Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Potensi Agen Imunostimulan Rumput Laut Dalam Modulasi Hemosit Udang Vaname (Litopenaeus vannamei) Lili Suharli; Mardiana Hamjah; Adi Suriyadin; Milis
Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol. 19 No. 1 (2024): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan
Publisher : University of PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/jipbp.v19i1.13257

Abstract

Pertahanan pertama terhadap penyakit pada udang vaname dilakukan oleh hemosit. Hemosit merupakan salah satu sel imun utama pada udang. Salah satu upaya dalam penanggulangan dan pencegahan penyakit udang adalah melalui peningkatan sistem pertahanan tubuh udang, yaitu dengan menggunakan imunostimulan. Rumput laut Sargasum sp., Eucheuma sp. dan Ulva sp. merupakan sumberdaya laut yang potensial sebagai sumber fitokimia yang mempunyai aktifitas biologi yang bermanfaat bagi kesehatan. Rumput laut ini memiliki kandungan seperti tannin, flavonoid, dan polisakarida sulfat yang mampu meningkatkan jumlah hemosit dan pertahanan tubuh pada udang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas modulasi hemosit dan pertumbuan udang vaname. Rancangan percobaan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Dosis masing-masing perlakuan yaitu 0,5 gram, 1 gram, 2 gram dan kontrol. Parameter pengamatan terdiri dari Total Haemocite Count (THC), Differensial Haemosite Count (DHC) dan Pertumbuhan pada udang vaname. Hasil penelitian menunjukkan bahwa THC dan DHC tertinggi didapat pada perlakuan pemberian ekstrak Euchema sp. dosis 2 gram dengan nilai THC sebesar 12.75x104  cell/ml dan DHC sebesar 0.51%, serta pertumbuhan udang vaname dengan bobot 29.87 gram dan panjang 19.66 cm. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pemberian ekstrak rumput laut memberikan pengaruh dalam sistem pertahanan udang melalui parameter THC dan DHC serta peningkatan pertumbuhan panjang dan berat udang. Penggunaan ekstrak rumput laut Sargasum sp., Eucheuma sp. dan Ulva sp. sebagai immunostimulan dengan konsentrasi 2 gram memberikan pengaruh positif dalam modulasi hemosi serta pertumbuhan udang vaname.   The first defense against disease in white shrimp is carried out by hemocytes. Hemocytes are one of the main immune cells in shrimp. One of the efforts to overcome and prevent shrimp diseases is by increasing the shrimp's body defense system, namely by using immunostimulants. Seaweed Sargasum sp., Eucheuma sp. and Ulva sp. is a marine resource that has potential as a source of phytochemicals that have biological activities that are beneficial for health. This seaweed contains ingredients such as tannins, flavonoids and sulfate polysaccharides which can increase the number of hemocytes and body defenses in shrimp. This study aims to determine the effectiveness of hemocyte modulation and growth of vaname shrimp. The experimental design used was a Completely Randomized Design (CRD) with 4 treatments and 3 replications. The doses for each treatment were 0.5 grams, 1 gram, 2 grams and control. The observation parameters consist of Total Haemocite Count (THC), Differential Haemosite Count (DHC) and Growth in vaname shrimp. The research results showed that the highest THC and DHC were obtained in the treatment of Euchema sp extract. a dose of 2 grams with a THC value of 12.75x104 cells/ml and a DHC of 0.51%, as well as the growth of vaname shrimp with a weight of 29.87 grams and a length of 19.66 cm. So it can be concluded that the administration of seaweed extract has an influence on the shrimp defense system through the parameters THC and DHC as well as increasing the growth in length and weight of shrimp. Use of seaweed extract Sargasum sp., Eucheuma sp. and Ulva sp. as an immunostimulant with a concentration of 2 grams, it has a positive influence in modulating hemorrhage and growth of vaname shrimp.
Commercial Probiotic Drink and Sumbawa Horse Milk as Lactic Acid Bacteria Source for Virgin Coconut Oil Extraction Chaidir, Riri Rimbun Anggih; Suharli, Lili; Yasdia, Rahmi
JURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 8, No 3 (2023): September 2023
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/sst.v8i3.1904

