cover
Contact Name
Arief Rakhman Affandi
Contact Email
arieftmin@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
adminjiphp@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Ilmu Pangan dan Hasil Pertanian
ISSN : 2581088X     EISSN : 2581110X     DOI : -
Jurnal Ilmu Pangan dan Hasil Pertanian is a scientific journal that published in PGRI Semarang University. The Scope of reasearch articles are some topics that related with : 1.Food Microbiology 2.Food Biochemistry 3.Food Chemical, 4.Food Engineering, 5.Food waste industry Jurnal Ilmu Pangan dan Hasil Pertanian will be published 2 (two) volumes in a year on June and December.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 2 (2024)" : 10 Documents clear
Karakteristik Sensoris dan Fisikokimia Fruit Leather Buah Nanas Dengan Penambahan Kulit Mangga Sebagai Camilan Sehat Hapsari, Martina Widhi; Rohana, Lina
Jurnal Ilmu Pangan dan Hasil Pertanian Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jiphp.v8i2.21001

Abstract

Fruit leather is a dried fruit product shaped into thin sheets. Pineapple and mango peel can be used as raw materials for fruit leather. Pineapple contains a high water content, making it perishable and shortening its shelf life. Meanwhile, mango peel, which has yet to be widely utilized, has the potential for addition due to its high pectin, fiber, and antioxidant content. This study aims to determine the formulation and the effect of adding mango peel on the moisture content, antioxidant activity, tensile strength, and elongation of fruit leather. The experimental design used was a Completely Randomized Design (CRD) with a ratio of pineapple to mango peel as follows: A0 = (100:0), A1 = (80:20), A2 = (70:30), A3 = (60:40), and A4 = (50:50). The data obtained were analyzed using ANOVA. If significant differences were found among treatments, further analysis was conducted using Duncan's Multiple Range Test (DMRT) at a 5% significance level. The best treatment selection was based on the overall results of organoleptic tests, followed by physicochemical analysis. The selected formula in this study was treatment A1 (80:20), with results showing a moisture content of 22.88%, antioxidant activity of 81.78%, crude fiber content of 19.66%, tensile strength of 6.43 MPa, and elongation of 10.3%.
Diversifikasi Chicken Sticks Dengan Substitusi Tepung Kelor Dan Pengaruhnya Terhadap Flavour Dan Nilai Gizi Produk haingu, Ardian; Ina, Yessy Tamu; Pari, Aris Umbu
Jurnal Ilmu Pangan dan Hasil Pertanian Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jiphp.v8i2.20978

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan tepung kelor dengan menganalisis rasa dan nilai gizi produk stik ayam. Bahan penelitian yang digunakan adalah 1 kg daging ayam broiler segar yang diambil dari bagian dada dan paha. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan dan 5 ulangan yaitu: P0= (kontrol tanpa penambahan tepung daun kelor; P1= Penambahan tepung daun kelor 5%; P2= Penambahan tepung daun kelor 10%; P3= Penambahan tepung daun kelor 10%; P3= Penambahan tepung daun kelor 10%; P3= Penambahan tepung daun kelor 10%. tepung daun kelor 15% sehingga terdapat 20 unit sampel. Variabel yang diamati adalah kadar air, pH, organoleptik (warna, rasa, tekstur dan kesukaan), dan total uji profil proksimat.Data yang diperoleh kemudian dianalisis varians pada taraf 5%, hasil berpengaruh dilanjutkan dengan uji beda nyata terkecil (BTN), data organoleptik diolah secara statistik menggunakan metode non parametrik Kruskall Wallis Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan tepung kelor pada konsentrasi 10% memberikan pengaruh terhadap peningkatan penerimaan panelis terhadap unsur Flavour dan Nilai Gizi produk yang mencakup Total Profile.Kata Kunci : Stik Ayam, Tepung Kelor, Verifikasi Produk
Physical Chemical Characteristics of Crackers with the Addition of Catfish Bone Paste (Clarias sp) and White Oyster Mushroom Flour (Pleurotus ostreatus) Nurlaela, Raden Siti; Handayasari, Faridah; Kusumaningrum, Intan; Handayani, Delis
Jurnal Ilmu Pangan dan Hasil Pertanian Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jiphp.v8i2.20907

