cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Dinamika Pengabdian (JDP)
Published by Universitas Hasanuddin
ISSN : 24608173     EISSN : 25283219     DOI : -
Core Subject :
Jurnal Dinamika Pengabdian (JDP) merupakan media publikasi kegiatan pengabdian pada masyarakat di bidang agrokompleks, sains, sosial kemasyarakatan dalam bentuk penerapan IPTEKS maupun peningkatan pemberdayaan masyarakat. Jurnal ini terbit dua kali setahun di bulan Mei dan Oktober.
Arjuna Subject : -
Articles 363 Documents
PELATIHAN PEMANFAATAN MEDIA SOSIAL DALAM MEMASARKAN PRODUK UNGGULAN BUMDes KERTAJAYA CIANJUR JAWA BARAT Yunita Christy; Nunik Lestari Dewi; . Sherlywati; Tan Kwang En
Jurnal Dinamika Pengabdian (JDP) Vol. 7 No. 1 (2021): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 7 NO. 1 OKTOBER 2021
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jdp.v7i1.14429

Abstract

Pengabdian masyarakat ini sebagai program lanjutan yang dilakukan di BUMDes Kertajaya Cianjur. Pengabdian ini dilakukan untuk membantu BUMDes Kertajaya dalam memanfaatkan media sosial yang dapat digunakan dalam membantu memasarkan produk unggulan yang mereka miliki. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah group discussion dan pelatihan. Pelatihan dilakukan sebanyak dua kali (Tahap I dan Tahap II) dengan memberikan pengenalan macam-macam platform media sosial. Pelatihan dihadiri oleh pengurus BUMDes Kertajaya sebanyak enam orang. Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mengenai media sosial, beserta dengan pengaplikasiannya. Dari pengabdian masyarakat yang kami lakukan, pengurus BUMDes mulai dapat mengaplikasikan platform media sosial diantaranya adalah penggunaan Instagram untuk memasarkan produk unggulan mereka. Kata kunci: Platform media sosial, diskusi kelompok, pelatihan, pemasaran produk. ABSTRACT This community service is a follow-up program carried out at BUMDes Kertajaya Cianjur. This service is carried out to assist BUMDes Kertajaya in utilizing social media that can be used to help market their superior products. The method used in this service is group discussion and training. The training was conducted twice (phase I and phase II) by providing an introduction to various social media platforms. The training was attended by six BUMDes Kertajaya administrators. This training aims to provide an understanding of social media, along with its application. From the community service we have done, BUMDes management has begun to be able to apply social media platforms including the use of Instagram to market their superior products. Keywords: Social media platform, group discussion, training, product marketing.
PELATIHAN BUDIDAYA SAYURAN HIDROPONIK UNTUK MEMENUHI KEBUTUHAN GIZI KELUARGA PADA KADER POSYANDU HIKMAT DESA TANETE, SIDRAP syamsia syamsia; Juliani Ibrahim; Aidil Akbar
Jurnal Dinamika Pengabdian (JDP) Vol. 7 No. 1 (2021): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 7 NO. 1 OKTOBER 2021
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jdp.v7i1.14631

