPM RISTEK-BRIN on the PKM (Community Partnership Program) scheme aims to help develop partners in the Makassar Kuring tofu factory business group to be more economically independent, improve their thinking and innovation skills. Service activities undertaken are to help deal with two main priority issues, namely: (1) Production Problems, which are related to production methods based on hygienic principles of the product, including production space management; (2) Marketing management issues. From the results of these service activities, increased partner empowerment, in this case increased production system arrangements, increased marketing reach, and finally increased turnover from sales of tofu preservative products from three million rupiahs per day to four point five million rupiahs per day (increased to 50%).   Keywords: Kuring tofu, production, marketing management, increased turnover.   ABSTRAK. Pabrik “Tahu Kuring” di Makassar/Gowa (Sulawesi Selatan) merupakan salah satu home industry yang meproduksi tahu dari bahan baku kedelai yang dirintis sejak tahun 2017. Bentuk usaha tahu kuring ini masih sangat sederhana, proses produksi tahu masih sederhana, belum tertata sesuai kebutuhan ideal. Begitu pula perlengkapan pakaian khusus untuk karyawan produksi dan pengemasan belum standar. Sistem pemasaran masih sederhana, jangkauan pasar masih terbatas. Dalam kegiatan pengabdian oleh tim dosen UMI Makassar yang dibiayai oleh DRPM RISTEK-BRIN pada skema PKM (Program Kemitraan Masyarakat) bertujuan membantu mengembangkan Mitra kelompok usaha pabrik tahu kuring Makassar untuk dapat lebih mandiri secara ekonomi, meningkatkan skill ketrampilan berfikir dan berinovasi. Aktifitas pengabdian yang dilakukan adalah membantu dalam penanganan dua permalahan prioritas utama yaitu: (1) Permasalahan produksi, yaitu yang berhubungan metode berpoduksi berdasarkan prinsip-prinsip higienitas produk, termasuk penataan ruang produksi; (2) Permasalahan manajemen pemasaran. Dari hasil kegiatan pengabdian ini berdampak pada adanya peningkatan keberdayaan mitra, dalam hal ini adanya peningkatan penataan system produksi, peningkatan jangkauan pemasaran, dan pada akhirnya peningkatan omzet dari hasil penjualan produk tahu kuring dari tiga juta rupiah perhari menjadi empat koma lima juta rupiah perhari (meningkat menjadi 50%).     Kata kunci: Tahu kuring, produksi, manajemen pemasaran, kenaikan omzet.
ANEKA PRODUK OLAHAN BUAH NENAS SEBAGAI ALTERNATIF PENINGKATAN NILAI TAMBAH PRODUK DI DESA GALANG, KABUPATEN MEMPAWAH Indrawati, Urai Suci Yulies Vitri; Hazriani, Rini
Jurnal Dinamika Pengabdian Vol. 6 No. 1 (2020): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 6 NO. 1 OKTOBER 2020
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jdp.v6i1.11520

