cover
Contact Name
Eny Puspani
Contact Email
jurnaltropika@unud.ac.id
Phone
+62361-222096
Journal Mail Official
jurnaltropika@unud.ac.id
Editorial Address
Fakultas Peternakan Universitas Udayana Kampus UNUD, Bukit Jimbaran Badung, Bali
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Peternakan Tropika
Published by Universitas Udayana
ISSN : jurnaltr     EISSN : 27227286     DOI : https://doi.org/10.24843/JPT
Core Subject : Health,
Jurnal Peternakan Tropika (JPT) was published by the Faculty of Animal Husbandry, Udayana University. Jurnal Peternakan Tropika (JPT) is published regularly, three times a year, in January-April, May-August, and September - December. Jurnal Peternakan Tropika (JPT) summarizes various manuscripts in the field of animal husbandry such as nutrition, production, reproduction, post-harvest (processing and technology) and socio-economic fields of livestock. Open manuscripts for lecturers and researchers related to the field of animal husbandry, and open to S1, S2 and S3 students, by following the rules set by Jurnal Peternakan Tropika (JPT).
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 718 Documents
Seroprevalensi dan Deteksi Antigen Virus Newcastle Disease (ND) Pada Ayam Buras di Kecamatan Lembar, Kabupaten Lombok Barat Hamdani Y.; G. A. Y. Kencana
Jurnal Peternakan Tropika Vol 6 No 1 (2018): Vol. 6 No. 1 (2018)
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (434.91 KB)

Abstract

This study to determine seroprevalence of newcastle disease (ND) virus and detection of antigen on domestic chicken in district lembar, west lombok regency. A total of 6 (six) villages, serve as research sites namely Labuan Tereng Village, Lembar Selatan Village, Lembar Village, Jembatan Kembar Village, East Jembatan Kembar Village, and Nyiur Lembang Village. The samples were sera cloaca swab and tracheal swab taken by simple random sampling. A total of 150 poultry chickens each were taken sera, cloaca swab, and tracheal swab so that the number of samples to 150 sera samples, 150 samples of cloaca swabs, and 150 tracheal samples. Sera was examined by serological test of haemagglutination inhibition (HI) test while antigen detection was performed by hemagglutination (HA) test followed by Reverse Transcriptase Polymrase Chain Reaction (RT-PCR) test. Serology test results from 150 sera samples showed as many as 50 sera samples (33%) positive ND with titer of 22-29 HI units. While the antigen test results from 15 pooled samples showed as many as four positive samples of HA test and RT-PCR test showed a positive four samples with 380bp base length. It is concluded that ND virus infections have occurred in dstrict Lembar, West Lombok regency which hasbeen officially not yet reported. Keywords: Seroprevalence, antigen detection, Newcastle Disease, domestic chicken, West Lombok.
PENGARUH ADITIF JUS DAUN PEPAYA YANG DIFERMENTASI DALAM RANSUM TERHADAP OFFAL EKSTERNAL AYAM KAMPUNG Hariyuda I G.P.A.; Siti N W.; Ardika I N.
Jurnal Peternakan Tropika Vol 4 No 3 (2016)
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (389.224 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berat offal eksternal ayam kampung yang diberi ransum mengandung jus daun pepaya yang difermentasi. Ayam yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebanyak 80 ekor ayam kampung unsexing umur empat  minggu dengan berat badan awal 104,99±34,70 g. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan empat perlakuan dan empat kelompok sebagai ulangan sehingga terdapat 16 unit percobaan. Keempat perlakuan tersebut adalah: A = 70% ransum komersial + 30% dedak jagung sebagai kontrol, B = ransum A + 8% jus daun pepaya yang difermentasi, C = ransum A + 12% jus daun pepaya yang difermentasi, dan D = ransum A + 16% jus daun pepaya yang difermentasi. Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah berat kepala, bulu, darah dan kaki. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berat kepala, bulu dan darah cenderung meningkat seiring dengan meningkatnya level jus daun pepaya yang difermentasi namun secara statistik berbeda tidak nyata (P>0,05). Berat kaki pada perlakuan D nyata (P<0,05) lebih tinggi dibandingkan kontrol. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemberian 16% dari jus daun pepaya yang difermentsi dapat meningkat berat kaki ayam kampung.
KELAYAKAN FINANSIAL USAHAPETERNAKAN AYAM RAS PETELUR ISA BROWN (Studi Kasus pada UD. Aditya di Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan, Bali) Widiastra Km.; I W. Sukanata; B. R. T. Putri
Jurnal Peternakan Tropika Vol 7 No 1 (2019): Vol. 7 Isssues 1 (2019)
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (693.718 KB)