Abstract

Virgin coconut oil (VCO) can be produced without heat, without any alteration, requires minimal investments and energy during production, and has been reported to have many health benefits. We produced VCO with the addition of lactic acid bacteria (LAB) sources with combined method of chilling-thawing and fermentation. The LAB sources used were Sumbawa horse milk (SKL) and commercial probiotic milk (SPK). This study used a completely randomized design (CRD) using both LAB sources which were added to coconut milk, respectively 10 ml, 12.5 ml and 15 ml and compared with control or no treatment. LAB were also isolated from blondo and VCO using LAB specific medium, MRSA. The extracted VCO has the characteristics of clear color with a distinctive coconut smell and long shelf-life. Three LAB isolates were obtained, VCO1-3. VCO1 was found in all samples, with colony morphology of circular and entire margin, convex surface, small in size, and white in color. SKL10, SKL15 and SPK10 showed significant difference to the control, with VCO yield of 31.49-33.05 %, significantly higher than that of without LAB treatment. Both LAB sources of single (SPK) and mixed inoculums (SKL) showed higher yields, indicated their potential as starter for VCO extraction.Keywords - Virgin Coconut Oil, VCO, Chilling-Thawing Extraction, Fermentation Extraction, Cold Pressed Oil, Lactic Acid Bacteria.
Pengembangan Ekonomi Lokal : Pelatihan Pembuatan Gantungan Kunci Imajinatif Hiu Paus di Desa Labuhan Jambu Kusdianawati, Kusdianawati; Islam, Izzul; Suharli, Lili; Chaidir, Riri Rimbun Anggih
-
Publisher : LPPM UNIVERSITAS KHAIRUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/pengamas.v7i2.8381

Abstract

Pengembangan ekonomi lokal merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemanfaatan potensi daerah. Desa Labuhan Jambu termasuk salah satu desa yang mengembangkan ekonomi lokal memalui ekowisata hiu paus. Desa ini memiliki potensi dalam pengembangan kerajinan tangan berbasis kreativitas berupa pembuatan gantungan kunci imajinatif berbentuk hiu paus. Pelatihan ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat desa terutama ibu-ibu rumah tangga dan pemuda setempat agar memiliki keterampilan sekaligus memberikan edukasi tentang potensi wisata hiu paus yang berkelanjutan. Pelatihan ini menggunakan metode praktik langsung dimana masyarakat didampingi oleh tim PkM dalam pembuatan gantungan kunci imajinatif hiu paus. Ada dua tahap yang dilakukan pada proses pembuatan gantungan kunci yaitu tahap pengecatan dan tahap pelapisan. Selain itu, pelatihan juga mencakup teknik dasar pencampuran resin dan fiksasi warna sehingga bisa menjadi gantungan kunci yang menarik dan bernilai jual tinggi. Hasil dari pelatihan menunjukkan peningkatan keterampilan dan pengetahuan peserta dalam bidang kerajinan tangan dalam menghasilkan gantungan kunci. Produk gantungan kunci hiu paus diharapkan menjadi daya tarik tersendiri untuk menarik minat pasar lokal maupun wisatawan yang berkunjung ke desa Labuhan Jambu. Harapannya pelatihan ini tidak hanya memberikan manfaat ekonomi tetapi juga membangun rasa percaya diri dan kebanggaan di kalangan peserta untuk bisa terus menjaga wisata hiu paus yang berkelanjutan. Kata Kunci: Gantungan Kunci Hiu Paus, Labuhan Jambu, Ekonomi Lokal, Edukasi
Pengembangan Ekonomi Lokal : Pelatihan Pembuatan Gantungan Kunci Imajinatif Hiu Paus di Desa Labuhan Jambu Kusdianawati, Kusdianawati; Islam, Izzul; Suharli, Lili; Chaidir, Riri Rimbun Anggih
-
Publisher : LPPM UNIVERSITAS KHAIRUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/pengamas.v7i2.8381