Abstract

The application of PKM aims to empower organic pineapple farmers (Galang UKM) in an effort to innovate pineapple-based product diversification, so that people can get to know a variety of pineapple products (pineapple syrup) and know the benefits of consuming pineapple syrup in which marketing is still quite extensive, especially for the region outside Mempawah Regency. In addition, participants were given attractive labeling and packaging design technology, good and correct bookkeeping training in recording the benefits of marketing this syrup. In its activities, the lecturer team was assisted by 3 students. Activities in this service include the manufacture of hygienic pineapple syrup. Designing more hygienic and attractive packaging typical of Galang UKM, Financial bookkeeping training for UKM and at the end of the activity, an evaluation of the programs carried out by the lecturer team, which aims to find out the obstacles / difficulties encountered during the activity process, and then discussed to be completed followed by an exhibition of finished product businesses. It is expected that after this activity is completed, UKM Galang is able to produce pineapple processed products (pineapple syrup) that have good quality and help the Food Security Program in West Kalimantan Province.   Keywords: Various processed, label design, pineapple, empowerment, pineapple syrup.   ABSTRAK Penerapan PKM ini bertujuan untuk  pemberdayaan masyarakat tani nenas organik (UKM Galang)  dalam upaya melakukan inovasi diversifikasi produk berbasis nenas , sehingga masyarakat dapat mengenal beraneka produk nenas (sirup nenas) dan mengetahui manfaat apabila mengkonsumsi sirup nenas yang mana pemasarannya masih cukup luas terutama untuk wilayah di luar Kabupaten Mempawah. Selain itu kepada peserta di berikan teknologi mendesign label dan kemasan yang menarik, pelatihan pembukuan yang baik dan benar dalam mencatat keuntungan dari pemasaran sirup ini. Dalam kegiatannya, tim dosen dibantu oleh 3 orang mahasiswa. Kegiatan dalam pengabdian ini  yaitu pembuatan sirup nenas yang hygienis,. Mendesign  kemasan yang lebih hygienis dan menarik khas UKM Galang, Pelatihan pembukuan finansial kepada UKM dan pada akhir kegiatan, dilakukan evaluasi terhadap program-program yang telah dilakukan oleh tim dosen, yang bertujuan untuk mengetahui hambatan/kesulitan yang dihadapi selama proses kegiatan, dan kemudian didiskusikan untuk diselesaikan dilanjutkan dengan pameran usaha produk yang telah jadi. Diharapkan setelah kegiatan ini selesai, UKM Galang  mampu menghasilkan produk olahan nenas (sirup nenas) yang mempunyai kualitas yang baik dan membantu Program Ketahanan Pangan di Provinsi Kalimantan Barat.   Kata kunci: Aneka olahan, disain label, nenas, pemberdayaan, sirup nenas.
PENERAPAN PAKET TEKNOLOGI RAMAH LINGKUNGAN PADA BUDIDAYA SAYURAN BUAH GUNA MENGANTISIPASI DAMPAK ANOMALI IKLIM Baharuddin, .; Salam, Muslim; Ahmad, Mahmud; Masniawati, A.
Jurnal Dinamika Pengabdian Vol. 6 No. 1 (2020): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 6 NO. 1 OKTOBER 2020
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jdp.v6i1.11571