Abstract

The study aims to determine financial feasibility and Break Even Point of laying chicken farm business was carry outfrom June 2018 to July 2018 at UD. Aditya located in Penebel District, Tabanan Regency, Bali Province. The data used are primary and secondary data was analyzed with analysis of investment criteria Pay Back Period, Break Even Point¸ and sensitivity analysis.This study indicated that laying chicken farm business resulted in NPV 1,943,774,054.91, IRR 19.7%, and Net B / C 1.34.Pay Back Periodwas achieved in time of 1.85 years whileBreak Even Pointwas achieved in time of 7.92 years, Break Even Pointegg production can be achieved when the amount of production 3,102,537.02 eggs/year, or when the price of eggs Rp. 1.191.28/egg.Laying chicken farm business is sensitive to the increase of feed price which was equal to 14.47% and very sensitive to the decrease in egg price by 8.36%. It can be concluded that the laying chicken Isa Brown farm owned by UD. Aditya was financially feasibled. Keywords: laying chicken, financial feasibility, investment criteria, sensitivity
Edible Offals Broiler yang Diberi Bubuk Kunyit Setiawan I P. D. W.; I P. A. Astawa; N W. Siti
Jurnal Peternakan Tropika Vol 7 No 3 (2019): Issue 7 No. 3 - 2019
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (622.127 KB) | DOI: 10.24843/ejpt.2019.v07.i03.p012

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian bubuk kunyit terhadap Edible Offals broiler.Penelitian dilaksanakan selama 40 hari dengan materi broiler fase starter. Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan yang diberikan adalah P0 (tanpa diberikan bubuk kunyit pada air minum), P1 (pemberian bubuk kunyit sebanyak 0,5g /liter air minum), dan P2 (pemberian bubuk kunyit sebanyak 1g/liter air minum). Variabel yang diamati adalah persentase kepala, persentase ceker, persentase hati, persentase jantung, persentase rampela, dan persentase usus halus. Data dianalisis dengan sidik ragam, apabila diantara perlakuan terdapat perbedaan yang nyata (P<0,05), maka dilanjutkan dengan uji jarak berganda Duncan’s. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian bubuk kunyit melalui air minum dengan level 0,5g, dan 1g tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap persentase kepala, persentase ceker, persentase hati, persentase jantung, persentase rampela, dan persentase usus halus. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa pemberian bubuk kunyit sebanyak 0,5g - 1g/1 liter melalui air minum tidak berpengaruh terhadap edible offals broiler (persentase kepala, ceker, hati, jantung, rampela, dan usus halus). Kata kunci : Kunyit, Edible Offals, Broiler
KECERNAAN BAHAN KERING DAN NUTRIEN RANSUM WAFER LIMBAH PERTANIAN TERFERMENTASI OLEH INOKULAN MENGANDUNG CAIRAN RUMEN DAN RAYAP (Termites) PADA KAMBING PERANAKAN ETAWAH Okariyadi I.D.K; Cakra I.G.L.O; Mudita IM.
Jurnal Peternakan Tropika Vol 2 No 2 (2014): Elektronikal Jurnal Ilmu Peternakan tropis
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (248.01 KB)