Abstract

Crackers are a food made from tapioca where the nutritional content, such as protein, is still low. This research aims to study and analyze the effect of adding catfish bone paste and white oyster mushroom flour on the physicochemical properties and determine the selected product. The research design used was a one-factor Completely Randomized Design (CRD), namely the comparison of the addition of catfish bone paste and white oyster mushroom flour with six treatment levels, namely (0% : 0%), (5%: 25%), (10%: 20%), (15%: 15%), (20%: 10%), and (25%: 5%). Data analysis used Analysis of Variance (ANOVA) followed by Duncan's test with a 95% confidence interval. The analysis used is physical and chemical analysis, namely efflorescence, water content, ash content, acid insoluble ash content, protein content, and calcium content. The results of the physical and chemical test analysis of catfish bone paste crackers with the addition of white oyster mushroom flour are that the efflorescence ranges between 227.793 - 384.567%, the water content ranges from 4.76-6.53%, the ash content ranges from 1.15-7.07 %, acid insoluble ash content ranges from 0.19-0.28%, protein content ranges from 1.66-11.77% and calcium content ranges from between 0.46-3.72%. The selected crackers with the addition of 20% catfish bone paste and 10% white oyster mushroom flour had an efflorescence of 311.592%, water content of 5.79%, a total ash content of 6.42%, an acid insoluble ash content of 0.27%, protein content 7.46% and calcium content 3.24%.
Studi Formulasi Hard Candy dan Daya Terima Ekstrak Daun dan Sari Buah Kersen Rokhmah, Laela Nur; Cahyaningrum, Rahmadhani; Seno, Binardo Adi
Jurnal Ilmu Pangan dan Hasil Pertanian Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jiphp.v8i2.19334

Abstract

Permen keras merupakan jenis permen non kristalin yang memiliki tekstur keras dengan suhu pemasakan yang tinggi (140oC-150oC) dengan ciri yaitu memiliki tekstur keras dan memiliki penampakan bening serta mengkilat. Kersen (Muntingia calabura L) umumnya terkenal dengan nama ceri atau talok. Kandungan daun kersen adalah flavonoid, saponin, tanin, alkaloid, triterpenoid, glikosida, antrakinon dan fenol. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan produk permen keras baru dari ekstrak daun dan sari buah kersen, mengetahui formulasi yang tepat, sifat fisik, kimia dan sensoris yang tepat. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi mengenai inovasi produk dan pengembangan bahan pangan. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) ini menggunakan 1 perlakuan yaitu perbandingan ekstrak daun dan sari buah kersen, sedangkan variabel terikat yang di uji adalah tekstur, warna, total fenol dan organoleptik. Perbandingan ekstrak daun dan sari buah kersen yang digunakan adalah 1 : 1. Formulasi perlakuan terbaik uji kimia pada pembuatan permen keras dengan perlakuan ekstrak daun kersen 30 ml : 100 g sukrosa : 100 g glukosa dan total fenol sebanyak 0,213 mg/g. Uji senoris terbaik adalah formulasi permen keras dengan perlakuan ekstrak daun 15 ml : 15 ml sari buah kersen : 100 g sukrosa : 100 g glukosa.
Characteristics of Nutritional Value in Making Mocaf Flour on Long Fermentation Achmad, Fadhilah; Astuti, Suhartin Dewi; Astuti, Juni; Hambur, Kresensius
Jurnal Ilmu Pangan dan Hasil Pertanian Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jiphp.v8i2.21078

Abstract

One of the prospective commodities to be developed as a food diversification material is cassava. Modified cassava flour or MOCAF (Modified Cassava Flour) is a modified starch product that has been widely used in various food products. Fermented cassava flour has advantages over ordinary cassava flour, namely high protein content and lower HCN. This study aims to determine the characteristics of nutritional value in making mocaf flour based on different fermentation times. This study used the Completely Randomized Design (CRD) method using a cassava dose of 500g and 0.5g of tape yeast consisting of 3 treatments, namely L1 (2 days), L2 (3 days), and L3 (4 days). The results showed that the analysis of nutritional value characteristics at the best treatment water content was treatment L1 (10.24%), nutritional value at the best carbohydrate and total titrated acid levels was treatment L3 (65.32% and 9.85%). The longer the fermentation, the higher the carbohydrate and total titrated acid content, but the lower the water content value.
Perbedaan Lama Perendaman Dan Lama Perebusan Terhadap Karakteristik Rainbow Tempe (Kacang Adzuki, Kacang Lentil Kuning, Kacang Hijau, Kacang Lentil Hitam) Paramita, Diva Julia; Azura, Carisa Zahra; Pitaloka, Amanda Puspita; Saputra, Ardi Lesmana; Muflihati, Iffah; Suhendriani, Sari
Jurnal Ilmu Pangan dan Hasil Pertanian Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jiphp.v8i2.21129

