cover
Contact Name
Eny Puspani
Contact Email
jurnaltropika@unud.ac.id
Phone
+62361-222096
Journal Mail Official
jurnaltropika@unud.ac.id
Editorial Address
Fakultas Peternakan Universitas Udayana Kampus UNUD, Bukit Jimbaran Badung, Bali
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Peternakan Tropika
Published by Universitas Udayana
ISSN : jurnaltr     EISSN : 27227286     DOI : https://doi.org/10.24843/JPT
Core Subject : Health,
Jurnal Peternakan Tropika (JPT) was published by the Faculty of Animal Husbandry, Udayana University. Jurnal Peternakan Tropika (JPT) is published regularly, three times a year, in January-April, May-August, and September - December. Jurnal Peternakan Tropika (JPT) summarizes various manuscripts in the field of animal husbandry such as nutrition, production, reproduction, post-harvest (processing and technology) and socio-economic fields of livestock. Open manuscripts for lecturers and researchers related to the field of animal husbandry, and open to S1, S2 and S3 students, by following the rules set by Jurnal Peternakan Tropika (JPT).
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 718 Documents
Analisis Jiwa Wirausaha Mahasiswa di Universitas Udayana Rofiah A. C.; B. R. T. Putri; N. W. T. Inggriati
Jurnal Peternakan Tropika Vol 7 No 2 (2019)
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (668.411 KB)

Abstract

Tingginya tingkat pertumbuhan penduduk dan banyaknya pengangguran merupakan masalah klasik di negara berkembang termasuk di Indonesia, jumlah penganggurannya dari tahun ke tahun mengalami peningkatan. Pada tahun 2013-2016 jumlah angkatan kerja yang sama sekali tidak mempunyai pekerjaan atau pengangguran terbuka di Provinsi Bali mengalami peningkatan dari 41.820 (0,9 %) orang menjadi 46.484 (1,1%) orang dari total jumlah penduduk di Bali yaitu 4,2 juta orang. Pengangguran di Indonesia terjadi di semua jenjang pendidikan termasuk sarjana. Badan Pusat Statistik menunjukkan bahwa angka sarjana yang menganggur di Indonesia dalam tiga tahun terakhir terus mengalami peningkatan. Berdasarkan data yang ada, terlihat bahwa lulusan perguruan tinggi masih berorientasi sebagai pencari kerja. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peranan mata kuliah kewirasuahaan dalam membentuk jiwa wirausaha mahasiswa. Rancangan penelitian yang digunakan adalah penelitian survei dengan metode kualitatif dan kuantitatif, dengan total sampel 60 orang mahasiswa dari 13 fakultas di Universitas Udayana. Sumber data menggunakan data primer yaitu wawancara langsung. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif dan analisis faktor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa yang mendapatkan mata kuliah kewirausahaan dan praktek memiliki jiwa wirausaha yang lebih tinggi dibandingkan mahasiswa yang mendapatkan mata kuliah kewirausahaan saja dan mahasiswa yang tidak mendapatkan mata kuliah kewirausahaan dengan indikator rasa percaya diri (100%), inovatif (70%), kreatif (90%), dan jiwa kepemimpinan (95%). Mahasiswa yang diberikan mata kuliah kewirausahaan dan praktek nyata memiliki jiwa wirausaha yang lebih tinggi (koef 0,999) dibandingkan mahasiswa yang diberikan mata kuliah kewirausahaan saja (koef 0,750) dan tidak diberikan mata kuliah kewirausahaan (koef 0,691). Kata kunci: jiwa wirausaha, kewira usahaan, mahasiswa, pengangguran
Analisis Finansial Usaha Rumah Potong Ayam Broiler Semi Modern (Studi Kasus pada UD. Giri Sari Di Denpasar Timur) Susana I W.; I W. Sukanata; I N. Suparta
Jurnal Peternakan Tropika Vol 6 No 3 (2018)
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (675.872 KB)