Abstract

Penelitian yang bertujuan untuk mengetahui kecernaan bahan kering dan nutrien  ransum wafer limbah pertanian terfermentasi oleh inokulan mengandung cairan rumen dan rayap (Termites) pada kambing peranakan etawah telah dilaksanakan di stasiun penelitian Fakultas peternakan Universitas Udayana Bukit Jimbaran, Badung selama 2,5 bulan yaitu dari tanggal 2 September 2011 s/d 21 Oktober 2011. Sedangkan penelitian analisis proksimat dan energi wafer ransum dan feses dilaksanakan di Laboratorium Nutrisi Ternak Fakultas Peternakan Universitas Udayana Denpasar selama  1 bulan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan, perlakuan yang diberikan adalah WF1 (wafer ransum terfermentasi inokulan dari kombinasi 10% cairan rumen dan 0,1% rayap), WF2 (wafer ransum terfermentasi inokulan dari kombinasi 20% cairan rumen dan 0,1% rayap), WF3 (wafer ransum terfermentasi inokulan dari kombinasi 10% cairan rumen dan 0,2% rayap), dan WF4 (wafer ransum terfermentasi inokulan dari kombinasi 20% cairan rumen dan 0,2% rayap). Peubah yang diamati adalah jumlah bahan kering dan nutrien ransum tercerna ( bahan organik tercerna, protein kasar tercerna, serat kasar tercerna, dan energi tercerna) serta kecernaan bahan kering dan nutrien ransum (bahan organik, protein kasar, serat kasar, dan energi). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terjadi perbedaan yang nyata (P>0,05) diantara perlakuan baik terhadap jumlah bahan kering dan nutrien tercerna maupun kecernaan bahan kering dan nutrien ransum. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemberian wafer ransum limbah pertanian terfermentasi inokulan yang mengandung cairan rumen dan rayap (Termites) dalam aras berbeda tidak berpengaruh terhadap kecernaan bahan kering dan nutrien ransum pada kambing peranakan etawah.
PROSES PEMBUATAN BABI GULING DAN ANALISIS FINANSIAL DENGAN BAHAN BAKU BABI BALI (Studi Kasus pada Perusahaan Babi Guling Babi Bali milik Made Sunaka) Sastrawan P. K. P. N; K. Budaarsa; I G. Mahardika
Jurnal Peternakan Tropika Vol 5 No 2 (2017)
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (460.052 KB)

Abstract

283 This study aimed to to determine the process of making suckling pig made from raw bali pig and composition of spices. This research was conducted at the company of suckling pig made from raw the bali pig owned by Made Sunaka which is located in Banjar Pegending, Dalung Village, North Kuta District. The research conducted for 2 months that is from July until August 2016. The data used in this research is primary data which analyzed descriptively and financial analysis can be determined based on earnings analysis and R/C ratio. The research, the process of making suckling pig the bali pigs include the process of slaughtering, cleaning the epidermis skin, spawning the internal organs, piercing the pig with a rolling tool, tying the mouth and all four legs, filling the spice in pork belly and young water coconut. Next the pigs are lifted and placed on the pig's place with the pig's position beside the embers as they rotate the rolling tool. The color of pig bolsters from white to reddish brown looks soft pork bolsters are ripe. Suckling pigremoved from the next roll is done the packaging process. Spice ingredients used to make suckling pig made from raw bali pigis complete seasoning which consists of 18 types of spices ingredients typical of Bali. Seasoning ingredients consist of onion, garlic, turmeric, greater galingale, galangale, chili, ginger, pecan, nutmeg, (Piper retrofactum), pepper, lemongrass, coconut oil, Acoroscalamus, coriander and salt. The value of shrinkage of pigs bali after becoming pig bolster is the greater the weight of pig bolsters the smaller the shrinkage. Financial analysis of the suckling pig bolsters business owned by Made Sunaka show the total cost for 2 months is Rp 88.249.553. Total revenue Rp 96.950.000, profit earned Rp 8.700.447 and R/C ratio that is 1.10. The results of financial analysis show that the effort of suckling pig owned by Made Sunaka is feasible to run.
NILAI ORGANOLEPTIK KEFIR HASIL FORTIFIKASI UBI UNGU PADA PROSES FERMENTASI SUSU SELAMA PENYIMPANAN Yanti N K.A.W.P; Lindawati S.A; Miwada I N.S
Jurnal Peternakan Tropika Vol 4 No 1 (2016)
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (401.552 KB)

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengidentifikasi respon panelis terhadap kefir yang difortifikasi tepung ubi ungu dengan konsentrasi 4% serta menentukan waktu simpan terbaik melalui respon panelis dari segi warna, aroma, kekentalan, citarasa, dan penerimaan keseluruhan. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan (0, 1, 3, 5 dan 7 hari) lama penyimpanan dan 24 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lama penyimpanan 0-7 hari berbeda tidak nyata (P>0,05) terhadap  warna, aroma, citarasa dan penerimaan keseluruhan. Skor nilai warna 4,04 (suka) sampai 3,54 (suka), skor nilai aroma 3,25 (biasa) sampai 3,75 (suka), skor nilai citarasa 4,17 (suka) sampai 3,50 (suka) dan skor nilai penerimaan keseluruhan 4,12 (suka) sampai 3,62  (suka). Namun lama penyimpanan berbeda nyata (P<0,05) terhadap kualitas kefir ubi ungu ditinjau dari segi kekentalan dengan skor nilai 3,96 (suka) sampai 3,25 (biasa). Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa kefir dengan fortifikasi tepung ubi ungu  4% selama penyimpanan 0 sampai 7 hari secara organoleptik (warna, aroma, citarasa dan penerimaan keseluruhan) disukai oleh panelis dengan skor nilai berturut turut 4,04 (suka), 3,75 (suka) 4,17 (suka), 4,12 (suka) dan nilai organoleptik kefir ubi ungu terhadap tingkat kesukaan kekentalan tertinggi pada masa simpan 0 hari dengan skor nilai 3,96 (suka).
Pengaruh Lama Thawing pada Uji Kualitas Semen Beku Sapi Bali Produksi UPT BIBD Baturiti Sebelum Didistribusikan Adnyani N. L. A.; N. L. G. Sumardani; N. P. Sarini
Jurnal Peternakan Tropika Vol 6 No 3 (2018)
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (398.07 KB)