Abstract

Tempe merupakan salah satu makanan yang proses pembuatannya melalui fermentasi dari kacang kedelai menggunakan kapang Rizhopus oligosporus dan Rizhopus oryzae. Tempe dapat dibuat menggunakan kacang non kedelai, seperti kacang adzuki, kacang lentil kuning, kacang hijau, dan kacang lentil hitam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakterisitik rainbow tempe (kacang adzuki, kacang lentil kuning, kacang hijau, kacang lentil hitam) dengan perbedaan lama perendaman dan lama perebusan. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan faktor pertama yaitu lama perendaman (7 jam dan 10 jam) sedangkan faktor kedua yaitu lama perebusan (10 menit dan 15 menit). Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin lama waktu perendaman dan perebusan dapat meningkatkan kadar air namun tekstur (hardness) cenderung semakin lunak, kadar abu dan protein mengalami penuruan.
Physicochemical Analysis of Yoghurt with Red Dragon Fruit Juice-Ants' Nest Extract and Sucrose-Fructose Proportion Noorzantika, Istyani Fitria; Dwiyanti, Hidayah; Prihananto, Vincentius
Jurnal Ilmu Pangan dan Hasil Pertanian Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jiphp.v8i2.21178

Abstract

The development of goat's milk-based yoghurt with the addition of sucrose-fructose proportions, ant nest extract and red dragon fruit juice as an alternative functional food high in antioxidants and fiber. The aim of the research was to determine the effect of the proportion of sucrose-fructose, the effect of the concentration of ant nest extract and red dragon fruit juice (ESBN), as well as the interaction of the two factors on the physicochemical properties of yoghurt, and determine the best product based on the physicochemical properties of yoghurt. The research used a two-factor Randomized Group Design (RAK) experimental method namely: 1) Proportion of sucrose-fructose (100:0; 50:50; 0:100) and 2) Concentration of ant nest extract and red dragon fruit juice (1:2) (10%, 15%, 20%). Data analysis uses ANOVA with 95% confidence level with DMRT follow-up test if the differences are significant, and effectiveness index test to determine the best product. The analysis results show that the higher the proportion of sucrose, the viscosity of the yoghurt increases and the pH decreases. The higher the ESBN concentration, the higher the a* (redness), b* (yellowness), pH, crude fiber and antioxidant activity, as well as reducing the L* (lightness) and viscosity. The interaction of these two factors affects the viscosity and pH of yoghurt. The best treated yoghurt is P2K2 yoghurt (50% sucrose : 50% Fructose + 15% ESBN) which has a viscosity of 297.67 cP and a pH of 3.83.
Pengaruh Bahan Pengisi Dan Waktu Pengeringan Terhadap Karakteristik Fisikokimia Pada Granul Effervescent Temulawak Kumalasari, Aliftiya Dewi Nur; Affandi, Arief Rakhman; Muflihati, Iffah; Nurlaili, Enny Purwati
Jurnal Ilmu Pangan dan Hasil Pertanian Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jiphp.v8i2.25254

Abstract

Temulawak merupakan tanaman rimpang yang dapat digunakan sebagai bahan baku pembuatan produk pangan fungsional. Pemilihan produk granul effervescent karena selain dapat menutupi rasa pahit temulawak juga untuk meningkatkan daya tarik konsumen terhadap inovasi produk pangan. Metode percobaan yang digunakan yaitu faktorial dengan pola dasar RAL (Rancangan Acak Lengkap). Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh variasi bahan pengisi maltodekstrin dan xylitol dengan variasi lama pengeringan yaitu 2 jam, 3 jam, dan 4 jam terhadap sifat fisikokimia granul effervescent temulawak. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan yang dilakukan berpengaruh terhadap karakteristik fisiko-kimia produk. Granul effervescent temulawak yang dihasilkan memiliki kadar total fenol 0,05-0,07 mg/g dan kecepatan larut 0,04- 0,05g/s. Granul tersebut juga memiliki tingkat higroskopisitas atau daya serap air sebanyak 1,92-2,21%. Kadar air yang terkandung dalam produk sebanyak 1,40-1,94% (b/b). Hasil analisis kesukaan, panelis lebih suka terhadap perlakuan ini dengan Tingkat kesukaan 2,93 yang berati agak suka hingga netral. Sedangkan pada uji deskriptif organoleptik menghasilkan warna yang cukup kuning, rasa agak pahit, rasa cukup asam, dan rasa cukup manis. Produk dengan perlakuan bahan pengisi xylitol dan lama pengeringan 3 jam paling disukai saat analisis organoleptik dan memiliki karakteristik fisikokimia terbaik.Kata Kunci : Temulawak; granul effervescent; maltodekstrin; pengeringan; xylitol.
Fermentasi Asam Laktat dari Kulit Pisang Kepok dan Raja Nangka Asfarina, Asfarina; Nurlaili, Enny Purwati Nurlaili Purwati; Nurdyansyah, Fafa
Jurnal Ilmu Pangan dan Hasil Pertanian Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jiphp.v8i2.25255