Abstract

The chicken slaughtering business is about processing broiler chickens into carcass that would then be marketed to consumers. This study aims to determine operational management, finansial feasibility, as well as the sensitivity of the feasibility of semi modern chicken slaughterhouse business at UD. Giri Sari. This research was carried out at UD Chicken Slaughterhouse. Giri Sari Denpasar, Desa Penatih Dangin Puri, Kecamatan Denpasar Timur Denpasar Regency for 1 month from April to May 2018. The data used are primary data and secondary data. The variables used in this study are operational management chicken slaughterhouse and financial feasibility analysis. Financial feasibility is determined based on the results of the Net Present Value analysis, Internal Rate of Return, Net Benefit Cost Ratio, Pay Back Period, Break Even Point, and sensitivity analysis. The results showed that this business generated NPV 15.025.348.898,76, IRR 101,94%, Net B / C 5,06, PBP 3 months 20 days (0,30 years) and BEP 6 years. The results of the sensitivity analysis show that this business is less sensitive to the increase in the price of live chickens by 14,52% and is very sensitive to the decline in carcass prices by 3,39%. Therefore the business of Chicken Slaughterhouse UD. Giri Sari Denpasar is financially feasible. Although this business is feasible to run, it is necessary to pay attention to cutting management so that the quality of the carcass is in accordance with SNI in the RPA. Keywords: The chicken slaughtering business, carcass, financial analysis
PROFIL SUSU KAMBING ETAWAH YANG DIPELIHARA DI PETERNAKAN RAKYAT DI KECAMATAN BUSUNGBIU, KABUPATEN BULELENG, BALI Yosafat H. P. S.; A. A. Oka; L. Doloksaribu
Jurnal Peternakan Tropika Vol 7 No 3 (2019): Issue 7 No. 3 - 2019
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (478.154 KB) | DOI: 10.24843/ejpt.2019.v07.i03.p02