Abstract

Frozen semen quality test before distribution was very important. The purpose of this study was to find out the effect of the length thawing time of bali cattle’s frozen semen produced by UPT BIBD Baturiti at quality test before distribution. This study was carried out at UPT BIBD Baturiti Laboratory, Baturiti village, Baturiti district, Tabanan Regencyfor four weeks. It was designed using Completely Randomized Design (CRD) with 4 treatments and 3 repetitions hence there was 12 experimental units. Those treatments were 4 thawing times, which were 15 second (A), 30 second (B), 45 second (C) and 60 second (D). Variable observered were sperm motility, sperm concentration, life sperm percentage and sperm abnormality. The result showed that the length thawing time gave very significant effect (P<0,01) to sperm motility and significant effect (P<0,05) to life sperm percentage. On the contrary to sperm concentration and sperm abnormality. Therefore it can be concluded that the best quality of frozen semen of bali catlle that was thawed for 30 seconds in 37ºC temperature. Meanwhilethawing for 45 seconds was abled to maintain the quality fozen semen bali catlle. Keywords: thawing, test quality, frozen semen, bali cattle’s.
cover-B.depan eJPT 7(2) 2019 Tim Redaksi eJPT
Jurnal Peternakan Tropika Vol 7 No 2 (2019)
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1621.649 KB)

Abstract

PENGARUH PENGGANTIAN RANSUM KOMERSIAL DENGAN TEPUNG LIMBAH KECAMBAH KACANG HIJAU DIFERMENTASI TERHADAP KOMPOSISI FISIK KARKAS ITIK BALI JANTAN Wiyardana I P. G.; N. W. Siti; N. M. S. Sukmawati
Jurnal Peternakan Tropika Vol 8 No 2 (2020): Vol. 8 No. 2 Tahun 2020
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (319.857 KB) | DOI: 10.24843/JPT.2020.v08.i02.p16

Abstract

Penelitian yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggantian ransum komersial dengan tepung limbah kecambah kacang hijau difermentasi terhadap komposisi fisik karkas itik bali jantan umur 8 minggu telah dilaksanakan di Farm Fakultas Peternakan Universitas Udayana di Jl. Raya Sesetan Gang Markisa No. 5, Denpasar, Bali. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 3 perlakuan dan 5 kali ulangan. Setiap ulangan menggunakan 3 ekor itik bali jantan, sehingga total itik yang digunakan seluruhnya adalah 45 ekor dengan kisaran berat badan rata-rata 43,8 g ± 0,96 g. Perlakuan tersebut yaitu: P0 (ransum komersial 100%), P1 (penggantian 12,5% ransum komersial dengan tepung limbah kecambah kacang hijau difermentasi) dan P2 (penggantian 25% ransum komersial dengan tepung limbah kecambah kacang hijau difermentasi). Variabel yang diamati adalah berat potong, berat karkas, persentase karkas, komposisi fisik karkas (persentase daging, tulang dan lemak subkutan termasuk kulit). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggantian 12,5% dan 25% ransum komersial dengan tepung limbah kecambah kacang hijau difermentasi berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap berat potong, berat karkas, persentase karkas, komposisi fisik karkas. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penggantian ransum komersial dengan tepung limbah kecambah kacang hijau yang difermentasi sampai level 25% tidak berpengaruh terhadap komposisi fisik karkas itik bali jantan umur 8 minggu. Kata kunci: Itik bali jantan, tepung limbah kecambah kacang hijau difermentasi, komposisi fisik karkas, ransum komersial