Abstract

Pengembangan ekonomi lokal merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemanfaatan potensi daerah. Desa Labuhan Jambu termasuk salah satu desa yang mengembangkan ekonomi lokal memalui ekowisata hiu paus. Desa ini memiliki potensi dalam pengembangan kerajinan tangan berbasis kreativitas berupa pembuatan gantungan kunci imajinatif berbentuk hiu paus. Pelatihan ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat desa terutama ibu-ibu rumah tangga dan pemuda setempat agar memiliki keterampilan sekaligus memberikan edukasi tentang potensi wisata hiu paus yang berkelanjutan. Pelatihan ini menggunakan metode praktik langsung dimana masyarakat didampingi oleh tim PkM dalam pembuatan gantungan kunci imajinatif hiu paus. Ada dua tahap yang dilakukan pada proses pembuatan gantungan kunci yaitu tahap pengecatan dan tahap pelapisan. Selain itu, pelatihan juga mencakup teknik dasar pencampuran resin dan fiksasi warna sehingga bisa menjadi gantungan kunci yang menarik dan bernilai jual tinggi. Hasil dari pelatihan menunjukkan peningkatan keterampilan dan pengetahuan peserta dalam bidang kerajinan tangan dalam menghasilkan gantungan kunci. Produk gantungan kunci hiu paus diharapkan menjadi daya tarik tersendiri untuk menarik minat pasar lokal maupun wisatawan yang berkunjung ke desa Labuhan Jambu. Harapannya pelatihan ini tidak hanya memberikan manfaat ekonomi tetapi juga membangun rasa percaya diri dan kebanggaan di kalangan peserta untuk bisa terus menjaga wisata hiu paus yang berkelanjutan. Kata Kunci: Gantungan Kunci Hiu Paus, Labuhan Jambu, Ekonomi Lokal, Edukasi
GERAKAN BERSIH PANTAI SEBAGAI UPAYA PENGELOLAAN PESISIR AI LEMAK KABUPATEN SUMBAWA Fahruddin, Muh.; Ilyas, Anita Prihatini; Suriyadin, Adi; Aldi, Davit; Junaidi, Junaidi; Islam, Izzul; Suharli, Lili; Chaidir, Riri Rimbun; Fitriana, Maya; Munandar, Imam
Jurnal Pemberdayaan Maritim Vol 7 No 2 (2025): Journal of Maritime Empowerment
Publisher : Lembaga Penelitian, Pengabdian Masyarakat, dan Penjaminan Mutu, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/jme.v7i2.7161

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat melalui gerakan bersih pantai di Pantai Ai Lemak merupakan salah satu upaya pengelolaan lingkungan pesisir yang bertujuan untuk memberikan edukasi dan kesadaran kebersihan lingkungan serta mengajak masyarakat beserta wisatawan untuk menjaga kebersihan pesisir pantai. Pengabdian ini menggunakan metode observasi dan partisipasi. Pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di pesisir Pantai Ai Lemak Kabupaten Sumbawa Nusa Tenggara Barat yang diikuti oleh dosen dan mahasiswa Fakultas Ilmu dan Teknologi Hayati, Universitas Teknologi Sumbawa. Kegiatan pengabdian ini membuka pikiran dan wawasan masyarakat dalam meningkatkan kesadaran serta kepedulian dalam mencegah terjadinya pencemaran lingkungan perairan sehingga berdampak pada kebersihan pantai dan meningkatkan jumlah wisatawan.  Keterlibatan masyarakat pesisir pantai penting sekali untuk selalu diberikan pemahaman dan edukasi pemeliharaan lingkungan dengan baik. Keterlibatan masyarakat dalam kegiatan bersih pantai merupakan salah satu langkah edukasi dan penyadartahuan yang dapat diaplikasikan. Sehingga berpengaruh dalam kelestarian ekosistem pantai agar terhindar dari pencemaran lingkungan oleh sampah.
PELATIHAN PEMBUATAN PRODUK BERBASIS RUMPUT LAUT UNTUK PENGEMBANGAN EKONOMI KREATIF MASYARAKAT PESISIR DUSUN PRAJAK SUMBAWA Suharli, Lili; Islam, Izzul; Suryadin, Adi
Jurnal Abdi Insani Vol 12 No 3 (2025): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v12i3.2297