Abstract

Penelitian yang bertujuan untuk melengkapi database yang mengidentifikasi hambatan, tantangan dan kesempatan dalam memelihara kambing di Bali telah dilaksanakan melalui kegiatan observasi langsung, wawancara peternak kambing Etawah secara formal terstruktur, wawancara informan kunci, dan focus group discussions dari Juli hingga September 2018. Sebuah survey telah dilakukan terhadap tiga peternak yang memelihara kambing berintegrasi dengan kebun Coffea spp. dan Theobroma cacao di Kecamatan Busungbiu, Buleleng. Ketiga peternak memberikan hijauan lebih-kurang 5 kg/ekor/hari (TrC) kepada induk laktasi, satu peternak memberikan tambahan 10% dari hijauan dengan silase odot (Pennisetum purpureum cv. Mott) (TrO) dan peternak lain memberikan tambahan campuran probiotik dengan air minum secara ad lib (TrP). Data profil susu dari 10 induk laktasi dengan rataan berat badan 32.9±1.0 kg dan umur 3.0±0.1 tahun (P>0.05) terdiri dari 3 induk laktasi TrC, 3 induk laktasi TrO dan 4 induk laktasi TrP. Parameter profil susu meliputi BJ, alkohol, pH, dan TPC (CFU/ml). Hasil menunjukkan bahwa BJ TrO 1.0330±0.0020 adalah nyata sangat besar dari BJ TrP 1.0280±0.0010 dan BJ TrC 1.0280±0.0020 (P<0.05). Sebaliknya, pH TrO 6.77 ± 0.05 adalah nyata sangat kecil dibandingkan pH TrP 6.95 ± 0.04 maupun pH TrC 6.86 ± 0.05. Namun TPC TrO 2.334.000±670.400 CFU/ml adalah nyata lebih banyak dibandingkan dengan TrP 14.400±580.600 CFU/ml (P<0.05) maupun dengan TrC 580±670.400 CFU/ml (P<0.05). Disimpulkan bahwa tatalaksana pemerahan oleh peternak yang memberikan silase odot pada kambingnya nyata lebih buruk dilihat dari jumlah TPC (P<0.05) walaupun BJ nyata lebih tinggi (P<0.05). Kata kunci: database, susu kambing, peternakan rakyat, probiotik dan silage odot.
ANALISA PERFORMANCE DAN PENDAPATAN USAHA TERNAK AYAM RAS PETELUR YANG DIBERIKAN SUPLEMEN MELALUI AIR MINUM (Studi Kasus di Desa Candikusuma Kecamatan Melaya) Sudiana A. I K.; I W. Sukanata; I P. A. Astawa
Jurnal Peternakan Tropika Vol 8 No 1 (2020): Issue 8 No. 1 (2020)
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (600.965 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui analisa performance dan pendapatan usaha ternak ayam ras petelur yang diberikan suplemantasi melalui air minum. Penelitian ini dilaksanakan di peternakan ayam ras petelur milik Ni Made Dewi Maharatih di Desa Candikusuma, Kecama tan Melaya, Kabupaten Jembrana, Provinsi Bali yang dilakukan selama 4 bulan, mulai dari persiapan, sampai analisis data. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 5 ulangan. Variabel yang diamati dalam penelitian ini yaitu produksi telur, Hen Day Production,Grade telur, Pendapatan, R/C Ratio dan Break Even Point. Hasil penelitian menunjukan bahwa produksi telur dan Hen Day Production pada ayam ras petelur yang diberikan suplementasi melalui air minum dengan dosis 0,05% dan 0,1% secara statistik menunjukan hasil yang berbeda nyata (P<0,05) jika dibandingkan dengan kontrol (air minum tanpa suplementasi). Hasil analisa performance produksi menujukan peningkatan produksi telur pada penambahan suplemen pada air minum sebanyak 0,05% dan 0,1% sebesar 3,3% dan 9,1%. Hasil analisa pendapatan menunjukan penambahan suplemen pada air minum sebanyak 0,1% menunjukan hasil yang paling baik dengan pendapatan bersih sebesar Rp 314,743.06/bulan, R/C ratio sebesar 1,28, BEP unit sebesar 367 butir, BEP harga sebesar Rp 1.003/butir dan BEP penjualan sebesar Rp 483.000. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penambahan suplementasi melalui air minum dapat meningkatkan performanceproduksi dan pendapatan usaha ayam ras petelur. Kata Kunci : Suplemen, performance, ayam ras petelur, pendapatan usaha
KARKAS KELINCI YANG DIPELIHARA PADA TINGKAT HUNIAN BERBEDA DAN DIBERI RANSUM DENGAN IMBANGAN ENERGI SERTA PROTEIN BERBEDA Saputra E.D; Nuriyasa IM.; Ardika I.N
Jurnal Peternakan Tropika Vol 3 No 2 (2015): E-Journal Peternakan Tropika Vol 3 No 2
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (347.425 KB)