Abstract

Masalah Kesehatan yang dihadapi mitra saat ini adalah stunting. Salah satu faktor penyebab stunting adalah tidak tercukupinya kebutuhan gizi anak. Lahan pekarangan dapat digunakan untuk menanam sayuran dalam rangka memenuhi kebutuhan gizi keluarga. Kegiatan pelatihan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada kader posyandu Hikmat dalam memanfaatkan lahan pekarangan untuk budidaya sayuran hidroponik dalam rangka memenuhi kebutuhan gizi keluarga. Metode pelaksanaan kegiatan dibagi dalam 3 tahapan yaitu: 1) Persiapan bahan dan alat; 2) Pengenalan hidroponik sistem sumbu (wick); 3) Pembagian kit hidorponik dan praktek budidaya sayuran hidroponik. Kegiatan pelatihan diikuti oleh delapan kader posyandu. Setelah mengikuti kegiatan ini, kader posyandu Hikmat mendapatkan pengetahuan dan keterampilan budidaya sayuran hidroponik sistem sumbu. Diharapkan kegiatan ini dapat disebarluaskan kepada warga terutama ibu-ibu di Desa Tanete yang menjadi sasaran kader Posyandu Hikmat. Kata kunci: Asupan gizi, stunting, sistem sumbu. ABSTRACT The current health problem faced by partners is stunting. One of the factors causing stunting is the inadequate nutritional needs of children. Yard land can be used to grow vegetables in order to meet the nutritional needs of the family. This training activity aims to provide knowledge and skills to Hikmat posyandu cadres in utilizing yard land for hydroponic vegetable cultivation in order to meet the nutritional needs of families. The method of carrying out the activities is divided into 3 stages, namely: 1) Preparation of materials and tools; 2) Introduction of hydroponic wick system; 3) Distribution of hydroponic kits and practice of hydroponic vegetable cultivation. The training activity was attended by eight posyandu cadres. After participating in this activity, the understanding level of posyandu cadre in gained knowledge and skills in wick system hydroponic vegetable cultivation was increased. It is hoped that this activity can be widely disseminated to residents, especially women in Tanete Village who are the targets of Hikmat Posyandu cadres. Keywords: Nutrition intake, stunting, wick system.
PENERAPAN SISTEM LEGOWO DAN PEMUPUKAN UNTUK PRODUKSI BENIH JAGUNG SINHAS 1 DI KELOMPOK TANI PATTAROWANTA Ifayanti Ridwan; Muhammad Farid BDR; . Nasaruddin
Jurnal Dinamika Pengabdian (JDP) Vol. 7 No. 1 (2021): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 7 NO. 1 OKTOBER 2021
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jdp.v7i1.18151

Abstract

Tujuan kegiatan pengabdian pada masyarakat ini adalah terjadinya peningkatan pendapatan petani melalui penerapan TTG Sistem Legowo dan paket pemupukan pada jagung dan produksi benih jagung sintetik Unhas (Sinhas 1), yang telah dilepas Kementan RI Tahun 2019, serta peningkatan pengetahuan dan keterampilan petani dalam memproduksi biokompos, biopestisida, pupuk cair dan cara aplikasinya. Produk yang dihasilkan akan digunakan sebagai usaha agribisnis melalui bekerjasama dengan lembaga Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Desa Tarowang. Metode dan tahapan pelaksanaan adalah melalui sosialisasi program yang dilanjutkan dengan pelatihan tatap muka tentang teknologi yang akan diterapkan. Hasil dari pelaksanaan pengabdian pada masyarakat adalah terjadinya peningkatan pemahaman dan keterampilan petani dalam pembuatan pupuk organik cair dan kompos dengan memanfaatkan limbah pertanian yang ada di sekitar desa. Selain itu, demplot yang telah dibuat untuk mempraktekkan produksi benih Jagung Sintetik Unhas (Sinhas 1) oleh petani juga mendapat respon yang cukup besar. Hal ini ditunjukkan dari minat dan pertanyaan yang diajukan petani saat penyuluhan dan pelatihan berlangsung. Dengan adanya kegiatan pegabdian ini, maka petani bertambah wawasannya terkait pentingnya pemupukan pada tanaman Jagung untuk mencapai produksi yang maksimal. Produk yang dihasilkan berupa POC dan Kompos selain untuk kebutuhan sendiri, maka dapat dijadikan produk BUMDes Desa Tarowang. Kata kunci: Benih, jagung Sinhas 1, pupuk, agribisnis.   ABSTRACT The purpose of this community service activity is to increase farmers' income through the application of the Legowo System and fertilizer packages on corn and corn seed production from Unhas Synthetic Corn (Sinhas-1), which was released by the Indonesian Ministry of Agriculture in 2019, as well as to increase farmers' knowledge and skills in producing biocompost, biopesticide, liquid fertilizer and how to apply it. The resulting product will be used as an agribusiness business in collaboration with the Village-Owned Enterprises (BUMDes) of Tarowang Village. The method and stages of implementation were through program of socialization followed by face-to-face training on the technology to be applied. The result of the implementation of community service is an increase in the understanding and skills of farmers in making liquid organic fertilizer and compost by utilizing agricultural waste around the village. In addition, the demonstration plots that have been made to practice the production of Synthetic Corn seeds of Unhas (Sinhas 1) by farmers have also received a fairly large response. This is shown by the interest and questions asked by farmers during the extension and training. With this community service activity, farmers gain insight regarding the importance of fertilization on corn plants to achieve maximum production. The products produced in the form of Liquid Organic Fertilizers and Compost other than for their own needs, can be used as BUMDes products in Tarowang Village. Keywords: Seeds, Maize variety Sinhas 1, fertilizer, agribusiness.
MENINGKATKAN PEMBERDAYAAN KEWIRAUSAHAAN KAMPUS DI TENGAH PANDEMI COVID-19 Buana Basir; Arnold Kabangnga; Mesalina Tri Hidayani; Jawiana Saokani; Sri Wulandari
Jurnal Dinamika Pengabdian (JDP) Vol. 7 No. 1 (2021): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 7 NO. 1 OKTOBER 2021
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jdp.v7i1.18232