Abstract

Climate anomaly is very influential for agriculture in our country. The patterns and methods of farming that have been adopted by farmers must be adapted to anticipate shifts in erratic seasons. Horticulture is a food that is quite essential for humans and has a high economic value if it is managed intensively. Characteristics of vegetables that are easily damaged and rotten cause the price to be very volatile so that it affects the farmer’s income. Uncertain rainy season affects the availability in market because vegetables are generally cultivated conventionally in open fields. A technology approach and smart agribusiness management are needed to reduce the impact of environmental anomalies so that they do not affect the quantity and quality of agricultural products. To reduce the impact of environmental anomalies, the application of synergistic and environmentally friendly technologies on fruit vegetables using a drip hydroponic system and mulch in the cultivation of eggplant in dry land, circulated NFT hydroponics in cultivation of cucumber and bitter melon plants. It also carried out the manufacture and use of liquid organic fertilizer to stimulate the growth and production of fruit vegetables and biopesticides to avoid pests and plant diseases. The results showed that eggplant cultivation planted in open land with drip irrigation resulted in 3.26 fruit / tree with a total production of 130,400 fruits/ha. If the price is IDR 2,000/fruit, then the turnover earned is IDR 260,800,000/ha. Cultivation of cucumber through hydroponic NFT yields 18.83 fruit/tree with a total production of 301,280 fruit/ha. If the price is IDR 1,000/fruit, then the turnover earned is IDR 300,426,000/ha. Cultivation of bitter melon through hydroponic NFT yields 23.76 fruits/tree with a total production of 308,880 fruits/ha. If the price is IDR 1,000/piece, then the turnover earned is IDR 308,880,000/ha. Keywords: Hydroponics, organic fertilizers, biopesticide, fruit vegetables. ABSTRAK Anomali iklim sangat berdampak bagi dunia pertanian di negara kita. Pola dan cara bercocok tanam yang selama ini telah dianut oleh petani harus diadaptasikan untuk mengantisipasi pergeseran musim yang tidak menentu. Produk hortikultura merupakan bahan pangan yang cukup esensial bagi manusia dan mempunyai nilai ekonomi yang cukup tinggi jika dikelola secara intensif. Karakteristik sayuran yang mudah rusak dan busuk menyebabkan harganya sangat fluktuatif sehingga berpengaruh pada pendapatan petani. Musim hujan yang tidak menentu berpengaruh terhadap ketersediaan di pasar karena sayuran pada umumnya dibudidayakan secara konvesional di lahan terbuka. Untuk mengurangi dampak anomali lingkungan, penerapan teknologi bersinergi dan ramah lingkungan pada sayuran buah dengan menggunakan sistem hidroponik tetes dan mulsa pada budidaya tanaman terung dilahan terbuka, hidroponik NFT tersirkulasi pada tanaman mentimun dan pare. Selain itu juga dilakukan pembuatan dan pemanfaatan pupuk organik cair untuk merangsang pertumbuhan dan produksi sayuran buah dan biopestisida untuk menghindari serangan hama dan penyakit tanaman. Hasil kegiatan menunjukan bahwa budidaya terung yang ditanam di lahan terbuka dengan pengairan tetes diperoleh hasil 3.26 buah/pohon dengan produksi total 130,400 buah/ha. Jika harga Rp. 2,000/buah, maka omzet yang diperoleh sebesar Rp. 260,800,000/ha. Budidaya tanaman terung melalui hidroponik NFT diperoleh hasil 18.83 buah/pohon dengan produksi total 301,280 buah/ha. Jika harga Rp. 1,000/buah, maka omzet yang diperoleh sebesar Rp. 300,426,000/ha. Budidaya tanaman pare melalui hidroponik NFT diperoleh hasil 23.76 buah/pohon dengan produksi total 308,880 buah/ha. Jika harga Rp. 1,000/buah, maka omzet yang diperoleh sebesar Rp. 308,880,000/ha. Kata kunci: Hidroponik, pupuk organik, biopestisida, sayuran buah.
SOSIALISASI DAN PELATIHAN PEMBUATAN NUGGET IKAN LELE SERTA KERUPUK TULANG LELE MELALUI METODE ZERO WASTE PADA KOMUNITAS IBU-IBU RUMAH TANGGA RT 23, KECAMATAN TALANG KERAMAT, KABUPATEN BANYUASIN, SUMATERA SELATAN Ramli, amaliatulwalidain ----; Nike Angraini; Bobby Halim
Jurnal Dinamika Pengabdian Vol. 6 No. 2 (2021): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 6 NO. 2 MEI 2021
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jdp.v6i2.11586

