Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Analisis Manajemen Persiapan Akreditasi Sekolah dalam Menjamin Mutu Pendidikan di SMK Muhammadiyah 1 Malang Elfira; Sri Yunita Simanjuntak; Moh. Badrut
Jurnal Ilmu Sosial, Ekonomi dan Pendidikan Vol. 1 No. 4 (2026): April 2026
Publisher : Suria Academic Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67467/jisep.v1i4.102

Abstract

This study aims to analyze the accreditation preparation management process at SMK Muhammadiyah 1 Malang, and to identify the supporting and inhibiting factors in that process. This research employs a qualitative approach with a descriptive design. Data were collected through observation, interviews, and documentation, and validated using triangulation techniques. The findings reveal that: (1) The accreditation preparation process at SMK Muhammadiyah 1 Malang was not maximally effective due to the absence of a formal decree (SK) establishing an official accreditation committee. Preparation stages included participation in supervisor-led socialization, completion of instruments based on School Self-Evaluation (EDS) data, and collection of physical evidence such as documents and photographs in accordance with accreditation instruments. (2) The primary supporting factors were the high collective enthusiasm of school members and adequate information technology (IT) competency among teachers. (3) The main inhibiting factors included teachers’ heavy workloads limiting preparation time, and insufficient time allocation for completing the Accreditation Data Entry (DIA) in the Sispena system. Based on these findings, it is recommended that schools strengthen organizational structures through the formation of a formal working team to improve the effectiveness of future accreditation preparation.
Analisis Manajemen Persiapan Akreditasi Sekolah dalam Menjamin Mutu Pendidikan di SMK Muhammadiyah 1 Malang Elfira; Sri Yunita Simanjuntak; Moh. Badrut
Jurnal Ilmu Sosial, Ekonomi dan Pendidikan Vol. 1 No. 4 (2026): April 2026
Publisher : Suria Academic Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67467/jisep.v1i4.102

Abstract

This study aims to analyze the accreditation preparation management process at SMK Muhammadiyah 1 Malang, and to identify the supporting and inhibiting factors in that process. This research employs a qualitative approach with a descriptive design. Data were collected through observation, interviews, and documentation, and validated using triangulation techniques. The findings reveal that: (1) The accreditation preparation process at SMK Muhammadiyah 1 Malang was not maximally effective due to the absence of a formal decree (SK) establishing an official accreditation committee. Preparation stages included participation in supervisor-led socialization, completion of instruments based on School Self-Evaluation (EDS) data, and collection of physical evidence such as documents and photographs in accordance with accreditation instruments. (2) The primary supporting factors were the high collective enthusiasm of school members and adequate information technology (IT) competency among teachers. (3) The main inhibiting factors included teachers’ heavy workloads limiting preparation time, and insufficient time allocation for completing the Accreditation Data Entry (DIA) in the Sispena system. Based on these findings, it is recommended that schools strengthen organizational structures through the formation of a formal working team to improve the effectiveness of future accreditation preparation.
An Analysis of the Availability of Lactation Rooms in Makassar Traditional Markets and Its Policy Implications Sri Yunita Simanjuntak; Fahmi Surya Abdi; Muallim Muallim
Jurnal Ad'ministrare: Jurnal Pemikirian Ilmiah dan Pendidikan Administrasi Perkantoran Volume 13, Issue 1, 2026
Publisher : Pendidikan Administrasi Perkantoran, Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71309/4jfspg24

Abstract

Lactation rooms in public spaces are a legally guaranteed right of breastfeeding mothers. However, their availability in traditional markets in Makassar City remains very limited. This study aims to analyze the availability, conditions, and factors influencing these facilities in traditional markets in Makassar City. The method used was quantitative descriptive with a cross-sectional design. Secondary data were sourced from the Makassar City Statistics Agency (2022–2024) and the 2023 Indonesian Health Survey (SKI). Meanwhile, primary data was obtained through direct observation at 15 selected traditional markets using a checklist standardized by Minister of Health Regulation No. 15 of 2013. The results of the study indicate that the availability of these facilities is very limited. Only two of the 15 markets (13.3%) have lactation rooms, with only one of these meeting the adequate category. Field findings revealed three main inhibiting factors. These factors include limited physical space (84.6%), management's lack of understanding of regulations (69.2%), and weak law enforcement by relevant authorities. This situation requires serious attention. As a large city, Makassar has a population of 1,423,877 (2023) with a population density of 8,173 people per square kilometer. Meanwhile, national exclusive breastfeeding coverage for children aged 6–23 months is only 55.5%. Therefore, the limited availability of breastfeeding rooms in traditional shopping centers has the potential to hinder the fulfillment of children's and mothers' rights and poses a significant challenge to efforts to increase exclusive breastfeeding targets.
Persepsi Siswa Terhadap Pentingnya Etika Komunikasi Profesional di Lingkungan Sekolah SMKN 1 Enrekang Sebagai Persiapan Magang Hamida Hamida; Andi Nurfiani Hajrul; Afni Afni; Asti Islawati; Sri Yunita Simanjuntak
Indonesian Journal on Education (IJoEd) Vol. 2 No. 4 (2026)
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Publikasi Ilmiah (lppi) Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/ijoed.v2i4.370