Abstract

Dusun Prajak adalah salah satu dusun di desa Batu Bangka, Kecamatan Moyo Hilir, yang berada di pesisir utara dan selatan Sumbawa. Masyarakat dusun prajak selain bertani dan menjadi nelayan juga memiliki usaha budidaya rumput laut. Rumput laut dapat digunakan sebagai bahan baku dalam berbagai jenis bahan pangan dan kesehatan serta bahan baku produk lainnya. Namun pengelolaan rumput laut di dusun prajak belum dilakukan secara konsisten, sebab rumput laut hasil budidaya hanya dikeringkan dan langsung dijual pada pengepul rumput laut. Pelaksanaan Program Pengabdian dibagi menjadi 3 tahapan utama yaitu tahap pertama berupa program sosialisasi bertujuan untuk memperkenalkan secara umum kegiatan pengabdian yang akan di laksanakan di Dusun prajak. Tahap kedua adalah pelatihan pengolahan rumput laut menjadi aneka produk olahan pangan siap saji berbasis rumput laut pada masayarakat dusun prajak yaitu kelompok Maris Gama dan Putri Bahari Sedangkan tahap ketiga yaitu dilakukan evaluasi dan keberlanjutan program. Hasil dari kegiatan pengabdian diketahui bahwa masyarakat dusun prajak mengalami peningkatan pemahaman hal ini dikarenakan masyarakat telah mendapatkan pemahaman dari kegiatan sosialisasi, pelatihan dan pendampingan pembuatan produk rumput laut. Peserta pelatihan juga mengungkapkan bahwa kegiatan pelatihan ini berdampak baik bagi masyarakat sebab masyarakat dapat mengetahui produk-produk yang dapat dihasilkan dari rumput laut dan berpeluang untuk membuka usaha baru. Kesimpulan yang diperoleh dari kegiatan pengabdian ini adalah masyarakat pesisir dusun prajak telah mengetahui dan memahami cara pembuatan produk-produk rumput laut serta dapat diaplikasikan untuk mengembangkan ekonomi kreatif di dusun prajak.
Subkultur Dendrobium kanayao secara In Vitro di Esha Flora Hardiyanti Pebrian, Rini; Lili Suharli; Edhi Sandra
BIOMARAS : Journal of Life Science and Technology Vol 2 No 1 (2024): BIOMARAS : Vol 2, No 1 Februari 2024
Publisher : Fakultas Ilmu dan Teknologi Hayati Universitas Teknologi Sumbawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anggrek memiliki nilai keindahan pada bunganya dan sangat populer di kalangan masyarakat. Anggrek memiliki bentuk unik dan warnanya menarik sehingga di sebut “Queen of flower”. Dendrobium kanayao merupakan salah satu jenis anggrek yang paling banyak diminati karena mudah dirawat, serta warna dan bentuk bunga beragam. Namun terdapat kendala dalam mengembangkan budidaya anggrek secara konvensional sehingga perlu dilakukan teknik kultur jaringan untuk perbanyakan tanaman dengan cepat dan seragam. Dalam kultur jaringan permasalahan yang dihadapi yaitu adanya kontaminasi pada tahap subkultur maka penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan kultur steril tanaman Dendrobium kanayao dengan cara In Vitro di Esha Flora. Metode yang dilakukan yaitu subkultur eksplan Dendrobium kanayao pada media growmore dan dilakukan pengamatan meliputi waktu pertama terjadinya kontaminasi, persentase kultur steril, kultur terkontaminasi jamur, dan bakteri. Hasil penelitian menunjukkan persentase subkultur Dendrobium kanayao mendapatkan 100% kultur steril namun beberapa eksplan mengalami browning. Disimpulkan bahwa subkultur Dendrobium kanayao menggunakan media growmore dapat dikatakan berhasil meskipun beberapa eksplan mengalami browning.
Pengembangan Ekonomi Lokal : Pelatihan Pengembangan Tenun Motif Hiu Paus di Desa Poto, Kabupaten Sumbawa, Provinsi Nusa Tenggara Barat Kusdianawati, Kusdianawati; Islam, Izzul; Suharli, Lili; Anggih Chaidir, Riri Rimbun
-
Publisher : LPPM UNIVERSITAS KHAIRUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/pengamas.v6i1.4973