Abstract

ABSTRAK Kegiatan pengabdian masyarakat dalam bentuk sosialiasi dan pelatihan pembuatan nugget ikan lele serta kerupuk tulang lele menggunakan metode Zero Waste dilakukan pada tim mitra, yaitu komunitas ibu-ibu rumah tangga berpenghasilan rendah di RT 23, Kecamatan Talang Keramat, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan. Tujuan dan manfaat dalam kegiatan pengabdian ini, adalah: 1). Memberikan pengetahuan yang menunjang kemampuan tim mitra dalam keterampilan pengolahan dan pengembangan produk berbasis Ikan Lele; 2). Untuk membantu meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan keluarga tim mitra melalui home industry pembuatan nugget Ikan Lele dan Kerupuk Tulang Ikan Lele yang berpotensi layak jual. Metode yang dilakukan dalam kegiatan pengabdian ini meliputi tiga tahapan, yaitu: 1). Tahap Observasi, yakni tahapan pengumpulan data meliputi kondisi wilayah, kondisi ekonomi, dan kondisi sosial dari tim mitra yang akan terlibat dalam kegiatan pengabdian ini; 2).Tahap Sosialisasi, yaitu pemberian materi oleh tim pelaksana yang dibantu oleh beberapa mahasiswa UIGM mengenai konsep Zero Waste dalam pengolahan ikan lele menjadi nugget serta pengolahan sisa limbah ikan lele menjadi kerupuk. Pada metode ini, tim pelaksana menggunakan metode door to door dan ceramah; 3). Tahap Pelatihan, yaitu uji coba pembuatan nugget ikan lele dan kerupuk tulang lele secara langsung oleh tim mitra yang dipandu oleh tim pelaksana dan narasumber. Hasil dari kegiatan pengabdian ini, adalah terjadi  peningkatan pengetahuan dan  kemampuan ibu-ibu rumah tangga di RT 23, Talang Keramat dalam mengolah ikan Lele menjadi Nugget dan Kerupuk Tulang Lele, serta kegiatan pengabdian yang telah dipublikasikan pada Media Surat Kabar Online Sumsel Terkini yang telah terbit pada tanggal 11 Maret 2020. Kata kunci: Nugget Ikan Lele, Kerupuk Tulang Lele, Konsep Zero Waste.   ABSTRACT Community service activities in the form of socialization and training on making catfish nuggets and catfish bone crackers using the zero waste method were carried out on the partner team, namely the community of low-income housewives in RT 23, Talang Keramat District, Banyuasin Regency, South Sumatra. The objectives and benefits of this service activity are: 1). Providing knowledge that supports the ability of the partner team in processing skills and development of catfish-based products; 2). To help improve the economy and family welfare of the partner team through the home industry of making catfish nuggets and catfish bone crackers which are potentially worth selling. The method used in this service activity includes three stages, namely: 1). Observation Stage, which is the stage of data collection covering regional conditions, economic conditions, and social conditions of the partner team who will be involved in this service activity; 2) Socialization stage, namely the provision of material by the implementation team assisted by several UIGM students regarding the concept of Zero Waste in processing catfish into nuggets and processing the remaining catfish waste into crackers. In this method, the implementation team uses the door to door method and lectures; 3). The training stage, which is a trial of making catfish nuggets and catfish bone crackers directly by a partner team guided by the implementation team and resource persons. The result of this service activity is an increase in the knowledge and ability of housewives at RT 23, Talang Keramat in processing catfish into catfish nuggets and catfish bone crackers, as well as service activities that have been published in the Latest South Sumatra Online Newspaper Media that has been published on March 11, 2020. Keywords: Catfish nugget, catfish bone crackers, zero waste concept.
PENDAMPINGAN BUDIDAYA RUMPUT LAUT DAN PENANAMAN TANAMAN PERTANIAN UNTUK MENINGKATKAN MUTU PRODUKSI RUMPUT LAUT DI TELUK EKAS, LOMBOK TIMUR Sunarpi, Sunarpi; Jupri, Ahmad; S. Prasedya, Eka; L. Sunarwidhi, Anggit; Khairina Ilhami, Bq Tri; Apriani, Rizkia; Jihadi, Amrul; Widyastuti, Sri
Jurnal Dinamika Pengabdian (JDP) Vol. 6 No. 2 (2021): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 6 NO. 2 MEI 2021
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jdp.v6i2.11610