Abstract

Bentuk pelaksanaan kewirausahaan kampus sedikit berbeda dari tahun sebelumnya karena kegiatan lebih banyak dilaksanakan secara daring (dalam jaringan) disebabkan pandemi Covid-19 yang melanda sejak bulan Maret 2020. Kegiatan bertujuan untuk menciptakan wirausaha kampus yang menyediakan lapangan kerja buat diri sendiri maupun masyarakat sekitar, yang mandiri, ulet, gigih, komunikatif dan profesional. Metode pelaksanaan dilakukan melalui beberapa tahapan kegiatan secara online. Tahapan pelaksanaan kegiatan, yaitu sosialisasi kewirausahaan ke mahasiswa dan alumni, pembentukan kelompok usaha, pembekalan ilmu dan keterampilan usaha, pelatihan kewirausahaan, pemberian bantuan peralatan dan modal usaha, monitoring evaluasi, serta pendampingan dan pembimbingan usaha secara terpadu. Jenis usaha yang dilakukan oleh mahasiswa dan alumni (tenan) baik perorangan maupun kelompok terdiri atas 12 jenis usaha, yaitu usaha risol kepindang, jalangkote milenial, martabak ikan, sambal ikan tuna, nila sibolok, lamp arium, selai rutla, salad buah ikan, abon ikan bandeng, sinori, amplang mama mia, dan pudding rutla. Masalah yang melingkupi adalah terbatasnya sebahagian akses untuk mendapatkan bahan baku serta pemasaran produk. Solusi permasalahan yaitu dengan memperluas hubungan komunikasi secara online untuk membantu ketersediaan bahan baku serta pemasaran. Pemberdayaan usaha kampus dengan memaksimalkan pemanfaatan potensi sumberdaya lokal masing-masing tempat usaha, serta komunikasi interaktif dengan pelaksana kewirausahaan kampus dan instansi terkait guna memaksimalkan usaha dan pengembangan operasional usaha tenan. Kegiatan kewirausahaan kampus di era pandemic Covid-19 berjalan dengan sukses melalui sinergitas dan kerjasama yang baik dari berbagai pihak. Kata kunci: Kewirausahaan kampus, bahan baku, pemasaran produk. ABSTRACT The form of campus entrepreneurship implementation is slightly different from the previous year because more activities are carried online (on the network) due to the Covid-19 pandemic that has hit since March 2020. The activity aims to create campus entrepreneurs who provide employment opportunities for themselves and the surrounding community, which independent, tenacious, persistent, communicative and professional. The implementation method is carried out through several stages of online activities. The stages of implementing the activities, namely socialization of entrepreneurship to students and alumni, formation of business groups, provision of business knowledge and skills, entrepreneurship training, provision of equipment and business capital assistance, evaluation monitoring, as well as integrated business assistance and guidance. The types of businesses carried out by students and alumni (tenants) both individually and in groups consist of 12 types of businesses, namely risol kepindang, millenial jalangkote, fish martabak, tuna fish sauce, tilapia sibolok, lamp arium, rutla jam, fish fruit salad, abon milkfish, sinori, mama mia amplang, and rutla pudding. The problem that surrounds it is the limited access to some raw materials and product marketing. The solution to the problem is to expand online communication relationships to help with the availability of raw materials and marketing. campus business empowerment by maximizing the utilization of local resource potential of each place of business, as well as interactive communication with campus entrepreneurship implementers and related agencies in order to maximize business and business operational development of tenants. Campus entrepreneurship activities in the era of the covid-19 pandemic were running successfully through good synergy and cooperation from various parties. Keywords: Campus entrepreneurship, raw materials, product marketing.
PELATIHAN PENGEMASAN PRODUK KEPITING RAJUNGAN UNTUK MENINGKATKAN PENDAPATAN IKM Irma Hakim; . Noerfitryani; Nur Insana Salam; . Rosanna; Irwan Mado; . Syafiuddin
Jurnal Dinamika Pengabdian (JDP) Vol. 7 No. 1 (2021): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 7 NO. 1 OKTOBER 2021
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jdp.v7i1.18281