Abstract

Penelitian yang bertujuan untuk mengetahui karkas kelinci yang dipelihara pada tingkat hunian dan pemberian ransum dengan imbangan energi dan protein berbeda telah dilakukan selama 10 minggu. Kelinci yang digunakan adalah kelinci jantan lokal lepas sapih umur 5 minggu sebanyak 36 ekor dengan berat 391,31 ± 41,86 g.  Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan acak kelompok (RAK) pola faktorial 3 x 2 dengan tiga ulangan. Faktor pertama adalah tingkat hunian (L) yang terdiri atas tingkat hunian 1 ekor/0,35 m2 (L1), 2 ekor/0,35 m2 (L2) dan 3 ekor/0,35 m2 (L3).  Faktor kedua adalah imbangan energi protein ransum (R) yang terdiri atas imbangan energi dan protein 147 dengan energi termetabolis 2500 kkal/kg dan CP 16% (R1) dan imbangan energi dan protein 151 dengan energi termetabolis 2800 kkal/kg dan CP 17,5% (R2). Variabel yang diamati adalah karkas (berat karkas, kaki depan, kaki belakang, pinggang+punggung, dada+leher, daging, lemak dan tulang), non karkas (paru-paru, jantung, hati, sekum+kolon dan kulit+bulu) dan iklim mikro (kelembban udara, temperatur udara, temperatur humidity indek dan intensitas radiasi matahari). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi interaksi yang nyata (P<0,05) antara perlakuan tingkat hunian dengan imbangan energi dan protein terhadap variabel berat tulang, paru-paru, jantung, hati serta sekum+kolon. Kelinci yang dipelihara pada tingkat hunian L1 menghasilkan berat karkas, kaki depan, kaki belakang, daging dan lemak lebih rendah (P<0,05) daripada L2 dan L3. Kelinci yang diberi ransum R1 menghasilkan berat karkas, kaki depan, dada+leher, pinggang+punggung dan berat daging lebih tinggi (P<0,05) daripada R2. Perlakuan tingkat hunian serta imbangan energi dan protein berbeda tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap iklim mikro kandang.  Berdasarkan hasil penelitian ini maka dapat disimpulkan bahwa karkas kelinci jantan lokal dengan tingkat hunian 2 ekor/0,35 m2 (L2) lebih baik dibandingkan dengan tingkat hunian 3 ekor/0,35 m2(L3) dan 1 ekor/0,35 m2 (L1). Karkas kelinci jantan lokal yang diberi ransum dengan imbangan energi dan protein 147 (R1) lebih baik daripada perlakuan ransum dengan imbangan energi dan protein 151 (R2). Tidak terjadi perbedaan iklim mikro pada perlakuan tingkat hunian dan ransum dengan imbangan energi dan protein berbeda.
PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK AIR DAUN KATUK (Sauropus androgynus L. Merr) MELALUI AIR MINUM TERHADAP KUALITAS FISIK TELUR AYAM LOHMANN BROWN UMUR 22 – 30 MINGGU Vicky A. R.; N. W. Siti; I G. N. G. Bidura
Jurnal Peternakan Tropika Vol 6 No 2 (2018): May - August 2018
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (423.02 KB)

Abstract

Eggs is one of the ingredients of animal origin that is of high nutritional value because it contains substances that are needed by the human body such as protein, fat, vitamins, minerals, and has a high digestibility. Egg quality is a term that connects standards to a variety of eggs. Egg quality determination and measurement includes two things are exterior and interior quality. One effort made in improving the quality of chicken eggs can be done by adding katuk leaf water extract through drinking water. This research to determine the effect of katuk leaf water extract (Sauropus androgynus L. Merr) through drinking water on the physical quality of chicken eggs Lohmann Brown aged 22-30 weeks for 12 weeks in Dajan Peken Village, Tabanan, Bali. The design used in this research was Completely Randomized Design with three treatments and six replications. The treatments is chickens fed ration without addition of katuk leaf water extract in drinking water as control (K0), rationed chicken with addition of 3% katuk leaf water extract in drinking water (K1), and chicken fed with ration katuk leaf water extract 6% in drinking water (K2). The variables observed is egg weight, percentage of egg whites,percentage of egg yolk, percentage of eggshell and egg shell thickness. The results showed that on treatment of K1 and K2 significantly (P <0.05) increased egg weight, percentage of egg yolk, percentage of egg shelland egg shell thickness, compared with K0. But the percentage of white egg decrease compared to chicken that is not given katuk leaf water extract (K0). Based on the results of this research can be concluded that the provision of katuk leaf water extract (Sauropus androgynus L. Merr) 3% and 6% through drinking water can increase egg weight, percentage of egg yolk, percentage of egg shell, eggshell thickness and a decrease in the percentage of egg white Lohmann Brown chicken aged 22-30 weeks. Keywords: egg, Lohmann Brown, katuk leaf water extract, physical quality
STUDI PERBANDINGAN KUALITAS ORGANOLEPTIK DAGING BABI BALI DENGAN DAGING BABI LANDRACE Suandana I W. E. E.; N. L. P. Sriyani; M Hartawan
Jurnal Peternakan Tropika Vol 4 No 2 (2016)
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (603.583 KB)

