cover
Contact Name
Eny Puspani
Contact Email
jurnaltropika@unud.ac.id
Phone
+62361-222096
Journal Mail Official
jurnaltropika@unud.ac.id
Editorial Address
Fakultas Peternakan Universitas Udayana Kampus UNUD, Bukit Jimbaran Badung, Bali
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Peternakan Tropika
Published by Universitas Udayana
ISSN : jurnaltr     EISSN : 27227286     DOI : https://doi.org/10.24843/JPT
Core Subject : Health,
Jurnal Peternakan Tropika (JPT) was published by the Faculty of Animal Husbandry, Udayana University. Jurnal Peternakan Tropika (JPT) is published regularly, three times a year, in January-April, May-August, and September - December. Jurnal Peternakan Tropika (JPT) summarizes various manuscripts in the field of animal husbandry such as nutrition, production, reproduction, post-harvest (processing and technology) and socio-economic fields of livestock. Open manuscripts for lecturers and researchers related to the field of animal husbandry, and open to S1, S2 and S3 students, by following the rules set by Jurnal Peternakan Tropika (JPT).
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 718 Documents
OFFAL EXTERNAL AYAM LOHMANN BROWN UMUR 22 MINGGU YANG MENDAPAT RANSUM KULIT BUAH NAGA (Hylocereus polyrhizus) TERFERMENTASI Muda K. G. P.; G. A. M. K. Dewi; I W. Wijana
Jurnal Peternakan Tropika Vol 7 No 1 (2019): Vol. 7 Isssues 1 (2019)
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (736.363 KB)