Abstract

Pulau Salemo dan Pulau Sabangko merupakan salah satu pulau yang berada di Desa Mattiro Bombang Kecamatan Liukang Tupabbiring Utara Kabupaten Pangkep. Kedua pulau ini memiliki potensi laut berlimpah terutama hasil penangkapan kepiting rajungan. Untuk meningkatkan potensi desa dan memberikan nilai tambah hasil tangkap nelayan terhadap kepiting rajungan maka dilakukan pengembangan IKM yang menghasilkan berbagai produk olahan kepiting rajungan. Tujuan kegiatan pengabdian Program Pengembangan Desa Mitra (PPDM) ini adalah mengembangkan usaha olahan produk kepiting rajungan dalam meningkatkan pendapatan IKM Salemo Sejahtera. Adapun tahapan kegiatan PPDM meliputi sosialisasi, penyediaan bahan dan alat, pelatihan pengemasan produk kepiting rajungan beku dan olahan, dan pendampingan. Hasil kegiatan pengabdian PPDM diperoleh mitra PPDM dapat mendesain label kemasan yang menarik dan melakukan proses pengemasan produk kepiting rajungan dengan benar. Selain itu, pelatihan ini memberikan peningkatan penjualan bagi IKM. Kata kunci: Nelayan, pengabdian, produk, pulau. ABSTRACT Salemo Island and Sabangko Island are one of the islands located in Mattiro Bombang Village, Liukang Tupabbiring Utara District, Pangkep Regency. These two islands have abundant marine potential, especially the catch of small Rajungan crabs. To increase the potential of the village and provide added value to the fishermen's catch of small Rajungan crabs, the development of small and medium-sized rajungan crabs was carried out. The purpose of this PPDM service activity is to develop a business for processing small crab products in increasing the income of SME Salemo Sejahtera. The stages of PPDM activities include socialization, provision of materials and tools, training on packaging of frozen and processed rajungan crab products, and assistance. The results of PPDM service activities obtained PPDM partners can design attractive packaging labels and carry out the packaging process for rajungan crab products correctly. In addition, this training provided an increase in sales for IKM.Keywords: Fishermen, community service, product, island.
HUMUS SINTETIS BERBASIS BIOCHAR SPESIFIK LOKASI: SOLUSI PENYUBUR TANAH SAWAH Urai Suci Y.V.I; . Surachman; Rinto Manurung
Jurnal Dinamika Pengabdian (JDP) Vol. 7 No. 1 (2021): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 7 NO. 1 OKTOBER 2021
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jdp.v7i1.18374