Abstract

This study aims to determine differences in the organoleptic quality of balinese pork with landrace pork, This research was conducted in Slaughter House Traditional andthen in Livestock Product Technology Laboratory and Microbiology, Faculty of Animal Husbandry Universitas Udayana for two months. The study design is completely randomized design (CRD) with a ratio 2 samples of meat that has been fried and 38 semi-trained panelists. The results showed preference level panelist on the color and texture of landrace pork significantly (P<0,05) higher than balinese pork, while the preference level panelist on the aroma, flavor and overall acceptance of bali pork significantly (P<0,05) higher than the landrace pork. Based on the results of this study concluded that the panelists preferred the organoleptic of balinese pork compared with landrace pork.This research was conducted in Slaughter House Traditional andthen in Livestock Product Technology Laboratory and Microbiology, Faculty of Animal Husbandry Universitas Udayana for two months. The study design is completely randomized design (CRD) with a ratio 2 samples of meat that has been fried and 38 semi-trained panelists. The results showed preference level panelist on the color and texture of landrace pork significantly (P<0,05) higher than balinese pork, while the preference level panelist on the aroma, flavor and overall acceptance of bali pork significantly (P<0,05) higher than the landrace pork. Based on the results of this study concluded that the panelists preferred the organoleptic of balinese pork compared with landrace pork
ANALISIS EFISIENSI PEMASARAN SAPI BALI DI KABUPATEN BANGLI Duungan IN.A; Suparta IN.; Putri B.R.T
Jurnal Peternakan Tropika Vol 2 No 3 (2014)
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (351.77 KB)

Abstract

Penelitian yang bertujuan untuk mengidentifikasi saluran pemasaran, menghitung margin pemasaran dan tingkat farmer’s share, serta menganalisis efisiensi pemasaran sapi potong di Kabupaten Bangli telah dilaksanakan pada bulan Mei - Juni 2014. Lokasi penelitian dipilih secara purposive sampling dan dilakukan di 4 (empat) kecamatan yaitu Kecamatan Bangli, Tembuku, Susut, dan Kintamani. Responden penelitian diambil secara classified random sampling yaitu sebanyak 40 orang peternak sapi, dan sampel pedagang dipilih secara snowball ball sampling yaitu sebanyak 15 orang belantik, 3 orang jagal, serta masing-masing 1 orang pedagang besar dan pedagang antar pulau. Analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat saluran pemasaran yang melibatkan peternak, belantik, pedagang besar, jagal, dan pedagang antar pulau. Terdapat 3 saluran yang terbentuk dari lembaga pemasaran yaitu saluran pemasaran I (peternak - belantik - penjagal), saluran pemasaran II (peternak - belantik - pedagang besar - penjagal), saluran pemasaran III (peternak - belantik - pedagang antar pulau). Margin pemasaran tertinggi terdapat pada saluran II yaitu sebesar Rp. 757.142/ekor, dan yang paling rendah terdapat pada saluran pemasaran I yaitu sebesar Rp. 500.834. Farmer’s share tertinggi terjadi pada saluran pemasaran III sebesar 96,03% dan yang paling rendah terjadi pada saluran pemasaran II sebesar 93,16%. Saluran pemasaran III merupakan saluran yang paling efisien dilihat dari hasil penghitungan indeks efisiensi yaitu sebesar 0,75%.
PENGARUH SUPLEMENTASI PROBIOTIK Saccharomyces spp. Gb9 DALAM RANSUM TERHADAP BOBOT POTONG, BOBOT KARKAS, DAN PERSENTASE KARKAS BROILER Cahyana I P. F.; I G. N. G. Bidura; N. L. G. Sumardani
Jurnal Peternakan Tropika Vol 5 No 2 (2017)
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (368.622 KB)