Abstract

Industri kerajinan tenun Sumbawa di Dusun Samri, Desa Poto merupakan salah satu usaha yang diwariskan turun-temurun secara tradisional yang masih berupa kegiatan sampingan dalam pemenuhan kebutuhan sehari-hari. Namun kini industri kerajinan tenun tersebut sedang dalam proses pengembangan untuk menjadi sentra industri kecil untuk hasil tenun Sumbawa dan dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat serta sebagai media promosi kearifan budaya lokal. Oleh karena itu, untuk membantu dalam proses pengembangan tenun Sumbawa khususnya yang ada di Dusun Samri, Desa Poto maka diadakannya kegiatan pengabdian masyarakat berupa pengembangan tenun motif hiu paus oleh Fakultas Teknobiologi, Universitas Teknologi Sumbawa. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi persiapan dan pelatihan. Pelatihan dilakukan dengan pemaparan materi motif hiu paus yang digunakan pada kain tenun Sumbawa. Motif hiu paus yang digunakan dibuat dulu desainnya di kertas kotak kemudian diterapkan oleh partisipan dalam pelatihan. Setelah itu, dilanjutkan dengan pembuatan motif hiu paus pada kain tenun Sumbawa yang dilakukan oleh peserta pelatihan secara langsung. Kegiatan pengabdian ini menghasilkan kain tenun Sumbawa dengan motif hiu paus dan ada juga yang dipadukan dengan motif lama yang sering digunakan dalam kain tenun Sumbawa. Hasil kegiatan pengabdian berupa tenun Sumbawa dengan motif hiu paus dapat dihasilkan dan diproduksi oleh masyarakat di Dusun Samri, Desa Poto.
Antioxidant, Antibacterial, and Antidiabetic Activities of Roselle (Hibiscus sabdariffa) Extracts Suharli, Lili; Manguntungi, Baso; Azis, Andi Asmawati; Mustopa, Apon Zaenal; Meilina, Lita; Pandayu, Iga Firmansyah; Vanggy, Leggina Rezzy; Irawan, Shasmita
Annales Bogorienses Vol. 25 No. 2 (2021): Annales Bogorienses
Publisher : BRIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hibiscus sabdariffa L., also referred to as roselle, is commonly utilized in the pharmaceutical and food industries. Roselle contains bioactive compounds such as phenolics, alkaloids, tannins, flavonoids, saponins, and organic acids, which have pharmacological properties, such as antioxidant, antibacterial, immune booster, antidiabetic, anti-inflammatory, and anti-hypertensive properties. There are many studies regarding the pharmacological activities of roselle extract and its applications. However, there has been no research to study the effectiveness of the solvent in testing roselle petal extracts against antibacterial, antioxidant, and antidiabetic activities, simultaneously. This research used two kinds of polar solvents, dH2O and ethanol, with various concentrations for antibacterial activity test by five pathogenic bacteria, for antioxidant test by the DPPH method, and for antidiabetic test by the alpha-glucosidase inhibition method. The result showed that the ethanol extract of roselle had higher antibacterial activity compare to the roselle water extract. Antioxidant activity of roselle ethanol extract at 20% concentration had the highest activity 69.75 ± 0.002%; while, the 100% concentration of roselle water extract had the highest antioxidant activity 138.73 ± 0.013%. antidiabetic activity of roselle ethanol and water extract at 100% concentration had the highest activity 1,195.44 ± 0.007% and 1,552.49 ± 0.069%, respectively.