Abstract

Perkembangan dunia kerja yang semakin kompetitif menuntut lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) untuk tidak hanya menguasai keterampilan teknis (hard skills), tetapi juga memiliki kemampuan soft skills yang memadai, salah satunya adalah etika komunikasi profesional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi siswa terhadap pentingnya etika komunikasi profesional di lingkungan sekolah SMKN 1 Enrekang sebagai persiapan magang. Metode yang digunakan adalah penelitian kuantitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui penyebaran kuesioner kepada 22 siswa sebagai responden. Instrumen penelitian mencakup aspek kejelasan informasi, komunikasi dua arah, penggunaan media, serta empati dan etika komunikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh responden memberikan penilaian positif dengan dominasi jawaban sangat setuju dan setuju pada setiap aspek. Penelitian ini menyimpulkan bahwa siswa SMKN 1 Enrekang memiliki persepsi positif terhadap pentingnya etika komunikasi profesional, dan penguatan komunikasi profesional di lingkungan sekolah berperan penting dalam mempersiapkan siswa menghadapi kegiatan magang dan dunia kerja
Persepsi Siswa Terhadap Pentingnya Etika Komunikasi Profesional di Lingkungan Sekolah SMKN 1 Enrekang Sebagai Persiapan Magang Hamida Hamida; Andi Nurfiani Hajrul; Afni Afni; Asti Islawati; Sri Yunita Simanjuntak
Indonesian Journal on Education (IJoEd) Vol. 2 No. 4 (2026)
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Publikasi Ilmiah (lppi) Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/ijoed.v2i4.374