Abstract

         Penggunaan tepung kulit pisang sebagai substrat dapat dimanfaatkan sebagai alternatif media fermentasi yang murah untuk menghasilkan asam laktat dengan menggunakan bakteri Lactobacillus acidophilus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi substrat tepung kulit pisang kepok dan raja nangka terhadap pertumbuhan biomassa dan produksi asam laktat pada proses fermentasi asam laktat. Penelitian ini menggunakan rancangan percobaan faktorial dengan dasar Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan perlakuan konsentrasi substrat (3%, 5%, dan 7%) dari tepung kulit pisang kepok dan raja nangka dengan lama waktu fermentasi yaitu 0 jam, dan 24 jam. Penelitian dilakukan dengan memproses kulit pisang kepok dan raja nangka menjadi tepung melalui proses pengeringan, penggilingan, dan pengayakan. Tepung kulit pisang kemudian dihidrolisis dan difiltrasi. Filtrat digunakan dalam proses fermentasi sebagai substrat bagi pertumbuhan bakteri Lactobacillus acidophilus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tepung kulit pisang kepok menghasilkan rendemen sebanyak 9,54% dengan karakteristik fisik yaitu berwarna coklat kehitaman, beraroma normal, dan berbentuk bubuk serta tepung kulit pisang raja nangka menghasilkan rendemen sebanyak 9,73% dengan karakteristik fisik yaitu berwarna coklat susu, beraroma normal, dan berbentuk bubuk. Karakteristik kimia tertinggi yang dihasilkan meliputi kadar air pisang raja nangka sebesar 11,01%. Perlakuan konsentrasi substrat tepung kulit pisang kepok dan raja nangka memberikan berpengaruh nyata terhadap niali TAT, nilai TAT tetringgi yaitu pada tepung kulit pisang raja nangka 7% sebesar 0.29%, namun tidak berpengaruh yata terhadap nilai penurunan pH tertinggi pada tepung kulit pisang kepok berkisar antara 1.39 – 1.52, biomassa sel optimal pada tepung kulit pisang kepok 3% sebesar 0.33%, sedangkan nilai total gula tertinggi pada tepung kulit pisang kepok semua konsentrasi berkisar antara 0.47% - 0.85%.
Pengaruh Jenis Beras dan PreTreatment Penyangraian Terhadap Karakteristik Fisikokimia Beras Kencur Instan Adhim, M. Fauzul; Affandi, Arief Rakhman; Muflihati, Iffah; Nurdyansyah, Fafa
Jurnal Ilmu Pangan dan Hasil Pertanian Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jiphp.v8i2.25257

Abstract

Kencur merupakan tanaman rimpang yang dapat digunakan sebagai bahan baku pembuatan produk pangan fungsional. Pemilihan produk beras kencur instan menjadi salah satu potensi pemanfaatan kencur yang selama ini diolah secara tradisional juga untuk meningkatkan daya tarik konsumen terhadap inovasi produk pangan. Metode percobaan yang digunakan yaitu Rancangan Percobaan Faktorial. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh jenis beras terhadap sifat fisik dan sensoris minuman beras kencur instan serta mengetahui pengaruh pre treatment penyangraian beras terhadap sifat fisiokimia maupun sensoris minuman beras kencur instan. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan yang dilakukan berpengaruh terhadap karakteristik fisiko-kimia produk. Beras Kencur Instan yang dihasilkan memiliki kadar air 0,78-0,92% dan kadar abu 0,42-0,52%. Serbuk tersebut juga memiliki tingkat tingkat kelarutan 93,33%. Aktivitas Antioksidan yang terkandung dalam produk sebanyak 14,49-23,51% . Hasil analisis kesukaan, panelis lebih suka terhadap perlakuan ini dengan tingkat kesukaan 3,1 yang berati agak suka hingga netral. Sedangkan pada uji deskriptif organoleptik menghasilkan warna kehitaman dan agak kemerahan mempengaruhi deskripsi panelis. Produk dengan perlakuan Penyangraian+Penepungan Beras Putih (STP) paling disukai saat analisis organoleptik dan memiliki karakteristik fisikokimia terbaik.

Page 1 of 1 | Total Record : 10