Abstract

ABSTRAK Rumput laut merupakan salah satu komoditi laut yang memiliki nilai ekspor karena biota laut ini menghasilkan senyawa hidrokoloid bernilai ekonomi tinggi dan digunakan sebagai bahan baku industri pangan dan farmasi. Namun demikian, mutu rumput laut Nusa Tenggara Barat (NTB) belum dapat mencapai standar ekspor karena kadar karaginan dan kekerasan gelnya rendah serta memiliki kadar kotoran lebih dari 2%. Artikel ini melaporkan pendampingan budidaya rumput laut yang dirangkai dengan budidaya tanaman pertanian dalam rangka meningkatkan mutu produksi rumput laut dan peningkatan pendapatan pembudidaya rumput laut. Kegiatan pendampingan dilakukan dengan cara secara bersama melakukan budidaya rumput laut jenis Eucheuma cottonii dan Eucheuma striatum (sakul) dan budidaya tanaman jagung dan cabai yang dimulai sejak bulan Maret sampai bulan September 2020. Selama proses pendampingan budidaya rumput laut, dilakukan pengambilan sampel rumput laut seminggu sekali selama 6 minggu untuk mengukur pertumbuhan dan kadar karaginan. Selama masa tunggu panen rumput laut (45 hari) pembudidaya rumput laut diajarkan berbudidaya tanaman pertanian sebagai penghasilan tambahan sehingga pembudidaya tidak melakukan panen rumput laut sebelum 45 hari. Hasil pengabdian masyarakat ini dapat menyadarkan pembudidaya rumput laut untuk memanen rumput laut pada umur paling cepat 45 hari. Panen rumput laut pada umur tersebut dapat ditunjukkan rendemen berat kering dan karaginan dapat mencapai 22,63% (E. cottonii), dan 38,63% (E. striatum) dan 32,26%. Dengan meningkatnya mutu rumput laut tersebut maka harga jual juga mengalami peningkatan dari harga Rp13.000 – Rp14.000 menjadi Rp20.000 – Rp22.000 per kilogram kering. Akhirnya, peningkatan harga jual per kilogram kering tersebut tentunya dapat meningkatkan pendapatan pembudidaya rumput laut di Teluk Ekas. Kata kunci: Budidaya rumput laut, mutu rumput laut, budidaya pertanian, kadar karaginan, kekerasan gel. ABSTRACT Seaweed is one of the sea goods with export value as this marine biota produces hydrocolloid compounds with high economic value and used as a raw material for the food and pharmaceutical industries. However, the quality of the algae from West Nusa Tenggara could not meet the export standards, as the carrageenan content and gel hardness are low and contain more than 2% impurities. This article reports on helping seaweed cultivation in conjunction with growing agricultural crops to improve the quality of seaweed production and increase the income of seaweed farmers. The auxiliary activities are carried out by jointly cultivating Eucheuma cottonii and Eucheuma striatum (Sakul) from March to September 2020 and growing corn and chillies. Sampling also conducted every week to measure growth and carrageenan of seaweed. During the waiting period for the algae harvest (45 days), the algae growers are taught to grow agricultural crops as additional income so that the farmers do not harvest the seaweed before 45 days. The results of this community service can alert seaweed growers to harvesting seaweed at the earliest age of 45 days. The algae harvest at this age can show the dry weight yield and carrageenan can reach 22,63% (E. cottonii) and 38,63% (E. striatum) and 32,26%. With the increase in the quality of the algae, the sales price rose from IDR13,000 - IDR14,000 to IDR20,000 - IDR22,000 of dry seaweed per kilogram. After all, increasing the selling price per seaweed dry kilogram will surely increase the incomes of seaweed farmer in Ekas Bay. Keywords: Seaweed cultivation, seaweed quality, agricultural cultivation, carrageenan content, gel hardness.
PENINGKATAN KAPASITAS DIGITAL MARKETING KELOMPOK YOUNG SDI YOGYAKARTA kadek, kiki astria
Jurnal Dinamika Pengabdian Vol. 6 No. 2 (2021): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 6 NO. 2 MEI 2021
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jdp.v6i2.11815

