Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Pelatihan Manajemen Konten Promosi pada Media Sosial untuk Peningkatan Brand Produk Home-Industry Purbiyanti, Emi; Ritonga, Utan Sahiro; Yunita; Putri, Nurilla Elysa; Sulastri, Merna Ayu
Jurnal Pengabdian Tri Bhakti Vol 6 No 2 (2024): Jurnal Pengabdian Tri Bhakti
Publisher : Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Langlangbuana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70825/jptb.v6i2.2291

Abstract

The implementation of community service aims to empower community through increased capabilities and independence. By utilizing science and technology, hoped that community can find social, economic, and environmental problem solutions. In digital era, important for stakeholders to provide knowledge about digital platforms use such as social media for marketing. Indonesia with more than 204.7 million internet users, shows great potential utilizing online marketing. Through counselling and training, community can learn to manage promotional content effectively includes Effectiveness of Posting Time, Content Elements, Hashtag Use, Promotional content types, Promotional content planning, Promotional content topics, Copywriting Functions, and Artificial Intelligent (AI) Applications Use in Copywriting. Community service activity which was attended by 25 members of Burai Village Tourism Awareness group with senior high school education as majority levels is potential Human Resource to support village economic development. Evaluation results to participants showed 80% increase in ability to several aspects such as choosing most effective posting time, choosing video content as most responsive content element, efficiency in using number of hashtags, choosing video as most effective promotional content, and scheduled content planning. However, there are still some aspects that need to be improved, especially to selection promotional content topics, understanding copywriting function, and use AI applications to support copywriting, which achieved increase in ability of 50% of total participants. This indicates that there is still need for more intensive training programs in terms of frequency and quality training to improve promotional content management competencies that reach more social media user responses.
a The Relation Between The Availability of Farmer Households Staple Food and Farmers’ Mental Health in Lebak Pering Village South Pemulutan District Ogan Ilir Regency: Hubungan Ketersediaan Pangan Pokok Rumah Tangga Petani Terhadap Kesehatan Mental Petani Di Desa Lebak Pering Kecamatan Pemulutan Selatan Kabupaten Ogan Ilir Nurilla Elysa Putri; Lismawati, Yesi
Sriwijaya Journal of Agribusiness and Biometrics in Agriculture Research Vol. 4 No. 2 (2024): Volume 4 Nomor 2 (2024) : Juli 2024 - Desember 2024
Publisher : Departement of Socio-Economic Agricuture, Faculty of Agriculture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5713/srijab.v4i2.81

Abstract

Farmer profession with a job perspective that has a low income. Economic problems increase the probability that farmers will experience health problems, whether physical, psychological or mental, thus affecting the farmer's emotional condition. Researchers are interested in examining the impact of the availability of staple food for farming households in Lebak Pering Village as a priority food insecure village on the mental health conditions of farmers as the main profession in the village. The purpose of this research are: (1) To describe the condition of the availability of farmer hosehold staple food in Lebak Pering Village, Pemulutan District, (2) Knowing condition of farmers’ mental health problems in Lebak Pering Village, South Pemulutan District, (3) To know the relationship between the availability of farmer household staple food to farmers’ mental health at Lebak Pering Village, South Pemulutan District. This research conducted in Lebak Pering Village, South Pemulutan District, Ogan Ilir Regency. This location was selected purposively which consider as a priority area of food insecurity. The data which collected was carried out from desember 2021 to February 2022. The research method used is survey method and the sampling method used is simple random sampling which is 30 samples considered homogeneous as a farmers using rainfed system with land area less than 3 hectares and including as the third priority area of food insecurity. The results of this research are: (1) Staple food availability of farmer household as a low availability category about 60% with average 906 kilograms per capita per year, (2) The mental health problems condition of farmers includes as a high category about 70,60, (3) There is correlation between food availability and selfvalue of farmer. However, there is no direct correlation between food availability and anxiety, pressure and interpersonal relationship of farmers at Lebak Pering Village.
Penggunaan Sosial Media untuk Pemasaran Produk UMKM Di Desa Burai Erni Purbiyanti; Trisna Wahyu Swasdiningrum Putri; Nurilla Elysa Putri; Yunita , Yunita; Utan Sahiro Ritonga; Merna Ayu Sulastri; Serly Novitasari; M. Andri Zuliansyah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia (JPMI) Vol. 2 No. 2 (2024): Desember
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jpmi.v2i2.2710

