cover
Contact Name
Eny Puspani
Contact Email
jurnaltropika@unud.ac.id
Phone
+62361-222096
Journal Mail Official
jurnaltropika@unud.ac.id
Editorial Address
Fakultas Peternakan Universitas Udayana Kampus UNUD, Bukit Jimbaran Badung, Bali
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Peternakan Tropika
Published by Universitas Udayana
ISSN : jurnaltr     EISSN : 27227286     DOI : https://doi.org/10.24843/JPT
Core Subject : Health,
Jurnal Peternakan Tropika (JPT) was published by the Faculty of Animal Husbandry, Udayana University. Jurnal Peternakan Tropika (JPT) is published regularly, three times a year, in January-April, May-August, and September - December. Jurnal Peternakan Tropika (JPT) summarizes various manuscripts in the field of animal husbandry such as nutrition, production, reproduction, post-harvest (processing and technology) and socio-economic fields of livestock. Open manuscripts for lecturers and researchers related to the field of animal husbandry, and open to S1, S2 and S3 students, by following the rules set by Jurnal Peternakan Tropika (JPT).
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 718 Documents
Hubungan Persepsi dan Kepuasan Konsumen dengan Daya Saing Rumah Makan Babi Guling di Kabupaten Gianyar Hestiani P. T.; I N. Suparta; K. Budaarsa
Jurnal Peternakan Tropika Vol 6 No 3 (2018)
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (383.848 KB)

Abstract

Bali is famous for many types of traditional food, one of which is famous is suckling pig. Since ancient times suckling pig has been used as a means of religious ceremonies. A long with the development of the era and the increase in the number of population not only for ceremonies but many suckling pig that have been consumed by the public. Gianyar and Ubud Subdistricts as one of the mobility and tourism areas that are growing rapidly, seems to provide opportunities for the development of restaurant businesses, especially suckling pig. The purpose of this study is to find out about the relation, preception and satisfication of customer to competitiveness of suckling pig restaurant in Gianyar Regency. This study conducted for 12 weeks at suckling pig restaurant in Gianyar Regency. Election of location determined Purrposive method and election of sampling used Accidental Sampling method. Respondents of this study as many as 80 respondens who consumed suckling pig. Variables observed are perception, satisfication, and competitiveness of suckling pig restaurant. The result of this study showed perception of customer to suckling pig culinary is in high category with 75.73% average. Satisfication of customer to suckling pig culinary is in high category with 76.27% average. Competitiveness of suckling pig restaurant is in high category with 68.52 % average. Relation between perception to competitiveness of suckling pig restaurant has obivious significant (P<0,01). Relation between satisfication to competitiveness suckling pig restaurant has significant (P<0,05). According to the result of this study could be recommended, producers have to understand the standards of consumer needs so that restaurants can provide products that match or exceed consumer needs. Keyword:Perception, satisfication, competitiveness, suckling pig
Persentase Potongan Karkas Broiler Umur 5 Minggu yang Diberi Bubuk Kunyit dalam Air Minum Widnyana B. A.; I P. A. Astawa; N. M. S. Sukmawati
Jurnal Peternakan Tropika Vol 7 No 2 (2019)
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (725.116 KB)