Abstract

This study aims to determine the effect of giving fermented dragon fruit skin (Hylocereus polyrhizus) to the external offals of Lohmann Brown22 weeks aged. This research has been carried out at theLaboratory (Teaching Farm) and Poultry Laboratory, Faculty of Animal Husbandry Bukit Campus, Jimbaran, Badung, Bali took place on 26 November – 26 December 2018. The chicken used was 18 weeks of laying hens Lohmann Brown of 45 birds. The design used was Completely Randomized Design (CRD) with three treatments and five replications namely control ration where chickens given fermented dragon fruit ration (RKBN0), rations with fermented dragon fruit skins as much as 5% (RKBN1), and commercial rations (RKBN2) Drinking water and feed are given in ad libitum. Variables observed were head weight, neck weight, blood weight, feather weight, and leg weight. The data obtained were analyzed using analysis of variance (ANOVA), if between treatments there were significant differences (P <0.05) followed by Duncan's multiple distance test (Steel and Torrie, 1993) assisted by the SPSS 22.0 program. The results showed that each variable head weight, neck weight, blood weight, feather weight, and leg weight in the RKBN0, RKBN1, and RKBN2 treatments were not significantly different (P> 0.05). It can be concluded that the rations with 5% fermented dragon fruit skin (RKBN1) and commercial rations (RKBN2) but does not affect of externaloffals (head weight, neck weight, blood weight, feather weight, and leg weight) ofLohmann Brown chickens 22 weeks aged. Keywords: Lohmann Brown, external offals, dragon fruit skin, rations
Pengaruh Lama Penyimpanan Terhadap Kualitas Telur Itikdi Dataran Tinggi Bedugul Wayau S. G.; I K. A. Wiyana; I W. Wijana
Jurnal Peternakan Tropika Vol 7 No 3 (2019): Issue 7 No. 3 - 2019
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (577.807 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan yang terjadi terhadap kualitas telur itik akibat lama penyimpanan di dataran tinggi Bedugul. Penelitian ini dilaksanakan di Daerah Bedugul, Kabupaten Tabanan Bali, sedangkan pemecahan telur dan pengambilan data dilakukan di Laboratorium Ternak Unggas Fakultas Peternakan, Universitas Udayana selama 6 minggu. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL), terdiri dari 6 perlakuan yaitu telur tanpa disimpan sebagai kontrol (P0), penyimpanan telur 7 hari (P7), penyimpanan telur 14 hari (P14), penyimpanan telur 21 hari (P21), penyimpanan 28 hari (P28), dan penyimpanan 35 hari (P35). Masing-masing perlakuan mengunakan 3 ulangan setiap ulangan menggunakan 5 butir telur itik. Variabel yang diamati adalah berdasarkan kualitas eksternal yaitu indeks bentuk telur dan berat telur. Sedangkan berdasarkan kualitas internal yaitu tebal kerabang telur, warna kuning telur, haugh unit (HU), dan pH telur. Hasil penelitian menunjukkan lama penyimpanan terhadap tebal kerabang telur, warna kuning telur, haugh unit, dan pH telur secara statistik memberikan hasil berbeda nyata (P<0,05). Terhadap indeks bentuk telur dan berat telur penyimpanan 7 hari hingga 35 hari memberikan hasil berbeda tidak nyata (P>0,05). Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa penyimpanan telur itik di dataran tinggi Bedugul dengan suhu 160C - 240C dengan kelembaban 68-90%, tidak menurunkan kualitas eksternal yang meliputi berat telur dan indeks bentuk telur akan tetapi mempengaruhi kualitas internal telur itik. Penurunan haugh unit telur itik mulai terjadi pada penyimpanan 7 hari, sedangkan penyimpanan selama 14, 21, 28, dan 35 hari terjadi penurunan terhadap tebal kerabang telur, warna kuning telur, dan peningkatan pH telur. Hasil penilaian grade telur itik berdasarkan nilai haugh unit diperoleh grade A sehingga kualitas telur itik dapat dikatakan masih baik. Kata kunci : Telur Itik, Lama Penyimpanan, Kualitas Telur Itik
PENGARUH TINGKAT PROTEIN RANSUM TERHADAP KUALITAS TELUR AYAM KAMPUNG Intan W.Y.K. N. M; I. M. Mastika; A.W Puger
Jurnal Peternakan Tropika Vol 2 No 1 (2014)
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tingkat protein terhadap kualitas telur ayam kampung yang akan dihasilkan dan mengetahui kebutuhan protein yang optimal pada ayam kampung untuk mendapatkan kualitas telur terbaik. Rancangan acak lengkap digunakan dengan tiga jenis perlakuan dan tiap perlakuan terdiri dari 10 ulangan. Induk ayam dikandangkan secara individual dan diberi perlakuan yaitu perlakuan A (protein ransum 11%), perlakuan B (protein ransum 13%) dan perlakuan C (protein ransum 15%). Variabel yang diamati berat telur, berat jenis, indeks telur, indeks putih telur, indeks kuning telur, haught unit, tebal kerabang, warna kuning telur dan persentase, berat putih, berat kuning, berat kulit dan berat selaput telur. Pengamatan dilakukan selama tiga bulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas telur pada variabel yang diamati secara statistik tidak berbeda nyata (P>0,05). Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa pemberian pakan dengan kandungan protein 11% sampai dengan protein 15% dengan energi metabolis 2600 Kkal ME/kg tidak berpengaruh terhadap kualitas telur umur ayam kampung 22 minggu.
PENGARUH LAMA PENYIMPANAN PADA SUHU KAMAR TERHADAP KUALITAS TELUR AYAM KAMPUNG YANG DIPELIHARA SECARA EKSTENSIF Atmaja I M. A. W.; G. A. M. K. Dewi; R. R. Indrawati
Jurnal Peternakan Tropika Vol 5 No 1 (2017)
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (335.158 KB)

Abstract

The study aimed to determine how much the effect of the storage time at room temperature on the quality of chicken eggs with different length of storage time. This research was conducted at the Laboratory of Livestock Product Technology and Microbiology, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University for a month. The study used a sample of chicken eggs which were maintained extensively as many as 60 eggs. The research design used was completely randomized design (CRD) with 4 treatments, namely: eggs that were stored for 0 day (P0), 7 days (P1), 14 days (P2) and 21 days (P3) at room temperature, each treatment was repeated three times with 5 eggs so that the total was 60 eggs, which aimed to strengthen the research data. Variables observed on egg quality test were; egg weight, eggshell weight, eggshell thickness, egg yolk color and Haugh units of eggs. The results showed there were no significant differences (P>0,05) on egg weight and egg yolk color that was influenced by the duration of storage, although the storage time of 14 days was better than without storage and stored for 7 days but the difference was not significant (P> 0,05), only the storage for 21 days (P3) which was markedly poorer color of egg yolk (P <0,05) compared with P2. While on the other treatments were not statistically significantly different (P> 0,05). Haugh units of eggs constantly decreased during storage. Storage for 14 days (P2) and 21 days (P3) was significantly (P <0,05) lower than P0 and P1, but P2 was not different (P>0,05) compared with P3. It can be concluded from the research result that the storage of chicken eggs reared extensively kept at room temperature for 0, 7, 14 and 21 days decreased the quality but it is still suitable for consumption up to 21 days storage time at room temperature.
STRATEGI PEMASARAN “URUTAN” SEBAGAI OLEH-OLEH KHAS BALI (STUDI KASUS PADA INDUSTRI RUMAH TANGGA “URUTAN” DI KABUPATEN BADUNG BALI) WULAN S., N. M. M.; B. R. T. PUTRI; I W. SUKANATA
Jurnal Peternakan Tropika Vol 3 No 3 (2015)
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (355.926 KB)