Abstract

ABSTRAK Perupa Indonesia pada dasarnya memiliki idealis masing-masing dalam berkarya dan penjualan karya.Kebanyakan perupa hanya mengandalkan penjualan karya pada kegiatan pameran. Fokus mereka pun terbatas pada berkarya dan pameran, padahal merchandising perupa bisa menjadi alternatif pemasukan mereka diluar penjualan karya yang pada saat pandemi seperti saat ini menurun. Berbeda dengan generasi muda pada umumnya, perupa muda khususnya, tidak terlalu ramah dengan penggunaan media sosial yang sebenarnya saat ini banyak digandrungi masyarakat dunia untuk melakukan transaksi jual beli. Pentingnya pengetahuan mengenai merchandise sebagai karya yang memiliki nilai jual dalam dunia seni serta digital marketing di era kemajuan teknologi saat ini membuat pengabdian masyarakat ini perlu untuk dilakukan. Dengan memberikan pemahaman mengenai merchandising yang dalam pemasarannya dimaksimalkan melalui digital marketing serta memberikan pelatihan pembuatan konten marketing sebagai salah sau strateginya diharapkan memberikan solusi kepada kelompok Young SDI sebagai mitra pengabdian dalam memaksimalkan penjualan karya merchandising mereka. Pengabdian masyarakat ini dilakukan secara daring menggunakan aplikasi WhatsApp dikarenakan pelaksanaan bertepatan dengan pandemi Covid – 19. Hasil dari pelaksanaan adalah beberapa anggota kelompok young SDI sudah mulai tertarik untuk membuat merchandise namun masih asing dengan digital marketing. Dengan adanya ketertarikan mereka untuk memproduksi merchandise membuat mereka sangat antusias dalam pelaksanaan pemberian materi dan pelatihan pemaksimalan digital marketing. Kata kunci: Content marketing, digital marketing, art merchandise. ABSTRACT Basically, Indonesian artists have their respective idealists in creating and selling their works. Most of the artists only rely on selling their work at exhibition events. Their focus is limited only to work and exhibitions, even though artist merchandising can be an alternative income for them outside of the sales of their work, which during a pandemic like this is currently declining. Unlike the younger generation in general, young artists in particular are not very friendly with the use of social media, which is actually being loved by the world community for buying and selling transactions. The importance of knowledge about merchandise as a work that has a selling value in the world of art and digital marketing in the era of current technological advances makes this community service necessary. By providing an understanding of merchandising which is maximized in marketing through digital marketing and providing training in marketing content creation as one of the strategies, it is expected to provide solutions to the Young SDI group as a dedicated partner in maximizing sales of their merchandising work. This community service is carried out online using the WhatsApp group because the implementation coincides with the Covid-19 pandemic. The result of the implementation is that several SDI Young group members have started to become interested in making merchandise but are still unfamiliar with digital marketing. With their interest in producing merchandise, they are very enthusiastic about providing materials and training on maximizing digital marketing. Keywords: Content marketing, digital marketing, art merchandise.
DISEMINASI PRODUK JAGUNG SINTETIK UNHAS (SINHAS 1) DALAM PEMENUHAN KEBUTUHAN BENIH DAN PRODUKSI JAGUNG DI KABUPATEN TAKALAR Farid, Muh.; Musa, Yunus; Jamil, Hatta; Ridwan, Ifayanti; Pati, Sakka; Nursini, .; Wahid, Abdul; Anshori, Muhammad Fuad
Jurnal Dinamika Pengabdian Vol. 6 No. 1 (2020): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 6 NO. 1 OKTOBER 2020
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jdp.v6i1.11817

Abstract

Drought and the availability of nitrogen fertilizers are the main constraints in the growth and production of maize, so it is necessary to build synthetic corn varieties that are tolerant of drought stress and low N fertilization. These synthetic maize varieties can support a wider planting of maize and involve farmers who lack capital, thus supporting increased production and national self-sufficiency in corn in a sustainable manner. The aim of the service was to introduce the Unhas Synthetic maize variety (SINHAS1) with dissemination and field meetings through the Experimental Demonstration Plots, as well as interviews about the level of farmers' preference for the SINHAS 1 variety. 2020. The activity was carried out through the socialization and dissemination process of SINHAS 1 corn through a pilot demonstration plot. The demonstration plot was carried out by combining the use of the superior varieties of SINHAS 1 corn with corn cultivation technology which is packaged as a corn cultivation technology package. The demonstration plot was conducted at four locations in Tarowang Village, Galesong Selatan District, Takalar Regency. The results of the activity showed that the level of farmers' preference for the Unhas synthetic maize variety (SINHAS 1) was very high (85%) with an average productivity of 7.8 tonnes / ha, so that it is very likely to be developed in Tarowang Village, Galesong Selatan District, Takalar Regency. Development efforts need socialization and dissemination on a broader scale to accelerate development efforts. Development efforts will be carried out together with the Tarowang Village-Owned Enterprises (BUMDes) in collaboration with the Faculty of Agriculture, Hasanuddin University to produce the SINHAS 1 corn variety through seed breeding. Keywords: Dissemination, corn, SINHAS 1, seed, takalar ABSTRAK Masalah kekeringan dan ketersediaan pupuk Nitrogen merupakan pembatas utama dalam pertumbuhan dan produksi jagung, sehingga diperlukan usaha perakitan varietas jagung sintetik yang toleran cekaman kekeringan dan pemupukan N rendah. Varietas jagung sintetik tersebut dapat menudukung penanaman jagung yang lebih luas dan melibatkan petani yang kurang modal sehingga mendukung peningkatan produksi dan swasembada jagung nasional secara berkelanjutan. Tujuan pengabdian adalah memperkenalkan varietas jagung Sintetik Unhas (SINHAS1) dengan diseminasi dan temu lapang melalui Demplot Percobaan, sekaligus wawancara tentang tingkat kesukaan petani terhadap varietas SINHAS 1. Kegiatan pengabdian dilaksanakan di Desa Tarowang, Kecamatan Galesong Selatan, Kabupaten Takalar yang berlangsung sejak Juli sampai Oktober 2020. Kegiatan dilakukan melalui proses sosialisasi dan diseminasi Jagung SINHAS 1 melalui Demplot Percobaan. Demplot dilakukan melalui perpaduan penggunaan varietas unggul jagung SINHAS 1 dengan teknologi budidaya jagung yang dikemas sebagai paket teknologi budidaya jagung. Demplot dilakukan pada empat lokasi yang ada di Desa Tarowang, Kecamatan Galesong Selatan, Kabupaten Takalar. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa tingkat kesukaan petani terhadap varietas jagung sintetik Unhas (SINHAS 1) sangat tinggi (85%) dengan produktivitas rata-rata mencapai 7.8 ton/ha, sehingga sangat berpeluang dikembangkan di Desa Tarowang, Kecamatan Galesong Selatan, Kabupaten Takalar. Usaha pengembangan diperlukan sosialisasi dan diseminasi pada skala yang lebih luas untuk mempercepat usaha pengembangannya. Usaha pengembangan akan dilakukan bersama dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Tarowang bekerjasama dengan Fakultas Pertanian Unhas untuk memproduksi varietas jagung SINHAS 1 melalui penangkaran benih. Kata Kunci: Diseminasi, jagung, SINHAS 1, benih, takalar.