Abstract

Perkembangan dunia kerja yang semakin kompetitif menuntut lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) untuk tidak hanya menguasai keterampilan teknis (hard skills), tetapi juga memiliki kemampuan soft skills yang memadai, salah satunya adalah etika komunikasi profesional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi siswa terhadap pentingnya etika komunikasi profesional di lingkungan sekolah SMKN 1 Enrekang sebagai persiapan magang. Metode yang digunakan adalah penelitian kuantitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui penyebaran kuesioner kepada 22 siswa sebagai responden. Instrumen penelitian mencakup aspek kejelasan informasi, komunikasi dua arah, penggunaan media, serta empati dan etika komunikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh responden memberikan penilaian positif dengan dominasi jawaban sangat setuju dan setuju pada setiap aspek. Penelitian ini menyimpulkan bahwa siswa SMKN 1 Enrekang memiliki persepsi positif terhadap pentingnya etika komunikasi profesional, dan penguatan komunikasi profesional di lingkungan sekolah berperan penting dalam mempersiapkan siswa menghadapi kegiatan magang dan dunia kerja. Saran penguatan etika komunikasi profesional di sekolah terbukti berperan penting dalam membentuk kesiapan mental dan perilaku siswa dalam menghadapi kegiatan magang dan dunia kerja.
Persepsi Siswa tentang Etika Komunikasi Profesional di Lingkungan SMK Negeri 1 Pangkep Qaila Nur Ilyas; Fadly Saputra; Arsil Abadi; Fungky Febrianti; Sri Yunita Simanjuntak
Jurnal Ilmu Komunikasi dan Media Vol. 1 No. 2 (2026): Edisi Januari-Maret
Publisher : Pustaka Bangsa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini didorong oleh kebutuhan mendasar dalam menguasai etika komunikasi profesional bagi siswa SMK sebagai bekal utama untuk menghadapi dunia kerja, terutama di tengah tantangan komunikasi digital yang lebih bersifat informal. Fokus utama dari penelitian ini adalah untuk meneliti bagaimana pandangan siswa terhadap pentingnya etika komunikasi tersebut dalam meningkatkan kesiapan mereka untuk mengikuti program magang atau Praktik Kerja Lapangan (PKL). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan pemahaman dan sikap siswa terhadap penerapan norma-norma etika komunikasi profesional dalam lingkungan sekolah. Metodologi yang diterapkan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif melalui survei. Data diperoleh dengan menggunakan kuesioner daring (Google Form) yang disampaikan kepada 20-25 siswa sebagai responden. Teknik analisis data yang digunakan adalah distribusi frekuensi dan persentase untuk menganalisis kecenderungan pandangan para responden. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat menjelaskan profil kesiapan siswa dalam dunia kerja dari segi keterampilan komunikasi.
Persepsi Siswa terhadap Etika Komunikasi Profesional di SMK Negeri 1 Maros Sahara Jumadi; Fausia Nurul Utami; Rizki Ramadhan; Muh Aidil; Sri Yunita Simanjuntak
Jurnal Ilmu Komunikasi dan Media Vol. 1 No. 2 (2026): Edisi Januari-Maret
Publisher : Pustaka Bangsa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis persepsi siswa tentang pentingnya etika komunikasi profesional di sekolah sebagai persiapan menghadapi dunia magang. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif melalui survei terhadap 27 siswa kelas X dan XI di SMK Negeri 1 Maros. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner skala Likert untuk mengukur pemahaman, sikap, dan pengalaman siswa dalam berkomunikasi dengan guru. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas siswa memiliki persepsi positif terhadap penerapan etika komunikasi profesional. Guru dinilai komunikatif, responsif, serta menggunakan bahasa santun dan mudah dipahami. Pemanfaatan media digital seperti WhatsApp dan Google Classroom juga dinilai efektif mendukung komunikasi pembelajaran. Temuan menunjukkan komunikasi beretika mampu menciptakan suasana belajar kondusif, meningkatkan kepercayaan diri siswa, dan memperkuat hubungan guru-siswa. Dengan demikian, penguasaan etika komunikasi profesional menjadi bekal penting bagi siswa dalam menghadapi dunia kerja dan lingkungan profesional. Penelitian menegaskan pentingnya pembiasaan etika komunikasi sejak sekolah agar siswa siap menghadapi magang, membangun profesionalisme, serta meningkatkan hubungan sosial kerja di masa depan.
Persepsi Siswa terhadap Etika Komunikasi Profesional di SMAN 2 Jeneponto sebagai Persiapan Kerja Aulia Rustam; Azya Zahra B; Muh Nabil; Nur Sabila Maudya; Sri Yunita Simanjuntak; Nasaruddin
Jurnal Ilmu Komunikasi dan Media Vol. 1 No. 2 (2026): Edisi Januari-Maret
Publisher : Pustaka Bangsa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi siswa terhadap etika komunikasi profesional guru di SMA Negeri 2 Jeneponto sebagai persiapan memasuki dunia kerja. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan instrumen kuesioner skala Likert yang diberikan kepada 23 siswa kelas X–XII. Instrumen penelitian mencakup empat dimensi, yaitu kejelasan informasi, komunikasi dua arah, penggunaan media, serta empati dan etika. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi siswa secara umum berada pada kategori positif dengan rata-rata skor 3,37 dari skala 4,00. Dimensi empati dan etika memperoleh skor tertinggi (3,50), sedangkan penggunaan media memperoleh skor terendah (3,23). Temuan ini menunjukkan bahwa guru telah menerapkan etika komunikasi profesional dengan baik, namun literasi komunikasi digital masih perlu ditingkatkan. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam penguatan pembelajaran komunikasi profesional sebagai bekal siswa memasuki dunia kerja.
Persepsi Siswa terhadap Etika Komunikasi Profesional di SMKN 8 Makassar sebagai Persiapan Magang Andi Arief Ilham Mappadolli; Nabila Salsabila M; Andi Azizah Nur Aulia; Muhammad Haikal; Sri Yunita Simanjuntak
Jurnal Ilmu Komunikasi dan Media Vol. 1 No. 3 (2026): Edisi: April-Juni
Publisher : Pustaka Bangsa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami pandangan siswa mengenai krusialnya etika komunikasi profesional di lingkungan sekolah sebagai persiapan untuk kegiatan magang. Hubungan yang baik antara siswa dan guru menjadi faktor penting untuk menciptakan interaksi yang efektif dalam pendidikan, serta mempersiapkan siswa memasuki dunia kerja. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif, di mana data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner secara online menggunakan Google Form. Penelitian berlangsung di SMK Negeri 8 Makassar dengan 21 siswa sebagai responden. Kuesioner terdiri dari enam pertanyaan yang berkaitan dengan komunikasi antara siswa dan guru serta pandangan siswa tentang etika komunikasi di sekolah. Data yang dikumpulkan kemudian dianalisis dan disajikan dalam bentuk persentase dan diagram untuk menggambarkan hasil dari tanggapan responden. Temuan penelitian menunjukkan bahwa mayoritas siswa memiliki pandangan positif terhadap pentingnya etika komunikasi profesional sebagai persiapan untuk menghadapi dunia kerja dan kegiatan magang.
Persepsi Etika Komunikasi Profesional Siswa SMKN 1 Makassar dalam Menghadapi Dunia Kerja Andira Basir; Irayani Payu’; Purnama Ramadani Yudistira; Rini Virliani; Sri Yunita Simanjuntak
Jurnal Ilmu Komunikasi dan Media Vol. 1 No. 3 (2026): Edisi: April-Juni
Publisher : Pustaka Bangsa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi siswa terhadap etika komunikasi profesional di lingkungan sekolah sebagai persiapan menghadapi magang. Penelitian menggunakan metode survei dengan melibatkan 48 siswa sebagai responden, dengan teknik pengumpulan data melalui kuesioner yang mencakup indikator kejelasan informasi, komunikasi dua arah, penggunaan media pembelajaran, serta etika dan empati guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa memberikan penilaian positif terhadap komunikasi yang dilakukan guru, yang dinilai mampu menyampaikan materi dengan jelas, memberikan kesempatan bertanya, menggunakan bahasa yang sopan, serta memanfaatkan media pembelajaran secara efektif untuk membantu pemahaman siswa. Dengan demikian, komunikasi profesional di sekolah telah berjalan dengan baik dan dapat menjadi bekal penting bagi siswa dalam menghadapi dunia kerja, khususnya dalam kegiatan magang.