Abstract

Program PKM ini bertujuan untuk mentransfer teknologi pembuatan biochar berbasis limbah pertanian dengan alat pirolisis sederhana dan Kontiki Kiln, sebagai solusi bagi para petani di Desa Parit Keladi II, Kecamatan Sei Kakap yang mengalami permasalahan berkurangnya produksi hasil pertanian dan pemanfaatan limbah pertanian. Selain itu juga ditransfer pembuatan keripik pisang aneka rasa (original, balado, dan susu) karena di lokasi PKM, banyak terdapat pisang nipah yang harganya sangat murah jika dijual mentah (Rp.1000/kg). PKM dilaksanakan selama enam bulan dimulai dari kegiatan persiapan, sosialisasi ke UKM Maju Bersama dan dilanjutkan dengan pelaksanaan program inti yaitu penyampaian materi dan praktek pembuatan biochar dan keripik pisang kemudian diakhiri dengan evaluasi dan pelaporan. Khalayak yang dituju adalah petani padi dan hortikultura yang bergabung dalam Poktan Maju Bersama. Metode yang digunakan adalah penyuluhan, ceramah, diskusi, tanya jawab dan evaluasi. Pada prinsipnya bentuk kegiatan ini meliputi penyuluhan tentang manfaat biochar untuk budidaya di lahan Alluvial dan pembuatan keripik pisang aneka rasa. Kegiatan yang dilaksanakan adalah penyampaian materi dan praktek pembuatan biochar dari sekam dan jerami padi, pembuatan keripik pisang aneka rasa dan diakhiri dengan tanya jawab dan pelaporan akhir. Pengetahuan dan keterampilan didalam pembuatan biochar dari sekam dan jerami padi dan pembuatan keripik pisang aneka rasa merupakan kunci agar masyarakat tani dapat melaksanakannya dengan hasil yang baik. Pada akhir kegiatan petani sangat mendukung dan bersemangat untuk memiliki pengetahuan dan ketrampilan dalam membuat produk tersebut, hal ini dapat diamati dari serius dan tekunnya para peserta PKM menyelesaikan pekerjaannya. Kata kunci: Alluvial, biochar, Kontiki Kiln, limbah pertanian, pirolisis sederhana. ABSTRACT This PKM program aims to transfer the technology of making biochar based on agricultural waste with simple pyrolysis and Kontiki Kiln, as a solution for farmers in Parit Keladi II Village, Sei Kakap District who experience problems with reduced agricultural production and utilization of agricultural waste. In addition, various flavors of banana chips (original, balado and milk) were also transferred because at the PKM location, there were many nipah bananas which were very cheap if sold raw (Rp. 1000 / kg). PKM was held for six months starting from preparation activities, socialization to Maju Bersama UKM and continued with the implementation of the core program, namely the delivery of material and practice of making biochar and banana chips and ending with evaluation and reporting. The target audience is rice and horticultural farmers who have joined the Poktan Maju Bersama. The method used is counseling, lectures, discussions, questions and answers and evaluation. In principle, this form of activity includes counseling on the benefits of biochar for cultivation in Alluvial land and the manufacture of various flavored banana chips. The activities carried out were the delivery of material and practice of making biochar from husks and rice straw, making various flavors of banana chips and ending with a question and answer session and final reporting. Knowledge and skills in making biochar from husks and rice straw and making banana chips with various flavors are the key so that the farming community can carry it out with good results. At the end of the activity the farmers were very supportive and eager to have the knowledge and skills in making these products, this can be seen from the seriousness and diligence of the PKM participants in completing their work. Keywords: Alluvial, biochar, Kontiki Kiln, agricultural waste, simple pyrolysis.
PEMBERDAYAAN KELOMPOK PEMBUDIDAYA KUDA LAUT (Hippocampus barbouri) DI PULAU SABANGKO, DESA MATTIRO BOMBANG KECAMATAN LIUKANG TUPAKBIRING KABUPATEN PANGKEP . Syafiuddin; Andi Niartiningsih; . Budimawan; Muh. Anshar Amran
Jurnal Dinamika Pengabdian (JDP) Vol. 7 No. 1 (2021): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 7 NO. 1 OKTOBER 2021
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jdp.v7i1.18376