Filter by Year

2015 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 11 No. 2 (2026): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 11 NO. 2 JANUARI 2026 Vol. 11 No. 1 (2025): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 11 NO. 1 OKTOBER 2025 Vol. 10 No. 4 (2025): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 10 NO. 4 JULI 2025 Vol. 10 No. 3 (2025): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 10 NO. 3 APRIL 2025 Vol. 10 No. 2 (2025): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 10 NO. 2 JANUARI 2025 Vol. 10 No. 1 (2024): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 10 NO. 1 OKTOBER 2024 Vol. 9 No. 2 (2024): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 9 NO. 2 MEI 2024 Vol. 9 No. 1 (2023): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 9 NO. 1 OKTOBER 2023 Vol. 8 No. 2 (2023): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 8 NO. 2 MEI 2023 Vol. 8 No. 1 (2022): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 8 NO. 1 OKTOBER 2022 Vol. 7 No. 2 (2022): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 7 NO. 2 MEI 2022 Vol. 7 No. 1 (2021): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 7 NO. 1 OKTOBER 2021 Vol. 6 No. 2 (2021): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 6 NO. 2 MEI 2021 Vol. 6 No. 1 (2020): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 6 NO. 1 OKTOBER 2020 Vol. 5 No. 2 (2020): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 5 NO. 2 MEI 2020 Vol. 5 No. 1 (2019): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 5 NO. 1 OKTOBER 2019 Vol. 4 No. 2 (2019): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 4 NO. 2 MEI 2019 Vol. 4 No. 1 (2018): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 4 NO. 1 OKTOBER 2018 Vol. 3 No. 2 (2018): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 3 NO. 2 MEI 2018 Vol. 4 (2018): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 4 NO. (EDISI KHUSUS) NOVEMBER 2018 Vol. 3 No. 1 (2017): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 3 NO. 1 OKTOBER 2017 Vol. 2 No. 2 (2017): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 2 NO. 2 MEI 2017 Vol 2, No 1 (2016): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 2 NO. 1 OKTOBER 2016 Vol. 2 No. 1 (2016): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 2 NO. 1 OKTOBER 2016 Vol. 1 No. 2 (2016): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 1 NO. 2 MEI 2016 Vol. 1 No. 1 (2015): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 1 NO. 1 OKTOBER 2015 More Issue