Abstract

fPenelitian  ini bertujuan  untuk  menganalisis faktor-faktor lingkungan internal dan eksternal yang mempengaruhi pemasaran “urutan”, menentukan posisi industri rumah tangga “urutan” di dalam industri oleh-oleh khas Bali, dan merekomendasikan strategi pemasaran yang tepat bagi industri rumah tangga “urutan” di Kabupaten Badung. Penelitian ini dilakukan pada empat desa di Kabupaten Badung yang ditentukan secara purposive. Jumlah responden sebanyak 59 orang yang terdiri atas empat orang produsen, 50 orang konsumen, dan lima orang ahli. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan  data  sekunder. Data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara dengan bantuan kuisioner. Analisis yang digunakan adalah 1) analisis internal dan eksternal perusahaan untuk menentukan faktor-faktor kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman yang dihadapi perusahaan dengan menggunakan matriks IFE dan matriks EFE. Posisi perusahaan didalam industri ditentukan dengan menggunakan matriks IE, 2) analisis SWOT digunakan untuk menyusun alternatif strategi pemasaran “urutan” dan 3) analisis QSPM digunakan untuk menentukan prioritas strategi pemasaran. Penelitian ini menunjukkan bahwa usaha “urutan” berada pada sel III (Pertahankan dan Pelihara) dalam matriks IE dengan nilai IFE 1,62 dan EFE 3,11 dengan strategi utama yaitu penetrasi pasar dan pengembangan produk. Terdapat sembilan alternatif strategi pemasaran “urutan” yaitu: menjadikan “urutan” sebagai oleh-oleh khas Bali, mengadakan kerjasama dengan toko oleh-oleh khas Bali dan travel, meningkatkan kualitas produk yang diproduksi, mengemas produk dengan baik dan menarik, menerapkan program penyuluhan bagi para produsen, membuat brosur dan iklan tentang keunggulan produk, menambah varian daging yang digunakan, membuat klasifikasi produk dengan tingkat lemak tertentu, dan meningkatkan jiwa wirausaha pengusaha. Strategi yang menjadi prioritas utama adalah meningkatkan kualitas produk dengan cara meningkatkan pengembangan produk serta penerapan teknologi tepat guna.
KOMPARASI PEJANTAN MELALUI KUALITAS SEMEN BEKU YANG DIHASILKAN DI UNIT PELAYANAN TEKNIS BALAI INSEMINASI BUATAN DAERAH BATURITI Ashari .; I N. Ardika; N. P. Sarini
Jurnal Peternakan Tropika Vol 6 No 2 (2018): May - August 2018
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (351.752 KB)

Abstract

This study aims to compare males through the quality of frozen semen produced in the Technical Service Unit of Artificial Insemination Center of Baturiti Region. This study used frozen semen from 10 bulls those frozen semen then were evaluated then sperm motility, concentration and percentage of sperm live were observed. The design used in this study was Completely Randomized Design (RAL) and each treatment was repeated three times. The study showe that there was no signiticant difference (P>0.05) to all parameters observed of bulls rised at the center. Sperm concentration of all bulls ranged between 41.25x106 to 59.38x106 spermatozoa/ml. While sperm motility between 41.67% to 46.67% and the percentage live sperm, ranged between 21,05 to 32,50 %. It can be concluded that all the frozen semen produced from the bulls rised at the Technical Services Unit of the Baturiti Insemination Center is in good condition and can be used for insemination. Keywords: frozen semen, concentration, motility and percentage of spermatozoa
Pengaruh Pemberian Probiotik Effecktive Microorganism-4pada Air Minum terhadap Potongan Karkas Komersial Itik Bali Jantan Umur 8 Minggu Suprianto I K. E.; N W. Siti; N. M. S. Sukmawati
Jurnal Peternakan Tropika Vol 7 No 2 (2019)
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (645.235 KB)