Abstract

ABSTRACT This study aims to determine the effect of giving turmeric powder through drinking water towards the percentage of broiler commercial carcass pieces aged of 5 weeks. The research was executed in a cage owned by Mr. I Ketut Arcana located in Candi Kusuma, Melaya, Jembrana Village for 40 days. The study was carried out using a completely randomize design (CRD) consisting of three treatments, namely: broiler given drinking water without turmeric powder (A), broiler given turmeric powder 0.5g/lt drinking water (B), and broiler given turmeric powder 1g/lt drinking water (C). Each treatment consisted of five replications and each replication used 12 broiler chickens age of 1 week regardless of sex with an average body weight of 179.33 ± 12.56 g. The variables observed were sloughter weight, carcass weight, carcass percentage, and percentage of carcass pieces. After 5 weeks, the result showed that the administration of tumeric powder in drinking water by 0.5g and 1g significalty (P<0.05) increase slaughter weight, carcass weight, and percentage of carcass pieces on breast, but the result of carcass weight in level 0.5g not significalty (P>0,05), then carcass percentage and percentage of carcass pieces of back, thighs, drum stick, and wings not significantly affect (P>0,05). Based on the result of this study it can be concluded that the administration of tumeric powder through drinking water by 1g can increase slaughter weight, carcass weight, and percentage of carcass pieces on breast, but not effect on carcass percentage and of carcass pieces of back, thighs, drum stick, and wings of broiler 5 weeks. Keywords: turmeric powder, broiler chicken, percentage commercial carcass pieces.
PENGARUH PENAMBAHAN SEKAM PADI PADA RANSUM YANG MENGANDUNG LIMBAH HOTEL TERHADAP BERAT ORGAN DALAM BABI LANDRACE PERSILAN I Wayan Tirta Merta; I. Nyoman Tirta Merta; Luh Gede Sumardani
Jurnal Peternakan Tropika Vol 2 No 1 (2014)
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (122.084 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan sekam padi sebagai sumber serat dalam ransum yang mengandung limbah hotel terhadap persentase berat organ dalam babi landrace persilangan. Babi yang digunakan adalah babi persilangan Landrace x Yorkshire jantan kastrasi 24 ekor dengan umur 2 bulan dan berat badan 26,15±0,73 kg. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 pelakuan dan 6 ulangan. Perlakuan ransum tanpa sekam padi (R0), ransum mengandung 10% sekam padi (R1), ransum mengandung 20% sekam padi (R2) dan ransum mengandung 30% sekam padi (R3). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian sekam padi dalam ransum yang mengandung limbah hotel berpengaruh nyata (P<0,05)  terhadap persentase berat empedu, saluran pencernaan bersih, lambung, sekum dan usus besar. Persentase empedu ternak babi pada perlakuan R3 lebih tinggi (P<0,05) dari pada R2, R1 dan R0 secara berurutan sebesar 7%, 43%, dan 43%. Persentase saluran pencernaan bersih ternak babi pada perlakuan R0 lebih rendah (P<0,05) dari pada R1, R2 dan R3 secara berurutan sebesar 21,12%, 17,72% dan 22,25%. Persentase lambung ternak babi pada perlakuan R3 lebih tinggi (P<0,05) dari pada R0, R2 dan R1 secara berurutan sebesar 38,26%, 6,14% dan 15,22%. Persentase sekum ternak babi pada perlakuan R3 lebih tinggi (P<0,05)  dari pada R0, R2 dan R1 secara berurutan sebesar 26,76%, 9,31% dan 11,11%. Persentase usus besar ternak babi pada perlakuan R0 lebih rendah (P<0,05) dari  pada R2, R3 dan R1 secara berurutan sebesar 26,59%, 36,69% dan 38,19%. Berdasarkan hasil penelitian ini maka dapat disimpulkan bahwa penggunaan sekam padi dalam ransum yang mengandung limbah hotel berpengaruh nyata terhadap berat empedu, saluran pencernaan bersih, lambung, sekum dan usus besar.