Abstract

Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan terkait penggunaan sosial media untuk pemasaran produk UMKM di Desa Burai. Instrumen yang digunakan dalam pengabdian ini adalah pengisian kuesioner pre-test dan post-test kepada anggota kelompok sadar wisata yang berjumlah 25 orang. Metode pelaksanaan dilakukan dengan kegiatan penyuluhan, pelatihan, dan pendampingan. Pengolahan data dilakukan dengan skala likert (skor 1-5). Penyuluhan mengenai sosial media dalam kegiatan pemasaran bertujuan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat di Desa Burai. Berdasarkan hasil perbandingan, terdapat indikator yang tidak terlalu meningkat secara signifikan. Salah satu faktor yang mempengaruhi adalah kurangnya pemahaman terhadap materi yang ada. Namun secara keseluruhan, setelah dilakukan penyuluhan terkait penggunaan media sosial untuk pemasaran terdapat peningkatan pengetahuan anggota kelompok sadar wisata Desa Burai dari materi yang disampaikan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dapat dikatakan memberikan manfaat bagi anggota kelompok sadar wisata Desa Burai.
Pengembangan Eco Farm House untuk Meningkatkan Inovasi Masyarakat Desa Pulau Semambu Melalui Diversifikasi Nilai Tambah Komoditi Jambu Air Putri, Nurilla Elysa; Yamin, M.; Sari, Dwi Wulan; Izzudin, Muhammad
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7 No 2 (2023): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v7i2.11351

Abstract

Komoditi jambu air yang di budidayakan oleh masyarakat Desa Pulau Semambu saat ini belum mampu memberikan kontribusi pendapatan bagi masyarakat, padahal peluang pasar yang ada saat ini cukup besar, oleh sebab itu perlu dilakukan pendampingan pada masyarakat melalui kegiatan pengabdian pada masyarakat  (PPM) di Desa Pulau Semambu.  Pengembangan inovasi masyarakat melalui pembentukan eco farmhouse merupakan rancangan program  pengembangan talenta inovasi masyarakat Desa Pulau Semambu melalui diversifikasi nilai tambah komoditi jambu air. Diversifikasi yang dimaksud merupakan konsep inovasi nilai tambah produk olahan dari komoditi jambu air menjadi beberapa produk yang bernilai tambah seperti kerupuk jambu air, permen jely jambu air dan syrup jambu air. Dengan adanya pengembangan melalui diversifikasi produk ini diharapkan mampu menjadi produk khas Desa Pulau Semambu yang bernilai ekonomis lebih tinggi dengan output akhir mampu menggerakan perekonomian dan UMKM desa sehingga akan dapat meningkatkan pendapatan masyarakat. Kegiatan Pengabdian pada Masyarakat telah dilakukan dalam bentuk sosialisasi, Pemberian bantuan Peralatan, pelatihan cara pembuatan produk hasil olahan serta pembentukan kelompok usaha olahan jambu air. Kegiatan sosialisasi telah dilakukan untuk memberikan pemahaman tentang kegiatan PPM yang diberikan serta tahapan ekgiatan yang akan dilaksanakan. Kegiatan Pemberian bantuan eralatan telah dilaksanakan dala kegiatan PPM merupa bantuan peralatan dan bahan baku pembuatan sirup dan permen jelly jambu air.  Kegiatan pelaksanaan PPM telah dilakukan dengan demonstrasi cara pembuatan produk sirup jambu air dan permen jelly jambu air, dari awal proses pengolahan hingga pengemasan produk. Pembentukan kelompok usaha telah dilakukan oleh kepala Desa, dengan harapan kegiatan dapat berlanjut dan dapat menjadi usaha yang erkembang di Desa Pulau Semambu.
Inovasi Pengolahan Cabai Merah Keriting Menjadi Chili Oil Sebagai Upaya Peningkatan Kesejahteraan Petani di Desa Tanjung Seteko Mika Lestari; Qayla Sa’adatu Gina; Salsa Dzakia Fitriani; Endah Ayu Atika; Nur Nadya Anggraeni; Aziza Dwita Sari; Amelia Nur Zahrina; Muhammad Jordhi Dirgantarawan; M. Huanza; Nurilla Elysa Putri
Inovasi Sosial : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 4 (2025): November : Inovasi Sosial : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62951/inovasisosial.v2i4.2527