Abstract

Program Pengabdian Kepada Masyarakat Unhas-Program Kemitraan Masyarakat (PPMU-PK-M) “Kelompok Pembudidaya Kuda Laut (Hippocampus barbouri) di Pulau Sabangko, Desa Mattiro Bombang Kecamatan Liukang Tupakbiring Kabupaten Pangkep” bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mitra dalam menjalankan usaha budidaya kuda laut. Metode pelaksanaan PK-M, terdiri dari kegiatan budidaya kuda laut dan kegiatan pendampingan. Pada kegiatan budidaya kuda laut ini, wadah yang digunakan terbuat dari akuarium kaca berukuran 80(P) x 40(L) x 50(T) cm dan berukuran 60(P) x 40(L) x 40(T) cm. Wadah pembesaran kuda laut didesain menggunakan sistem resirkulasi yang dilengkapi dengan saluran pemasukan air (in let) dan saluran pembuangan air (out let) serta dilengkapi pompa celup, aerasi, tempat sangkutan untuk bertenggernya kuda laut. Unit penangkaran ini juga dilengkapi dengan sistem suplai air laut dan instalasi tenaga surya. Penyediaan kuda laut juvenil dan dewasa diperoleh dari hasil penangkaran/budidaya kuda laut di Laboratorum Penangkaran dan Rehabilitasi Ekosistem Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan Universitas Hasanuddin. Selanjutnya kuda laut tersebut ditebar dan dipelihara hingga mencapai ukuran dewasa atau calon induk sesuai target yang diharapkan. Jumlah kuda laut yang dipelihara masing-masing sebanyak 50 ekor juvenile berukuran 5 - 6 cm dan calon indukan sebanyak 50 ekor berukuran 8 - 9 cm. Hasil pemeliharaan/pembesaran kuda laut menunjukkan sintasan yang sangat tinggi yaitu berkisar 96 - 100% dan telah mencapai ukuran calon indukan dan indukan dengan ukuran panjang masing-masing berkisar 10 hingga 11 cm dan 12 hingga 13 cm. Selama kegiatan program PK-M, kelompok mitra terlibat secara langsung pada semua tahapan-tahapan budidaya kuda laut. Kata kunci: Budidaya, kuda laut Hippocampus barbouri, sintasan. ABSTRACT Unhas Community Service Program-Community Partnership Program (PPMU-PK-M) “Sea Horse (Hippocampus barbouri) Cultivation Group on Sabangko Island, Mattiro Bombang Village, Liukang Tupakbiring District, Pangkep Regency” was conducted to increase the knowledge and skills of partners in running a seahorse farming business. The PK-M implementation method consists of seahorse cultivation and mentoring activities. For seahorse cultivation activity, the container used is made of a glass aquarium measuring 80(W) x 40(L) x 50(H) cm and 60(W) x 40(L) x 40(H) cm. The seahorse rearing containers were designed as a recirculation system which equipped with inlet and outlet along with submersible pumps, aeration and objects for seahorses to coiling tails. This unit system was also equipped with seawater supply system and solar power installation. The juvenile and adult seahorses were obtained from captive breeding/cultivation of seahorses at the Laboratory of Sea ranching and Ecosystem Rehabilitation, Faculty of Marine Sciences and Fisheries, Hasanuddin University. The seahorses were subsequently stocked and reared until the animals reach the adult size or prospective broodstock according to the targeted size. The number of cultivated seahorses was 50 for 5 - 6 cm juveniles and 50 of 8 - 9 cm prospective broodstok. The results of the seahorse cultivation showed a very high survival rate ranging from 96 - 100% and attained prospective broodstock and broodstock lengths ranging from 10 to 11 cm and 12 to 13 cm, respectively. During the PK-M program activities, each member of partner groups was actively involved in all stages of seahorse cultivation activities. Keywords: Cultivation, seahorse Hippocampus barbouri, survival.
PELATIHAN PEMBELAJARAN DENGAN PENDEKATAN TEORI HUMANISTIK DI SDN JABON 2, JOMBANG Sakhi Herwiana; Elisa Nurul Laili; Maskhurin Fajarina
Jurnal Dinamika Pengabdian (JDP) Vol. 7 No. 1 (2021): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 7 NO. 1 OKTOBER 2021
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jdp.v7i1.18410

Abstract

Hambatan belajar timbul karena adanya masalah dalam diri siswa. Berdasarkan teori Humanistik permasalahan tersebut terjadi karena ada kebutuhan dasar siswa yang belum terpenuhi sehingga mereka tidak dapat mengaktualisasikan dirinya dalam pembelajaran. Sedangkan, banyak guru yang menganggap siswa yang memiliki masalah adalah anak yang bodoh atau nakal. Hal ini terjadi karena guru tidak mengetahui adanya teori Humanistik dalam pembelajaran. Untuk itu perlu adanya pemberian penyuluhan/sosialisasi tentang teori Humanistik dalam pembelajaran. Tujuan dari kegiatan PKM ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan guru di SDN Jabon 2, Jombang, Jawa Timur tentang pembelajaran dengan pendekatan Humanistik supaya guru di sekolah tersebut bisa menyelesaikan permasalahan yang terjadi pada siswa dari segi psikologis. Guru yang baik tidak hanya mementingkan aspek kognitif tapi juga harus memperhatikan aspek psikis siswa karena kondisi psikologis siswa juga menentukan prestasi akademik. Metode pelakasanaan PKM ini dilaksanakan melalui presentasi, ceramah, praktek, tanya jawab, dan diskusi. Setelah diberikan pemahaman tentang teori belajar Humanistik dapat dilihat bahwa guru dapat menerapkan teori tersebut di sekolah. Siswa sekolah dasar adalah siswa yang belum bisa berpikir secara dewasa. Guru sebagai pengganti orang tua di sekolah seharusnya memberikan bimbingan, panutan, dan kasih sayang. Kata kunci: Masalah pembelajaran, model pembelajaran, teori Humanistik. ABSTRACT Some students may have problems in learning. In Humanistic theory, these problems exist because the students' basic needs have not been fulfilled so that they cannot actualize themselves in learning. Meanwhile, teachers think that students who have these obstacles are stupid or naughty. It happens because the teacher does not know about a Humanistic theory that can be applied in learning. Therefore, it is necessary to give socialization about Humanistic theory in learning. This community service activity aims to increase teacher knowledge in SDN Jabon 2, Jombang, East Java about learning with a humanistic approach so that teachers at the school can solve problems that exist to students from a psychological perspective. A good teacher is not only concerned with cognitive aspects but also pays attention to the psychological aspects because the students’ psychological condition also determines academic achievement. This activity is carried out through presentations, lectures, practice, questions and answers, and discussions. After being given an understanding of Humanistic learning theory, teachers are expected to apply the theory in schools. Elementary students are students who have not been able to think maturely. Teachers act as substitutes for parents in schools who are supposed to provide guidance, role models, and love. Keywords: Humanistic theory, learning problems, learning models.
PEMBERDAYAAN POTENSI EKONOMI LOKAL MELALUI USAHA KERAJINAN ANYAMAN DAUN NIPAH DI DESA SALENRANG KABUPATEN MAROS . Syamsinar; Andi Abdul Azis Ishak; Dien Triana; Muhammad Ridwan
Jurnal Dinamika Pengabdian (JDP) Vol. 7 No. 1 (2021): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 7 NO. 1 OKTOBER 2021
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jdp.v7i1.18427