PENGARUH PEMBERIAN KADAR AIR BERBEDA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI HIJAUAN TANAMAN Indigofera zollingeriana Ranti M.A.D; N.N Suryani; I K.M Budiasa
Jurnal Peternakan Tropika Vol 5 No 1 (2017)
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (804.645 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar air yang sesuai untuk pertumbuhan tanaman dan produksi hijauan tanaman Indigofera zollingeriana. Penelitian di laksanakan selama 15 minggu di Rumah Kaca Stasiun Penelitian Fakultas Peternakan Universitas Udayana, Jalan Raya Sesetan, Gang Markisa Denpasar. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima perlakuan yaitu : 100%, 90%, 80%, 70%, dan 60% dari kapasitas lapang dengan lima kali ulangan. Hasil penelitian menunjukkan tinggi tanaman dan jumlah daun nyata (P<0,05) tertinggi pada pemberian kadar air 100% dari kapasitas lapang yaitu masing-masing 58,80 cm dan 13,80 helai. Demikian juga halnya dengan berat daun, berat batang, berat akar dan berat total hijauan nyata (P<0,05) tertinggi pada pemberian kadar air 100% dibanding perlakuan lainnya, yaitu masing-masing : 10,58% ; 6,82% : 8,04% dan 17,40%. Nisbah berat kering daun dengan batang pada pemberian kadar air 100%, 90% dan 80% tidak menyatakan perbedaan yang nyata (P<0,05) pada pemberian kadar air 70%yaitu 7,74% nyata lebih rendah (P<0,05) dibanding perlakuan A1. Nisbah berat kering total hijauan dengan akar juga nyata terendah (P<0,05) pada perlakuan A4 dibanding A1 yaitu sebesar 10,13%. Pada pemberian kadar air 60%, tidak menyebabkan adanya pertumbuhan maupun produksi.
ANALISIS KELAYAKAN FINANSIAL USAHA PERBIBITAN SAPI BALI DENGAN MENERAPKAN SISTEM INTEGRASI TANAMAN-TERNAK RUSTIANAWATI D. A. C.,; I W. SUKANATA; B. R. T. PUTRI
Jurnal Peternakan Tropika Vol 3 No 3 (2015)
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (363.197 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan finansial, skala pemeliharaan induk dan tingkat harga penjualan pedet yang menguntungkan pada usaha perbibitan sapi bali dengan menerapkan sistem integrasi tanaman-ternak. Penelitian dilaksanakan pada Kelompok Tani Ternak “Mekar Tani” di Desa Kusamba, Kabupaten Klungkung. Waktu penelitian dilakukan selama empat bulan yaitu dari bulan Februari sampai Juni 2015. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan sekunder. Kelayakan finansial usaha ditentukan berdasarkan analisis kriteria investasi, analisis Pay Back Period dan Break Event Point. Analisis sensitivitas dilakukan untuk mengetahui skala pemeliharaan induk dan tingkat harga yang menguntungkan bagi peternak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, berdasarkan biaya tunai, perbibitan sapi bali tersebut layak secara finansial, dengan NPV positif sebesar Rp 167.336.147,.-, IRR 22%, Net B/C 1,50, PBP 5,01 tahun dan BEP 7,02 tahun. Analisis sensitivitas menunjukkan bahwa jumlah pemeliharaan induk yang menguntungkan pada usaha perbibitan sapi tersebut adalah lebih dari 28 ekor atau harga rata-rata pedet adalah di atas Rp 2.845.921 per ekor (jantan seharga Rp 4.245.921 per ekor dan betina seharga Rp 1.245.921 per ekor). Sedangkan berdasarkan biaya total, usaha perbibitan tersebut tidak layak untuk dijalankan yang ditunjukkan oleh nilai NPV negatif sebesar -Rp 605.510.229,.-
PENGARUH PEMBERIAN PROBIOTIK SACCHAROMYCES Spp. Gb-7 DAN Gb-9 DALAM RANSUM TERHADAP PRODUKSI TELUR AYAM LOHMANN BROWN UMUR 40-48 MINGGU Sujana I K.; D. P. M. A. Candrawati; I G. N. G. Bidura
Jurnal Peternakan Tropika Vol 6 No 2 (2018): May - August 2018
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (357.95 KB)