Abstract

Penelitian yang bertujuan untuk mengkaji berat dan persentase potongan karkas komersial itik bali jantan umur 8 minggu yang diberi probiotik Effective Microorganism-4 melalui air minum telah dilaksanakan di kandang milik Bapak I Ketut Sunatra yang berlokasi di Kediri, Tabanan, selama 8 minggu. Penelitian dilaksanakan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari tiga perlakuan, yaitu: T0 (Air minum tanpa tambahan probiotik sebagai kontrol), T1 (Air minum + probiotik 0,5%), dan T2 (Air minum + probiotik 1%). Masing-masing perlakuan terdiri atas lima ulangan dan setiap ulangan menggunakan tiga ekor itik bali jantan umur 3 hari dengan berat badanrata-rata55,72 ± 7,16 g. Variabel yang diamati adalah berat dan persentase potongan karkas komersial bagian dada, paha atas, paha bawah, sayap, dan punggung. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian probiotik Effective Microoganism-4 melalui air minum sebanyak1% nyata (P<0,05) meningkatkan berat potongan karkas komersial bagian dada sebesar12,45%, berat potongan karkas yang lainnya berbeda tidak nyata (P>0,05). Persentase potongan karkas komersial juga menunjukkanhasil yang berbeda tidak nyata (P>0,05). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemberian probiotik Effective Microorganism-4 melalui air minum pada level 0,5% dan 1% cenderung meningkatkan berat potongan karkas komersial pada bagian dada, namun tidak berpengaruh terhadap potongan karkas komersial bagian paha atas, paha bawah, sayap, dan punggungitik balijantan umur 8 minggu. Kata kunci: Probiotik Effective Microorganism-4, itik bali jantan, potongan karkas komersial.
SIFAT FISIK DAN KANDUNGAN SERAT KASAR SILASE BATANG PISANG DISUPLEMENTASI BERBAGAI LEVEL HIJAUAN KEMBANG TELANG (Clitoria ternatea) Deswanto .; I W. Suarna; N. N. Suryani
Jurnal Peternakan Tropika Vol 8 No 2 (2020): Vol. 8 No. 2 Tahun 2020
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (648.511 KB) | DOI: 10.24843/JPT.2020.v08.i02.p05

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui level penambahan hijauan kembang telang (Clitoria ternatea) pada silase batang pisang ditinjau dari sifat fisik dan kandungan serat kasar. Pembuatan silase dilakukan di Stasiun riset Sesetan Fakultas Peternakan Universitas Udayana, Denpasar. Analisis sifat fisik dan kandungan serat kasar dilakukan di Laboratorium Nutrisi dan Makanan Ternak Fakultas Peternakan Universitas Udayana. Penelitian ini mengunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) terdiri dari 4 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan A: 65% batang pisang + 30% pollar + 5% (molasis + EM4), B: 55% batang pisang + 10% C. ternatea + 30% pollar + 5% (molasis + EM4), perlakuan C: 45% batang pisang + 20% C. ternatea + 30% pollar + 5% (molasis + EM4), dan perlakuan D: 35% batang pisang + 30% C. ternatea + 30% pollar + 5% (molasis + EM4). Variabel yang diamati adalah densitas, daya serap air, daya larut air dan kandungan serat kasar.Hasil penelitian menujukkan densitas nyata (P<0,05) lebih tinggi pada perlakuan D yaitu 0,17 g/mldibandingkan perlakuan A, B dan C. Daya larut air nyata(P<0,05)lebih tinggi pada perlakuan Dyaitu 48,38% dibandingkan perlakuan A, B dan C.Daya serap air nyata (P<0,05)lebih tinggi pada perlakuan A yaitu232,26% dibandingkan perlakuan B, C dan D. Kandungan serat kasar tidak menujukkan perbedaan yang nyata diantara semua perlakuan. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa silase batang pisang disuplementasi 10-30% hijauan kembang telang (Clitoria ternatea) dapat meningkatkan densitas, daya larut air dan menurunkan daya serap air dan kandungan serat kasar. Belum diperoleh level penambahan Citoria ternatea yang optimal. Kata kunci: silase, batang pisang, kembang telang, sifat fisik, kandungan serat.
PEMANFAATAN SUMBER INFORMASI PETERNAKAN OLEH PETERNAK SAPI BALI PERBIBITAN Di DESA PEDUNGAN, KECAMATAN DENPASAR SELATAN Widiyastuti N; Nuraini NK; Inggriati NW.T
Jurnal Peternakan Tropika Vol 2 No 3 (2014)
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (183.565 KB)