Abstract

Pelaksanaan kegiatan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas masyarakat, khususnya di Desa Salenrang, untuk mengelola sumber daya alamnya secara optimal melalui usaha produk kerajinan berbasis lokal. Kegiatan ini dilakukan dalam bentuk pembinaan para remaja dan ibu rumah tangga. Permasalahan yang dihadapi oleh mitra adalah tingkat kesejahteraan ekonomi desa yang masih rendah, sementara sumber daya alam hayati dan sumber daya wisatanya sangat potensial dijadikan alternatif penghasilan. Penyebabnya adalah karena produktivitas masyarakat belum dioptimalkan. Selain itu, mereka juga belum memiliki kelompok usaha sebagai wadah untuk memasarkan produknya. Solusi yang ditawarkan adalah melaksanakan pelatihan pembuatan produk kerajinan anyaman berbahan daun nipah (salah satu sumber daya desa), membentuk kelompok usaha untuk memasarkan produknya, dan memberikan pelatihan publikasi produk di media sosial. Luaran dari kegiatan adalah terbentuknya kelompok usaha, namun kelompok ini belum diperkenalkan secara formal dan belum menciptakan brand. Hal ini disebabkan masih dibutuhkan perbaikan kualitas dan estetika produk. Namun demikian, telah terjadi perubahan yang signifikan, yaitu, telah terdistribusinya produk-produk tersebut ke beberapa kios dan warung di sekitar wilayah pariwisata. Selain itu, produk kerajinan ini telah diperkenalkan dalam beberapa kegiatan lomba dan pameran produk kerajinan lokal. Kata kunci: daun nipah, kerajinan anyaman, produk lokal ABSTRACT The implementation of this Community Partnership Program (PKM) activity aims to increase community productivity, especially in Salenrang Village, to optimally manage its natural resources through local-based handicraft product businesses. This activity is carried out in the form of fostering youth and housewives. The problem faced by partners is that the level of village economic welfare is still low, while biological natural resources and tourism resources have the potential to be used as an alternative income. The reason is that community productivity has not been optimized. In addition, they also do not have a business group as a forum to market their products. The solutions offered are conducting training on the manufacture of woven handicraft products made from nipah leaves (one of the village's resources), forming business groups to market their products, and providing training on product publications on social media. The output of the activity is the formation of a business group, but this group has not been formally introduced and has not created a brand. This is due to the need to improve the quality and aesthetics of the product. However, there has been a significant change, namely, the distribution of these products to several kiosks and stalls around the tourism area. In addition, these handicraft products have been introduced in several competitions and exhibitions of local handicraft products. Keywords: keyword1, keyword2, keyword3
PERAN KELOMPOK WANITA TANI DALAM PEMANFAATAN LAHAN PEKARANGAN DENGAN BUDIDAYA TANAMAN SAYURAN ORGANIK Rosi Widarawati; Budi Prakoso; Risqa Naila
Jurnal Dinamika Pengabdian (JDP) Vol. 7 No. 1 (2021): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 7 NO. 1 OKTOBER 2021
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jdp.v7i1.18446