Abstract

This research was carried out to determine the effect of giving probiotics 0.3% Saccharomyces spp. Gb-7 and Gb-9 in rations on chicken egg production Lohmann Brown phase age 40-48 weeks. This research was carried out by farmers in Dajan Peken Village, Tabanan for 2 months. The design used in this study was Completely Randomized Design (CDR) with three treatments and six replications. The third treatments were chicken giving rations without probiotics as control (A); chickens given ration with the probiotic Saccharomyces spp. Gb-7 0.3% (B); and chickens given ration with the probiotic Saccharomyces spp. Gb-9 0.3% (C). The variables observed in this research were ration consumption, drinking water consumption, total egg weight, total number of eggs and FCR. The results showed chickens given ration with probiotics Saccharomyces spp. Gb-7 and Gb-9 that total egg weight and FCR chickens given probiotics Saccharomyces spp. Gb-7 and Gb-9 each had a significant (P<0.05) but on ration consumption, drink water consumption, and the number of eggs each had a non significant (P>0.05). From the results of this research it can be concluded that the granting of 0.3% of the probiotic Saccharomyces spp. Gb-7 and Gb-9 in ration Lohmann Brown can provide significant influence to the total weight of the egg and the FCR had non significant influence towards the consumption of rations, drinking water consumption, and the total number of eggs Lohmann Brown age 40-48 weeks. Keywords: Egg production, Lohmann Brown, Probiotics, Saccharomyces spp.
Pengaruh Pemberian Pakan Tambahan Sente (Homalomena cordata scoot ) terhadap Penampilan Babi Peranakan Duroc Yusadana P.; K. Budaarsa; I G. Mahardika
Jurnal Peternakan Tropika Vol 7 No 2 (2019)
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (594.003 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan sente ( Homalomena Cordata Scoot) dalam ransum terhadap penampilan babi ras. Penelitian dilaksanakan selama 3 bulan dipeternakan babi ras di Banjar Delodceking, Desa Lumbung Kauh, Kecamatan Selemadeg Barat, Kabupaten Tabanan. Rancangan yang digunakan rancangan acak kelompok (RAK) yang terdiri 4 perlakuan 4 kelompok sebagai ulangan. Perlakuan yang diberikan sebanyak empat yaitu ransum komersial (konsentrat+dedak padi) tanpa sente (A) sebagai kontrol, ransum komersial (konsentrat+sente) 2% ditambah dengan sente (B), ransum komersial (konsentrat+sente) 4% ditambah dengan sente (C), ransum komersial (konsentrat+dedak padi) 6% ditambah dengan sente (D). Variabel yang diamati meliputi berat badan awal, berat badan akhir, pertambahan berat badan, konsumsi ransum, FCR dan harga ransum per 1 kg PBB. Data yang diperoleh dianalisis dengan analisis sidik ragam, apabila terdapat hasil berbeda nyata (P<0,05) maka dilanjutkan dengan uji jarak berganda Duncans. Hasil penelitian menunjukan bahwa penambahan ransum komersial dengan sente sampai level 6% memberikan pengaruh yang tidak nyata terhadap performa babi ras, tetapi mampu menurun biaya ransum. Babi yang dipelihara dengan pemberian ransum komersial dengan penambahan 6% sente memiliki nilai ekonomis yang lebih rendah dibandingkan dengan ransum kontrol. Kata kunci : Ransum komersial, Sente ( Homalomena Cordata Scoot), Babi Peranakan Duroc
KARKAS KELINCI LOKAL (Lepus negricollis) YANG DIBERI RANSUMDENGAN IMBANGAN ENERGI DAN PROTEIN BERBEDAYANG DIPELIHARA PADA KANDANG UNDERGROUND SHELTER Adhitya R.P; Nuriyasa IM.; Candrawati D.P.M.A
Jurnal Peternakan Tropika Vol 3 No 1 (2015)
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (377.974 KB)

Abstract

Penelitian ini telah dilakukan selama 12 minggu, bertujuan untuk mengetahui karkas kelinci yang diberi ransum dengan imbangan energi dan protein dan berbeda. Kelinci yang digunakan adalah kelinci jantan lokal umur 5 minggu sebanyak 20 ekor dengan berat 189,25 ± 1,54 g. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan empat perlakuan, tiap perlakuan diulang lima kali dan tiap unit menggunakan satu ekor kelinci. Penelitian ini menggunakan 4 perlakuan yaitu imbangan energi protein (R) yang terdiri dari ransum dengan imbangan energi protein 156,88 (R1), imbangan energi protein 154,97 (R2), imbangan energi protein 153,05 (R3) dan imbangan energi protein 151,44 (R4).Variabel yang diamati adalah variabel berat potong, berat karkas, presentase karkas, berat recahan karkas, serta komposisi fisik karkas. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perlakuan ransum R3 menyebabkan berat potong dan berat karkas lebih tinggi (P<0,05) daripada R1, R2 dan R4. Presentase karkas pada ransum R1 lebih rendah (P<0,05) daripada R2, R3 dan R4. Presentase recahan karkas berbeda tidak nyata (P>0,05) diantara perlakuan ransum dengan imbangan energi dan protein berbeda, sedangkan presentase daging yang diberi perlakuan ransum R3 lebih tinggi (P<0,05) daripada R1, R2, dan R4. Presentase tulang pada R3 lebih rendah (P<0,05) daripada R1, R2, dan R4. Presentase lemak pada perlakuan R1, R2, R3 dan R4 memberikan perbedaan tidak nyata (P>0,05). Berdasarkan hasil penelitian ini maka dapat disimpulkan bahwa ransum dengan energi termetabolis 2603 kkal/kg dan CP 17% dengan imbangan energi protein 153,05 (R3) menghasilkan karkas yang lebih tinggi daripada perlakuan ransum dengan energi termetabolis 2801 kkal/kg dan CP 18,5% dengan imbangan energi protein 151,44 (R4), ransum dengan energi termetabolis 2402 kkal/kg dan CP 15,5% dengan imbangan energi protein 154,97 (R2), ransum dengan energi termetabolis 2201 dan CP 14% dengan imbangan energi protein 156,88 (R1).
PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK AIR DAUN MENGKUDU (Morinda citrifolia) MELALUI AIR MINUM TERHADAP KULITAS FISIK TELUR AYAM LOHMANN BROWN UMUR 22-30 MINGGU Suarjana I P.; N. W. Siti; I G. N. G. Bidura
Jurnal Peternakan Tropika Vol 6 No 1 (2018): Vol. 6 No. 1 (2018)
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (373.862 KB)