Abstract

The study was carried out to evaluation the effect supplementation of Saccharomyces spp Gb9 isolated from chickens colon in the ration on slaughter and carcass weight, and carcass percentage broiler chickens for 6 weeks at Dajan Peken, Tabanan, Bali. The randomized complete design (RAL) with three treatments and six replicates were used in a the research. Those treatments were ration without supplementation of Saccharomyces spp Gb9 (A), ration with supplementation of 0,20% Saccharomyces spp. Gb9 (B), and ration with supplementation 0,40% Saccharomyces spp. Gb9 (C). The variables observed were slaughter, carcass weight, and carcass percentage. The study showed that treatment B and C significantly (P<0,05) increased slaughter and carcass weight and also carcass percentage than treatment A. it can be concluded that supplementation 0,20 and 0,40% of Saccharomyces spp. Gb9 on the ration can increase slaughter and carcass weight, and carcass percentage of 2-6 weeks broiler chicken. Keywords: probiotic, Saccharomyces spp. Gb9, carcass, broiler
SINTESIS PROTEIN MIKROBA RUMEN SAPI BALI JANTAN YANG DIBERI RANSUM DENGAN KANDUNGAN PROTEIN DAN ENERGI BERBEDA Setiawan I P.I.B; N P. Mariani; I K.M Budiana
Jurnal Peternakan Tropika Vol 4 No 1 (2016)
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (531.672 KB)

Abstract

Penelitian yang bertujuan untuk mengetahui seberapa besar sintesis protein mikroba sapi bali jantan yang diberi ransum dengan kandungan protein dan energi berbeda telah dilaksanakan di Kelompok Ternak Wibuh Mandiri di Banjar Tangkeban, Desa Batuyang Kangin, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar, selama 3 bulan. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 5 perlakuan dan 3 kelompok berat badan sebagai ulangan. Perlakuan tersebut adalah A (ransum dengan protein 15,42% dan Gross Energy 4,02Mkal/kg Dry Matter), B (ransum dengan protein 14,74% dan GE 3,75Mkal/kg DM), C (ransum dengan protein 13,11% dan GE 3,79Mkal/kg DM), D (ransum dengan protein 10,33% dan GE 3,92Mkal/kg DM) dan E (ransum dengan protein 10,58% dan GE 3,53Mkal/kg DM). Variabel yang diamati adalah BOTR (Bahan Organik Terdegradasi dalam Rumen), produksi mikrobial nitrogen, sintesis protein mikroba, absorpsi purin, ekskresi purin derivat dan ekskresi allantoin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahan organik terdegradasi dalam rumen sapi yang mendapat perlakuan A adalah 2,07 kg/h. Sapi yang mendapat perlakuan B, C, D dan E bahan organik tercerna di dalam rumen masing-masing 2,05; 1,92; 1,86; dan 1,87 kg/h, lebih rendah dibandingkan dengan perlakuan A, namun secara statistik berbeda tidak nyata (P>0,05). Mikrobial nitrogen sapi bali tertinggi dihasilkan oleh sapi yang mendapat perlakuan A yaitu sebesar 66,25 g/h. Sapi bali yang mendapat perlakuan B, C, D dan E mikrobial nitrogen masing-masing 65,74; 61,54; 59,47; 59,87 g/h. Sapi bali yang mendapatkan perlakuan A sintesa protein mikrobanya yaitu sebesar 414,05 g/h. Sapi yang mendapatkan perlakuan B, C, D dan E sintesa protein mikrobanya lebih rendah 0,77%, 7,66%, 11,39% dan 10,64% dibandingkan dengan perlakuan A, namun secara statistik menunjukkan perbedaan yang tidak nyata (P>0,05). Absorpsi purin tertinggi selama penelitian dihasilkan oleh sapi yang mendapatkan perlakuan A, yaitu sebesar 91,12 mMol/h. Ekskresi derivat purin tertinggi dihasilkan oleh sapi yang mendapat perlakuan A, yaitu sebesar 101,33 mMol/h. Sapi bali yang mendapat perlakuan A ekskresi allantoinnya sebesar 86,13 mMol/h, sedangkan sapi bali yang mendapat perlakuan B, C, D dan E ekskresi allantoinnya 0,04%; 0,58%; 0,81% dan 0,91% lebih rendah dibandingkan dengan perlakuan A, namun secara statistik menunjukkan perbedaan yang tidak nyata (P>0,05).Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa, pemberian ransum dengan kandungan protein dan energi berbeda tidak berpengaruh nyata terhadap sintesa protein mikroba pada sapi bali jantan periode sedang tumbuh