Abstract

Sebuah kegiatan pengabdian pada masyarakat telah dilaksanakan dalam bentuk transfer teknologi tepat guna budidaya tanaman sayuran dan buah-buahan secara organik yang bertujuan untuk mengoptimalkan pemanfaatan lahan pekarangan atau lahan yang masih kosong. Mitra dalam program PKM ini adalah ibu-ibu Kelompok Wanita Usaha Tani di Desa Tambaksogra. Metode yang digunakan adalah pelatihan budidaya tanaman sayuran secara organik, pembuatan pestisida nabati dan demplot di lahan pekarangan. Evaluasi dilakukan dengan monitoring pertumbuhan dan produksi tanaman pada demplot. Hasil dari pelaksanaan program ini adalah terdapat peningkatan keterampilan tentang budidaya sayuran organik yang efisien sebesar 75%, peningkatan paket produk berupa sayuran organik dari hasil demplot pada kelompok mitra sebesar 80%, dan pemahaman masyarakat tentang sayuran organik yang lebih sehat, bergizi dan berdaya hasil tinggi, khususnya kelompok tani, telah mencapai 100% melalui penilaian bahwa mereka sangat memahami kegunaan teknologi tepat guna untuk mendapatkan produk yang lebih banyak sehingga dapat meningkatkan pendapatan dibandingkan dengan budidaya tanaman sayuran secara konvensional. Kata kunci: Pertanian organik, sayuran, pestisida nabati, lahan pekarangan. ABSTRACT A community service activity has been carried out in the form of transfer of appropriate technology for the cultivation of vegetables and fruits organically which aims to optimize the use of yard or vacant land. Partners in this PKM program are women from the Women's Farmers' Group in Tambaksogra Village. The method used is training on organic vegetable cultivation, manufacture of vegetable pesticides and demonstration plots in the yard. Evaluation is done by monitoring the growth and production of plants in the demonstration plots. The results of the implementation of this program are an increase in skills regarding efficient organic vegetable cultivation by 75%, an increase in product packages in the form of organic vegetables from demonstration plots in partner groups by 80%, and public understanding of organic vegetables that are healthier, nutritious and high yielding, especially farmer groups, have reached 100% through precisely that they really understand the use of technology to get more products so that they can increase income compared to conventional crop cultivation. Keywords: Organic farming, vegetables, bio-pesticides, backyard.

Filter by Year

2015 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 11 No. 2 (2026): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 11 NO. 2 JANUARI 2026 Vol. 11 No. 1 (2025): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 11 NO. 1 OKTOBER 2025 Vol. 10 No. 4 (2025): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 10 NO. 4 JULI 2025 Vol. 10 No. 3 (2025): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 10 NO. 3 APRIL 2025 Vol. 10 No. 2 (2025): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 10 NO. 2 JANUARI 2025 Vol. 10 No. 1 (2024): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 10 NO. 1 OKTOBER 2024 Vol. 9 No. 2 (2024): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 9 NO. 2 MEI 2024 Vol. 9 No. 1 (2023): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 9 NO. 1 OKTOBER 2023 Vol. 8 No. 2 (2023): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 8 NO. 2 MEI 2023 Vol. 8 No. 1 (2022): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 8 NO. 1 OKTOBER 2022 Vol. 7 No. 2 (2022): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 7 NO. 2 MEI 2022 Vol. 7 No. 1 (2021): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 7 NO. 1 OKTOBER 2021 Vol. 6 No. 2 (2021): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 6 NO. 2 MEI 2021 Vol. 6 No. 1 (2020): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 6 NO. 1 OKTOBER 2020 Vol. 5 No. 2 (2020): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 5 NO. 2 MEI 2020 Vol. 5 No. 1 (2019): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 5 NO. 1 OKTOBER 2019 Vol. 4 No. 2 (2019): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 4 NO. 2 MEI 2019 Vol. 4 No. 1 (2018): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 4 NO. 1 OKTOBER 2018 Vol. 3 No. 2 (2018): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 3 NO. 2 MEI 2018 Vol. 4 (2018): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 4 NO. (EDISI KHUSUS) NOVEMBER 2018 Vol. 3 No. 1 (2017): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 3 NO. 1 OKTOBER 2017 Vol. 2 No. 2 (2017): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 2 NO. 2 MEI 2017 Vol 2, No 1 (2016): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 2 NO. 1 OKTOBER 2016 Vol. 2 No. 1 (2016): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 2 NO. 1 OKTOBER 2016 Vol. 1 No. 2 (2016): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 1 NO. 2 MEI 2016 Vol. 1 No. 1 (2015): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 1 NO. 1 OKTOBER 2015 More Issue