Abstract

This study aim to find out the effect of Morinda citrifolia extract on drinking water on physical quality of egg in Lohmann Brown layer hen aged 22-30 weeks. This study was conducted at chicken sheds own by farmers in Dajan Peken village, Tabanan Subdistrict, Tabanan District for three (3) months. Completely Randomized Design (CRD) was used with three treatments. Eack treatment was repeated 6 times using 36 Lohmann Brown chickens. Those chicken wos rised in 16 units battery type of shed. Treatments given were drink water without mengkudu water exstract as a control (A), treatment B was drink water units 2% mengkudu water extract and treatment C was drink water with 4% mengkudu water exstract. Variabels observed in this study were egg weight, white eggs percentage to egg weight, egg yolks percentage, and skin percentage. This study showed that egg weight of treatments B and C was significantly weigher (P<0,05) than control (A). White egg percentage of treatment B and C, on the another hand, was lighter compare to control (A). It was concluded that additional of (Morinda citrifolia) water extract was abled to increase eggs weight, egg yolks percentage and skin percentage of the eggs, however reduce eggs white percentage age. Keywords :Morinda citrifolia, egg qulity, Lohmann Brown
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TINGKAT ADOPSI SAPTA USAHA PETERNAKAN BABI KEMITRAAN PT. CHAROEN PHOKPHAND DI BALI Suryawan I G.M.; Suarta G.; Inggriati N W.T.
Jurnal Peternakan Tropika Vol 4 No 3 (2016)
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (603.035 KB)

Abstract

Penelitian yang bertujuan untuk mengetahui tingkat adopsi sapta usaha peternakan babi pada peternak pola kemitraan PT. Charoen Phokphand di Bali telah dilaksanakan selama 3 bulan yang diharapkan dapat memberikan informasi dan masukan/saran bagi instansi terkait dalam memberikan pembinaan dan penyuluhan kepada peternak kemitraan sehingga tujuan dari suatu peternakan babi dapat tercapai secara efektif. Responden pada penelitian ini adalah peternakan babi yang menjalin kerjasama kemitraan dengan PT. Charoen Phokphand di Bali yang tersebar di Kabupaten Tabanan, Badung, Gianyar dan Bangli. Pengambilan data responden dilakukan secara sensus yaitu dengan mengambil seluruh populasi, yaitu sebanyak 24 orang peternak. Variabel yang diamati untuk mengetahui tingkat adopsi sapta usaha peternakan babi kemitraan PT. Charoen Phokphand adalah tingkat sikap, umur, pengetahuan, intensitas penyuluhan, tingkat pendapatan, pendidikan, kepemilikan ternak, dan luas lahan. Data yang digunakan berupa data primer dan data sekunder. Adapun pengukuran variabel menggunakan skala jenjang 5. Untuk mengetahui hubungan faktor digunakan metode Koefisien Korelasi Jenjang Spearman. Hasil penelitian menunjukkan faktor kepemilikan tenak berhubungan nyata dengan tingkat adopsi teknologi sapta usaha pada ternak babi kemitraan PT. Charoen Phokphand, sedangkan faktor lainnya seperti umur, sikap, pengetahuan, intensitas penyuluhan, pendapatan, tingkat pendidikan dan luas lahan memiliki hubungan tidak nyata dengan tingkat adopsi sapta usaha pada peternakan babi kemitraan PT. Charoen Phokphand. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa tingkat adopsi sapta usaha peternakan babi kemitraan PT. Charoen Phokphand hanya dipengaruhi oleh jumlah kepemilikan ternak.