Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Implementasi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Dalam Keluarga Santri Lathifatul Izzah
Literasi: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 11 No. 2 (2020)
Publisher : Universitas Alma Ata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/literasi.2020.11(2).104-112

Abstract

This paper aims to describe and analyze the process and implications of the implementation of Islamic religious education learning in santri families in Wonolelo village, Pleret district, Bantul district. Qualitative methods with the type of case study research are used to reveal these expectations. Data collection was carried out by observation, interviews, and documentation. The collected data were analyzed by analytical induction.The process of implementing Islamic religious education learning in the santri family can be carried out through planning, implementation and evaluation. The third process can be successful, influenced by various factors. Among them are materials, methods, environment, technology, and cooperation or cohesiveness between family members, especially both parents. Finally, family education can have an impact or have implications for the character of family members, especially children as themselves, relating to Allah, the Lord of the Universe, God's fellow creatures. Keywords: Implimentation, learning, Islamic religious education, santri families
Habituasi Shalat Tahajud dan Pengendalian Diri Santri di Komplek Pesantren lestari fadhila; Lathifatul Izzah; Fiska Ilyasir; Nur Kholik
Literasi: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 15 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Alma Ata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/literasi.2024.15(1).63-73

Abstract

Penelitian ini berfokus pada bagaimana habituasi shalat Tahajud dan pengendalian diri santri di Komplek Khadijah Tahfidz Pendowoharjo Sewon Bantul. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan jenis pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui habituasi shalat Tahajud di komplek Khadijah Tahfidz Pondok Pesantren An Nur Ngrukem. Penelitian ini menunjukkan bahwa habituasi shalat Tahajud dibagi dalam tiga indikator yang meliputi, (1) rutin, (2) spontan, (3) keteladanan. Penelitian ini menunjukkan bahwa pengendalian diri santri yang memiliki pembiasaan shalat Tahajud, dapat meliputi tiga jenis yaitu, (1) kontrol perilaku, (2) kontrol kognitif, (3) kontrol dalam mengambil keputusan. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa: 1) Habituasi shalat Tahajud dalam membentuk pengendalian diri santri di komplek khadijah tahfidz biasa dilakukan oleh santri dengan tiga indikator, yaitu dengan rutin, spontan dan tidak ada paksaan, serta keteladanan dalam melakukan habituasi shalat Tahajud. 2) Pengendalian diri santri di Komplek Khadijah Tahfidz Pondok Pesantren An Nur Ngrukem Pendowoharjo Sewon Bantul bagi santri yang memiliki habituasi shalat Tahajud dengan indikator rutin, spontan, dan keteladanan dapat diklasifikan menjadi tiga bentuk pengendalian diri, yaitu pengendalian diri dalam kontrol perilaku, pengendalian diri dalam kontrol kognitif, dan pengendalian diri dalam kontrol mengambil keputusan.
Kontribusi Model Pembelajaraan Kooperatif Think Pair Share pada Nalar Kritis Materi Pendidikan Agama Islam di SMA Ali Maksum Yogyakarta Lu’lu Nur Azizah; Lathifatul Izzah
Literasi: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 16 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Alma Ata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/literasi.2025.16(2).306-321

Abstract

Kemampuan berpikir kritis merupakan kompetensi penting dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) untuk menghadapi tantangan kehidupan modern. Namun, metode pembelajaran konvensional yang masih banyak digunakan cenderung membuat peserta didik pasif sehingga menghambat pengembangan kemampuan tersebut. Model kooperatif Think Pair Share (TPS) efektif meningkatkan keterlibatan dan berpikir tingkat tinggi, namun penelitian tentang kontribusinya dalam pembelajaran PAI di SMA masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kontribusi model pembelajaran TPS terhadap kemampuan berpikir kritis siswa pada materi PAI di SMA Ali Maksum Yogyakarta tahun ajaran 2023/2024. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode quasi-eksperimental desain pretest-posttest control group. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas XI SMA Ali Maksum Yogyakarta, dengan sampel diambil menggunakan purposive sampling. Data dianalisis menggunakan uji-t untuk mengetahui perbedaan rata-rata kemampuan berpikir kritis antara kelas eksperimen yang menerapkan model TPS dan kelas kontrol yang menggunakan metode pembelajaran konvensional. Hasil penelitian menunjukkan penerapan model TPS memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa. Nilai rata-rata posttest pada kelas eksperimen sebesar 79,56 lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol sebesar 65,44. Kesimpulannya, model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share efektif dalam meningkatkan nalar kritis peserta didik pada pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SMA Ali Maksum Yogyakarta
Improvised Dialogue and Alliance of Religions in the Kenduri Tradition of Jatimulyo, Yogyakarta, Indonesia Lathifatul Izzah; Chahya Kusuma; Lukman Hakim; Ahmad Salim; Fahmi Hidayati
Jurnal Dialog Vol 49 No 1 (2026): Dialog
Publisher : Sekretariat Badan Moderasi Beragama dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BMBPSDM) Kementerian Agama RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47655/dialog.v49i1.1256

Abstract

This paper examines the role of the kenduri tradition as a medium for improvised interreligious dialogue and alliances in the multireligious community of Jatimulyo, Girimulyo Yogyakarta, Indonesia. Despite Indonesia's religious diversity and history of conflicts, kenduri persists as a way of life, fostering harmony amid differences in beliefs. The research problem centers on understanding why this community remains deeply rooted in kenduri and how it generates organic dialogue and cooperation across religions, addressing gaps in prior studies that overlook its improvisational aspects in building tolerance. Employing a qualitative ethnographic approach, data were collected through participatory observation, in-depth interviews, and documentation. Findings reveal that Kenduri’s a culture and tradition that has become a way of life and even the life style of the community.  Based on its implementation, there are 3 types of kenduri, namely religious, traditional, and cultural. All three types of kenduri gave birth to a process of dialogue and alliance. Ultimately, kenduri serves as a powerful instrument for fostering interfaith harmony, presenting a compelling model for inclusive societies. It should therefore be deliberately integrated into multicultural policies and educational frameworks as a practical and culturally grounded approach to promoting social cohesion.