Abstract

Penelitian yang bertujuan untuk mengetahui perbedaan sumber informasi yang dimanfaatkan oleh responden anggota kelompok dan responden bukan anggota kelompok telah dilaksanakan di Desa Pedungan Kecamatan Denpasar Selatan. Pemilihan lokasi penelitian ditentukan dengan menggunakan metode Purposive Sampling, dan penentuan responden dengan menggunakan metode sensus. Responden penelitian ini berjumlah 40 orang, terdiri atas 20 responden anggota Kelompok Tani Ternak Kerdung Indah dan 20 responden peternak bukan anggota kelompok. Pengumpulan data dilakukan dengan metode survai menggunakan instrument peneilitian berupa kuesioner. Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif dan untuk mengetahui perbedaan banyaknya sumber informasi yang digunakan oleh responden dianalisis dengan Uji Jumlah Jenjang Wilcoxon, sedangkan untuk mengetahui hubungan antara faktor-faktor penelitian menggunakan metode “Koefisien Korelasi Jenjang Spearman”(Siegel, 1977). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang  nyata (P<0,05) antara jumlah sumber informasi yang digunakan oleh peternak anggota kelompok dengan peternak yang bukan anggota kelompok. Faktor sikap anggota kelompok memiliki hubungan nyata (P<0,05) dengan banyaknya sumber informasi yang dimanfaatkan oleh responden. Faktor-faktor lain seperti umur, pendidikan formal, jumlah kepemilikan ternak sapi, persepsi dan sikap masing - masing menunjukkan hubungan yang tidak nyata (P>0,10). Untuk responden bukan anggota kelompok,faktor-faktor yang diduga berhubungan dengan pemakaian sumber informasi ternyata masing - masing memiliki hubungan yang tidak nyata (P>0,10).
KECERNAAN NUTRIEN PAKAN SAPI BALI YANG DIBERI PAKAN BASAL DENGAN BIOSUPLEMENTASI KONSORSIUM BAKTERI KOLON SAPI BALI DAN SAMPAH ORGANIK Mudita I M.; I G. N. Kayana; I W. Wirawan
Jurnal Peternakan Tropika Vol 5 No 3 (2017)
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (333.312 KB)

Abstract

A research has been carried out to increasing feed nutrients digestibility of bali cattle given basal feed with biosupplements bali cattle colon and organic waste bacteria consortium. Three superior inocullants used in this study for production biosupplement SBS12K12, SBS1K12, SBS12K1. This research used a latin square designed four treatments and four observation periods. The treatments were fed basal diet without biosupplement (PS0), fed basal diet with the first superior biosupplement “SBS12K12” (PSB1), fed basal diet with second superior biosupplement “SBS1K12” (PSB2), fed basal diet with third superior biosupplement “SBS12K1” (PSB3). The result research showed that given biosupplement bacteria consortium of bali cattle colon and organic waste (PSB1, PSB2, PSB3) increasing dry matter digestibility (66,19 – 66,64% vs 61,56%), organic matter digestibility (69,24 – 70,13% Vs 65,06%), crude protein digestibility (69,78 – 71,03% Vs 67,95%) and crude fiber digestibility (59,24 – 59,86% Vs 55,05%) of bali cattle fed basal diet based on agriculture waste. It was concluded that fermentation with bacteria consortium from bali cattle colon and organic waste were increased quality of ration based on rumen contents. Key words: fermentation; bacteria consortium; bali cattle colon; organic waste; Ration based on rumen contens