Abstract

This study aims to improve the welfare of curly red chili farmers in Tanjung Seteko Village through the innovation of processing fresh chili into chili oil. The background of this research lies in the low added value of fresh chili and frequent price fluctuations that cause unstable farmer incomes. The study employed a descriptive qualitative approach involving preparation, implementation, and evaluation stages, with purposive sampling covering farmers, farmer group members, housewives, and village officials. Data were collected through observation, interviews, documentation, and questionnaires. The results indicate that processing chili into chili oil can extend shelf life up to 1–2 months at room temperature and more than 6 months under refrigeration, reduce harvest losses by 30–40%, and significantly increase economic value compared to selling fresh chili. A single production process using 5 kg of curly red chili yields 16 liters of chili oil with an estimated selling price of IDR 1.500.000-2.000.000 per production cycle, showing that simple processing activities can provide substantial added value for farmers. Beyond economic benefits, this innovation strengthens community empowerment by improving processing skills, encouraging economic independence, promoting participation in value-added businesses, and reinforcing local economic resilience. The social impacts also include youth and women empowerment and broader opportunities for local product–based entrepreneurship. The study recommends continuous capacity development, digital marketing strategies, and ongoing mentoring to optimize farmer welfare. Therefore, processing curly red chili into chili oil is a strategic solution to enhance income, skills, and sustainable rural economic development.
PELATIHAN PENGOLAHAN BUAH NANAS GRADE RENDAH MENJADI ICE CREAM UNTUK MENGURANGI RISIKO KERUGIAN PETANI DI DESA TAMBANGAN KELEKAR KECAMATAN GELUMBANG Putri, Nurilla Elysa; Sriati, Sriati; Yunita, Yunita; Oktarina, Selly; Arbi, Muhammad; Mulyana, Eka; Malini, Henny; Januarti, Indri
JUAN: Jurnal Pengabdian Nusantara Vol. 3 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : CV Sentra Nusa Connection

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63545/juan.v3.i1.207

Abstract

Mayoritas penduduk di Desa Tambangan Kelekar bermatapencaharian sebagai petani nanas. Pendapatan dari usahatani nanas sangat besar kontribusinya bagi pendapatan rumahtangga petani. Akan tetapi, petani menghadapi risiko usahatani atau kerugian akibat adanya buah nanas grade rendah. Oleh karena itu, diperlukan adanya kegiatan pengolahan. Dengan demikian, petani nanas melakukan kerjasama dengan Tim Pengabdian Kepada Masyarakat Unsri guna mengadakan kegiatan "Pelatihan Pengolahan Buah Nanas Grade Rendah Menjadi Ice Cream untuk Mengurangi Risiko Kerugian Petani di Desa Tambangan Kelekar, Kecamatan Gelumbang". Khalayak sasaran adalah wanitatani yang berjumlah 20 orang. Kegiatan pengabdian ini terdiri dari penyuluhan dan pendampingan berupa pelatihan. Penyuluhan yang diberikan kepada petani mengenai peningkatan nilai tambah komoditi nanas. Pendampingan berupa pelatihan yang dilakukan adalah pengolahan buah nanas grade rendah menjadi produk ice cream. Kemudian setelah pelatihan, Tim pengabdian Unsri memberikan paket bantuan bahan dan alat pembuatn ice cream nanas kepada peserta pelatihan. Hasil dari kegiatan pengabdian ini pengetahuan peserta tentang penngkatan nilai tambah olahan nanas dan cara mengurangi kerugian npetani akibat adanya buah grade rendah bertambah. Dari kegiatan ini juga, terjadi peningkatan keterampilan petani dalam pengolahan buah nanas grade rendah menjadi produk ice cream. Dengan demikian ke depannya, diharapkan dapat membuka peluang usaha kerja bagi masyarakat sekitar.
Pemberdayaan Ekonomi Petani Singkong Desa Tanjung Seteko melalui Diversifikasi Produk Keripik Singkong Amelia, Rosa; Sari, Reta Pajar; Ramandani, Intan; Putri, Indah Aulia; Pradita, Lora Malika; Nabila, Vina; Rahman, Muhammad Lutfhi Abdul; Lantax, Gintan Rembige; Adriani, Dessy; Purbiyanti, Erni; Putri, Nurilla Elysa; Huanza, M. Huanza; Yuliani, Maulidia Tri
Jumat Pertanian: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 3 (2025): December
Publisher : LPPM Universitas KH. A. Wahab Hasbullah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32764/abdimasper.v6i3.6603

Abstract

The village of Tanjung Seteko, situated in Ogan Ilir District, has significant potential for cassava production; however, farmers in the village face challenges, including low selling prices. This is due to their continued dependence on middlemen and a lack of product processing. The goal of this empowerment program is to increase farmers' incomes by diversifying products through the processing of cassava into chips, which have better selling prices and wider market access. This program was implemented with the active participation of farmers and housewives, using the Participatory Action Research (PAR) method. The results of this activity show a change in the participants' perspective, from previously only selling raw Cassava, which has low economic value to individuals, can be leveraged to provide higher profits and open up opportunities for sustainable home businesses.